Your browser does not support JavaScript!
 07 Jan 2020    11:00 WIB
Waspada 5 Makanan di Sekitar Anda Yang Mengandung Gula Tinggi!
Kebanyakan orang merasa takut apabila banyak makan lemak, karena mereka sadar bahwa terlalu banyak lemak dapat berakibat buruk bagi tubuh. Namun sebaiknya Anda jangan hanya khawatir dengan makanan berlemak namun Anda juga harus memperhatikan makanan yang banyak mengandung gula. Karena ternyata berdasarkan berbagai penelitian telah mengatakan bahwa kadar gula tinggi dapat meningkatkan faktor risiko terkena penyakit, mulai dari obesitas, kencing manis hingga kanker. Namun yang menjadi masalah adalah Kita sudah terbiasa makan gula sejak kecil, sehingga sulit untuk dipisahkan. Selain itu, banyak produsen makanan dan minuman memproduksi produk berkadar gula tinggi. Agar Anda terhindar dari berbagai penyakit akibat terlalu banyak konsumsi gula kenali beragam jenis makanan dengan kadar gula tinggi di sekitar Anda. Seperti di bawah ini! 1.      Gula pasir, cair, maupun pemanis lain Gula pasir atau gula cair sudah tentu merupakan makanan manis. Namun jangan hanya memperhatikan gula biasa saja. Pemanis buatan pun juga mengandung gula yang tinggi seperti brown sugar memiliki kandungan 97 % gula. Madu memiliki kandungan gula sebanyak 82 %, sirup sebesar 75 %.  Jika harus memilih pemanis alami, maka pilihlah gula tebu yang memiliki 55 % kadar gula. 2.      Minuman sachet dan minuman soda Minuman sachet biasanya mengandung kadar gula tinggi yang bahkan bisa mencapai 94 %. Minuman bersoda biasanya mengandung sekitar 38 gram gula dalam setiap 0,3 liter.  3.      Permen dan nougat Nougat mengandung gula sekitar 83 %. Permen buah bisa memiliki kadar hingga 81 %, sementara permen karet dan permen keras memiliki kadar gula sekitar 63 %. 4.      Kue, biskuit, dan pie Gula adalah bahan baku penting dalam pembuatan kue. Di antara makanan sejenis, macaroon mengandung 71 % gula, yang membuatnya salah satu makanan dengan kadar gula tertinggi di kelasnya. Rata-rata kue memiliki kadar gula hingga 63 %. 5.      Es krim dan milk shakes Es krim makanan enak ini juga mengandung banyak gula, yaitu sekitar 26%, di mana dalam setengah scoop es krim terkandung  14 gram gula di dalamnya. Sementara, milk shakes mengandung 23% gula, di mana dalam setiap 0,5 liter milkshake terkandung 84 gram gula. Selain makanan yang telah disebutkan diatas sebenarnya masih ada banyak makana lain yang mengandung gula oleh karena itu usahakan untuk selalu cek label kemasan untuk mengetahui kandungan gula didalam minuman atau makanan yang Anda konsumsi. Ingat semakin banyak makanan yang mengandung gula yang Anda makan maka kadar gula dalam tubuh pun akan semakin meningkat. Baca juga: Kadar Gula Darah dan Efeknya Pada Tubuh Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: readersdigest
 22 Sep 2019    18:00 WIB
5 Cara Minuman Bersoda Membunuh Anda!
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa minuman bersoda yang manis dapat memperpendek umur seseorang karena dapat memperpendek telomer, kapsul yang berfungsi untuk melindungi DNA. Di bawah ini terdapat 5 gangguan kesehatan yang ternyata berhubungan dengan minuman bersoda.  1.      Osteoporosis Asam fosfat yang membuat minuman bersoda terasa asam dapat membuat kalsium terlepas dari dalam tulang. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda (terutama cola) memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah di daerah panggul, yang membuat mereka lebih rentan terhadap patah tulang, terutama saat mereka sudah berusia lanjut. Selain itu, beberapa penelitian lainnya juga telah menemukan adanya hubungan antara patah tulang dan banyaknya minuman bersoda yang dikonsumsi oleh para anak remaja perempuan.  2.      Penyakit Alzheimer Para peneliti di Australia menemukan bahwa berbagai jenis minuman manis dapat menyebabkan perubahan pada otak yang mirip dengan yang terjadi pada berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit Alzheimer. Pada sebuah penelitian, para peneliti memberi tikus percobaan air gula yang memiliki kadar gula yang sama dengan minuman bersoda. Setelah melakukan hal ini selama 26 hari, para peneliti menemukan adanya perubahan pada otak tikus percobaan, terutama di bagian otak yang berfungsi untuk membuat keputusan, yang tidak ditemukan pada tikus yang hanya mengkonsumsi air putih. Beberapa perbedaan yang ditemukan oleh para peneliti adalah perubahan pada 290 jenis protein yang berbeda dan perubahan perilaku seperti perilaku hiperaktif. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa diet tinggi fruktosa (sejenis gula) dapat mengganggu daya ingat para tikus percobaan.  3.      Diabetes Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 355 ml minuman bersoda setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2 yaitu hingga 18% dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi 1 botol cola setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi, yaitu hingga 2 kali lipat untuk menderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda kurang dari 1 botol per bulan. Para peneliti menduga bahwa tingginya kadar sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa, yang dapat ditemukan pada sebagian besar minuman bersoda, dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dalam tubuh yang berakibat pada terjadinya diabetes tipe 2.  4.      Kerusakan Gigi Selain banyaknya gula yang terdapat di dalam minuman bersoda, asam fosfat dan atau asam sitrat yang terdapat di dalam minuman bersoda ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan kedua asam tersebut dapat menyebabkan perubahan pH air liur dan membuat email gigi tererosi. Sebuah penelitian menemukan bahwa walaupun jus buah dapat membahayakan kesehatan gigi Anda, minuman bersoda ternyata lebih kuat 10 kali lipat dibandingkan jus buah.  5.      Penyakit Jantung Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi 355 ml minuman manis setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 29% serta dimulainya kerusakan jantung dan pembuluh darah di usia dini. Sebuah penelitian lainnya di Sidney menemukan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi setidaknya 1 botol minuman bersoda setiap harinya mengalami penyempitan pembuluh darah di bagian belakang mata, yang merupakan pertanda adanya peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi banyak sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa juga dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, yaitu hingga 87%. Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 1 botol atau lebih minuman bersoda setiap harinya cenderung memiliki kadar trigliserida darah yang lebih tinggi yaitu hingga 25% dan kadar kolesterol jahat yang lebih tinggi, yaitu hingga 32%.  Baca juga: Minuman Bersoda dan Kafein Tingkatkan Resiko Osteoporosis Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: newsmaxhealth
 29 Jun 2019    16:00 WIB
Pusing Setelah Makan? Berikut Pencegahannya
Apa Anda pernah merasakan kepala pusing setelah makan. Ada beberapa penyebab mengapa bisa terjadinya pusing setelah makan yaitu salah satunya adalah gangguan sistem saraf yang gagal mengatur tekanan darah sehingga akan timbul rasa pusing. Berikut adalah cara untuk mencegah terjadinya pusing setelah makan: Hindari Minuman bersoda Usahakan untuk menghindari minuman bersoda karena minuman ini dapat menyebabkan rasa pusing. Minum air yang cukup Apabila tubuh terhidrasi dengan baik maka akan mencegah terjadinya pusing. Usahakan minum minimal 8 gelas setiap hari. Minumlah saat Anda merasa haus. Jaga pola makan yang baik Jangan melewatkan waktu makan yang normal, seperti sarapan, makan siang dan makan malam karena hal ini dapat menyebabkan penurunan gula darah dalam tubuh yang akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Cobalah untuk menjaga pola waktu makan Anda dengan baik. Tambahkan gandum utuh dalam makanan Anda Jenis makan ini akan dimetabolisme secara perlahan dan menjaga kadar gula darah tetap normal dalam tubuh. Makan buah-buahan dan sayuran Buah-buahan dan sayuran merupakan antioksidan, selain itu mengandung banyak vitamin dan mineral untuk membantu Anda tetap sehat dan menjaga sistem tubuh Anda berfungsi secara optimal. Istirahat sejenak setelah makan Istirahat sejenak setelah makan akan memberikan waktu untuk tubuh Anda mencerna makanan. Apabila Anda merasa pusing setelah makan usahakan untuk beristirahat. Hindari konsumsi bumbu secara berlebihan Selain bumbu, saus, alkohol, teh kental, kopi, permen dan hindari merokok setelah makan   Sumber: newhealthguide
 13 Feb 2019    08:00 WIB
Wow Minum Soda Bebas Gula Malah Bikin Berat Badan Naik
Apakah Anda suka minum minuman bersoda? Saya yakin Anda pernah minum minuman bersoda. Rasa kecanduan akan minum minuman bersoda mungkin tidak dapat Anda hindari. Namun yang harus Anda ketahui minuman bersoda tidak baik untuk tubuh Anda dan dapat menaikkan berat badan. Untuk Anda yang menyukai minum minuman bersoda mungkin merasa dapat solusi untuk keinginan Anda dengan meminum soda diet. Dikatakan minum soda diet maka Anda akan terhindar dari kenaikkan berat badan. Benarkah? Soda diet diberi label "bebas gula", "nol karbohidrat" atau "tidak berkalori" hal ini dilakukan untuk menarik pembeli. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa soda diet tidak membantu dalam menurunkan berat badan. Namun yang pasti dapat membahayakan kesehatan Anda! Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Texas Health Science Centre di San Antonio, mengamati bahwa mereka yang minum dua kaleng/ botol atau lebih soda diet dalam sehari akan terjadi peningkatan ukuran perut mereka enam kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak minum soda diet. Demikian pula, penelitian yang dilakukan pada beberapa pasien obesitas (berat badan berlebih) di New York menyatakan bahwa pasien yang beralih dari minum minuman soda reguler ke soda diet tidak terjadi penurunan berat badan. Hal ini disebabkan karena pemanis buatan dalam soda diet menyebabkan peningkatan nafsu makan, yang pada gilirannya menyebabkan kenaikan berat badan, selain itu soda diet meningkatkan nafsu makan dan tidak mengandung gizi sama sekali. Sehingga bila Anda ingin menurunkan berat badan hindari konsumsi soda diet, sebaiknya Anda perbanyak minum air putih. Sumber: stylecraze
 20 Jan 2019    11:00 WIB
Kenapa Tidak Boleh Minum Obat Dengan Minuman Bersoda ?
Anda mungkin sudah sering mendengar ibu Anda melarang Anda untuk minum obat dengan menggunakan kopi, teh, minuman bersoda, atau jus buah. Akan tetapi, tahukah Anda mengapa demikian?   Baca juga: Menghentikan Kebiasaan Minum Soda Diet   Memang benar bahwa Anda sebaiknya tidak mengkonsumsi obat dengan berbagai jenis minuman yang mengandung kafein, jus buah golongan sitrus (jeruk, jeruk bali, lemon, dll), atau susu. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja penyebab yang membuat Anda sebaiknya tidak melakukan hal tersebut.   Membuat Obat Kurang Efektif Berbagai jenis minuman di atas dapat memetabolisme obat dan menyebabkan obat menjadi kurang efektif. Misalnya asam tannin yang ada di dalam teh dapat mengganggu proses pencernaan obat. Jus apel dan jeruk juga dapat menghambat kinerja sejumlah obat. Hal ini akan membuat hanya sekitar setengah dosis obat yang dapat diserap masuk ke dalam aliran darah.   Mengganggu Penyerapan Obat Berbagai jenis minuman di atas juga dapat mengganggu penyerapan sejumlah zat aktif di dalam otak, misalnya zat besi.   Dapat Berinteraksi Dengan Obat Yang paling buruk adalah berbagai jenis minuman di atas dapat berinteraksi dengan sejumlah obat. Asam karbonat di dalam minuman bersoda dan jus buah serta protein di dalam susu dapat berinteraksi dengan zat kimia di dalam otak.   Tips lainnya yang perlu Anda ingat saat akan mengkonsumsi obat adalah jangan minum obat segera setelah sarapan. Tunggu setidaknya 1 jam bila Anda mengkonsumsi susu, teh, atau kopi sebelum mengkonsumsi obat. Jika Anda terbiasa minum susu sebelum tidur, maka konsumsilah obat Anda setidaknya 1 jam sebelum tidur.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: munfitnessblog
 04 Nov 2018    08:00 WIB
5 Minuman yang Sebaiknya Jangan Dikonsumsi Sebelum Olahraga
Ingin meningkatkan performa Anda saat berolahraga? Jika ya, maka pastikan Anda menghindari berbagai jenis minuman di bawah ini. Hal ini dikarenakan minuman ini merupakan minuman terburuk untuk diminum sebelum berolahraga. Alkohol Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol sebelum berolahraga, bahkan dalam jumlah yang sedikit sekalipun. Hal ini dikarenakan alkohol akan membuat tubuh Anda mengalami dehidrasi dan akan mengganggu keseimbangan tubuh Anda. Selain itu, alkohol juga dapat mengganggu kemampuan Anda membuat keputusan dan meningkatkan proses radang di dalam tubuh. Hal ini berarti resiko Anda untuk mengalami cedera pun akan menjadi lebih tinggi. Minuman Energi yang Mengandung Susu Jika Anda ingin mengkonsumsi minuman yang mengandung susu, tunggulah hingga Anda selesai berolahraga. Hal ini dikarenakan susu mengandung banyak protein, karbohidrat, dan lemak; yang membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Selain itu, susu juga dapat membuat perut Anda kembung dan akan membuat Anda ingin buang gas. Jus Buah/Minuman Buah Sebagian besar minuman buah atau jus buah alami sekalipun mengandung banyak sekali gula. Bila Anda ingin mengkonsumsi berbagai jenis minuman tersebut, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi minuman ini setelah Anda selesai berolahraga. Baca juga: Tips Olahraga Bagi Anda yang Sangat Sibuk Minuman Bersoda Berbagai jenis minuman bersoda dapat menyebabkan nyeri perut, perut kembung, dan sering buang gas. Selain itu, minuman bersoda juga mengandung banyak natrium, yang akan memicu terjadinya dehidrasi, termasuk soda diet. Berbagai jenis pemanis buatan yang terdapat di dalam soda diet, terutama aspartam, dapat memicu terjadinya gangguan daya ingat, perubahan mood, pusing, dan migrain. Minuman Energi Sebagian besar minuman bersoda justru tidak bermanfaat bagi kesehatan. Mengkonsumsi minuman bersoda sebelum berolahraga justru akan membuat Anda mengalami peningkatan dan penurunan kadar gula darah dengan sangat cepat. Selain itu, minuman ini juga dapat mengganggu keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh Anda dan memperpanjang waktu penyembuhan paska olahraga. Intinya adalah minuman terbaik yang sebaiknya dikonsumsi sebelum berolahraga adalah air putih. Para ahli menganjurkan agar anda mengkonsumsi sekitar 600 ml air putih sekitar 2 jam sebelum berolahraga, 240 ml saat pemanasan, dan 240 ml lagi setiap 10-20 menit, tergantung pada seberapa berat olahraga yang Anda lakukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: fitstylelife
 30 Sep 2018    08:00 WIB
Hobi Minum Soda? Lihat Apa Akibatnya Pada Tubuh
Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi minuman bersoda sangat buruk bagi kesehatan Anda secara keseluruhan? Di bawah ini Anda dapat melihat apa yang akan terjadi di dalam tubuh Anda dalam waktu 60 menit setelah Anda mengkonsumsi minuman bersoda.   Dalam 10 Menit Dalam waktu 10 menit pertama, 10 sendok teh gula yang terdapat di dalam minuman bersoda akan mulai dicerna oleh tubuh. Jumlah ini merupakan jumlah harian gula yang dianjurkan dan satu-satunya alasan Anda tidak muntah karena merasa terlalu manis adalah karena asam fosfat yang juga terdapat di dalam minuman bersoda akan mengurangi rasa manis tersebut.   Dalam 20 Menit Dalam 20 menit, kadar gula darah Anda akan meningkat tajam dan hati Anda akan bereaksi dengan meningkatkan pelepasan insulin untuk mengubah gula yang sangat banyak tersebut menjadi lemak.   Dalam 40 Menit Dalam 40 menit, kafein yang ada di dalam minuman bersoda akan terserap sempurna ke dalam tubuh dan menyebabkan pupil mata Anda berdilatasi, tekanan darah meningkat, dan hati akan mengeluarkan lebih banyak gula ke dalam aliran darah Anda.   Dalam 45 Menit Setelah sekitar 45 menit, tubuh Anda akan meningkatkan produksi dopamin, yang akan menstimulasi bagian otak yang berfungsi untuk membuat Anda merasa senang. Efek ini persis sama dengan respon tubuh terhadap heroin.   Dalam 60 Menit Setelah 60 menit, kadar gula darah akan turun drastis.   Baca juga: Bahaya Soda Diet   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: mercola
 14 Sep 2015    20:00 WIB
Minum Soda = Minum Bahan Bakar?!
Hobi minum minuman bersoda? Anda mungkin harus berpikir ulang! Selain mengandung banyak gula yang dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan Anda dan meningkatkan resiko terjadinya diabetes, minuman bersoda ternyata memiliki efek buruk lainnya seperti yang dapat Anda lihat di bawah ini.   Mengandung Bahan Bakar Tahukah Anda bahwa minuman bersoda ternyata mengandung sejenis zat kimia yang juga berfungsi sebagai bahan bakar? BVO atau brominated vegetable oil sebenarnya merupakan suatu zat yang berfungsi untuk membuat plastik tidak mudah terbakar. Negara Eropa dan Jepang telah melarang para pabrik pembuat minuman bersoda untuk memasukkan zat kimia berbahaya tersebut.   Membuat Tulang Menjadi Rapuh Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi minuman bersoda ternyata juga berbahaya bagi kesehatan tulang dan gigi Anda? Minuman bersoda dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang dan membuat gigi menjadi rapuh. Selain itu, konsumsi minuman bersoda juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan ginjal.   Memperpendek Umur Minuman bersoda, baik yang biasa maupun soda diet tetap mengandung asam fosfor, yang dapat membuat seseorang mengalami kecanduan. Hal inilah yang membuat Anda ingin terus mengkonsumsi minuman bersoda.  Selain dapat menyebabkan terjadinya kecanduan, asam fosfor di dalam minuman bersoda juga membuat umur tikus percobaan menjadi lebih pendek.   Jadi, bagi Anda para penggemar minuman bersoda, ada baiknya bila Anda mulai mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan Anda tersebut, terutama bila Anda ingin hidup lama dan sehat!   Baca juga: Konsumsi Minuman Bersoda Membuat Umur Anda Menjadi Lebih Pendek, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: huffingtonpost
 19 Dec 2014    12:00 WIB
Benarkah Konsumsi Minuman Bersoda Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker?
Minuman bersoda dapat meningkatkan resiko terjadinya beberapa jenis kanker seperti kanker pankreas, kanker rahim, dan kanker esophagus (kanker kerongkongan). Sebuah penelitian di Cina menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol sebanyak 2 botol atau lebih setiap minggunya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker pankreas hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini dikarenakan tingginya kadar gula di dalam minuman bersoda dapat meningkatkan kadar insulin di dalam tubuh, yang diduga dapat memicu pertumbuhan sel kanker pankreas. Sebuah penelitian lainnya yang mengamati lebih dari 23.000 orang wanita paska menopause menemukan bahwa satu-satunya kebiasaan yang menunjukkan adanya hubungan yang cukup signifikan dengan kanker endometrium adalah mengkonsumsi minuman manis. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman manis sebanyak 2 botol atau lebih setiap minggunya memiliki resiko yang lebih tinggi (78% lebih tinggi) untuk menderita kanker endometrium tipe 1 yang bergantung pada kadar estrogen di dalam tubuh dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi minuman manis. Para peneliti di Inggris menemukan bahwa natrium benzoat (pengawet) yang digunakan untuk mencegah kerusakan pada minuman bersoda bila digabungkan dengan vitamin C dapat membentuk suatu zat karsinogenik, yaitu benzena. Penelitian lainnya di India menemukan adanya hubungan yang sangat signifikan antara konsumsi minuman bersoda dan peningkatan resiko terjadinya kanker kerongkongan.     Sumber: newsmaxhealth