Your browser does not support JavaScript!
 28 Jan 2021    17:00 WIB
Cegah Kehamilan dengan Pil Kontrasepsi Darurat
Kontrasepsi darurat dapat menjadi pilihan Anda ketika tak menginginkan kehamilan setelah berhubungan seks. Kontrasepsi darurat ini berupa pil seperti pil KB pada umumnya. Pil kontrasepsi darurat bisa diminum setelah berhubungan seks atau maksimal lima hari setelahnya. Namun lebih efektif jika diminum secepat mungkin. Sesuai dengan peruntukkannya, pil ini hanya bisa digunakan saat dalam keadaan darurat, seperti tidak menggunakan alat kontrasepsi ketika berhubungan seks, kondom bocor atau rusak, lupa minum pil KB selama dua hari berturut-turut atau terlewat jadwal suntik KB. Pil kontrasepsi darurat ini tidak direkomendasikan untuk pemakaian jangka panjang. Biaya Terjangkau Pil KB darurat dijual dengan harga terjangkau. Harga pasaran masih di bawah Rp100 ribu. Harga yang terjangkau membuat pil KB darurat sebagai opsi mencegah kehamilan tak diinginkan. Dilansir BBC, Dr Steele yang merupakan direktur medis untuk sejumlah apotek di Inggris, mengatakan, beberapa alasan mengapa pil KB darurat biayanya murah. Salah satunya karena tidak butuh keahlian apoteker. "Kami bisa memberi versi generik dan tidak ada input fisik dari seorang apoteker jadi tak perlu mempertimbangkan membayar waktu mereka," ujar Dr Steele. Efek Samping Pil KB Darurat Meski biayanya terjangkau namun bisa menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter. Anda harus tahu efek samping pil KB darurat yang bisa membahayakan kesehatan. Pil kontrasepsi darurat ini dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur, hilangnya kesuburan, ketidakseimbangan hormon, kram, bahkan mual. Baca juga: Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan!
 22 May 2018    11:00 WIB
Melakukan Tindakan Pencegahan Sebagai Kebiasaan
Selama ini kita sudah membahas mengenai pentingnya tindakan pencegahan yang termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes untuk meningkatkan taraf kesehatan. Olahraga yang teratur dan melakukan tes skrining kesehatan merupakan langkah penting untuk kesehatan Anda. Hasil tes akan menunjukkan gambaran singkat mengenai status kesehatan kita dan memberikan kita kesempatan untuk membuat perubahan pola hidup menjadi lebih sehat. tes skrining juga dapat mendeteksi masalah lebih awal ketika gejala belum muncul, yang sering menjadi kunci kesuksesan suatu pengobatan. Tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi daoat menyebabkan berbagai penyakit mulai dari penyakit jantung sampai stroke. Kombinasi dari kondisi diatas menjadi penyebab banyak kematian di dunia. Ketika tekanan darah tinggi, pre-diabetes dan kolesterol tinggi terdeteksi tepat pada waktunya kemudian diikuti dengan perubahan pola hidup lebih sehat akan mengurangi kemungkinan terserang penyakit berbahaya.  Skrining untuk tekanan darah tinggi hanya memerlukan waktu kira-kira 5 menit dan memeriksakan kolesterol dan gula darah merupakan jenis pemeriksaan darah yang sederhana yang sangat mudah dilakukan. Tindakan skrening dapat membantu mendeteksi adanya sel kanker pada tahap awal dan menyelamatkan hidup.   Konsultasikan dengan dokter Anda apakah pemeriksaan skrining berikut direkomendasikan untuk Anda: Hipertensi Setelah berusia 18 tahun Anda harus memeriksakan tekanan darah minimal sekali dalam 2 tahun. Jika dibawah atau diatas normal maka harus dimonitor secara reguler. Diabetes Orang dewasa berusia 45 tahun keatas atau semua orang dewasa dengan hipertensi atau indeks masa tubuh diatas 25 harus memeriksakan gula darah puasanya dengan teratur. Kolesterol Total kolesterol, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida harus diperiksa setiap 5 tahun setelah berusia 20 tahun keatas dan dievaluasi hasilnya Kanker kolorektal Pada usia 50 tahun seorang dewasa harus mulai membicarakan pentingnya melakukan tes mengenai kanker kolorektal dengan dokternya. Imunisasi memang bukan termasuk skrining, tetapi imunisasi juga memainkan peranan penting dalam tindakan pencegahan penyakit. Periksakan diri ke dokter dan perbarui diri Anda dengan pengetahuan mengena semua jenis imunisasi yang direkomendasikan. Tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan: Makanan makanan sehatn menghindari tembakau Lengkapi diri dengan asuransi untuk mengurangi biaya saat memerlukan pengobatan Memeriksakan diri secara teratur Makan makanan yang mengandung serat seperti sayuran, buah, dan lain-lain.     Sumber: mayoklinik