Your browser does not support JavaScript!
 27 Sep 2019    18:00 WIB
Apa Resiko dari Sering Mengkonsumsi Obat Anti Nyeri?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa beberapa jenis obat anti nyeri dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan pembekuan darah berat. Pada penelitian ini, orang yang mengkonsumsi obat golongan NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) tertentu beresiko lebih tinggi, yaitu hingga 80% untuk menderita penyumbatan pembuluh darah akibat adanya bekuan darah, seperti DVT (deep vein thrombosis), suatu keadaan di mana terdapat bekuan darah di daerah kaki (betis atau paha) atau emboli paru, suatu keadaan di mana bekuan darah masuk ke dalam paru-paru dan menyumbat pembuluh darah arteri di dalamnya. Obat golongan NSAID yang dikenal sebagai inhibitor COX-1 dan COX-2 dapat mengakibatkan penurunan produksi enzim yang berperanan dalamm proses pembentukan dan pencegahan pembekuan darah. Mengkonsumsi obat yang bekerja sebagai inhibitor COX-2 dapat menyebabkan gangguan keseimbangan kedua enzim yang diperlukan untuk mengatur proses pembekuan darah, yang dapat menyebabkan peningkatan proses pembekuan darah. Hal ini menjelaskan mengapa para peserta penelitian yang mengkonsumsi obat golongan NSAID yang bekerja sebagai inhibitor COX-2 memiliki resiko yang lebih tinggi (hingga 99%) untuk menderita gangguan pembekuan darah seperti DVT. Walaupun penelitian ini tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara konsumsi obat golongan NSAID dengan peningkatan resiko terjadinya gangguan pembekuan darah, akan lebih baik bila Anda menghindari konsumsi obat-obatan tersebut bila Anda juga memiliki faktor resiko DVT lainnya seperti obesitas, usia lanjut, merokok, dan sering duduk dalam waktu lama. Sumber: menshealth
 22 Jul 2018    18:00 WIB
Sering Minum Obat Anti Nyeri Ternyata Berbahaya Lho…
Hampir sebagian besar orang pasti pernah mengalami nyeri kepala, yang berarti sebagian besar orang juga pernah mengkonsumsi obat anti nyeri. Akan tetapi, terlalu sering mengkonsumsi obat anti nyeri ternyata dapat berbahaya bagi kesehatan Anda lho. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh BPOM Amerika, mengkonsumsi obat anti nyeri tidak hanya dapat berdampak buruk bagi lambung Anda, tetapi juga bagi kesehatan jantung dan otak Anda. Berdasarkan pemberitahuan yang dikeluarkan oleh BPOM Amerika, sekarang ini mereka akan mencantumkan tambahan peringatan pada obat anti nyeri golongan NSAIDs (non steroid anti inflammatory drugs). Peringatan tambahan tersebut adalah resiko terjadinya serangan jantung atau stroke akan meningkat bahkan pada minggu awal penggunaan obat NSAID. Resiko ini tampaknya akan semakin tinggi seiring dengan semakin lama seseorang mengkonsumsi obat golongan NSAID tersebut. Selain itu, resiko ini juga akan bertambah tinggi pada orang-orang yang mengkonsumsi obat NSAID dosis tinggi. Obat anti nyeri golongan NSAIDs yang paling sering digunakan dan dapat dibeli dengan bebas di pasaran adalah ibuprofen dan naproxen.   Baca juga: Apa Resiko dari Sering Mengkonsumsi Obat Anti Nyeri?   Takut terkena serangan jantung atau stroke karena mengkonsumsi kedua obat tersebut? Jangan panik. Anda hanya harus lebih pintar dalam menggunakan kedua obat tersebut yaitu dengan cara mengkonsumsi obat dengan dosis sekecil mungkin untuk waktu yang sesingkat mungkin. Jadi, bila Anda hanya mengkonsumsi ibuprofen sesekali untuk meredakan nyeri, maka hal ini biasanya tidak akan menimbulkan efek samping berat seperti yang disebutkan di atas. Akan tetapi, ada beberapa orang yang perlu lebih berhati-hati dalam menggunakan obat anti nyeri golongan NSAID yaitu: Orang yang menderita gangguan jantung Orang yang memiliki resiko tinggi menderita stroke atau gangguan jantung; misalnya orang yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi, menderita diabetes, obesitas, dan pernah menderita gangguan pembuluh darah Orang yang menggunakan obat anti nyeri golongan NSAID dalam waktu lama, dengan dosis tinggi Orang lanjut usia   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 29 Jan 2018    18:00 WIB
3 Tanda Anda Mengalami Kecanduan Obat Anti Nyeri
Bila Anda sedang sakit atau baru saja mengalami cedera berat, maka Anda mungkin akan sangat bergantung pada obat anti nyeri yang diresepkan dokter untuk mengatasi rasa nyeri yang Anda rasakan. Akan tetapi, apa yang terjadi bila bahkan setelah rasa nyeri di tubuh Anda menghilang, Anda tetap tidak bisa berhenti mengkonsumsi obat anti nyeri tersebut? Hal ini mungkin merupakan tanda bahwa Anda telah mengalami kecanduan obat anti nyeri. Bila hal ini dialami oleh anggota keluarga Anda, di bawah ini ada beberapa tanda kecanduan obat yang perlu Anda perhatikan dan waspadai.   Perubahan Perilaku Salah satu gejala awal dari kecanduan obat anti nyeri adalah perubahan perilaku yang terjadi secara mendadak. Perubahan perilaku ini mungkin juga akan disertai oleh perubahan kognitif dan fisik penderita, misalnya penderita jadi sering mengantuk, lebih agresif, atau berbicara tidak jelas.   Minum Obat Merupakan Bagian dari Rutinitas Hariannya Jika Anda atau orang yang Anda kenal tampaknya tidak dapat beraktivitas tanpa mengkonsumsi obat anti nyeri yang seharusnya hanya dikonsumsi dalam waktu singkat, maka hal ini merupakan tanda bahaya. Apalagi bila Anda merasa tidak dapat melakukan apapun bila tidak mengkonsumsi obat tersebut. Hal ini dapat merupakan tanda bahwa Anda sedang mengalami kecanduan obat.   Dosis Obat yang Dikonsumsi Lebih Banyak Daripada yang Dianjurkan Gejala lain dari kecanduan obat adalah bila penderita mengkonsumsi obat lebih banyak daripada yang dianjurkan. Penderita bahkan mungkin akan melakukan segala cara untuk mendapatkan obat tersebut seperti berbohong atau mencuri.   Baca juga: OMG, 10 Hal Ini Ternyata Juga Bisa Sebabkan Kecanduan Lho!!!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 30 Sep 2016    15:00 WIB
Obat Anti Nyeri Dapat Menimbulkan Gangguan Irama Jantung
Obat anti nyeri yang sangat populer penggunaannya saat ini terjadi dapat meningkatkan resiko timbulnya gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi. Studi terbaru yang diterbitkan di BMJ Open, Belanda, telah melakukan penelitian yang melibatkan 8.432 orang dengan usia rata-rata 69 tahun, mempunyai irama jantung yang normal pada awal dimulainya penelitian. Penelitian berlangsung selama 13 tahun dan sebanyak 87 orang mengalami atrial fibrilasi.Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi obat Anti nyeri dari golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (Nsaids) mengalami peningkatan resiko terkena atrial fibrilasi sebanyak 80%. Apa yang menjadi penyebab dari atrial fibrilasi memang belum jelas, tetapi teori dari peneliti adalah obat anti nyeri menyebabkan peningkatan tekanan darah dan retensi cairan. Kedua hal tersebut akan mempengaruhi fungsi dari jantung. Obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs (Nsaids) seperti ibuprofen dan aspirin juga telah lama diasosiasikan dengan peningkatan resiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Dr. Bruno H. Stricker, seorang profesor pharmaco-epidemiology di Erasmus University Medical Center in Rotterdam mengatakan agar orang-orang yang sudah berusia lanjut agar lebih berhati-hati saat memilih dan menggunakan obat anti nyeri. "Sebaiknya mereka tidak melakukan apa-apa untuk meredakan nyeri. Nyeri memang mengganggu, tetapi menjadi sekarat akan lebih mengganggu." Baca juga: Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: foxnews