Your browser does not support JavaScript!
 18 Feb 2015    12:00 WIB
Makanan yang Perlu Dihindari Oleh Penderita Parkinson
Sebenarnya tidak ada diet khusus yang dapat membantu mengatasi atau mengurangi gejala Parkinson, akan tetapi diet sehat dan seimbang memang terbukti dapat membantu menjaga kesehatan penderita secara keseluruhan. Mengkonsumsi berbagai jenis buah dan sayuran dapat membantu penderita lebih bertenaga dan dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan harian penderita. Selain itu, mengkonsumsi makanan tinggi serat dan mengkonsumsi cukup air putih setiap harinya juga dapat membantu mengatasi gejala sembelit atau tekanan darah rendah. Walaupun tidak ada pantangan makanan tertentu bagi seorang penderita Parkinson, akan tetapi obat yang Anda konsumsi mungkin dapat mempengaruhi apa saja makanan yang sebaiknya Anda hindari dan Anda konsumsi. Dengan demikian, obat pun dapat bekerja dengan lebih efektif dan mencegah terjadinya berbagai efek samping yang tidak diinginkan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai makanan apa saja yang harus Anda hindari.   Bila Anda Mengkonsumsi Levodopa Levodopa merupakan suatu obat yang terdiri dari protein sehingga proses penyerapannya di dalam tubuh pun akan saling berkompetisi dengan berbagai protein lainnya. Oleh karena itu, mengkonsumsi makanan tinggi protein dapat menurunkan penyerapan obat levodopa, sehingga Anda mungkin perlu menghindari konsumsi daging, ikan, dan keju di malam hari dan mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat dan sayuran di siang hari. Konsumsilah obat saat perut kosong, yaitu sekitar 30 menit sebelum makan atau 60 menit setelah makan. Dengan demikian, obat pun akan lebih cepat sampai ke usus halus dan lebih cepat diserap ke dalam tubuh. Walaupun demikian, mengkonsumsi cemilan yang mengandung karbohidrat seperti biskuit, roti, atau oatmeal mungkin diperlukan saat mengkonsumsi obat untuk mencegah terjadinya mual. Selain makanan, bila Anda mengkonsumsi levodopa maka Anda juga perlu memperhatikan jenis suplemen apa saja yang Anda konsumsi. Suplemen zat besi dapat menurunkan penyerapan levodopa di dalam tubuh. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak mengkonsumsi keduanya di saat yang bersamaan, berikanlah jarak setidaknya 2 jam.   Bila Anda Mengkonsumsi Agonis Dopamin Agonis dopamin seperti pramipexole dan ropinirole tidak membutuhkan penyesuaian makanan apapun.   Bila Anda Mengkonsumsi Penghambat MAO-B Bila Anda mengkonsumsi penghambat MAO-B seperti rasagiline atau selegiline, maka Anda perlu membatasi konsumsi makanan yang mengandung banyak tiramin. Hal ini dikarenakan penghambat MAO-B dapat meningkatkan kadar tiramin di dalam tubuh yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak tiramin yang perlu dibatasi konsumsinya adalah: Daging atau ikan yang telah diawetkan atau difermentasikan atau dikeringkan Keju yang berusia lama seperti keju cheddar, keju Swiss, blue cheese, dan keju camembert Sayuran yang telah difermentasikan seperti kimchi Berbagai jenis produk kedelai termasuk saus soy Anggur merah dan bir   Sumber: michaeljfox
 16 Feb 2015    11:00 WIB
Pilihan Pengobatan Untuk Penyakit Parkinson
Sampai saat ini, pengobatan Parkinson hanya ditujukan untuk membantu mengatasi berbagai gejala yang timbul dan bukan untuk menyembuhkan penyakit. Para ahli pun masih belum menemukan obat yang dapat menghentikan atau bahkan memperlambat perjalanan penyakit.   1.      Kombinasi Karbidopa-Levodopa Salah satu pengobatan penyakit Parkinson yang paling efektif dan banyak digunakan adalah kombinasi karbidopa-levodopa. Levodopa merupakan suatu jenis obat yang akan diubah menjadi dopamin di dalam otak. Levodopa seringkali diberikan bersamaan dengan karbidopa, yang berfungsi untuk meningkatkan efektivitas levodopa dan mengurangi resiko terjadinya berbagai efek samping levodopa, terutama rasa mual. Beberapa efek samping levodopa yang dapat ditemukan adalah diskinesia (kram otot), tekanan darah rendah, aritmia (denyut jantung abnormal), gangguan saluran pencernaan, mual, rambut rontok, gangguan tidur, bingung, rasa cemas, dan halusinasi. Dalam kurun waktu 4-6 tahun penggunaan levodopa, maka efektivitas obat akan mulai menurun pada banyak penderita, di mana efek obat akan berlangsung lebih singkat. Hal ini dapat membuat penderita kembali mengalami beberapa gejala penyakit Parkinson seperti gemetar (tremor), melambatnya pergerakan, kram otot yang sangat nyeri hingga menyebabkan tertariknya otot leher, rahang, mata, dan kaki. Pada beberapa penderita, penurunan efek obat ini dapat diprediksi sehingga penderita pun dapat menyesuaikan dosis obat, akan tetapi pada beberapa penderita lainnya, penurunan efek obat ini tidak dapat diprediksi. Walaupun sangat disayangkan, akan tetapi hingga saat ini para ahli masih tidak mengetahui mengapa penurunan efek obat ini dapat diprediksi pada beberapa penderita tetapi tidak dapat pada beberapa penderita lainnya. Untuk mengatasi penurunan efektivitas obat ini, maka dokter dapat meningkatkan dosis obat atau frekuensi konsumsi obat untuk mencegah timbulnya berbagai gejala penyakit Parkinson.   2.      Agonis Dopamin Tidak seperti levodopa, agonis dopamin tidak akan berubah menjadi dopamin di dalam otak, tetapi obat ini memiliki efek yang menyerupai dopamin. Walaupun tidak seefektif levodopa, akan tetapi agonis dopamin memiliki lama kerja yang lebih lama dan tidak akan mengalami penurunan efektivitas seperti halnya levodopa. Beberapa efek samping agonis dopamin pun hampir sama dengan kombinasi karbidopa-levodopa yaitu halusinasi, pembengkakan tubuh, dan mengantuk.   3.      Penghambat MAO B Monoamine oksidase B (MAO B) merupakan suatu enzim di dalam otak yang berfungsi untuk memetabolisme dopamin. Penghambat MAO B berfungsi untuk mencegah kerja enzim ini sehingga dapat membantu memperlambat penurunan kadar dopamin di dalam otak. Efek samping penghambat MAO B biasanya ringan.   4.      Amantadine Amantadine seringkali diberikan untuk mengatasi berbagai gejala ringan penyakit Parkinson dalam waktu singkat. Obat ini biasanya diberikan bila penyakit Parkinson masih berada pada stadium awal. Obat ini mungkin juga diberikan bersamaan dengan karbidopa-levodopa pada saat penyakit telah memasuki stadium lanjut untuk membantu mengatasi efek samping karbidopa-levodopa yang berupa kram otot. Beberapa efek samping amantadine yang dapat ditemukan adanya bintik keunguan pada kulit, pembengkakan pergelangan kaki, atau halusinasi.   5.      Tindakan Pembedahan Pada tindakan pembedahan, dokter akan memasangkan suatu implan elektroda ke dalam bagian otak tertentu. Elektroda ini akan dihubungkan dengan suatu generator yang terdapat di dada. Elektroda ini akan mengirimkan suatu impuls listrik pada otak, yang dapat membantu mengatasi berbagai gejala penyakit Parkinson dan mengurangi kebutuhan penderita akan levodopa. Tindakan ini paling sering digunakan pada stadium akhir penyakit Parkinson setelah pemberian levodopa tidak lagi efektif.   Sumber: parkinsoninfo
 13 Feb 2015    12:00 WIB
Apa Itu Penyakit Parkinson?
Penyakit Parkinson merupakan suatu gangguan neurodegeneratif progresif yang sebenarnya masih termasuk dalam kelompok gangguan sistem motorik (alat gerak). Hingga saat ini penyakit Parkinson masih belum dapat disembuhan dan penderita biasanya akan mengalami perburukan gejala seiring dengan berlalunya waktu. Yang dimaksud dengan perburukan gejala adalah penurunan fungsi tubuh normal termasuk bernapas, keseimbangan tubuh, pergerakan, dan fungsi jantung. Penderita penyakit Parkinson memiliki angka harapan hidup yang hampir sama dengan orang sehat lainnya, akan tetapi berbagai komplikasi pada stadium lanjut penyakit dapat menyebabkan penderita tersedak, mengalami pneumonia (radang paru akut), dan jatuh yang dapat berakibat fatal. Proses perjalanan penyakit atau perburukkan penyakit dapat berbeda-beda pada setiap orang. Progresivitas atau perkembangan penyakit terburuk seringkali ditemukan pada penderita yang mengalami Parkinson dini (terkena Parkinson pada saat masih berusia 40 tahun).   Siapa yang Beresiko Terkena Penyakit Parkinson? Penyakit Parkinson paling sering mengenai orang yang berusia 50 tahun atau lebih dan merupakan salah satu gangguan sistem saraf yang paling sering terjadi pada orang lanjut usia. Penyakit Parkinson dapat mengenai pria dan wanita, akan tetapi penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan dengan wanita, yaitu sekitar 50% kasus lebih banyak mengenai pria. Penyakit ini biasanya mengenai orang yang berusia sekitar 60 tahun, akan tetapi pada sekitar 5-10% kasus, penyakit mengenai orang yang berusia 40 tahun (Parkinson dini).   Apa Penyebabnya? Penyakit Parkinson terjadi akibat adanya gangguan pada sel-sel saraf otak yang terjadi secara perlahan, yaitu pada sel-sel otak yang berfungsi untuk memproduksi dopamin. Dopamin merupakan suatu bahan alami yang dapat ditemukan di dalam otak yang berfungsi untuk membantu mengendalikan pergerakan otot di seluruh tubuh. Walaupun para peneliti di berbagai belahan dunia telah melakukan penelitian intensif mengenai penyakit Parkinson, akan tetapi hingga saat ini para peneliti masih belum dapat menemukan apa sebenarnya penyebab pasti dari terjadinya penyakit Parkinson. Para dokter dan peneliti hanya mengetahui bahwa penyakit Parkinson terjadi akibat hilangnya sel-sel otak yang berfungsi untuk membentuk dopamin. Sel-sel otak pembentuk dopamin ini dapat ditemukan pada suatu bagian otak yang disebut dengan substansia nigra. Saat banyak sel yang mati, maka produksi dopamin pun akan menurun dan jumlah dopamin yang masuk ke daearah striatum pun juga akan menurun. Striatum merupakan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur pergerakan tubuh. Setelah melakukan banyak penelitian, akhirnya para ahli dan para peneliti pun mencapai suatu kesimpulan bahwa penyakit Parkinson tidaklah disebabkan oleh satu hal saja tetapi dipengaruhi oleh beberapa hal seperti faktor genetika dan faktor lingkungan. Hal ini berarti bahwa bila salah satu atau kedua orang tua mengalami penyakit Parkinson maka resiko anaknya untuk menderita penyakit Parkinson juga akan lebih tinggi. Akan tetapi, pada kebanyakan kasus penyakit Parkinson, para ahli tidak menemukan adanya hubungan keluarga yang jelas. Selain faktor genetika, para peneliti menemukan berbagai hal lainnya yang dapat memicu terjadinya penyakit Parkinson seperti paparan terhadap berbagai jenis racun dan cedera kepala berat.   Kapan Gejala Parkinson Mulai Terjadi? Gejala penyakit Parkinson biasanya akan mulai muncul saat kadar dopamin telah mencapai titik kritis, biasanya saat 50-80% sel saraf pembentuk dopamin telah mati. Karena banyaknya sel saraf pembentuk dopamin yang telah mati saat gejala Parkinson mulai terjadi, maka para peneliti pun sangat sulit memastikan kapan sebenarnya proses perjalanan penyakit telah dimulai. Dengan demikian, hingga saat ini, para peneliti hanya dapat melakukan penelitian pada hewan percobaan.   Sumber: parkinsoninfo
 08 Nov 2014    14:00 WIB
Diet Bagi Penderita Parkinson
Semua orang memerlukan nutrisi sehat dan seimbang, baik orang sehat maupun penderita penyakit tertentu. Walaupun tidak ada diet khusus bagi penderita Parkinson, diet sehat dan seimbang tetap merupakan salah satu hal yang penting. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan menu makanan anda adalah: Mengkonsumsi berbagai jenis makanan Jaga berat badan anda Pilihlah makanan rendah lemak jenuh dan kolesterol Kurangi konsumsi gula dan garam Minumlah 8 gelas air setiap harinya Kurangi konsumsi alkohol   Interaksi Obat Parkinson dan Makanan Levodopa bekerja dengan lebih baik bila diminum saat perut kosong, minumlah sekitar setengah jam sebelum makan atau 1 jam setelah makan. Selain itu, perhatikan konsumsi protein harian anda. Pada beberapa kasus yang jarang, diet tinggi protein dapat menurunkan efektivitas levodopa. Pada beberapa orang, levodopa dapat menimbulkan rasa mual saat diminum sebelum makan. Konsultasikan dengan dokter anda bila rasa mual tetap tidak dapat teratasi dengan obat anti mual.   Cara Mengatasi Mual Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu mengurangi rasa mual adalah: Minumlah air putih atau air dingin. Selain itu, meminum minuman yang manis dapat membantu mengurangi rasa mual Hindari jus jeruk dan anggur karena terlalu asam dan dapat memperburuk rasa mual Minumlah secara perlahan Minumlah lebih banyak di antara waktu makan daripada saat makan Hindari makanan yang digoreng, berminyak, atau makanan manis Makanlah secara perlahan Makanlah lebih sering dengan porsi kecil Jangan memakan makanan panas dan dingin secara bersamaan Beristirahatlah setelah makan dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan. Beraktivitas setelah makan dapat memperburuk rasa mual dan menyebabkan muntah Jangan menggosok gigi anda setelah makan Jika anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah biskuit atau makanan tinggi protein sebelum tidur (daging tanpa lemak atau keju) Makanlah di saat anda tidak terlalu mual   Tips Untuk Menghilangkan Rasa Haus atau Mulut Kering Beberapa obat Parkinson dapat membuat anda merasa haus. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat mengurangi rasa haus dan mulut kering, yaitu: Minumlah 8 gelas atau lebih air putih per hari. Konsultasikan dulu mengenai jumlah air yang dapat anda minum dengan dokter anda bila anda juga mempunyai gangguan jantung Kurangi konsumsi kafein (kopi, teh, minuman bersoda, dan coklat), karena obat ini dapat berinteraksi dengan obat anda dan justru dapat membuat anda merasa lebih haus Tambahkan saus pada makanan anda Makanlah permen atau permen asam untuk meningkatkan produksi air liur dan melembabkan mulut anda Jangan menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol karena dapat membuat mulut anda lebih kering
 07 Nov 2014    16:00 WIB
Waspadai Berbagai Gejala Awal dari Alzheimer
Banyak keluarga penderita Alzheimer mengira bahwa anggota keluarganya yang tercinta hanya menderita pikun biasa (demensia). Akan tetapi, tahukah Anda apa perbedaan antara demensia dan Alzheimer? Alzheimer merupakan suatu penyakit, sedangkan demensia merupakan suatu kumpulan gejala yang berupa hilangnya daya ingat, kemampuan berpikir, dan kemampuan memecahkan masalah. Walaupun demensia merupakan salah satu gejala Alzheimer, akan tetapi tidak semua demensia disebabkan oleh Alzheimer. Di bawah ini terdapat beberapa gejala awal dari penyakit Alzheimer yang perlu Anda waspadai.   Gangguan Daya Ingat Walaupun ingatan jangka panjang tampaknya tidak terpengaruh, penderita biasanya melupakan berbagai ingatan jangka pendek atau tanggal-tanggal penting atau kejadian penting.   Sering Mengulangi Suatu Cerita Seorang penderita demensia ataupun Alzheimer seringkali mengulang suatu cerita, kadang-kadang bahkan dengan menggunakan kata-kata yang sama. Selain itu, penderita juga mungkin akan menanyakan satu pertanyaan yang sama berulang-ulang, tidak peduli berapa kali ia telah mendapatkan jawabannya.   Gangguan Berbahasa Sesekali melupakan suatu kata merupakan hal normal yang dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, seorang penderita Alzheimer dan demensia seringkali mengalami kesulitan mengingat kata, bahkan kata-kata dasar. Selain itu, cara mereka berbicara pun seringkali berputar-putar dan sulit dimengerti.   Perubahan Kepribadian Seorang penderita Alzheimer maupun demensia mungkin memiliki mood yang berubah-ubah. Mereka dapat sangat emosional, misalnya marah tanpa alasan yang jelas. Selain itu, mereka mungkin juga akan mulai menarik diri dari pergaulan sosial dan berhenti melakukan berbagai hal yang biasanya mereka sukai. Mereka juga dapat menjadi sangat curiga terhadap orang lain atau bahkan anggota keluarga.   Disorientasi dan Tampak Kebingungan Seorang penderita Alzheimer dan demensia dapat tersesat di berbagai tempat yang sebenarnya telah mereka ketahui, misalnya di lingkungan sekitar rumah mereka. Selain itu, mereka juga mungkin mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk memasak atau bercukur.   Kurangnya Kebersihan Diri Kadangkala, kurangnya kebersihan diri merupakan salah satu tanda penyakit Alzheimer. Anda dapat melihat orang yang biasanya berpakaian sangat rapi selama hidupnya, tiba-tiba mulai mengenakan pakaian kotor atau bahkan berhenti mandi.   Memiliki Perilaku Aneh Semua orang pasti pernah lupa di mana ia meletakkan kunci rumah atau telepon genggamnya, akan tetapi seorang penderita Alzheimer dan demensia cenderung meletakkan berbagai barang di tempat yang aneh dan sangat tidak sesuai, misalnya meletakkan sikat gigi di dalam lemari pendingin atau meletakkan susu di dalam lemari.   Sumber: webmd