Your browser does not support JavaScript!
 24 Mar 2019    18:00 WIB
Simak Tips Asik Bercinta Tanpa Rasa Nyeri
Saat bercinta merupakan saat yang paling intim antara Anda dengan pasangan. Bercinta dengan pasangan akan membantu menciptakan hubungan yang harmonis.  Hubungan intim seharusnya memberikan efek yang baik, meredakan stres dan membuat Anda dan pasangan merasa lebih rileks. Namun terkadang saat melakukan hubungan intim bisa menyebabkan rasa nyeri untuk sang wanita dan membuat mereka jadi "malas" untuk bercinta dengan pasangan. Hal disebabkan kurangnya pelumasan atau adanya infeksi vagina. Agar hubungan intim Anda dan pasangan tidak terganggu sebenarnya ada beberapa cara agar Anda tidak merasa nyeri saat berhubungan badan dengan pasangan. Seperti cara dibawah ini. Ayo disimak! 1.      Foreplay yang cukup Untuk dapat menikmati hubungan intim, diperlukan lubrikasi vagina yang cukup. Kebanyakan wanita membutuhkan waktu minimal 20 menit sebelum siap untuk dilakukan penetrasi. 2.      Pelumas buatan Apabila foreplay yang dilakukan kurang atau langsung ke "main course" seringkali membuat sang wanita belum terangsang dan vagina belum mengeluarkan lubrikan (pelumas) yang cukup. Untuk membantu hal ini Anda bisa menggunakan pelumas buatan. Oleskan sesendok pelumas berbahan dasar air ke bagian kewanitaan Anda atau pasangan Anda selama foreplay. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penetrasi, dan juga mencegah nyeri saat berhubungan seksual. 3.      Krim estrogen Untuk wanita yang baru melahirkan dan sedang menyusui biasanya akan mengalami penurunan kadar estrogen yang membuat daerah vagina menjadi sangat kering dan dinding vagina rawan untuk mengalami robekan. Jaringan parut akibat robekan saat melahirkan juga dapat menyebabkan rasa nyeri saat penetrasi. Untuk keadaan ini sebaiknya Anda beristirahat dahulu dalam melakukan hubungan seksual biasanya dokter akan memberikan lampu hijau setelah enam minggu. Mengoleskan krim estrogen dosis rendah sesuai resep dokter, dapat membantu mengatasi kekeringan dan membuat jaringan vagina lebih elastis. 4.      Bilas dengan air dingin Bilas alat kelamin Anda dengan air dingin. Mencuci alat kelamin dengan air dingin untuk membersihkan alat kelamin Anda dari bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan infeksi. 5.      Jangan menggunakan sabun khusus kewanitaan Saat Anda menggunakan sabun khusus kewanitaan yang mengandung bahan kimia maka akan membuat vagina menjadi lebih sensitif dan bisa menyebabkan timbul rasa terbakar. Vagina merupakan organ yang dapat membersihkan diri sendiri, sehingga tidak perlu menggunakan bahan kimia untuk membersihkannya. 6.      Dinginkan Cuci alat kelamin dengan air dingin dan lebarkan kaki Anda. Air dingin yang segar akan meredakan rasa terbakar di vagina. 7.      Minum banyak air Tubuh yang kurang cairan juga bisa menyebabkan urin sulit keluar maka saat Anda buang air kecil setelah berhubungan seks bisa menyebabkan rasa terbakar di daerah vagina. Jadi usahakan untuk tetap minum air putih yang banyak. 8.      Periksa kesehatan organ intim Anda Infeksi jamur dan bakteri dapat membuat daerah vagina menjadi gatal dan terjadi iritasi. Rasanya gatal, iritasi akan membuat daerah vagina terasa semakin perih saat dia melakukan penetrasi. Oleh karena itu sebaiknya Anda dan pasangan melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat. Selain itu untuk sementara waktu Anda "berisitrahat" dahulu dalam melakukan hubungan seks. Meski pria tidak akan mengalami infeksi ini, namun juga bisa merasa gatal dan timbul bintik-bintik merah pada penisnya. Untuk membantu mengatasi rasa nyeri saat melakukan hubungan intim selain dengan cara diatas dibutuhkan komunikasi. Ungkapkan apa yang anda rasakan apa yang membuat Anda nyaman atau yang tidak membuat Anda nyaman dan merasa nyeri. Setelahnya Anda dan pasangan akan mencari solusi terbaik. Baca juga: 8 Keuntungan Seks Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky, womenshealthmag
 18 Nov 2018    18:00 WIB
Mitos Seks Konyol Yang Bisa Bikin Tertawa
Ada banyak informasi mengenai seks di internet, namun sulit untuk membedakan antara mitos dan fakta. Untuk membantu Anda dan membuat hidup Anda lebih mudah, berikut ini ada 6 mitos seks konyol yang mungkin Anda sudah mendengarnya jutaan kali, namun masih belum yakin. Ayo disimak! Oral seks bisa membuat hamil Mungkin ini pernyataan kuno yang sudah banyak dimengerti banyak orang, namun ternyata banyak remaja yang percaya akan hal ini. Faktanya adalah wanita tidak bisa hamil karena melakukan oral seks bahkan bila dia menelan sperma. Pria menarik penis sebelum ejakulasi artinya aman Banyak wanita yang berpikir seperti ini, padahal ini tidak benar. Saat seorang pria mengalami ereksi maka mulai memproduksi cairan mani yang mengandung sperma. Saat seseorang pria melakukan penetrasi kadang sulit untuk "menarik" penisnya. Selain itu saat ditarik terkadang ada sedikit cairan yang mengandung sperma bisa tercecer ke dalam vagina. Biar sedikit cairan ini mengandung 100-1000 sel sperma. Sehingga kemungkinan hamil masih bisa terjadi.  Bila memang Anda dan pasangan belum ingin memiliki momongan sebaiknya menggunakan kondom atau pil kontrasepsi Ini adalah hubungan seks yang pertama, maka sang wanita tidak akan hamil Hubungan seks yang dilakukan pertama atau keberapa kali pun tetap saja berpotensi untuk hamil. Saat seorang wanita dalam masa subur dan sperma yang dimiliki pria banyak dan dalam keadaan sehat. Hal ini memungkinkan pertemuan antara sel telur dengan sperma dan terjadi kehamilan. Ukuran penis bisa dilihat dari ukuran kakinya Ini merupakan mitos tertua yang paling sering dibicarakan. Namun hal ini mempunyai alasan yang jelas. Ukuran kakinya tidak ada hubungannya dengan organ intimnya. Bahkan seorang pria yang memiliki tubuh yang kecil dapat memiliki ukuran penis yang besar atau sebaliknya. Berhubungan seksual saat menstruasi, tidak akan hamil Apabila Anda dan pasangan belum ingin memiliki momongan jangan percaya akan hal ini. Karena cara paling aman untuk menghindari kehamilan adalah dengan menggunakan kondom, selama kondom tersebut tidak bocor. Apabila Anda melakukan hubungan seksual saat menstruasi, kemungkinan untuk hamil masih ada . Karena sperma dapat bertahan hidup selama beberapa hari setelah berhubungan seks, dan hal ini bisa membuat Anda hamil. Selain itu berhubungan seks saat menstuasi bisa berakibat buruk bagi tubuh. Baca juga: 6 Mitos Salah Mengenai Pernikahan Berhubungan seks pertama kali harus berdarah Hal yang sangat konyol untuk percaya bahwa selaput dara yang utuh adalah satu-satunya bukti keperawanan. Setiap wanita memiliki bentuk selaput darah yang berbeda. Ada yang mudah pecah dan ada yang bersifat fleksibel. Apabila seorang wanita memiliki selaput darah yang fleksibel kemungkinan saat dilakukan penetrasi maka tidak akan berdarah dan bukan berarti dia sudah tidak perawan. Arti keperawan yang sebenarnya apabila sudah dilakukan penetrasi penis dengan gerakan maju mundur. Nah diatas adalah mitos-mitos konyol mengenai seks yang sering didengar orang. Sekarang Anda sudah tahu ya, faktanya apa. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: indiatimes
 16 Apr 2018    18:00 WIB
Saat Hubungan Intim Terasa Menyakitkan, Kenali Penyebabnya Agar Lebih Pasti Penanganannya...
Untuk pasangan suami istri maka berhubungan intim adalah hal yang wajar dilakukan dan salah satu hal yang meningkatkan keintiman. Saat ini harusnya menjadi saat yang menyenangkan untuk mereka. Namun bagaimana bila ternyata Anda sebagai wanita justru merasa nyeri saat melakukan hubungan intim. Kondisi ini bisa saja membuat Anda menjadi malas untuk berhubungan intim dan bila tidak diperbaiki bisa menyebabkan keharmonisan rumah tangga terganggu. Tentu Anda harus perbaiki segera kondisi ini, untuk membantu mengatasi masalah ini maka Anda harus ketahui dahulu apa penyebab dari hubungan intim terasa menyakitkan.   Berikut Penyebab Hubungan Intim Terasa Nyeri: Vestibulodynia Vestibulodynia adalah penyebab paling umum dari nyeri saat berhubungan intim yang terjadi pada wanita usia di bawah 50 tahun, namun juga dapat dialami oleh wanita yang lebih tua. Wanita dengan kondisi ini merasa nyeri parah saat ada tekanan atau penetrasi pada pintu masuk miss V. Kondisi ini diatasi dengan anestesi topikal, krim estrogen, antidepresan, obat antiepilepsi (sering digunakan untuk nyeri terkait saraf) dan terapi fisik. Carilah seorang terapis fisik khusus dalam terapi panggul yang terlatih Vulvodynia Kondisi ini menimbulkan rasa seperti tersengat, terbakar, iritasi, kekeringan atau nyeri pada vulva miss V atau jaringan yang mengelilingi vagina. Rasa sakit dan iritasi dapat terjadi bahkan ketika tidak ada yang menyentuh daerah tersebut dan kemungkinan terkait dengan masalah saraf yang abnormal. Penanganan Vulvodynia sama dengan vestibulodynia. Vaginismus atau Disfungsi Otot Dasar Panggul Pada kondisi ini, otot-otot vagina dan perineum secara tidak sengaja mengalami kejang saat melakukan aktivitas seksual. Hal ini bisa membuat penetrasi menjadi sulit atau tidak bisa. Vaginismus dapat terjadi setelah trauma atau dapat dikaitkan dengan kondisi fisik yang mendasarinya, termasuk cedera muskuloskeletal atau vestibulodynia. Vaginismus biasanya diatasi dengan terapi dilator (di mana wanita diajarkan teknik relaksasi saat menggunakan dilator) dan terapi fisik. Infeksi Saluran Kemih Sistitis, yang melibatkan pembengkakan kandung kemih, adalah penyebab umum untuk seks yang menyakitkan, karena kandung kemih berada di atas miss V dan dapat diperparah saat berhubungan seks. Ada beberapa jenis sistitis, sistitis interstisial kronis adalah sindrom kandung kemih menyakitkan yang menyebabkan tekanan pada kandung kemih, nyeri kandung kemih dan kadang nyeri panggul. Sistitis akut adalah infeksi bakteri pada kandung kemih atau saluran kemih bagian bawah yang terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan nyeri, sering disebut sebagai infeksi saluran kencing (ISK). Pascamenopause Pada saat seorang wanita sudah mengalami menopause maka kadar estrogen akan menurun yang menyebabkan perubahan pH  dan membuat infeksi bakteri lebih mungkin terjadi. Kekurangan estrogen juga bisa membuat vagina lebih rentan terhadap vaginitis, termasuk infeksi bakteri vaginosis dan infeksi jamur. Keduanya bisa menyebabkan rasa sakit dan gatal. Penyebab Lain Rahim yang "terjatuh" atau prolapse bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks. Endometriosis, suatu kondisi di mana jaringan rahim tumbuh di luar rahim, biasanya berakhir setelah menopause namun dapat berlanjut pada wanita yang menggunakan estrogen dan dapat menyebabkan nyeri panggul. Trauma seksual dan trauma persalinan, seperti episiotomi juga dapat menyebabkan hubungan seks yang menyakitkan. Waktunya Untuk Bicara Banyak wanita yang mengalami rasa nyeri saat berhubungan intim tidak pernah melakukan konsultasi ke dokter. Padahal dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan akan membantu untuk menemukan penyebab dan akan mendapatkan penanganan yang tepat. Oleh karena itu jangan merasa takut untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan.   Baca juga: Ingin Kehidupan Seks Anda Meningkat? Pahamilah Dengan 3 Cara Ini   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang     Sumber: healthywomen
 06 Mar 2016    11:00 WIB
Penyebab Timbulnya Rasa Sakit Saat Berhubungan Seksual
Rasa sakit yang timbul saat berhubungan seksual memang tidak wajar. Kebanyakan kasus terjadi karena kurangnya lubrikasi, yang dapat dengan mudah dipecahkan dengan memperpanjang masa foreplay atau menggunakan gel lubrikan saat penetrasi. Tetapi pada beberapa kasus, rasa sakit yang timbul tidak dapat dihilangkan. Berikut adalah beberapa alasan yang menyebabkan rasa sakut saat berhubungan seksual. VaginismusVaginismus adalah kondisi yang disebabkan oleh spasme atau kekakuan pada otot vagina yang dipicu oleh ketakutan akan rasa rasit atau trauma Masalah pada ServiksSaat penetrasi maksimal, penis dapat mencapai serviks. Masalah servikal biasanya disebabkan oleh infeksi dan dapat menimbulkan rasa sakit saat bersentuhan dengan penis. Masalah dengan RahimMasalah di rahim seperti mioma juga dapat menjadi alasan timbulnya rasa sakit saat berhubungan Infeksi VaginalSemua jenis infeksi vaginal seperti infeksi jamur dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan. Trauma VaginalVagina dapat mengalami cedera karena beberapa alasan seperti robekan yang terjadi saat melahirkan atau dinding perineum yang terpotong saat melahirkan. Endometriosis Endometriosis adalah keadaan tumbuhnya jaringan endometrium (jaringan dinding rahim) di organ lain di luar rahim. Penyakit Peradangan PelvisPenyakit peradangan pelvis yang mengakibatkan peradangan jaringan di daerah kemaluan yang akan terasa nyeri saat berhubungan seksual MenopauseMenopause yang menyebabkan kelembaban vagina berkurang sehingga vagina menjadi kering Masalah di OvariumMasalah di ovarium mencakup kista ovarium dan lain sebagainya Penyakit Menular SeksualInfeksi penyakit menular seksual seperti kutil pada kemaluan, herpes, atau penyakit menular seksual lainnyaSumber: healthmeup
 09 Oct 2015    16:00 WIB
Wanita Gagal Orgasme, Karena.........
Orgasme memberikan banyak manfaat bagi orang yang mengalaminya seperti melatih jantung Anda, membantu meredakan stres, selain itu untuk Anda wanita akan membuat Anda semakin cantik karena saat orgasme membantu memproduksi hormon estrogen yang bisa kulit wanita jadi lebih halus dan bersinar. Namun tidak semua wanita bisa merasakan orgasme. Hal ini bisa disebabkan karena sang pria mengacaukan ritme bercinta saat sang wanita hampir mencapai orgasme dan akhirnya gagal merasakan orgasme. Agar hal ini terjadi, sebaiknya Anda mempelajari dan menghindari penyebab wanita gagal merasakan orgasme. Ini penyebab wanita gagal merasakan orgasme: 1.      Tekanan yang berlebihan Untuk seorang wanita untuk dapat meningkatkan libido memang membutuhkan foreplay yang cukup. Apabila sang pria melakukan tekanan berlebihan pada klitoris sebelum melakukan  foreplay yang cukup dapat membuat wanita gagal mencapai orgasme. Oleh karena itu lakukan foreplay yang cukup sebelum menekan g-spot wanita dan lakukan dengan perlahan 2.      Terlalu sering bertanya Terlalu banyak bertanya apakah wanita sudah mencapai orgasme bisa membuatnya kehilangan konsentrasi dan memicu rasa cemas yang membuatnya gagal mencapai orgasme. Ada baiknya sang pria lebih tenang dan ikut membantu wanita untuk mencapai klimaks. 3.      Mengubah kecepatan Ketika seorang wanita mendekati orgasme, mereka membutuhkan tekanan dan irama yang konstan selama beberapa saat. Untuk itu, pria harus bisa memastikan bahwa mereka telah memberikan kecepatan yang konstan sama dalam beberapa saat sebelum wanita mencapai orgasme. Jika pria tiba-tiba memutuskan untuk meningkatkan kecepatan saat wanita hampir mencapai puncak, hal itu bisa saja menggagalkan orgasme. Karena hal itu bisa menghilangkan fokus wanita. 4.      Kurang komunikasi Setiap wanita memiliki titik sensitif yang berbeda, sedangkan pria selalu berpikir hanya di daerah vagina titik sensitif wanita. Padahal ada beberapa titik sensitif yang dapat pria rangsang untuk membantu mempercepat terjadinya orgasme. Jadi komunikasikan hal ini pada suami Anda untuk lebih tahu kebutuhan Anda. 5.      Tidak antusias Wanita berbeda dengan pria, seringkali lebih banyak memainkan perasaan dan berpikir hal yang mungkin tidak dipikirkan oleh pria. Saat wanita melihat pria kurang antusias bisa saja hal ini mencegah wanita merasakan klimaks. Jadi bila Anda ingin merasakan orgasme, hindari semua penyebab yang dapat mengganggu tercapainya klimaks. Baca juga: Seks di Pagi Hari, Bangkitkan Keintiman dan Semangat Beraktivitas Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: menshealth