Your browser does not support JavaScript!
 22 Mar 2020    16:00 WIB
Kewaspadaan dan Deteksi Dini Kanker Mulut Rahim
Saat mendengar vonis kanker dari dokter, kebanyakan pasien langsung berpikir tentang kematian. Padahal banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengobati kanker. Untuk mengontrol munculnya kanker, yang menjadi permasalahan utama adalah kurangnya pengetahuan dan deteksi dini yang menyebabkan 70% kanker bisa terjadi. Kanker mulut rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia, dan paling banyak terjadi di negara-negara berkembang. Tidak seperti jenis kanker yang lain, kanker mulut rahim biasanya bisa dicegah karena sudah diketahui penyebabnya yaitu infeksi dari  Human Papilloma Virus (HPV) dan saat ini sudah banyak peralatan dan obat-obatan yang dapat mencegah munculnya kanker ini. Dengan melakukan proses skrening yang baik dan melakukan vaksinasi tidak akan ada wanita yang kehilangan fertilitasnya atau bahkan meninggal karena disebabkan oleh kanker mulut rahim. Ada suatu studi yang dilakukan di India mengenai tingkat kewaspadaan dan faktor resiko dari kanker mulut rahim diantara orang muda yang berpendidikan yang dilakukan pada tahun 2010. Para peneliti memberikan beberapa pertanyaan kepada para peserta penelitian mengenai kewaspadaan terhadap  Human Papilloma Virus (HPV), pengetahuan mengenai faktor resiko dari kanker mulut rahim seperti apakah aktivitas seksual usia muda dapat menyebabkan kanker, kontak seksual dengan banyak pasangan, penggunaan kondom, merokok, konsumsi buah dan sayuran yang rendah dan faktor keturunan. Hasil studi mengungkapkan, walaupun sebanyak 66% peserta penelitian yang berusia muda dan berpendidikan tersebut pernah mendengar tentang kanker mulut rahim, hanya 15% yang mewaspadai faktor resiko dan pencegahan dari penyakit ini. Penelitian yang diterbitkan oleh IARC in Asia menunjukkan bahwa ada hubungan dengan tingginya edukasi dengan angka terjadinya kanker mulut rahim. Tes pap smear terbukti merupakan alat deteksi dan pencegahan terbaik di kalangan para remaja perempuan. Saat ini negara-negara berkembang sangat membutuhkan pengetahuan dasar yang baik mengenai kanker mulut rahim sehingga orang-orang dapat dengan mudah mengenali gejala-gejala dini dari penyakit ini dan juga dapat melakukan tindakan pencegahan maupun tindakan pengobatan apa yang harus dilakukan. Hasil dari penelitian tersebut adalah, "seperti kampanye ‘kebijaksanaan mutiara’ yang dilakukan di Amerika Serikat sebagai tindakan pencegahan kanker mulut rahim, negara-negara berkembang juga harus mengedukasi remaja perempuan dan juga wanita usia matang mengenai faktor resiko, gejala, skrening, pentingnya melakukan pap smear, vaksinasi HPV dan terapi dini untuk kanker."Sumber: healthmeup
 26 Oct 2019    11:00 WIB
Bagaimana Cara Mendiagnosa Kanker Mulut Rahim?
Anda dapat mencegah terjadinya kanker mulut rahim dengan melakukan tes skrening pap smear secara teratur dan mengikuti perawatan paska pemeriksaan. Sebuah tes sederhana dapat secara mengagumkan mendeteksi adanya kanker mulut rahim dan deteksi awal sangat diperlukan untuk mencegah dan mengobati kanker. Sebelum dokter dapat mendiagnosa adanya kanker, dokter tersebut akan meminta Anda melakukan tes pap smear. Tes ini bisa dilakukan oleh seorang dokter di klinik ataupun di rumah sakit. Kebanyakan kematian yang disebabkan oleh kanker mulut rahim dapat dicegah dengan melakukan tes ini secara rutin. Tes pap smear dapat menemukan jika ada perubahan abnormal dari sel sebelum berubah menjadi sel kanker. Tes pap smear juga dapat menemukan kanker mulut rahim secara dini , dan jika ditemukan secara dini maka akan dapat dengan mudah diobati. Kanker mulut rahim merupakan jenis kanker yang menyerang daerah paling bawah dari rahim. Mulut rahim merupakan penghubung antara vagina dan rahim. Sel abnormal di mulutrahim dapat berubah menjadi kanker dan jika tidak ditemukan sejak awal maka akan semakin sulit diobati. Kanker mulut rahim paling banyak ditemukan pada wanita berusia 30 tahun keatas. Tes pap smear dapat berlangsung dalam 2-5 menit. Mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman, tetapi tes ini tidak akan menimbulkan rasa sakit. Saat Anda berbaring di meja pemeriksaan, dokter atau perawat akan meletakkan peralatan pemeriksaan yang disebut inspekuli kedalam vagina Anda, membukanya untuk melihat kondisi sekitar mulut rahim. Dokter akan mengambil sikat khusus untuk mengambil sel dari mulut rahim. Kemudian sel ini akan dikirim ke lab untuk diperiksa oleh ahli patologi. Selanjutnya dokter juga akan melakukan pemeriksaan pelvis untuk memeriksa rahim, ovarium dan organ lainnya. Cobalah untuk menjadwalkan tes pap smear diluar masa menstruasi Anda. untuk 2 hari sebelum melakukan tes, dokter akan meminta Anda untuk tidak:•  Mengunakan pembalut•  Berhubungan seksual•  Menggunakan alat kontrasepsi•  Mencuci vagina dengan sabun Penyebab utama kanker mulut rahim adalah human papillomavirus (HPV). HPV merupakan jenis virus yang disebarkan dengan hubungan seksual. Beberapajenis HPV dapat menyebabkan kutil di kemaluan atau kanker di anus. HPV lain dapat menyebabkan kanker rahim.Anda mengalami resiko tinggi terkena HPV jika Anda:•  Berhubungan seksual sebelum berusia 18 tahun•  Berhubungan seksual tanpa pelindung•  Memiliki banyak pasangan seksSumber: healthmeup
 24 Oct 2017    15:00 WIB
5 Alasan Anda Harus Mengunjungi Dokter Kandungan
Idealnya Anda harus memeriksakan diri ke dokter kandungan setiap tahun sekali untuk memeriksakan organ reproduksi wanita dan melakukan deteksi dini jika ada kelainan yang terjadi dan melakukan terapi yang diperlukan. Sayangnya banyak wanita sering tidak memperdulikan perlunya kunjungan ke dokter kandungan atau terkadang para wanita merasa malu, beberapa lagi ada yang merasa takut. Jika Anda salah satu diantaranya, berikut adalah 5 alasan mengapa Anda perlu melakukan kunjungan ke dokter kandungan: 1.  Siklus menstruasi yang tidak teraturSiklus menstruasi Anda menggambarkan kesehatan reproduksi Anda. Jika siklus menstruasi Anda berhenti atau tidak teratur kemungkinan disebabkan oleh masalah kesehatan Anda. Saat Anda membiarkan hal ini terjadi, kemungkinan besar Anda akan mengalami masalah reproduksi di kemudian hari. Untuk itu penting untuk Anda mengunjungi dokter kandungan saat hal ini terjadi. 2.  Pemeriksaan payudaraSetiap wanita memiliki resiko terkena kanker payudara karena memang tidak ada situasi khusus yang menyebabkan timbulnya penyakit ini. Deteksi dini dan pengobatan dini merupakan langkah terbaik yang harus dilakukan untuk mengalahkan penyakit ini. Kunjungan rutin ke dokter kandungan dapat Anda lakukan untuk memastikan tidak ada pertumbuhan abnormal atau benjolan di payudara Anda. 3.  Munculnya keputihan yang tidak normalKeputihan merupakan fenomena normal yang harus dihadapi wanita. Keputihan ini dianggap normal saat berwarna putih, tidak kental dan tidak berbau. Tetapi saat Anda menyadari adanya perubahan pada keputihan Anda misalnya berubah warna menjadi kuning atau kehijauan, berbau, Anda harus segera mengunjungi dokter kandungan karena keputihan abnormal tersebut mungkin saja tanda infeksi vagina 4.  Program KBSaat Anda sudah aktif secara seksual maka Anda harus segera berkunjung ke dokter kandungan untuk berdiskusi tentang penggunaan alat KB yang cocok untuk Anda, terlebih jika Anda memang tidak ingin segera hamil. Tidak hanya untuk mencegah kehamilan tetapi juga agar aman dari penyakit menular seksual. 5.  Test paps smearTes paps smear sangat penting Anda lakukan untuk memastikan organ kewanitaan Anda dalam kondisi sehat. idealnya setiap wanita yang berusia 21 tahun keatas harus melakukan tes paps smear minimal tiga sampai lima tahun sekali untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kanker muncul.Sumber: healthmeup