Your browser does not support JavaScript!
 09 Dec 2019    11:00 WIB
Olahraga Bagi Penderita Parkinson
Penyakit Parkinson dapat mempengaruhi kemampuan pergerakan anda, akan tetapi, olahraga dapat membantu membuat otot anda tetap kuat serta meningkatkan fleksibilitas dan pergerakan otot anda. Perlu diingat bahwa olahraga tidak dapat menghentikan progresivitas penyakit Parkinson, tetapi dapat memperbaiki keseimbangan dan mencegah kekakuan sendi anda. Sebaiknya konsultasikanlah dahulu dengan dokter anda mengenai olahraga apa yang boleh anda lakukan, berapa lama, dan seberapa berat olahraga yang boleh anda lakukan. Jenis olahraga yang baik bagi setiap penderita Parkinson berbeda-beda, tergantung pada gejala, kemampuan anda berolahraga, dan kesehatan anda secara menyeluruh. Biasanya dokter akan menyarankan anda untuk melakukan olahraga yang dapat merenggangkan otot-otot anggota gerak anda. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu anda ingat saat berolahraga, yaitu: Lakukanlah pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan di akhir waktu olahraga Jika anda berencana untuk berolahraga selama 30 menit, mulailah dengan melakukan pemanasan selama 10 menit Latihlah otot wajah, rahang, dan pita suara anda bila memungkinkan. Membaca atau menyanyi dengan bersuara dapat melatih pergerakan bibir anda. Cobalah untuk membuat berbagai ekspresi pada wajah anda dan kunyahlah makanan anda dengan baik Lakukanlah olahraga air, seperti berenang. Hal ini dapat membantu sendi anda dan tidak terlalu mempengaruhi keseimbangan anda Berolahragalah di tempat yang aman, hindarilah lantai yang licin atau ruangan yang gelap Jika anda mengalami gangguan keseimbangan, berolahragalah di tempat yang memiliki penyangga atau pegangan tangan Jika anda mengalami kesulitan berdiri atau bangun dari ranjang, cobalah untuk berolahraga di atas ranjang atau di atas matras Berhentilah berolahraga bila anda merasa tidak enak badan atau nyeri sendi dan otot Lakukanlah hobi atau kegiatan lain yang anda sukai. Beberapa hal yang disarankan adalah berkebun, berjalan, berenang, yoga, atau tai chi   Sumber: webmd
 25 Oct 2019    16:00 WIB
Kondisi Yang Menyebabkan Tubuh Gemetar
Tubuh gemetar atau tremor melibatkan gerakan tidak disadari dari berbagai bagian tubuh yang spesifik, misalnya di tangan, lengan,kepala dan pita suara. Jika tidak diobati, tremor dapat menjadi kondisi yang serius dan sangat menganggu dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Tremor dapat dikaregorikan menjadi dua bagian. Rest tremor terjadi pada saat tubuh sedang beristirahat. Tremor istirahat ini biasanya dihubungkan dengan stress mental dan penyakit parkinson. Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan tubuh gemetar. Gangguan tidur merupakan salah satu penyebab dari tubuh gemetar. Kategori kedua disebut action tremor yang terjadi saat tubuh melakukan pekerjaan seperti memegang atau menggenggam suatu benda. Gejala ini biasanya berkaitan denga beberapa kondisi medis seperti stroke, tumor otak dan multiple sklerosis. Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang dapat menyebabkan tubuh gemetar: Multipel sklerosis Multipel sklerosis terjadi ketika pembungkus sel syaraf di otak dan di tabung syaraf terbuka. Secara umum multipel sklerosis merupakan penyakit inflamasi yang mempengaruhi kemampuan komunikasi dari sel syaraf. Hal ini akan menyebabkan berbagai masalah neurologi, sayah satunya tubuh gemetar atau tremor Stroke Stroke disebabkan karena suplai darah ke otak tidak mencukupi karena iskemia ataupun perdarahan. Gejala yang dihasilkan oleh stroke sangat bergantung pada daerah otak mana yang terkena. Gejala bisa sangat serius dan bervariasi. Stroke menjadi alasan utama tubuh gemetar karena terjadinya kerusakan di cerebelum atau otak kecil. Cedera otak traumatik Cedera otak traumatik bisa disebabkan oleh cedera otak karena kekuatan eksternal ataupun karena terbentur benda.  Cedera otak traumatik merupakan salah satu penyebab dari kematian dan kecacatan terbanyak di dunia. Slaah satu gangguan gerak yang ditimbulkan oleh cedera otak traumatik salah satunya adalah tremor berat. Penyakit parkinson Karena parkinson merupakan kelompok penyakit degeneratif dari sistem syaraf pusat maka gejala yang timbul salah satunya tremor di salah satu bagian tubuh yang tidak dapat dikendalikan, terutama di tangan. Hal ini bisa terjadi karena kerusakan di bagian otak yang mengatur pergerakan tubuh. Tremor merupakan salah satu tanda utama dari parkinson yang membantu penegakan diagnosa dari penyakit ini. Gangguan tidur Ada berbagai macam kondisi yang terkait dengan gangguan tidur yang menyebabkan tubuh gemetar saat tertidur. Gangguan tidur apnu, gerakan kaki periodik dan parasomnia merupakan contoh gangguan tidur yang menyebabkan munculnya gejala Rapid Eye Movement atau gerakan mata cepat. Tubuh gemetar saat tertidur juga dapat menyebabkan penutupan sebagian dari jalan nafas.   Sumber: boldsky
 07 Sep 2019    18:00 WIB
Tips Untuk Tetap Aktif Bagi Penderita Parkinson
Penyakit Parkinson dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan anda, salah satunya adalah kemampuan anda dalam beraktivitas. Penderita Parkinson membutuhkan waktu istirahat yang cukup atau bahkan lebih. Hindarilah pekerjaan yang memaksa anda bekerja selama seharian. Selain itu, kurangilah aktivitas harian anda sehingga anda tidak merasa terlalu lemas atau lelah di waktu malam. Segera hubungi dokter anda bila anda merasa sangat lelah hanya dengan melakukan aktivitas minimal sehari-hari.   Tips Untuk Menjaga Stamina Anda Sepanjang Hari Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu anda melalui hari-hari anda dan tetap bersemangat adalah: Kurangi aktivitas anda. Jangan beranggapan bahwa anda masih dapat beraktivitas seperti dulu Rencanakanlah kegiatan anda sebelumnya. Jangan melakukan terlalu banyak kegiatan. Lakukan kegiatan yang membutuhkan lebih banyak tenaga pada waktu anda merasa lebih baik Jika diperlukan, beristirahatlah sebelum dan setelah beraktivitas Jika anda merasa lelah saat beraktivitas, hentikan aktivitas anda dan beristirahatlah Jangan beraktivitas segera setelah makan. Beristirahatlah selama 20-30 menit setiap selesai makan Tidurlah yang cukup. Jangan terlalu lama tidur siang karena hal ini dapat membuat anda sulit tidur di waktu malam Hindari berbagai kegiatan yang memerlukan banyak tenaga, seperti mengangkat, mendorong, atau menarik benda yang berat (lebih dari 5 kg)   Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai berbagai kegiatan yang boleh dan tidak boleh anda lakukan, serta berapa banyak kegiatan yang boleh anda lakukan dalam 1 hari.   Sumber: webmd
 27 Jul 2019    16:00 WIB
Tangan Sering Gemetar, Parkinson atau Bukan?
Gemetar (tremor) merupakan suatu gerakan yang tidak disadari. Penyebab paling sering dari tremor ini adalah suatu gangguan yang disebut dengan tremor esensial. Baik tremor esensial maupun penyakit Parkinson merupakan gangguan pergerakan. Gangguan pergerakan adalah berbagai penyakit atau cedera yang dapat mengganggu pergerakan seseorang. Tremor esensial dan penyakit Parkinson merupakan gangguan yang berbeda, akan tetapi kadangkala berhubungan karena memiliki banyak gejala yang mirip.Tremor EsensialTremor esensial merupakan suatu gangguan pada sistem saraf tubuh dengan gejala utama berupa tremor. Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah tangan, lengan, kepala, dan kadangkala suara. Tremor esensial tidak membahayakan jiwa anda, akan tetapi dapat membuat anda mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menulis dan makan. Tremor esensial juga tidak meningkatkan resiko terjadinya penyakit Parkinson. Berbagai gejala tremor esensial yang dapat ditemukan adalah:•  Adanya tremor (gerakan yang tidak disadari) yang terjadi selama beberapa waktu (biasanya sebentar)•  Suara gemetar•  Kepala selalu mengangguk•  Tremor yang semakin memburuk selama merasa stress•  Tremor yang semakin memburuk saat melakukan suatu gerakan yang bertujuan (misalnya saat ingin mengambil sesuatu)•  Tremor berkurang saat beristirahat•  Tremor merupakan satu-satunya gejala•  Gangguan keseimbangan (jarang)Penyakit Parkinson Penyakit Parkinson merupakan gangguan pada saraf dan otak yang bersifat kronik progresif (terus memburuk seiring dengan berlalunya waktu) yang mengenai suatu area kecil pada bagian otak yang disebut dengan substansia nigra.Substansia nigra merupakan bagian otak yang berfungsi untuk menghasilkan dopamin, suatu neurotransmiter yang berfungsi untuk menghantarkan impuls di antara berbagai bagian otak. Saat berada dalam keadaan normal, impuls ini berfungsi untuk mengkoordinasi gerakan halus dan keseimbangan otot.Pada penyakit Parkinson, sel-sel saraf di dalam substansia nigra ini mengalami kematian dan menyebabkan penurunan kadar dopamin di dalam otak. Tidak adanya dopamin, membuat sel-sel saraf bekerja tak terkendali, yang menyebabkan penderita kehilangan kemampuan untuk mengendalikan pergerakan tubuh mereka. Berbagai gejala yang dapat ditemukan pada penyakit Parkinson adalah:•  Kekakuan otot•  Tremor•  Bradikinesia (pergerakan melambat dan penurunan aktivitas spontan secara perlahan)•  Perubahan gaya berjalan dan postur tubuh•  Perubahan dalam berbicara dan tulisan tangan•  Keseimbangan berkurang dan lebih mudah jatuhSumber: webmd
 16 Jul 2019    11:00 WIB
Tanda dan Gejala Penyakit Parkinson
Gejala awal penyakit Parkinson biasanya ringan dan berkembang secara perlahan. Pada awalnya, anda mungkin akan merasa lelah atau tidak nyaman. Selain itu, anda juga akan merasa gemetar (tremor) ringan atau kesulitan berdiri. Beberapa gejala lainnya yang dapat anda rasakan adalah suara menjadi lebih pelan, tulisan tangan berubah, gangguan daya ingat (lupa kata-kata atau pemikiran yang ingin diucapkan), dan merasa cemas atau depresi. Anggota keluarga anda biasanya lebih dulu menyadari berbagai perubahan yang anda alami. Anggota keluarga anda mungkin memperhatikan bahwa anda mengalami perubahan cara berjalan (menjadi kaku dan sulit) atau tidak adanya ekspresi wajah saat anda berbicara. Seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, berbagai gejala yang anda alami akan mengganggu aktivitas anda sehari-hari. Perlu diingat, bahwa tidak semua penderita Parkinson mengalami seluruh gejala di atas, beberapa bahkan hanya mengalami beberapa gejala ringan.   Kekakuan Otot Kekakuan otot adalah ketidakmampuan otot untuk berelaksasi dengan normal. Sebagian besar penderita Parkinson mengalami kekakuan pada anggota geraknya. Kekakuan ini disebabkan oleh ketegangan otot yang tidak dapat dikendalikan dan dapat menghambat pergerakan anda. Selain itu, anda juga mungkin merasa nyeri pada otot yang kaku tersebut.   Tremor (Gemetar) Tremor biasanya dimulai dari tangan dan lengan, tetapi juga dapat dimulai pada rahang atau kaki. Tremor biasanya terjadi saat beristirahat atau saat anda merasa stress. Pada saat tremor, ibu jari biasanya bergerak naik turun mengenai jari telunjuk. Pada tahap awal penyakit, tremor biasanya hanya mengenai satu sisi tubuh atau satu anggota gerak. Seiring dengan berkembangnya penyakit, tremos dapat dialami oleh bagian tubuh lainnya. Akan tetapi, tidak semua penderita Parkinson mengalami gejala tremor ini.   Bradikinesia Bradikinesia adalah pergerakan yang lambat dan disertai dengan penurunan kemampuan aktivitas motorik. Bradikinesia disebabkan oleh keterlambatan otak dalam mentransmisikan impuls saraf ke bagian tubuh yang diperlukan. Gejala ini merupakan salah satu gejala yang tidak terduga dan dapat dengan cepat menyebabkan disabilitas. Bradikinesia membuat penderita Parkinson kesulitan melakukan berbagai tugas maupun kegiatan sehari-hari. Bradikinesia yang terjadi pada otot-otot wajah membuat penderita Parkinson tidak memiliki ekspresi wajah (ekspresi atau wajah seperti topeng)   Perubahan Gaya Berjalan Berbagai perubahan yang terjadi adalah Ketidakmampuan penderita untuk menggerakkan tangannya secara spontan dan normal saat berjalan Berjalan dengan langkah pendek-pendek Mengalami kesulitan untuk memulai atau berhenti berjalan Kesulitan untuk berbalik saat berjalan   Gejala Lainnya Berbagai gejala lainnya yang sering dialami oleh penderita Parkinson adalah: Gangguan keseimbangan Berjalan dengan posisi condong ke depan atau belakang yang dapat membuat penderita terjatuh Postur Parkinson (kepala menunduk ke bawah dan bahu turun) Sering menggerakkan kepala Perubahan suara dan cara berbicara (suara menjadi lebih pelan dan sulit terdengar) Gangguan kemampuan motoric (pergerakan) Gangguan daya ingat Perubahan tulisan tangan (tulisan tangan menjadi lebih kecil) Konstipasi atau sembelit Depresi Merasa takut dan cemas Bingung Demensia (pikun) Rasa lelah Keluarnya air liur dari mulut tanpa disadari (mengiler) Gangguan kulit, misalnya ketombe Kesulitan mengunyah dan menelan Gangguan tidur Gangguan buang air kecil Disfungsi seksual   Diagnosa Banding Bila anda mengalami beberapa gejala di atas, bukan berarti anda pasti menderita Parkinson. Terdapat beberapa hal lain yang dapat menyebabkan anda mengalami beberapa gejala di atas, yaitu: Depresi Penuaan Penggunaan obat anti psikosis (efek samping obat) Gangguan degeneratif otak lainnya Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas untuk mengetahui penyebab dan menyingkirkan kemungkinan anda menderita penyakit Parkinson.   Sumber: webmd
 19 Mar 2019    11:00 WIB
Penyakit Parkinson (Gejala dan Pengobatan)
Guy’s kalian pasti kenal bintang film Michael J. Fox yang terkenal atas filmnya yang bertajuk 'Back to the Future', sempat didiagnosis mengidap penyakit langka Parkinson pada tahun 1991, di usianya yang ke-30. Fox menjelaskan pada majalah Parade di tahun 2012, ia menunggu waktu yang cukup lama, yakni selama 7 tahun agar ia percaya diri untuk mengumumkan penyakitnya pada publik. Walaupun ia harus melewati hari-hari yang suram, ia memandang hidup dengan Parkinson bukanlah sesuatu yang menyeramkan baginya. Menurut National Parkinson Foundation, sekitar 50 ribu sampai 60 ribu kasus baru Parkinson didiagnosis setiap tahun di AS. And guy’s penyakit degeneratif yang menyerang otak ini masih menjadi momok bagi masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Jumlah penderita penyakit yang umumnya menyerang manula usia 65 tahun ke atas ini diperkirakan meningkat menyentuh angka 6,17 juta orang pada tahun 2030. Spesialis saraf dari Parkinson’s and Movement Diorder Center Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk, dr Frandy Susatia, mengatakan, satu di antara 100 orang tua berusia 65 tahun ke atas adalah penderita parkinson. Jika jumlah lansia di Indonesia sebanyak 20 juta berdasarkan data BPS 2015, maka ada sekitar 200.000 orang di antaranya menderita parkinson, atau 547 orang setiap harinya. Bahkan, berdasarkan data perhimpunan spesialis saraf di Indonesia, angka penderita parkinson sudah mencapai 400.000 orang. "Penyakit ini meningkat karena banyak masyarakat awam belum memahami tentang parkinson. Bahkan, sebagian besar datang memeriksakan diri sudah terlambat untuk ditangani atau stadium lanjut," kata Frandy di Jakarta. Penyakit Parkinson adalah kelainan neurologis kronis dan degeneratif yang ditandai, sebagaimana disebutkan, oleh keseimbangan yang buruk, kesulitan berjalan, kekakuan otot, kekakuan anggota badan, dan tremor. Gejala dapat bervariasi dari orang ke orang, tetapi dalam kebanyakan kasus, tugas sehari-hari yang sederhana dapat menjadi tugas yang berat. Gejala cenderung bertahan dan berkembang seiring waktu. Metode perawatan dan keberhasilan berbeda dari pasien ke pasien, beberapa mengalami hasil yang lebih baik dengan metode alami daripada yang lain. Penyakit Parkinson mempengaruhi orang tua lebih sering daripada orang yang lebih muda, dan pria lebih banyak daripada wanita dalam banyak kasus. Penyakit Parkinson juga mempunyai beberapa gejala, seperti: Tremor: Tremor atau gemetar dimulai pada anggota tubuh, sering kali di jari atau tangan kita. Gerakan melambat (bradikinesia): Seiring perkembangan penyakit, Parkinson menyebabkan gerakan melambat dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan tugas terkait gerakan, termasuk berjalan atau turun dari kursi. Otot kaku: Parkinson menyebabkan kekakuan otot yang membatasi rentang gerak dan menyebabkan rasa sakit. Gangguan keseimbangan dan postur tubuh: Parkinson dapat menyebabkan masalah keseimbangan dan postur tubuh. Perubahan bicara: Penyakit Parkinson dapat mengubah bicara seseorang menjadi lunak, cadel, cepat, ragu-ragu atau monoton. Perubahan penulisan: Parkinson dapat mempersulit penulisan atau menyebabkan tulisan tangan menjadi lebih kecil. Kram (dystonia): Parkinson mungkin datang dengan memelintir atau mengencangkan otot-otot kita. Air liur (sialorrhea): Gejala-gejala motorik yang dikompromikan dapat menyebabkan kesulitan menelan, keluar air liur yang berlebihan. Diskinesia; Parkinson dapat ditandai dengan gerakan wajah, batang tubuh, tungkai dan lengan yang tidak disengaja dan tidak menentu. Festinasi: Parkinson dapat ditandai dengan langkah-langkah pendek dan cepat sambil berjalan yang mengarah ke lebih banyak jatuh. Pembekuan: Parkinson dapat menyebabkan pembekuan seperti terjebak di tempat selama gerakan yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Wajah bertopeng (hypomimia): Kombinasi bradikinesia dan kekakuan dapat menyebabkan wajah kesulitan berekspresi. Gaya berjalan menyeret: Parkinson dapat ditandai dengan langkah-langkah pendek dan postur bungkuk. Parkinson dapat menyebabkan atau mungkin disertai dengan masalah lain (komplikasi), seperti: Kesulitan berpikir. Depresi. Perubahan emosional. Masalah tidur. Masalah menelan. Masalah kandung kemih. Sembelit. Kelelahan. Rasa sakit. Disfungsi bau. Tekanan darah berubah. Disfungsi seksual. Mungkin diantara kita bertanya, mengapa penyakit ini bisa terjadi? Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologis di mana neuron tertentu di otak kita mulai rusak dan mati. Hilangnya neuron spesifik yang menghasilkan dopamin, pembawa pesan kimiawi otak menyebabkan penurunan kadar dopamin yang menyebabkan aktivitas otak abnormal dan banyak gejala penyakit yang tidak nyaman. Dan di bawah ini merupakan beberapa pemicunya juga, seperti: Gen: Mutasi genetik tertentu yang tidak biasa dapat menyebabkan penyakit Parkinson dalam kasus yang jarang terjadi di mana anggota keluarga lainnya telah terkena penyakit ini. Variasi gen tertentu juga dapat sedikit meningkatkan risiko kondisi ini. Pemicu lingkungan: Paparan racun tertentu atau faktor lingkungan juga dapat meningkatkan risiko pada tingkat kecil. Cidera kepala, usia, jenis kelamin, tempat tinggal (tinggal dekat dengan racun lingkungan), dan pekerjaan (kerja fisik intensif dan bekerja dengan racun) dapat meningkatkan risiko Parkinson. Perubahan di otak: Perubahan tertentu di otak dapat terjadi pada orang dengan penyakit Parkinson, tetapi mengapa dan kapan perubahan ini terjadi tidak diketahui pada saat ini. Salah satu perubahan ini adalah keberadaan tubuh Lewy, gumpalan zat khusus dalam sel-sel otak, dan juga protein alfa-synuclein yang ditemukan dalam tubuh Lewy (gumpalan protein abnormal di dalam sel saraf pengidap penyakit Parkinson). Penyakit Parkinson adalah kondisi kronis tetapi tidak mematikan. Namun komplikasi tertentu, seperti kesulitan menelan, demensia atau jatuh yang serius dapat menyebabkan kematian. Diagnosis dan perawatan dini dapat membantu perkembangan penyakit, gejala dan kualitas hidup kita. Tidak ada pengobatan standar untuk penyakit Parkinson saat ini. Namun metode konvensional untuk perawatan Parkinson dan metode pengobatan alami dapat dilakukan. Metode konvensional seperti: Perawatan simtomatik: Obat-obatan, termasuk levodopa, Inosine dan Carbidopa fokus pada perawatan gejala Parkinson. Perawatan neuroprotektif: Bedah seperti Stimulasi Otak Dalam (DBS) dan pengangkatan jaringan adalah bentuk perawatan neuroprotektif Strategi berbasis penyembuhan: Metode pengobatan tertentu, khususnya pada metode dan penggunaan DBS yang berbeda masih diselidiki karena dampaknya pada Parkinson. Dan metode pengobatan alami seperti: Menambahkan makanan padat nutrisi, segar, organik utuh, seperti sayuran, sayuran, buah-buahan dan banyak lagi dapat bermanfaat bagi penderita Parkinson. Dan hindari makanan dengan protein yang berlebihan, hindari makanan olahan, hilangkan gula halus dan pemanis buatan, kurangi atau hilangkan alcohol, hapus semua alergen makanan potensial dan makanan yang mungkin sensitif bagi kita. Olah raga ringan seperti, taichi, yoga, aerobik dalam air. Akupunktur. Demikianlah pembahasan kita mengenai penyakit Parkinson, moga makin tua kita semua makin sehat, sampai jumpa.   Sumber : www.beritasatu.com, www.khanacademy.org, www.medicinenet.com, www.mayoclinic.org
 06 Sep 2018    18:00 WIB
Penyakit Kronik dan Gangguan Tidur
Gangguan tidur dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti stress, penuaan, kehamilan, menopause, gangguan psikologis, dan penyakit kronik. Beberapa penyakit kronik yang dapat menyebabkan gangguan tidur adalah diabetes, artritis, HIV/AIDS, lupus, Parkinson, Alzheimer, dan sklerosis multipel.   Apa yang Terjadi ? Rasa nyeri dan lelah yang dialami oleh penderita penyakit kronik dapat mengganggu kehidupan mereka sehari-hari, termasuk tidur. Penyakit kronik yang mereka alami membuat mereka sulit tidur di malam hari dan mengantuk saat siang hari, terutama pada penderita gangguan neurologis, seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer. Insomnia dan gangguan tidur lainnya dapat memperburuk rasa nyeri dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Selain itu, beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kronik justru dapat menyebabkan gangguan tidur. Penderita penyakit kronik seringkali juga mengalami depresi. Hal ini juga dapat menyebabkan gangguan tidur.   Apa yang Harus Dilakukan ? Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur akibat penyakit kronik adalah mengatasi rasa nyeri akibat penyakit. Anda dapat meminta dokter anda untuk memberikan obat anti nyeri. Bila penggunaan obat juga tidak membantu anda tertidur, cobalah untuk melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Ciptakan suasana kamar tidur yang tenang Matikan lampu kamar tidur anda Atur suhu kamar tidur anda senyaman mungkin Susu hangat dapat membuat anda mengantuk Jangan tidur siang Hindari makanan atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan coklat Bila hal ini masih tidak dapat membantu anda, segera hubungi dokter anda mengenai penggunaan obat lainnya untuk membantu tidur anda. Hindarilah penggunaan obat tidur lebih dari 2 minggu karena dapat menyebabkan ketergantungan dan toleransi obat (dosis yang sama tidak lagi memiliki efek yang sama seperti pada waktu pertama kali anda konsumsi)   Sumber: webmd
 25 Feb 2018    08:00 WIB
Tips Melakukan Kegiatan Sehari-hari Bagi Penderita Parkinson
Penderita Parkinson seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatannya sehari-hari,t ermasuk kegiatan merawat diri, seperti mandi, makan, dan berpakaian. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu anda.   Tips Berpakaian Bagi Penderita Parkinson Beberapa hal yang dapat membantu anda dalam berpakaian adalah: Duduklah saat berpakaian Gunakanlah pakaian yang longgar dan mudah dikenakan Gunakan celana karet yang lebih mudah dikenakan Gunakan baju berkancing, terutama kancing yang berukuran besar Gunakan sepatu selop atau sepatu pantofel yang lebih mudah dikenakan. Hindari sepatu bertali   Tips Mandi Bagi Penderita Parkinson Beberapa hal yang dapat membantu anda saat mandi adalah: Duduklah di kursi saat mandi bila diperlukan Pilihlah shower daripada gayung Gunakanlah sabun cair daripada sabun batangan Gunakan air hangat karena air yang terlalu panas justru dapat membuat anda merasa lebih lelah Bila anda sulit mengeringkan tubuh bagian belakang anda dengan handuk, letakkanlah handuk pada sandaran kursi anda kemudian gosokkanlah tubuh anda pada sandaran kursi anda tersebut Gunakanlah kloset duduk, bila diperlukan pasanglah penyangga yang dapat membantu anda berdiri atau duduk Gunakanlah sisir dan sikat gigi yang mudah digenggam, bila perlu anda dapat menggunakan sikat gigi listrik   Tips Saat Makan Bagi Penderita Parkinson Berbagai hal yang perlu diperhatikan saat anda menikmati makanan anda adalah: Makanlah dengan perlahan, jangan terburu-buru Gunakanlah alat makan yang ringan dan sederhana Gunakanlah alas untuk menjaga agar piring anda tidak bergeser saat makan Gunakanlah piring dengan pinggiran yang lebih tinggi agar makanan tidak tumpah Gunakanlah gelas dengan pegangan yang besar Hisaplah permen untuk mengurangi air liur yang berlebihan Gunakanlah sedotan saat minum untuk membantu menguatkan otot mulut, bibir, dan tenggorokan   Tips Lainnya Bagi Penderita Parkinson Berbagai hal lainnya yang dapat membantu dalam kehidupan anda sehari-hari adalah: Bila anda kesulitan menggunakan pensil atau pen untuk menulis, gunakanlah komputer atau pen berukuran besar untuk menulis Gunakanlah kain pel atau sapu dengan gagang yang panjang untuk membantu anda saat membersihkan rumah Duduklah saat melipat pakaian, mencuci piring, atau menyetrika pakaian Saat berdiri atau duduk, lakukanlah dengan perlahan. Tekuklah pinggang anda secara perlahan saat akan berdiri, kemudian tunggulah sebentar sebelum mulai berjalan Pijatlah kaki anda untuk mengurangi kram Mandilah dengan air hangat untuk mengurangi kekakuan dan kram pada otot Gunakanlah kompres dingin untuk mengurangi nyeri otot dan sendi Genggamlah bola karet kecil untuk mengurangi gemetar pada tangan Hitunglah langkah anda setiap kali anda berjalan Gerakan badan anda bila anda berhenti dan sulit melangkah kembali Pasanglah alarm pada Hp atau jam anda untuk mengingatkan anda mengenai waktu minum obat Gunakanlah speaker phone atau earphone untuk membantu anda menelepon bila tangan anda gemetar saat menelepon    
 23 Feb 2015    09:00 WIB
Apa yang Harus Dikonsumsi Untuk Membantu Mengatasi Gejala Parkinson?
Sembelit Sembelit merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada seorang penderita penyakit Parkinson. Meningkatkan konsumsi cairan dan serat dapat membantu memperlancar buang air besar. Konsumsilah setidaknya 6-8 gelas air putih setiap harinya. Minumlah air hangat, terutama di pagi hari karena hal ini dapat membantu menstimulasi pergerakan usus. Konsumsilah berbagai jenis makanan yang mengandung banyak serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, roti gandum, dan sereal. Selain mengandung banyak serat, berbagai jenis makanan tersebut juga mengandung banyak antioksidan.   Tekanan Darah Rendah Tekanan darah rendah juga merupakan gejala penyakit Parkinson dan dapat juga merupakan salah satu efek samping dari beberapa jenis obat-obatan. Meningkatkan konsumsi cairan dan garam dapat membantu meningkatkan tekanan darah. Akan tetapi, bila Anda memiliki gangguan jantung atau ginjal, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum meningkatkan konsumsi garam Anda. Tingkatkan konsumsi berbagai jenis minuman dingin seperti air putih atau air kelapa. Konsumsilah setidaknya 8 gelas air putih setiap harinya. Batasi konsumsi minuman berkafein, air panas, dan minuman beralkohol karena ketiganya dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi dan tekanan darah rendah. Makanlah dengan porsi kecil tetapi sering untuk membantu menjaga kestabilan tekanan darah Anda.   Kesulitan Menelan Gangguan menelan dapat tampak sebagai batuk, tersedak, atau merasa ada makanan yang tersangkut di dalam kerongkongan. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui apa saja perubahan pola makan yang perlu Anda lakukan dan makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang meningkatkan fungsi sensorik seperti makanan berbumbu, dingin, asam, atau bergas; atau justru menyarankan penderita untuk mengkonsumsi makanan padat dan atas cair. Dokter juga mungkin akan meminta Anda untuk makan dengan posisi duduk tegak, sedikit-sedikit, dan lebih pelan.   Kram Otot Beberapa orang penderita Parkinson juga mengalami kram otot yang dapat terasa sangat nyeri, terutama di malam hari dan saat efektivitas obat mulai menurun. Mengkonsumsi mustard kuning yang mengandung kunyit atau mengkonsumsi air tonik yang mengandung quinine dapat membantu. Pastikan penderita mengkonsumsi cukup cairan setiap harinya karena hidrasi yang cukup dapat mencegah dan membatasi terjadinya kram.   Sumber: michaeljfox