Your browser does not support JavaScript!
 23 Apr 2019    11:00 WIB
Waspada Tanda Bahaya Ketika Hamil
Beberapa hal yang anda alami selama hamil dapat merupakan gejala normal selama kehamilan, akan tetapi dapat pula merupakan suatu tanda bahaya bagi kehamilan anda dan juga diri anda. Bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, sebaiknya anda segera menghubungi dokter anda tanpa perlu menunggu sampai jadwal pemeriksaan kehamilan anda berikutnya.   Perdarahan Perdarahan selama kehamilan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Jika anda mengalami perdarahan hebat dan nyeri perut hebat atau nyeri perut seperti saat menstruasi atau merasa ingin pingsan pada saat trimester pertama kehamilan anda, anda mungkin mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi bila janin anda tidak melekat di dalam rahim anda, tetapi di tempat lainnya. Hal ini dapat membahayakan. Perdarahan hebat dan nyeri perut pada trimester pertama atau awal trimester kedua kehamilan juga dapat merupakan tanda keguguran. Perdarahan hebat pada trimester ketiga kehamilan dapat disebabkan oleh terlepasnya plasenta dari rahim anda akibat sesuatu hal. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan hebat yang sulit dihentikan. Perdarahan selalu merupakan tanda bahaya. Perdarahan pada usia kehamilan berapa pun, sedikit atau banyak selalu membutuhkan pemeriksaan dan penanganan secepatnya. Segeralah hubungi dokter anda bila anda mengalami hal ini.   Mual dan Muntah Berat Mual dan muntah merupakan gejala normal selama kehamilan. Akan tetapi, bila mual dan muntah yang terjadi sangat berat dan menyebabkan anda tidak dapat makan atau minum sama sekali, maka hal ini merupakan suatu hal yang serius. Mual dan muntah hebat dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi dan malnutrisi. Dehidrasi dan malnutrisi dapat berbahaya bagi kesehatan bayi anda. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala ini untuk mendapatkan penanganan secepatnya.   Penurunan Gerak Janin Gerakan bayi anda akan berkurang saat anda memasuki bulan terakhir kehamilan anda. Hal ini disebabkan oleh semakin sedikitnya ruang bergerak bagi bayi anda. Tetapi, sangat penting bagi anda untuk membedakan penurunan gerakan yang normal dengan penurunan gerakan yang abnormal. Bagaimana anda dapat membedakannya? Dianjurkan agar anda mencatat seberapa sering bayi anda bergerak untuk melihat penurunan atau peningkatannya. Dengan demikian, anda dapat menentukan seberapa sering biasanya bayi anda bergerak. Bila bayi anda bergerak atau menendang kurang dari 10 kali selama 2 jam, maka disarankan untuk segera menghubungi dokter anda untuk memeriksa keadaan bayi anda.   Kontraksi Pada Awal Trimester Ketiga Kehamilan Terdapat dua macam kontraksi selama akhir kehamilan anda. Kontraksi penanda persalinan dan kontraksi palsu atau kontraksi Braxton hicks. Kontraksi palsu biasanya timbul mendadak, tidak teratur, dan tidak semakin sering dan semakin nyeri. Kontraksi palsu ini biasanya akan mereda dalam waktu 1 jam atau dengan pemberian cairan. Kontraksi persalinan biasanya lebih teratur, berjarak sekitar 10 menit atau kurang dari setiap kontraksinya, semakin sering, menimbulkan nyeri yang menjalar dari pinggang ke perut, dan tidak mereda dengan pemberian cairan. Bila anda mengalami kontraksi persalinan, segera hubungi dokter anda. Bila belum waktunya anda melahirkan, maka dokter dapat segera melakukan berbagai hal yang diperlukan untuk menghentikan proses ini.   Tanda Preeklampsia Adanya nyeri kepala menetap, gangguan penglihatan, nyeri perut, pembengkakan badan, dan peningkatan tekanan darah selama trimester ketiga kehamilan dapat merupakan tanda-tanda preeklampsia. Tanda-tanda ini biasanya timbul setelah kehamilan berusia di atas 20 minggu, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein pada air kemih. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan, baik bagi bayi maupun ibu.   Mengalami Gejala Flu Bila anda hamil, sangat dianjurkan agar anda mendapatkan vaksin flu, karena wanita hamil biasanya lebih mudah sakit dan lebih sering mengalami komplikasi berat akibat flu. Baca juga:  Menderita Diabetes Saat Hamil Tetapi Tetap Ingin Berpuasa? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 02 Feb 2019    16:00 WIB
Beberapa Penyebab Pendarahan Selama Kehamilan
Perdarahan selama kehamilan seringkali terjadi, terutama pada trimester pertama kehamilan (1-12 minggu pertama) dan biasanya bukan merupakan tanda bahaya apapun. Akan tetapi, karena perdarahan kadang juga merupakan tanda adanya gangguan berat lainnya, maka segera hubungi dokter atau bidan anda untuk memastikan kesehatan bayi anda.   Perdarahan Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Sekitar seperempat wanita hamil mengalami perdarahan pada 12 minggu pertama kehamilan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan pada trimester pertama kehamilan adalah: Saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim anda (perdarahan saat implantasi) Keguguran Kehamilan ektopik Kehamilan anggur (molar) Perubahan pada serviks (leher rahim) Infeksi Perdarahan Saat Implantasi Anda mungkin menemukan sedikit bercak darah pada pakaian dalam anda pada 6-12 hari setelah kehamilan, yaitu saat sel telur yang telah dibuahi oleh sperma menempel pada dinding rahim. Beberapa wanita tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil dan mengira bercak darah ini sebagai menstruasi yang sangat sedikit. Perdarahan ini biasanya sangat sedikit dan hanya berlangsung selama beberapa jam atau hari. Keguguran Perdarahan pada trimester pertama kehamilan juga dapat merupakan tanda ancaman keguguran. Segera hubungi dokter anda untuk memastikan kesehatan bayi anda dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya keguguran. Kehamilan Ektopik Pada kehamilan ektopik, embrio yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya pada tuba falopii (suatu saluran tempat pembuahan terjadi, terletak antara indung telur dengan rahim). Jika embrio ini terus berkembang, maka tuba falopii akan robek dan dapat membahayakan nyawa anda. Beberapa gejala lain dari kehamilan ektopik adalah kram perut hebat atau nyeri perut bagian bawah, biasanya hanya pada satu sisi perut, nyeri saat  buang air kecil atau saat buang air besar, dan kepala terasa ringan atau melayang. Kehamilan Anggur (Molar) Kehamilan anggur atau mola hidatidosa merupakan suatu keadaan yang sangat jarang terjadi, di mana terdapat pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam rahim (bukan bayi). Pada keadaan yang jarang, jaringan ini dapat merupakan sel kanker dan dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya. Gejala lain dari kehamilan anggur ini adalah mual dan muntah hebat serta pembesaran rahim yang berlangsung cepat Perubahan Leher Rahim (Serviks) Selama kehamilan, terjadi peningkatan aliran darah pada serviks. Hubungan seksual atau pemeriksaan pada serviks ataupun hal lainnya yang menyebabkan gesekan atau tersentuhnya serviks dapat memicu terjadinya perdarahan. Infeksi Infeksi apapun yang mengenai serviks, vagina, atau penyakit menular seksual seperti klamidia, gonorea, atau herpes dapat menyebabkan terjadinya perdarahan pada trimester pertama kehamilan.   Perdarahan Pada Trimester II dan III Kehamilan (13-40 Minggu) Perdarahan abnormal yang terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan dapat merupakan tanda adanya gangguan pada kesehatan ibu atau bayi. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami perdarahan pada trimester kedua atau ketiga kehamilan anda. Berbaring dan beristirahatlah sambil menunggu dokter atau bidan anda datang dan jangan mengkonsumsi obat-obatan apapun. Plasenta Previa Plasenta previa merupakan suatu keadaan di mana plasenta terletak pada bagian bawah rahim, baik sebagian atau seluruhnya sehingga menutupi jalan lahir. Perdarahan akibat plasenta previa dapat terjadi tanpa disertai nyeri perut. Solusio Plasenta Solusio plasenta merupakan suatu keadaan di mana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum atau saat melahirkan yang mengakibatkan adanya genangan darah (terkumpulnya darah) di antara plasenta dan rahim. Keadaan ini dapat sangat berbahaya bagi ibu dan bayinya. Gejala lain dari solusio plasenta adalah nyeri perut, keluarnya bekuan darah dari dalam vagina, rahim terasa lunak, dan nyeri pinggang atau punggung. Ruptur Uterus Ruptur uterus atau robeknya rahim merupakan suatu keadaan yang jarang terjadi yang dapat disebabkan oleh terbukanya jaringan parut bekas operasi caesar sebelumnya selama kehamilan. Robeknya rahim ini dapat membahayakan jiwa anda dan membutuhkan tindakan caesar segera. Gejala ruptur uterus lainnya adalah nyeri perut dan perut terasa lunak. Vasa Previa Vasa previa merupakan suatu keadaan yang sangat jarang terjadi, di mana pembuluh darah bayi pada tali pusat atau plasenta berada pada jalan lahir. Vasa previa dapat sangat berbahaya bagi bayi anda karena pembuluh darah ini dapat robek dan menyebabkan bayi anda mengalami perdarahan hebat dan kekurangan oksigen. Gejala lain dari vasa previa adalah denyut jantung bayi abnormal dan perdarahan hebat. Kelahiran Prematur Perdarahan dari vagina saat hamil tua dapat merupakan tanda bahwa tubuh anda sedang bersiap untuk melahirkan. Beberapa hari atau minggu sebelum melahirkan, suatu lapisan lendir yang menutupi serviks dapat keluar melalui vagina dan mungkin juga mengandung sedikit darah (lendir darah). Jika perdarahan dan tanda-tanda kehamilan dimulai sebelum kehamilan berusia 37 minggu, segera hubungi dokter atau bidan anda karena anda mungkin akan mengalami kelahiran prematur. Gejala lain dari kelahiran premature adalah adanya kontraksi rahim, keluarnya cairan atau lendir dari vagina, adanya tekanan pada perut, dan nyeri pada punggung bawah atau pinggang. Penyebab Lainnya Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan perdarahan saat hamil tua adalah cedera pada serviks atau vagina, adanya polip, atau kanker.   Apa yang Harus Dilakukan? Beberapa hal yang dapat anda lakukan bila mengalami perdarahan saat hamil adalah: Segera hubungi dokter atau bidan anda, karena perdarahan dapat merupakan tanda adanya gangguan pada kehamilan anda Gunakanlah pembalut untuk mengetahui seberapa banyak darah yang telah keluar dan catatlah warna darah yang keluar (merah muda, coklat, atau merah; apakah disertai dengan bekuan darah atau tidak) Bawalah setiap jaringan yang keluar dari vagina anda pada dokter anda untuk diperiksa Jangan menggunakan tampon atau berhubungan seksual selama anda masih mengalami perdarahan Segera hubungi dokter atau bidan anda atau pergi ke rumah sakit terdekat bila anda mengalami tanda-tanda keguguran seperti nyeri perut hebat atau kram perut hebat pada perut bagian bawah, perdarahan hebat yang disertai oleh nyeri ataupun tidak, keluarnya jaringan dari vagina, pusing, pingsan, demam lebih dari 38°C, dan atau menggigil  Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 27 Jan 2019    08:00 WIB
Mengenal Lebih Dalam Tentang Anemia
Apa itu anemia?Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. Apa penyebab dari anemia?Penyebab umum dari anemia:1.  Perdarahan hebat: kecelakaan, pembedahan, persalinan, pecah pembuluh darah, perdarahan hidung, wasir (hemoroid), ulkus peptikum, kanker atau polip di saluran pencernaan, tumor ginjal atau kandung kemih, perdarahan menstruasi yang sangat banyak 2.  Berkurangnya pembentukan sel darah merah: kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, kekurangan vitamin C, penyakit kronik 3.  Meningkatnya penghancuran sel darah merah: pembesaran limpa, kekurangan G6PD, penyakit sel sabit, penyakit hemoglobin C, thalasemia Apa saja gejala anemia?Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi.  Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang.  Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Apa saja pengobatan untuk anemia?Pengobatan anemia tergantung pada penyebabnya:1.  Anemia kekurangan zat besi. Bentuk anemia ini diobati dengan suplemen zat besi, yang mungkin Anda harus minum selama beberapa bulan atau lebih. Jika penyebab kekurangan zat besi adalah kehilangan darah - selain dari haid - maka sumber perdarahan harus diketahui dan dihentikan. Hal ini mungkin melibatkan operasi. 2.  Anemia kekurangan vitamin. Anemia pernisiosa diobati dengan suntikan - yang seringkali suntikan seumur hidup - vitamin B-12. Anemia karena kekurangan asam folat diobati dengan suplemen asam folat. 3.  Anemia penyakit kronis. Tidak ada pengobatan khusus untuk anemia jenis ini. Dokter berfokus pada mengobati penyakit yang mendasari. Suplemen zat besi dan vitamin umumnya tidak membantu jenis anemia ini . Namun, jika gejala menjadi parah, transfusi darah atau suntikan eritropoietin sintetis, hormon yang biasanya dihasilkan oleh ginjal, dapat membantu merangsang produksi sel darah merah dan mengurangi kelelahan. 4.  Anemia aplastik. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup transfusi darah untuk meningkatkan kadar sel darah merah. Anda mungkin memerlukan transplantasi sumsum tulang jika sumsum tulang Anda berpenyakit dan tidak dapat membuat sel-sel darah sehat. Anda mungkin perlu obat penekan kekebalan tubuh untuk mengurangi sistem kekebalan tubuh Anda dan memberikan kesempatan sumsum tulang ditransplantasikan berespon untuk mulai berfungsi lagi. 5.  Anemia terkait dengan penyakit sumsum tulang. Pengobatan berbagai penyakit dapat berkisar dari obat yang sederhana hingga kemoterapi untuk transplantasi sumsum tulang. 6.  Anemias hemolitik. Mengelola anemia hemolitik termasuk menghindari obat-obatan tertentu, mengobati infeksi terkait dan menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan Anda, yang dapat menyerang sel-sel darah merah. Pengobatan singkat dengan steroid, obat penekan kekebalan atau gamma globulin dapat membantu menekan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel darah merah. 7.  Sickle cell anemia. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup pemberian oksigen, obat menghilangkan rasa sakit, baik oral dan cairan infus untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi. Dokter juga biasanya menggunakan transfusi darah, suplemen asam folat dan antibiotik. Transplantasi sumsum tulang mungkin merupakan pengobatan yang efektif pada beberapa keadaan. Sebuah obat kanker yang disebut hidroksiurea (Droxia, Hydrea) juga digunakan untuk mengobati anemia sel sabit pada orang dewasa. Ingin mengetahui lebih lagi mengenai anemia? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 28 Dec 2018    16:00 WIB
Hati-Hati! Ini Efek Samping Jika Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minyak Ikan
Mengkonsumsi suplemen minyakn ikan dapat membantu anda mencukupi kebutuhan vitamin A, asam lemak omega 3, dan vitamin D. Asam lemak omega 3 baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah anda. Sementara itu, vitamin A dan D dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda. Akan tetapi, mengkonsumsi terlalu banyak suplemen minyak ikan dapat berbahaya bagi kesehatan anda. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen apapun.PerdarahanMengkonsumsi terlalu banyak suplemen minyak ikan dapat mengencerkan darah anda dan menyebabkan terjadinya perdarahan hebat. Asam lemak omega 3 memang memiliki peranan penting bagi tubuh anda, yaitu mengurangi peradangan. Akan tetapi juga dapat menyebabkan perdarahan hebat, terutama bila dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah (antikoagulan). Mengkonsumsi omega 3 dosis tinggi juga dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke hemoragik, yaitu stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di dalam otak.Keracunan Vitamin ATerlalu banyak mengkonsumsi suplemen minyak ikan yang juga mengandung banyak vitamin A dapat menyebabkan terjadinya keracunan vitamin A. Vitamin A merupakan vitamin larut lemak, yang membuat tubuh anda lebih sulit mengeluarkannya karena tidak larut di dalam air (sehingga tidak dapat dikeluarkan lewat air kemih). Kelebihan vitamin A akan menumpuk di dalam hati anda, yang dapat menyebabkan kerusakan hati dan berbagai gejala lainnya seperti pusing, rambut rontok, dan peningkatan nyeri tulang serta nyeri intrakranial (di dalam kepala). Dosis tepat vitamin A bervariasi bagi setiap orang, tergantung pada beberapa faktor seperti usia, keadaan kesehatan, dan kehamilan. Jangan mengkonsumsi lebih dari 1.300 mcg vitamin A setiap harinya.Keracunan Vitamin DMengkonsumsi terlalu banyak suplemen minyak ikan yang mengandung vitamin D dapat menyebabkan terjadinya keracunan vitamin D. Hipervitaminosis D dapat memicu peningkatan kadar kalsium di dalam darah anda, yang dapat menyebabkan terjadinya kalsifikasi (penumpukkan kalsium) di dalam berbagai organ tubuh anda, termasuk pada ginjal dan jantung. Keracunan vitamin D berat dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti kerusakan ginjal, terbentuknya batu ginjal, hiperkalsemia (kadar kalsium di dalam darah tinggi), dan dehidrasi.Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala hipervitaminosis vitamin D. Mengkonsumsi lebih dari 18.1 mcg vitamin D setiap harinya dapat menyebabkan keracunan.Bahaya LainnyaSuplemen minyak ikan dapat menyebabkan beberapa gejala efek samping ringan seperti diare, perut kembung, dan sendawa. Selain itu, beberapa jenis minyak ikan juga mengandung zat-zat beracun yang dapat berbahaya bagi kesehatan anda, seperti merkuri, poliklorinasi bisfenil, dan dioksin. Sumber: healthyeating.sfgate
 08 May 2017    12:00 WIB
Kenali Tanda-tanda Perdarahan Abnormal Setelah Melahirkan
Perdarahan hebat setelah melahirkan atau juga dikenal dengan istilah hemoragik postpartum merupakan suatu komplikasi persalinan yang dapat membahayakan jiwa ibu. Perdarahan postpartum (paska melahirkan) merupakan suatu keadaan di mana sang ibu kehilangan 500 ml darah atau lebih dari daerah kemaluan dalam waktu 24 jam pertama setelah melahirkan. Perdarahan postpartum ringan (minor) merupakan suatu keadaan di mana sang ibu kehilangan sekitar 500-1.000 ml darah dari daerah kemaluan dalam waktu 24 jam pertama setelah melahirkan. Perdarahan postpartum mayor merupakan suatu keadaan di mana sang ibu kehilangan sekitar 1-2 liter darah dari daerah kemaluan dalam waktu 24 jam pertama setelah melahirkan. Bila perdarahan yang terjadi mencapai lebih dari 2 liter, maka keadaan ini disebut dengan perdarahan postpartum berat. Perdarahan postpartum sekunder merupakan suatu keadaan di mana terjadi perdarahan abnormal atau berlebihan di antara 24 jam pertama setelah melahirkan hingga 12 minggu setelah melahirkan.Perdarahan postpartum merupakan komplikasi persalinan yang cukup jarang terjadi dan dapat menyebabkan terjadinya anemia, bahkan kematian ibu.Faktor ResikoBeberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan setelah melahirkan adalah:•  Adanya riwayat perdarahan postpartum atau retensi plasenta•  Kadar hemoglobin ibu yang rendah pada awal proses persalinan•  Peningkatan indeks massa tubuh ibu•  Telah 4 kali bersalin atau lebih•  Plasenta letak rendah (letak plasenta dekat dengan jalan lahir)•  Ibu berusia 35 tahun atau lebih•  Persalinan berlangsung dengan bantuan induksi persalinan•  Persalinan yang berlangsung dalam waktu lama•  Persalinan yang berlangsung dalam waktu singkat (kurang dari 3 jam, yang dimulai dari kontraksi pertama rahim hingga bayi lahir)•  Persalinan melalui tindakan section caesarPengobatanDiperlukan pengobatan segera untuk menangani perdarahan postpartum oleh dokter spesialis kandungan, yang berupa pemijatan rahim, pemasangan infus, dan penyuntikan oksitosin untuk menstimulasi kontraksi rahim untuk mengurangi perdarahan. Jika ibu kehilangan terlalu banyak darah, maka mungkin perlu dilakukan tindakan transfusi darah.PencegahanUntuk mencegah terjadinya perdarahan postpartum, dokter atau bidan biasanya akan menyuntikkan oksitosin untuk menstimulasi kontraksi rahim, yang membantu proses pelepasan plasenta.Sumber: webmd
 27 Jun 2016    18:00 WIB
Gejala Dari Penyakit Hati
Memainkan peranan penting untuk proses pencernaan, hati membantu proses penyerapan dari nutrisi untuk diedarkan ke tubuh Anda. Hati juga berperan seperti filter yang akan mengeluarkan toksin dari peredaran darah dan mempertahankan komposisi darah. Masalah hati mencakup range penyakit yang luas termasuk kerusakan jaringan hati atau kerusakan fungsi hati. Penyakit yang sering bermanifestasi di hati paling sering disebabkan oleh virus, yaitu:• Hepatitis A,B dan C• konsumsi alkohol • Konsumsi obat nyeri• Obesitas dapat menyebabkan akumulasi lemak di hati. JaundicePerubahan warna kekuningan pada kulit, kuku dan mata dikenal dengan nama jaundice. Hal ini disebabkan karena pelepasan bilirubin ke dalam darah. Penyakit hati dapat menyebabkan seseorang mengalami memar dengan mudah. Saat garam empedu terkumpul di kulit dapat menyebabkan gatal.Dengan berkurangnya suplay dari sel darah merah akan menyebabkan seseorang merasa lemah dan pegal di seluruh tubuh tanpa alasan yang jelas. Seseorang dengan jaundice juga dapat mengalami penurunan berat badan. Perdarahan Perdarahan dari hidung dan gusi dapat merupakan tanda dari disfungsi hati. Penyakit hati juga dapat menyebabkan mual, nyeri perut dan muntah. Jika kerusakan hati semakin parah maka tubuh akan mengumpulkan darah dan akan menyebabkan munculnya darah di esofagus dan di sistem pencernaan yang akan menyebabkan perdarahan atau endapan darah ditunjukkan dengan muntah darah. Selain itu penyakit hati yang parah dapat menyebabkan kerusakan di kandung empedu sehingga akan mengganggu proses pencernaan lemak dan kerusakan ginjal dapat membuat garam tertahan di ginjal. Hal ini akan menyebabkan kaki dan perut membengkak.Sumber: healthmeup