Your browser does not support JavaScript!
 10 Feb 2021    12:00 WIB
Payudara Nyeri, Apa Penyebabnya?
Payudara juga dapat terasa nyeri selama dan setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya. Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya. Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan. Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab. Olahraga Olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan nyeri payudara, terutama pada wanita yang memiliki payudara besar. Hindarilah olahraga yang menimbulkan banyak tekanan pada payudara dan gunakanlah bra khusus olahraga saat berolahraga. Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini. Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri. Sumber: medhealthdaily
 01 Feb 2021    11:00 WIB
Muda Bukan Berarti Bebas dari Kanker Payudara Lho!
Tahukah Anda bahwa kanker payudara ternyata tidak hanya mengenai mereka yang telah berusia lebih dari 40 tahun? Sekitar 30% penderita kanker payudara di Indonesia berusia kurang dari 40 tahun. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila Anda rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) walaupun Anda masih muda. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita yang masih muda adalah: Pernah menderita kanker payudara atau memiliki tumor jinak pada payudara Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara, terutama pada ibu, saudara perempuan,  atau anak perempuan Pernah melakukan radioterapi di daerah dada sebelum berusia 40 tahun Mengalami mutasi genetik, terutama gen BRCA1 dan BRCA2 Menstruasi pertama kali terjadi sebelum berusia 12 tahun Berapa usia Anda saat pertama kali memiliki anak Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan Mengkonsumsi terlalu banyak daging merah Mengalami obesitas Ras tertentu Beberapa penelitian juga menemukan bahwa penggunaan pil KB dalam 10 tahun terakhir juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Selain itu, melakukan terapi sulih hormon dengan hormon estrogen dan progestin juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara walaupun sedikit. Bila Anda menemukan adanya suatu benjolan atau sesuatu hal yang tidak normal yang tidak biasanya ada pada payudara Anda, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter Anda. Dengan demikian, dokter dapat melakukan pemeriksaan secara dini sehingga diagnosa pun dapat ditegakkan lebih cepat dan Anda pun dapat segera memperoleh pengobatan yang sesuai bila ditemukan kelainan pada payudara Anda. Walaupun demikian, menegakkan diagnosa kanker payudara pada seorang wanita yang masih berusia kurang dari 40 tahun memang lebih sulit, karena umumnya jaringan payudara mereka masih lebih kencang daripada wanita yang berusia lebih tua. Hal ini membuat seorang wanita muda seringkali terlambat menyadari adanya sebuah benjolan pada payudaranya hingga kanker telah memasuki stadium lanjut. Selain itu, kanker payudara yang terjadi pada wanita yang masih muda biasanya juga lebih agresif dan lebih jarang memberikan respon positif terhadap pengobatan. Semakin muda usia seorang wanita saat ia didiagnosa menderita kanker payudara menunjukkan bahwa kanker payudaranya mungkin terjadi akibat adanya mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Tahukah Anda mengapa kasus kanker payudara banyak ditemukan pada wanita berusia muda sekarang ini? Hal ini sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, di mana banyak wanita muda yang memiliki tingkat stress yang tinggi dan juga merokok seperti halnya pria. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya kanker payudara pada usia muda adalah dengan menjaga pola hidup yang sehat seperti berhenti merokok dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran Anda. Dengan melakukan pola hidup sehat ini, resiko terjadinya kanker payudara Anda dapat menurun hingga 25% lho! Selain itu, dianjurkan agar seorang wanita yang telah memasuki usia 20 tahun untuk melakukan pemeriksaan payudaranya setidaknya setiap 3 tahun sekali. Bagi wanita yang telah memasuki usia 40 tahun, dianjurkan agar melakukan pemeriksaan mamografi setidaknya 1 tahun sekali. Bagi wanita yang telah berusia 50-74 tahun dianjurkan agar melakukan pemeriksaan mamografi setiap 2 tahun sekali dan tidak perlu melakukan pemeriksaan mamografi lagi bila telah memasuki usia lebih dari 74 tahun. Pengobatan kanker payudara pada wanita muda biasanya tergantung pada apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya atau belum dan pada keadaan kesehatan penderita secara keseluruhan. Pilihan pengobatan kanker payudara yang telah tersedia saat ini adalah: Tindakan pembedahan, seperti lumpektomi (hanya mengangkat tumor dan sejumlah jaringan di sekitarnya) atau mastektomi (mengangkat seluruh jaringan payudara) Radiasi. Terapi ini biasanya dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Kemoterapi. Terapi ini biasanya juga dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Terapi sulih hormon. Terapi ini biasanya juga dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Satu hal yang perlu diingat adalah terapi kanker payudara akan mempengaruhi gairah seksual, kesuburan, dan kehamilan Anda. Jadi, bila Anda ingin memiliki anak nantinya, pastikan Anda memberitahu dokter Anda sebelum Anda memulai terapi apapun. Sumber: webmd
 20 Jan 2021    19:00 WIB
Fakta Menarik Tentang Payudara
Seperti halnya rambut yang merupakan mahkota para wanita, payudara juga merupakan bagian tubuh yang sangat penting bagi seorang wanita. Di bawah ini terdapat beberapa fakta menarik mengenai payudara, simak yuk! Tidak Puas Tahukah Anda bahwa sebagian besar wanita merasa tidak puas dengan ukuran payudaranya? Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Sexual Health, sekitar 70% wanita merasa tidak puas dengan ukuran payudaranya. Titik Sensitif Tahukah Anda bahwa seorang wanita dapat mencapai orgasme dengan adanya stimulasi pada puting payudaranya? Orgasme yang dicapai karena adanya stimulasi pada puting payudara ini disebut dengan nipplegasme. Sekitar 80% wanita mengatakan bahwa stimulasi pada daerah payudara, baik berupa sentuhan atau pijatan pada payudara saat berhubungan intim dapat membuat mereka cepat merasa bergairah. Dapat Bergerak Hingga 20 cm Tahukah Anda bahwa saat Anda berolahraga payudara Anda ternyata dapat bergerak hingga sejauh 20 cm, baik ke arah atas, bawah, maupun samping? Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menggunakan sport bra yang tepat saat berolahraga. Ukuran Payudara Kanan dan Kiri Tidak Sama Apakah Anda pernah memperhatikan ukuran payudara kanan dan kiri Anda? Apakah ukurannya tampak berbeda? Sebagian besar wanita memiliki ukuran payudara kanan dan kiri yang tidak sama, di mana salah satu payudara 1/5 kali lebih besar daripada payudara lainnya. Keadaan ini merupakan suatu hal yang normal. Baca juga: Puting Payudara Menghitam, Ini Penyebabnya! Sumber: womenshealthmag
 15 Jan 2021    11:00 WIB
Tips Memilih Sport Bra yang Baik
Mampu Mengompres Payudara Saat berolahraga tubuh Anda bergerak lebih intens, maka pastikan sports bra yang Anda gunakan mampu mengompres payudara dengan baik dengan menjaganya untuk tetap berada di dekat dada. Namun sports bra juga tidak boleh terlalu ketat karena akan membuat Anda sulit bernapas. Memiliki Underbrand Lebar Underbrand merupakan strap yang melingkar dari bagian samping cup hingga ke belakang. Sports bra yang baik, harus memiliki lebar underband minimal dua inci. Underband dengan lebar yang sesuai akan lebih kuat menopang payudara saat Anda bergerak aktif. Dilengkapi Cup yang Sempurna Sports bra yang baik harus memiliki ciri-ciri cup seperti tidak menonjol, menopang payudara tanpa ada bagian yang longgar, materialnya tidak mudah berkerut, dan terdiri dari dua cup terpisah. Semua ha tersebut penting untuk mencegah kulit payudara menjadi iritasi dan membuatnya tetap modis saat digunakan. Dilengkapi Kawat Penopang Melengkung Dikutip dari dari Women's Health USA, lengkungan kawat sports bra harus mengikuti lekukan garis bawah payudara, sehingga jatuhnya payudara tepat di atas kawat. Bila perlu pilih sports bra yang bahannya lebih panjang dari kawat, melewati garis payudara. Menggunakan Tali yang Tepat Tali sports bra yang baik tidak boleh menyakiti kulit, tapi harus membuat payudara terangkat. Hindari bra dengan tali spaghetti dan pastikan terbuat dari bahan yang baik. Terbuat dari Bahan yang Nyaman Sebaiknya pilih sport bra dengan bahan yang mampu menyerap keringat dengan baik. Idealnya sport bra juga harus cukup elastis, sehingga mampu mengakomodir segala gerakan olahraga yang hendak dilakukan. Baca juga: Perlukah Menggunakan Sport Bra Saat Berolahraga?
 07 Jan 2021    17:00 WIB
Pria Wajib Tahu! Ini Lima Titik Rangsang Paling Disukai Wanita
Menurut seorang psikolog mengatakan bahwa "Wanita senang berciuman karena hal tersebut merupakan bentuk keintiman emosional" Bagi seorang wanita dengan berciuman bibir adalah simbol dari kedekatan dan keintiman yang lebih dari sekadar nafsu biologis namun juga adanya kedekatan emosional. Selain itu ciuman dapat menjadi salah satu bentuk foreplay terbaik dan bukan hanya di bibir. Ternyata ada beberapa area lain yang dapat memberikan rangsangan yang hebat untuk wanita. Untuk Anda para pria ingin tahu area mana saja itu, silahkan disimak ulasan dibawah ini: 1.      Tengkuk leher Sebagian besar orang merasa kegelian ketika bagian tengkuk dan leher bagian belakangnya dipegang. Tengkuk termasuk salah satu area tubuh yang cukup sensitif ketika menerima sentuhan, khususnya bagi wanita. Berikan ciuman ringan di bagian belakang lehernya dan terus jelajahi daerah itu atau dengan menggigit kecil untuk membuatnya semakin bergairah. Namun, pastikan ia tidak merasa tersakiti ya. 2.      Punggung bawah Di area inilah terdapat tempat syaraf-syaraf yang berkaitan dengan area genital berkumpul. Jadi dengan menstimulasi di area ini, ditambah dengan pijatan dan ciuman serta gigitan yang lembut merupakan cara paling efektif untuk bangkitkan gairah wanita. Itulah sebabnya mengapa kebanyakan wanita suka dan merasa nyaman ketika pasangannya menyentuh bagian pinggang ketika berjalan berdua atau kencan. Sebab sentuhan di area ini menimbulkan kesan intim, gerakan tubuh yang seksi serta bisa membuat wanita sedikit bergairah. 3.      Dahi Ciuman di bagian dahi memang jauh dari kata sensual dan tidak terlalu signifikan mampu meningkatkan gairah seks. Namun ciuman di dahi bisa membuat wanita merasa sangat di sayang dan dihargai khususnya jika dilakukan setelah bercinta. Mencium di dahi wanita merupakan ungkapan rasa sayang dan kekaguman pria pada wanita. Sentuhan yang mesra pada dahi adalah pembangkit rasa percaya diri, punya efek yang bisa menenangkan, membuatnya ‘lemah’ secara emosional sekaligus gerakan ‘jantan’ dari seorang pria yang menghargai wanita. 4.      Jemari Mulailah dengan kecupan hangat hingga isapan sensual, karena daerah ujung jari merupakan tempat syaraf-syaraf tubuh berpusat dan berkonsentrasi, sehingga sangat sensitif sekali terhadap segala bentuk sentuhan yang diberikan. 5.      Puting Ketika puting payudara wanita di beri stimulasi dengan cara dicium atau disentuh dengan lembut, maka hormon oksitosin akan diproduksi tubuh. Oksitosin kerap disebut sebagai hormon cinta karena akan membuat pasangan merasa terikat secara emosional. Syaraf pada area puting payudara juga terhubung dengan area genital sehingga pada saat distimulasi, sinyal-sinyal rangsangan seks akan langsung sampai ke klitoris. Setiap wanita memiliki titik sensitif yang berbeda, tidak ada salahnya Anda mencoba mengeksplor untuk mencari titik sensitif dari wanita yang Anda cintai tersebut. Baca juga: Nikmatnya Woman On Top Sumber: womenhealthmag
 01 Jan 2021    15:00 WIB
Usai Haid Payudara Masih Nyeri, Ini Penyebabnya
Nyeri pada payudara bisa terjadi sebelum, selama ataupun setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya. Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri. Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya. Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan. Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab. Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini. Baca juga: Puting Payudara Menghitam, Ini Penyebabnya! Sumber: medhealthdaily
 05 Dec 2020    17:00 WIB
Puting Payudara Menghitam, Ini Penyebabnya!
"Puting payudaramu kok hitam? Sudah gak perawan yaaaaa?!" Gak usah didengerin, ya Ladies! Karena menghitamnya puting mu tidak ada kaitannya dengan perawan atau tidaknya kamu. Sebagian besar perempuan memang khawatir ketika puting payudaranya terlihat lebih gelap lantaran takut dianggap tidak menarik lagi. Padahal, payudara itu akan mengalami perubahan bentuk, ukuran, bahkan warna seiring jalannya waktu. Mengapa begitu? Yuk kita bahas! Ladies, sebenarnya bukan puting payudara mu yang berubah warna, melainkan areolanya (itu lho yang bulatan di sekeliling puting). Selain tergantung dari warna kulit masing-masing, kebanyakan faktor penyebab menghitamnya puting payudara adalah karena perubahan hormon. Berikut ini beberapa penyebab menghitamnya daerah puting payudaramu: PUBERTAS Saat puber, indung telur mulai menghasilkan hormon esterogen yang merangsang pertumbuhan dan perkembangan organ seksual wanita. Tingginya kadar hormon tersebut lah yang membuat payudara bertambah besar dan puting susu yang terangkat. Kulit areola pun berubah menjadi lebih gelap. JELANG MENSTRUASI Saat indung telur melepaskan sel-sel telur selama masa ovulasi, kadar esterogen dan progesteron dalam tubuh akan meningkat. Level hormon yang berubah ini membuat payudara menjadi lunak atau membengkak. Termasuk berubah warna menjadi lebih gelap saat siklus menstruasi berlangsung. PENGARUH DARI RAMBUT DI SEKITAR AREOLA Beberapa perempuan memiliki rambut halus di sekitar puting payudaranya, sehingga membuat daerah itu terlihat semakin gelap. KONTRASEPSI Pil KB memiliki kandungan sintesis dari hormon esterogen dan progesteron. Hal ini kemudian menyebabkan perubahan hormonal sehingga warna puting menjadi lebih gelap. MENYUSUI Saat wanita menyusui, warna puting akan menjadi lebih gelap karena adanya produksi ASI. Perubahan warna ini juga dipercaya bisa membantu bayi lebih mudah menemukan sumber makanan mereka. KANKER Penyebab terakhir ini merupakan hal yang harus diwaspadai. Penyakit paget merupakan kanker yang terjadi pada bagian puting. Salah satu gejala dari penyakit ini yaitu perubahan warna yang terjadi di sekitar puting. Jika perubahan warna puting terjadi tanpa gejala-gejala di atas, sebaiknya kamu berkonsultasi langsung ke dokter ya.
 13 Nov 2020    09:00 WIB
Yuk Tahu Lebih Banyak Tentang Puting Susu
Seperti halnya setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda, setiap orang, baik pria maupun wanita, juga memiliki puting susu yang berbeda-beda. Selain dipengaruhi oleh faktor genetika: kadar hormonal tampaknya juga dapat mempengaruhi perbedaan bentuk dan warna puting susu setiap orang, khususnya wanita. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta unik mengenai puting susu yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Puting Dapat Mengeras Tahukah Anda bahwa puting susu merupakan area payudara yang paling sensitif terhadap sentuhan? Putting susu yang mengeras juga dapat menjadi petunjuk bahwa seorang wanita atau pria sedang merasa bergairah, walaupun tidak selalu. Hal ini dikarenakan perubahan suhu, terutama suhu dingin, juga dapat menstimulasi puting susu sehingga mengeras. Bagaimana puting susu dapat mengeras? Berbeda dengan ereksi penis yang disebabkan oleh masuknya darah ke dalam pembuluh darah di area sekitar penis, mengerasnya puting susu terjadi karena kontraksi otot-otot di bawah kulit, seperti yang terjadi saat seseorang merinding, hanya saja dengan efek yang lebih kuat. Ukuran Berbeda Seperti halnya payudara kanan dan kiri yang berbeda ukuran, puting susu kanan dan kiri juga memiliki ukuran yang berbeda. Beberapa orang bahkan memiliki puting susu yang masuk ke arah dalam. Walaupun tidak membahayakan, hal ini dapat membuat Anda mengalami kesulitan saat akan menyusui anak Anda. Puting Tampak Masuk ke Dalam Pada beberapa orang, puting susu justru tampak masuk ke dalam kulit dan bukannya menonjol keluar. Keadaan ini biasanya tidak berbahaya, kecuali bila baru saja terjadi. Masuknya puting susu ke dalam kulit dapat merupakan tanda kanker payudara yang menarik puting susu masuk ke dalam kulit payudara. Oleh karena itu, bagi Anda yang sebelumnya memiliki puting susu yang menonjol, tetapi kemudian puting susu mengalami perubahan menjadi masuk ke dalam kulit, segera hubungi dokter Anda. Warna Berubah Selain ukuran dan bentuk yang berbeda-beda, warna puting susu pun dapat berubah warna. Perubahan warna ini biasanya disebabkan oleh perubahan kadar hormonal saat seorang wanita sedang hamil atau menyusui. Pada beberapa keadaan, warna puting susu juga dapat berubah menjadi lebih gelap seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Keluar Cairan dari Puting Susu Kadangkala, Anda mungkin menyadari ada semacam cairan yang keluar dari puting susu Anda, bahkan di saat Anda tidak hamil atau menyusui. Hal ini normal terjadi bila payudara atau puting susu Anda ditekan dengan sangat kuat, misalnya saat Anda sedang menjalani pemeriksaan mamografi. Akan tetapi, keluarnya cairan dari dalam puting susu juga dapat merupakan suatu tanda bahaya bila terjadi tanpa adanya rangsangan apapun pada payudara atau puting susu Anda atau bila cairan yang keluar merupakan darah atau bila hanya terjadi pada salah satu puting susu Anda. Implan Buat Puting Susu Mati Rasa Sebuah penelitian menemukan bahwa semakin besar implan yang dimasukkan ke dalam payudara seseorang, maka semakin besar kemungkinan orang tersebut akan mengalami mati rasa di daerah puting susunya. Hal ini juga dapat terjadi saat seseorang melakukan operasi untuk mengecilkan ukuran payudaranya. Tindik Buat Puting Susu Semakin Besar Ternyata, menindik daerah puting susu Anda dapat membuat puting susu Anda menjadi lebih besar lho! Pembesaran ini juga bersifat permanen. Memiliki 3 Puting Susu Puting susu tambahan biasanya terbentuk di "garis susu" tubuh Anda, yaitu dari daerah ketiak yang melewati puting susu normal Anda dan turun hingga ke selangkangan. Puting susu tambahan yang tumbuh pada "garis susu" ini biasanya akan menghilang saat Anda masih berada di dalam kandungan ibu Anda, akan tetapi pada beberapa orang, puting susu tambahan ini tidak menghilang, sehingga orang tersebut pun memiliki puting susu yang lebih banyak daripada orang lain, yang seringkali dikira tahi lalat. Keadaan ini biasanya lebih sering ditemukan pada pria daripada pada wanita. Sumber: buzzfeed