Your browser does not support JavaScript!
 18 Nov 2019    11:00 WIB
5 Jenis Makanan yang Dapat Meningkatkan Asam Lambung
Penyakit maag yang bisa membuat perut kita terasa sakit, kembung dan mual disebabkan oleh naiknya produksi asam lambung di sistem pencernaan kita. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan asam lambung meningkat jumlahnya. Salah satu faktor penyebab yang paling besar adalah makanan yang kita konsumsi. Metabolisme setiap orang memang berbeda, oleh karena itu penyebab naiknya asam lambung pada tiap orang juga akan berbeda, sehingga ada beberapa makanan yang memang harus Anda awasi karena dapat meningkatkan asam lambung dan ada yang aman. Agar asam lambung kita berada pada jumlah aman, sebaiknya kurangi mengkonsumsi jenis makanan berikut ini. 1.  KafeinSecangkir kopi atau teh untuk memulai pagi Anda akan sangat ideal bukan? Tetapi saat Anda meminum beberapa cangkir kopi atau teh setiap hari akan beresiko meningkatkan asam lambung Anda, jadi berhati-hatilah. 2.  Terlalu banyak sodaMinuman bersoda tak baik untuk lambung ketika terjadi kenaikan asam lambung. Gelembung sodanya yang berisi karbon bisa memberikan tekanan pada lambung dan membuat asam semakin naik. 3.  Makanan pedas dan berminyakSelain menyebabkan mulas dan tak baik untuk lambung, makanan pedas dan berminyak juga bisa menyebabkan asam lambung semakin meningkat. Makan makanan pedas dan berminyak ketika asam lambung naik bisa menambah rasa terbakar pada bagian perut, dada, dan tenggorokan. 4.  Alkohol Apakah Anda sering merasa sensasi terbakar di perut setelah selesai minum bir, anggur atau minuman alkohol lainnya? penelitian mengatakan bahwa beberapa orang cenderung mengalami peningkatan asam hidroklorida setelah minum alkohol. Asam hidroklorida inilah yang akan membuat perut Anda terasa terbakar. Jadi ada baiknya Anda melewati minum anggur saat makan malam jika memang Anda memiliki kecenderungan ini. 5.  Makanan yang menggunakan tomatTomat adalah salah satu makanan sehat, namun sayangnya tomat juga mengandung kadar asam yang tinggi dan bisa memperburuk rasa sakit ketika asam lambung meningkat. Lebih baik jangan dekati makanan yang mengandung tomat, seperti spageti atau saus tomat.Sumber: magforwomen
 11 Nov 2019    16:00 WIB
Sayangi Ginjal dengan Hindari Minuman Bersoda
Siapa yang tidak suka minum minuman ringan bersoda? Meminum minuman ini saat di tengah terik matahari, rasanya amat menyegarkan. Mendapatkan minuman ini pun mudah, minuman bersoda tersedia di kios penjual rokok, restoran, hingga kafe. Namun tahukah Anda apa bahaya minuman semacam ini bila dikonsumsi secara berlebihan? Ternyata cukup 2 kaleng soda dalam sehari dapat membuat ginjal Anda rusak. Jika selama ini kasus yang ada menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman bersoda hingga berliter-liter setiap hari bisa berujung pada kematian. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa minum dua kaleng minuman soda sehari sudah bisa menyebabkan kerusakan ginjal Hasil ini didapatkan peneliti di University of Japan setelah mengamati 12.000 karyawan melalui tes urine. Hasilnya menunjukkan bahwa karyawan yang minum dua kaleng minuman soda atau lebih dalam sehari memiliki lebih banyak protein pada urine mereka, dibandingkan dengan karyawan yang meminum sedikit minuman soda atau tidak sama sekali. Adanya protein pada urine adalah pertanda vital adanya kerusakan ginjal. Sekitar 11 persen karyawan yang mengonsumsi banyak minuman ringan diketahui memiliki protein pada urine mereka saat menjalani tes lanjutan selama tiga tahun. Hasil ini tentunya menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman bersoda bisa meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Namun peneliti menjelaskan bahwa adanya protein pada urine merupakan gejala awal dan masih bisa dirawat atau disembuhkan jika orang tersebut segera memeriksakan diri ke dokter dan mengurangi konsumsi minuman sodanya. Penelitian lain yang dilakukan oleh tikus juga menunjukkan bahwa mengonsumsi fruktosa terlalu banyak bisa berpengaruh buruk terhadap ginjal. Penelitian juga menjelaskan bahwa adanya protein pada urine merupakan tanda awal dari penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung. Konsumsi soda yang meningkatkan penyerapan garam oleh sel pada ginjal juga bisa berujung pada diabetes, obesitas, gagal ginjal, dan tekanan darah tinggi, seperti diungkap oleh peneliti di case Western reserve University. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahkan orang yang memiliki ginjal normal juga bisa mengalami risiko kerusakan ginjal jika terlalu banyak minum soda. Jika Anda sering minum soda, bahkan lebih dari dua kaleng sehari, sebaiknya segera periksakan diri dan lakukan check up untuk mengetahui kesehatan ginjal. Akan sangat baik untuk mencegah dan merawat ginjal sejak dini sebelum terlambat. Selain itu minuman soda juga berpengaruh pada organ tubuh lain: Kelebihan gula yang berkontribusi terhadap kelebihan berat badan, yang juga dapat menyebabkan penyakit diabetes mellitus tipe 2, serangan jantung, stroke, dan kanker. Orang yang mengonsumsi minuman soda secara rutin juga berpotensi meningkatkan risiko munculnya batu ginjal, dan penyakit jantung. Kafein, yang ditambahkan ke dalam kebanyakan minuman soda, juga menimbulkan kecanduan. Kafein juga meningkatkan pembuangan kalsium. Pewarna buatan dalam soda juga menyebabkan penyakit gatal, asma, dan reaksi alergi lainnya pada beberapa orang. Ahli kesehatan gigi terus mendorong orang untuk mengurangi konsumsi minuman bersoda, khususnya saat makan, untuk mencegah kerusakan gigi (karena gula), dan erosi gigi (karena asamnya). Baca juga: Minuman Soda Itu Ternyata Pembunuh!
 22 Sep 2019    18:00 WIB
5 Cara Minuman Bersoda Membunuh Anda!
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa minuman bersoda yang manis dapat memperpendek umur seseorang karena dapat memperpendek telomer, kapsul yang berfungsi untuk melindungi DNA. Di bawah ini terdapat 5 gangguan kesehatan yang ternyata berhubungan dengan minuman bersoda.  1.      Osteoporosis Asam fosfat yang membuat minuman bersoda terasa asam dapat membuat kalsium terlepas dari dalam tulang. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda (terutama cola) memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah di daerah panggul, yang membuat mereka lebih rentan terhadap patah tulang, terutama saat mereka sudah berusia lanjut. Selain itu, beberapa penelitian lainnya juga telah menemukan adanya hubungan antara patah tulang dan banyaknya minuman bersoda yang dikonsumsi oleh para anak remaja perempuan.  2.      Penyakit Alzheimer Para peneliti di Australia menemukan bahwa berbagai jenis minuman manis dapat menyebabkan perubahan pada otak yang mirip dengan yang terjadi pada berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit Alzheimer. Pada sebuah penelitian, para peneliti memberi tikus percobaan air gula yang memiliki kadar gula yang sama dengan minuman bersoda. Setelah melakukan hal ini selama 26 hari, para peneliti menemukan adanya perubahan pada otak tikus percobaan, terutama di bagian otak yang berfungsi untuk membuat keputusan, yang tidak ditemukan pada tikus yang hanya mengkonsumsi air putih. Beberapa perbedaan yang ditemukan oleh para peneliti adalah perubahan pada 290 jenis protein yang berbeda dan perubahan perilaku seperti perilaku hiperaktif. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa diet tinggi fruktosa (sejenis gula) dapat mengganggu daya ingat para tikus percobaan.  3.      Diabetes Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 355 ml minuman bersoda setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2 yaitu hingga 18% dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi 1 botol cola setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi, yaitu hingga 2 kali lipat untuk menderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda kurang dari 1 botol per bulan. Para peneliti menduga bahwa tingginya kadar sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa, yang dapat ditemukan pada sebagian besar minuman bersoda, dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dalam tubuh yang berakibat pada terjadinya diabetes tipe 2.  4.      Kerusakan Gigi Selain banyaknya gula yang terdapat di dalam minuman bersoda, asam fosfat dan atau asam sitrat yang terdapat di dalam minuman bersoda ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan kedua asam tersebut dapat menyebabkan perubahan pH air liur dan membuat email gigi tererosi. Sebuah penelitian menemukan bahwa walaupun jus buah dapat membahayakan kesehatan gigi Anda, minuman bersoda ternyata lebih kuat 10 kali lipat dibandingkan jus buah.  5.      Penyakit Jantung Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi 355 ml minuman manis setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 29% serta dimulainya kerusakan jantung dan pembuluh darah di usia dini. Sebuah penelitian lainnya di Sidney menemukan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi setidaknya 1 botol minuman bersoda setiap harinya mengalami penyempitan pembuluh darah di bagian belakang mata, yang merupakan pertanda adanya peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi banyak sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa juga dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, yaitu hingga 87%. Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 1 botol atau lebih minuman bersoda setiap harinya cenderung memiliki kadar trigliserida darah yang lebih tinggi yaitu hingga 25% dan kadar kolesterol jahat yang lebih tinggi, yaitu hingga 32%.  Baca juga: Minuman Bersoda dan Kafein Tingkatkan Resiko Osteoporosis Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: newsmaxhealth
 19 Mar 2019    18:00 WIB
7 Kebiasaan yang Membuat Lemak Menumpuk di Perut
1.      Sering Mengkonsumsi Minuman Bersoda Berdasarkan penelitian, mengkonsumsi 1 atau 2 gelas minuman bersoda setiap harinya dapat meningkatkan lebar pinggang anda hingga setidaknya 5 kali lebih cepat daripada orang yang jarang mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini dikarenakan kandungan gula yang tinggi dalam minuman bersoda memicu rasa lapar, sehingga anda makan lebih banyak daripada biasanya saat makan. Diet soda juga tidak berbeda, karena diet soda mengandung pemanis buatan, yang akan meningkatkan nafsu makan seperti gula. Gantilah pilihan minuman anda dengan jus buah segar atau air lemon yang lebih baik bagi kesehatan anda. Minuman bersoda dapat menyebabkan peningkatan berat badan tanpa menghilangkan rasa haus anda.   2.      Menggunakan Piring Besar Saat Makan Berhati-hatilah dalam memilih ukuran piring yang anda gunakan saat makan. Sebuah pengamatan pada sekelompok orang yang mengalami obesitas menemukan bahwa orang-orang ini lebih memilih menggunakan piring berukuran besar. Karena piring besar dapat menampung lebih banyak makanan, maka anda pun cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan daripada yang diperlukan dan menyebabkan lemak menumpuk pada tubuh anda. Gunakanlah piring yang lebih kecil saat makan untuk mencegah terjadinya hal di atas.   3.      Makan Terlalu Malam Walaupun tubuh anda tetap akan membakar sejumlah lemak selama anda tidur, bukan berarti anda dapat makan kenyang sesaat sebelum tidur. Selain menyebabkan penumpukkan lemak pada perut, hal ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya refluks asam lambung dan nyeri perut karena anda berbaring tidak lama setelah makan. Untuk mencegah terjadinya hal ini, makanlah dengan porsi yang lebih kecil di malam hari dan jangan berbaring setidaknya hingga 3 jam setelah makan.   4.      Makan Saat Marah atau Sedih Apakah anda selalu melampiaskan emosi anda pada makanan? Bila ya, maka anda harus segera mengatasi kebiasaan ini karena tidak memberikan manfaat apapun pada anda selain penumpukkan lemak pada perut. Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba meminum segelas air atau berbicara dengan teman anda atau berjalan-jalan untuk meredakan stress atau emosi anda. Kuncinya adalah lakukan berbagai kegiatan yang tidak berhubungan dengan makan sehingga anda dapat menghindari kelebihan kalori ini.   5.      Sering Mengkonsumsi Makanan Rendah Lemak Berhati-hatilah saat anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan rendah lemak karena mungkin mengandung gula yang akan diubah menjadi lemak oleh tubuh bila kadarnya terlalu banyak di dalam darah. Mengkonsumsi lemak tidak jenuh tunggal justru baik bagi anda dan dapat membantu mengurangi lemak pada perut anda. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak tidak jenuh tunggal adalah alpukat, minyak olive, dan biji-bijian.   6.      Kurang Tidur Idealnya, setiap orang dewasa membutuhkan tidur setidaknya selama 7-9 jam setiap malamnya. Bila anda kekurangan tidur, maka kadar kortisol (hormon stress) akan meningkat dan membuat anda ingin mengkonsumi makanan manis. Usahakanlah agar waktu tidur anda cukup setiap malamnya sehingga kadar kortisol tidak terlalu tinggi dan malah membuat produksi leptin meningkat. Leptin merupakan suatu jenis hormon yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan anda.   7.      Kekurangan Protein Dalam Menu Makanan Orang dewasa dalam keadaan kesehatan yang baik harus mengkonsumsi setidaknya 20-25 gram protein pada setiap waktu makan, walaupun hal ini tergantung pada aktivitas dan ukuran tubuh anda. Pria biasanya membutuhkan lebih banyak protein (sekitar 10 gram lebih banyak) untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Dengan meningkatkan konsumsi protein anda, maka anda dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah anda dengan mengurangi kadar insulin untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, protein juga membantu mengendalikan hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan anda sehingga berat badan anda pun dapat turun dengan sendirinya. Oleh karena itu, konsumsilah berbagai jenis makanan tinggi kalori seperti keju ricotta, kerang, ayam kalkun, ayam tanpa kulit, salmon, dan telur.   Sumber: lifespan
 20 Jan 2019    11:00 WIB
Kenapa Tidak Boleh Minum Obat Dengan Minuman Bersoda ?
Anda mungkin sudah sering mendengar ibu Anda melarang Anda untuk minum obat dengan menggunakan kopi, teh, minuman bersoda, atau jus buah. Akan tetapi, tahukah Anda mengapa demikian?   Baca juga: Menghentikan Kebiasaan Minum Soda Diet   Memang benar bahwa Anda sebaiknya tidak mengkonsumsi obat dengan berbagai jenis minuman yang mengandung kafein, jus buah golongan sitrus (jeruk, jeruk bali, lemon, dll), atau susu. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja penyebab yang membuat Anda sebaiknya tidak melakukan hal tersebut.   Membuat Obat Kurang Efektif Berbagai jenis minuman di atas dapat memetabolisme obat dan menyebabkan obat menjadi kurang efektif. Misalnya asam tannin yang ada di dalam teh dapat mengganggu proses pencernaan obat. Jus apel dan jeruk juga dapat menghambat kinerja sejumlah obat. Hal ini akan membuat hanya sekitar setengah dosis obat yang dapat diserap masuk ke dalam aliran darah.   Mengganggu Penyerapan Obat Berbagai jenis minuman di atas juga dapat mengganggu penyerapan sejumlah zat aktif di dalam otak, misalnya zat besi.   Dapat Berinteraksi Dengan Obat Yang paling buruk adalah berbagai jenis minuman di atas dapat berinteraksi dengan sejumlah obat. Asam karbonat di dalam minuman bersoda dan jus buah serta protein di dalam susu dapat berinteraksi dengan zat kimia di dalam otak.   Tips lainnya yang perlu Anda ingat saat akan mengkonsumsi obat adalah jangan minum obat segera setelah sarapan. Tunggu setidaknya 1 jam bila Anda mengkonsumsi susu, teh, atau kopi sebelum mengkonsumsi obat. Jika Anda terbiasa minum susu sebelum tidur, maka konsumsilah obat Anda setidaknya 1 jam sebelum tidur.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: munfitnessblog
 04 Nov 2018    08:00 WIB
5 Minuman yang Sebaiknya Jangan Dikonsumsi Sebelum Olahraga
Ingin meningkatkan performa Anda saat berolahraga? Jika ya, maka pastikan Anda menghindari berbagai jenis minuman di bawah ini. Hal ini dikarenakan minuman ini merupakan minuman terburuk untuk diminum sebelum berolahraga. Alkohol Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol sebelum berolahraga, bahkan dalam jumlah yang sedikit sekalipun. Hal ini dikarenakan alkohol akan membuat tubuh Anda mengalami dehidrasi dan akan mengganggu keseimbangan tubuh Anda. Selain itu, alkohol juga dapat mengganggu kemampuan Anda membuat keputusan dan meningkatkan proses radang di dalam tubuh. Hal ini berarti resiko Anda untuk mengalami cedera pun akan menjadi lebih tinggi. Minuman Energi yang Mengandung Susu Jika Anda ingin mengkonsumsi minuman yang mengandung susu, tunggulah hingga Anda selesai berolahraga. Hal ini dikarenakan susu mengandung banyak protein, karbohidrat, dan lemak; yang membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Selain itu, susu juga dapat membuat perut Anda kembung dan akan membuat Anda ingin buang gas. Jus Buah/Minuman Buah Sebagian besar minuman buah atau jus buah alami sekalipun mengandung banyak sekali gula. Bila Anda ingin mengkonsumsi berbagai jenis minuman tersebut, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi minuman ini setelah Anda selesai berolahraga. Baca juga: Tips Olahraga Bagi Anda yang Sangat Sibuk Minuman Bersoda Berbagai jenis minuman bersoda dapat menyebabkan nyeri perut, perut kembung, dan sering buang gas. Selain itu, minuman bersoda juga mengandung banyak natrium, yang akan memicu terjadinya dehidrasi, termasuk soda diet. Berbagai jenis pemanis buatan yang terdapat di dalam soda diet, terutama aspartam, dapat memicu terjadinya gangguan daya ingat, perubahan mood, pusing, dan migrain. Minuman Energi Sebagian besar minuman bersoda justru tidak bermanfaat bagi kesehatan. Mengkonsumsi minuman bersoda sebelum berolahraga justru akan membuat Anda mengalami peningkatan dan penurunan kadar gula darah dengan sangat cepat. Selain itu, minuman ini juga dapat mengganggu keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh Anda dan memperpanjang waktu penyembuhan paska olahraga. Intinya adalah minuman terbaik yang sebaiknya dikonsumsi sebelum berolahraga adalah air putih. Para ahli menganjurkan agar anda mengkonsumsi sekitar 600 ml air putih sekitar 2 jam sebelum berolahraga, 240 ml saat pemanasan, dan 240 ml lagi setiap 10-20 menit, tergantung pada seberapa berat olahraga yang Anda lakukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: fitstylelife
 30 Oct 2018    08:00 WIB
Ternyata Ada 6 Penyebab Lemak Perut Tidak Berkurang
1.  Kekurangan MagnesiumTubuh anda memerlukan magnesium untuk membantu kerja berbagai organ, termasuk untuk menjaga kestabilan irama jantung dan mengatur kadar gula darah. Selain itu, magnesium juga dapat membantu proses penurunan berat badan dan bentuk tubuh anda. Sebuah penelitian di tahun 2013 menemukan bahwa semakin tinggi konsumsi magnesium maka semakin rendah kadar gula darah puasa dan insulin. Sebuah penelitian lainnya di Inggris menemukan bahwa suplemen magnesium mungkin bermanfaat untuk mengurangi retensi cairan di dalam tubuh selama menstruasi.Konsumsilah makanan kaya magnesium lebih banyak. Makanan tersebut adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Konsumsi magnesium harian yang direkomendasikan bagi wanita berusia kurang dari 30 tahun adalah 310 mg dan 320 mg bagi wanita berusia 30 tahun atau lebih.2.  Berolahraga Dengan Cara yang SalahBanyak orang memilih olahraga kardio seperti jogging saat berusaha menurunkan berat badannya. Setelah berlari (treadmill) selama 45 menit pada kecepatan yang sama, anda mungkin akan membakar sejumlah kalori, akan tetapi metabolisme anda akan segera menyesuaikan diri dan tidak ada kalori yang terbakar lagi setelah anda turun dari treadmill.Olahraga yang lebih baik dan lebih efektif untuk membakar lemak di perut adalah angkat beban. Olahraga angkat beban menyebabkan robekan mikro pada otot anda yang membutuhkan lebih banyak energi (berarti anda membakar lebih banyak kalori) pada saat proses penyembuhan, yang dapat berlangsung hingga 2 hari setelah olahraga dilakukan.Para peneliti menemukan bahwa olahraga yang paling efektif untuk membakar lemak adalah olahraga dengan intensitas tinggi dan berinterval (high intensity interval training/HIIT) yang dapat meningkatkan denyut jantung anda dan melatih otot anda. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang melakukan olahraga dengan intensitas berat dapat mengalami penurunan lemak perut hingga 20%.Anda dapat melakukan HIIT melalui berbagai jenis olahraga termasuk olahraga kardio seperti berenang, bersepeda, atau dayung, atau latihan angkat beban atau mengikuti kelas-kelas angkat beban.3.  Kurang TidurSebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang tidur kurang dari 5 jam atau hanya beberapa jam setiap malamnya memiliki resiko peningkatan berat badan yang lebih tinggi daripada wanita yang memiliki waktu tidur cukup (hingga 32%).Penelitian lainnya menemukan bahwa saat seorang wanita hanya tidur selama 4 jam pada malam hari, maka mereka akan mengkonsumsi 300 kalori lebih banyak setiap harinya, terutama yang berasal dari makanan berlemak. Hal ini mungkin dikarenakan oleh kurang tidur menyebabkan peningkatan kadar hormon ghrelin yang meningkatkan nafsu makan.Tidurlah setidaknya 7-9 jam setiap malamnya. Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, maka terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu:•    Matikan televisi di kamar tidur anda•    Atur suhu ruangan anda senyaman mungkin•    Hindari mengkonsumsi kafein setelah makan siang•    Tidurlah dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan saat akhir minggu4.  Sering Mengkonsumsi Minuman BersodaMinuman soda yang mengandung banyak gula merupakan sumber kalori yang cukup tinggi dan juga salah satu perusak diet. Minuman soda tanpa kalori pun tetap dapat meningkatkan lingkar perut anda. Sebuah penelitian di tahun 2012 menemukan bahwa minuman bersoda berhubungan dengan peningkatkan lingkar perut dan lemak perut. Sementara itu, diet soda berhubungan dengan peningkatan lingkar perut, indeks massa tubuh, dan persentase lemak total. Hal ini mungkin diakibatkan oleh pemanis buatan yang terdapat di dalam diet soda yang tidak memberikan energi seperti yang diharapkan oleh tubuh anda (karena diet soda tidak mengandung kalori) dan membuat anda merasa lapar sehingga akhirnya membuat anda mengkonsumsi kalori tambahan.Untuk mengatasinya, berhentilah mengkonsumsi minuman bersoda dan gantilah dengan air putih atau teh pahit. Jika anda bosan mengkonsumsi air putih biasa, tambahkan potongan buah untuk memberi rasa pada air anda. Kopi juga dapat menggantikan minuman soda selama tidak mengandung komponen tambahan yang tinggi kalori.5.  Diet Tinggi GaramMengkonsumsi makanan asin atau mengandung banyak garam dapat membuat air di dalam darah anda berpindah ke kulit anda dan membuat anda terlihat gemuk atau membengkak. Konsumsi garam harian yang direkomendasikan adalah sekitar 2.300 mg.Beberapa makanan yang mengandung garam adalah makanan kalengan, daging olahan, dan beberapa jenis keju.Kurangi jumlah garam yang anda gunakan pada makanan anda. Tambahkanlah berbagai bumbu dan rempah-rempah lainnya untuk membuat makanan anda terasa lebih lezat dan tetap sehat. 6.  Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman BeralkoholBeberapa penelitian menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan nafsu makan, bahkan beberapa jenis minuman beralkohol memang berhubungan dengan peningkatan lemak perut. Sebuah penelitian di Denmark menunjukkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi bir berhubungan dengan peningkatan lemak perut.Anda tetap dapat mengkonsumsi anggur atau minuman beralkohol lainnya saat makan (dalam jumlah sedang atau sedikit), tetapi hindari soda dan gula yang mungkin terdapat di dalamnya. Sumber: shape
 08 Jul 2016    12:00 WIB
Minuman Bersoda dan Kafein Tingkatkan Resiko Osteoporosis
Minuman BersodaBanyak minuman bersoda mengandung asam fosfat yang dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui air kemih. Selain itu, hampir semua minuman bersoda tidak mengandung atau hanya sedikit mengandung kalsium. Kedua hal inilah yang dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis, terutama pada wanita. Bukan berarti anda sama sekali tidak dapat mengkonsumsi minuman bersoda. Anda tetap dapat mengkonsumsinya sekali-sekali dan dalam jumlah yang terbatas (tidak lebih dari satu kaleng atau satu gelas). Untuk mencegah terjadinya osteoporosis, gantilah minuman bersoda anda dengan berbagai jenis minuman di bawah ini, yaitu:•    Jus jeruk yang telah diperkaya dengan kalsium dan vitamin D•    Campuran antara yogurt tanpa lemak dan buah (smoothie)•    Susu rendah atau bebas lemakKafeinKafein dapat meluruhkan kalsium dari dalam tulang anda dan membuat tulang anda menjadi lemah. Anda akan kehilangan 6 mg kalsium untuk setiap 100 mg kafein yang anda konsumsi. Kopi merupakan sumber utama kafein. Beberapa minuman bersoda pun mengandung kafein. Walaupun teh juga mengandung kafein, sebuah penelitian menemukan bahwa kandungan kafein di dalam teh ini tidak membahayakan. Para peneliti menduga bahwa teh mengandung suatu zat yang dapat melindungi tulang anda. Batasilah konsumsi kafein anda hanya hingga 300 mg setiap harinya dan konsumsilah cukup kalsium setiap harinya untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi konsumsi kafein anda, yaitu:•    Campurlah kopi anda, setengah mengandung kafein dan setengahnya lagi tidak•    Hindari minuman yang mengandung banyak kafein•    Konsumsilah teh yang tidak mengandung kafein•    Konsumsilah kopi susu bebas kafein Bila diperlukan, anda dapat mengkonsumsi suplemen kalsium untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian anda. Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen atau obat-obatan apapun.Sumber: webmd
 05 Mar 2016    18:00 WIB
Menghentikan Kebiasaan Minum Soda Diet
Tidak diragukan lagi, soda adalah minuman yang tidak punya sedikit pun manfaat bagi tubuh kita. Dalam soda terdapat jumlah kandungan gula, kalori, dan zat adiktif yang tentunya tidak berguna bagi tubuh. Bahaya yang ditimbulkan juga sangat banyak misalnya diabetes, kerapuhan gigi, obesitas, dan lainnya. Bahaya yang sama juga terkandung dalam minuman soda diet. Walaupun ada label "diet" didalamnya tetapi kandungan kimia didalamnya sangat merusak tubuh kita. Misalnya saaja kandungan aspartam yang digunakan untuk menggantikan gula akan menyebabkan masalah kesehatan seperti tumor otak, diabetes, dan epilepsi. Dengan mengetahui alasan ini kita perlu menghentikan kebiasaan meminum soda diet ini. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan meminum soda diet Bersihkan lingkungan AndaBersihkan disini artinya buang semua kaleng soda yang ada di rumah, di tempat kerja, di mobil, dan dimana saja yang mudah dijangkau oleh Anda. Ganti minuman Anda dengan alternatif yang lebih sehatKopi atau teh merupakan pilihan yang lebih sehat dibandingkan soda diet. Dengan kandungan bebas kimia, kopi dan teh dapat memperbaiki tekanan darah, mengurangi resiko terkena diabetes tipe 2, mencegah kanker, menurunkan kadar kolesterol dan melawan infeksi. Anda hanya perlu melewatkan tambahan susu, krim, gula dan tambahan lainnya, maka kopi dan teh ini dapat bekerja sebagai penghancur lemak yang baik. Anda tidak suka kopi atau teh? Coba air putih dan rasakan betapa tubuh Anda menjadi semakin sehat dari hari ke hari. Ubah pola pikir AndaUbahlah pola pikir yang bersifat negatif sepeti "saya sangat menginginkan sekaleng soda diet dingin sekarang"  atau "saya tidak mungkin berhenti meminum soda diet ini" dengan pemikiran yang lebih positif seperti "saya mencintai tubuh saya, dan harus mengisinya dengan makanan dan minuman yang sehat dan natural". Mungkin kedengarannya gila, tapi dengan mengubah pola pikir Anda, Anda dapat mengentikan kebiasaan meminum soda. Anda tidak percaya? Cobalah dalam beberapa minggu dan beritahu kami apakah Anda berhasil. Bagikan dengan orang lainBahaya soda diet sudah sangat jelas, soda diet mengandung kalori yang rendah tetapi menimbulkan resiko kesehatan yang sangat tinggi. Jadi jika Anda ingin hidup lebih sehat dan lebih lama, Anda harus tegas menghentikan kebiasaan meminum soda. Sebarkan pengetahuan tentang pengaruh buruk soda diet kepada keluarga dan orang terdekat Anda dan bersama-sama saling mendukung menghentikan kebiasaan meminum soda.Sumber: healthmeup
 14 Sep 2015    20:00 WIB
Minum Soda = Minum Bahan Bakar?!
Hobi minum minuman bersoda? Anda mungkin harus berpikir ulang! Selain mengandung banyak gula yang dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan Anda dan meningkatkan resiko terjadinya diabetes, minuman bersoda ternyata memiliki efek buruk lainnya seperti yang dapat Anda lihat di bawah ini.   Mengandung Bahan Bakar Tahukah Anda bahwa minuman bersoda ternyata mengandung sejenis zat kimia yang juga berfungsi sebagai bahan bakar? BVO atau brominated vegetable oil sebenarnya merupakan suatu zat yang berfungsi untuk membuat plastik tidak mudah terbakar. Negara Eropa dan Jepang telah melarang para pabrik pembuat minuman bersoda untuk memasukkan zat kimia berbahaya tersebut.   Membuat Tulang Menjadi Rapuh Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi minuman bersoda ternyata juga berbahaya bagi kesehatan tulang dan gigi Anda? Minuman bersoda dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang dan membuat gigi menjadi rapuh. Selain itu, konsumsi minuman bersoda juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan ginjal.   Memperpendek Umur Minuman bersoda, baik yang biasa maupun soda diet tetap mengandung asam fosfor, yang dapat membuat seseorang mengalami kecanduan. Hal inilah yang membuat Anda ingin terus mengkonsumsi minuman bersoda.  Selain dapat menyebabkan terjadinya kecanduan, asam fosfor di dalam minuman bersoda juga membuat umur tikus percobaan menjadi lebih pendek.   Jadi, bagi Anda para penggemar minuman bersoda, ada baiknya bila Anda mulai mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan Anda tersebut, terutama bila Anda ingin hidup lama dan sehat!   Baca juga: Konsumsi Minuman Bersoda Membuat Umur Anda Menjadi Lebih Pendek, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: huffingtonpost