Your browser does not support JavaScript!
 07 Oct 2018    08:00 WIB
Ingin Ngemil Tapi Tetap Sehat ?
Mengonsumsi makanan kecil di luar waktu makan utama (ngemil) sering dilakukan orang pada umumnya. Di rumah, di kantor, saat bekerja, maupun di waktu senggang kegiatan ngemil kerap menjadi pelengkap suasana. Memang, ngemil kebanyakan bukan bertujuan untuk mengganjal perut, meskipun tidak lapar seringkali keinginan untuk ngemil muncul. Asal pintar memilih jenis camilannya, ngemil yang selama ini dianggap buruk bisa jadi bermanfaat. Ngemil tak selalu merugikan, tak juga selalu menggemukkan. Sebaliknya, ngemil bisa menyehatkan, bahkan menjaga tubuh tetap langsing. Mengapa Ingin Ngemil? Dorongan untuk ngemil biasanya terjadi ketika perut terasa lapar atau tubuh butuh tambahan gula. Dorongan ngemil juga bisa muncul karena dorongan emosional, baik ketika melihat atau mencium aroma makanan yang menggugah selera meski perut Anda sedang tidak lapar. Sejatinya kebiasaan ngemil tidak dilarang bahkan malah dianjurkan oleh para praktisi diet. Tujuannya adalah untuk mengurangi napsu makan agar tidak makan dalam porsi besar ketika waktu makan utama tiba. Syaratnya, camilan yang dikonsumsi harus sehat dan rendah kalori. Ngemil juga bisa muncul dari kebiasaan saat masih kanak-kanak yang suka jajan. Tapi pada orang tertentu kebiasaan tersebut akan berkurang seiring bertambahnya usia, meski sebagian besar tetap pada kebiasaan tersebut. Memilih Camilan Sehat Seperti dijelaskan di atas bahwa agar kebiasaan ngemil tetap menjadi kebiasaan yang menyehatkan maka camilan yang dikonsumsi harus rendah kalori dan kaya nutrisi. Hindari camilan yang banyak menggunakan MSG (monosodium glutamat), karena inilah yang dapat membuat seseorang kecanduan untuk makan lagi dan lagi. Hindari pula camilan yang terlalu banyak gula, garam, dan pewarna makanan. Pilih makanan alami yang disediakan langsung oleh alam seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan olahannya. Anda juga bisa mencoba sayuran dan buah-buahan segar karena kandungan vitamin dan mineralnya akan menjaga daya tahan tubuh Anda agar tetap prima sepanjang hari. Contoh Camilan Sehat Yogurt Kalsium yang ada di dalam yogurt akan membantu menjaga kepadatan dan memperkuat tulang Anda. Sekaligus membantu Anda terhindar dari osteoporosis. Bakteri baik yang terkandung dalam yogurt juga baik untuk kesehatan pencernaan. Pisang Ini pilihan ngemil yang ideal, karena buah ini kaya serat. Kandungan gula pada pisang tergolong rendah, begitu pula melon, pepaya, dan jambu. Apel dan pear biasanya jadi pilihan favorit dalam program penurunan berat badan. Tapi, tahukah Anda, pisanglah yang tetap jadi juaranya. Karena, pisang kaya potasium. Inilah zat yang membantu menjaga tingkat tekanan darah normal, membantu kesehatan otot, termasuk mencegah kram otot, dan sumber energi yang sangat baik. Pisang juga mudah dicerna oleh tubuh. Salad Semua sup dengan kaldu bening selalu menjadi pilihan yang baik dibandingkan sup yang berkrim. Sup merupakan sumber energi dan gizi yang sempurna karena didalamnya terdapat kombinasi sayuran dan buah-buahan segar yang siap menyuplai tubuh Anda dengan vitamin dan mineral. Gandum Gandum dan olahannya diperkaya dengan serat untuk menurunkan kolesterol jahat dalam darah. Kandungan avenanthramides pada gandum tidak hanya melindungi terhadap penyakit jantung, namun antioksidan ini juga mampu mencegah arteri dari pengerasan. Avenanthramides bekerja dengan menekan produksi molekul yang memungkinkan untuk mencegah pengerasan dinding arteri. Kacang Kalau ingin ngemil yang gurih-gurih kacang adalah alternatif yang cukup baik. Kandungan lemak dan proteinnya lebih aman ketimbang keripik kentang. Tetapi, jangan pilih kacang yang diolah dengan minyak (goreng) dan tinggi kandungan garam. Porsi yang baik adalah satu genggam kecil tangan saja. Sehat adalah hal yang mudah untuk diwujudkan. Wujudkan jalan menuju sehat dengan cara yang paling Anda suka. Salah satunya dengan memilih camilan yang sehat. Dengan memilih camilan yang sehat berarti Anda telah menuju hidup yang lebih sehat.  
 06 Jun 2018    18:00 WIB
6 Tips Untuk Menghilangkan Kebiasaan Mengemil di Tengah Malam
1.      Cukupi Kebutuhan Vitamin dan Mineral Anda Seringkali rasa ingin mengemil merupakan cara tubuh Anda untuk memberitahu bahwa ia kekurangan vitamin atau mineral. Akan tetapi, apa yang ingin Anda konsumsi sebenarnya cukup spesifik, misalnya Anda mungkin ingin mengkonsumsi karbohidrat saat Anda kekurangan vitamin C, yang telah terbukti mampu mengendalikan nafsu makan jika ada dalam jumlah yang tepat.   2.      Alihkan Perhatian Anda Jika Anda ingin mengemil sesuatu yang spesifik seperti keripik kentang rasa baberque atau es krim dengan rasa coklat mint, maka hal ini hampir selalu disebabkan oleh faktor psikologis, bukanlah kebutuhan fisik. Dan seperti halnya otot tubuh Anda yang merasa lelah di malam hari, tekad Anda pun akan melemah di malam hari. Oleh karena itu, bila Anda merasakan hal di atas, akan lebih baik bila Anda berusaha untuk mengalihkan perhatian Anda untuk membaut Anda melupakan keinginan Anda untuk mengkonsumsi suatu makanan.   3.      Konsumsi Lebih Banyak Protein Sebuah penelitian di Amerika pada tahun 2013 menemukan bahwa mengkonsumsi sarapan tinggi protein dapat mengurangi keinginan seseorang untuk mengemil di malam hari dan lebih mampu mengendalikan bagian otak yang berhubungan dengan pemberian "hadiah".   4.      Tingkatkan Aktivitas Fisik Anda Pada penelitian yang menganalisis sekitar 19 buah penelitian di tahun 2012, para peneliti menemukan bahwa berolahraga selama 10-40 menit setiap harinya dapat membantu meningkatkan fungsi otak yang berperanan untuk mengendalikan diri, termasuk keinginan untuk mengemil. Hal ini mungkin dikarenakan peningkatan denyut jantung selama berolahraga juga meningkatkan aliran darah dan oksigen ke bagian otak tertentu (prefrontal), yang berperanan untuk mengambil suatu keputusan dan mengendalikan impuls. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan di Amerika menemukan para pria yang melakukan olahraga lari selama 60 menit mengalami penurunan aktivitas di bagian otak yang berhubungan dengan pemberian hadiah saat diperlihatkan berbagai gambar makanan berkalori tinggi, yang berarti mereka tidak terlalu ingin mengkonsumsi makanan berkalori tinggi dan justru lebih memilih makanan rendah kalori karena aktivitas otaknya lebih tinggi saat mereka ditunjukkan berbagai gambar makanan rendah kalori.   5.      Pilih Makanan yang Mengandung Indeks Glikemik Rendah Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa saat seorang pria yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas mengkonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik yang tinggi seperti karbohidrat olahan dan gula, maka aktivitas bagian otak yang berhubungan dengan pemberian "hadiah" dan keinginan untuk mengemil akan meningkat dibandingkan dengan saat mereka mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang memiliki indeks glikemik yang rendah di malam hari.   6.      Jangan Bergadang Kurang tidur akibat bergadang atau kesibukan lainnya dapat mengganggu irama sirkardian (jam) tubuh Anda, yang tentu saja juga akan mengganggu nafsu makan Anda. Kurang tidur dapat membuat Anda lebih ingin mengemil dan meningkatkan rasa lapar Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda tidur selama setidaknya 7 jam setiap malamnya.     Sumber: menshealth