Your browser does not support JavaScript!
 20 Jun 2019    08:00 WIB
3 Langkah Mengobati Gangguan Obsesif Kompulsif
Gangguan obsesif kompulsif adalah suatu gangguan psikologis dimana Anda menjadi terobsesi terhadap sesuatu. Obsesi yang muncul dapat berupa orang, benda, kebiasaan, apa saja. Obsesi ini dapat membuat Anda merasa gila, merasa panik akan merusak sesuatu, dan takut Anda tidak bisa mewujudkan obsesi Anda. sebenarnya Anda bisa mengendalikan gangguan obsesif kompulsif ini dan membuat hidup Anda lebih mudah dan tenang. Berikut adalah 3 langkah untuk mengatasi gangguan obsesif kompulsif : 1.  Menerimanya Hal yang sangat vital dalam menghadapi gangguan obsesif kompulsif adalah menerimanya dan juga mempelajari lebih dalam tentang obsesif kompulsif, jangan lupa Anda pun harus menyelesaikannya. Karena stigma yang sudah terbentik di masyarakat mengenai obsesif kompulsif, sehingga akan sangat sulit untuk berbagi mengenai masalah ini dengan orang lain. Jadi terimalah kondisi ini, karena mengeluh tidak akan membuat keadaan lebih baik. Penerimaan akan membuat Anda bergerak maju. 2.  Mencari bantuan profesionalSetelah Anda menerima keadaan, saatnya Anda mencari bantuan profesional. Temuilah psikiater yang dapat membantu Anda menangani masalah ini. Mungkin Anda akan memerlukan obat-obatan yang diresepkan dan beberapa perubahan kebiasaan untuk dapat membuat perbaikan keadaan. Dokter ahli akan membantu Anda mengenal dan melewati masalah obsesif kompulsif Anda, memonitor kemajuan yang Anda alami dan membuat rencana terapi yang khusus untuk Anda. 3.  Jangan menyerahMemang menjalani pengobatan dan berbagai terapi dapat sangat melelahkan dan membuta frustasi. Terkadang terlihat mustahil untuk mengobati obsesif kompulsif Anda dan menjadi lebih baik. Tetapi kunci untuk dapat menag melawan obsesif kompulsif adalah tidak pernah menyerah dan tetap menjalani pengobatan sebagai proses hidup. Setiap kali Anda merasa jatuh, segera kumpulkan kembali kekuatan Anda, berbagilah dengan orang-orang yang Anda cintai. Akan lebih mudah menjalani proses ini jika Anda tidak sendirian.Tiga hal diatas merupakan langkah awal untuk Anda menghadapi masalah obsesif kompulsif. Yang harus Anda ingat bahwa obsesif kompulsif merupakan suatu gangguan, suatu masalah kecil yang sama dengan masalah lain di kehidupan. Anda hanya harus tetap kuat dalam menghadapinya.Sumber: magforwomen
 29 Mar 2019    08:00 WIB
Gangguan Obsesif-Kompulsif Yang Tidak Disadari
Apakah gangguan obsesif kompulsif itu?Gangguan Obsesif-Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah munculnya ide-ide, gambaran, atau impuls yang tidak dinginkan, mengganggu dan menimbulkan kecemasan secara berulang, yang mungkin tampak aneh, bodoh, jahat, atau mengerikan untuk orang yang mengalaminya. Kompulsi adalah desakan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi. Apa penyebab dari gangguan obsesif kompulsif?Penyebab gangguan obsesif-kompulsif tidak sepenuhnya diketahui.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan ini mungkin melibatkan kombinasi faktor biologis dan lingkungan. Apa saja gejala dari gangguan obsesif kompulsif?Obsesi yang sering terjadi antara lain :•  takut kotor atau terkontaminasi kuman (misalnya, takut kalau menyentuh gagang pintu akan terkena kuman atau penyakit)•  khawatir (misalnya khawatir kalau belum mengunci pintu)•  takut kehilangan (misalnya takut kehilangan uang atau orang yang dicintai)•  takut menjadi agresif dan mencederai seseorang•  takut dipermalukan Kompulsi yang sering terjadi antara lain :•  berulang kali mandi atau mencuci tangan•  menolak untuk bersalaman atau menyentuh gagang pintu•  berulang kali memeriksa sesuatu, misalnya kompor•  terus menghitung saat melakukan pekerjaan yang rutin•  selalu menyusun sesuatu dalam cara yang sama•  berulang kali mengulangi kata, frasa, atau doa tertentu•  kebutuhan untuk melakukan sesuatu sebanyak beberapa kali•  terpaku pada kata-kata, gambaran, atau pikiran, yang biasanya mengganggu, tidak mau hilang, dan bisa sampai mengganggu tidur Sebagian besar tindakan kompulsif bisa dilihat secara langsung, misalnya berulang kali mencuci tangan atau memeriksa pintu untuk memastikan bahwa pintu sudah dikunci. Tindakan kompuslif lainnya bisa merupakan suatu kegiatan batin, misalnya berulang kali menghitung atau membuat pernyataan untuk menghilangkan bahaya. Apa saja pengobatan untuk gangguan obsesif kompulsif?Terapi pemaparan merupakan sejenis terapi perilaku yang bisa membantu mengatasi gangguan ini. Penderita dihadapkan pada situasi atau orang yang bisa memicu timbulnya obsesi, kompulsi maupun rasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman atau kecemasan secara bertahap akan berkurang jika penderita mencegah dirinya melakukan tindakan kompulsif selama dihadapkan pada rangsangan tersebut. Dengan cara ini, penderita dapat memahami bahwa tidak perlu melakukan tindakan kompulsif untuk menghilangkan rasa tidak nyaman. Obat - obatan yang dapat digunakan antara lain•  Anti-depresan trisiklik. •  Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs).•  Obat anti-cemas yang bisa digunakan antara lain Buspirone.Psikoterapi dilakukan agar penderita lebih memahami pertentangan batin yang mungkin melatarbelakangi terjadinya gangguan ini. Biasanya kombinasi psikoterapi dan obat-obatan merupakan pengobatan yang terbaik bagi gangguan obsesif-kompulsif. Ingin mengetahui lebih lengkap mengenai gangguan obsesif kompulsif? Silahkan baca di sini Sumber: cek gejala penyakit
 10 Oct 2018    11:00 WIB
Apakah Anda Mengalami Gangguan Cemas?
Merasa cemas atau gugup adalah sesuatu yang normal. Beberapa kejadian dapat menimbulkan rasa gugup atau takut. Kegugupan atau ketakutan yang paling sering terjadi biasanya disebabkan karena kekhawatiran akan masa depan, apakah Anda mendapat promosi di pekerjaan? Apakah Anda membesarkan anak dengan benar? Apakah bisnis Anda berjalan dengan baik? Hal-hal demikian sering membuat Anda takut dan gugup, dan hal tersebut sangat normal terjadi. Tetapi rasa cemas, takut, gugup yang tampaknya normal itu sering menjadi penyebab stress sehari-hari. Bahkan di Amerika sebanyak 18% populasi penduduknya mengalami gangguan cemas. Beberapa orang mempunyai kemampuan untuk menenangkan diri saat menghadapi berbagai masalah, sementara yang lain menghadapi rasa stress melalui episode kecemasan. Kecemasan dapat menjadi sulit untuk dideskripsikan. Kecemasan dapat digambarkan seperti berdiri diatas gedung yang akan runtuh tanpa ada apapun yang melindungi diri Anda kecuali sebuah payung. Atau bisa juga digambarkan seperti Anda sedang memegang benda yang berputar dengan sangat cepat tanpa bisa melakukan apapun untuk memperlambatnya. Kunci untuk membedakan apakah rasa cemas itu normal atau berlebihan adalah dari frekuensi, durasi dan intensitas dari rasa cemas dibandingkan dengan peristiwa yang menyebabkan rasa cemas tersebut. Berbagai tipe kecemasan dihubungkan dengan jenis penyebabnya adalah:•  Gangguan panik, tipe kecemasan ini digambarkan seperti serangan panik atau serangan ketakutan yang intens atau teror yang berkembang dengan cepat dan tak terduga.•  Fobia sosial atau ketakutan dipermalukan di hadapan publik•  Kelainan obsesif kompulsif, adalah tipe gangguan cemas dimana orang tersebut melakukan sesuatu secara berulang-ulang diluar keinginan mereka. •  Gangguan cemas karena perpisahan, hal ini timbul saat berada jauh dari rumah atau jauh dari orang yang disayangi•  Anoreksia nervosa adalah ketakutan akan peningkatan berat badan•  Gangguan somatisasi adalah banyaknya keluhan yang timbul mengenai masalah fisik padahal tidak ada bukti yang membenarkan adanya suatu penyakit.•  Hipokondrosiasis yaitu ketakutan akan mengalami penyakit yang serius•  Gangguan stress paska trauma adalah rasa cemas karena kejadian trauma seperti kematian seseorang yang dicintai, peperangan atau menjadi korban kejahatanSumber: healthline