Your browser does not support JavaScript!
 08 Sep 2020    09:00 WIB
Bau Mulut, Penyebab dan Cara Mengatasi Yang Tepat!
Guys…! Pernah merasakan tidak ketika kita sedang enak berbincang eh..tiba-tiba ada bau mulut tidak sedap dari lawan bicara kita, apalagi ketika kita sedang kencan dengan pasangan kita, duh…malu-maluin dan bikin gak betah. Mungkin kita sudah coba sikat gigi atau kumur dengan penyegar mulut, tapi tidak mempan. Lalu apa sebenarnya penyebab dari bau mulut yang membandel ini yah. Mari kita bahas bersama. Bau mulut, secara medis dikenal sebagai halitosis, adalah masalah umum. Bau mulut biasanya sederhana dan dapat dicegah. Faktor-faktor diet serta penggunaan tembakau dan alkohol semuanya dapat menjadi faktor penyebab bau mulut. Kebersihan mulut yang buruk, mulut kering, penyakit gusi, kerusakan gigi, atau infeksi mulut juga bisa menjadi penyebab halitosis. Infeksi pada paru-paru, sinus, atau saluran udara juga dapat menyebabkan bau mulut karena adanya sekresi hidung yang dapat mengalir ke mulut. Tetes postnasal kronis, misalnya seperti yang terjadi pada infeksi sinus, dapat menjadi penyebab bau mulut. Batuk berdahak dari infeksi paru-paru juga dapat menyebabkan bau mulut. Halitosis (bau mulut kronis) sebagian besar disebabkan oleh bakteri penghasil sulfur yang biasanya hidup di permukaan lidah dan di tenggorokan. Kadang-kadang, bakteri ini mulai memecah protein pada tingkat yang sangat tinggi dan senyawa sulfur volatil (VSC) yang dilepaskan dari bagian belakang lidah dan tenggorokan. Halitosis tidak menular. Sekitar 2,4% dari populasi orang dewasa menderita bau mulut. Kondisi kronis lainnya: Walaupun halitosis sering dikaitkan dengan sesuatu yang terjadi di mulut kita, halitosis juga dapat menjadi pertanda refluks lambung, diabetes, penyakit hati atau ginjal. Gejala atau tanda-tanda kita memiliki halitosis dapat meliputi: Lapisan putih di lidah terutama di bagian belakang lidah. Mulut kering. Berkembang di sekitar gigi. Tetes hidung, atau lender. Napas buruk di pagi hari dan sensasi lidah yang terbakar. Air liur kental dan kebutuhan konstan untuk membersihkan tenggorokan kita. Rasa asam konstan, pahit metalik. Mengalami halitosis dapat berdampak besar pada seseorang. Karena bau mulut, orang lain mungkin mundur atau memalingkan kepala. Ini bisa menyebabkan hilangnya kepercayaan diri dan harga diri. Jika kita mengalami Halitosis (bau mulut), disarankan segera pergi ke dokter gigi dan biasanya dokter akan mendiagnosa halitosis dengan alat detektor canggih yang dapat menilai bau dengan lebih tepat. Seperti: Halimeter: Ini mendeteksi tingkat sulfur yang rendah. Kromatografi gas: Tes ini mengukur tiga senyawa sulfur yang mudah menguap: Hidrogen sulfida, metil merkaptan, dan dimetil sulfida. Tes BANA: Ini mengukur kadar enzim spesifik yang diproduksi oleh bakteri penyebab halitosis. Tes beta-galactosidase: Kadar enzim beta-galactosidase telah ditemukan berkorelasi dengan bau mulut. Dengan hal ini dokter gigi kemudian akan dapat mengidentifikasi kemungkinan penyebab bau mulut. Kita bisa melakukan perawatan di rumah jika kita mengalami Halitosis, Seperti: Sikat gigi. Flosh. Bersihkan gigi palsu. Menyikat lidah. Banyak minum air putih. Hindari bawang, bawang putih, dan makanan pedas. Makanan manis juga terkait dengan bau mulut. Kurangi konsumsi kopi dan alkohol. Makan sarapan yang meliputi makanan kasar dapat membantu membersihkan bagian belakang lidah. Untuk mengurangi bau mulut, hindarilah gigi berlubang dan risiko penyakit gusi, secara konsisten lakukan kebersihan mulut yang baik dan rutin. Perawatan lebih lanjut untuk bau mulut dapat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Jika bau mulut kita diduga disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya, dokter gigi kita kemungkinan akan merujuk kita ke penyedia layanan kesehatan utama kita. so apapun masalah mulut kita, terutama jika kita mengalami bau mulut yang sangat mengganggu, segera hubungi dokter gigi kita yah. Salam sehat!!! Sumber : www.medicalnewstoday.com, www.webmd.com, www.healthline.com, www.mayoclinic.org, www.mouthhealthy.org 
 08 Aug 2020    15:00 WIB
Deteksi HIV Dari Gejala-Gejala Di Mulut
Apakah HIV dan AIDS itu? HIV atau Human immunodeficiency virus  adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus HIV merusak daya tahan tubuh dengan menyerang sistem kekebalan/imunitas dengan  menghancurkan sel-sel darah putih tertentu secara progresif dan menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sindrom atau kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat virus HIV yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Dengan rusaknya sistem kekebalan akan mempermudah semua jenis virus masuk ke tubuh manusia tanpa takut diserang oleh imun tubuh lagi.   Bagaimana penularan HIV ? Melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke dalam tubuh pasangannya Dari seorang ibu hamil yang HIV positif kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan dan/atau waktu menyusui. Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV. Lewat pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik di kalangan pengguna narkoba suntik. Apa saja gejala-gejala HIV di mulut ? Gejala-gejala di mulut seringkali merupakan tanda awal infeksi HIV. Infeksi jamur Infeksi jamur kandida (candidiasis) adalah salah satu tanda yang paling awal dan paling umum ditemukan pada penderita HIV/AIDS. Secara klinis candidiasis tampak sebagai bercak putih atau kombinasi bercak putih dan kemerahan yang dapat terjadi di bagian manapun di rongga mulut. Terkadang bercak ini mudah berdarah dan terdapat daerah kemerahan di bawah bercak putih, disertai rasa sakit dan rasa seperti terbakar. Infeksi virus Kondisi imun yang melemah juga membuka kesempatan yang lebih lebar bagi infeksi virus, yang paling umum adalah virus herpes dan human Papillomavirus (HPV)biasanya menyerang bibir dan sisi lidah. Selain itu juga dapat terjadi lesi oral yang mengarah kepada keganasan, yang paling sering adalah sarcoma Kaposi. Mulut Kering (xerostomia)Penderita HIV/AIDS umumnya mengalami kondisi mulut kering (dry mouth/xerostomia) karena obat-obatan yang dikonsumsi maupun karena penyakitnya itu sendiri. Dikombinasi dengan penurunan sistem imun, mulut yang kering membuat penderita lebih mudah untuk mengalami karies dentis dan penyakit periodontal HIV. Peyakit periodontal HIV Penyakit periodontal sebetulnya dapat terjadi pada siapa saja, namun khusus pada pasien dengan gangguan sistem imun seperti HIV/AIDS, memiliki tampilan yang khas. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, pada gusi kondisi ini dahulu disebut HIV-gingivitis dan kini disebut linear gingival erythema (LGE), terlihat sebagai lesi merah seperti pita di daerah gusi. LGE dapat terasa sakit dan mudah berdarah, dan dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang khas yaitu necrotizing ulcerative periodontitis (NUP) yang dahulu disebut HIV-periodontitis, di mana tulang dan jaringan lunak mengalami kerusakan yang sangat cepat dan progresif. Umumnya berujung dengan kehilangan gigi, dan seringkali disertai rasa sakit yang berat dan mudah berdarah.   Baca Juga: Mencegah HIV Dengan Pengobatan Truvada   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 09 Jul 2018    08:00 WIB
Tidak PD Karena Bau Mulut ? Cari Tahu Penyebabnya
Tentu kita tidak nyaman ketika kita dapati ternyata bau mulut kita tidak sedap. Apalagi sampai orang yang kita ajak bicara jaga jarak atau lebih lagi tutup hidungnya. Mungkin kita sediakan permen atau mouth spray untuk mengatasi hal ini. Namun cara yang terbaik adalah kita perlu mengenali sumber masalah bau mulut kita. Secara umum bau mulut terjadi ketika bakteri alami di mulut kita memecah makanan yang ada di antara gigi, sepanjang gusi dan terutama lidah kita. Nah, yang bikin bau adalah ketika melakukan ini bakteri alami tersebut melepaskan senyawa yang baunya tidak sedap yang disebut sebagai halitosis Jadi sobat sehat, artikel kali ini membahas penyebab bau mulut kita. Ada daftar yang selama ini kita tidak duga ternyata menjadi penyebab hal yang tidak menyenangkan ini. 1.         Baru bangun tidur             Tentu kita merasakan sendiri ketika bangun, bau mulut kita tidak sedap. Ini disebabkan karena ketika kita tidur, produksi air liur melambat sehingga bakteri bisa lebih bebas. Para peneliti menyebutnya sebagai "halitosis pagi". 2.         Nafas pakai mulut             Guys, mulut jangan sering terbuka untuk nafas. Ini dikarenakan ketika kita bernafas menggunakan mulut kita membuat air liur kita menguap sehingga mulut menjadi kering sehingga kemampuan mulut kita untuk membersihkan atau membilas partikel makanan yang masih ada menjadi berkurang. Ada orang yang ketika tidur bernafas dengan mulutnya. Nggak heran ketika tidur mulutnya terbuka. Biasanya juga ketika selesai olahraga dan nafas terengah-engah kita bernafas tidak hanya lewat hidung tapi juga lewat mulut. 3.         Makan makanan yang baunya tidak sedap             Untuk yang satu ini tentu tidak asing lagi bagi kita. Makanan seperti bawang putih, bawang merah termasuk kubis, bunga kol dan lobak bisa jadi penyebab bau mulut kita. Sekalipun bau menyengat dari makanan itu bisa memudar namun juga bisa balik lagi. Menurut seorang dokter gigi dari New York, bau tidak sedap tidak hanya berasal dari mulut kita namun juga bisa berasal makanan yang ada di saluran pencernaan. Ini dikarenakan unsur kimia pada makanan yang kita cerna akhirnya diserap ke dalam aliran darah dan masuk ke paru-paru yang sewaktu-waktu bisa keluar. 4.         Belum makan seharian             Makan bau, tidak makan ternyata bikin lebih bau lagi. Ini ternyata dikarenakan ketika kita tidak atau melewatkan makan maka mulut kita tidak menghasilkan banyak air liur. Sedangkan air liur tidak hanya berfungsi membersihkan partikel makanan, namun juga menghancurkan makanan dan membuatnya meluncur dengan mudah ke dalam tenggorokan kita. 5.         Merokok             Merokok tidak hanya meningkatkan jumlah senyawa yang menghasilkan bau yang tidak sedap ke dalam paru-paru kita, namun juga menmbuat mulut kita kering. Menurut penelitian yang di lakukan dari Hong Kong, ini dikarenakan karena merokok menyebabkan produksi air liur kita lebih rendah. 6.         Obat-obatan yang menyebabkan mulut kering             Obat-obatan tertentu memiliki efek samping yang bisa menyebabkan menurunkan produksi air liur kita seperti antihistamin, diuretik, antipsikotik,dsb. Ketika kita dalam masa pengobatan yang mengharuskan kita meminum obat tersebut maka kita perlu membersihkan lidah kita dengan menggunakan sikat gigi atau sikat lidah. Ini dikarenakan menurut American Dental Association sebagian besar bakteri yang menyebabkan bau nafas berada di lidah.   Inilah sebagian dari penyebab bau mulut kita. Intinya adalah bahwa kita perlu memperhatikan kesehatan mulut kita dan jangan sampai mulut kita kering. Jika masih belum bisa diatasi, sobat sehat bisa datang kepada dokter yang bersangkutan sehingga bau mulut kembali segar dan percaya diri.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.health.com
 16 Nov 2016    08:00 WIB
Mengapa Bicara Anda Terkadang Menjadi Gagap?
  Pernahkah Anda merasa kesulitan mengucapkan kata-kata yang ingin Anda ucapkan alias tergagap saat berbicara? Hal ini biasanya terjadi pada saat yang paling tidak Anda duga. Gagap terjadi bukan karena Anda tiba-tiba lupa bagaimana caranya menyusun suatu kalimat, gagap terjadi karena pusat kendali berbicara Anda mengalami sedikit gangguan sistem alias eror. Hal ini dapat terjadi karena otak Anda harus melakukan banyak pekerjaan sekaligus saat Anda berbicara. Tidak hanya harus menyusun berbagai kata yang berbeda, otak Anda juga harus mengkoordinasikan gerakan mulut, lidah, bibir, dan pita suara agar Anda dapat mengucapkan kata-kata atau kalimat yang ingin Anda ucapkan. Masalah yang terjadi adalah kadangkala otak Anda bergerak lebih cepat daripada mulut Anda, terutama bila Anda sedang berbicara dengan cukup cepat, akibatnya kata-kata yang ingin Anda ucapkan pun menjadi berantakan. Keadaan ini dapat bertambah parah bila Anda merasa cemas mengenai bagaimana penampilan atau suara Anda saat Anda berbicara, yang biasa terjadi bila Anda sedang berbicara di hadapan banyak orang. Keadaan ini dapat membuat lidah Anda lebih sering "tersandung" saat berbicara.   Baca juga: 8 Jenis Kanker yang Paling Sering Ditemukan Pada Anak   Untuk menghentikan keadaan memalukan ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan seperti di bawah ini.   Perlambat Kecepatan Bicara Anda Gugup buat Anda berbicara semakin cepat? Bila ya, cobalah tenangkan diri Anda karena semakin cepat Anda berbicara, maka semakin sering lidah Anda akan "tersandung". Perlambat kecepatan berbicara Anda, bayangkan Anda sedang membaca sebuah teks pidato. Dengan demikian, otak dan mulut Anda pun dapat bergerak dengan kecepatan yang sama. Selain itu, sesekali berhenti sejenak saat berbicara juga membuat Anda lebih terhubung dengan para penonton di sekitar Anda.   Ubah Gaya Berbicara Anda Para ahli menemukan bahwa beberapa orang Amerika yang mengalami gagap hebat atau gangguan berbicara yang cukup berat dapat mengatasi gangguan mereka tersebut dengan berbicara menggunakan aksen Inggris atau menaikkan atau menurunkan intonasi suaranya. Hal ini dikarenakan saat Anda berbicara dengan gaya yang berbeda daripada gaya Anda yang biasanya, maka perhatian Anda pun akan lebih terfokuskan pada bagaimana cara Anda berbicara daripada pada apa yang akan Anda bicarakan. Dengan demikian, lidah Anda pun lebih jarang "tersandung" saat berbicara. Untuk mencegah otak Anda bekerja lebih cepat daripada mulut Anda, bicaralah dengan jelas dan perlahan.   Tingkatkan Rasa Percaya Diri Yakin orang lain juga mendengar suara Anda yang terbata-bata? Belum tentu. Kalau pun orang lain mendengar Anda terbata-bata saat berbicara, hal ini pun bukanlah sesuatu hal yang abnormal. Hal ini sering terjadi dan semua orang pun pernah mengalaminya. Jadi, mereka mungkin tidak akan terlalu memperhatikan atau bahkan menyadari bahwa lidah Anda sempat "tersandung" tadi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth