Your browser does not support JavaScript!
 03 Aug 2019    16:00 WIB
Berbagai Efek Samping Kemoterapi yang Perlu Diketahui
Memang benar bahwa kemoterapi dapat mengobati berbagai jenis kanker dengan cukup efektif. Akan tetapi, seperti berbagai jenis obat lainnya, kemoterapi seringkali menyebabkan terjadinya berbagai jenis efek samping.Efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis kanker, lokasi, jenis obat, dosis obat, dan keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan. Mengapa Kemoterapi Menimbulkan Efek Samping?Kemoterapi bekerja pada sel-sel tubuh yang aktif. Sel-sel tubuh yang aktif adalah sel-sel yang bertumbuh dan membelah diri. Sel-sel kanker merupakan sel aktif, tetapi begitu pula dengan sel-sel tubuh yang sehat.Sel-sel tubuh sehat yang termasuk sel-sel aktif adalah sel-sel di dalam darah, mulut, saluran pencernaan, dan folikel rambut. Efek samping terjadi saat kemoterapi merusak sel-sel aktif yang sehat ini. Apakah Efek Samping Kemoterapi Bisa Diobati?Bisa. Dokter Anda biasanya akan membantu Anda mencegah atau mengobati berbagai efek samping yang timbul. Selain itu, dokter Anda mungkin akan memberikan kombinasi obat atau menggunakan cara pengobatan tertentu sehingga efek samping yang timbul pun lebih sedikit. Obat kemoterapi yang berbeda biasanya akan memiliki efek samping yang berbeda. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami efek samping. Bagi sebagian besar jenis obat kemoterapi, efek samping tidak berhubungan dengan efektivitas pengobatan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa efek samping kemoterapi yang cukup sering ditemukan. 1.      FatigueFatigue adalah merasa lelah atau sangat lelah hampir di sepanjang hari. Fatigue merupakan efek samping kemoterapi yang paling sering ditemukan. 2.      NyeriKemoterapi kadangkala membuat penderitanya merasa kesakitan, termasuk sakit kepala, nyeri otot, nyeri perut, nyeri akibat kerusakan saraf (rasa seperti terbakar, mati rasa, atau seperti tertusuk-tusuk) yang biasa terjadi pada jari tangan dan jari kaki.Nyeri ini biasanya akan semakin berkurang seiring dengan berlalunya waktu. Akan tetapi, sejumlah orang dapat mengalami kerusakan saraf permanen. Hal ini dapat membuat seseorang kesakitan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah pengobatan.Pengobata nyeri akibat kemoterapi yang biasanya diberikan oleh dokter adalah mengobati sumber nyeri, memberikan obat anti nyeri, dan menghambat sinyal nyeri dari saraf ke otak.  3.      SariawanKemoterapi dapat merusak sel-sel di bagian dalam mulut dan tenggorokan. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya sariawan yang terasa sangat nyeri di kedua bagian tubuh tersebut. Keadaan ini disebut dengan mukositis.Sariawan biasanya mulai muncul pada hari ke 5-14 paska kemoterapi. Sariawan ini dapat mengalami infeksi. Mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga kebersihan mulut dan gigi dapat menurunkan resiko terjadinya sariawan. Sariawan ini biasanya akan menghilang seluruhnya setelah pengobatan selesai. 4.      DiareSejumlah kemoterapi dapat menyebabkan diare cair. Mencegah atau mengobati diare sejak dini dapat mencegah terjadinya dehidrasi. 5.      Mual dan MuntahKemoterapi dapat menyebabkan mual dan muntah. Terjadinya efek samping ini dan seberapa buruk gejalanya tergantung pada jenis obat dan dosis obat yang digunakan. Pemberian obat yang tepat sebelum dan setelah kemoterapi biasanya dapat mencegah terjadinya mual dan muntah. 6.      SembelitKemoterapi dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Hal ini berarti sulit atau tidak sering buang air besar. Beberapa jenis obat-obatan lain seperti obat anti nyeri juga dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Untuk menurunkan resiko terjadinya sembelit; konsumsilah banyak air putih, makan makanan sehat, dan cukup olahraga. 7.      Gangguan Darah Sumsum tulang merupakan suatu jaringan seperti spons yang berada di dalam tulang Anda. Sumsum tulang berfungsi untuk membentuk sel-sel darah baru. Kemoterapi biasanya akan mengganggu proses ini, sehingga Anda mungkin akan mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat kurang darah.Dokter Anda biasanya akan melakukan pemeriksaan darah rutin untuk mengetahui berapa kadar sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit di dalam darah Anda.Kekurangan sel darah merah dapat menyebabkan terjadinya anemia, dengan gejalanya berupa fatigue, pusing, dan sesak napas. Sementara itu, kekurangan sel darah putih (leukopenia) akan membuat Anda lebih mudah jatuh sakit. Kekurangan trombosit akan membuat Anda lebih mudah mengalami perdaharan dan memar daripada biasanya. Baca juga: Cara Atasi Rasa Mual Akibat Kemoterapi Sekarang ini, telah tersedia obat-obatan yang dapat mengobati berbagai jenis gangguan darah di atas dan mencegah terjadinya leukopenia pada pasien dengan resiko tinggi. Obat-obatan ini dapat membantu sumsum tulang Anda membentuk sel-sel darah baru. 8.      Gangguan Sistem SarafSejumlah obat kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan saraf. Obat ini dapat menyebabkan timbulnya beberapa gejala seperti kesemutan, rasa seperti terbakar, kelemahan atau mati rasa pada tangan, kaki, atau keduanya; otot terasa lemah, nyeri, atau mudah lelah; hilang keseimbangan, dan gemetar.Anda mungkin juga akan mengalami kaku leher, nyeri kepala, kesulitan melihat, kesulitan mendengar, atau kesulitan berjalan dengan normal. Anda akan merasa mudah jatuh. Berbagai gejala ini biasanya akan membaik saat dosis obat kemoterapi diturunkan atau dihentikan. Akan tetapi, kadangkala kerusakan yang terjadi bersifat permanen. 9.      Perubahan Cara Berpikir dan Daya IngatSejumlah orang dapat mengalami kesulitan berpikir jernih dan berkonsentrasi setelah melakukan kemoterapi.  10.  Gangguan Seksual dan Organ ReproduksiKemoterapi dapat mempengaruhi kesuburan Anda. Bagi wanita, kemoterapi akan mempengaruhi kemampuannya untuk hamil. Sementara itu, bagi pria, kemoterapi akan mempengaruhi kemampuannya untuk membuat seorang wanita hamil.Selain itu, merasa lelah atau tidak enak badan karena menderita kanker atau karena kemoterapi juga dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk menikmati seks. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai efek samping yang satu ini sebelum Anda memulai kemoterapi.Kemoterapi juga dapat membahayakan jiwa janin, terutama bila kehamilan masih berusia kurang dari 3 bulan saat semua organ bayi masih dalam masa pembentukan. Jika Anda memiliki kemungkinan untuk hamil selama pengobatan, gunakanlah pil KB. Jika Anda hamil, segera beritahu dokter Anda. 11.  Hilangnya Nafsu MakanSaat melakukan kemoterapi, Anda mungkin akan makan lebih sedikit daripada biasanya, tidak merasa lapar sama sekali, atau merasa kenyang setelah makan sedikit. Jika hal ini terus berlangsung selama pengobatan, maka Anda mungkin akan mengalami penurunan berat badan dan kurang gizi. Anda juga mungkin akan mengalami penurunan massa otot dan kekuatan otot. Semua hal ini dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk sembuh. 12.  Rambut RontokBeberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok dari seluruh bagian tubuh. Hal ini mungkin terjadi secara perlahan atau sekaligus. Rambut rontok biasanya mulai terjadi setelah beberapa minggu pertama kemoterapi dan cenderung meningkat dalam waktu 1-2 bulan. Dokter Anda dapat memprediksi hal ini berdasarkan pada jenis obat dan dosis obat yang Anda terima. 13.  Efek Samping Jangka PanjangSebagian besar efek samping di atas akan menghilang setelah pengobatan dihentikan. Akan tetapi, sejumlah efek samping akan tetap berlanjut, kambuh, atau baru timbul kemudian. Contohnya, beberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung, paru-paru, hati, ginjal, atau sistem reproduksi. Dan sejumlah orang mungkin akan mengalami kesulitan berpikir, berkonsentrasi, dan mengingat selama beberapa bulan atau beberapa tahun paska kemoterapi.Kerusakan atau perubahan sistem saraf dapat terjadi paska pengobatan. Anak-anak yang menjalani kemoterapi mungkin akan mengalami efek samping yang akan berlangsung selama beberapa bulan atau beberapa tahun paska kemoterapi. Orang yang berhasil sembuh dari kanker juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker lagi di kemudian hari. Pentingnya Perawatan Paska KemoterapiPerawatan saat kemoterapi telah selesai sangat penting. Dokter Anda dapat membantu Anda mengatasi berbagai efek samping jangka panjang dan memperhatikan apakah ada efek samping baru (late effects) yang timbul paska kemoterapi. Dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: cancer 
 25 Apr 2019    08:00 WIB
Pergelangan Tangan Sakit Karena Terlalu Lama Memegang Barang ?
Apabila Anda pernah mengalaminya, kemungkinan Anda mengalami CTS (Carpal tunnel syndrome/ sindrom lorong karpal). Carpal tunnel syndrome adalah kejadian yang sering dirasakan oleh setiap orang. Gangguan ini akan menyebabkan pergelangan tangan dan tangan sakit. Gejala utama carpal tunnel syndrome ialah nyeri, mati rasa atau kesemutan di tangan dan pergelangan tangan terutama di ibu jari, telunjuk, jari tengah dan setengah lingkaran jari manis. Kondisi ini terjadi terutama pada wanita, tetapi juga dapat mempengaruhi laki-laki. Carpal tunnel syndrome disebabkan oleh tekanan pada saraf median di pergelangan tangan. Orang yang menggunakan tangan dan pergelangan tangan mereka berulang kali dengan cara yang sama, misalnya tukang kayu, cenderung akan mengalami carpal tunnel syndrome. Untuk membantu mencegah carpal tunnel syndrome: Mengangkat lengan dengan bantal sambil berbaring. Hindari kegiatan yang terlalu sering menggunakan tangan untuk mencegah carpal tunnel syndrome. Cari cara yang berbeda untuk menggunakan tangan dengan menggunakan alat lain atau mencoba untuk menggunakan sisi lain. Hindari menekuk pergelangan tangan saat bekerja untuk meminimalkan risiko carpal tunnel syndrome. Saat melakukan beberapa jenis pekerjaan berulang-ulang dengan tangan, pastikan bahwatangan dan pergelangan tangan dalam posisi yang nyaman. Istirahat secara teratur apabila melakukan gerakan berulang. Hindari menaruh pergelangan tangan pada permukaan yang keras atau bergerigi untuk waktu yang lama. Sumber: ndtv
 05 Feb 2019    08:00 WIB
Tanpa Obat, Redakan Sakit Gigi Dengan Bahan Alami
Tingkat sakit gigi dapat sangat bervariasi, mulai dari nyeri ringan hingga nyeri hebat yang tidak tertahankan, baik pada gigi atau rahang Anda. Beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit gigi adalah gigi berlubang, infeksi, akar gigi yang tidak terlindung, gigi retak, gangguan gusi, tambalan gigi yang bocor, atau gangguan sendi rahang. Sakit gigi dapat terjadi saat bagian tengah gigi atau yang juga dikenal dengan nama pulpa mengalami iritasi atau meradang. Pulpa berisi beberapa ujung saraf yang sangat sensitif. Pulpa dapat meradang atau mengalami iritasi karena berbagai hal, termasuk yang disebtukan di atas. Jika Anda mengalami sakit gigi, akan lebih baik bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter gigi sebelum keluhan semakin memburuk. Selain itu, Anda juga dapat mencoba beberapa bahan alami di bawah ini untuk mengurangi rasa nyeri untuk sementara waktu.   Lada dan Garam Garam yang dicampur dengan lada dapat menjadi ramuan yang berguna saat gigi Anda menjadi sangat sensitif. Hal ini dikarenakan keduanya mengandung zat anti bakteri, anti radang, dan anti nyeri. Cara membuatnya adalah: Campurkan garam dan lada dengan jumlah yang sama, kemudian tambahkan beberapa tetes air untuk membuatnya menjadi pasta Oleskan pada gigi yang nyeri dan diamkan selama beberapa menit Lakukan hal ini selama beberapa hari   Bawang Putih Bawang putih dapat menjadi pereda nyeri gigi yang cukup efektif. Hal ini dikarenakan bawang putih mengandung antibiotik dan berbagai zat obat lainnya yang sangat efektif untuk mengurangi nyeri. Cara membuatnya adalah: Campurkan bawang putih yang sudah dihaluskan atau bubuk bawang putih dengan sejumlah garam dan oleskan langsung pada gigi yang sakit. Jika Anda lebih suka, Anda juga dapat mengunyah 1-2 siung bawang putih secara langsung Ulangi terapi ini selama beberapa hari   Cengkeh Cengkeh mengandung zat anti radang, anti bakteri, antioksidan, dan anestetik (bius) yang dapat membantu mengatasi sakit gigi dan melawan infeksi. Cara membuatnya adalah haluskan 2 butir cengkeh utuh. Campurkan dengan sedikit minyak zaitun atau minyak sayur dan oleskan pada gigi yang nyeri. Cara lainnya adalah oleskan cotton ball yang telah dibasahi dengan minyak cengkeh secara langsung pada gigi yang sakit atau campurkan beberapa tetes minyak cengkeh dengan setengah gelas air dan berkumurlah dengan air ini.   Bawang Bombay Bawang Bombay mengandung zat antiseptic dan anti mikroba yang dapat mengatasi sakit gigi. Selain itu, bawang Bombay juga dapat membantu meredakan nyeri dengan membunuh bakteri penyebab infeksi. Caranya adalah segera kunyah bawang Bombay mentah selama beberapa menit saat Anda pertama kali mengalami sakit gigi. Jika Anda tidak dapat mengunyahnya, letakanlah sepotong bawang Bombay mentah pada gigi atau gusi yang sakit.   Baca juga: Tips Menangani Nyeri Karena Tumbuh Gigi   Air Garam Hangat Tahukah Anda bahwa segelas air garam hangat dapat membantu meredakan sakit gigi? Campurkanlah setengah sendok makan garam ke dalam segelas air panas dan gunakan sebagai obat kumur. Larutan ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan radang serta infeksi.   Daun Jambu Biji Daun jambu biji segar juga dapat membantu meredakan nyeri gigi karena mengandung zat anti radang, anti nyeri, dan anti mikroba. Caranya adalah kunyahlah 1 atau 2 buah daun jambu biji hingga sarinya keluar dan meredakan nyeri. Selain itu, daun bayam mentah juga akan menimbulkan efek yang samat. Cara lainnya adalah masukkan 4-5 butir daun jambu biji ke dalam air mendidih. Biarkan hingga air menjadi hangat dan tambahkan sedikit garam. Gunakan larutan ini sebagai obat kumur.   Ekstrak Vanilla Ekstrak vanilla merupakan pilihan populer lainnya untuk meredakan nyeri gigi. Selain itu, vanilla juga memiliki efek menenangkan. Caranya adalah celupkan cotton bud ke dalam ekstrak vanilla dan oleskan pada gigi yang sakit. Lakukan hal ini beberapa kali sehari hingga gigi tidak lagi terasa nyeri.   Es Batu Es batu dapat membantu meredakan nyeri dengan membuat ujung saraf mati rasa. Caranya adalah bungkus es batu dengan kain tipis. Tempelkan pada pipi di dekat gigi yang sakit selama beberapa menit. Jangan tempelkan langsung pada gigi karena kontak langsung justru dapat membuat gigi terasa semakin sakit.   Selain mencoba berbagai obat herbal di atas, pastikan Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter gigi karena beberapa jenis gangguan gigi dan gusi membutuhkan pengobatan yang lebih daripada pengobatan alami di atas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 27 Oct 2018    16:00 WIB
5 Penyebab Paling Umum Nyeri Panggul Pada Wanita
Apakah Anda sering merasakan nyeri pada panggul. Ternyata wanita lebih sering mengalami nyeri pada panggul. Ada beberapa penyebab bisa terjadinya nyeri panggul. Bila Anda tahu apa penyebab nyeri panggul tersebut maka akan lebih mudah dan lebih tepat dalam menangani keadaan tersebut. Berikut ini adalah penyebab paling umum terjadinya nyeri panggul: Artritis/ radang sendi  Merupakan penyebab paling umum terjadinya nyeri panggul yang kronis. Nyeri artritis sering dirasakan di bagian depan paha atau dipangkal paha, karena kekakuan atau pembengkakan di sendi.  Patah tulang panggul Patah tulang panggul sering terjadi pada wanita yang lebih tua, terutama mereka yang mengalami osteoporosis (penurunan kepadatan tulang). Gejala patah tulang panggul adalah timbul rasa sakit saat Anda meluruskan kaki, mengangkat kaki dan saat berdiri. Akan terjadi perubahan bentuk jari pada sisi tulang panggul yang patah, tanda ini menjadi awal untuk membantu diagnosa dokter Anda. Tendinitis dan bursitis Banyak tendon di sekitar panggul yang menghubungkan otot sendi. Tendon ini dapat dengan mudah menjadi meradang jika Anda terlalu sering beraktivitas berat. Yang paling sering mengalami tendinitis di sendi panggul adalah pelari. Selain itu bursitis peradangan pada bursa yang disertai rasa nyeri. Bursa adalah kantong datar yang mengandung cairan sinovial, yang memudahkan pergerakan normal dari beberapa sendi pada otot dan mengurangi gesekan. Seperti tendon, kantung ini dapat menjadi meradang dan iritasi akibat penggunaan berlebihan. Hernia Timbulnya benjolan di daerah selangkangan, turunnya usus karena melemahnya lapisan otot dinding perut. Pada wanita yang sedang hamil rentan terjadinya hernia. Terjadinya hernia juga menyebabkan rasa nyeri pada panggul Masalah kandungan dan tulang belakang Pada wanita yang memiliki masalah pada kandungan juga akan menimbulkan rasa nyeri pada panggul, seperti endometriosis (ketika lapisan rahim tumbuh di tempat lain). Nyeri pada bagian tulang belakang juga dapat menimbulkan nyeri pada bokong dan panggul. Penanganan Pengobatan untuk nyeri panggul tergantung pada diagnosis, tapi rasa sakit yang disebabkan karena penggunaan berlebihan atau olahraga yang terlalu berat dapat diredakan dengan panas, istirahat, dan obat anti-inflamasi. Untuk mencegah terjadinya cedera, penting untuk melakukan peregangan sebelum berolahraga,  memakai pakaian yang sesuai dan sepatu  yang paling nyaman digunakan.  Jika kegiatan yang dilakukan berlebihan dan menimbulkan nyeri panggul, hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter. Kelebihan berat badan juga dapat memberikan tekanan pada sendi panggul, jadi dengan menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi terjadinya nyeri panggul. Beberapa penyebab nyeri pinggul seperti patah tulang dan hernia mungkin memerlukan tindakan bedah. Jika nyeri panggul yang Anda rasakan semakin bertambah, konsultasikan dengan dokter Anda tentang kemungkinan penyebab dan bagaimana perawatannya.  Sumber: everydayhealth
 19 Mar 2018    12:30 WIB
Tips Mengatasi Nyeri Payudara Saat Hamil
Saat hamil, Anda tidak dapat terhindar dari nyeri pada payudara. Hal ini dikarenakan jaringan payudara Anda sedang mengalami perubahan sebagai persiapan untuk pembentukan ASI. Untuk membantu mengurangi "penderitaan" Anda, di bawah ini ada beberapa tips yang dapat membantu mengurangi nyeri pada payudara saat hamil.   Pilih Bra yang Tepat Selama hamil, pastikan Anda memilih bra yang tepat sehingga payudara Anda memiliki penyanggah yang baik. Perhatikan juga ukuran bra yang Anda gunakan, karena biasanya akan terjadi perubahan ukuran bra yang cukup signifikan selama hamil. Intinya adalah segera beli bra baru setiap kali Anda merasa membutuhkannya. Jika payudara Anda terlalu berat atau besar, gunakanlah sports bra (bra olahraga) atau bra yang memiliki busa. Bra jenis ini biasanya lebih sesuai dan terasa lebih nyaman.   Kurangi Konsumsi Garam Entah Anda percaya atau tidak, mengurangi konsumsi garam dapat sangat membantu mengurangi nyeri pada payudara. Hal ini dikarenakan garam bersifat menahan air, yang membuat payudara Anda semakin berat dan nyeri.   Minum Banyak Air Putih Minum air putih juga dapat membantu mengurangi nyeri. Tidak hanya dapat membantu mengeluarkan kelebihan cairan dari dalam tubuh, minum banyak air putih juga dapat membuat Anda merasa lebih ringan dan segar.   Baca juga: Mengapa Kaki Wanita Hamil Sering Membengkak???   Tetap Aktif Saat hamil, sebagian besar wanita biasanya akan mengurangi aktivitas fisiknya. Akan tetapi, untuk membantu mengurangi nyeri payudara, bergerak justru membantu. Berjalan santai selama 30 menit atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan dapat membantu. Dengan tetap aktif, maka aliran darah di dalam tubuh Anda pun akan menjadi lebih baik.   Kompres Panas Atau Dingin Mengkompres payudara Anda dengan kompres dingin atau panas juga dapat membantu mengurangi nyeri. Pilihlah jenis kompres mana yang lebih Anda sukai.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 16 Mar 2018    11:00 WIB
4 Alasan Mengapa Payudara Terasa Nyeri Saat Hamil
Sebelum Anda dapat menikmati masa-masa menyenangkan sebagai seorang ibu, Anda harus mengalami beberapa jenis nyeri selama hamil. Salah satu jenis nyeri yang dirasa cukup menyiksa dan akan dialami oleh semua ibu hamil adalah nyeri pada payudara. Mengapa payudara terasa nyeri saat hamil? Nyeri pada payudara sebenarnya merupakan tanda paling awal dari kehamilan dan merupakan hal yang normal terjadi. Beberapa orang wanita juga dapat mengalami hal ini saat mereka akan menstruasi atau selama menstruasi. Nyeri pada payudara terutama dirasakan pada 3 bulan pertama kehamilan Anda. Pada masa ini, payudara biasanya teraba keras, membengkak, nyeri, dan sensitif. Nyeri pada payudara biasanya mulai dirasakan saat usia kehamilan Anda sudah mencapai 5-6 minggu. Rasa nyeri ini biasanya akan semakin berkurang seiring dengan semakin membesarnya usia kehamilan Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja hal yang paling sering menyebabkan terjadinya nyeri pada payudara saat hamil.   Terjadinya Perubahan Jaringan Payudara Perubahan jaringan payudara ini merupakan penyebab paling sering dari nyeri pada payudara saat hamil. Pada saat hamil, akan terbentuk kista-kista kecil pada jaringan fibrosa payudara, yang kemudian akan terisi oleh cairan dan membengkak. Hal inilah yang membuat payudara terasa nyeri.   Ketidakseimbangan Kadar Hormon di Dalam Tubuh Saat hamil, tubuh akan mengalami berbagai perubahan untuk mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan Anda. Hal ini akan menyebabkan perubahan mendadak pada kadar berbagai hormon di dalam tubuh Anda, terutama kadar estrogen, yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri pada payudara.   Baca juga: Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Hamil 3 Bulan   Keluarnya ASI Salah satu keluhan yang paling dijumpai pada ibu hamil adalah keluarnya ASI sebelum melahirkan. Hal ini biasanya terjadi saat kehamilan memasuki trimester kedua atau ketiga. Kebocoran ASI ini sebenarnya terjadi karena payudara sudah mulai memproduksi kolostrum. Cairan ini biasanya keluar saat Anda memijat payudara atau saat Anda merasa bergairah dan merupakan penyebab tersering dari terjadinya nyeri payudara, terutama pada tahap akhir kehamilan.   Perubahan Ukuran Payudara Saat hamil, sel pembentuk ASI dan kelenjar susu akan mulai terbentuk. Hal ini akan membuat ukuran payudara Anda membesar. Pembesaran payudara ini akan tetap berlangsung hingga 3 bulan pertama paska melahirkan. Akibatnya, ukuran bra Anda mungkin akan bertambah sekitar 1 cup. Pembesaran payudara inilah yang membuat payudara terasa sakit.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 10 Jan 2018    12:30 WIB
Payudara Sakit, Karena Menstruasi Atau Bukan???
Pada wanita, seringkali sulit dibedakan apakah keluhan nyeri pada payudara disebabkan oleh perubahan kadar hormonal akibat menstruasi (nyeri siklik) atau karena hal lainnya (non siklik). Di bawah ini Anda dapat melihat perbedaan gejala antara nyeri payudara yang berhubungan dengan siklus menstruasi dan yang bukan.   Nyeri Payudara Siklik Nyeri payudara siklik biasanya berhubungan dengan siklus menstruasi. Nyeri ini terutama terjadi pada akhir masa pubertas dan awal masa menopause. Walaupun demikian, nyeri ini dapat mengenai wanita pada usia berapa pun. Nyeri payudara siklik biasanya berupa: Nyeri dapat tajam maupun tumpul dengan intensitas yang bervariasi, dari hampir tidak terasa hingga sangat nyeri Selain nyeri, payudara juga dapat terasa kesemutan, tertekan, panas, atau mati rasa Nyeri dapat mengenai suatu bagian payudara, seluruh payudara, tulang rusuk, ketiak, bahu, atau bagian dada lainnya selain payudara Intensitas nyeri biasanya berkurang seiring dengan berlalunya siklus menstruasi. Jika gejala tidak juga membaik, maka hal ini dapat merupakan tanda dari suatu gangguan yang lebih serius   Nyeri Payudara Non Siklik Nyeri payudara non siklik biasanya terjadi secara tiba-tiba dan tidak memiliki jadwal tertentu. Nyeri ini merupakan nyeri umum yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi. Nyeri payudara non siklik dapat disebabkan oleh trauma, olahraga, tindakan pembedahan, penumpukkan cairan, dan sebagainya. Nyeri payudara non siklik biasanya berlangsung sementara atau ringan. Akan tetapi, bila payudara terasa panas seperti terbakar atau nyeri tidak juga menghilang atau gejala semakin memburuk, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Baca juga: Ini Dia Penyebab Payudara Tetap Nyeri Setelah Haid Selesai   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 01 Sep 2017    08:00 WIB
Kurangi Nyeri Saat Bercinta Dengan Posisi Berikut Ini…
Apakah Anda selalu merasa "tersiksa" oleh nyeri setiap kali berhubungan intim dengan suami? Bila ya, maka mengganti posisi bercinta Anda mungkin dapat membantu meminimalisir rasa nyeri tersebut. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa posisi bercinta untuk berbagai jenis keluhan Anda.   Nyeri Pada Panggul   Untuk mengurangi nyeri pada panggul Anda, jagalah supaya posisi panggul Anda tetap netral. Posisi bercinta yang cocok bagi Anda adalah doggy style.   Nyeri Pada Pinggang   Untuk mengurangi nyeri pada pinggang saat bercinta, pastikan punggung Anda tetap berada dalam keadaan lurus dengan posisi bercinta seperti di atas.   Nyeri Sendi   Posisi bercinta yang cocok bagi Anda yang menderita nyeri pada sendi lutut adalah posisi misionaris karena posisi ini akan mengurangi tekanan pada daerah lutut dan paha. Jika Anda mengalami nyeri pinggang saat bergerak, letakkan handuk bersih yang digulung pada pinggang Anda untuk menyangga pinggang agar tidak nyeri.   Vagina Kering   Bila Anda merasa nyeri karena vagina kering, maka cobalah bercinta dengan posisi duduk. Duduklah di atas pangkuan pasangan Anda dengan wajah saling berhadapan. Dengan mengendalikan gerakan, Anda dapat mengetahui posisi dan gerakan apa yang paling nyaman bagi Anda.   Baca juga: Tips Untuk Membuat Wanita Selalu Mencapai "Big O" Saat Bercinta   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention