Your browser does not support JavaScript!
 08 Jun 2019    16:00 WIB
Nyeri Lengan Biasa Atau Akibat Serangan Jantung?
Nyeri di lengan kiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tertariknya otot hingga serangan jantung. Walaupun tidak dapat selalu membedakan apakah nyeri lengan kiri yang Anda alami disebabkan oleh suatu gangguan ringan atau berat, akan tetapi di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda membedakannya.   Nyeri Dada Dengan Nyeri Lengan Kiri Walaupun tidak selalu merupakan suatu tanda bahaya, akan tetapi kombinasi antara rasa nyeri atau rasa berat di daerah dada dengan nyeri di lengan kiri merupakan suatu pertanda bahwa Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk mengetahui secara pasti apakah gejala yang Anda alami memang benar merupakan suatu pertanda bahaya atau bukan. Berbagai gejala gangguan jantung kadangkala tidak jelas dan beberapa orang yang mengalami serangan jantung atau gangguan jantung berat justru tidak pernah merasa nyeri dada, bahkan mungkin tanpa atau sedikit gejala. Beberapa gejala gangguan jantung atau serangan jantung lainnya selain nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri adalah sesak napas, mual, gangguan pencernaan, pusing, berkeringat yang tidak biasanya, atau peningkatan denyut jantung. Jika nyeri lengan kiri menyertai berbagai gejala ini, maka gejala tersebut dapat merupakan gejala dari suatu gangguan jantung.   Nyeri Lengan Kiri Akibat Nyeri Otot Nyeri lengan kiri yang disebabkan oleh melakukan suatu gerakan atau tekanan pada daerah yang nyeri biasanya jarang disebabkan oleh gangguan jantung. Berbagai aktivitas sederhana seperti mengangkat barang atau memindahkan perabotan rumah tangga dapat menyebabkan peradangan pada otot lengan atau persendian lengan. Nyeri yang disebabkan oleh hal ini dapat kembali terasa saat Anda melakukan gerakan sederhana, misalnya dengan menekan daerah tersebut. Selain itu, nyeri lengan juga dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf di daerah leher dan menggerakkan leher atau memutar leher dapat menyebabkan lengan terasa nyeri. Jadi, nyeri lengan yang berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung biasanya tidak dipengaruhi oleh pergerakkan lengan.   Nyeri Menetap Pada Lengan Kiri Jika nyeri di lengan kiri Anda terus ada (menetap) dalam waktu yang lama, maka nyeri lengan Anda mungkin juga tidak berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Nyeri menetap pada lengan dapat disebabkan oleh radang persendian dan tendon yang dapat terjadi selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Selain itu, nyeri tajam dan sangat singkat pada lengan juga biasanya tidak berhubungan dengan adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri ini timbul akibat gerakan pada lengan atau leher.   Hal yang Perlu Diperhatikan Bila nyeri di lengan kiri terus memburuk dengan aktivitas dan membaik saat Anda beristirahat, maka Anda mungkin membutuhkan pertolongan medis segera, karena hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri terasa dalam dan lengan tidak teraba keras. Nyeri lengan kiri yang terjadi secara mendadak, misalnya saat Anda sedang menonton televisi, maka hal ini dapat disebabkan oleh suatu gangguan jantung. Segera hubungi dokter Anda jika nyeri lengan kiri yang Anda alami juga disertai oleh beberapa gejala lainnya seperti nyeri dada, mual, muntah, pusing, pingsan, sesak napas, berkeringat yang tidak biasanya, perut kembung, batuk, atau mengi.  Baca juga: 5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: livestrong
 01 Jan 2019    11:00 WIB
Kenali 6 gejala medis yang berbahaya (part 1)
Tubuh Anda mengeluarkan sinyal-sinyal untuk memperingatkan anda jika tubuh anda bermasalah. Terkadang tanda-tanda yang dikeluarkan bukanlah suatu hal yang serius. Contohnya, sebagian besar gejala sakit kepala berasal dari stress, kurang tidur, dehidrasi, mata lelah, kekurangan kafein dan gejala-gejala sepele lainnya.   Tetapi sakit kepala yang menyerang tiba-tiba dan menusuk kepala dapat berarti adanya perdarahan di otak. Mampu mengenal gejala-gejala serius dan menghubungi Unit Gawat Darurat secepatnya dapat menyelamatkan hidup anda.   Pada artikel ini gejala akan kami pisahkan menjadi 2 bagian. Berikut ini adalah  gejala penting yang harus anda ketahui 1. Kelemahan tangan atau kaki, kesemutan, rasa kebas, kebingungan, pusing, penglihatan ganda, bicara pelo, sulit berkata-kata, kelemahan terutama pada satu sisi tubuh atau satu sisi wajah. Tanda-tanda diatas merupakan tanda serangan stroke, dimana pembuluh darah arteri yang mengalirkan oksigen ke otak mengalami hambatan atau pecah, menyebabkan kematian jaringan otak Gejala-gejala yang muncul tergantung dari area otak yang terkena. Jika Pembuluh darah besar yang tersumbat, maka akan mengenai area otak yang luas, sehingga akan menyebabkan kelumpuhan salah satu sisi tubuh dan kehilangan fungsi-fungsi tubuh lainnya seperti berbicara dan mengerti pembicaraan. Jika pembuluh darah kecil yang terkena, kelumpuhan terbatas hanya pada tangan atau kaki atau hanya kelumpuhan di wajah Jika anda mengalami gejala-gejala tersebut, hubungi Gawat Darurat segera untuk mendapat tindakan gawat darurat seperti melarutkan sumbatan di pembuluh darah, tindakan ini perlu dilakukan dalam 3 jam setelah gejala dimulai, tetapi pengobatan yang terbaru mempunyai rentang waktu yang lebih lama. Time is brain. Waktu berperan penting dalam penanganan stroke. Semakin cepat pengobatan berpotensial menghentikan kematian jaringan otak sebelum terjadi kematian otak permanen 2. Nyeri dada. Nyeri menjalar ke tangan, rahang atau leher, keringat dingin, rasa lelah yang ekstrim, mual, muntah, merasa akan pingsan, sesak nafas Gejala-gejala diatas adalah tanda dari serangan jantung. Jika anda mengalami gejala-gejala diatas segera hubungi Gawat Darurat. Mengunyah tablet aspirin sangat disarankan untuk mencegah kerusakan otot jantung ketika terjadi serangan jantung. Tetapi harus diketahui apakah ada alergi terhadap aspirin atau tidak. Tidak setiap orang yang mengalami serangan jantung merasakan nyeri dada atau tekanan atau terasa penuh. Beberapa orang, terutama wanita, orang lanjut usia dan penderita diabetes tidak merasakan nyeri dada dalam serangan jantung. Penting untuk kita mewaspadai serangan jantung tanpa nyeri dada, gejala-gejala meliputi kelemahan, nyeri kepala mendadak, berdebar-debar, sesak nafas, berkeringat dingin, mual dan muntah. 3. Kelemahan dan nyeri pada kaki bawah, nyeri dada, nafas pendek-pendek, muntah darah, batuk darah Gejala-gejala diatas berpotensi menunjukkan adanya bekuan darah di kaki anda, terutama jika tanda-tanda muncul setelah anda duduk dalam waktu yang cukup lama, misalnya dalam perjalanan jauh menggunakan pesawat. Gejala ini juga bisa muncul saat bedrest lama setelah tindakan operasi. Darah seperti berada di kolam saat anda sedang duduk atau berbaring dalam jangka waktu yang lama, berlawanan keadaannya saat anda berdiri atau berjalan. Jika bekuan darah terbentuk di kaki anda, betis anda akan membengkak, terasa nyeri dan terasa kenyal saat disentuh. Jika anda tiba-tiba anda mengalami nyeri dada atau sesak nafas, kemungkinan besar ada bekuan darah yang pecah dan berjalan sesuai aliran darah hingga sampai ke paru-paru. Ini merupakan kondisiyang mengancam jiwa, jadi jika anda mengalami gejala-gejala diatas, jangan tunda untuk menghubungi gawat darurat segera. Sumber : webmd    
 22 Aug 2018    08:00 WIB
Waspada Nyeri Dada Kiri Adalah Tanda Awal Jantung Koroner
Apa itu nyeri dada?Gejala paling umum dari penyakit jantung coroner adalah  angina atau angina pectoris yang juga dikenal sebagai nyeri dada. Angina dapat digambarkan sebagai ketidaknyamanan, berat, tertekan, sakit, terbakar, rasa penuh, seperti diremas, atau nyeri akibat penyakit jantung coroner. Seringkali angina diduga sebagai nyeri lambung. Angina biasanya dirasakan di dada sebelah kiri, tetapi nyeri dapat menjalar ke bahu, lengan, tenggorokan, rahang atau punggung Jika anda mengalami gejala ini, anda harus lebih waspada. Jika anda belum pernah didiagnosa dengan penyakit jantung, anda harus segera mencari penyebab nyeri tersebut. Jika anda sudah pernah mengalami angina sebelumnya, gunakanlah obat angina anda seperti yang dianjurkan dokter anda dan amatilah gejala angina anda apakah pola angina anda teratur atau makin memburuk. Apa penyebab angina?Angina terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang sehingga mempengaruhi pengiriman oksigen ke jantung yang penting untuk memberi nutrisi ke sel otot jantung. Ketika hal ini terjadi, otot jantung harus menggunakan sumber lain sebagai energi untuk menjalankan fungsinya memompa darah ke tubuh. Sumber energy ini berupa asam laktat.tetapi asam laktat terbukti tidak efisien karena dapat menumpuk di otot jantung dan menyebabkan rasa sakit. Beberapa obat angina bekerja dengan menghambat penggunaan asam laktat ini sebagai sumber energi. Apakah jenis angina?Jenis-jenis angina adalah :•  Angina stabil. Rasa sakit yang timbul dapat diprediksi dan muncul hanya pada saat beraktivitas atau dalam tekanan emosi  dan menghilang saat beristirahat•  Angina tidak stabil. Hal ini bisa merupakan gejala terjadinya serangan jantung. Nyeri yang dirasakan berbeda dengan nyeri angina biasa atau nyeri yang terjadi •  Angina Prinzmetal itu. Ini adalah ketika angina terjadi saat istirahat, ketika tidur, atau bila terkena suhu dingin. Dalam kasus ini, gejala tersebut disebabkan oleh penurunan aliran darah ke otot jantung dari kejang arteri koroner. Bisakah Angina Terjadi Tanpa Penyakit Koroner?Angina dapat terjadi tanpa adanya penyakit koroner apapun. Sampai dengan 30% orang dengan angina dengan masalah katup jantung yang disebut stenosis aorta, yang dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke arteri koroner dari jantung. Orang dengan anemia berat mungkin memiliki angina karena darah mereka tidak membawa cukup oksigen. Orang dengan otot-otot jantung menebal membutuhkan lebih banyak oksigen dan dapat memiliki angina ketika mereka tidak mendapatkan cukup. Baca juga: Benarkah Stress Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 03 Aug 2018    11:00 WIB
Gejala Jantung Tidak Beraturan
Pernahkah anda merasa berdebar-debar saat anda sedang beristirahat dan tidak melakukan apapun? Hal ini dapat terjadi pada jantung sehat, akan tetapi juga dapat merupakan gejala aritmia atau gangguan irama jantung. Salah satu jenis aritmia yang sering terjadi adalah fibrilasi atrium. Saat fibrilasi terjadi, suatu bagian jantung yang disebut dengan atrium atau bilik jantung yang berfungsi untuk memompa darah ke dalam ventrikel, bergetar dengan cepat dan tidak terkendali. Hal ini menyebabkan atrium tidak mampu memompa darah dengan efektif ke dalam ventrikel. Keadaan ini menyebabkan timbulnya denyut jantung yang cepat dan tidak teratur. Pada keadaan normal, denyut jantung berkisar pada 60-100 kali per menit. Pada fibrilasi atrium, denyut jantung dapat mencapai 400 kali per menit.   Gejala Fibrilasi Atrium Beberapa gejala yang dapat ditemukan pada fibrilasi atrium adalah: Palpitasi atau rasa berdebar-debar Merasakan denyutan jantung anda Nyeri dada atau dada terasa tertekan atau rasa tidak nyaman pada dada anda Nyeri perut Sesak napas Kepala terasa ringan atau perasaan melayang Merasa lelah atau tidak bertenaga Tidak dapat berolahraga atau beraktivitas dalam waktu lama (intoleransi) Kadang-kadang, fibrilasi atrium dapat terjadi dengan gejala yang hilang timbul, berlangsung selama beberapa menit atau jam dan kemudian menghilang dengan sendirinya. Pada fibrilasi atrium kronik, aritmia seringkali terjadi.   Lansia dan Fibrilasi Atrium Fibrilasi atrium lebih sering terjadi pada lansia. Sekitar 11% orang berusia 80 tahun mengalami fibrilasi atrium. Pada sebagian besar kasus, fibrilasi atrium terjadi tanpa adanya gejala apapun dan baru ditemukan sebagai penyebab serangan stroke pada lansia. Fibrilasi atrium juga meningkatkan resiko terjadinya stroke, terutama bila disertai dengan kelainan katup jantung, gagal jantung, diabetes, dan hipertensi. Fibrilasi atrium dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah. Bekuan darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan stroke bila keluar dari jantung dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah otak.   Fibrilasi Atrium Pada Remaja Walaupun jarang, fibrilasi atrium juga dapat terjadi pada anak remaja. Fibrilasi dapat merupakan suatu gangguan atau merupakan penanda adanya gangguan kesehatan lainnya bila terjadi berulang kali. Fibrilasi atrium pada remaja jarang sekali ditemukan pada pemeriksaan kesehatan rutin. Pada anak, fibrilasi atrium hampir selalu dimulai dengan rasa berdebar-debar yang kemudian menyebabkan terjadinya henti jantung. Terjadinya fibrilasi atrium pada jantung yang sehat dapat dipicu oleh penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan atau olahraga. Remaja biasanya akan mengatakan adanya rasa berdebar-debar atau nyeri dada dan perut. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala-gejala fibrilasi atrium. Dokter dapat menentukan apakah anda benar-benar mengalami fibrilasi atrium melalui pemeriksaan fisik dan EKG (elektrokardiogram). Baca juga: Buah Delima Untuk Mencegah Penyakit Jantung Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 26 Jun 2018    08:00 WIB
Apakah Nyeri Dada Berarti Serangan Jantung?
Gejala paling umum dari penyakit jantung coroner adalah  angina atau angina pectoris yang juga dikenal sebagai nyeri dada. Angina dapat digambarkan sebagai ketidaknyamanan, berat, tertekan, sakit, terbakar, rasa penuh, seperti diremas, atau nyeri akibat penyakit jantung coroner. Seringkali angina diduga sebagai nyeri lambung.Angina biasanya dirasakan di dada sebelah kiri, tetapi nyeri dapat menjalar ke bahu, lengan, tenggorokan, rahang atau punggungJika anda mengalami gejala ini, anda harus lebih waspada. Jika anda belum pernah didiagnosa dengan penyakit jantung, anda harus segera mencari penyebab nyeri tersebut. Jika anda sudah pernah mengalami angina sebelumnya, gunakanlah obat angina anda seperti yang dianjurkan dokter anda dan amatilah gejala angina anda apakah pola angina anda teratur atau makin memburuk. Apa penyebab angina?Angina terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang sehingga mempengaruhi pengiriman oksigen ke jantung yang penting untuk memberi nutrisi ke sel otot jantung. Ketika hal ini terjadi, otot jantung harus menggunakan sumber lain sebagai energi untuk menjalankan fungsinya memompa darah ke tubuh. Sumber energi ini berupa asam laktat. Tetapi asam laktat terbukti tidak efisien karena dapat menumpuk di otot jantung dan menyebabkan rasa sakit. Beberapa obat angina bekerja dengan menghambat penggunaan asam laktat ini sebagai sumber energi. Apakah jenis angina?Jenis-jenis angina adalah :    •    Angina stabil. Rasa sakit yang timbul dapat diprediksi dan muncul hanya pada saat beraktivitas atau dalam tekanan emosi  dan menghilang saat beristirahat    •    Angina tidak stabil. Hal ini bisa merupakan gejala terjadinya serangan jantung. Nyeri yang dirasakan berbeda dengan nyeri angina biasa atau nyeri yang terjadi Bisa Angina Terjadi Tanpa Penyakit Koroner?Angina dapat terjadi tanpa adanya penyakit koroner apapun. Sampai dengan 30% orang dengan angina dengan masalah katup jantung yang disebut stenosis aorta, yang dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke arteri koroner dari jantung. Orang dengan anemia berat mungkin memiliki angina karena darah mereka tidak membawa cukup oksigen. Orang dengan otot-otot jantung menebal membutuhkan lebih banyak oksigen dan dapat memiliki angina ketika mereka tidak mendapatkan cukup. Baca juga: Mengenal Nyeri Dada Sebagai Tanda Awal Jantung Koroner  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd