Your browser does not support JavaScript!
 31 Jan 2018    16:00 WIB
5 Alasan Tidak Masuk Kantor yang Bisa Dibenarkan
Bila pekerjaan Anda membuat Anda sangat sibuk atau Anda sedang banyak pekerjaan atau Anda takut dengan atasan Anda, Anda mungkin merasa khawatir untuk tidak masuk kerja. Akan tetapi, bila ada beberapa alasan yang benar, maka Anda sebenarnya dapat dibenarkan untuk meminta izin tidak masuk. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa alasan tidak masuk kantor yang dapat dibenarkan (alias diperbolehkan).   Sakit Mungkin tidak semua orang setuju bahwa sakit merupakan salah satu alasan mengapa seorang karyawan harus diperbolehkan tidak masuk kerja. Akan tetapi, bila Anda memang benar-benar sakit, apalagi menderita suatu penyakit menular, maka masuk kerja justru dapat membuat rekan kerja Anda ikut tertular dan sakit. Selain itu, tetap memaksakan diri masuk kerja saat sakit juga dapat mempengaruhi keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan. Sakit juga akan membuat Anda tidak dapat bekerja dengan baik sebagaimana mestinya. Jadi, bila Anda benar-benar sakit akan lebih baik bila Anda beristirahat di rumah dan memulihkan diri. Dengan demikian, Anda pun dapat bekerja dengan lebih baik lebih cepat.   Ada Kebutuhan Keluarga yang Mendesak Tidak peduli seberapa penting pekerjaan Anda bagi Anda, keluarga tetap harus menjadi nomor satu. Jadi, bila anak atau istri atau suami Anda sedang sakit dan tidak bisa ditinggalkan, maka Anda harus izin tidak masuk kerja. Selain itu, bila ada anggota keluarga yang meninggal, maka tentu saja Anda boleh izin tidak masuk kerja. Pastikan saja Anda sudah memberitahu atasan Anda mengenai hal ini.   Ada Acara Keluarga Saat ada anak atau kakak atau adik yang menikah, apalagi di luar kota, maka tentu saja Anda boleh izin tidak masuk atau cuti kerja. Pernikahan merupakan langkah penting dalam hidup seseorang. Selain itu, bila Anda sedang hamil atau istri Anda sedang hamil, maka Anda mungkin harus izin tidak masuk kerja sewaktu-waktu diperlukan.   Baca juga: Tips Menghadapi Teman Kerja yang Suka Mengeluh…   Anda Sudah Sangat Stress Jika Anda sudah sangat lelah dan stress dengan pekerjaan Anda sehingga Anda tidak lagi dapat bekerja dengan baik, maka sudah saatnya bagi Anda untuk cuti bekerja dan pergi berlibur. Jika jadwal kerja dan keadaan psikologis Anda masih memungkinkan, Anda dapat merencanakan liburan ini jauh-jauh hari dan menyelesaikan berbagai pekerjaan penting yang perlu Anda lakukan sebelum pergi berlibur. Akan tetapi, bila Anda merasa bahwa Anda sudah tidak dapat lagi bekerja dengan baik karena terlalu lelah atau stress dan liburan di rumah akan membuat Anda merasa lebih baik, maka Anda harus melakukannya. Namun, pastikan saja Anda tidak terlalu sering izin tidak masuk kerja karena hal ini dapat memberikan kesan buruk pada atasan Anda.   Ada Wawancara Kerja Jika Anda tidak menyukai pekerjaan Anda saat ini atau ingin mencoba hal baru, maka cuti untuk melakukan wawancara kerja di tempat lain boleh-boleh saja dilakukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 30 Jan 2018    16:00 WIB
4 Hal yang Tidak Boleh Anda Katakan Saat Atasan Sedang Menilai Kinerja Anda…
Pada zaman dulu, setiap awal atau akhir tahun berbagai perusahaan biasanya akan melakukan penilaian kerja pada pegawainya untuk mengetahui pegawai mana yang akan mendapatkan kenaikan gaji dan mana yang tidak. Namun, pada zaman modern sekarang ini, sudah sedikit perusahaan yang menerapkan sistem ini. Bila perusahaan tempat Anda bekerja merupakan salah satu yang masih menggunakan penilaian kinerja ini, di bawah ini ada beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda katakan pada bagian humas saat mereka menilai kinerja Anda.   "Itu Bukan Pekerjaanku" Jika Anda merasa bahwa atasan Anda selalu saja memberikan Anda berbagai pekerjaan tambahan yang tidak sesuai dengan deskripsi pekerjaan Anda saat baru diterima bekerja, maka Anda tidak perlu mengatakannya secara terus terang dan langsung. Hal ini akan membuat Anda tidak disukai oleh atasan. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa para atasan lebih suka memiliki pegawai yang mampu mengerjakan banyak hal dan tidak mengeluh karenanya. Jadi, daripada mengatakan hal ini secara langsung, ada baiknya Anda menolak tambahan pekerjaan tersebut secara "halus", misalnya dengan mengatakan karena pekerjaan Anda memiliki tenggat waktu tertentu maka Anda tidak dapat melakukan tambahan pekerjaan lainnya atau Anda merasa kurang ahli dalam melakukan pekerjaan tambahan yang disodorkan pada Anda. Jika Anda tetap tidak dapat menolak pekerjaan tambahan tersebut, bertanyalah pada atasan Anda mana pekerjaan yang ia ingin Anda lakukan terlebih dahulu. Mintalah atasan Anda untuk menentukan prioritas kerja Anda. Dengan demikian, atasan Anda akan merasa bahwa Anda merupakan orang yang fleksibel dan tidak enggan menerima pekerjaan tambahan, tetapi tetap dapat membuat Anda memiliki waktu untuk mengerjakan tugas Anda yang lain.   "Anda Berharap Terlalu Banyak Padaku" Saat seorang atasan mempekerjakan Anda tentu saja ia akan berharap banyak pada Anda. Anda bahkan mungkin akan merasa bahwa gaji yang Anda terima tidak sesuai dengan banyaknya pekerjaan yang Anda lakukan. Akan tetapi, bersikap defensif dan marah karena jumlah pekerjaan yang terus bertambah bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Anda harus dapat menahan emosi Anda. Memang benar bahwa Anda harus bersikap jujur, tetapi jangan bersikap terlalu defensif. Tetaplah bersikap tenang walaupun Anda merasa sangat kesal atau sedih karena perkataan atasan Anda.   "Aku Tidak Bisa" Saat Anda berkata "tidak bisa" maka sebenarnya Anda sedang membatasi diri Anda sendiri dan secara tidak langsung memberitahu atasan Anda dan orang lain mengenai kemampuan Anda. Berkata tidak bisa saat atasan melakukan penilaian kinerja sama saja dengan mengatakan pada atasan Anda bahwa Anda tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas yang diberikan, apalagi bila Anda hanya memberikan respon singkat. Hal ini akan membuat Anda tampak seperti seorang pegawai yang malas, yang bahkan enggan untuk mencoba. Hal ini tentu saja akan membuat reputasi Anda menjadi buruk di mata atasan Anda. Daripada mengatakan "Aku tidak bisa", akan lebih baik bila Anda mengatakan "bagaimana jika kita mencoba melakukan ini". Dengan demikian, Anda pun dapat bekerja dengan lebih mudah. Atau Anda dapat juga mengatakan "akan kuusahakan". Akan tetapi, jangan berkata ya atau tidak. Jika Anda berkata ya, maka atasan akan menganggap bahwa Anda akan melakukan pekerjaan yang diberikan sesuai dengan kemauannya tersebut, yang mungkin akan sulit Anda lakukan.   Baca juga: 9 Tips Untuk Mengurangi Stress Akibat Pekerjaan   "Terima Kasih Karena Akhirnya Anda Mengetahui Kinerjaku" Mendapatkan pujian atau akhirnya kinerja Anda diakui oleh atasan tentu saja akan membuat Anda merasa senang. Akan tetapi, berkata bahwa "akhirnya Anda mengetahui juga kinerja saya" bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan. Hal ini dapat membuat atasan Anda berpikiran buruk atau mencegahnya memuji Anda kembali. Jadi, saat atasan Anda memuji kerja Anda, cukup katakan terima kasih saja.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 03 Jan 2018    12:30 WIB
5 Tanda Anda Akan Diterima Bekerja
Tidak peduli bagaimana wawancara kerja Anda berlangsung, kemungkinan Anda diterima bekerja atau tidak sebenarnya tergantung pada orang yang mewawancara Anda. Oleh karena itu, bila Anda ingin tahu apakah Anda diterima bekerja atau tidak, perhatikanlah sikap orang yang mewawancara Anda. Jadi, bila Anda mendengar 5 kalimat di bawah ini saat wawancara kerja, maka kemungkinan Anda diterima bekerja atau lolos seleksi awal akan lebih tinggi.   "Bisakah Anda Mengirimkan Referensi Anda?" Pada sebagian besar perusahaan, memeriksa referensi kerja Anda merupakan langkah akhir dalam proses penerimaan kerja. Jadi, bila sang pewawancara mengajukan pertanyaan ini pada akhir wawancara kerja Anda, maka hal ini menunjukkan bahwa mereka sudah memutuskan untuk menerima Anda. Akan tetapi, pada beberapa kasus, Anda mungkin saja gagal diterima bekerja. Namun, secara keseluruhan pertanyaan ini menunjukkan bahwa Anda memberikan kesan positif pada orang yang mewawancarai Anda.   "Apakah Anda Memiliki Waktu Beberapa Menit Lagi?" Bila waktu wawancara Anda cukup lama, maka hal ini merupakan pertanda baik. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang mewawancara Anda ingin mengenal Anda lebih jauh dan mengetahui pengalaman kerja Anda. Sebaliknya, wawancara kerja yang berlangsung sangat singkat merupakan pertanda buruk.   "Mari Kukenalkan Pada Tim Kami" Bila saat wawancara kerja berakhir, Anda malah diperkenalkan dengan anggota tim lainnya, maka Anda mungkin sudah selangkah lebih dekat dengan pekerjaan yang Anda inginkan tersebut. Akan tetapi, perhatikan bagaimana cara Anda diperkenalkan pada anggota tim. Bila Anda hanya diajak berkeliling, maka hal ini mungkin merupakan prosedur standar wawancara kerja di perusahaan tersebut. Namun, bila Anda diperkenalkan pada orang-orang penting di sana, maka hal ini menunjukkan bahwa Anda juga merupakan seseorang yang spesial.   Baca juga: 7 Hal yang TIDAK Boleh Anda Lakukan di Tempat Kerja   "Apakah Anda Juga Sedang Melakukan Wawancara Kerja di Tempat Lain?" Jika sebuah perusahaan benar-benar tertarik untuk mempekerjakan Anda, maka mereka ingin memastikan bahwa Anda tidak akan "direbut" oleh perusahaan lainnya. Bila pertanyaan ini diajukan, maka pewawancara mungkin ingin mengetahui sebarapa cepat mereka harus bertindak sebelum terlambat.   "Kami Akan Segera Mengabari Anda Pada Hari…" Bila orang yang mewawancarai Anda memberikan tanggal pasti mengenai kapan mereka akan memberitahu Anda apakah Anda diterima atau tidak, maka hal ini merupakan pertanda positif. Ia bahkan mungkin juga akan bertanya kapan pihaknya harus memberikan jawaban pada Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 28 Dec 2017    12:30 WIB
Apakah Anda Sosok Yang Dihargai Di Tempat Kerja? Kenali Ciri-ciri Seperti Ini...
Sesekali, ada baiknya mengetahui bahwa apakah Anda dihargai di tempat kerja atau tidak? Ini membantu untuk mengetahui bahwa atasan Anda senang dengan pekerjaan Anda, dan rekan kerja senang bekerja sama dengan Anda, Hal ini tidak hanya membantu selama penilaian dan promosi jabatan nantinya, namun juga membantu Anda untuk tetap berpegang pada pekerjaan dan perusahaan Anda. Ini membantu Anda merasa stabil dan aman tentang pekerjaan Anda, dan meningkatkan rasa percaya diri dan senang dengan kinerja Anda.   Berikut Adalah Beberapa Tanda Bahwa Anda Dihargai Di Tempat Kerja: Kenaikan Gaji Yang Teratur Jika bos Anda memberi Anda bonus atau kenaikan gaji secara berkala bahkan tanpa Anda bertanya, ini menandakan mereka pasti menyukai Anda dan menyukai pekerjaan Anda. Bagaimanapun, mereka tidak akan menginvestasikan begitu banyak pada karyawan yang tidak mereka sukai dan tidak puas. Pendapat Anda penting Kapan pun keputusan besar yang akan diambil perusahaan atau kapan sebuah proyek baru dimulai, wajarlah bagi kepala perusahaan atau pejabat tinggi untuk mencari pendapat dari karyawan mereka. Jika pada saat seperti ini, mereka mendengarkan pendapat Anda dan menganggapnya serius, ini berarti bahwa Anda memiliki nilai bagi perusahaan mereka, dan mereka menghargai pemikiran Anda. Rekan Kerja Anda Ramah Ketika rekan kerja senior atau junior tampaknya senang dengan Anda, dan tetap memiliki hubungan baik di luar jam kerja juga, itu berarti mereka menyukai Anda. Ini juga berarti bahwa mereka menyukai saat bekerjasama Anda, karena persahabatan di kantor dan di luar kantor ini akan membantu dalam mencapai tujuan atau menyelesaikan tugas di mana kerjasama diperlukan. Anda Ditawari Fasilitas Yang Memadai Bila seorang bos memperlakukan karyawan mereka dengan tidak baik, mereka tidak peduli apakah staf memiliki fasilitas dan peralatan yang tepat atau tidak. Mereka tidak mengerti bahwa infrastruktur yang buruk dapat menyebabkan kinerja buruk. Tetapi jika Anda memiliki cukup fasilitas, dengan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda, itu berarti mereka mengerti bahwa Anda memerlukan semua hal ini untuk melakukan pekerjaan yang efisien. Anda Bisa Melihat Perkembangan Anda Perusahaan yang menghargai pekerjaan Anda akan memberi lingkungan di mana Anda dapat bertumbuh dan meningkatkan keahlian Anda setiap hari. Lingkungan kerja akan membiarkan Anda melakukan berbagai hal dengan cara Anda, belajar dan berinovasi, dan mengelola tugas dengan gaya Anda, selama Anda memberikan hasil tepat waktu. Anda Puas Dengan Pekerjaan Anda Mungkin, salah satu cara terbaik untuk memahami apakah Anda dihargai di tempat kerja atau tidak adalah dengan melihat betapa bahagia atau puasnya diri Anda. Jika Anda merasa setiap pagi setelah bangun, pekerjaan Anda tetap membuat Anda bahagia, dan Anda sangat menyukai, maka itu pasti berarti pekerjaan dan bos merawat Anda dengan baik.   Jadi jika Anda kebetulan melihat tanda-tanda ini dalam kehidupan kerja sehari-hari Anda, berbahagialah dan puas. Tenang, karena Anda baik-baik saja!   Baca juga: Tepatkah Pekerjaan Anda Saat Ini Bagi Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: magforwomen
 26 Dec 2017    12:30 WIB
Ingin Pekerjaan Pertama Anda Sukses? 5 Tips Cepat Ini Perlu Anda Ikuti Supaya Pekerjaan Berjalan Lancar
Anda Berjalan Lancar Wawancara pekerjaan sudah Anda lewati dengan baik dan akhirnya Anda mendapatkan pekerjaan pertama Anda. Selamat! Ini bukanlah akhir namun awal, setelah anda melewati proses perekrutan sekaranglah waktunya Anda menunjukkan kinerja Anda. Kesan pertama sangat penting karena ini menentukan bagaimana orang akan melihat Anda maju. Berikut adalah beberapa tips yang yang akan berguna saat Anda memulai pekerjaan pertama Anda dalam beberapa minggu ke depan dimana akan membuka jalan menuju hubungan kerja yang baik. Berikut Adalah 5 Tips Cepat Untuk Membuat Pekerjaan Pertama Anda Berhasil: 1.      Miliki Perilaku Yang Baik Tidak ada yang lebih penting di bandingkan hal ini saat Anda bekerja. Ada banyak hal dalam hidup yang tidak dapat Anda kendalikan, namun memilih untuk memiliki sikap baik sepenuhnya terserah pada Anda. Merasakan adanya tekanan pekerjaan baru itu adalah hal yang normal karena Anda sedang menyerap rutinitas baru, dengan cara kerja dan atasan yang baru. Namun, menjaga sikap yang baik akan membuat Anda memiliki kualitas yang menarik dan  orang lain akan perhatikan. 2.      Jaga Agar Mata dan Telinga Anda Tetap Terbuka Anda adalah "orang baru" di sana, jadi Anda harus berusaha untuk menjadi pengamat dan pendengar yang jeli dengan mendengarkan dan memperhatikan orang-orang di sekitar Anda. Perhatikan bagaimana cara kerja di perusahaan Anda dan bagaimana saat atasan Anda memimpin perusahaan. Perlu Anda ketahui bahwa komunikasi non-verbal adalah hal yang penting, karena Anda bisa mengerti apa yang diinginkan oleh orang tersebut seperti perubahan raut wajah dan lainnya. Studi menunjukkan bahwa sekitar 93 persen komunikasi efektif bersifat non-verbal. 3.      Bila Anda berkomunikasi, Perlihatkan Sopan Santun Anda Anda perlu memperhatikan bagaimana Anda berkomunikasi dengan atasan dan rekan kerja Anda. Perhatikan nada suara Anda saat berbicara, begitu juga saat berkomunikasi melalui email. Gunakan kata-kata yang sopan, jangan gunakan huruf besar semua atau berwarna merah yang bisa menimbulkan persepsi lain. Sadarilah bagaimana Anda berbicara selama pertemuan dan saat bertukar informasi dengan orang lain. Meskipun Anda baru, nada suara Anda akan mengirimkan persepsi. Asah kemampuan Anda untuk dapat berkomunikasi secara jelas dan sopan. 4.      Mampu Berbaur Saat Anda bekerja maka Anda akan bertemu dengan banyak orang dengan banyak karakter. Usahakan agar Anda mampu berbaur dengan siapapun. Jangan mengelompokkan diri Anda dan hanya bergaul dengan orang yang menurut Anda menyenangkan. 5.      Luangkan Waktu Untuk Mempelajari Budaya Perusahaan Meskipun Anda dipekerjakan karena alasan tertentu seperti keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan, namun sangat penting untuk belajar tentang budaya perusahaan dan mendapatkan pengetahuan tentang jenis proyek yang cenderung diprioritaskan. Pahami nilai perusahaan, visi dan misi perusahaan dan segala sesuatu yang terjadi dalam perusahaan. Ke 5 cara diatas akan membantu Anda untuk lebih mudah menyatu dengan pekerjaan Anda, selalu ingat dengan cara itu dan terus pertahankan untuk menjadi lebih baik lagi.   Baca juga: Putus Cinta Bikin Malas Kerja??? Buang Jauh Rasa Itu Dengan Cara...   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 29 Nov 2017    12:30 WIB
5 Masalah yang Selalu Ada di Setiap Kantor!
Apakah setiap Anda bangun di pagi hari Anda selalu memikirkan alasan untuk tidak masuk kerja? Atau Anda selalu berusaha untuk mencari pekerjaan baru? Bila Anda membenci pekerjaan Anda, maka Anda bukanlah satu-satunya. Banyak orang yang berusaha atau berpikir untuk mengganti pekerjaan setiap tahunnya. Dan walaupun Anda mengira tempat kerja Anda adalah tempat terburuk untuk bekerja dan bahwa tidak ada orang lain yang pernah mengalaminya, akan tetapi permasalahan di tempat kerja yang satu dengan yang lain biasanya hampir sama. Mengetahui hal ini memang tidak dapat menyelesaikan permasalahan Anda, akan tetapi setidaknya dapat sedikit menghibur Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 masalah yang hampir selalu ada di setiap kantor dan bagaimana cara mengatasinya.   Gaji Dirasa Tidak Sesuai Di mana pun Anda bekerja, Anda pasti akan menemui atau bahkan merasakan sendiri bahwa gaji yang Anda terima tidak sesuai dengan standar atau kemampuan Anda, misalnya gaji tidak kunjung naik selama bertahun-tahun. Akan tetapi, bila Anda merasa bahwa dengan bersikap tetap setia dan membuktikan diri Anda, masih ada harapan gaji Anda akan mengalami kenaikan maka dianjurkan agar Anda tetap mempertahankan pekerjaan Anda. Bila tidak, mungkin sudah saatnya Anda pindah tempat kerja. Menurut para ahli, berganti tempat kerja dapat menjadi salah satu cara untuk menaikkan gaji Anda lho.   Cara Kerja Anda dan Rekan Kerja Berbeda Anda mungkin tidak terlalu suka dengan kerja tim, akan tetapi pada sebagian besar kasus Anda harus melakukan hal ini untuk mencapai kesuksesan. Dan karena Anda dan rekan kerja Anda adalah dua orang yang berbeda, maka cara kerja Anda berdua juga dapat berbeda. Hal ini dapat membuat Anda merasa kurang nyaman dengan suasana kerja di kantor. Daripada terus mengkhawatirkan cara kerja rekan Anda di kantor, lebih baik Anda memfokuskan perhatian Anda pada pekerjaan Anda dan bila memungkinkan bantulah teman Anda. Dengan demikian, Anda pun akan dihargai di tempat kerja.   Baca juga: 9 Tips Untuk Mengurangi Stress Akibat Pekerjaan   Rekan Kerja Memiliki Kepribadian yang Berbeda Selain cara kerja yang berbeda, Anda juga pasti akan bertemu dengan orang yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Akan tetapi, perbedaan ini memang diperlukan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar, walaupun perselisihan mungkin terjadi akibat perbedaan kepribadian ini. Namun, Anda tidak perlu menjadi teman baik dengan rekan kerja Anda agar pekerjaan Anda dapat berjalan dengan lancar. Pastikan saja Anda dan rekan kerja, terutama yang duduk berdekatan dengan Anda memiliki hubungan yang baik, walaupun hanya hubungan pekerjaan. Menurut berbagai penelitian, Anda akan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk dipromosikan bila Anda memiliki hubungan yang baik dengan rekan-rekan kerja Anda. Jadi, cobalah untuk menjalin hubungan kerja yang baik dengan rekan sekantor.   Tidak Pernah Mendapat Libur Sulit mengambil cuti dan berlibur juga merupakan masalah yang sering ditemukan di berbagai kantor. Hal ini dapat disebabkan oleh banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan atau karena takut dipecat bila melakukannya. Akan tetapi, apapun alasannya, Anda tetap membutuhkan waktu istirahat dan liburan. Jadi, carilah cara untuk mendapatkan liburan Anda tersebut. Liburan sangat dibutuhkan oleh para karyawan untuk mengurangi stress dari pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Dengan berlibur, para pekerja pun dapat bekerja dengan lebih baik daripada bila mereka tidak diberikan libur. Oleh karena itu, berlibur sendiri sebenarnya menguntungkan bagi pekerjaan, atasan, dan diri Anda sendiri. Bila Anda belum dapat mengambil cuti dalam waktu dekat, carilah cara lain untuk mengatasi stress Anda, misalnya dengan berolahraga atau melakukan meditasi. Carilah cara untuk menghibur diri Anda sendiri sehingga rasa stress pun berkurang.   Memiliki Rekan Kerja yang Sangat Menyebalkan Beberapa pekerjaan memang berpengaruh buruk bagi Anda, baik karena pekerjaan itu sendiri atau karena lingkungan kerja di kantor. Walaupun tidak semua kantor seperti ini, akan tetapi pasti akan selalu ada setidaknya 1 orang menyebalkan di setiap kantor, termasuk kantor Anda. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan tidak melibatkan diri. Bila ternyata Andalah sang orang menyebalkan tersebut, cobalah untuk mengubah diri Anda dan bekerjalah dengan lebih giat. Siapa tahu dengan melakukan hal ini Anda justru dipromosikan, yang tentu saja akan membuat Anda tidak terlalu membenci pekerjaan Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 28 Nov 2017    16:00 WIB
7 Alasan Kenapa Pekerja Hebat Berhenti dari Pekerjaannya…
Berhenti dari satu pekerjaan untuk mendapatkan hal yang lebih baik di tempat kerja yang baru merupakan hal yang wajar dan sering dilakukan, terutama oleh mereka yang masih muda. Akan tetapi, apa sebenarnya yang membuat banyak pekerja yang cukup baik berhenti dari pekerjaannya saat ini? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai alasan mengapa pekerja hebat berhenti dari pekerjaannya.   Gaji Kurang Gaji yang tidak juga naik merupakan alasan utama mengapa seseorang berhenti dari pekerjaannya. Menurut sebuah survei yang dilakukan pada sekitar 10.000 orang pekerja, kenaikan gaji yang sangat kecil atau tidak ada sama sekali akan membuat mereka segera berhenti dari pekerjaannya.   Tidak Ada Peluang Karir Alasan lain mengapa seseorang berhenti dari pekerjaannya adalah karena tidak adanya peluang karir di tempat kerjanya tersebut. Peluang karir yang tampaknya suram ini biasanya akan membuat pria atau wanita yang sudah berkeluarga mempertimbangkan untuk berhenti dari pekerjaannya.   Beban Kerja Terlalu Banyak Waktu kerja yang melebihi standar, misalnya lebih dari 45 jam setiap minggunya akan membuat banyak pekerja memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Hal ini terutama dialami oleh pekerja yang baik dan rajin, yang terpaksa harus mengerjakan tugas-tugas rekannya dan membuatnya merasa tidak bahagia.   Baca juga: Tepatkah Pekerjaan Anda Saat Ini Bagi Anda?   Mereka Tidak Suka Dengan Atasannya Penyebab lain mengapa seseorang berhenti bekerja adalah karena mereka sangat tidak menyukai atasannya.   Mereka Tidak Suka Dengan Manajemen Kantornya Saat para karyawan tidak menyukai cara kerja manajemen kantornya, maka mereka pun akan "tergoda" untuk berhenti. Hal ini terutama mengenai para pekerja wanita. Para pekerja wanita cenderung akan berhenti dari pekerjaannya bila mereka tidak menyukai manajemen kantornya.   Mereka Merasa Bosan Kadangkala pegawai hebat membutuhkan suatu tantangan dalam pekerjaannya. Jadi, bila orang ini tidak merasa tertantang dan tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakatnya, maka mereka pun akan segera merasa bosan dan mulai mencari pekerjaan lain yang lebih menantang. Menurut sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa rasa bosan dapat membuat pegawai yang baik memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Hal ini terutama terjadi pada para pekerja muda.   Hasil Kerjanya Diabaikan Tahukah Anda bahwa ternyata hanya sedikit orang yang merasa hasil kerja kerasnya di kantor dihargai oleh atasannya? Kurangnya pengakuan dan penghargaan dari kantor dapat membuat orang-orang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 19 Nov 2017    16:00 WIB
5 Tanda Anda Akan Segera Dipecat
Salah satu penyebab timbulnya rasa stress dan depresi adalah kehilangan pekerjaan anda, apalagi bila hal ini terjadi secara mendadak atau di luar rencana anda (dipecat). Untuk itu, mengetahui sedini mungkin berbagai tanda anda akan segera dipecat atau diberhentikan dari pekerjaan anda dapat memberikan waktu lebih bagi anda untuk mulai mencari pekerjaan baru. Di bawah ini terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anda mungkin akan segera dipecat. 1.  Atasan Anda Menyarankan Agar Anda Beristirahat Untuk Sementara WaktuPernahkah atasan anda menyarankan anda untuk beristirahat atau pergi berlibur sejenak? Pada beberapa keadaan, hal ini mungkin hanya menunjukkan kekhawatirannya atas kesehatan anda, terutama bila anda telah bekerja sangat keras baru-baru ini. Akan tetapi, hal ini juga dapat berarti bahwa pekerjaan anda tidak lagi sebagus dulu dan atasan anda sedang mempersiapkan anda dan dirinya sendiri untuk memecat anda. Jika anda pernah melakukan suatu kesalahan baru-baru ini atau apabila kinerja anda tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh atasan anda, maka anda mungkin perlu mulai merasa khawatir. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila anda membuka diri dan pikiran anda untuk berbagai peluang lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan pemecatan. 2.  Anda Melakukan Suatu KesalahanJika anda telah melakukan suatu kesalahan fatal dalam pekerjaan anda dan anda menyadarinya, maka anda harus mulai mempersiapkan diri anda untuk kemungkinan yang terburuk. Kesalahan yang sering dilakukan oleh para karyawan adalah saat mengetahui dirinya melakukan suatu kesalahan fatal, mereka justru menunggu atasannya mengetahui hal tersebut dan menunggu apa yang akan terjadi kemudian. Bukankah akan lebih baik bila anda telah mulai mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk dan mulai mencari pekerjaan lain? Dengan demikian, anda tidak akan bingung dan stress saat atasan anda mengetahui kesalahan anda dan langsung memecat anda saat itu juga. 3.  Perusahaan Tempat Anda Bekerja Berganti Pemilik atau Sedang Mengalami KrisisJika perusahaan tempat anda bekerja baru saja berganti pemilik atau sedang mengalami krisis keuangan yang mungkin berakhir pada kebangkrutan, maka akan lebih baik bila anda mulai melihat berbagai peluang lain, karena bukan tidak mungkin anda akan segera kehilangan pekerjaan anda. 4.  Jumlah Pekerjaan Anda Semakin BerkurangApakah jumlah pekerjaan anda semakin berkurang setiap harinya? Hal ini mungkin merupakan tanda bahwa anda tidak lagi dibutuhkan dalam perusahaan tempat anda bekerja, terutama bila sebelumnya anda mempunyai sangat banyak pekerjaan. Mulailah mencari berbagai peluang baru untuk mempersiapkan diri anda akan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. 5.  Anda Pernah Mendapat Surat Peringatan SebelumnyaJika anda pernah menerima surat peringatan baru-baru, baik akibat melakukan suatu kesalahan atau karena target pekerjaan anda yang tidak tercapai atau karena anda seringkali terlambat bekerja atau karena anda sering bermasalah dengan teman sekerja atau bila anda tidak dapat bekerja sama dengan baik dengan anggota tim lainnya atau bila anda merasa bahwa pekerjaan anda kurang sesuai dengan diri anda; maka anda sebaiknya mulai mencari pekerjaan baru untuk berjaga-jaga seandainya anda dipecat oleh atasan anda. Sumber: lifespan
 07 Oct 2017    11:00 WIB
Mengapa Memiliki Bos yang Baik Justru Buat Karyawannya Sering Jatuh Sakit???
  Jika atasan Anda, misalnya manager Anda merupakan atasan yang sangat baik dan mendukung kerja Anda, Anda mungkin merasa telah berhasil mendapatkan jackpot. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa hal ini justru dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda? Menurut sebuah penelitian baru dari Inggris, para karyawan yang memiliki atasan yang sangat mendukung ini justru lebih sering izin sakit. Memang benar bahwa memiliki atasan yang baik dapat memperbaiki mood dan kualitas tidur para karyawannya. Masalahnya adalah karena para karyawannya ingin bekerja dengan baik agar sesuai dengan harapan atasannya tersebut, daya tahan tubuh mereka pun menjadi lebih lemah.   Baca juga: 6 Cara Cepat Tingkatkan Produktivitas Dalam Bekerja   Para ahli menemukan bahwa setelah mengalami suatu periode penuh stress, tubuh Anda membutuhkan sejangka waktu untuk beristirahat dan memulihkan dirinya atau bila tidak maka tubuh pun tidak dapat melawan berbagai jenis infeksi dengan baik, yang akan membuat Anda lebih mudah jatuh sakit. Bila demikian, jangan ragu untuk izin sakit. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada, selain dapat mengganggu kinerja Anda di kantor, karyawan sakit yang tetap memaksakan dirinya untuk masuk kerja justru lebih tidak produktif dibandingkan dengan mereka yang izin sakit dan beristirahat di rumah.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 29 Jul 2017    11:00 WIB
Tanpa Sadar, Ini Tanda Anda Terlalu Banyak Bekerja. Sudahkan Anda Merasakannya?
Menurut sebuah penelitian di Amerika, terlalu banyak bekerja dapat mengganggu kesehatan dan kebahagiaan Anda. Beberapa gangguan yang dapat terjadi adalah stress, kelelahan, depresi, gangguan kesehatan fisik, dan masalah dalam pekerjaan serta hidup. Jadi, bagaimana cara membedakan apakah Anda telah bekerja berlebihan atau tidak? Di bawah ini terdapat beberapa tanda peringatan yang perlu Anda waspadai.  1.      Merasa Bersalah Saat Menonton Televisi di Hari Minggu Apakah Anda tidak dapat menikmati waktu santai tanpa merasa bersalah dan cemas? Hal ini dapat merupakan pertanda bahwa Anda mungkin telah menjadi seorang workaholik. Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa orang yang tidak bekerja saat ia telah berada di rumah tampak lebih bahagia dan lebih energetik dibandingkan dengan orang yang terus bekerja. Para peneliti menemukan bahwa seorang workaholik seringkali tampak stress dan kacau, bahkan di akhir pekan. Untuk mengurangi rasa bersalah dan cemas Anda, lakukan berbagai hal yang membutuhkan aktivitas fisik di akhir pekan seperti berolahraga. Selain mampu mengalihkan perhatian Anda, berolahraga juga dapat membantu mengurangi rasa stress.  2.      Anda Sebenarnya Tidak Menyelesaikan Pekerjaan Apapun Anda mungkin mengira bahwa Anda dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan bekerja lebih lama dibandingkan dengan orang lain. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Para peneliti menemukan bahwa orang yang bekerja secara berlebihan justu menyelesaikan lebih sedikit pekerjaan. Hal ini mungkin dikarenakan stress dan rasa lelah menyerap hilang semua energi dan kreativitas orang tersebut. Untuk membantu Anda menyelesaikan pekerjaan Anda, buatlah suatu daftar yang berisi berbagai pekerjaan yang harus Anda selesaikan dan tentukanlah prioritas Anda. Fokuskan perhatian Anda pada hal yang penting dan jangan membuang waktu Anda pada hal yang tidak penting.  3.      Anda Mengalami Gangguan Penglihatan Terlalu banyak membaca buku, laporan, atau melihat layar komputer pada jarak dekat selama berjam-jam dapat membuat seseorang mengalami rabun jauh secara perlahan. Pada awalnya, Anda mungkin mengalami kesulitan untuk melihat suatu benda yang berada di kejauhan saat cahaya redup, misalnya saat Anda menyetir di malam hari. Untuk mencegah hal ini, akan lebih baik bila Anda beristirahat sejenak dari apapun yang sedang Anda baca atau Anda lihat di layar komputer Anda. Hal ini dapat mencegah atau memperlambat kerusakan pada mata Anda. Alihkan pandangan Anda dari layar komputer Anda dan fokuskanlah pandangan Anda pada sesuatu benda yang jauh, misalnya dinding kantor Anda, setidakya 2 kali setiap jamnya.  4.      Keluarga Anda Terus Mengeluh Mengenai Jadwal Kerja Anda Apakah istri atau anak Anda selalu mengeluh mengenai jarang bertemu dengan Anda di rumah? Jika Anda mulai mendengar dari banyak orang bahwa Anda tidak pernah atau jarang berada di rumah, maka hal ini dapat merupakan pertanda bahwa Anda telah menelantarkan hubungan Anda dengan keluarga atau pasangan Anda. Bila terus berlangsung, hal ini dapat membahayakan kelangsungan peran Anda sebagai seorang ayah dan suami. Untuk mengatasinya, sisihkanlah waktu untuk keluarga Anda sebelum Anda kehilangannya.  5.      Anda Selalu Pulang Kantor Paling Akhir Jika semua orang di kantor Anda selalu bekerja selama 60 jam seminggu, maka Anda mungkin tidak memiliki pilihan lain selain bergabung bersama dengan yang lain. Akan tetapi, bila Anda selalu pulang terakhir dari kantor, hal ini berarti Anda melakukan lebih daripada yang diharapkan. Bekerja secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk gangguan jantung.     Sumber: foxnews