Your browser does not support JavaScript!
 24 Oct 2020    17:00 WIB
4 Jenis Olahraga Untuk Memperkencang Payudara
Payudara terasa kendur? Anda mungkin dapat melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Dengan melatih otot dada, tidak hanya membuat payudara Anda terasa lebih kencang, tetapi juga terlihat lebih besar. Walaupun demikian, latihan atau olahraga ini tetap tidak akan membuat ukuran cup bra Anda berubah. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis olahraga yang telah terbukti dapat membuat payudara Anda menjadi lebih kencang dan terlihat lebih besar. Pastikan saja Anda menggunakan barbell dengan berat yang sesuai (jangan terlalu ringan, tetapi juga jangan terlalu berat; di mana Anda merasa bahwa Anda dapat mengulang latihan 2 kali lagi pada akhir sesi). Lakukanlah olahraga di bawah ini 2x seminggu. Dumbbell Bench Press Untuk melakukan gerakan ini, berbaringlah pada kursi datar dengan posisi terlentang, pegang barbell dengan berat yang sama pada masing-masing tangan, luruskan tangan ke atas, kemudian tarik tangan hingga berada pada sisi kanan kiri dada Anda, lalu luruskan kembali. Ulangi gerakan ini sebanyak 10x untuk setiap sesinya, kemudian lanjutkan dengan gerakan push up tanpa beristirahat terlebih dahulu. Push Up Untuk melakukan push up, pastikan tangan Anda sedikit lebih lebar daripada bahu, rapatkan kedua kaki dan angkat (jangan tempelkan lutut pada permukaan lantai). Kemudian turunkan tubuh Anda hingga hampir menyentuh permukaan lantai, lalu angkat kembali tubuh Anda ke posisi semula. Ulangi gerakan ini sebanyak 10x untuk setiap sesinya dan istirahatlah selama 90 detik, kemudian ulangi gerakan dumbbell bench press dan push up kembali, istirahat selama 90 detik, kemudian lanjutkan dengan inclined dumbbell bench press. Inclined Dumbbell Bench Press Untuk melakukan gerakan ini, Anda membutuhkan kursi khusus yang dapat dimiringkan (sekitar 15-30 derajat) dan pastikan telapak kaki Anda menyentuh permukaan lantai. Pegang barbell pada kedua tangan Anda, lalu luruskan tangan Anda ke atas. Setelah itu, perlahan-lahan turunkan tangan hingga ke sisi kanan kiri dada, lalu kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan ini sebanyak 10x untuk setiap sesinya, lalu lanjutkan ke dumbbell fly tanpa beristirahat. Dumbbell Fly Posisikan diri Anda sama seperti pada dumbbell bench press. Peganglah barbell dengan berat yang sama pada masing-masing tangan. Luruskan tangan ke atas, lalu turunkan masing-masing tangan ke kanan dan kiri hingga tangan terpentang lebar ke samping. Lalu luruskan kembali tangan ke atas. Ulangi gerakan ini sebanyak 10x, kemudian istirahat selama 90 detik. Ulangi kembali inclined dumbbell bench press dan dumbbell fly. Sumber: womensheatlhmag
 20 Oct 2020    09:00 WIB
Muda Bukan Berarti Bebas dari Kanker Payudara Lho!
Tahukah Anda bahwa kanker payudara ternyata tidak hanya mengenai mereka yang telah berusia lebih dari 40 tahun? Sekitar 30% penderita kanker payudara di Indonesia berusia kurang dari 40 tahun. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila Anda rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) walaupun Anda masih muda. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita yang masih muda adalah: Pernah menderita kanker payudara atau memiliki tumor jinak pada payudara Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara, terutama pada ibu, saudara perempuan,  atau anak perempuan Pernah melakukan radioterapi di daerah dada sebelum berusia 40 tahun Mengalami mutasi genetik, terutama gen BRCA1 dan BRCA2 Menstruasi pertama kali terjadi sebelum berusia 12 tahun Berapa usia Anda saat pertama kali memiliki anak Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan Mengkonsumsi terlalu banyak daging merah Mengalami obesitas Ras tertentu Beberapa penelitian juga menemukan bahwa penggunaan pil KB dalam 10 tahun terakhir juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Selain itu, melakukan terapi sulih hormon dengan hormon estrogen dan progestin juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara walaupun sedikit. Bila Anda menemukan adanya suatu benjolan atau sesuatu hal yang tidak normal yang tidak biasanya ada pada payudara Anda, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter Anda. Dengan demikian, dokter dapat melakukan pemeriksaan secara dini sehingga diagnosa pun dapat ditegakkan lebih cepat dan Anda pun dapat segera memperoleh pengobatan yang sesuai bila ditemukan kelainan pada payudara Anda. Walaupun demikian, menegakkan diagnosa kanker payudara pada seorang wanita yang masih berusia kurang dari 40 tahun memang lebih sulit, karena umumnya jaringan payudara mereka masih lebih kencang daripada wanita yang berusia lebih tua. Hal ini membuat seorang wanita muda seringkali terlambat menyadari adanya sebuah benjolan pada payudaranya hingga kanker telah memasuki stadium lanjut. Selain itu, kanker payudara yang terjadi pada wanita yang masih muda biasanya juga lebih agresif dan lebih jarang memberikan respon positif terhadap pengobatan. Semakin muda usia seorang wanita saat ia didiagnosa menderita kanker payudara menunjukkan bahwa kanker payudaranya mungkin terjadi akibat adanya mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Tahukah Anda mengapa kasus kanker payudara banyak ditemukan pada wanita berusia muda sekarang ini? Hal ini sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, di mana banyak wanita muda yang memiliki tingkat stress yang tinggi dan juga merokok seperti halnya pria. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya kanker payudara pada usia muda adalah dengan menjaga pola hidup yang sehat seperti berhenti merokok dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran Anda. Dengan melakukan pola hidup sehat ini, resiko terjadinya kanker payudara Anda dapat menurun hingga 25% lho! Selain itu, dianjurkan agar seorang wanita yang telah memasuki usia 20 tahun untuk melakukan pemeriksaan payudaranya setidaknya setiap 3 tahun sekali. Bagi wanita yang telah memasuki usia 40 tahun, dianjurkan agar melakukan pemeriksaan mamografi setidaknya 1 tahun sekali. Bagi wanita yang telah berusia 50-74 tahun dianjurkan agar melakukan pemeriksaan mamografi setiap 2 tahun sekali dan tidak perlu melakukan pemeriksaan mamografi lagi bila telah memasuki usia lebih dari 74 tahun. Pengobatan kanker payudara pada wanita muda biasanya tergantung pada apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya atau belum dan pada keadaan kesehatan penderita secara keseluruhan. Pilihan pengobatan kanker payudara yang telah tersedia saat ini adalah: Tindakan pembedahan, seperti lumpektomi (hanya mengangkat tumor dan sejumlah jaringan di sekitarnya) atau mastektomi (mengangkat seluruh jaringan payudara) Radiasi. Terapi ini biasanya dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Kemoterapi. Terapi ini biasanya juga dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Terapi sulih hormon. Terapi ini biasanya juga dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Satu hal yang perlu diingat adalah terapi kanker payudara akan mempengaruhi gairah seksual, kesuburan, dan kehamilan Anda. Jadi, bila Anda ingin memiliki anak nantinya, pastikan Anda memberitahu dokter Anda sebelum Anda memulai terapi apapun. Sumber: webmd
 17 Oct 2020    19:00 WIB
Fakta Unik Puting Payudara
Layaknya setiap manusia, puting payudara setiap orang baik pria maupun wanita memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa fakta unik mengenai puting payudara yang perlu Anda ketahui. Ukuran puting berbeda-beda Sama seperti payudara kanan dan kiri yang berbeda ukuran, puting kanan dan kiri juga memiliki ukuran yang berbeda. Puting dapat mengeras Puting merupakan area payudara yang paling sensitif terhadap sentuhan. Puting dapat mengeras karena adanya perubahan suhu, terutama suhu dingin, dan juga karena adanya stimulasi pada puting. Mengerasnya puting susu terjadi karena kontraksi otot di bawah kulit, seperti yang terjadi saat seseorang merinding. Keluar cairan dari puting Meski Anda tidak dalam keadaan hamil atau menyusui, kadangkala ada semacam cairan yang keluar dari puting Anda. Hal ini normal terjadi bila payudara atau puting ditekan dengan sangat kuat, misalnya ketika Anda sedang menjalani pemeriksaan mamografi. Puting masuk ke arah dalam Pada beberapa orang, puting susu tampak masuk ke dalam kulit. Keadaan ini biasanya tidak berbahaya, kecuali bila baru saja terjadi. Beberapa kasus, masuknya puting susu ke arah dalam merupakan tanda kanker payudara. Oleh karena itu, bagi Anda yang sebelumnya memiliki puting menonjol tetapi kemudian mengalami perubahan menjadi ke arah dalam, segera periksakan diri Anda ke dokter. Impan membuat puting susu mati rasa Sebuah penelitian menemukan bahwa semakin besar implan yang dimasukkan ke dalam payudara, maka semakin besar kemungkinan penggunanya akan mengalami mati rasa di daerah puting payudaranya. Warna Puting Berubah Perubahan warna pada puting biasanya disebabkan oleh perubahan kadar hormonal saat seorang wanita sedang hamil atau menyusui. Pada beberapa keadaan, warna puting juga dapat berubah menjadi lebih gelap seorang bertambahnya usia.
 12 Oct 2020    17:00 WIB
Payudara Besar dan Permasalahannya
Lebih besar tidak selalu lebih baik dan ini benar pada ukuran payudara . Beberapa wanita ingin payudara mereka lebih besar tetapi ada wanita yang mengeluh tentang ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh payudara besar . Bahkan saat ini banyak selebriti wanita yang berlomba-lomba untuk membesarkan ukuran payudara. Namun tak banyak wanita yang menyadari risiko kesehatan yang bisa mengancam akibat memiliki payudara besar. Meski terlihat indah dan menarik, payudara besar juga memicu beberapa masalah kesehatan dan rasa tak nyaman bagi wanita.   Berikut adalah beberapa masalah yang mengancam para wanita berpayudara besar: Rasa sakit pada punggung Salah satu masalah kesehatan yang rentang menyerang wanita berpayudara besar adalah sakit punggung. Payudara yang besar berarti lebih berat dan menambahkan tekanan pada tulang punggung. Ini akan membuat tubuh sedikit melengkung ke belakang untuk mengimbangi berat tubuh di bagian depan. Selain itu, payudara besar juga akan menambahkan tekanan pada daerah lain seperti sakit pada leher, pundak, dan punggung. Sakit punggung tampaknya remeh, namun sebenarnya bisa menjadi masalah kesehatan yang serius ketika menghalangi Anda melakukan aktivitas seperti olahraga atau melakukan pekerjaan lainnya. Masalah saraf Ukuran dan berat payudara yang besar dan tak seimbang bisa menyebabkan postur tubuh yang buruk pada bagian punggung dan pundak. Hal ini bisa memicu masalah saraf yang kronis. Anda akan sering merasa kesemutan pada tangan dan lengan. Hal ini biasanya terasa pada siang dan malam hari. Jika dibiarkan, masalah saraf ini bisa semakin parah dan bisa menyebabkan mati rasa. Gatal dan masalah kulit Payudara yang besar dan berat bisa menjadi rumah bagi masalah kulit. Hal ini biasanya terjadi pada lipatan di bawah payudara. Jika Anda memiliki payudara besar, selalu perhatikan kebersihan kulit dan bra yang Anda gunakan, terutama pada lipatan di bawah payudara. Gunakan bra berukuran besar yang bisa menyangga payudara dengan penuh. Jangan gunakan tali bra yang terlalu kecil dan ketat karena bisa menyebabkan bekas pada kulit, gatal-gatal, dan gesekan. Masalah emosional Masalah payudara besar juga menyebabkan pengaruh kesehatan emosional. Sakit fisik merupakan salah satu bagian dari masalah kesehatan yang dirasakan oleh orang yang mempunyai payudara besar. Masih ada lagi masalah yang dirasakan oleh orang tersebut termasuk kondisi emosional mereka akan terganggu, seperti rendah diri, sedih, frustrasi, dan perasaan negatif lainnya. Wanita berpayudara besar dapat menjadi obyek komentar menggoda dan jahat bagi sebagian besar pria dan wanita lain . Mereka tidak akan dianggap serius dan dicap sebagai penggoda dan gampangan . Penghinaan konstan dan rasa malu dapat menyebabkan rendah diri dan depresi . Rasa sakit emosional akibat payudara besar bisa sangat mengganggu. Ketidakbahagiaan, citra diri yang buruk dan stres yang berat dapat mempengaruhi cara mereka menjalani kehidupan mereka sehari-hari. Seorang wanita yang tidak senang dan terus-menerus di bawah tekanan dirinya sendiri akan lebih mungkin untuk mempunyai masalah yang semakin kompleks daripada wanita yang secara emosional dan fisik merasa bahagia. Masalah pernafasan Ukuran dan berat payudara yang besar bisa menyebabkan wanita mengalami masalah pernapasan seperti napas yang pendek-pendek. Payudara yang besar akan menekan dada dan mempengaruhi kemampuan wanita bernapas. Beberapa masalah lain yang bisa muncul akibat hal ini adalah sakit kepala dan pusing. Terganggu dengan citra diri Penampilan fisik sangat terpengaruh . Menemukan ukuran yang tepat dari pakaian bisa menjadi tantangan nyata dan seringkali membuat frustrasi . Payudara besar tidak akan cocok di baju renang yang indah dan lucu. Salah satu masalah yang paling membuat frustrasi karena payudara yang besar adalah bahwa wanita tersebut akan mengenakan pakaian longgar untuk memberikan lebih banyak ruang untuk payudara besarnya . Citra diri dan penampilan fisik akan sangat menderita karena dia tidak bisa memakai pakaian yang tepat. Gerakan yang terbatas Salah satu masalah umum karena payudara yang besar adalah bahwa payudara besar bisa menghalangu aktivitas fisik seperti berjalan. Wanita berpayudara besar akan merasa sulit untuk berpartisipasi dalam olahraga dan kegiatan fisik terutama jika melibatkan berjalan . Payudara besar akan terus memantul menyebabkan nyeri saat berjalan.   Itulah beberapa masalah kesehatan dan psikologis yang bisa menimpa wanita berpayudara besar. Jika Anda merasa tak nyaman dengan ukuran payudara, coba diskusikan dengan ahli atau dokter. Anda juga bisa mencoba mengurangi lemak pada payudara dengan berolahraga.
 15 Sep 2020    13:00 WIB
Usai Haid Payudara Masih Nyeri, Ini Penyebabnya
Nyeri pada payudara bisa terjadi sebelum, selama ataupun setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya. Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri. Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya. Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan. Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab. Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini. Sumber: medhealthdaily
 29 Aug 2020    17:00 WIB
Payudara Nyeri, Apa Penyebabnya?
Payudara juga dapat terasa nyeri selama dan setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya. Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya. Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan. Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab. Olahraga Olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan nyeri payudara, terutama pada wanita yang memiliki payudara besar. Hindarilah olahraga yang menimbulkan banyak tekanan pada payudara dan gunakanlah bra khusus olahraga saat berolahraga. Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini. Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri. Sumber: medhealthdaily
 12 Jul 2020    11:00 WIB
Nyeri Payudara Sebelum Menstruasi, Normalkah?
Nyeri yang terjadi di payudara merupakan sesuatu yang dikeluhkan oleh wanita. Nyeri payudara paling sering terjadi pada masa sebelum menstruasi dan saat masa menstruasi. Nyeri dada juga bisa terjadi setelah masa menstruasi juga. Tetapi apakah nyeri payudara itu normal? Nyeri payudara merupakan hal normal yang terjadi pada wanita dan merupakan bagian dari  premenstrual syndrome (PMS). Sindrom pada PMS juga termasuk nyeri pada perutbawah, perubahan mood yang tiba-tiba dan kesulitan beritirahat. Pada artikel ini kita akan membahas apakah nyeri payudara itu normal dan kondisi apakah yang menyebabkan nyeri payudara ini menjadi kondisi yang serius dan berat. Fluktuasi hormonal Alasan utama mengapa tidak terjadi nyeri payudara adalah karena peningkatan sekresi dari hormon esterogen. Estrogen ini merupakan salah satu hormon yang paling penting untuk tubuh. Keluarnya hormon esterogen yang terlalu banyak akan menyebabkan terjadinya kekakuan pada jaringan payudara, dan payudara menjadi lebih keras. Oleh karena itu tidak munculnya nyeri payudara sebelum masa menstruasi merupakan hal yang normal. Hal tersebut biasanya terjadi pada hari ke 21 siklus menstruasi. Oleh karena itu tanda ini sering sekali terjadi pada banyak wanita sebelum masuk masa menstruasi. Jika nyeri payudara yang muncul tidak terlalu berat dan mengganggu seharusnya tidak perlu membuat Anda khawatir. Mengamati Pada kebanyakan wanita, gejala nyeri payudara menjelang masa menstruasi merupakan hal sering sekali terjadi. Anda tidak perlu menjadi tegang dan khawatir mengenai nyeri payudara yang Anda alami. Kecuali nyeri payudara yang Anda alami sangat berat dan tidak bisa ditoleransi maka Anda tidak harus menganggapnya serius. Efek samping Terkadang pada wanita yang sudah menikah sering mengkonsumsi pil kb untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Tetapi ketika mereka berhenti mengkonsumsinya, keseimbangan hormon menjadi kacau dengan tiba-tiba dan dapat memunculkan nyeri payudara. Hal ini merupakan kondisi yang sepenuhnya normal. Jika Anda khawatir dengan gejala ini maka Anda dapat menghubungi dokter kandungan Anda. Obesitas Berat badan berlebih dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menimbulkan keluhan nyeri payudara. Hal ini tidak berbahaya karena penyebab utama dari nyeri payudara disebabkan oleh peningkatan berat badan. Untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri payudara ini maka Anda harus menjaga pola makan yang sehat dan menurunkan berat badan Anda. Meminum banyak air putih juga dapat menurunkan nyeri payudara yang Anda rasakan.   Perubahan menjadi wanita dewasa Nyeri payudara sangat mungkin dialami seorang gadis muda, terutama saat mulai mendapat menstruasi. Nyeri dada merupakan hal yang normal terjadi pada seorang gadis mda. Untuk itu Anda tidak harus khawatir jika mengalami nyeri payudara saat pertama kali mendapat menstruasi.   Sumber: boldsky
 02 Jan 2020    11:00 WIB
Tanda dan Gejala Kanker Payudara Pada Pria
Seperti wanita yang memiliki jaringan payudara dan kelenjar yang berkembang selama masa pubertas, pria juga memiliki jaringan payudara tetapi perkembangannya tidak lengkap dan juga tidak berkembang sebagaimana wanita. Tetapi sejumlah kecil dari jaringan payudara yang ada pada pria juga dapat menimbulkan kanker payudara. Kondisi ini memang sangat jarang terjadi, yaitu sebanyak satu dari seribu pria. Baik pada pria maupun wanita, kanker payudara sama-sama membahayakan. Artikel ini akan membahas mengenai gejala awal kanker payudara pada pria yang harus diperhatikan. Kebanyakan dari gejala ini muncul pada pria berusia 60-70 tahun, tetapi bukan tidak mungkin terjadi diusia berapapun. Berikut adalah beberapa tanda awal dari kanker payudara pada pria. Benjolan atau Massa yang tidak Terasa SakitGejala awal kanker payudara pada pria adalah terbentuknya massa atau benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit. Massa ini secara umum ada di belakang puting susu atau disekitarnya. Massa ini dapat dirasakan oleh tangan kosong. Jika Anda menemukan tanda ini sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Perdarahan Keluar dari Puting Gejala awal lain dari kanker payudara pria adalah keluarnya cairan atau darah atau cairan putih dari puting. Hal ini merupakan tanda serius yang tidak boleh diacuhkan begitu saja. Keluarnya darah dari puting payudara merupakan tanda adanya kanker berat baik untuk pria maupun wanita. Kelemahan dan KelelahanSama seperti gejala kanker lainnya, tanda awal kanker payudara pria juga termasuk kelemahan dan rasa pegal di tubuh. Sel kanker dapat bermultiplikasi dengan cepat dan menyebabkan tubuh merasa sangat lelah. Tubuh akan kehilangan energi dan mengalami penurunan metabolisme. Pegal-pegal juga dapat menjadi tanda dehidrasi. Penurunan Berat Badan dan Nafsu MakanPenurunan berat badan merupakan salah satu tanda awal dari kanker payudara pria. Tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan seperti sebelumnya. Tubuh juga kehilangan kemampuannya mencerna makanan sehingga menyebabkan penurunan nafsu makan. Tubuh tidak Berfungsi dengan BaikSering terjadi kanker payudara pada pria tidak dapat terdeteksi dan sel kanker sudah menyebar dengan cepat pada organ lain. Fungsi tubuh juga semakin berkurang dan menyebabkan gangguan pada kesehatan. Sel kanker dapat menyebar pada organ seperti prostat dan hati. Baca juga : Menghidari Kanker MulutSumber: boldsky
 28 Dec 2019    18:00 WIB
Kenali Gejala Awal Kanker Payudara Pada Tubuh Kita
Kanker payudara merupakan penyakit kanker yang menyerang bagian jaringan payudara. penyakit kanker payudara ini terjadi karena adanya sel dalam jaringan payudara yang tumbuh secara tidak normal, cepat, dan ganas. kanker payudara kebanyakan menyerang kaum wanita, tetapi perlu anda ketahui bahwa pria juga mempunyai resiko terserang penyakit yang sangat mematikan ini, tetapi resiko seorang pria terserang penyakit kanker payudara lebih kecil di bandingkan dengan resiko menyerang seorang wanita. Baca juga: Empat Dokter Wanita Super Cantik  di Indonesia Beberapa faktor penyebab seseorang terkena penyakit kanker payudara diantaranya Payudara terlalu sering dipencet atau diremas, Gizi buruk yang dikonsumsi pada makanan, Terkena radiasi ionisasi sebelum atau sesudah pubertas, Faktor genetik atau ada riwayat keluarga yang mengalami penyakit kanker payudara, Merokok dan minum alcohol. Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur. Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Gejala Lainnya Yang Mungkin Ditemukan Di Bagian Tubuh: Benjolan atau massa di ketiak Nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara Keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah) Puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal Perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu) Perubahan ukuran atau bentuk payudara Kulit di sekitar puting susu bersisik Ketahui penyakit kanker payudara sedini mungkin sangatlah penting, karena semakin cepat penyakit kanker ini di ketahui, maka akan semakin mudah untuk peroses pengobatan dan penyembuhannya.
 01 Dec 2019    08:00 WIB
Payudara Sakit, Karena Menstruasi Atau Bukan?
Pada wanita, seringkali sulit dibedakan apakah keluhan nyeri pada payudara disebabkan oleh perubahan kadar hormonal akibat menstruasi (nyeri siklik) atau karena hal lainnya (non siklik). Di bawah ini Anda dapat melihat perbedaan gejala antara nyeri payudara yang berhubungan dengan siklus menstruasi dan yang bukan.   Nyeri Payudara Siklik Nyeri payudara siklik biasanya berhubungan dengan siklus menstruasi. Nyeri ini terutama terjadi pada akhir masa pubertas dan awal masa menopause. Walaupun demikian, nyeri ini dapat mengenai wanita pada usia berapa pun. Nyeri payudara siklik biasanya berupa: Nyeri dapat tajam maupun tumpul dengan intensitas yang bervariasi, dari hampir tidak terasa hingga sangat nyeri Selain nyeri, payudara juga dapat terasa kesemutan, tertekan, panas, atau mati rasa Nyeri dapat mengenai suatu bagian payudara, seluruh payudara, tulang rusuk, ketiak, bahu, atau bagian dada lainnya selain payudara Intensitas nyeri biasanya berkurang seiring dengan berlalunya siklus menstruasi. Jika gejala tidak juga membaik, maka hal ini dapat merupakan tanda dari suatu gangguan yang lebih serius   Nyeri Payudara Non Siklik Nyeri payudara non siklik biasanya terjadi secara tiba-tiba dan tidak memiliki jadwal tertentu. Nyeri ini merupakan nyeri umum yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi. Nyeri payudara non siklik dapat disebabkan oleh trauma, olahraga, tindakan pembedahan, penumpukkan cairan, dan sebagainya. Nyeri payudara non siklik biasanya berlangsung sementara atau ringan. Akan tetapi, bila payudara terasa panas seperti terbakar atau nyeri tidak juga menghilang atau gejala semakin memburuk, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Baca juga: Ini Dia Penyebab Payudara Tetap Nyeri Setelah Haid Selesai   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily