Your browser does not support JavaScript!
 24 Aug 2018    11:00 WIB
Ternyata Ini Penyebab Kulit Selangkangan Menjadi Hitam
Semua orang tentu ingin memiliki kulit putih dan bersih, terutama untuk para wanita. Sekalipun untuk daerah yang tertutup. Namun apa yang terjadi apabila seseorang yang memiliki kulit selangkangan yang menghitam, tentu akan menjadi kurang percaya diri dan dapat mengganggu penampilan seseorang. Terutama untuk Anda yang ingin menggunakan pakaian renang. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa kulit selangkangan bisa mudah berubah menjadi lebih hitam. Perubahan warna tersebut dapat disebabkan karena terjadi hiperpigmentasi kulit. Pigmentasi adalah perubahan warna kulit seseorang yang disebabkan adanya penyakit atau perlukaan yang bisa menimbulkan perubahan warna yang lebih gelap (hyperpigmentation) atau lebih terang (hypopigmentation) Penyebab utama hiperpigmentasi adalah peningkatan jumlah melanin, substansi tubuh yang bertanggung jawab terhadap tampilan warna kulit (pigmen). Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan perubahan warna kulit di selangkangan: Kegemukan Seseorang yang memiliki berat badan berlebih memiliki paha yang lebih besar sehingga mudah terjadi gesekan paha setiap hari. Hal ini yang menyebabkan selangkangan akan terlihat lebih gelap. Kondisi lembab Kondisi lembab membuat seseorang menjadi lebih mudah berkeringat terutama dibagian yang tertutup, saat berkeringat akan mudah menimbulkan rasa gatal. Apabila seseorang sering menggosok kulit selangkangan dan menimbulkan iritasi. Hal ini juga dapat membuat kulit selangkangan menjadi gelap.  Pakaian ketat Menggunakan celana dan pakaian dalam yang terlalu ketat Minum obat kontrasepsi  Pil kontrasepsi juga dapat menyebabkan perubahan warna kulit termasuk kulit selangkangan. Infeksi jamur Infeksi jamur pada kulit juga dapat membuat selangkangan menjadi lebih hitam Usia  Pertambahan usia dapat meningkatkan proses pigmentasi sehingga membuat selangkangan menjadi  lebih hitam. Agar selangkangan Anda tidak menjadi lebih hitam usahakan Anda menghindari penyebab selangkangan hitam Baca juga: Tips Untuk Menyamarkan Warna Gelap Selangkangan  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: simpleremedies
 03 Jul 2018    11:00 WIB
Berbagai Metode Mencegah Kehamilan
Jaman dulu orang berpendapat "banyak anak, banyak rejeki." Namun, di jaman ini seringkali orang berpikir untuk membatasi jumlah anak mereka karena mungkin sisi ekonomi atau alasan lainnya. Pemerintah sendiri ada suatu program yang disebut dengan Keluarga Berencana dengan slogan "Dua anak cukup." Apapun itu yang menjadi pertimbangan untuk mencegah kehamilan, berikut adalah beberapa metode yang ada 1.         Cara alami Ini adalah cara tradisional yang tidak membutuhkan obat atau alat tertentu untuk mencegah kehamilan. Pertama adalah pantang melakukan atau menghindari hubungan seksual. Kedua adalah dengan senggama putus atau disebut juga coitus interruptus yaitu suatu metode dengan cara menarik penis dari vagina sebelum mengalami ejakulasi. Teori atau tujuannya adalah agar sperma tidak masuk atau tersimpan ke dalam vagina yang bisa mengakibatkan kehamilan. Cara senggama putus ini memerlukan pengendalian diri sehingga ketika menarik penis dari vagina pada waktu yang tepat. Namun juga perlu dipahami bahwa cara ini tidak sepenuhnya efektif karena tergantung pengendalian dan waktu yang tepat tadi. Menurut the United States Health and Human Services (HHS) Office for Population Affairs, dari 100 wanita yang menggunakan metode ini, 20 diantaranya hamil. Sedangkan penelitian lainnya dari 100 perempuan, 28 diantaranya hamil. Jadi tingkat keberhasilannya sekitar 80%. Namun, ada pasangan yang berpendapat bahwa metode ini mengganggu kesenangan seksual karena harus ejakulasi di luar yang menuntut untuk mengendalikan diri. 2.         Menggunakan alat bantu Kondom Alat bantu yang umum dipakai adalah kondom yang terbuat dari latek. Kondom bukan saja mencegah sperma masuk ke dalam vagina, namun juga mencegah penularan penyakit yang disebabkan dari hubungan seksual. Saat ini ada kondom untuk pria dan juga kondom untuk wanita. Untuk kondom pria tingkat efektifitas mencegah kehamilan 82% sedangkan kondom wanita 79%. Diafragma Alat lainnya disebut dengan diafragma yaitu karet yang berbentuk kubah yang dimasukan ke dalam vagina dan bersifat elastis. Tingkat keefektifan dalam mencegah kehamilan sekitar 88% jika digunakan dengan spermisida dan sekitar 77% - 83% jika digunakan tanpa spermisida. Cervical Cap Cervical cap atau tutup serviks ini memiliki bentuk seperti tudung saji yang terbuat dari karet latek. Alat ini diletakan di atas serviks atau dinding Rahim dengan tujuan untuk menghalabi sperma masuk. Tingkat keefetifannya 77%-83% dan jika digunakan dengan spermisida sekitar 88%.   3.         Suntikan Suntikan ini perlu dilakukan setiap 3 bulan sekali. Tujuan dari suntikan ini adalah menghentikan wanita untuk melepaskan sel telurnya agar tidak terjadi kehamilan. Tingkat keefektifannya sekitar 94%   4.         Pil kontrasepsi Pil ini harus dikonsumsi setiap hari. Pil ini merupakan kombinasi dari dua hormone yaitu estrogen dan progestin yang berfungsi untuk menghentikan ovulasi dan juga membuat dinding rahim lebih tipis. Tingkat keefektifannya antara 91%-95%.   Ini adalah sebagian dari metode mencegah kehamilan. Masih ada cara-cara lainnya seperti implant maupun vasektomi. Selain itu juga masih ada alat bantu lainnya baik yang sifatnya hormonal maupun non-hormonal. Sebab itu jika sobat sehat ingin mengenal lebih jauh dan mana yang lebih sesuai, ada baiknya sobat sehat bisa konsultasi ke dokter yang bersangkutan.
 11 Apr 2018    18:00 WIB
Lelah Minum Pil KB, IUD Bisa Jadi Pilihan Anda. Ini Alasannya...
Menggunakan alat kontrasepsi adalah pilihan yang tepat untuk mengontrol kehamilan. Tetapi memilih alat kontrasepsi yang mana bisa dibilang susah-susah gampang. Mengapa? Karena alat kontrasepsi yang Anda pilih harus cocok dengan kondisi tubuh Anda dan membuat Anda nyaman saat menggunakannya. Misal pil KB, alat kontrasepsi ini sangat mudah digunakan hanya tinggal mengikuti jadwal minum obat yang tepat, tetapi kadang ada beberapa masalah yang dirasakan misal badan menjadi lebih gemuk dan malas minum obat setiap hari. Untuk Anda para wanita yang sedang mencari alat kontrasepsi yang tepat maka bisa memilih IUD. IUD, atau alat kontrasepsi yang bersifat fleksibel, kecil, plastik yang berbentuk seperti "T" dan dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Alat ini efektif, nyaman, dan dapat mengontrol kehamilan yang bersifat tahan lama - dapat mencegah kehamilan selama bertahun-tahun.   Bagaimana cara kerja IUD? Bagaimana cara IUD mencegah kehamilan tergantung pada jenis IUD yang digunakan. IUD mengandung salah satu dari dua zat yang mencegah kehamilan: tembaga (copper) atau hormon levonorgestrel. IUD Copper IUD yang mengandung tembaga disebut ParaGard. Tembaga dalam IUD mencegah sperma pergi ke tuba falopi (dimana tempat pembuahan terjadi). Jika sperma mampu mencapai sel telur dan membuahinya, tembaga akan menjaga sel telur yang telah dibuahi agar tidak menempel ke rahim, sehingga kehamilan tidak terjadi. IUD tembaga 99% efektif mencegah kehamilan, dan dapat tetap ditanamkan selama sekitar 10 tahun sebelum perlu diganti. IUD Hormon Mengandung hormon levonorgestrel (hormon progesteron yang biasa digunakan dalam alat kontrasepsi), yang perlahan-lahan dan secara teratur dirilis untuk mencegah ovulasi, atau pelepasan sel telur. IUD hormon antara 98-99% persen efektif dan akan berlangsung hingga lima tahun. Risiko dan Efek Samping dari IUD IUD adalah, metode pengendalian kehamilan yang aman dan efektif, namun ada risiko kesehatan dan efek samping yang perlu dipertimbangkan, seperti: Perlindungan terhadap penyakit menular seksual IUD memang melindungi agar tidak terjadi kehamilan, namun tidak mencegah penyakit menular bila melakukan hubungan intim yang sembarangan, Untuk perlindungan terhadap penyakit menular seksual. Anda harus menggunakan kondom selain IUD. Perubahan menstruasi Adanya bercak dan periode yang lebih berat bisa terjadi saat menggunakan IUD. Ada beberapa wanita yang benar-benar mengalami pendarahan ringan sampai berat. Perdarahan saat menstruasi dapat menjadi begitu berat sehingga mengalami anemia (kekurangan sel darah merah). IUD juga dapat meningkatkan kram menstruasi dan menyebabkan beberapa wanita mengalami nyeri punggung bagian belakang. Tergelincir Kondisi ini jarang terjadi, tapi bisa saja IUD tergelincir dari tempatnya, bisa terdorong ke arah rahim atau menyelinap keluar dari rahim dan masuk ke dalam vagina. IUD dapat diambil dan ditaruh kembali ke tempat semula, tapi IUD tidak dapat mencegah kehamilan bila tidak berada di tempat yang tepat. Infeksi Kondisi ini juga jarang terjadi, tetapi IUD bisa menyebabkan infeksi. Ini adalah masalah yang jarang terjadi, hanya mempengaruhi 1 dari setiap 1.000 wanita yang menggunakan IUD). Infeksi tersebut dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang untuk sistem reproduksi dan bisa menyebabkan sulit hamil nantinya. Reaksi alergi Siapapun wanita yang alergi terhadap tembaga maka jangan gunakan copper IUD. IUD hanya boleh dipasang oleh ahlinya seperti dokter spesialis kandungan atau bidan. Dan saat Anda memutuskannya untuk menggunakannya harus dipertimbangkan dahulu dengan baik. Apa keuntungan dan efek samping yang akan terjadi. Namun bila Anda ingin mencegah kehamilan jangka panjang dan merasa repot bila harus minum pil KB setiap hari maka IUD bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda.   Baca juga: Memilih alat kontrasepsi   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: everydayhealth