Your browser does not support JavaScript!
 24 Apr 2019    08:00 WIB
Nyeri Punggung Terlalu Sering, Kenapa ya?
Apakah Anda sering merasakan nyeri pada punggung bagian bawah sepanjang waktu? Apakah Anda merasa sulit untuk duduk di satu tempat untuk waktu yang lama? Apakah Anda merasa rasa sakit di punggung bawah Anda? Rasa nyeri di bagian punggung bawah adalah masalah yang sering dihadapi oleh kebanyakan orang. Rasanya yang nyeri bisa sangat mengganggu dan membuat Anda sangat terganggu. Nah untuk Anda yang sering merasakan keluhan ini, ayo disimak sebenarnya apa penyebab Anda sering merasakan nyeri punggung: 1.      Aktivitas berat Penyebab paling umum dari nyeri punggung bawah adalah adanya tekanan yang berlebihan. Setiap kali Anda melakukan aktivitas berat dapat memberikan tekanan yang berlebihan  pada otot, tendon dan ligamen yang mengikat tulang belakang. Hal ini bila dibiarkan terus dapat merugikan kesehatan punggung bawah. Hal ini bisa terjadi karena duduk terlalu lama, olahraga berlebihan yang tidak disertai dengan pemanasan dan pendinginan yang baik. 2.      Cedera Cedera pada tulang akibat kecelakaan, operasi atau trauma juga dapat mempengaruhi punggung bawah Anda. Hal-hal sederhana seperti mengangkat benda berat dengan cara yang salah dapat menyebabkan cedera. Selain itu menggunakan tas yang terlalu berat, terutama tas tangan yang hanya dibawa oleh tangan kanan atau tangan kiri saja. 3.      Gangguan masalah medis Ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan rasa nyeri pada daerah punggung bawah seperti arthritis (radang sendi), spondylolisthesis (tulang belakang yang bergeser), osteoarthritis (pengeroposan tulang) dan spondilitis. 4.      Infeksi Infeksi rahim, infeksi kandung kemih, usus buntu, herpes zoster dan peradangan lainnya juga dapat menyebabkan nyeri punggung. Jika Anda mengalami infeksi ini dan terus menerus merasakan nyeri adanya baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda secepat mungkin. 5.      Postur Postur tubuh dan gerakan yang salah dapat menyebabkan ketegangan pada otot-otot tulang belakang dan sendi. Hal ini menyebabkan keausan tulang dan sendi, sehingga ikut berkontribusi terhadap rasa sakit di daerah punggung bawah 6.      Kehamilan Kehamilan adalah salah satu penyebab utama nyeri punggung pada wanita. Dengan bertambahnya usia kehamilan janin akan tumbuh membesar di dalam rahim ibu. Hal ini akan meningkatkan berat badan dan membebani bagian punggung bawah. Tekanan yang berlebihan ini akan membuat punggung menjadi nyeri. 7.      Masalah pada ginjal Batu ginjal, infeksi ginjal dan masalah lain yang terkait dengan ginjal dapat menyebabkan terjadinya nyeri punggung bawah. Selain itu, perdarahan dari ginjal juga dapat menjadi alasan di balik nyeri punggung bawah. 8.      Tumor Tumor yang berasal di daerah dekat panggul atau tulang tulang belakang dapat memperburuk nyeri pinggang. 9.      Masalah pada reproduksi Kista ovarium yang merupakan masalah kesehatan umum yang dapat menyebabkan nyeri punggung bawah yang cukup parah. Seringkali orang tidak dapat membedakan rasa nyeri yang dirasakan sehingga bingung untuk pergi berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan atau dokter spesialis tulang. 10.  Stress Jangan meremehkan stress. Stress, depresi dan rasa cemas berlebihan dapat menyebabkan terjadinya nyeri punggung bawah. Stress dan nyeri akan membentuk lingkaran setan dimana stress menyebabkan nyeri punggung dan nyeri yang menyebabkan ketidaknyamanan dan stress. Bila stress adalah penyebab mengapa Anda merasakan nyeri punggung bawah sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan psikiater. Pada awalnya nyeri punggung bawah adalah masalah kesehatan yang diremehkan. Seringkali orang tidak akan mau memeriksakan diri hanya karena nyeri punggung bawah. Namun dengan melihat beberapa penyebab mengapa Anda merasakan nyeri punggung bawah, ada baiknya Anda segera memeriksa diri kedokter bila rasa nyeri punggung bawah yang dirasakan terus menerus dan tak kunjung membaik. Baca juga: Tips Untuk Anda Yang Punya Masalah Nyeri Punggung Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: magforwomen
 12 Apr 2019    08:00 WIB
Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Wanita
Sebagian besar orang mengetahui gejala serangan jantung sebagai nyeri dada, sesak napas, dan mual. Akan tetapi, berbagai gejala tersebut lebih sering dialami oleh pria. Pada wanita, gejala serangan jantung dapat berbeda berupa nyeri pada payudara kiri anda yang menjalar ke lengan kiri dan kemudian ke bahu dan punggung anda. Selain itu, dapat pula disertai dengan mual, muntah, keringat dingin, dan nyeri dada. Karena gejala yang tidak khusus inilah, serangan jantung pada wanita seringkali terabaikan dan tidak terdiagnosa. Gejala serangan jantung yang biasa ditemukan adalah dada terasa tertekan atau nyeri dada seperti diremas atau ditusuk-tusuk pada bagian tengah dada atau pada dada sebelah kiri. Pada wanita, seringkali ditemukan gejala serangan jantung yang berbeda dari biasanya, walaupun wanita juga dapat mengalami gejala serangan jantung seperti di atas. Beberapa gejala serangan jantung yang berbeda dan dapat ditemukan pada wanita adalah: Sesak napas Badan terasa lemah Rasa lelah yang tidak biasa Mual Pusing Rasa tidak nyaman pada dada bagian bawah Rasa tidak nyaman pada ulu hati atau perut bagian atas Nyeri punggung atas Karena berbagai gejala di atas mirip dengan gejala gangguan pencernaan atau nyeri sendi, maka wanita seringkali tidak menduga dirinya sedang mengalami serangan jantung dan hanya menganggapnya sebagai gangguan pencernaan, radang sendi, atau bahkan stress. Bahkan saat merasa sesak napas, wanita biasanya hanya menganggapnya sebagai akibat kelelahan atau kurangnya olahraga atau bekerja secara berlebihan. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala atau nyeri yang tidak biasanya di bagian dada, punggung, atau lambung anda. Semakin lama pengobatan untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung anda, maka kerusakan yang terjadi pada otot jantung anda dapat semakin besar dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung. Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Olahraga Untuk Pengidap Penyakit Jantung Manula Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 06 Jan 2019    16:00 WIB
Benarkah Tidur di Atas Kasur Keras Dapat Mengurangi Nyeri Punggung?
Nyeri punggung atau nyeri pinggang merupakan 2 hal yang dapat membuat Anda sulit melakukan berbagai aktivitas harian Anda, dan bahkan dapat membuat Anda sulit tidur. Benarkah tidur di atas kasur keras dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang Anda rasakan? Sebuah penelitian yang dilakukan di Spanyol menemukan bahwa sekitar 84% kasus nyeri punggung terjadi akibat penderita tidur di atas kasur yang terlalu lembut (empuk). Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan kasur yang empuk tidak dapat menopang tulang belakang Anda.   Baca juga: Tips Untuk Memilih Kasur yang Tepat   Tulang belakang merupakan tulang yang berfungsi untuk menopang tubuh, baik saat berdiri, berjalan, maupun saat tidur. Tidur di atas kasur yang terlalu empuk membuat tulang punggung melengkung saat Anda tidur. Hal ini akan membuat persendian di sekitarnya terasa kaku dan bahkan menyebabkan terjepitnya saraf di antara tulang belakang. Hal inilah yang membuat Anda merasa nyeri punggung. Mandi dengan menggunakan air hangat dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada daerah punggung Anda. Selain itu, terapi pijat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri dengan cara mengendurkan otot punggung yang tegang. Cara lainnya yang dapat membantu mengatasi nyeri punggung yang Anda rasakan adalah dengan tidur di atas kasur yang lebih keras. Hal ini dikarenakan kasur yang keras dapat membantu menjaga tulang belakang Anda tetap berada dalam keadaan yang lurus selama tidur.   Sumber: Amazine
 27 Dec 2018    16:00 WIB
Penyebab Nyeri Punggung Yang Sering Tidak Disadari
Halo sahabat! Hari ini kita akan membahas tentang apa itu sakit punggung, dan ini merupakan pengalaman umum bagi banyak orang bukan? Baik pria maupun wanita, siapapun dari kita bisa mengalaminya. Tetapi apa itu nyeri punggung? Nyeri punggung bawah (low back pain) juga disebut lumbago, bukanlah gangguan. Itu adalah gejala dari beberapa jenis masalah medis yang berbeda. Biasanya hasil dari masalah dengan satu atau lebih bagian dari punggung bawah, seperti: ligament, otot-otot, saraf, struktur tulang yang membentuk tulang belakang, yang disebut vertebral bodies atau vertebrae, bisa juga karena ada masalah dengan organ di dekatnya, seperti ginjal. Nyeri punggung bawah mungkin terkait dengan tulang belakang lumbal tulang, cakram di antara tulang belakang, ligamen di sekitar tulang belakang dan cakram, sumsum tulang belakang dan saraf, otot punggung bawah, organ perut dan organ panggul, dan kulit di sekitar area lumbar. Sedang nyeri di punggung bagian atas mungkin karena gangguan aorta, tumor di dada, dan peradangan tulang belakang. Menurut American Association of Neurological Surgeons, 75 hingga 85 persen orang Amerika akan mengalami sakit punggung dalam hidup mereka. Dalam 90 persen dari semua kasus, rasa sakit membaik tanpa operasi. Lalu apa yang menyebabkan kita bisa mengalami masalah sakit punggung ini. Penyebab nyeri punggung bawah yang paling umum adalah ketegangan otot atau ligamen dan masalah dengan struktur punggung. Contoh kasus otot atau ligamen yang tegang, yaitu seperti kejang otot, piringan sendi yang rusak, cedera, patah tulang, atau jatuh. Hal-hal ini bisa dikarenakan aktifitas yang berlebihan. Seperti olah raga atau bekerja di lapangan berjam-jam, mengangkat sesuatu dengan tidak semestinya, mengangkat sesuatu yang terlalu berat, membuat gerakan tiba-tiba hingga melukai otot atau ligamen kita. Dan pada kasus atau masalah struktural, yang dapat menyebabkan sakit punggung, yaitu seperti: Putusnya piringan sendi. Piringan sendi yang menonjol. Sciatica (penyakit pegal pada pinggang atau linu panggul). Arthritis (radang sendi). Kelengkungan tulang belakang yang abnormal. Osteoporosis. Masalah ginjal. Sakit atau nyeri punggung juga bisa disebabkan karena aktivitas sehari-hari atau postur (posisi) tubuh yang buruk. Contohnya: Posisi duduk yang buruk saat menggunakan computer. Posisi duduk yang sangat bungkuk saat menggunakan komputer dapat meningkatkan masalah punggung dan bahu seiring waktu. Memutar pinggang badan. Batuk atau bersin. Ketegangan otot. Stretching yang berlebihan. Membungkuk untuk waktu yang lama. Mendorong, menarik, mengangkat, atau membawa sesuatu yang berat. Berdiri atau duduk untuk waktu lama. Tegang pada bagian leher, seperti saat mengemudi atau menggunakan komputer. Sesi mengemudi yang panjang tanpa istirahat, bahkan ketika tidak membungkuk. Tidur di kasur yang tidak mendukung tubuh dan menjaga tulang belakang tetap lurus. dan beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan nyeri punggung, seperti: Cauda equina syndrome: The cauda equine adalah berkas akar saraf tulang belakang yang timbul dari ujung bawah sumsum tulang belakang. Gejalanya termasuk nyeri tumpul di punggung bawah dan bokong bagian atas, serta mati rasa di pantat, alat kelamin, dan paha. Terkadang gangguan fungsi usus dan kandung kemih. Kanker tulang belakang: Tumor pada tulang belakang dapat menekan saraf, yang mengakibatkan nyeri punggung. Infeksi tulang belakang: Demam dan nyeri, area hangat di punggung bisa disebabkan oleh infeksi tulang belakang. Infeksi lain: Penyakit radang panggul, kandung kemih, atau infeksi ginjal juga dapat menyebabkan nyeri punggung. Gangguan tidur: Individu dengan gangguan tidur lebih mungkin mengalami nyeri punggung, dibandingkan dengan yang lain. Herpes zoster: Infeksi yang dapat mempengaruhi saraf dapat menyebabkan nyeri punggung. Ini tergantung pada saraf mana yang terpengaruh. Penyempitan kanal tulang belakang, atau stenosis tulang belakang. Perpindahan satu tubuh vertebral ke yang lain, disebut degeneratif spondylolisthesis. Hilangnya fungsi saraf di sumsum tulang belakang bagian bawah, disebut cauda equina syndrome (keadaan darurat medis). Infeksi jamur atau bakteri pada tulang belakang, seperti Staphylococcus, E. coli, atau tuberculosis. Lalu perawatan apa yang bisa dilakukan jika kita mengalami sakit punggung: Obat-obatan, seperti: obat pereda nyeri, anti inflamasi nonsteroid atau ibuprofen. Kompres panas atau kompres air es. Beristirahat dari aktivitas berat dapat membantu, tetapi bergerak di sekitar akan mengurangi kekakuan, mengurangi rasa sakit, dan mencegah otot melemah. Terapi fisik: Menerapkan panas, es, ultrasound, dan stimulasi listrik - serta beberapa teknik pelepasan otot ke otot punggung dan jaringan lunak - dapat membantu mengurangi rasa sakit. Suntikan kortison: Jika pilihan lain tidak efektif, ini mungkin disuntikkan ke ruang epidural, di sekitar sumsum tulang belakang. Cortisone adalah obat anti-inflamasi. Ini membantu mengurangi peradangan di sekitar akar saraf. Suntikan juga dapat digunakan untuk mematikan area yang dianggap menyebabkan rasa sakit. Botox: Botox (botulism toxin), menurut beberapa studi awal, dianggap mengurangi rasa sakit dengan melumpuhkan otot-otot yang terkilir saat kejang. Suntikan ini efektif selama sekitar 3 hingga 4 bulan. Traksi: Puli dan beban digunakan untuk meregangkan punggung. Ini dapat menyebabkan piringan sendi yang herniated kembali ke posisinya. Itu juga bisa menghilangkan rasa sakit, tetapi hanya sementara traksi diterapkan. Cognitive behavioral therapy (CBT): CBT dapat membantu mengelola nyeri punggung kronis dengan mendorong cara berpikir yang baru. Ini mungkin termasuk teknik relaksasi dan cara mempertahankan sikap positif. Studi telah menemukan bahwa pasien dengan CBT cenderung menjadi lebih aktif dan melakukan olahraga, sehingga risiko kambuhnya sakit punggung lebih rendah. Terapi alternatif yang dapat membantu meredakan nyeri punggung juga dapat dilakukan, seperti: akupunktur, pijat, chiropractic, terapi perilaku kognitif, teknik relaksasi. Nah sahabat, yang pasti, sangat disarankan untuk berbicara dengan dokter kita sebelum menjalani perawatan alternatif atau pelengkap apa pun yah.   Sumber : webmd, medicalnewstoday, healthline
 31 Aug 2015    16:00 WIB
Hii Seram! Salah Memakai BH Dapat Mengakibatkan Penyakit ini...!
Kebanyakan wanita memilih bra hanya karena modelnya yang lucu dan menarik. Bra yang berenda, berwarna-warni dan bentuknya yang seksi menjadi pilihan utama. Padahal yang paling penting adalah menggunakan bra yang pas dengan payudara. Banyak wanita tidak menyadari efek samping akibat penggunaan bra dengan ukuran yang tidak tepat. Saat Anda menggunakan bra, kemudian terasa longgar dan makin ketat. Ini adalah tanda agar  Anda mengganti bra Anda. Sebagian wanita menggunakan malas mengganti bra yang lama, biasanya bra yang sudah lama akan menjadi longgar karena proses pencucian. Padahal payudara yang longgar tidak menunjang payudara dengan baik. Selain itu apa lagi efek akibat menggunakan bra yang ukurannya tidak sesuai? Simak ulasan dibawah ini: Nyeri payudara Salah satu efek kesehatan yang paling umum dari menggunakan ukuran bra yang salah. Bra yang ketat selain membuat tidak nyaman juga menyebabkan nyeri pada payudara. Nyeri punggung Apabila Anda sering menggunakan nyeri punggung? Coba lihat ukuran bra Anda. Menggunakan bra terlalu kecil membuatnya tidak mampu menopang payudara dengan baik dan karena efek gravitasi itu membuat pemilik payudara sering membungkuk dan merasa nyeri pada punggung. Bra yang terlalu ketat, membuat tekanan pada tulang rusuk Anda berlebihan. Jadi bila Anda mengenakan bra berukuran salah, maka bersiaplah untuk menderita sakit punggung. Hal ini sering terjadi pada wanita dengan ukuran payudara besar. Payudara kendur Mengenakan bra yang longgar dapat merusak bentuk dan ukuran payudara. Padahal kegunaan bra untuk membantu mengangkat dan menjaga bentuk payudara. Nyeri leher dan pundak Sekali lagi, jika bra Anda terlalu ketat untuk payudara, tali bra memberikan tekanan pada bahu dan menyebabkan nyeri pada pundak. Tali bra yang terlalu ketat membuat Anda sulit bergerak sehingga terasa nyeri pada leher. Penyumbatan kelenjar getah bening Kelenjar getah bening setiap orang sangat halus dan sangat sensitif terhadap tekanan. Tekanan minimal yang terus menerus pada payudara dapat menyebabkan penyumbatan kelenjar getah bening. Merusak postur tubuh Anda Mengenakan ukuran bra yang salah dapat merusak postur tubuh Anda. Nyeri dirasakan di bahu, leher dan punggung cenderung membuat Anda lebih sering membungkuk yang jika dibiarkan terus akan merusak postur tubuh Anda. Memicu kanker payudara Seseorang yang menderita kanker, sebenarnya sudah memiliki “bakat” atau gen kanker yang dapat berkembang. Keadaan ini dapat berkembang apabila ada pemicunya. Untuk seorang wanita yang menggunakan bra terlalu ketat dan dirinya mempunyai gen kanker maka akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Hal bisa disebabkan karena aliran darah yang terhambat karena bra yang terlalu ketat. Kulit lecet Apabila Anda mengenakan sepasang ukuran bra yang tidak tepat, dapat menyebabkan lecet pada kulit di sekitar payudara, terutama ketika ukurannya terlalu ketat untuk ukuran payudara Anda. Hal-hal diatas merupakan efek yang bisa terjadi apabila Anda salah dalam memilih ukuran bra yang sesuai. Sebelum semuanya terjadi, jauh lebih baik dari sekarang Anda mencari bra yang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Baca juga: 10 Cara Mencegah Kanker Payudara Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: adviceadda
 26 Jul 2014    13:00 WIB
Tips Untuk Anda Yang Punya Masalah Nyeri Punggung
Hampir semua orang pernah mengalami nyeri punggung. Hal ini selain dapat menggangggu aktivitas sehari-hari juga akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Ada berbagai cara untuk menghindari masalah yang satu ini: Dimulai dengan melakukan kebiasaan baik. Stop merokok, menjaga berat badan ideal, makan makanan yang sehat dan olahraga. Postur tubuh yang baik, olahraga yang melatih keseimbangan, kekuatan dan fleksibel dapat membantu menguatkan punggung Anda.  Pertahankan postur tubuh yang baik Pertahankan postur tubuh yang baik, duduk dengan tegak, hindari membungkuk dan jangan duduk lebih dari 30 menit. Penting juga memberi penyangga pada punggung Anda disaat Anda duduk dan tidur. Duduk dengan lutut sedikit menekuk dan lebih tinggi dari pinggul Anda. Ketika di tempat tidur Anda boleh menggunakan bantal jika perlu untuk menyangga punggung Anda. Olahraga rutin akan sangat membantu  Saat Anda berolahraga, Anda boleh melakukan sit-up dan ektensi bagian punggung Anda menggunakan bola yang ada di pusat kebugaran. Saat Anda berolahraga pastikan bermanfaat untuk otot atas dan bawah punggung Anda. Selain itu olahraga juga membantu mempertahankan kelenturan punggung Anda. Apabila Anda tidak mampu melakukan hal tersebut. Berjalan menjadi pilihan yang tepat untuk kesehatan punggung Anda Jangan memutar tubuh Anda saat Anda membawa barang. Putarlah tubuh Anda dan usahakan pinggul dan bahu menghadap ke arah yang sama. Jika Anda melakukan pekerjaan seperti berkebun yang melakukan banyak aktivitas membungkuk, sering-seringlah beristirahat dan regangkan punggung Anda ketika berdiri.  Jangan abaikan rasa sakit Apabila Anda merasakan nyeri pada punggung Anda, hentikan aktivitas Anda, istirahat dan konsultasi dengan dokter. Mengabaikan rasa nyeri akan menimbulkan komplikasi nantinya. Dengan mengikuti tips diatas diharapkan Anda dapat kembali bergerak dengan mudah dan bebas nyeri. Sumber: health24