Your browser does not support JavaScript!
 14 Aug 2014    14:00 WIB
Sudah Olahraga Tetapi Berat Badan Tidak Turun Juga? Anda Mungkin Melakukan Kesalahan Ini!
1. Tidak Cukup Berusaha Jika Anda tidak pernah berolahraga sebelumnya dan secara keseluruhan tidak aktif, maka berolahraga dapat benar-benar membuat suatu perbedaan. Akan tetapi, jika Anda telah sering berolahraga, maka tubuh Anda akan menjadi terbiasa sehingga olahraga yang Anda lakukan tampaknya tidak membantu proses penurunan berat badan Anda. Hal ini bukan berarti Anda harus berhenti melakukan olahraga yang telah Anda lakukan saat ini, Anda hanya harus berusaha lebih lagi. Lakukanlah olahraga lainnya yang berbeda dari rutinitas olahraga Anda. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan intensitas atau lama olahraga sehingga tubuh Anda pun harus berusaha kembali dan membakar lebih banyak kalori. 2. Tidak Teratur Berolahraga Tidak berolahraga secara teratur dapat membuat usaha Anda menjadi sia-sia karena tubuh Anda tidak cukup tertantang untuk berusaha lebih keras dan membakar lebih banyak kalori. Jika Anda tidak mempunyai banyak waktu untuk berolahraga karena berbagai kesibukan Anda, Anda dapat menyisihkan setidaknya 30 menit setiap harinya untuk berolahraga. Berjalan kaki pun dapat menjadi salah satu pilihan olahraga bila Anda tidak dapat pergi ke gym atau melakukan olahraga lainnya karena terlalu sibuk. 3. Terlalu Banyak Melakukan Aerobik Terlalu banyak melakukan olahraga aerobik justru dapat membuat usaha Anda untuk menurunkan berat badan menjadi sia-sia. Bila Anda terlalu lama berolahraga aerobik, maka tubuh Anda akan melepaskan hormon stress yaitu kortisol. Hal ini dapat membuat tubuh Anda merasa stress. Rasa stress ini biasanya dapat dikurangi dengan mengkonsumsi karbohidrat. Hal ini dapat membuat Anda mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat dan meningkatkan berat badan. Selain itu, hormon stress juga cenderung meningkatkan penyimpanan lemak, terutama di daerah perut. Tidak hanya olahraga dengan intensitas sedang yang dilakukan dalam waktu lama yang dapat membantu membakar kelebihan kalori Anda. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat juga dapat meningkatkan laju metabolisme. 4. Makan Makanan Tinggi Kalori Setelah Berolahraga Hal yang satu ini merupakah kesalahan yang paling sering terjadi pada orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan dengan berolahraga yaitu mengkonsumsi makanan tinggi kalori setelah berolahraga sebagai hadiah karena Anda telah berolahraga hari ini. Anda memang memerlukan karbohidrat setelah berolahraga untuk membantu menyeimbangkan kadar hormon stress, terutama bila sebagian besar olahraga Anda terdiri dari aerobik. Akan tetapi mengkonsumsi terlalu banyak gula dan makanan tinggi kalori justru dapat membuat berat badan Anda meningkat. 5. Tidak Berdiet Walaupun Anda telah berolahraga, Anda juga tetap harus membatasi apa yang Anda makan dan berapa jumlahnya. Berolahraga tidak dapat membantu Anda menurunkan berat badan bila Anda tidak berdiet juga. Apa yang Anda kapan dan kapan Anda makan turut berperan penting dalam proses penurunan berat badan Anda. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, kombinasikan olahraga Anda dengan diet sehat dan seimbang yang memang dikhususkan untuk menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan diet merupakan faktor penting dalam proses penurunan berat badan. Bagaimana diet Anda tentunya tergantung pada seberapa banyak berat badan yang ingin Anda kurangi. Akan tetapi, pastikan Anda juga tidak mengkonsumsi terlalu sedikit kalori jika Anda juga berolahraga karena hal ini dapat mengganggu keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan. 6. Berat Badan Tidak Berkurang Tetapi Ukuran Baju Berubah Anda mungkin merasa bingung mengapa berat badan Anda tidak turun tetapi pakaian Anda terasa lebih longgar. Hal ini dikarenakan otot lebih berat daripada lemak. Jadi Anda mungkin tidak mengalami penurunan berat badan akan tetapi pakaian Anda terasa lebih nyaman dipakai. Hal ini terjadi karena massa otot Anda bertambah dan massa lemak Anda berkurang. 7. Baru Mulai Berolahraga Sebelum mulai mempertanyakan mengapa dengan berolahraga berat badan Anda tidak juga turun, Anda harus mengingat terlebih dahulu berapa lama Anda telah mulai berolahraga secara teratur. Jangan mengharapkan berat badan Anda akan langsung turun setelah berolahraga selama 1-2 minggu. Diperlukan waktu sekitar 2-4 minggu di mana olahraga mulai menunjukkan hasilnya. Selain itu, terdapat berbagai hal lainnya yang dapat mempengaruhi proses penurunan berat badan Anda seperti apakah Anda menderita obesitas dan apakah Anda telah terbiasa berolahraga sebelumnya. Bersabarlah dan Anda pun akan melihat hasil kerja keras Anda. 8. Menderita Gangguan Kesehatan Tertentu Jika Anda telah melakukan semuanya dengan benar (diet dan olahraga teratur), tetapi berat badan Anda tidak juga turun, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter Anda. Terdapat beberapa gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi berat badan Anda seperti gangguan kelenjar tiroid dan gangguan keseimbangan hormonal (menopause). Selain itu, kesulitan penurunan berat badan ini juga dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu, kekurangan vitamin tertentu, dehidrasi yang membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, atau berbagai gangguan lainnya. Sumber: caloriesecrets
 30 Jul 2014    14:00 WIB
ADHD Pada Orang Dewasa dan Hubungannya Dengan Olahraga
ADHD tidak hanya dapat mengenai anak-anak, tetapi juga orang dewasa. ADHD pada orang dewasa membuat mereka kesulitan memusatkan perhatian, mengerjakan tugasnya, dan mengendalikan emosi mereka. Pengobatan ADHD pada orang dewasa hampir sama dengan pengobatan ADHD pada anak-anak. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan olahraga. Olahraga dapat memperbaiki kemampuan berpikir dan mengurangi gejala ADHD.   Otak dan Olahraga Selain untuk menghilangkan lemak dan membentuk otot, olahraga juga dapat membuat otak berfungsi dengan lebih baik. Saat anda berolahraga, otak anda menghasilkan suatu neurotransmiter, dopamin, yang dapat membantu anda memusatkan perhatian dan berpikir lebih jernih. Penderita ADHD seringkali memiliki kadar dopamin otak yang lebih rendah daripada orang normal. Obat-obat stimulan yang diberikan bagi penderita ADHD dewasa bekerja dengan cara meningkatkan kadar dopamin pada otak. Efek ini kurang lebih sama dengan efek dari berolahraga. Olahraga bahkan dapat menurunkan dosis obat yang diperlukan.   Keuntungan Olahraga Bagi Penderita ADHD Keuntungan olahraga atau fitness bagi penderita ADHD adalah: Mengurangi stress dan kecemasan Membantu mengatur denyut jantung dan mengurangi perilaku impulsif Memperbaiki daya ingat Memperbaiki kemampuan untuk merencanakan, mengatur, dan mengingat hal-hal detail Meningkatkan kadar faktor neurotropik otak, yang berfungsi untuk belajar dan mengingat. Kadar protein ini biasanya rendah pada penderita ADHD   Keuntungan Lainnya dari Olahraga Selain membantu mengurangi gejala ADHD, olahraga juga mempunyai keuntungan lainnya, yaitu: Menjaga berat badan. Suatu survei menunjukkan bahwa banyak penderita ADHD yang mengalami obesitas Menurunkan resiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan berbagai jenis kanker Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol dalam batas normal Menguatkan tulang anda Meningkatkan rasa percaya diri dan memperbaiki mood anda   Berapa Lama Anda Sebaiknya Berolahraga ? Para ahli kesehatan berpendapat bahwa sebaiknya anda melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit setiap minggunya. Berarti sekitar 30 menit selama 5 hari setiap minggunya. Bila anda melakukan olahraga dengan intensitas yang lebih berat, seperti berlari atau aerobik, waktu yang diperlukan dapat hanya sekitar 75 menit setiap minggunya. Olahraga yang boleh anda lakukan tidak dibatasi. Anda dapat melakukan berbagai jenis olahraga yang anda sukai, seperti lari, bersepeda, aerobik, angkat beban, atau mengikuti berbagai kelas di tempat fitness anda. Anda juga dapat menggabungkan dan memvariasikan jenis olahraga yang anda lakukan agar anda tidak cepat merasa bosan. Berkeringat dan meningkatnya denyut jantung anda selam berolahraga merupakan tanda bahwa anda telah berolahraga dengan benar. Bila anda merasa bosan atau kurang termotivasi berolahraga sendirian, ajaklah teman atau keluarga anda untuk menemani anda, dengan demikian anda tetap dapat rutin berolahraga setiap minggunya.
 26 Jul 2014    13:00 WIB
Tips Untuk Anda Yang Punya Masalah Nyeri Punggung
Hampir semua orang pernah mengalami nyeri punggung. Hal ini selain dapat menggangggu aktivitas sehari-hari juga akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Ada berbagai cara untuk menghindari masalah yang satu ini: Dimulai dengan melakukan kebiasaan baik. Stop merokok, menjaga berat badan ideal, makan makanan yang sehat dan olahraga. Postur tubuh yang baik, olahraga yang melatih keseimbangan, kekuatan dan fleksibel dapat membantu menguatkan punggung Anda.  Pertahankan postur tubuh yang baik Pertahankan postur tubuh yang baik, duduk dengan tegak, hindari membungkuk dan jangan duduk lebih dari 30 menit. Penting juga memberi penyangga pada punggung Anda disaat Anda duduk dan tidur. Duduk dengan lutut sedikit menekuk dan lebih tinggi dari pinggul Anda. Ketika di tempat tidur Anda boleh menggunakan bantal jika perlu untuk menyangga punggung Anda. Olahraga rutin akan sangat membantu  Saat Anda berolahraga, Anda boleh melakukan sit-up dan ektensi bagian punggung Anda menggunakan bola yang ada di pusat kebugaran. Saat Anda berolahraga pastikan bermanfaat untuk otot atas dan bawah punggung Anda. Selain itu olahraga juga membantu mempertahankan kelenturan punggung Anda. Apabila Anda tidak mampu melakukan hal tersebut. Berjalan menjadi pilihan yang tepat untuk kesehatan punggung Anda Jangan memutar tubuh Anda saat Anda membawa barang. Putarlah tubuh Anda dan usahakan pinggul dan bahu menghadap ke arah yang sama. Jika Anda melakukan pekerjaan seperti berkebun yang melakukan banyak aktivitas membungkuk, sering-seringlah beristirahat dan regangkan punggung Anda ketika berdiri.  Jangan abaikan rasa sakit Apabila Anda merasakan nyeri pada punggung Anda, hentikan aktivitas Anda, istirahat dan konsultasi dengan dokter. Mengabaikan rasa nyeri akan menimbulkan komplikasi nantinya. Dengan mengikuti tips diatas diharapkan Anda dapat kembali bergerak dengan mudah dan bebas nyeri. Sumber: health24
 10 Apr 2014    16:00 WIB
Tips Untuk Menurunkan Kadar Trigliserida
Cara utama untuk mengatasi kadar trigliserida yang tinggi adalah dengan mengkonsumsi diet sehat dan berolahraga secara teratur. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu menjaga kadar trigliserida anda. 1.  Berolahraga Secara TeraturJika anda memiliki kondisi kesehatan yang cukup baik, maka salah satu cara terbaik untuk menurunkan kadar trigliserida adalah dengan berolahraga secara teratur. Pilihlah olahraga yang membuat jantung anda berdetak lebih cepat.Berolahragalah selama setidaknya 30 menit setiap harinya atau 5 hari seminggu. Anda tidak perlu bergabung ke tempat fitness untuk berolahraga. Berjalan cepat setiap harinya merupakan salah satu jenis olahraga.2.  Kurangi Konsumsi Lemak Kurangilah konsumsi lemak jenuh, lemak trans, dan koelsterol di dalam menu makanan anda untuk menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol di dalam tubuh anda. Lemak jenuh ini biasanya ditemukan dalam berbagai produk hewani, seperti daging dan produk olahan susu.Kurangi konsumsi lemak total dalam menu makanan anda. Batasi konsumsi lemak anda hingga hanya mencakup sekitar 30% dari total kalori yang anda konsumsi. Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir dan sirup. Batasi juga konsumsi berbagai makanan yang dipanggang yang dibuat dari tepung dan gula. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti gandum, beras coklat, dan sayuran.Konsumsilah 25-30 gram serat setiap harinya. Serat ini dapat diperoleh melalui buah-buahan, sayuran, dan gandum.3.  Turunkan Berat BadanPenurunan berat badan sebesar 5-10% dapat menurunkan kadar trigliserida anda. Turunkan berat badan anda jika anda memiliki berat badan berlebih. Mintalah dokter anda untuk mengukur indeks massa tubuh anda. Orang dengan berat badan sehat biasanya memiliki kadar trigliserida yang normal.Lemak yang terdapat pada bagian perut merupakan lemak yang berhubungan dengan peningkatan kadar trigliserida. 4.  Hindari Konsumsi Minuman BeralkoholMengkonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida anda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari 1 gelas (wanita) atau 2 gelas (pria) setiap harinya dapat meningkatkan kadar trigliserida anda. Tanyakanlah pada dokter anda mengenai berapa banyak minuman beralkohol yang boleh anda konsumsi.5.  Tingkatkan Konsumsi Omega 3Konsumsilah berbagai jenis makanan sumber asam lemak omega 3 yang dapat membantu menurunkan kadar trigliserida. Berbagai jenis makanan tersebut adalah ikan salmon, tuna, mackerel, dan sardin. 6.  Penggunaan Obat-obatanPada beberapa orang yang memiliki kadar trigliserida yang tinggi, penggunaan obat-obatan mungkin diperlukan, terutama bila perubahan pola makan dan kebiasaan olahraga tidak dapat menurunkan kadar trigliserida anda. Beberapa obat-obatan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar trigliserida adalah obat golongan fibrat, asam nikotinat (niasin/vitamin B3), omega 3 dosis tinggi (harus berada di bawah pengawasan dokter).Obat golongan fibrat dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan memperbaiki kadar kolesterol LDL dan HDL.Vitamin B3 dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menurunkan kadar kolesterol LDL serta trigliserida saat dikonsumsi dalam dosis tinggi (lebih tinggi dari kebutuhan harian), tetapi harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter. Mengendalikan tekanan darah tinggi dan menghentikan kebiasaan merokok dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung. Sumber: urmc.rochester, webmd
 14 Dec 1901    04:05 WIB
Apa Dampak Olahraga Pada Otak Anda?
Para peneliti pun sebenarnya masih belum mengetahui secara pasti bagaimana pengaruh olahraga pada otak dan mengapa olahraga dapat membantu mengatasi depresi. Akan tetapi, para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan olahraga dapat membantu proses neurogenesis, yaitu pembentukan sel-sel saraf baru di dalam otak. Berdasarkan teori di atas, sel-sel saraf baru tersebut biasanya diproduksi di bagian otak yang disebut dengan hipokampus, yang merupakan bagian otak yang berperan penting untuk mengatur mood seseorang. Berbagai penelitian mengenai depresi telah menunjukkan bahwa seorang penderita depresi biasanya memiliki area hipokampus yang lebih kecil daripada orang lainnya yang tidak menderita depresi. Hal ini pun membuat para peneliti menduga bahwa depresi mungkin terjadi akibat sel-sel otak penderita tidak memproduksi cukup banyak sel-sel saraf baru. Sebuah penelitian di tahun 2006 menunjukkan bahwa olahraga tampaknya dapat memicu pembentukan sel-sel saraf baru di dalam otak, mungkin dengan cara meningkatkan kadar endorfin tertentu. Hal inilah yang mungkin menyebabkan mengapa olahraga dapat membantu mengatasi berbagai gejala depresi. Sementara itu, sebuah penelitian lainnya di Swedia memiliki teori berbeda, yaitu bahwa olahraga menyebabkan terjadinya berbagai perubahan pada otot-otot tubuh Anda, yang membantu mengeluarkan berbagai zat berbahaya di dalam darah akibat stress yang dapat mengganggu kesehatan otak. Pada penelitian ini, para peneliti mengembangbiakkan tikus dengan cara tertentu sehingga mereka memiliki kadar protein PGC-1a1 yang tinggi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, para peneliti telah menemukan bahwa kadar protein ini dapat ditingkatkan dengan berolahraga. Kemudian, para peneliti pun memaparkan tikus yang memiliki kadar protein PGC-1a1 yang tinggi dengan situasi stress dan membandingkannya dengan tikus biasa. Walaupun semua hewan percobaan mengalami stress, tikus yang memiliki kadar protein PGC-1a1 yang tinggi di dalam ototnya tidak mengalami gejala-gejala depresi. Hal ini dikarenakan tikus-tikus tersebut juga memiliki kadar enzim KAT yang lebih tinggi. Para pneleiti menduga enzim ini murupakan enzim penting yang berfungsi untuk menghancurkan suatu zat tertentu yang terbentuk saat stress yang berhubungan dengan terjadinya depresi. Enzim KAT ini berfungsi untuk mencegah zat berbahaya tersebut masuk ke dalam otak melalui aliran darah. Untuk mengetahui bagaimana efek olahraga pada manusia, maka peneliti pun melakukan penelitian pada manusia. Para peneliti memeriksa keadaan otot para peserta penelitian setelah berolahraga selama 3 minggu. Para peneliti pun menemukan bahwa kadar protein dan enzim di atas juga meningkat. Akan tetapi, para peneliti menyatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah mekanisme benar-benar merupakan hal yang membuat olahraga mampu melindungi seseorang dari gangguan depresi.     Sumber: menshealth