Your browser does not support JavaScript!
 24 Sep 2015    16:00 WIB
Pengobatan Pembesaran Prostat dan Efek Sampingnya
Prostat merupakan suatu organ pria yang terletak di perut bagian bawah, tepat di bawah kandung kemih. Prostat berfungsi untuk menghasilkan cairan mani yang biasanya dikeluarkan bersamaan dengan pengeluaran sperma (ejakulasi). Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, prostat pun semakin membesar. Hal ini dapat menimbulkan gangguan buang air kecil bila pembesaran prostat telah menekan uretra. Uretra merupakan suatu saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lubang penis yang berfungsi untuk mengalirkan air kemih dari kandung kemih ke lubang penis untuk dikeluarkan saat buang air kecil. Penekanan prostat pada uretra menyebabkan uretra menyempit sehingga menyulitkan pengeluaran air kemih yang seringkali menimbulkan gejala air kemih menetes atau aliran air kemih tidak lancar. Sebagian besar pria biasanya mulai mengalami pembesaran prostat ini saat berusia 50-70 tahun. Pembesaran prostat diduga merupakan salah satu bagian dari proses penuaan pada pria, walaupun tidak semua pria mengalaminya. Berdasarkan penelitian, pembesaran prostat terjadi akibat perubahan hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT) dengan bantuan enzim 5-alfa reduktase yang dapat menyebabkan pembengkakan prostat. Perubahan hormon testosteron ini terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Obat bagi pembesaran prostat yang banyak digunakan saat ini bekerja dengan menghambat kerja enzim 5-alfa reduktase ini. Akan tetapi, dengan terhambatnya proses ini, tubuh pun menggunakan enzim aromatase untuk mengubah testosteron menjadi estrogen. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar estrogen pada pria yang dapat menimbulkan berbagai masalah, yaitu: Berperan dalam pembesaran prostat Menurunkan gairah seksual Menyebabkan pembesaran payudara pada pria (ginekomastia) Menyebabkan peningkatkan berat badan dan rambut rontok Selain berbagai masalah di atas, obat ini pun dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat bila digunakan dalam jangka waktu lama. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai pilihan pengobatan pembesaran prostat lain yang dapat anda lakukan.   Sumber: newsmax
 24 Mar 2015    11:00 WIB
16 Masalah yang Dikeluhkan Pria
1.      Rambut Pada Punggung Rambut punggung biasanya mulai tumbuh saat anda berusia pertengahan 20 tahun. Untuk mengatasinya anda dapat melakukan terapi sinar laser untuk menipiskan rambut atau menghilangkan seluruh rambut tersebut. Efek yang terjadi hampir permanen. Pilihan lainnya yang lebih murah adalah dengan waxing, krim untuk merontokkan rambut, atau mencukur rambut tersebut. Akan tetapi, efek hanya dapat bertahan selama beberapa minggu.   2.      Perut Membesar Banyak orang beranggapan bahwa perutnya membesar akibat terlalu banyak mengkonsumsi bir, hal ini memang benar. Para pria biasanya mengalami penumpukkan lemak pada bagian perut dan pinggang dan hal ini tidak hanya disebabkan oleh bir saja, setiap jenis makanan yang berlemak juga dapat menyebabkannya. Lemak pada perut ini dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, terutama bila lingkar perut anda berukuran lebih dari 101 cm. Kabar baiknya adalah saat anda mengalami penurunan berat badan, maka lemak di daerah perutlah yang pertama kali menghilang.   3.      Keringat Berlebih Pria memang menghasilkan lebih banyak keringat daripada wanita. Akan tetapi, bila tangan anda terus berkeringat banyak atau pakaian anda selalu basah oleh keringat, maka hal ini bukanlah sesuatu yang normal dan disebut dengan hyperhidrosis (produksi keringat berlebihan). Terdapat berbagai hal yang dapat memicu peningkatan produksi keringat ini, mulai dari emosi, udara panas, atau bahkan tanpa stimulasi apapun. Keringat berlebihan ini biasanya terdapat pada ketiak, telapak tangan, atau telapak kaki. Anda dapat menghubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan terhadap produksi keringat yang berlebihan ini.   4.      Alis Mata Tebal dan Menyatu Alis mata tebal dan bahkan sampai menyatu dapat mengenai semua pria pada usia berapapun. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon. Untuk mengatasinya anda dapat melakukan elektrolisis (merusak sel rambut secara permanen dengan menggunakan aliran listrik) atau dengan waxing yang harus terus diulang setiap 4-6 minggu.   5.      Rosacea Rosacea merupakan suatu keadaan yang menyebabkan wajah memerah dan gejala biasanya memburuk pada pria. Hidung dapat menebal, merah, atau membulat. Pada pipi dapat timbul jerawat dan garis merah tipis. Alkohol dapat memicu terjadinya gejala, akan tetapi rosacea juga dapat terjadi pada orang yang sama sekali tidak pernah mengkonsumsi alkohol. Terdapat berbagai pengobatan yang dapat mencegah makin memburuknya gejala, konsultasikan dengan dokter anda mengenai obat apa yang tepat bagi anda.   6.      Kemunduran Garis Rambut Pada umumnya, pria mulai mengalami penipisan rambut saat berusia 35 tahun dan rambut mulai rontok saat berusia 50 tahun. Hal ini biasanya dimulai dengan kemunduran garis rambut dan menyebabkan timbulnya kebotakan.   7.      Buta Warna Buta warna tidak selalu menyebabkan penderitanya hanya dapat melihat warna hitam dan putih. Buta warna yang sering terjadi adalah tidak dapat atau kesulitan membedakan warna merah dan hijau. Keadaan ini dapat diturunkan dalam keluarga dan biasanya mengenai laki-laki. Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan keadaan ini.   8.      Mengorok Mengorok dapat terjadi baik pada pria maupun wanita, walaupun pria lebih sering mengalaminya. Mengorok biasanya tidak berbahaya, akan tetapi bila mengorok menyebabkan gangguan tidur pada anda dan pasangan anda, segera hubungi dokter anda.   9.      Bersendawa dan Buang Gas Sendawa merupakan suatu cara tubuh untuk mengeluarkan udara yang ikut tertelan saat makan dan merupakan suatu hal yang normal terjadi setelah makan. Akan tetapi, bila sendawa diikuti dengan rasa mual dan nyeri perut, maka hal ini dapat merupakan suatu gejala gangguan pencernaan. Hubungi dokter anda bila gejala terus berlanjut atau memburuk. Satu lagi kebiasaan lainnya yang tidak berbahaya tetapi cukup memalukan adalah buang gas. Buang gas juga merupakan salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan gas yang ada di dalam saluran pencernaan atau yang dihasilkan dari hasil pemecahan makanan oleh bakteri di dalam usus. Faktanya, sebagian besar orang membuang gas sekitar 6-20 kali setiap harinya. Berbagai jenis makanan seperti bir, minuman bersoda, kacang-kacangan, berbagai sayur dan buah-buahan juga dapat menyebabkan terbentuknya gas di dalam saluran pencernaan anda.   10.  Bau Badan Bau badan dapat terjadi akibat pertumbuhan bakteri pada kulit yang berkeringat. Untuk mengatasinya, anda dapat menggunakan deodoran dan mandi secara teratur. Jika bau badan anda tidak juga menghilang atau berkurang, hindarilah mengkonsumsi makanan yang berbau, seperti bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay.   11.  Gatal Pada Kemaluan Gatal pada kemaluan dapat terjadi pada setiap pria. Gatal ini biasanya disebabkan oleh infeksi jamur. Gejala yang biasa ditemukan adalah adanya bercak kemerahan pada kemaluan atau paha bagian dalam yang disertai dengan rasa gatal. Pengobatannya berupa pemberian salep anti jamur, menjaga agar area kulit yang terinfeksi tetap kering dan menghindari penggunaan pakaian yang ketat.   12.  Jamur Pada Kaki Jamur pada kaki atau sering disebut athlete foot juga disebabkan oleh infeksi jamur. Berjalan tanpa alas kaki di ruang ganti atau di dekat kolam renang merupakan penyebab tersering infeksi. Gejalanya dapat berupa rasa gatal, rasa terbakar, terbentuknya lepuhan, atau kulit pecah-pecah pada kaki dan ibu jari kaki. Keadaan ini dapat diatasi dengan pemberian salep anti jamur. Jika anda menderita infeksi jamur pada kemaluan dan kaki, maka pengobatannya harus dilakukan secara bersamaan.   13.  Bau Mulut Walaupun terdapat berbagai jenis makanan yang dapat menyebabkan timbulnya bau mulut, penyebab utama bau mulut adalah bakteri yang terdapat di dalam mulut. Untuk mengatasinya gosoklah gigi anda secara teratur dan bersihkanlah juga lidah anda. Bila hal ini masih tidak dapat mengatasi bau mulut anda, maka hubungi dokter gigi anda atau dokter anda untuk mencari penyebab bau mulut lainnya. Beberapa keadaan lain yang dapat menyebabkan terjadinya bau mulut adalah gangguan gusi, mulut kering, atau adanya refluks asam lambung.   14.  Disfungsi Seksual Gangguan atau disfungsi seksual yang biasa dialami oleh pria adalah penurunan gairah seksual, ejakulasi dini, atau disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi merupakan suatu keadaan di mana pria tidak dapat membentuk atau mempertahankan ereksi cukup lama untuk penetrasi. Berbagai faktor resiko terjadinya disfungsi ereksi adalah diabetes, penyakit jantung, gangguan neurologis, merokok, gangguan sirkulasi, dan beberapa jenis obat-obatan. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gangguan seksual di atas untuk memperoleh penanganan secepatnya.   15.  Hilangnya Pendengaran Pria memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan atau hilangnya pendengaran daripada wanita. Pekerjaan yang menimbulkan suara bising atau suara yang berlangsung terus-menerus merupakan salah satu faktor resikonya. Penambang, tukang kayu, dan tentara merupakan pekerjaan yang beresiko bagi pendengaran anda. Selain itu, mendengarkan musik dengan suara keras (lebih dari 85dB) juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.   16.  Pembesaran Prostat Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, maka pembesaran prostat, kerutan, dan memutihnya rambut merupakan suatu proses yang tidak dapat anda hindari. Pembesaran prostat dapat menyebabkan terjepitnya uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lubang kemaluan) dan membuat anda lebih sering buang air kecil. Segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan penanganan secepatnya.   Sumber: webmd