Your browser does not support JavaScript!
 23 Jul 2021    18:00 WIB
Perlukah Pelumas Buatan Saat Bercinta?
Seks mengurangi stres, mengurangi rasa sakit, dan bahkan membuat Anda terlihat lebih muda..  Anda bisa mendapatkan banyak manfaat dari seks dan memaksimalkan kegiatan seks Anda dengan adanya pelumasan yang baik. Ada beberapa pasangan yang menggunakan pelumas buatan untuk dapat meningkatkan kenikmatan seksual dan mengurangi gesekan dan iritasi.  Bahkan lebih dari setengah pria dan wanita menggunakan pelumas buatan saat berhubungan seks, menurut dua studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine.  Berikut adalah enam hal yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda menggunakan pelumas: Nyeri Berarti Sesuatu Pelumas buatan sering mengandung lidokain dan benzokain untuk mengurangi ketidaknyamanan. Bahan-bahan tersebut akan menumpulkan atau membuat mati rasa. Padahal rasa sakit memberitahu bahwa ada sesuatu yang terjadi misal terjadinya robekan. Hal ini penting apabila terjadi robekan akan meningkatkan risiko penularan penyakit seksual .  Bahan yang terkandung Ada beberapa bahan yang terkandung dalam pelumas, misalnya gliserin yang merupakan turunan gula yang dapat meningkatkan infeksi jamur pada wanita. Beberapa pelumas juga mengandung rasa yang dapat menyebabkan iritasi pada beberapa wanita.    Anda tetap bisa hamil Pelumas yang ideal adalah yang tidak membahayakan sperma dan mempunyai keasamaan dan konsistensi seperti lendir vagina. Sehingga harus diperhatikan pelumas buatan yang Anda gunakan.   Apakah Anda sensitif terhadap bahan yang dikandung dalam pelumas? Ada beberapa pelumas yang mengandung mentol dapat menimbulkan rasa panas, kesemutan. Untuk Anda, saat akan menggunakan pelumas oleskan sedikit pada bibir vagina apabila timbul rasa terbakar kemungkinan Anda sensitif dan hentikan pemakaian pelumas tersebut.    Mencoba pelumas yang natural Pada beberapa orang menggunakan pelumas seperti minyak kelapa namun bila Anda ingin menggunakan kondom, pelumas tersebut dapat merusak kondom lateks.  Agar Anda tidak mengalami dehidrasi Anda disarankan banyak minum air.    Lebih baik dengan cara normal  Pada beberapa orang jauh lebih baik apabila terjadi lubrikasi secara alami. Karena apabila saat akan berhubungan seksual dan tergantung pada pelumas buatan akan membuat rasa percaya diri wanita menjadi berkurang, merasa tidak mampu melubrikasi. Untuk mendapatkan lubrikasi yang cukup, biasakan melakukan foreplay dan hal ini akan menyenangkan untuk Anda dan pasangan.    Baca Juga: Pelumas Untuk Bercinta? Cari Tahu Agar Aktivitas Ini Menjadi Lebih Menyenangkan Dan Bergairah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: everydayhealth
 20 Jan 2021    17:00 WIB
Pelumas Saat Seks, Perlukah?
Seks mengurangi stres, mengurangi rasa sakit, dan bahkan membuat Anda terlihat lebih muda. Anda bisa mendapatkan banyak manfaat dari seks dan memaksimalkan kegiatan seks Anda dengan adanya pelumasan yang baik. Ada beberapa pasangan yang menggunakan pelumas buatan untuk dapat meningkatkan kenikmatan seksual dan mengurangi gesekan dan iritasi.  Bahkan lebih dari setengah pria dan wanita menggunakan pelumas buatan saat berhubungan seks, menurut dua studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine.  Berikut adalah enam hal yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda menggunakan pelumas: Nyeri Berarti Sesuatu Pelumas buatan sering mengandung lidokain dan benzokain untuk mengurangi ketidaknyamanan. Bahan-bahan tersebut akan menumpulkan atau membuat mati rasa. Padahal rasa sakit memberitahu bahwa ada sesuatu yang terjadi misal terjadinya robekan. Hal ini penting apabila terjadi robekan akan meningkatkan risiko penularan penyakit seksual .  Bahan yang terkandung Ada beberapa bahan yang terkandung dalam pelumas, misalnya gliserin yang merupakan turunan gula yang dapat meningkatkan infeksi jamur pada wanita. Beberapa pelumas juga mengandung rasa yang dapat menyebabkan iritasi pada beberapa wanita.  Anda tetap bisa hamil Pelumas yang ideal adalah yang tidak membahayakan sperma dan mempunyai keasamaan dan konsistensi seperti lendir vagina. Sehingga harus diperhatikan pelumas buatan yang Anda gunakan. Apakah Anda sensitif terhadap bahan yang dikandung dalam pelumas? Ada beberapa pelumas yang mengandung mentol dapat menimbulkan rasa panas, kesemutan. Untuk Anda, saat akan menggunakan pelumas oleskan sedikit pada bibir vagina apabila timbul rasa terbakar kemungkinan Anda sensitif dan hentikan pemakaian pelumas tersebut.  Mencoba pelumas yang natural Pada beberapa orang menggunakan pelumas seperti minyak kelapa namun bila Anda ingin menggunakan kondom, pelumas tersebut dapat merusak kondom lateks.  Agar Anda tidak mengalami dehidrasi Anda disarankan banyak minum air.  Lebih baik dengan cara normal  Pada beberapa orang jauh lebih baik apabila terjadi lubrikasi secara alami. Karena apabila saat akan berhubungan seksual dan tergantung pada pelumas buatan akan membuat rasa percaya diri wanita menjadi berkurang, merasa tidak mampu melubrikasi. Untuk mendapatkan lubrikasi yang cukup, biasakan melakukan foreplay dan hal ini akan menyenangkan untuk Anda dan pasangan.  Baca juga: Cara Agar Foreplay Tahan Lama Sumber: everydayhealth
 21 Sep 2020    21:00 WIB
Tentang Vaginismus, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Vaginismus adalah suatu kontraksi yang tidak disadari dari otot vagina. Hal ini menyebabkan lubang vagina menjepit dengan kuat dan sulit untuk dilakukannya penetrasi. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita yang secara fisik dan psikis menolak untuk melakukan hubungan seksual. Apabila hal ini terjadi bisa menjadi penghambat rutinitas dalam bercinta. Apa sih penyebab Vaginismus? Vaginismus adalah keinginan bawah sadar seorang wanita untuk mencegah masuknya penis ke dalam vagina. Penyebab vaginismus: Fisik: Adanya infeksi yang menimbulkan luka disekitar bibir vagina bagian dalam dan lubang vagina. Gangguan selaput dara, termasuk apabila adanya tarikan saat penetrasi berlangsung. Adanya bekas robekan pada saat melahirkan yang tidak sembuh secara sempurna Psikis: Pernah mengalami traumatik secara seksual, seperti pemerkosaan, dimana jika trauma itu masih dirasakan hingga masa menikah, maka hal itu merupakan vaginismus sekunder. Momen bercinta yang kerap menimbulkan rasa nyeri bisa jadi menyebabkan trauma psikis, sehingga rasa trauma itu bisa menyebabkan vaginismus. Perasaan takut yang berlebihan apabila bercinta bisa membuat hamil Serta perasaan takut tertular penyakit kelamin dari pasangannya Cara mengatasi vaginismus: Bicarakan dengan pasangan Salah satu hal terbaik untuk menangani vaginismus adalah berkomunikasi dengan suami dan beritahukan kondisi yang dialami. Jangan biarkan suami bertanya-tanya mengapa Anda selalu menolak untuk melakukan hubungan seksual. Hal ini dapat memperburuk hubungan Anda dengan pasangan. Konsultasi dengan dokter Terapi ini bertujuan untuk mengatasi permasalah psikologi yang dialami, mengatasi apabila ada infeksi atau masalah lain divagina. Selain itu dokter akan mengajarkan terapi latihan untuk membuat vagina menjadi lebih rileks. Dilator Dilator adalah suatu alat yang terbuat dari bahan semacam plastik yang berbentuk silinder, yang fungsinya untuk merelaksasi otot vagina yang mengalami kekejangan tidak normal. Sebelum menggunakan dilator, biasanya terlebih dahulu pihak wanita akan diminta untuk melakukan latihan kontraksi dan relaksasi otot panggulnya. Apabila sudah mampu melakukan relaksasi otot, barulah dilator bisa digunakan. Dimulai dari ukuran terkecil (nomor 1). Dilator akan dibiarkan didalam vagina sekitar 10-15 menit, dan dapat diulang 3-4 kali di siang hari dan sekali lagi menjelang malam. Pada umumnya, wanita dengan vaginismus bisa menggunakan dilator nomor 3 dan 4 dalam kurun waktu satu minggu. Apabila dengan penggunaan dilator nomor 3 atau 4, pihak wanita sudah merasakan kenyamanan, maka cobalah untuk bercinta dengan posisi wanita di atas. Latihan kegel Latihan untuk memperkuat otot panggul (latihan Kegel) bisa dilakukan pada saat alat pelebar berada di dalam vagina. Otot di sekitar vagina dikerutkan kuat-kuat dan kemudian dikendorkan, sehingga memungkinkan terbentuknya suatu perasaan bahwa penderita bisa mengendalikan otot-otot tersebut. Relaksasi dengan pasangan Untuk membuat Anda menjadi lebih santai dalam melakukan hubungan seksual. Anda dapat melakukan hal-hal yang merelaksasi tubuh dan eksplorasi tubuh seperti mandi bersama pasangan, pijatan sensual, menggunakan musik, teknik pernapasan, latihan yoga untuk merelaksasi seluruh tubuh termasuk bagian intim Anda. Hubungan seksual adalah bentuk cinta kasih antar pasangan. Jangan sampai rasa sakit mengganggu kualitas dalam berhubungan. Apabila Anda atau pasangan mengalami vaginismus maka segera atasi dan mendapatkan kembali hubungan intim yang berkualitas.
 02 Feb 2018    18:00 WIB
Pelumas Untuk Bercinta? Cari Tahu Agar Aktivitas Ini Menjadi Lebih Menyenangkan Dan Bergairah
Saat melakukan hubungan intim maka diperlukan pelumas untuk memudahkan penetrasi. Pada dasarnya tubuh sudah memiliki pelumas alami, namun pada beberapa kondisi pelumas yang harusnya keluar tidak dapat keluar. Bila kurang pelumas maka bisa membuat hubungan seks menjadi menyakitkan. Terlebih lagi bila kurang pelumas saat penetrasi berulang bisa melukai alat kelamin, adanya luka akan meningkatkan risiko PMS. Untuk membantu saat pelumas alami tidak cukup maka Anda bisa menggunakan cairan pelumas buatan.   Memilih Pelumas Ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan saat Anda memilih pelumas untuk berhubungan intim seperti: Apakah bisa digunakan bersamaan dengan kondom lateks atau pelindung lainnya? Dimana pelumasnya akan digunakan? (Mr. P atau Miss V) Apakah bisa menyebabkan alergi?   Pelumas Buatan Yang Bisa Digunakan Bersamaan Dengan Kondom Untuk itu carilah pelumas yang  berbahan dasar air atau silikon saat berhubungan seks. Carilah air sebagai bahan utama dalam produk berbasis air atau dimetikan dalam produk silikon. Pelumas berbasis minyak tidak boleh digunakan dengan kondom, termasuk minyak nabati, baby oil, dan Vaseline. Setiap produk berbasis minyak dapat dengan cepat memecah lateks, menyebabkan kondom pecah Secara khusus, hati-hati menggunakan krim masturbasi sebagai pelumas dengan kondom, produk ini sering berbasis minyak. Anda sebaiknya tidak menggunakan pelumas berbahan dasar minyak dan menggunakan kondom untuk seks penetrasi namun gunakan pelumas berbasis air dan silikon. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa pelumasan yang tepat secara signifikan menurunkan tingkat kegagalan kondom.   Dimana Pelumas Digunakan Pelumas bisa digunakan untuk pria atau wanita dan ada banyak jenis pelumas. Krim masturbasi, untuk masturbasi pria, dirancang hanya untuk digunakan pada kulit penis, dan secara umum sebaiknya jangan dimasukkan ke dalam vagina. Banyak pelumas yang diformulasikan untuk penggunaan internal dirumuskan untuk menjaga pH vagina yang sehat sekitar 4. pH ini membantu menunjang flora vagina normal, dan aman untuk penggunaan vagina. Sebagai informasi pelumas rektum diformulasikan pada pH yang lebih tinggi antara 5,5-7. Yang lebih memprihatinkan, terutama untuk pelumas yang digunakan dalam seks anal, adalah konsep yang disebut osmolalitas. Baru-baru ini menjadi jelas bahwa pelumas osmolalitas tinggi dapat menyebabkan kerusakan anus dan menyebabkan kerusakan vagina, yang dapat meningkatkan laju penularan PMS selama hubungan seksual.   Bahan Yang Sebaiknya Dihindari Karena Dapat Menyebabkan Alergi Ada sejumlah bahan dalam pelumas yang mungkin ingin Anda hindari untuk penggunaan internal karena berpotensi meningkatkan risiko PMS melalui reaksi kulit atau masalah lainnya. Ini termasuk: Nonoxynol-9 - yang dapat menyebabkan iritan Gliserol dan glikol - yang meningkatkan osmolalitas Minyak berbasis minyak bumi Senyawa polquaternium - beberapa di antaranya (terutama polyquarternium-15) dapat meningkatkan risiko HIV melalui peningkatan replikasi virus. Wewangian, zat penghilang rasa sakit, dan bahan pengawet juga bisa bersifat alergenik atau iritasi pada sebagian orang. Oleh karena itu, ahli pelumas merekomendasikan mencari produk dengan daftar bahan terpendek terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau alergi. Dengan memilih pelumas yang tepat akan membantu hubungan intim menjadi lebih menyenangkan dan bergairah.   Baca juga: Tetap Aman Bercinta Saat Hamil, Coba Posisi Seks Ini!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: verywell