Your browser does not support JavaScript!
 31 May 2019    16:00 WIB
Yuk Ketahui Berbagai Penyebab Dari Nyeri Perut
Setiap orang selama hidupnyan tentu pernah merasakan nyeri di perut. Kebanyakan penyebab dari nyeri perut tidaklah serius dan dapat segera didiagnosa dan diobati. Tetapi ada nyeri perut yang menjadi tanda terjadinya penyakit serius. Sangat penting untuk kita mampu mengenali gejala dari nyeri perut yang berat dan tahu kapan haru menghubungi dokter. Apa yang menjadi penyebab dari nyeri perut? Baik itu nyeri perut yang ringan, tajam, atau kram perut, nyeri perut memiliki berbagai kemungkinan penyebab. Berikut adalah beberapa penyebab dari nyeri perut: Gangguan pencernaan Konstipasi Infeksi virus di perut Kram karena menstruasi Keracunan makanan Alergi makanan Gas Intoleransi laktosa Luka di usus atau saluran cerna Hernia Batu empedu Endometriosis Penyakit crohn Infeksi saluran kemih Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung Usus buntu Bagaimana gejala dari nyeri perut yang harus mendapat perhatian lebih? Jika nyeri perut yang Anda rasakan berat atau diikuti gejala dibawah ini, segera hubungi penyedia kesehatan yang terdekat dengan Anda: Demam Ketidakmampuan menelan makanan selama beberapa hari Tidak mampu buang air besar, terutama jika diikuti dengan muntah Nyeri saat berkemih atau gangguan lain yang dirasakan saat berkemih Perut terasa sangat nyeri saat disentuh Nyeri yang disebabkan cedera perut Nyeri yang berlangsung beberapa hari Gejala-gejala diatas dapat mengindikasikan masalah di bagian dalam rongga perut yang memerlukan pengobatan sesegera mungkin. Segera mencari bantuan jika nyeri perut disertai tanda: Muntah darah BAB disertai darah yang banyak Kesulitan bernafas Nyeri perut yang dialami selama masa kehamilan Bagaimana  penyebab dari nyeri perut diketahui peyebabnya? Karena begitu banyak penyebab potensial yang mungkin menimbulkan gejala nyeri perut, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik, menganamnesa gejala yang Anda alami dan menanyakan kepada Anda beberapa pertanyaan berkaitan dengan nyeri yang Anda rasakan. Pertanyaan dapat berupa: Apa tipe dari nyeri yang Anda rasakan? Apakah nyeri dirasakan diseluruh daerah perut atau hanya di daerah tertentu di perut? Didaerah perut bagian mana nyeri berlokasi? Apakah tipe nyeri yang Anda rasakan? Apakah seperti tertusuk atau berat? Apakah tajam atau tumpul? Kapan nyeri terjadi? Selalu? Lebih sering pagi atau malam? Apakah nyeri datang dan pergi atau terus menerus? Apakah nyeri dipicu setelah makan makanan tertentu, minum alkohol? Selama menstruasi? Berapa lama Anda mengalami nyeri ini Apakah nyeri menjalar ke bagian bawah, bahu, selangkangan atau bokong? Apakah Anda telah mengkonsumsi obat-obatan atau herbal? Apakah Anda hamil? Apakah aktivitas seperti berbaring pada salah satu sisi akan meringankan nyeri? Apakah Anda mengalami cedera baru-baru ini? Setelah evaluasi awal selesai dilakukan, dokter Anda akan meminta Anda melakukan beberapa tes untuk memeriksa penyebab dari nyeri Anda. Pemeriksaan dapat berupa pemeriksaan tinja dan urin, tes darah, menelan barium atau enema, endoskopi, x-ray, USG atau CT scan. Bagaimana nyeri perut diobati? Mengobati nyeri perut sangat bergantung pada penyebabnya. Pengobatan dapat berupa obat-obatan untuk inflamasi, GERD atau antibiotik untuk infeksi, sampai ke perubahan perilaku terhadap nyeri yang disebabkan oleh makanan dan minuman tertentu. Pada beberapa kasus seperti usus buntu dan hernia, mungkin akan memerlukan operasi.   Sumber: webmd
 10 Feb 2019    08:00 WIB
Mengenal Serangan Kandung Empedu
Batu empedu merupakan organ yang sangat vital untuk tubuh. Organ yang berbentuk seperti buah pear ini berada tepat dibawah hati dan berfungsi menyimpan empedu, yaitu enzim pencernaan yang diproduksi hati. Fungsi utama dari kandung empedu adalah untuk mencerna lemak. Tetapi sering terjadi masalah di kandung empedu dan sistem bilier sering terjadi dan dapat menyebabkan pembengkakan di kandung empedu dan membentuk batu di kandung empedu. Hal ini dapat menimbulkan sumbatan di empedu dan spasme otot di kandung empedu. Batu kandung empedu dikenal sebagai kolelitiasis. Batu di kandung empedu dapat menimbulkan jaundice (kulit dan mata kuning), pankreatitis dan gagal ginjal. Gangguan lain dari kandung empedu adalah kanker kandung empedu dapat menimbulkan komplikasi berat. Karena kandung empedu posisinya sangat dekat dengan hati, sehingga kanker kandung empedu dapat dengan mudah menyebar ke hati dan 90% kasus ini terlambat terdiagnosa dan sangat sulit untuk diobati. Gejala dari serangan kandung empedu adalah:•  Nyeri perut terutama setelah makan makanan berlemak•  Merasa berat di perut bagian atas atau di bagian tengah hati•  Nyeri akut di dada•  Muntah•  Nyeri, demam dan muntah dikuti munculnya jaundice•  Gejala dari kanker kandung empedu sangat bervariasi mulai dari nyeri tumpul sampai jaundice berat. Kanker kandung empedu juga dapat menimbulkan penurunan berat badan, gatal-gatal di seluruh tubuh karena jaundice Penyebab paling sering dari serangan kandung empedu adalah makan banyak lemak dan terutama karena banyak makan di luar, memakan makanan yang digoreng atau mengandung keju.USG sederhana dapat mendeteksi batu kandung empedu. Untuk mendiagnosa kanker di kandung empedu mungkin diperlukan CT scan dan MRI.Sumber: healthmeup
 03 Feb 2019    08:00 WIB
8 Hal yang Harus Dilakukan Saat Menderita Perut Sensitif
Beberapa gejala umum dari perut sensitif atau dikenal sebagai Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah nyeri perut dan ketidaknyamanan. Irritable Bowel Syndrome juga dapat menyebabkan perubahan pola buang air besar Anda. Anda dapat mengalami perut kram, sering buang gas, perut kembung, konstipasi, atau diare. Gejala-gejala yang timbul dapat sangat menganggu. Berikut adalah jenis makanan yang dapat Anda konsumsi saat Anda menderita Irritable Bowel Syndrome. 1.  Makanan berseratSaat Anda menderita IBS, maka Anda harus menambahkan serat untuk menenangkan sistem pencernaan Anda. Anda dapat tambahkan oat, kacang, kacang polong dan seeds untuk menambah serat di diet Anda. beberapa studi juga telah membuktikan dengan menambahkan serat larut lemak dapat membantu meringankan gejala pencernaan yang Anda rasakan. 2.  Minum banyak airSaat Anda merasa adanya gangguan IBS, Anda harus meminum banyak air putih. Air putih dapat mengganti cairan yang hilang saat Anda mengalami diare. Dan jika Anda mengalami konstipasi, air putih akan membantu melunakkan kotoran. 3.  Hindari minuman karbonasi dan minuman manisCobalah untuk menjauhi minuman berkarbonasi seperti soda dan bir karena akan menambah gas didalam perut Anda. Minuman manis yang mengandung fruktosa didalamnya juga dapat menimbulkan gas didalam perut. 4.  Hindari kafein dan alkoholHal ini mungkin sulit untuk dilakukan tetapi cobalah jauhi kafein dan alkohol saat Anda terkena IBS. Kedua jenis minuman ini dapat menstimulasi sistem pencernaan dan memperberat gejala yang sudah ada. 5.  Fokus pada makanan yang memicu gejala AndaHal ini berlaku jika makanan adalah penyebab gangguan pencernaan Anda. makanan yang menyebabkan IBS akan sangat berbeda pada tiap-tiap orang, sehingga sangat penting untuk mencari tahu jenis makanan spesifik yang menyebabkan gejala-gejala pencernaan Anda. kebanyakan IBS dipicu oleh makanan yang pedas, makanan berlemak, brokoli, kubis, kulit apel dan lainnya. melakukan pembatasan konsumsi produk susu juga sangat baik jika Anda mengalami gejala IBS. 6.  Menetapkan jadwal makanMelewatkan makan siang dapat menyebabkan gangguan IBS dan mendatangkan masalah untuk Anda. Sistem pencernaan akan terisi dengan udara sehingga menyebabkan kembung dan sering buang gas. Pastikan Anda sudah sarapan dalam 4 jam sejak Anda bangun pagi dan juga jaga agar jarak antara 2 waktu makan tidak terlalu jauh. 7.  Diet seimbangTidak perlu dijelaskan lagi, agar sistem pencernaan Anda berjalan dengan baik maka Anda perlu menyediakan nutrisi yang baik. Lengkapi diet Anda dengan sayuran hijau dan buah-buahan segar. 8.  Jaga porsi makan yang normalJangan makan dalam porsi yang terlalu sedikit atau terlalu banyak karena dapat menyebabkan stress pencernaan. Lebih baik makan dengan porsi kecil tetapi sering. Ingin mengetahui tentang Irritable bowel syndrome, Anda bisa membaca lebih lanjut disiniSumber: magforwomen
 10 Dec 2018    16:00 WIB
Apakah Infeksi Pada Pankreas Itu?
Menurut pubmedhealth, infeksi pada pankreas atau pankreatitis didefinisikan sebagai "inflamasi di pankreas". Pankreas adalah kelenjar yang berada di belakang perut. Pankreas melepaskan hormon, insulin dan glukagon dan juga enzim-enzim pencernaan yang membantu Anda mencerna dan menyerap makanan. Pankreas dapat disebabkan oleh batu empedu yang menyumbat jalan masuk pankreas.Posisi pankreas yang terlalu ke belakang atau terpuntir dapat menyebabkan nyeri, dan saat makan dan minum akan membuat rasa sakit semakin buruk. Biasanya sumbatan bersifat sementara, dapat berlangsung beberapa hari dan kemudian gejala-gejala tersebut akan menghilang. Pankreatitis kronis dapat diakibatkan karena banyak minum alkohol. Belum jelas benar bagaimana alkohol menyebabkan pankreatitis. Pankreatitis kronik menimbulkan gejala nyeri perut yang bersifat episodikal, nyeri tumpul di bagian tengah perut, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelakan, tinja yang berminyak dan berbau. Komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh pankreatitis:•  Pada kasus ringan pankreatitis akut sebenarnya dapat pulih dalam hitungan minggu. Kasus sedang sampai berat memerlukan waktu lebih lama untuk pulih•  Pankreatitis kronis dapat menyebabkan kerusakan permanen di pankreas•  Kehilangan fungsi pankreas dapat menimbulkan hilangnya kemampuan mencerna makanan dan menyerap nutrisi. PengobatanPasien dengan pankreatitis akut harus dirawat ke rumah sakit untuk menghindari terjadinya dehidrasi, dan untuk memonitor juga mengontrol nyeri. Jika batu empedu merupakan penyebab pankreatitis maka harus dikeluarkan dengan operasi atau laparoskopi.Sumber: healthmeup
 25 Mar 2018    12:30 WIB
Sakit Perut? Cari Tahu Penyebabnya di Sini!
Bingung mengapa perut Anda sering sakit? Di bawah ini Anda dapat melihat 12 hal yang paling sering menyebabkan terjadinya nyeri perut dan bagaimana cara mengatasinya. 1.      Flu PerutFlu perut atau yang dalam dunia kedokteran dikenal dengan nama gastroenteritis menyebabkan seseorang mengalami diare. Flu perut biasanya terjadi akibat infeksi virus yang ditularkan melalui makanan, di mana orang yang sakit tidak mencuci tangannya terlebih dahulu setelah pergi ke toilet.Gejala yang biasa ditemukan adalah kram perut, nyeri perut, nyeri otot, nyeri kepala, mual, muntah, diare cair, dan demam ringan.Pengobatannya biasanya adalah dengan beristirahat, minum banyak air, dan konsumsilah berbagai makanan ringan seperti pisang atau roti bila memungkinkan. Segera hubungi dokter Anda bila Anda tidak dapat makan atau minum selama 24 jam, ada darah di dalam muntahan atau diare, demam tinggi (40 derajat Celcius); yang merupakan pertanda adanya infeksi bakteri. 2.      Intoleransi LaktosaJika mengkonsumsi es krim membuat perut Anda "berteriak", maka Anda mungkin menderita intoleransi laktosa, suatu keadaan di mana seseorang tidak dapat mencerna laktosa yang ada di dalam susu.Gejala yang dapat ditemukan adalah kram perut, desakan untuk buang air besar sekitar 30 menit sampai 2 jam setelah mengkonsumsi susu atau produknya, diare, perut kembung, dan sering buang gas.Untuk mencegah timbulnya gejala, dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman yang mengandung susu. 3.      Batu EmpeduBatu empedu merupakan suatu pengerasan dari cairan pencernaan yang terbentuk di dalam kantong empedu Anda. Batu empedu lebih sering terjadi pada wanita daripada pria dan dapat terjadi karena mengkonsumsi terlalu banyak lemak atau kolesterol.Gejala yang dapat ditemukan adalah rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut kanan atas yang akan menyebar ke punggung atau bahu Anda. Rasa nyeri ini bahkan dapat membuat Anda terbangun dari tidur di malam hari. Selain itu, Anda juga dapat mengalami mual atau muntah.Jika Anda hanya mengalami nyeri perut ringan, maka Anda pun tidak memerlukan pengobatan apapun. Akan tetapi, bila rasa nyeri ini terus berlangsung selama beberapa minggu atau nyeri menjadi sangat hebat atau disertai dengan muntah, maka segera periksakan diri ke dokter Anda. Anda mungkin akan membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengangkat batu empedu Anda. Baca juga: 5 Nyeri Tubuh Mematikan yang Perlu Anda Waspadai 4.      SembelitSembelit dapat terjadi pada siapa saja. Sembelit biasanya terjadi karena seseorang mengkonsumi terlalu sedikit serat, jarang bergerak, atau karena orang tersebut mengalami perubahan rutinitas harian seperti berpergian ke suatu tempat. Selain itu, beberapa jenis obat-obatan seperti antasida atau obat anti depresi juga dapat menyebabkan terjadinya sembelit.Gejala yang biasa ditemukan adalah Anda merasa ingin buang air besar, tetapi tidak ada tinja yang keluar atau hanya ada sedikit tinja keras dan kering; nyeri tumpul pada perut bagian bawah, dan perut kembung.Yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit adalah meningkatkan konsumsi serat Anda secara bertahap dengan mengkonsumsi lebih banyak gandum, kacang-kacangan, buah, dan sayuran. Konsumsilah setidaknya 25-30 gram serat setiap harinya.Jika hal di atas tidak dapat membantu mengatasi sembelit atau Anda mengalami nyeri perut hebat, buang air besar berdarah, kram perut, atau mengalami penurunan berat badan; segera hubungi dokter Anda. Hal ini dikarenakan sembelit dapat merupakan pertanda dari gangguan kesehatan yang lebih serius seperti inflammatory bowel disease. 5.      UlkusUlkus merupakan suatu luka terbuka pada dinding dalam kerongkongan, lambung, atau usus. Stress dapat memperburuk ulkus yang telah ada, tetapi biasanya bukanlah penyebab dari terjadinya ulkus. Ulkus biasanya terjadi akibat terlalu sering mengkonsumsi obat anti nyeri seperti ibuprofen atau aspirin atau akibat infeksi bakteri.Gejala yang biasa ditemukan adalah rasa seperti terbakar pada ulu hati, nyeri perut memburuk setelah makan atau terlalu kenyang, naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan, mengalami penurunan berat badan secara mendadak, atau adanya darah pada tinja.Untuk mengatasinya, kurangilah jumlah asam lambung Anda dengan menghindari kafein, minuman beralkohol, dan makanan pedas; berhenti mengkonsumsi obat anti nyeri; dan konsumsilah antasida. Segera hubungi dokter Anda bila keadaan Anda tidak juga membaik setelah beberapa hari atau bila Anda menemukan adanya darah di dalam tinja Anda. 6.      Penyakit SeliakPenyakit seliak merupakan suatu penyakit autoimun yang menyebabkan terjadinya peradangan di dalam saluran pencernaan saat penderita mengkonsumsi sejenis protein di dalam gandum, yaitu gluten.Gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri perut, perut kembung, atau diare setelah mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung gandum atau barley. Gejala lainnya yang dapat terjadi adalah merasa amat sangat lelah, depresi, nyeri tulang, nyeri sendi, kesemutan, mati rasa, bercak kemerahan pada kulit yang tidak diketahui penyebabnya, dan rasa tidak nyaman pada perut.Diperlukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan apakah Anda benar-benar menderita penyakit seliak atau tidak, termasuk pemeriksaan darah. Bila Anda memang menderita penyakit seliak, pastikan untuk tidak mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung gluten seperti roti untuk mencegah timbulnya gejala dan kerusakan usus. 7.      Irritable Bowel Syndrome (IBS)IBS merupakan istilah untuk nyeri perut kronis dan suatu gangguan pencernaan yang tidak diketahui penyebabnya. IBS dapat dipicu oleh kelainan pada otot pencernaan Anda atau akibat "kesalahpahaman" antara otak dengan sel-sel saraf pada usus Anda, yang menyebabkan sistem pencernaan Anda bekerja secara berlebihan.Gejala yang biasa ditemukan adalah kram perut, perut kembung, sering buang gas, diare, sembelit, atau keduanya.Segera periksakan diri Anda bila Anda memiliki saluran pencernaan yang sangat sensitif untuk memastikan apakah Anda menderita suatu intoleransi terhadap makanan atau lainnya. 8.      PankreatitisMengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan batu empedu merupakan 2 hal yang paling sering menyebabkan terjadinya peradangan pada pankreas. Pankreas sendiri merupakan suatu kelenjar yang terletak di perut bagian atas, yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan dan mengendalikan kadar gula darah.Gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri perut atas yang menyebar hingga ke punggung, nyeri dapat ringan atau berat dan biasanya memburuk setelah makan. Perut mungkin akan terasa lunak saat diraba. Selain itu, penderita biasanya juga mengalami mual dan muntah.Radang pankreas ringan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, bila rasa nyeri perut yang dirasakan cukup hebat atau berlangsung selama lebih dari beberapa jam, segera hubungi dokter Anda.Karena radang pankreas biasanya akan memburuk bila Anda mengkonsumsi makanan padat, maka Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan diinfus hingga peradangan mereda. 9.      GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)GERD atau yang biasanya dikenal dengan refluks asam lambung terjadi saat asam lambung terus naik ke dalam kerongkongan Anda. GERD dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan pada perut Anda karena berat badan berlebih atau karena obat-obatan seperti obat anti nyeri atau obat anti depresi.Gejala GERD yang biasa ditemukan adalah rasa seperti terbakar di dada, mual, bau mulut, nyeri saat menelan, suara serak, atau gejala seperti asma.Untuk mengatasinya, turunkanlah berat badan bila perlu dan hindarilah berbagai jenis makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan seperti makanan pedas, berlemak, atau makanan yang digoreng. Jika hal ini tidak dapat mengatasi gejala, konsumsilah antasida.Akan tetapi, bila Anda harus terus mengkonsumsi obat untuk mencegah timbulnya gejala, segera hubungi dokter Anda. Selain itu, asam lambung yang terus naik ke dalam kerongkongan dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada jaringan kerongkongan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya kanker kerongkongan. 10.  DivertikulitisDivertikulitis merupakan suatu keadaan di mana benjolan kecil yang terbentuk di dalam dinding usus besar terinfeksi atau mengalami peradangan. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya divertikulitis adalah berusia lanjut, obesitas, dan mengkonsumsi diet tinggi lemak rendah serat.Gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri tajam pada perut kiri bawah, yang biasanya juga disertai oleh mual, muntah, demam, dan sembelit. Sembelit terjadi karena dinding usus yang meradang membuat tinja lebih sulit keluar dari dalam usus besar.Untuk memastikan diagnosa, dokter biasanya akan meminta Anda untuk melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan foto rontgen perut, CT scan, atau USG. Untuk mengatasi divertikulitis ringan, dokter biasanya hanya akan memberikan obat antibiotika dan meminta Anda untuk beristirahat. Untuk kasus berat atau yang terus kambuh, Anda mungkin membutuhkan tindakan pembedahan. 11.  Radang Usus BuntuRadang usus buntu atau apendisitis terjadi saat terjadi infeksi pada usus buntu Anda, yang membuatnya meradang.Gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri tumpul yang timbul secara mendadak pada perut kanan bawah, di mana rasa nyeri ini akan bertambah berat. Nyeri mungkin akan bertambah buruk bila Anda berjalan, batuk, atau menggerakkan tubuh secara mendadak. Selain itu, Anda juga dapat mengalami mual, muntah, demam, atau perut kembung.Segera cari pertolongan medis karena apendisitis akut membutuhkan tindakan pembedahan segera untuk mengatasi gejala sebelum usus buntuk robek dan menyebarkan infeksi ke seluruh perut Anda. 12.  Kanker LambungAdenokarsinoma merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada dinding lambung. Kanker lambung merupakan jenis kanker yang jarang terjadi dan biasanya menyerang orang yang telah berusia lebih dari 65 tahun.Gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri perut, perut kembung, mual, perut terasa penuh, tidak nafsu makan. Nyeri perut yang terjadi tergantung pada letak sel tumor. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami muntah, buang air besar berdarah (kehitaman), merasa amat sangat lelah, dan mengalami penurunan berat badan.Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami gejala di atas selama lebih dari 2 minggu. Dokter akan melakukan pemeriksaan endoskopi untuk melihat keadaan lambung Anda secara langsung. Pengobatan dapat berbeda-beda tergantung pada jenis dan stadium kanker. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 07 Sep 2015    18:00 WIB
Hah? Hp Tertinggal Di Dalam Perempuan Ini!
Suatu peristiwa mengejutkan terjadi di ibu kota Yordania, Amman. Betapa tidak, seorang wanita mengalami nyeri perut hebat akibat adanya telepon genggam yang tertinggal di dalam perutnya.   Para ahli menduga hal ini terjadi akibat kelalaian seorang dokter kandungan yang menyebabkan telepon genggamnya secara tidak sengaja tertinggal di dalam perut pasiennya tersebut saat sang pasien sedang menjalani operasi Caesar.   Wanita yang bernama Hanan Mahmoud Abdul Karim, 36 tahun ini mulai menyadari adanya keanehan pada perutnya saat merasakan adanya sesuatu benda bergetar di dalam perutnya.                                                       Baca Juga: Apa Dampak Bermain Telepon Genggam Pada Tulang Belakang Anda?   Sebenarnya, proses persalinannya sendiri berjalan dengan lancar. Melalui operasi Caesar di sebuah rumah sakit di kota Amman, Hanan pun melahirkan seorang bayi sehat dengan berat badan 4.8 kg.  Akan tetapi, hal aneh pun terjadi, Hanan terus saja merasakan nyeri perut hebat paska tindakan operasi. Rasa nyeri perut ini semakin hebat saat ia merasakan adanya sesuatu hal yang bergetar di dalam perutnya tersebut.   Sang ibu pun kemudian membawa putrinya tersebut kembali ke rumah sakit tempat ia melahirkan. Akan tetapi, para dokter di rumah sakit tersebut tidak memberikan terapi apapun dan justru merujuknya ke sebuah rumah sakit lain, yaitu rumah sakit Al Bashir, rumah sakit umum di Amman.   Saat seorang petugas rumah sakit tersebut melihat hasil rontgen perut Hanan, ia pun sangat terkejut karena menemukan adanya telepon genggam di dalam perut Hanan. Karena Hanan tidak pernah menjalani tindakan operasi lainnya, maka sang dokter yang merawatnya di rumah sakit umum pun yakin bahwa telepon genggam yang berada di dalam perut Hanan adalah telepon genggam sang dokter kandungan atau orang lainnya yang ikut serta dalam operasi Caesar Hanan.   Berita ini pun menggegerkan Negara Yordania tersebut. Salah seorang anggota parlemen Yordania, Salim Al Bataynah pun ikut bereaksi. Sayangnya, hingga kini pihak rumah sakit Al Bashir masih tidak memberikan tanggapan apapun. Sementara itu, juru bicara departemen kesehatan Yordania, Hatem Al Azrae justru tidak percaya dengan kisah Hanan ini, ia justru mengatakan bahwa pemberitaan ini tidak berdasar dan tidak terbukti.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: bintang
 02 Sep 2015    20:00 WIB
Seorang Remaja Meninggal Karena Dilarang Browse Internet? Kenapa Yah!
Dengan kemajuan ilmu teknologi sekarang ini, Anda dapat mencari segala sesuatu yang Anda perlukan dan ingin Anda ketahui melalui internet. Akan tetapi, nasib malang yang dialami oleh seorang gadis  di Inggris ini justru terjadi karena dirinya dilarang untuk mencari informasi melalui internet.   Pada awalnya, gadis remaja yang bernama Bronte Doyne ini merasa khawatir akan kesehatannya sendiri. Ia meminta sang dokter untuk memperhatikan keadaan kesehatannya dengan lebih serius, namun sang dokter justru memintanya untuk berhenti mencari informasi di dunia online (googling).   Baca juga: Bermain Selama 19 Jam, Seorang Pecandu Game Ditemukan Telah Meninggal   Sebelumnya, pada bulan Septermber 2011 lalu, Bronte sempat dirawat di rumah sakit karena diduga menderita radang usus buntu (apendisitis). Akan tetapi, tidak lama kemudian, ia pun diberitahu oleh dokter yang merawatnya bahwa ia menderita karsinoma hepatoseluler fibrolamellar, sejenis kanker hati.   Karsinoma hepatoseluler fibrolamellar merupakan suatu jenis kanker hati langka, yang mengenai sekitar 200 orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Gejala yang paling sering dialami oleh penderita adalah nyeri perut, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, dan jaundice (kulit dan bagian putih mata tampak kuning akibat gangguan aliran bilirubin).   Saat menjalani perawatan selama sekitar 16 bulan, ia diberitahu oleh sang dokter bahwa ia akan berhasil bertahan dari penyakit tersebut dan bahwa ia tidak perlu merasa khawatir lagi tentang penyakit yang dideritanya tersebut karena dokter telah berhasil mengangkat bagian hatinya yang terkena kanker pada bulan Desember 2011.   Akan tetapi, Bronte dan keluarganya sebenarnya mengetahui bahwa kanker yang dideritanya tersebut dapat kembali kambuh berdasarkan berbagai penelitian online yang telah mereka lakukan. Saat mereka berkonsultasi dengan sang dokter, Bronte justru diminta untuk berhenti melalukan berbagai penelitian dari internet. Kekhawatiran mereka pun terbukti dengan meninggalnya Bronte pada tanggal 23 Maret 2013 lalu. Sebelum meninggal, Bronte Doyne sempat mengungkapkan apa yang ia rasakan dan apa saja keluhan yang ia alami di berbagai sosial media yang dimilikinya. Pesannya pun membuat banyak orang menjadi lebih perhatian terhadap keadaan kesehatan mereka dan membuat mereka tidak lagi meremehkan berbagai gangguan kesehatan yang mereka alami.   Jadi, tidak ada salahnya bila Anda mencari berbagai informasi mengenai kesehatan yang ingin Anda ketahui di internet terlepas dari apa pendapat dokter Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: vemale
 29 Nov 2014    09:00 WIB
Apa Itu Menstruasi ?
Menstruasi merupakan suatu keadaan yang dialami oleh setiap wanita. Menstruasi biasanya dimulai saat anak mencapai usia pubertas. Menstruasi terjadi akibat peluruhan dinding rahim. Setiap bulannya, tubuh akan membentuk dinding rahim sedemikian rupa agar rahim siap saat terjadi kehamilan. Bila tidak terjadi kehamilan, maka dinding rahim ini akan luruh dan keluar sebagai menstruasi.   Bagaimana Menstruasi Terjadi ? Hormon merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh dalam proses menstruasi. Peningkatan kadar hormon reproduksi membantu perkembangan sel telur anda di dalam indung telur (ovarium). Setiap bulannya, ovarium akan melepaskan satu sel telur ke dalam tuba Fallopi (suatu saluran yang menghubungkan ovarium dan rahim), disebut juga ovulasi. Sel telur kemudian akan mencapai rahim. Sementara itu, seiring dengan proses ovulasi, rahim pun mengalami perubahan. Dinding rahim menebal, penuh dengan pembuluh darah, mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Bila sel telur yang telah ada bertemu dengan sperma, maka proses pembuahan pun terjadi. Sel telur yang telah dibuahi kemudian akan berjalan menuju ke rahim dan menempelkan dirinya pada dinding rahim dan proses perkembangan janin dan kehamilan pun berlangsung. Akan tetapi, bila sel telur tidak dibuahi oleh sperma, maka dinding rahim yang telah menebal akan luruh dan terjadilah menstruasi.   Kapan Menstruasi Dimulai ? Menstruasi pertama biasanya terjadi saat anak berumur 12 tahun, tetapi pada beberapa anak menstruasi terjadi lebih cepat atau lebih lambat daripada usia 12 tahun tersebut. Biasanya menstruasi pertama terjadi dalam waktu 2 tahun setelah buah dada mulai membesar dan rambut kemaluan mulai tumbuh. Pada awalnya, menstruasi yang terjadi tidak teratur, dibutuhkan waktu sekitar 2 tahun agar menstruasi menjadi lebih teratur karena peningkatan kadar hormon yang belum stabil. Perlu diingat bahwa walaupun menstruasi anda tidak teratur, anda masih tetap dapat hamil. Sebagian besar anak perempuan memulai menstruasinya di usia yang hampir sama dengan ibu mereka. Jika anda atau anak anda belum mendapat menstruasi sampai usia 16 tahun, segera hubungi dokter anda.   Berapa Lama Menstruasi Berlangsung ? Siklus menstruasi setiap orang berbeda-beda. Menstruasi biasanya berlangsung antara 3-5 hari, walaupun beberapa orang mengalaminya dalam waktu yang lebih singkat atau lebih lama. Hal ini merupakan hal yang normal.   Nyeri Perut Saat Menstruasi Nyeri atau kram perut saat menstruasi dapat terjadi saat rahim anda berkontraksi untuk mengeluarkan dinding rahim yang telah luruh dari dalam tubuh anda. Tidak semua perempuan mengalami nyeri atau kram perut. Untuk mengatas rasa nyeri atau kram di perut anda, anda dapat menggunakan obat anti nyeri. Bila anda mengalami nyeri perut hebat, segera hubungi dokter anda untuk memperoleh penanganan secepatnya.   Menstruasi dan Keadaan Emosional Perubahan mood dan emosi selama menstruasi merupakan hal normal yang sering terjadi, disebut juga sindrom premenstrual. Hal ini disebabkan oleh perubahan kadar hormon penyebab menstruasi di dalam tubuh. Akan tetapi, tidak setiap perempuan mengalami perubahan emosional selama menstruasi. Sindrom premenstrual yang terjadi biasanya menyebabkan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Mudah marah Mudah tersinggung Perut kembung Buah dada terasa keras dan nyeri Konstipasi Saat menstruasi, sangat penting agar anda mempunyai waktu tidur yang cukup, hindarilah kafein, dan konsumsilah makanan rendah garam untuk mengurangi perut kembung.  
 02 Jun 2014    11:30 WIB
Penyebab Nyeri Perut di Saat Tidak Menstruasi Maupun Hamil
Apakah Anda pernah mengalami nyeri perut walaupun sedang tidak menstruasi dan tidak hamil? Bila ya, maka hal ini dapat merupakan suatu gejala adanya suatu gangguan kesehatan lain yang lebih serius seperti disebutkan di bawah ini.   Kista Ovarium (Indung Telur) Kista ovarium merupakan kantong berisi cairan yang terjadi pada ovarium. Dua jenis kista yang sering terajdi adalah kista folikel dan kista korpus luteum. Kista folikel terbentuk saat ovarium gagal melepaskan sel telur saat masa ovulasi dan terus berkembang. Kista jenis ini biasanya dapat sembuh dalam waktu 3 bulan. Kista korpus luteum terbentuk saat kantong pembungkus sel telur tidak terserap kembali oleh tubuh setelah melepaskan sel telur, yang menyebabkan cairan mulai terbentuk di dalam kantong tersebut. Kista dapat terus membesar hingga 10 cm dan dapat terpuntir atau mengalami perdarahan yang menyebabkan timbulnya nyeri perut. Kista jenis ini seringkali menghilang dalam waktu beberapa minggu dan sangat jarang berkembang menjadi suatu keganasan. Penggunaan obat kesuburan dapat meningkatkan resiko terbentuknya kista korpus luteum.   Kanker Ovarium Gejala kanker ovarium seringkali menyerupai berbagai gejala penyakit lain dan membuatnya seringkali salah didiagnosa sebagai irritable bowel syndrome atau stress atau bahkan depresi.  Beberapa gejala kanker ovarium adalah rasa tertekan di dalam perut, perut terasa penuh, perut terasa kembung dan membesar, adanya keinginan mendesak dan tidak dapat menahan buang air kecil, nyeri panggul, dan perubahan siklus menstruasi.    Radang Ovarium Autoimun Radang ovarium autoimun merupakan suatu reaksi peradangan ovarium karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri. Peradangan ini dapat menyebabkan terjadinya kehancuran, pengerasan, dan kerusakan ovarium yang menyebabkan terjadinya kemandulan dan penurunan produksi hormon.  Radang ovarium autoimun dapat menyebabkan beberapa gejala seperti nyeri perut bagian bawah, demam, merasa sangat lelah, keluarnya cairan dari dalam vagina, dan jarang menstruasi.   Sumber: livestrong