Your browser does not support JavaScript!
 17 Jan 2020    08:00 WIB
Cara Alami Mengatasi Migrain dan Nyeri Kepala
Siapakah diantara Anda disini yang sering mengalami migrain atau nyeri kepala? Saat migraine atau nyeri kepala datang biasanya akan terasa sangat sakit dan dapat mengganggu aktivitas. Namun Anda tak perlu khawatir, karena ada beberapa tips untuk mengatasi sakit migraine dan sakit kepala, yakni:     •    Cobalah untuk kurangi stress Pekerjaan yang menumpuk di kantor dapat membuat siapa saja merasa lelah dan stress. Maka dari itu usahakan agar Sobat memiliki waktu istirahat yang cukup di rumah agar pikiran lebih rileks. Selain itu Anda dapat mencoba berdiri sesekali tiap 1 jam sambil menenangkan leher, rahang, serta bahu Anda.     •    Berolahraga secara teratur Berolahraga secara teratur minimal tiga kali seminggu dengan durasi 20 menit.     •    Melakukan rutinitas yang baik Cobalah untuk melakukan rutinitas yang baik seperti menjaga pola makan, asupan makan yang masuk ke dalam tubuh, serta waktu istirahat dengan konsisten, maka niscaya sakit migraine dan nyeri kepala akan pergi jauh-jauh.     •    Berhenti merokok Jika Anda memiliki kebiasaan merokok maka usahakan agar mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok, sebab merokok dapat memicu munculnya nyeri di kepala menjadi lebih buruk.     •    Mengetahui faktor pemicu dari nyeri kepala Dengan mengetahui penyebab dari migraine dan nyeri kepala, maka Anda dapat melakukan pencegahan di kedepannya.   Sumber: webmd
 13 Jan 2020    11:00 WIB
Nyeri Kepala Akibat Sinusitis Atau Migrain?
Pernahkah anda merasa bingung mengenai penyebab nyeri kepala yang sering anda alami? Apakah karena sinus yang meradang (sinusitis) atau migrain? Tidak perlu khawatir sebab terdapat beberapa perbedaan antara nyeri kepala akibat sinusitis dengan nyeri kepala akibat migrain.   Perbedaan Gejala Beberapa gejala yang dapat ditemukan baik pada nyeri kepala akibat sinusitis maupun pada nyeri kepala akibat migrain, yaitu: Nyeri di kepala, terutama di dahi Mata berair atau terasa gatal Nyeri kepala bila kepala digerakkan Selain beberapa gejala di atas, nyeri kepala akibat migrain biasanya juga disertai dengan: Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap suara atau cahaya Nyeri kepala berdenyut berat pada salah satu sisi kepala Migrain biasanya merupakan penyebab timbulnya nyeri kepala berat dan sering. Penderita nyeri kepala akibat sinusitis biasanya tidak mengeluhkan nyeri kepala terlebih dulu, mereka biasanya merasa tidak enak badan dan kemudian baru merasa nyeri kepala. Nyeri kepala akibat sinusitis biasanya disebabkan oleh infeksi dan peradangan pada saluran pernapasan di hidung. Infeksi dan peradangan ini menyebabkan terjadinya suatu penyumbatan yang menimbulkan rasa nyeri dan rasa tertekan pada dahi dan pipi.   Perbedaan Pengobatan Nyeri Kepala Akibat Sinusitis Pada nyeri kepala akibat sinusitis, pengobatan dimulai dengan pemberian dekongestan, obat anti nyeri, dan irigasi sinus untuk mengurangi tekanan dan sumbatan pada sinus serta membantu drainase sinus. Antibiotika atau steroid yang disemprotkan langsung ke hidung sering digunakan  sebagai pengobatan lini kedua untuk mengobati sumber infeksi atau penyakit kronik lainnya. Nyeri kepala akibat sinusitis yang disebabkan oleh suatu infeksi dapat segera menghilang setelah pengobatan dilakukan. Nyeri Kepala Akibat Migrain Pengobatan migrain tidak hanya bertujuan untuk menghentikan serangan migrain yang sedang terjadi, tetapi juga bertujuan untuk mencegah dan mengurangi frekuensi, keparahan, dan lamanya serangan migrain. Triptan merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengurangi serangan migrain. Obat lainnya yang juga dapat digunakan untuk mengatasi serangan migrain adalah obat anti epilepsi, obat anti depresi, dan obat anti depresi. Selain itu, suntikan botox juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya migrain kronik. Terapi hormon dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi wanita yang mengalami serangan migrain saat menstruasi. Perubahan gaya hidup juga dapat memberikan pengaruh baik bagi migrain. Berolahraga secara teratur dan terapi relaksasi yang merupakan terapi untuk mengurangi stress dapat mencegah kekambuhan dan mengurangi keparahan serangan migrain yang terjadi. Menghindari berbagai pemicu terjadinya serangan migrain juga merupakan salah satu langkah pencegahan migrain yang sangat penting. Jika anda mencoba mengatasi nyeri kepala yang anda alami dengan mengkonsumsi obat anti nyeri, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala ulangan, terutama bila nyeri kepala yang anda alami disebabkan oleh migrain. Perlu diingat bahwa apabila anda menderita nyeri kepala berat yang disertai dengan mata berair dan hidung tersumbat atau hidung meler, jangan buru-buru mengambil kesimpulan bahwa nyeri kepala yang anda alami pasti disebabkan oleh sinusitis. Setiap nyeri di kepala, terutama nyeri pada dahi, dapat menyebabkan mata berair dan gatal, hidung meler atau tersumbat.   Kapan Hubungi Dokter Segera hubungi dokter anda bila: Nyeri kepala yang anda alami mulai mengganggu aktivitas anda sehari-hari Nyeri kepala tidak berkurang dengan pemberian obat nyeri kepala yang dijual bebas Nyeri kepala semakin memburuk Nyeri kepala disertai dengan gangguan neurologis, seperti gangguan penglihatan atau kelemahan otot Nyeri kepala disertai dengan demam atau kekakuan pada leher Bila anda sering mengalami nyeri kepala berulang, maka dokter akan menganggapnya sebagai migrain hingga terbukti bukan.   Sumber: webmd
 23 Nov 2019    18:00 WIB
Perbedaan Migrain dan Migrain Kronis
Walaupun kedua penyakit ini memiliki nama yang hampir sama, tetapi migrain dan kronik migrain merupakan kondisi yang berbeda. Banyak orang dengan migrain tidak akan berakhir menjadi migrain kronis, tetapi dengan memiliki migrain akan meningkatkan resiko terkena migrain kronis di kemudian hari. Nyeri kepala migrain disebut juga episodik migrain. Serangan episodik migrain sering terjadi. Orang yang mengalami episodik migrain bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan mengalami serangan nyeri kepala migrain. Tetapi orang dengan migrain kronis dapat mengalami migrain selama 15 hari bahkan lebih. Sebagai tambahan, periode migrain kronik berlangsung paling tidak pada tiga bulan terakhir. Karakteristik dari episodik migrain Sayangnya belum ada tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis migrain. Pertama dokter mungkin akan menanyakan penyebab dari gejala yang dirasakan kemudian memberikan penjelasan yang memungkinkan penyakit tersebut terjadi, termasuk efek samping dari obat dan tumor otak. Saat semua faktor penyebab disingkirkan, doker Anda akan memeriksa riwayat sakit kepala Anda dan gejala yang Anda alami selama mengalami nyeri kepala. Karakteristik dari episodik migrain termasuk: Minimal telah mengalami 5 kali serangan migrain seumur hidupnya Nyeri kepala berlangsung kurang dari 15 hari setiap bulannya. Nyeri kepala yang berlangsung kurang lebih 24 jam Seberapa sering kedua kondisi tersebut terjadi? Episodik migrain lebih sering terjadi dibandingkan migrain kronik. Bahkan faktanya  American Migraine Prevalence and Prevention study (AMPP) menemukan episodik migrain terjadi pada 17,1% wanita di Amerika dan 5,6% pria di Amerika. Sementara migrain kronis hanya terjadi pada 1,3% wanita di Amerika dan 0,5% pria di Amerika. Wanita berusia 40-49 tahun lebih sering terserang kronik migrain. Pengobatan Episodik migrain dapat dengan mudah diobati dengan obat yang dijual bebas di pasaran. Penyembuhan bergantung paa beratnya nyeri kepala yang dirasakan dan frekuensi serangan. Jika obat bebas tidak membantu Anda meredakan nyeri mungkin Anda memerlukan obat resep dokter. Pengobatan untuk migrain kronis cukup berbeda. Obat bebas mungkin dapat meredakan nyeri sedikit yang dirasakan karena migrain kronik, tetapi migrain kronik yang berat memerlukan jenis obat yang lebih kuat lagi. Beberapa dokter akan mencoba memberikan resep yang mencegah serangan terjadi untuk para penderita kronik migrain. Penelitian terbaru di bidang neurologi membuktikan bahwa sebanyak sepertiga dari pasien dengan migrain kronis menggunakan obat preventif untuk mencegah munculnya serangan migrain. Apakah episodik migrain bisa berubah menjadi migrain kronis? Sering mengalami serangan migrain tidak berarti Anda akan mengalami migrain kronis di kemudian hari. Bahkan faktanya hanya 2,5% orang yang terdiagnosa episodik migrain akan mengalami serangan yang lebih buruk.   Sumber: healthline
 12 Nov 2019    08:00 WIB
Keluhan Migrain Berkurang Seiring Dengan Bertambahnya Usia
Sebuah penelitian baru di Swedia menemukan bahwa seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, gejala migrain anda pun akan berkurang, di mana serangan migrain menjadi lebih jarang, lebih singkat, dan tidak terlalu nyeri. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati secara acak 374 penderita migrain, yang terdiri dari 200 wanita dan 174 pria, yang berusia rata-rata 55 tahun. Pengamatan berlangsung selama 12 tahun, yaitu dari tahun 1994-2006. Pada awal penelitian, para penderita mengalami sekitar 1-6 kali serangan migrain setiap bulannya. Pada tahun 2005 dan 2006, para peneliti menelepon setiap penderita yang diamati dan menanyakan bagaimana keadaan migrain mereka sekarang ini. Dalam waktu 12 tahun pengamatan, para peneliti menemukan bahwa sekitar 30% (110 orang) penderita tidak lagi mengalami serangan migrain. Sekitar 91% dari 110 orang ini tidak lagi mengalami serangan migrain dalam waktu 2 tahun terakhir. Di antara 264 orang lainnya yang tetap mengalami serangan migrain, para peneliti menemukan bahwa serangan migrain lebih jarang terjadi, lebih singkat, dan dengan gejala yang lebih ringan. Sekitar 80% orang di antaranya mengatakan bahwa mereka mengalami perubahan frekuensi serangan migrain, yaitu 80% di antaranya mengatakan bahwa serangan migrain menjadi lebih jarang dan 20% di antaranya mengatakan bahwa serangan migrain menjadi lebih sering. 55% dari 264 orang mengatakan bahwa mereka mengalami perubahan dalam lama serangan migrain berlangsung. Sekitar 66% dari mereka mengatakan bahwa serangan migrain berlangsung lebih singkat dan 34% lainnya mengatakan bahwa serangan migrain berlangsung lebih lama. 66% dari 264 orang tersebut mengatakan bahwa intensitas serangan migrain yang mereka alami mengalami perubahan, yaitu 83% di antaranya hanya mengalami nyeri ringan dan 17% sisanya mengalami nyeri yang lebih berat. Dan hanya sekitar 1.6% (6 orang) yang mengalami migrain kronik, yaitu serangan migrain yang berlangsung selama lebih dari 15 hari dalam 1 bulan. Akan tetapi, para peneliti tidak mengetahui siapa yang akan mengalami kesembuhan. Mereka menduga bahwa faktor genetika mungkin turut berperan, terutama pada wanita. Penelitian ini menunjukkan bahwa penderita wanita yang memiliki anggota keluarga lain yang juga mengalami migrain akan terus mengalami serangan migrain. Terapi sedini mungkin dapat membantu membuat serangan migrain menjadi lebih jarang, lebih singkat, dan tidak terlalu berat. Selain itu, terapi dini juga dapat menurunkan resiko terjadinya migrain kronik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak semua penderita migrain akan mengalami perbaikan gejala seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka. Beberapa penderita mungkin akan terus mengalami serangan migrain seumur hidupnya. Selain itu, penderita migrain juga perlu memperhatikan beberapa hal lainnya yang juga dapat mempengaruhi serangan migrain seperti menjaga berat badan tetap sehat, menghindari penggunaan obat sakit kepala dan kafein secara berlebihan, dan mengatasi berbagai gangguan tidur.Sumber: webmd
 14 Sep 2019    16:00 WIB
Sakit Kepala Biasa Atau Migrain Ya???
Saat Anda mengalami sakit kepala mungkin agak sulit bagi Anda untuk membedakan apakah Anda sedang menderita sakit kepala biasa atau justru migrain. Walaupun demikian, mengetahui dengan pasti apa jenis sakit kepala yang sedang Anda alami sangatlah penting karena hal ini berarti bahwa Anda dapat memperoleh pengobatan yang lebih sesuai. Selain itu, mengetahui jenis sakit kepala yang Anda alami juga dapat membantu mencegah terjadinya berulangnya sakit kepala tersebut. Jadi bagaimanakah cara membedakan sakit kepala biasa dari migrain???   Apa Itu Sakit Kepala? Sakit kepala merupakan rasa nyeri yang tidak menyenangkan di dalam kepala Anda yang dapat menyebabkan kepala terasa tertekan dan sakit. Sakit kepala dapat bervariasi dari ringan hingga sedang dan biasanya terjadi pada kedua sisi kepala. Beberapa daerah kepala yang biasa "diserang" saat mengalami sakit kepala adalah daerah dahi, pelipis, dan leher belakang. Lama berlangsungnya sakit kepala dapat bervariasi dari 30 menit hingga 1 minggu. Menurut Mayo Clinic, jenis sakit kepala yang paling sering adalah sakit kepala tension. Pemicu jenis sakit kepala ini adalah stress, ketegangan otot, atau rasa cemas. Selain sakit kepala tension, ada beberapa jenis sakit kepala lain yang juga cukup sering ditemukan, yaitu: Sakit kepala cluster. Sakit kepala jenis ini biasanya hanya mengenai 1 sisi kepala tetapi biasanya tidak separah migrain. Gejala lain yang sering ditemukan adalah hidung meler, mata berair, atau hidung tersumbat Sakit kepala sinus. Sakit kepala ini seringkali salah didiagnosa sebagai migrain. Gejala lain yang sering ditemukan adalah demam, hidung tersumbat, batuk, dan wajah terasa seperti tertekan.   Baca juga: 10 Tips Untuk Mengatasi Nyeri Saat Berhubungan Seks   Apa Itu Migrain? Sakit kepala migrain biasanya cukup berat dan seringkali disertai dengan beberapa gejala lain selain sakit kepala. Beberapa gejala lain yang dapat ditemukan pada sakit kepala migrain adalah: Mual Nyeri di belakang salah satu mata atau telinga Nyeri di pelipis Melihat kilatan cahaya atau titik hitam Menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan atau suara Gangguan penglihatan sementara Muntah Bila dibandingkan dengan sakit kepala tension atau sakit kepala lainnya, sakit kepala migrain biasanya lebih berat. Sakit kepala migrain biasanya hanya mengenai satu sisi kepala. Akan tetapi, mungkin saja migrain mengenai kedua sisi kepala. Perbedaan lainnya adalah kualitas  nyeri. Sakit kepala migrain biasanya menimbulkan nyeri hebat yang sangat menyiksa dan akan membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari. Sakit kepala migrain dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu migrain dengan aura dan migrain tanpa aura. Aura adalah suatu sensasi yang dirasakan oleh penderita sebelum ia mengalami serangan migrain. Sensasi ini biasanya terjadi antara 10-30 menit sebelum serangan terjadi. Beberapa aura yang sering dialami oleh penderita migrain adalah: Mengalami kesulitan berpikir atau sulit berkonsentrasi Melihat kilatan cahaya atau garis yang tidak biasanya Merasa kesemutan atau mati rasa di daerah wajah atau tangan Mencium atau merasakan atau mengecap sesuatu hal yang tidak biasanya Sementara itu, sejumlah penderita migrain dapat mengalami berbagai gejala lain selama 1 atau 2 hari sebelum serangan migrain terjadi. Berbagai gejala lain ini disebut dengan fase prodromal. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah: Sembelit Depresi Sering menguap Mudah marah Leher terasa kaku Ngidam suatu makanan yang tidak biasanya   Pengobatan Sakit Kepala Untungnya, sakit kepala tension biasanya dapat diatasi dengan berbagai jenis obat sakit kepala yang dijual bebas di pasaran. Selain obat, teknik relaksasi tampaknya juga dapat membantu mengatasi sakit kepala tension karena dapat membantu mengurangi stress. Beberapa teknik relaksasi yang dapat dilakukan adalah: Kompres hangat atau mandi air hangat Pijat Meditasi Peregangan otot leher   Pengobatan Migrain Sayangnya, obat migrain tidak terlalu efektif untuk mengatasi migrain. Selain itu, mengkonsumsi obat migrain terlalu lama, lebih dari 10 hari setiap bulannya, maka hal ini justru dapat memicu terjadinya nyeri kepala, yang justru dapat memperburuk gejala.   Pencegahan Migrain Sementara itu, untuk mengobati migrain, pencegahan tampaknya merupakan terapi yang paling baik untuk dilakukan. Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah: Mengubah pola makan Anda, misalnya menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya nyeri kepala, seperti minuman beralkohol atau minuman berkafein Mengkonsumsi obat anti depresi, obat anti hipertensi (tekanan darah tinggi), atau obat anti kejang Mengatasi stress   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthline
 02 Jun 2019    08:00 WIB
Apa Itu Migrain Pada Mata (Migrain Okular)?
Migrain pada mata atau bahasa medisnya dikenal dengan migrain okular menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan yang dapat berlangsung selama kurang dari 1 jam, bersamaan dengan nyeri kepala. Keadaan ini jarang ditemukan. Dokter harus menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan kesehatan lainnya yang menyebabkan anda mengalami kebutaan sementara ini sebelum yakin bahwa anda menderita migrain okular.   Penyebab Para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti terjadinya migrain okular. Akan tetapi, migrain okular diduga berhubungan dengan: Adanya spasme di dalam pembuluh darah retina Adanya perubahan yang menyebar hingga sel-sel saraf di dalam retina Penderita migrain okular memiliki resiko mengalami kebutaan pada salah satu mata yang lebih tinggi daripada penderita jenis migrain lainnya.   Gejala Gejala migrain okular yang dapat ditemukan adalah: Gangguan penglihatan yang mengenai salah satu mata. Gangguan penglihatan ini dapat berupa melihat kilatan cahaya, adanya bintik buta pada lapang pandang anda, dan kebutaan. Kebutaan dapat merupakan komplikasi dari migrain okular Nyeri kepala yang berlangsung selama 4-72 jam. Nyeri kepala yang terjadi biasanya hanya mengenai satu sisi kepala, nyeri dapat bersifat sedang atau berat, berdenyut, memburuk saat anda melakukan aktivitas Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara Gejala yang penting adalah bahwa hilangnya penglihatan hanya terjadi pada satu mata. Kilatan cahaya atau bintik buta pada lapang pandang pun hanya terjadi pada salah satu mata.   Apakah Saya Menderita Migrain Okular? Untuk membantu dokter menegakkan diagnosa, dokter akan menanyakan berbagai gejala yang anda alami dan melakukan pemeriksaan pada mata anda. Dokter harus terlebih dahulu menyingkirkan berbagai kelainan lain sebelum menegakkan diagnosa migrain okular. Berbagai kelainan tersebut berupa: Amaurosis fugax yaitu kebutaan sementara akibat kurangnya aliran darah di dalam mata. Hal ini dapat disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah arteri mata Spasme pada pembuluh darah arteri yang memperdarahi retina Arteritis sel Giant yang menyebabkan terjadinya peradangan pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan serta kebutaan Berbagai gangguan pembuluh darah lainnya yang berhubungan dengan penyakit autoimun Penyalahgunaan obat Berbagai gangguan kesehatan yang menyebabkan kelainan pembekuan darah, seperti sickle cell disease dan polisitemia   Pengobatan Para ahli masih belum yakin mengenai apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya migrain okular. Beberapa pengobatan yang dapat dokter anda lakukan adalah: Pemberian aspirin Pemberian obat anti depresi atau anti epilepsi Pemberian obat golongan beta blocker Dianjurkan agar anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan pengobatan apapun.   Sumber: webmd
 09 May 2019    18:00 WIB
Hubungan Nyeri Kepala, Migrain, dan Mual
Migrain merupakan jenis nyeri kepala yang paling sering menyebabkan timbulnya rasa mual. Selain migrain, terdapat berbagai gangguan kesehatan lainnya yang juga menimbulkan rasa nyeri kepala dan mual atau muntah, seperti flu, meningitis (radang selaput otak), dan nyeri kepala cluster.   Flu Virus yang sering menyebabkan terjadinya flu juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala dan mual. Nyeri kepala dan rasa mual yang anda alami dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Berbeda dengan migrain, flu dapat disertai dengan berbagai gejala infeksi virus lainnya, seperti hidung meler, diare, menggigil, nyeri otot, dan demam.   Meningitis Nyeri kepala hebat yang disertai dengan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya dan adanya rasa mual tampak seperti suatu serangan migrain klasik. Akan tetapi, bila gejala di atas juga disertai dengan kekakuan pada leher, baik dengan atau tanpa demam, maka anda mungkin mengalami meningitis. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan secepatnya.   Nyeri Kepala Cluster Rasa mual seringkali merupakan pembeda antara serangan migrain dengan nyeri kepala biasa. Akan tetapi, nyeri kepala cluster juga dapat menyebabkan timbulnya rasa mual. Selain itu, nyeri kepala cluster biasanya terjadi secara berulang, sangat menyiksa, terjadi pada salah satu sisi kepala, dan seringkali membuat mata berair serta nyeri.   Migrain dan Mual Hubungan antara terjadinya migrain dan timbulnya rasa mual di saat yang bersamaan masih tidak diketahui dengan jelas. Akan tetapi, banyak ahli beranggapan bahwa serangan migrain terjadi akibat saraf-saraf tertentu di otak mengirimkan suatu sinyal pada pembuluh darah otak untuk melebar. Selain itu, perubahan kadar estrogen juga diduga dapat menyebabkan timbulnya serangan migrain. Hal ini mungkin merupakan penyebab mengapa migrain lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Penurunan kadar serotonin juga dapat menyebabkan pembuluh darah di permukaan otak melebar dan menyebabkan terjadinya serangan migrain. Orang yang memiliki kadar serotonin yang rendah biasanya lebih sering mengalami serangan migrain, mual, dan mabuk saat berkendara.   Siapa yang Sering Mengalami Mual dan Migrain? Wanita dan orang yang sering mengalami mabuk saat berkendara lebih sering mengalami serangan migrain dan merasa mual. Sekitar 5-20% populasi mengalami mabuk saat berkendara dan sekitar 50% penderita migrain mengalami mabuk saat berkendara.   Jenis Migrain dan Hubungannya Dengan Rasa Mual Beberapa jenis migrain lebih sering menyebabkan timbulnya rasa mual atau bahkan muntah. Migrain Dengan atau Tanpa Aura (Suatu Penglihatan atau Efek Visual yang Terjadi Sebelum Serangan) Migrain tanpa aura lebih sering terjadi dan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, vertigo, peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, dan mual. Orang yang mengalami migrain dengan aura biasanya mengalami suatu tanda peringatan (aura) sekitar 20 menit sampai 1 jam sebelum nyeri kepala dimulai. Tanda peringatan ini dapat berupa gangguan penglihatan dan rasa pusing. Migrain Perut Sebagian besar migraine menyebabkan timbulnya nyeri kepala, akan tetapi pada kasus yang jarang, anak-anak dapat mengalami serangan migrain yang menyebabkan nyeri perut. Saat hal ini terjadi, anak dapat merasa mual atau bahkan muntah serta hilangnya nafsu makan. Anak yang mengalami serangan migrain perut biasanya akan kembali mengalami serangan ini saat dewasa nanti. Vertigo Paroksismal Benign Migrain jenis ini paling sering dialami oleh balita. Saat migrain terjadi, balita akan tampak kehilangan keseimbangan dan tidak dapat kembali berjalan. Hal ini dapat membuat anda muntah. Serangan ini biasanya akan mereda setelah beberapa menit atau beberapa jam kemudian.   Pilihan Terapi Bagi Migrain dan Mual Perubahan Gaya Hidup Stress merupakan pemicu tersering dari timbulnya migrain, termasuk migrain yang disertai oleh rasa mual. Mengurangi dan mengatasi stress dapat mengurangi frekuensi dan keparahan serangan. Berhenti merokok dan menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya migraine seperti coklat dan alkohol dapat membantu mengurangi terjadinya serangan migrain yang disertai dengan rasa mual. Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan yang dapat diberikan pada penderita migrain adalah obat untuk mencegah terjadinya migrain, obat untuk menghentikan migrain saat serangan berlangsung, dan obat untuk meredakan berbagai gejala migrain. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat apapun untuk mengatasi serangan migrain yang anda alami. Terapi Lainnya Akupuntur telah terbukti dapat mengurangi terjadinya migrain dan mengurangi rasa mual.   Sumber: webmd  
 06 Jan 2018    16:00 WIB
Makanan yang Dapat Memicu Terjadinya Serangan Migrain
Jika Anda pernah mengalami serangan migrain, Anda tentunya akan berusaha untuk tidak mengalaminya kembali. Migrain dapat menyebabkan Anda mengalami nyeri kepala berdenyut yang cukup berat pada salah satu sisi kepala Anda. Selain itu, serangan migrain seringkali juga diikuti oleh gejala lainnya seperti mual, muntah, dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara.   Salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya serangan migrain adalah dengan menghindari berbagai hal yang dapat memicu terjadinya serangan. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat memicu terjadinya serangan migrain pada beberapa orang. Selain itu, makanan yang sebelumnya pernah memicu terjadinya serangan migrain pada Anda, mungkin tidak akan menimbulkan efek yang sama sekarang ini. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya serangan migrain pada beberapa orang.    1.      Daging dan Susu Berbagai jenis daging, daging unggas, ikan, dan berbagai produk susu diduga dapat memicu terjadinya serangan migraine. Berbagai jenis daging olahan seperti daging kalengan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya serangan migrain. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari hot dog, saus bolognaise, sosis, peperoni, dan salami. Beberapa jenis produk susu yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah krim asam dan berbagai jenis keju seperti keju cheddar, keju Swiss, keju mozzarella, dan keju provolone.    2.      Buah dan Sayuran Buah dan sayuran memang penting bagi kesehatan Anda, akan tetapi bila Anda menderita migrain, Anda mungkin harus waspada terhadap beberapa jenis buah dan sayuran. Beberapa jenis buah yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah kismis, pepaya, plum, pisang, alpukat, dan buah ara. Pisang yang terlalu matang dan alpukat merupakan 2 jenis buah yang paling sering memicu terjadinya serangan migraine. Beberapa jenis sayuran yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah kacang, bawang Bombay, dan bawang putih mentah. Beberapa jenis kacang yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah lima, navy, garbanzo, pinto, dan pole.    3.      Roti Tertentu Sebagian besar jenis roti yang banyak dijual di pasaran tidak memicu terjadinya serangan migrain, akan tetapi sisa adonan roti, roti beragi yang baru saja matang, dan kue yang mengandung kopi mungkin dapat memicu terjadinya serangan migrain. Selain itu, berbagai jenis biskuit atau roti yang mengandung keju juga dapat memicu terjadinya migrain, termasuk pizza.     4.      Minuman Tertentu Berbagai jenis makanan dan minuman yang mengandung coklat juga dapat memicu terjadinya serangan migrain. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari konsumsi minuman coklat panas dan susu coklat. Kafein juga merupakan salah satu pemicu terjadinya serangan migrain, bahkan dalam jumlah sedikit. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari atau membatasi konsumsi kopi dan teh berkafein. Hindari juga beberapa jenis minuman beralkohol, terutama bir, anggur merah, dan sherry.    5.      Makanan Manis Jika Anda merupakan salah satu penggemar makanan manis, maka mengurangi makanan manis mungkin merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Akan tetapi, bila Anda ingin mencegah terjadinya serangan migrain, maka Anda mungkin harus menghindari beberapa jenis makanan penutup, terutama yang mengandung coklat dan kacang. Hindari juga konsumsi berbagai jenis roti yang mengandung ragi.   Sumber: healthline
 31 Dec 2017    16:00 WIB
Penyebab dan Pemicu Migrain
Penyebab pasti dari migrain memang belum dapat dimengerti sepenuhnya saat ini. Teori yang dipakai saat ini adalah migrain dan gejalanya disebabkan karena masalah pembuluh darah di otak. Penelitian terbaru yang dilakukan juga menunjukkan saat pembuluh darah mengecil maka akan menyebabkan nyeri, dan ini menjadi penyebab migrain.   Rantai peristiwa perubahan fisik dan kimia di dalam dan sekitar otak yang mengarah ke sakit kepala migrain masih belum jelas. Yang saat ini diketahui adalah ada sesuatu mengaktifkan rangkaian reaksi biokimia yang dapat memicu respon inflamasi dari syaraf trigeminal, yang merupakan jalur sensasi nyeri utama di wajah dan kepala. Respon ini kemudian menyebar ke syaraf-syaraf di selaput otak sehingga menyebabkan munculnya rasa nyeri dan migrain.   Penelitian yang dilakukan untuk mengerti detail dari proses tersebut masih terus dilakukan, tetapi beberapa penyebab dibawah ini diperkirakan menjadi faktor penyebab migrain. Mereka adalah:•  Penurunan kadar serotoninSerotonin merupakan suatu neurotransmiter yang mengontrol mood, tidur, dan nafsu makan. Serotonin juga dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit•  Kekuranagn magnesium yang merupakan mineral penting untuk fungsi otak•  Adanya neuropeptida, yaitu molekul yang menyerupai protein kecil yang dpaat merangsang terjadinya inflamasi dan mengaktifkan reseptor nyeri.•  Abnormalitas transport ion kalsium •  Pelepasan nitrit oksida yang merupakan tanda dari pelebaran pembuluh darah.•  Fluktuasi hormon, terutama estrogen pada wanita•  Inflamasi pada nervus maxilaris, yaitu cabang dari nervus trigeminal yang ada di tulang pipi dan bekerja untuk mengontrol sensasi mulut dan hidung   Berikut adalah faktor pemicu migrain:•  Perubahan stress emosional•  Makanan tertentu seperti coklat, alkohol, kacang, MSG, keju, kafein dan aspartam (pemanis buatan)•  Kelaparan dan dehidrasi•  Perubahan cuaca•  Perubahan pola tidur•  Cahaya yang terlalu terang•  Suara yang terlalu keras•  Bau-bau yang menyengat•  Aktifitas fisik yang intens Sumber: healthline
 11 Oct 2017    18:00 WIB
Apa Hubungan Antara Keju Dengan Migrain?
Pada beberapa orang penderita, makanan dan minuman tertentu atau zat yang terdapat di dalam makanan tersebut dapat memicu terjadinya migrain. Salah satu zat yang telah dikenal dapat memicu terjadinya migrain adalah tiramin. Tiramin merupakan suatu zat yang secara alami terdapat di dalam berbagai jenis makanan, terutama pada makanan yang telah diawetkan dan makanan yang telah difermentasikan. Beberapa jenis makanan yang mengandung tiramin adalah keju, ikan asap, daging olahan, dan beberapa jenis bir. Selain berbagai contoh makanan di atas, makanan tinggi protein lainnya juga dapat mengandung tiramin bila makanan tersebut telah disimpan dalam waktu lama dan dalam tempat yang tidak terlalu dingin. Karena tiramin merupakan suatu monoamine, maka dibutuhkan enzim monoamine oksidase (MAO) untuk memetabolisme tiramin. Akan tetapi, saat Anda mengkonsumsi obat yang bekerja dengan cara menghambat enzim ini (penghambat MAO), maka tiramin pun tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh dan akan masuk ke dalam aliran darah. Keadaan ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan nyeri kepala. Pada sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2010, para peneliti bertanya pada sekitar 200 orang penderita migrain mengenai apa saja yang dapat memicu terjadinya serangan migrain. Para peneliti kemudian menemukan bahwa sekitar 18% penderita mengatakan bahwa makanan dapat memicu terjadinya serangan migrain dan beberapa jenis makanan yang paling sering memicu terjaidnya serangan migrain adalah keju dan sosis. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan pada tahun yang sama dan mengamati sekitar 126 orang penderita migrain dengan aura menemukan bahwa keju dapat memicu terjadinya serangan migraine pada beberapa orang. Hingga saat ini, para peneliti masih mencari tahu bagaimana sebenarnya tiramin dapat memicu terjadinya serangan migrain. Salah satu mekanisme yang mungkin adalah karena tiramin dapat memicu pelepasan norepinefrin dari sel-sel saraf di dalam otak. Tingginya kadar tiramin di dalam darah dan tingginya kadar zat kimia di dalam otak inilah yang dapat memicu terjadinya berbagai perubahan di dalam otak dan menyebabkan nyeri kepala. Beberapa jenis makanan yang memiliki kadar tiramin yang tinggi adalah: Hati ayam yang telah diawetkan Keju lama Bir Daging yang telah diawetkan atau dikeringkan Anggur merah (wine) Kimchi Saus soy Kecap ikan atau berbagai jenis kecap yang mengandung ikan atau udang Sup miso Ekstrak ragi Perlu diingat bahwa nyeri kepala mungkin tidak akan terjadi dalam waktu 24 jam setelah Anda mengkonsumsi makanan yang memicunya. Oleh karena itu, catatlah juga berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi 1-2 hari yang lalu untuk membantu Anda mencari tahu makanan apa sebenarnya yang telah memicu terjadinya serangan migrain.   Sumber: webmd