Your browser does not support JavaScript!
 04 Oct 2019    16:00 WIB
Bahaya Minuman Energi Untuk Kesehatan
Apa sebenarnya minuman energi? Minuman energi adalah jenis minuman ringan yang diharapkan dapat menambah energi dan kekuatan seseorang yang meminumnya. Bagi beberapa kalangan, minuman energi diminum dengan tujuan mencegah kelelahan dan kantuk. Di Indonesia, minuman energi digolongkan sebagai minuman kesehatan. Sebaliknya, di luar negeri, khususnya Amerika Serikat minuman energi digolongkan sebagai minuman ringan, karena dampak dan manfaatnya bagi kesehatannya belum terbukti secara ilmiah. Apa pengaruh minuman energi pada tubuh ? Minuman energi biasanya mengandung kafein dan taurin. Kedua zat ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pa da tubuh. Kafein dan taurin dapat menyebabkan peningkatan kontraksi jantung secara signifikan satu jam setelah meminum minuman energi. Minuman energi juga dapat merusak keseimbangan garam didalam tubuh sehingga mempercepat irama jantung. Hal ini menyebabkan minuman energi sangat berbahaya, terutama untuk orang yang sudah memiliki gangguan jantung atau sudah pernah mengalami serangan jantung. Kafein yang dikandung dalam minumam energi tidak akan mampu memberi energi kepada peminumnya, hanya membangkitkan semangat dengan cara menstimulasi sistem saraf pusat. Sebagian besar produk memasukkan komposisi kafein yang melebihi kandungan didalam minuman bersoda. Kafein bisa menyebabkan ketagihan, pening dan sakit kepala bila konsumsinya berlebih.Batas konsumsi aman kafein per hari adalah 150 miligram atau setara satu botol minuman energi bervolume 150 ml. Jika berlebihan maka akan mengakibatkan susah tidur, tubuh gemetaran, kejang, jantung berdebar-debar dan asam lambung berlebihan dan memicu sakit maag atau gastritis.Meminum minuman energi sehabis aktifitas atau saat berkeringat apalagi lebih dari 1 kaleng bisa menyebabkan dehidrasi, karena kafein yang dikandungnya bisa menyebabkan ginjal bekerja lebih keras untuk membuang cairan dari tubuh anda. Taurine adalah sejenis asam amino yang salah satu perannya sebagai pengemulsi lemak sehingga dapat diproses dan dicerna. Taurine juga berperan sebagai antioksidan sehingga mencegah kerusakan sel dan jaringan yang disebabkan oleh oksidan. Taurine banyak digunakan oleh atlet untuk mengurang kelelahan otot dan nyeri otot. Tetapi selain keuntungan diatas taurine juga memberi pengaruh sedative atau bius terhadap otak. Taurin juga menyebabkan denyut jantung yang tidak stabil. Zat pemanis, bahan pengawet dan pewarna didalam minuman energi yang biasanya berwarna cerah ini membuat pekerjaan ginjal juga semakin berat. Beratnya beban ginjal dalam menyaring zat-zat tersebut mengakibatkan ginjal lelah, yang berakibat rusaknya ginjal dan dapat menyebabkan gagal ginjal kronik (GGK). Jika hal itu terjadi maka cuci darah atau hemodialisa adalah satu-satunya jalan untuk bertahan hidup. Jalan lain dengan cangkok ginjal yang biayanya sangat mahal.  
 14 Aug 2019    16:00 WIB
Sering Mengkonsumsi Minuman Energi? Hati-hati Efek Sampingnya!
Ingin lebih bertenaga saat berolahraga? Anda mungkin harus lebih berhati-hati saat mengkonsumsi minuman energi. Sebuah penelitian di Spanyol menemukan bahwa mengkonsumsi minuman berkafein sebelum berolahraga dapat membuat tidur Anda lebih sulit di malam hari. Pada penelitian ini, para atlet yang telah diminta untuk menghindari kafein selama 48 jam diminta untuk mengkonsumsi minuman energi yang mengandung sekitar 1.3 mg kafein untuk setiap 500 gram dari berat badannya, 60 menit sebelum olahraga dimulai. Hal ini setara dengan 234 mg kafein pada seseorang yang memiliki berat badan 90 kg. Mengapa dosis kafein yang digunakan cukup tinggi? Hal ini dikarenakan para peneliti dari penelitian sebelumnya tidak menemukan adanya efek apapun pada para atlet bila dosis kafein lebih rendah dari dosis di atas. Satu minggu kemudian, para peneliti kembali melakukan hal yang sama, tetapi tidak meminta para atlet untuk mengkonsumsi kafein. Para atlet yang menjadi peserta penelitian ini melaporkan bahwa mereka otot mereka terasa lebih kuat (13%) saat mereka mengkonsumsi minuman berkafein dibandingkan dengan saat mereka tidak mengkonsumsi minuman berkafein. Akan tetapi, para atlet juga melaporkan bahwa mereka menjadi lebih sulit tidur di malam harinya saat mereka mengkonsumsi minuman berkafein. Sekitar satu di antara 3 orang atlet yang mengkonsumsi minuman berkafein melaporkan bahwa mereka mengalami insomnia di malam harinya. Selain itu, mereka juga merasa lebih gelisah saat mengkonsumsi minuman berkafein. Hal ini dikarenakan saat Anda mengkonsumsi minuman berkafein sebelum mulai berolahraga, maka berbagai reseptor di dalam tubuh Anda pun tidak akan bereaksi terhadap adenosin. Adenosin merupakan suatu neurotransmiter yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal rasa lelah di dalam tubuh Anda. Selain itu, adenosin juga berfungsi untuk meningkatkan sekresi hormon adrenalin dan noradrenalin, yang dapat meningkatkan rasa waspada dan membuat Anda merasa gelisah atau cemas. Jika Anda ingin meningkatkan stamina Anda tanpa mengganggu tidur Anda di malam hari, maka pastikan Anda membatasi konsumsi kafein Anda sebelum berolahragayaitu 1.3 mg kafein untuk setiap 500 gram berat badan. Kafein dengan dosis ini hanya akan menyebabkan gangguan tidur ringan di malam hari. Akan lebih baik bila Anda dapat berolahraga tanpa harus mengkonsumsi minuman berkafein terlebih dahulu. Hal ini tidak hanya dapat menyehatkan tetapi juga tidak mengganggu tidur Anda di malam hari.   Sumber: menshealth
 20 Jan 2019    11:00 WIB
Kenapa Tidak Boleh Minum Obat Dengan Minuman Bersoda ?
Anda mungkin sudah sering mendengar ibu Anda melarang Anda untuk minum obat dengan menggunakan kopi, teh, minuman bersoda, atau jus buah. Akan tetapi, tahukah Anda mengapa demikian?   Baca juga: Menghentikan Kebiasaan Minum Soda Diet   Memang benar bahwa Anda sebaiknya tidak mengkonsumsi obat dengan berbagai jenis minuman yang mengandung kafein, jus buah golongan sitrus (jeruk, jeruk bali, lemon, dll), atau susu. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja penyebab yang membuat Anda sebaiknya tidak melakukan hal tersebut.   Membuat Obat Kurang Efektif Berbagai jenis minuman di atas dapat memetabolisme obat dan menyebabkan obat menjadi kurang efektif. Misalnya asam tannin yang ada di dalam teh dapat mengganggu proses pencernaan obat. Jus apel dan jeruk juga dapat menghambat kinerja sejumlah obat. Hal ini akan membuat hanya sekitar setengah dosis obat yang dapat diserap masuk ke dalam aliran darah.   Mengganggu Penyerapan Obat Berbagai jenis minuman di atas juga dapat mengganggu penyerapan sejumlah zat aktif di dalam otak, misalnya zat besi.   Dapat Berinteraksi Dengan Obat Yang paling buruk adalah berbagai jenis minuman di atas dapat berinteraksi dengan sejumlah obat. Asam karbonat di dalam minuman bersoda dan jus buah serta protein di dalam susu dapat berinteraksi dengan zat kimia di dalam otak.   Tips lainnya yang perlu Anda ingat saat akan mengkonsumsi obat adalah jangan minum obat segera setelah sarapan. Tunggu setidaknya 1 jam bila Anda mengkonsumsi susu, teh, atau kopi sebelum mengkonsumsi obat. Jika Anda terbiasa minum susu sebelum tidur, maka konsumsilah obat Anda setidaknya 1 jam sebelum tidur.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: munfitnessblog
 07 Jan 2019    08:00 WIB
Minuman Berenergi Memang Mantap Rasanya, Namun Hindari Bila Tidak Ingin Mengalami 8 Hal Ini
Dewasa ini, makin banyak minuman berenergi yang beredar dipasaran. Banyak orang yang suka meminumnya, dan mungkin termasuk Anda. Rasanya yang segar terkadang bisa membuat orang ketagihan dan menjadikan kebiasaan minum minuman berenergi sebagai suatu keharusan. Kebanyakan anak muda menyukai minuman yang satu ini, sebelum Anda terus menerus membiasakan diri minum minuman bernergi ada baiknya Anda tahu bahaya apa yang disebabkan karena konsumsi minuman berenergi secara berlebihan.   Berikut bahaya dari akibat minuman berenergi: 1.      Serangan jantungKadar kafein yang berlebihan dalam minuman berenergi bisa menyebabkan gangguan pada jantung. Hal ini dikarenakan kafein dapat menyebabkan kontraksi jantung menjdi berlebihan. Sebuah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara minuman energi dan peristiwa gangguan pada jantung di kalangan remaja.Sehingga penelitian ini merekomendasikan agar para remaja tidak mengkonsumsi minuman berenergi lebih 250 ml per hari 2.      Sakit kepala dan MigrainTerlalu banyak minum minuman berenergi dapat menyebabkan sakit kepala parah karena efek dari kafein. Perubahan jumlah kafein yang Anda minum setiap hari dapat menyebabkan sakit kepala yang lebih sering. 3.      InsomniaMinuman berenergi membuat orang mudah terjaga, terkadang memang baik untuk Anda yang mungkin lembur untuk mengerjakan pekerjaan namun bila dikonsumsi terlalu sering justru akan mengganggu pola tidur seseorang sehingga lebih mudah terjaga. Kurang tidur menyebabkan gangguan fungsi tubuh dan dapat berbahaya bagi kesehatan 4.      Diabetes tipe 2Penyakit yang sekarang ini mulai mengintai anak muda adalah kencing manis. Kurang sadarnya para remaja sekarang akan pola kehidupannya seperti terlalu sering makan junk food, tidak pernah olahraga akan memicu terjadinya kencing manis. Begitu juga dengan kebiasaan minum minuman berenergi.Karena minuman berenergi mengandung gula yang sangat tinggi,  kadar gula darah berlebihan dapat mengganggu kerja hormon insulin yang bertugas menjaga kestabilan kadar gula darah dalam tubuh, yang lama kelamaan bisa menyebabkan terjadinya kencing manis. 5.      Interaksi obatBeberapa bahan dalam minuman energi dapat berinteraksi dengan obat resep terutama obat untuk depresi. 6.      MuntahTerlalu banyak minuman berenergi dapat menyebabkan muntah. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi dan asam yang ada menyebabkan erosi gigi dan kerongkongan apabila minum berenergi secara berlebihan. 7.      Reaksi alergiBahan dalam minuman berenergi dapat menyebabkan terjadinya alergi bahkan sampai terjadinya penyempitan saluran napas. 8.      Tekanan darah tinggi Produk berkafein seperti minuman energi dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Bagi mereka dengan tekanan darah normal mungkin tidak akan langsung terlihat, namun untuk mereka yang memiliki tekanan darah tinggi maka akan meningkatkan risiko stroke dan beberapa masalah kesehatan lainnya.Melihat banyaknya efek negatif dari minuman berenergi, mulai sekarang sebaiknya Anda membatasi kebiasaan minum minuman berenergi. Baca juga: Hasrat Terpendam Dari Wanita Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: caffeineinformer
 06 Jan 2019    18:00 WIB
Pelukan, Obat Ajaib Yang Diperlukan Semua Orang
Apakah Anda suka dipeluk dan merasa bahagia saat memeluk pasangan Anda? Yups, ternyata berpelukan adalah obat ajaib yang memang memberikan banyak manfaat. Pelukan bukan hanya menjadi cara untuk mencurahkan rasa kasih sayang Anda namun ternyata berpelukan juga memberikan banyak manfaat.Bahkan manfaat yang diberikan dengan memeluk dan dipeluk sama dengan tertawa. Merasa penasaran apa manfaat dari pelukan?Berikut adalah manfaat dari pelukan: 1.      Membangun rasa kepercayaan dan rasa amanDengan berpelukan, akan timbul rasa aman dan nyaman. Hal ini akan membangun rasa percaya dan timbulnya hubungan yang semakin dalam. Pelukan akan membantu komunikasi yang terbuka dan jujur. 2.      Menghilangkan rasa kesepianPelukan dapat langsung meningkatkan kadar oksitosin, yang menyembuhkan perasaan kesepian, kesendirian dan kemarahan. 3.      Merasa bahagiaBerpelukan juga dapat meningkatkan serotonin dalam tubuh seseorang yang dapat meningkatkan mood dan merasa lebih bahagia. 4.      Lebih sehatTernyata berpelukan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tekanan lembut pada daerah dada dan rasa emosional yang timbul dapat ini merangsang kelenjar thymus, yang mengatur dan menyeimbangkan produksi sel-sel darah putih, yang membuat Anda sehat dan bebas penyakit. 5.      Meningkatkan harga diriDari waktu Anda lahir sentuhan dari keluarga menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang dicintai dan sangat spesial. Sentuhan yang Anda terima selama bertahun-tahun ini akan tertanam dalam ingatan Anda sampai Anda dewasa. Hal ini akan membentuk percayaan percaya diri yang tinggi bahwa Anda adalah orang yang berharga dan dibutuhkan 6.      Melepas keteganganMemeluk akan melemaskan otot-otot tubuh yang tegang, selain itu pelukan juga membantu meredakan rasa nyeri dengan meningkatkan sirkulasi darah ke bagian tubuh Anda yang lain. 7.      Mengajarkan arti memberi dan menerimaDengan berpelukan akan membuat Kita belajar arti saling memberi dan menerima. Ada nilai yang dipelajari, rasa kehangatan yang didapat membuat mereka membutuhkan untuk mendapatkan pelukan dan memberikan pelukan hangat 8.      Menurunkan stres dan mengontrol tekanan darahSaat Anda memeluk atau melakukan kontak kulit ke kulit, otak Anda memberitahu kelenjar adrenal untuk mengurangi hormon stres yang disebut kortisol. Hal ini mengurangi hasil produksi kortisol dalam mengurangi stres, dan kemudian tekanan darah menjadi lebih stabil. Melihat banyaknya manfaat dari pelukan, jadi apa yang Anda tunggu? Segera berikan obat ajaib dengan memeluk orang yang Anda cintai dan Anda butuhkan..... Baca juga: Apa Sebenarnya Pendapat Para Pria Mengenai "Berpelukan"? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mindbodygreen
 04 Nov 2018    08:00 WIB
5 Minuman yang Sebaiknya Jangan Dikonsumsi Sebelum Olahraga
Ingin meningkatkan performa Anda saat berolahraga? Jika ya, maka pastikan Anda menghindari berbagai jenis minuman di bawah ini. Hal ini dikarenakan minuman ini merupakan minuman terburuk untuk diminum sebelum berolahraga. Alkohol Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol sebelum berolahraga, bahkan dalam jumlah yang sedikit sekalipun. Hal ini dikarenakan alkohol akan membuat tubuh Anda mengalami dehidrasi dan akan mengganggu keseimbangan tubuh Anda. Selain itu, alkohol juga dapat mengganggu kemampuan Anda membuat keputusan dan meningkatkan proses radang di dalam tubuh. Hal ini berarti resiko Anda untuk mengalami cedera pun akan menjadi lebih tinggi. Minuman Energi yang Mengandung Susu Jika Anda ingin mengkonsumsi minuman yang mengandung susu, tunggulah hingga Anda selesai berolahraga. Hal ini dikarenakan susu mengandung banyak protein, karbohidrat, dan lemak; yang membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Selain itu, susu juga dapat membuat perut Anda kembung dan akan membuat Anda ingin buang gas. Jus Buah/Minuman Buah Sebagian besar minuman buah atau jus buah alami sekalipun mengandung banyak sekali gula. Bila Anda ingin mengkonsumsi berbagai jenis minuman tersebut, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi minuman ini setelah Anda selesai berolahraga. Baca juga: Tips Olahraga Bagi Anda yang Sangat Sibuk Minuman Bersoda Berbagai jenis minuman bersoda dapat menyebabkan nyeri perut, perut kembung, dan sering buang gas. Selain itu, minuman bersoda juga mengandung banyak natrium, yang akan memicu terjadinya dehidrasi, termasuk soda diet. Berbagai jenis pemanis buatan yang terdapat di dalam soda diet, terutama aspartam, dapat memicu terjadinya gangguan daya ingat, perubahan mood, pusing, dan migrain. Minuman Energi Sebagian besar minuman bersoda justru tidak bermanfaat bagi kesehatan. Mengkonsumsi minuman bersoda sebelum berolahraga justru akan membuat Anda mengalami peningkatan dan penurunan kadar gula darah dengan sangat cepat. Selain itu, minuman ini juga dapat mengganggu keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh Anda dan memperpanjang waktu penyembuhan paska olahraga. Intinya adalah minuman terbaik yang sebaiknya dikonsumsi sebelum berolahraga adalah air putih. Para ahli menganjurkan agar anda mengkonsumsi sekitar 600 ml air putih sekitar 2 jam sebelum berolahraga, 240 ml saat pemanasan, dan 240 ml lagi setiap 10-20 menit, tergantung pada seberapa berat olahraga yang Anda lakukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: fitstylelife
 12 Feb 2018    08:00 WIB
Kandungan Dalam Minuman Energi Yang berbahaya
Apakah Anda suka minum minuman berenergi? Bila iya, maka Anda harus mulai waspda karena ternyata dalam minuman tersebut terkandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan Anda. Tidak bisa dipungkiri saat anda meminum minuman energi membuat tubuh Anda menjadi lebih berenrgi, hal ini dikarenakan kandungan kafein.   Masalah Umum Minuman berenergi sebagian besar mengandung kafein, seringkali sebagai bagian dari "campuran energi" yang juga mengandung guarana, taurin, vitamin B dan glukuronolakton. Secara individu, aditif ini mungkin tidak berbahaya, namun bila dikombinasikan dengan kafein dengan dosis tinggi, komplikasi serius dapat terjadi, termasuk serangan jantung dan kejang pada kasus yang parah. Penggunaan minuman energi dikaitkan dengan kebiasaan perilaku seperti menggunakan ganja dan penggunaan obat-obatan terlarang lainnya, merokok, dan minum alkohol di kalangan remaja dan orang dewasa muda, menurut sebuah penelitian tahun 2008 yang diterbitkan dalam "Journal of Adolescent Health."   Kafein Kafein adalah stimulan yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Ini bukan masalah pada bila Anda hanya mengonsumsi 300400 miligram, jumlah yang terkandung dalam 3-4 cangkir kopi. Namun, beberapa minuman energi mengandung hingga 505 miligram kafein. Sebuah tinjauan yang diterbitkan dalam edisi 2009 tentang Drug and Alcohol Dependence menggambarkan beberapa kasus keracunan kafein. Salah satunya seorang pria berusia 28 tahun yang mengalami serangan jantung saat melakukan perlombaan motorcross setelah mengonsumsi delapan kaleng minuman energi.   Guarana, Karnitin, Ginseng dan Ginko Biloba Guarana mengandung teofilin, theobromine dan kafein, semua stimulan yang diketahui, yang kehadirannya dalam minuman energi mungkin atau mungkin tidak tercantum pada labelnya. Karnitin adalah zat aditif biasa yang tidak selalu diungkapkan pada label minuman. Biasanya jumlah karnitin yang ditemukan dalam satu minuman energi terlalu rendah untuk menjadi berbahaya; Namun, dalam dosis lebih dari 3 gram setiap hari, efek diare, mual dan muntah telah dilaporkan. Ginseng dan gingko biloba, bahan herbal yang terkait dengan peningkatan ingatan, berinteraksi dengan obat-obatan yang mempengaruhi pengendalian gula darah. Bisa mempengaruhi kerja pengencer darah dan diuretik bisa.   Gula Meski gula bukan bahan yang berbahaya, namun bila dikonsumsi berlebihan maka akan meningkatkan risiko penyakit kencing manis. 475 ml minuman energi bisa mengandung 54 gram gula, kira-kira setara dengan 14 sendok teh.   Rekomendasi Minuman energi dapat menyebabkan iritabilitas meningkat, tekanan darah tinggi dan dehidrasi jika dikonsumsi sebelum berolahraga. Batasi konsumsi cukup satu gelas per hari, dan jangan mengonsumsinya sebelum aktivitas fisik berat atau minum bersamaan dengan minuman beralkohol. Jika Anda memiliki kondisi medis kronis seperti diabetes atau penyakit jantung, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi minuman berenergi.   Baca juga: Kombinasi Mematikan, Alkohol dan Minuman Energi!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 07 Jan 2015    12:00 WIB
Kombinasi Mematikan, Alkohol dan Minuman Energi!
Pada sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa campuran minuman energi yang mengandung kafein dan minuman beralkohol ternyata sangatlah berbahaya. Kebiasaan ini biasanya banyak dilakukan oleh para mahasiswa di Amerika. Pada penelitian yang dilakukan di Amerika ini, para peneliti menemukan bahwa mencampurkan minuman beralkohol dengan minuman energi dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat, terutama di antara para mahasiswa. Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak jumlah minuman oplosan yang dikonsumsinya, maka tingkat keracunannya pun semakin tinggi, bahkan lebih tinggi daripada hanya mengkonsumsi minuman beralkohol saja. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para mahasiswa yang mengkonsumsi minuman beralkohol dan minuman energi dalam hari yang sama atau menggabungkannya menjadi satu akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengkonsumsi kedua minuman tersebut, yang berarti lebih banyak mengkonsumsi minuman beralkohol. Hal ini tentu saja menyebabkan peningkatan kadar alkohol darah para mahasiswa tersebut, akan tetapi karena efek stimulan pada minuman energi tersebut, para mahasiswa melaporkan bahwa mereka tidak semabuk biasanya (tidak semabuk saat mereka hanya mengkonsumsi minuman beralkohol saja).  Hal ini dapat berdampak sangat buruk bagi kesehatan para peserta penelitian karena mereka tidak merasa dirinya mabuk maka mereka pun mungkin masih menyetir untuk pulang ke rumah.     Sumber: thefix