Your browser does not support JavaScript!
 02 Jun 2019    08:00 WIB
Apa Itu Migrain Pada Mata (Migrain Okular)?
Migrain pada mata atau bahasa medisnya dikenal dengan migrain okular menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan yang dapat berlangsung selama kurang dari 1 jam, bersamaan dengan nyeri kepala. Keadaan ini jarang ditemukan. Dokter harus menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan kesehatan lainnya yang menyebabkan anda mengalami kebutaan sementara ini sebelum yakin bahwa anda menderita migrain okular.   Penyebab Para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti terjadinya migrain okular. Akan tetapi, migrain okular diduga berhubungan dengan: Adanya spasme di dalam pembuluh darah retina Adanya perubahan yang menyebar hingga sel-sel saraf di dalam retina Penderita migrain okular memiliki resiko mengalami kebutaan pada salah satu mata yang lebih tinggi daripada penderita jenis migrain lainnya.   Gejala Gejala migrain okular yang dapat ditemukan adalah: Gangguan penglihatan yang mengenai salah satu mata. Gangguan penglihatan ini dapat berupa melihat kilatan cahaya, adanya bintik buta pada lapang pandang anda, dan kebutaan. Kebutaan dapat merupakan komplikasi dari migrain okular Nyeri kepala yang berlangsung selama 4-72 jam. Nyeri kepala yang terjadi biasanya hanya mengenai satu sisi kepala, nyeri dapat bersifat sedang atau berat, berdenyut, memburuk saat anda melakukan aktivitas Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara Gejala yang penting adalah bahwa hilangnya penglihatan hanya terjadi pada satu mata. Kilatan cahaya atau bintik buta pada lapang pandang pun hanya terjadi pada salah satu mata.   Apakah Saya Menderita Migrain Okular? Untuk membantu dokter menegakkan diagnosa, dokter akan menanyakan berbagai gejala yang anda alami dan melakukan pemeriksaan pada mata anda. Dokter harus terlebih dahulu menyingkirkan berbagai kelainan lain sebelum menegakkan diagnosa migrain okular. Berbagai kelainan tersebut berupa: Amaurosis fugax yaitu kebutaan sementara akibat kurangnya aliran darah di dalam mata. Hal ini dapat disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah arteri mata Spasme pada pembuluh darah arteri yang memperdarahi retina Arteritis sel Giant yang menyebabkan terjadinya peradangan pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan serta kebutaan Berbagai gangguan pembuluh darah lainnya yang berhubungan dengan penyakit autoimun Penyalahgunaan obat Berbagai gangguan kesehatan yang menyebabkan kelainan pembekuan darah, seperti sickle cell disease dan polisitemia   Pengobatan Para ahli masih belum yakin mengenai apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya migrain okular. Beberapa pengobatan yang dapat dokter anda lakukan adalah: Pemberian aspirin Pemberian obat anti depresi atau anti epilepsi Pemberian obat golongan beta blocker Dianjurkan agar anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan pengobatan apapun.   Sumber: webmd
 09 May 2019    18:00 WIB
Hubungan Nyeri Kepala, Migrain, dan Mual
Migrain merupakan jenis nyeri kepala yang paling sering menyebabkan timbulnya rasa mual. Selain migrain, terdapat berbagai gangguan kesehatan lainnya yang juga menimbulkan rasa nyeri kepala dan mual atau muntah, seperti flu, meningitis (radang selaput otak), dan nyeri kepala cluster.   Flu Virus yang sering menyebabkan terjadinya flu juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala dan mual. Nyeri kepala dan rasa mual yang anda alami dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Berbeda dengan migrain, flu dapat disertai dengan berbagai gejala infeksi virus lainnya, seperti hidung meler, diare, menggigil, nyeri otot, dan demam.   Meningitis Nyeri kepala hebat yang disertai dengan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya dan adanya rasa mual tampak seperti suatu serangan migrain klasik. Akan tetapi, bila gejala di atas juga disertai dengan kekakuan pada leher, baik dengan atau tanpa demam, maka anda mungkin mengalami meningitis. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan secepatnya.   Nyeri Kepala Cluster Rasa mual seringkali merupakan pembeda antara serangan migrain dengan nyeri kepala biasa. Akan tetapi, nyeri kepala cluster juga dapat menyebabkan timbulnya rasa mual. Selain itu, nyeri kepala cluster biasanya terjadi secara berulang, sangat menyiksa, terjadi pada salah satu sisi kepala, dan seringkali membuat mata berair serta nyeri.   Migrain dan Mual Hubungan antara terjadinya migrain dan timbulnya rasa mual di saat yang bersamaan masih tidak diketahui dengan jelas. Akan tetapi, banyak ahli beranggapan bahwa serangan migrain terjadi akibat saraf-saraf tertentu di otak mengirimkan suatu sinyal pada pembuluh darah otak untuk melebar. Selain itu, perubahan kadar estrogen juga diduga dapat menyebabkan timbulnya serangan migrain. Hal ini mungkin merupakan penyebab mengapa migrain lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Penurunan kadar serotonin juga dapat menyebabkan pembuluh darah di permukaan otak melebar dan menyebabkan terjadinya serangan migrain. Orang yang memiliki kadar serotonin yang rendah biasanya lebih sering mengalami serangan migrain, mual, dan mabuk saat berkendara.   Siapa yang Sering Mengalami Mual dan Migrain? Wanita dan orang yang sering mengalami mabuk saat berkendara lebih sering mengalami serangan migrain dan merasa mual. Sekitar 5-20% populasi mengalami mabuk saat berkendara dan sekitar 50% penderita migrain mengalami mabuk saat berkendara.   Jenis Migrain dan Hubungannya Dengan Rasa Mual Beberapa jenis migrain lebih sering menyebabkan timbulnya rasa mual atau bahkan muntah. Migrain Dengan atau Tanpa Aura (Suatu Penglihatan atau Efek Visual yang Terjadi Sebelum Serangan) Migrain tanpa aura lebih sering terjadi dan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, vertigo, peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, dan mual. Orang yang mengalami migrain dengan aura biasanya mengalami suatu tanda peringatan (aura) sekitar 20 menit sampai 1 jam sebelum nyeri kepala dimulai. Tanda peringatan ini dapat berupa gangguan penglihatan dan rasa pusing. Migrain Perut Sebagian besar migraine menyebabkan timbulnya nyeri kepala, akan tetapi pada kasus yang jarang, anak-anak dapat mengalami serangan migrain yang menyebabkan nyeri perut. Saat hal ini terjadi, anak dapat merasa mual atau bahkan muntah serta hilangnya nafsu makan. Anak yang mengalami serangan migrain perut biasanya akan kembali mengalami serangan ini saat dewasa nanti. Vertigo Paroksismal Benign Migrain jenis ini paling sering dialami oleh balita. Saat migrain terjadi, balita akan tampak kehilangan keseimbangan dan tidak dapat kembali berjalan. Hal ini dapat membuat anda muntah. Serangan ini biasanya akan mereda setelah beberapa menit atau beberapa jam kemudian.   Pilihan Terapi Bagi Migrain dan Mual Perubahan Gaya Hidup Stress merupakan pemicu tersering dari timbulnya migrain, termasuk migrain yang disertai oleh rasa mual. Mengurangi dan mengatasi stress dapat mengurangi frekuensi dan keparahan serangan. Berhenti merokok dan menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya migraine seperti coklat dan alkohol dapat membantu mengurangi terjadinya serangan migrain yang disertai dengan rasa mual. Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan yang dapat diberikan pada penderita migrain adalah obat untuk mencegah terjadinya migrain, obat untuk menghentikan migrain saat serangan berlangsung, dan obat untuk meredakan berbagai gejala migrain. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat apapun untuk mengatasi serangan migrain yang anda alami. Terapi Lainnya Akupuntur telah terbukti dapat mengurangi terjadinya migrain dan mengurangi rasa mual.   Sumber: webmd  
 19 Jun 2018    13:00 WIB
Nyeri Kepala Akibat Sinusitis Atau Migrain?
Pernahkah anda merasa bingung mengenai penyebab nyeri kepala yang sering anda alami? Apakah karena sinus yang meradang (sinusitis) atau migrain? Tidak perlu khawatir sebab terdapat beberapa perbedaan antara nyeri kepala akibat sinusitis dengan nyeri kepala akibat migrain.   Perbedaan Gejala Beberapa gejala yang dapat ditemukan baik pada nyeri kepala akibat sinusitis maupun pada nyeri kepala akibat migrain, yaitu: Nyeri di kepala, terutama di dahi Mata berair atau terasa gatal Nyeri kepala bila kepala digerakkan Selain beberapa gejala di atas, nyeri kepala akibat migrain biasanya juga disertai dengan: Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap suara atau cahaya Nyeri kepala berdenyut berat pada salah satu sisi kepala Migrain biasanya merupakan penyebab timbulnya nyeri kepala berat dan sering. Penderita nyeri kepala akibat sinusitis biasanya tidak mengeluhkan nyeri kepala terlebih dulu, mereka biasanya merasa tidak enak badan dan kemudian baru merasa nyeri kepala. Nyeri kepala akibat sinusitis biasanya disebabkan oleh infeksi dan peradangan pada saluran pernapasan di hidung. Infeksi dan peradangan ini menyebabkan terjadinya suatu penyumbatan yang menimbulkan rasa nyeri dan rasa tertekan pada dahi dan pipi.   Perbedaan Pengobatan Nyeri Kepala Akibat Sinusitis Pada nyeri kepala akibat sinusitis, pengobatan dimulai dengan pemberian dekongestan, obat anti nyeri, dan irigasi sinus untuk mengurangi tekanan dan sumbatan pada sinus serta membantu drainase sinus. Antibiotika atau steroid yang disemprotkan langsung ke hidung sering digunakan  sebagai pengobatan lini kedua untuk mengobati sumber infeksi atau penyakit kronik lainnya. Nyeri kepala akibat sinusitis yang disebabkan oleh suatu infeksi dapat segera menghilang setelah pengobatan dilakukan. Nyeri Kepala Akibat Migrain Pengobatan migrain tidak hanya bertujuan untuk menghentikan serangan migrain yang sedang terjadi, tetapi juga bertujuan untuk mencegah dan mengurangi frekuensi, keparahan, dan lamanya serangan migrain. Triptan merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengurangi serangan migrain. Obat lainnya yang juga dapat digunakan untuk mengatasi serangan migrain adalah obat anti epilepsi, obat anti depresi, dan obat anti depresi. Selain itu, suntikan botox juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya migrain kronik. Terapi hormon dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi wanita yang mengalami serangan migrain saat menstruasi. Perubahan gaya hidup juga dapat memberikan pengaruh baik bagi migrain. Berolahraga secara teratur dan terapi relaksasi yang merupakan terapi untuk mengurangi stress dapat mencegah kekambuhan dan mengurangi keparahan serangan migrain yang terjadi. Menghindari berbagai pemicu terjadinya serangan migrain juga merupakan salah satu langkah pencegahan migrain yang sangat penting. Jika anda mencoba mengatasi nyeri kepala yang anda alami dengan mengkonsumsi obat anti nyeri, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala ulangan, terutama bila nyeri kepala yang anda alami disebabkan oleh migrain. Perlu diingat bahwa apabila anda menderita nyeri kepala berat yang disertai dengan mata berair dan hidung tersumbat atau hidung meler, jangan buru-buru mengambil kesimpulan bahwa nyeri kepala yang anda alami pasti disebabkan oleh sinusitis. Setiap nyeri di kepala, terutama nyeri pada dahi, dapat menyebabkan mata berair dan gatal, hidung meler atau tersumbat.   Kapan Hubungi Dokter Segera hubungi dokter anda bila: Nyeri kepala yang anda alami mulai mengganggu aktivitas anda sehari-hari Nyeri kepala tidak berkurang dengan pemberian obat nyeri kepala yang dijual bebas Nyeri kepala semakin memburuk Nyeri kepala disertai dengan gangguan neurologis, seperti gangguan penglihatan atau kelemahan otot Nyeri kepala disertai dengan demam atau kekakuan pada leher Bila anda sering mengalami nyeri kepala berulang, maka dokter akan menganggapnya sebagai migrain hingga terbukti bukan.   Sumber: webmd
 06 Jan 2018    16:00 WIB
Makanan yang Dapat Memicu Terjadinya Serangan Migrain
Jika Anda pernah mengalami serangan migrain, Anda tentunya akan berusaha untuk tidak mengalaminya kembali. Migrain dapat menyebabkan Anda mengalami nyeri kepala berdenyut yang cukup berat pada salah satu sisi kepala Anda. Selain itu, serangan migrain seringkali juga diikuti oleh gejala lainnya seperti mual, muntah, dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara.   Salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya serangan migrain adalah dengan menghindari berbagai hal yang dapat memicu terjadinya serangan. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat memicu terjadinya serangan migrain pada beberapa orang. Selain itu, makanan yang sebelumnya pernah memicu terjadinya serangan migrain pada Anda, mungkin tidak akan menimbulkan efek yang sama sekarang ini. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya serangan migrain pada beberapa orang.    1.      Daging dan Susu Berbagai jenis daging, daging unggas, ikan, dan berbagai produk susu diduga dapat memicu terjadinya serangan migraine. Berbagai jenis daging olahan seperti daging kalengan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya serangan migrain. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari hot dog, saus bolognaise, sosis, peperoni, dan salami. Beberapa jenis produk susu yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah krim asam dan berbagai jenis keju seperti keju cheddar, keju Swiss, keju mozzarella, dan keju provolone.    2.      Buah dan Sayuran Buah dan sayuran memang penting bagi kesehatan Anda, akan tetapi bila Anda menderita migrain, Anda mungkin harus waspada terhadap beberapa jenis buah dan sayuran. Beberapa jenis buah yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah kismis, pepaya, plum, pisang, alpukat, dan buah ara. Pisang yang terlalu matang dan alpukat merupakan 2 jenis buah yang paling sering memicu terjadinya serangan migraine. Beberapa jenis sayuran yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah kacang, bawang Bombay, dan bawang putih mentah. Beberapa jenis kacang yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah lima, navy, garbanzo, pinto, dan pole.    3.      Roti Tertentu Sebagian besar jenis roti yang banyak dijual di pasaran tidak memicu terjadinya serangan migrain, akan tetapi sisa adonan roti, roti beragi yang baru saja matang, dan kue yang mengandung kopi mungkin dapat memicu terjadinya serangan migrain. Selain itu, berbagai jenis biskuit atau roti yang mengandung keju juga dapat memicu terjadinya migrain, termasuk pizza.     4.      Minuman Tertentu Berbagai jenis makanan dan minuman yang mengandung coklat juga dapat memicu terjadinya serangan migrain. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari konsumsi minuman coklat panas dan susu coklat. Kafein juga merupakan salah satu pemicu terjadinya serangan migrain, bahkan dalam jumlah sedikit. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari atau membatasi konsumsi kopi dan teh berkafein. Hindari juga beberapa jenis minuman beralkohol, terutama bir, anggur merah, dan sherry.    5.      Makanan Manis Jika Anda merupakan salah satu penggemar makanan manis, maka mengurangi makanan manis mungkin merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Akan tetapi, bila Anda ingin mencegah terjadinya serangan migrain, maka Anda mungkin harus menghindari beberapa jenis makanan penutup, terutama yang mengandung coklat dan kacang. Hindari juga konsumsi berbagai jenis roti yang mengandung ragi.   Sumber: healthline
 31 Dec 2017    16:00 WIB
Penyebab dan Pemicu Migrain
Penyebab pasti dari migrain memang belum dapat dimengerti sepenuhnya saat ini. Teori yang dipakai saat ini adalah migrain dan gejalanya disebabkan karena masalah pembuluh darah di otak. Penelitian terbaru yang dilakukan juga menunjukkan saat pembuluh darah mengecil maka akan menyebabkan nyeri, dan ini menjadi penyebab migrain.   Rantai peristiwa perubahan fisik dan kimia di dalam dan sekitar otak yang mengarah ke sakit kepala migrain masih belum jelas. Yang saat ini diketahui adalah ada sesuatu mengaktifkan rangkaian reaksi biokimia yang dapat memicu respon inflamasi dari syaraf trigeminal, yang merupakan jalur sensasi nyeri utama di wajah dan kepala. Respon ini kemudian menyebar ke syaraf-syaraf di selaput otak sehingga menyebabkan munculnya rasa nyeri dan migrain.   Penelitian yang dilakukan untuk mengerti detail dari proses tersebut masih terus dilakukan, tetapi beberapa penyebab dibawah ini diperkirakan menjadi faktor penyebab migrain. Mereka adalah:•  Penurunan kadar serotoninSerotonin merupakan suatu neurotransmiter yang mengontrol mood, tidur, dan nafsu makan. Serotonin juga dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit•  Kekuranagn magnesium yang merupakan mineral penting untuk fungsi otak•  Adanya neuropeptida, yaitu molekul yang menyerupai protein kecil yang dpaat merangsang terjadinya inflamasi dan mengaktifkan reseptor nyeri.•  Abnormalitas transport ion kalsium •  Pelepasan nitrit oksida yang merupakan tanda dari pelebaran pembuluh darah.•  Fluktuasi hormon, terutama estrogen pada wanita•  Inflamasi pada nervus maxilaris, yaitu cabang dari nervus trigeminal yang ada di tulang pipi dan bekerja untuk mengontrol sensasi mulut dan hidung   Berikut adalah faktor pemicu migrain:•  Perubahan stress emosional•  Makanan tertentu seperti coklat, alkohol, kacang, MSG, keju, kafein dan aspartam (pemanis buatan)•  Kelaparan dan dehidrasi•  Perubahan cuaca•  Perubahan pola tidur•  Cahaya yang terlalu terang•  Suara yang terlalu keras•  Bau-bau yang menyengat•  Aktifitas fisik yang intens Sumber: healthline
 11 Oct 2017    18:00 WIB
Apa Hubungan Antara Keju Dengan Migrain?
Pada beberapa orang penderita, makanan dan minuman tertentu atau zat yang terdapat di dalam makanan tersebut dapat memicu terjadinya migrain. Salah satu zat yang telah dikenal dapat memicu terjadinya migrain adalah tiramin. Tiramin merupakan suatu zat yang secara alami terdapat di dalam berbagai jenis makanan, terutama pada makanan yang telah diawetkan dan makanan yang telah difermentasikan. Beberapa jenis makanan yang mengandung tiramin adalah keju, ikan asap, daging olahan, dan beberapa jenis bir. Selain berbagai contoh makanan di atas, makanan tinggi protein lainnya juga dapat mengandung tiramin bila makanan tersebut telah disimpan dalam waktu lama dan dalam tempat yang tidak terlalu dingin. Karena tiramin merupakan suatu monoamine, maka dibutuhkan enzim monoamine oksidase (MAO) untuk memetabolisme tiramin. Akan tetapi, saat Anda mengkonsumsi obat yang bekerja dengan cara menghambat enzim ini (penghambat MAO), maka tiramin pun tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh dan akan masuk ke dalam aliran darah. Keadaan ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan nyeri kepala. Pada sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2010, para peneliti bertanya pada sekitar 200 orang penderita migrain mengenai apa saja yang dapat memicu terjadinya serangan migrain. Para peneliti kemudian menemukan bahwa sekitar 18% penderita mengatakan bahwa makanan dapat memicu terjadinya serangan migrain dan beberapa jenis makanan yang paling sering memicu terjaidnya serangan migrain adalah keju dan sosis. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan pada tahun yang sama dan mengamati sekitar 126 orang penderita migrain dengan aura menemukan bahwa keju dapat memicu terjadinya serangan migraine pada beberapa orang. Hingga saat ini, para peneliti masih mencari tahu bagaimana sebenarnya tiramin dapat memicu terjadinya serangan migrain. Salah satu mekanisme yang mungkin adalah karena tiramin dapat memicu pelepasan norepinefrin dari sel-sel saraf di dalam otak. Tingginya kadar tiramin di dalam darah dan tingginya kadar zat kimia di dalam otak inilah yang dapat memicu terjadinya berbagai perubahan di dalam otak dan menyebabkan nyeri kepala. Beberapa jenis makanan yang memiliki kadar tiramin yang tinggi adalah: Hati ayam yang telah diawetkan Keju lama Bir Daging yang telah diawetkan atau dikeringkan Anggur merah (wine) Kimchi Saus soy Kecap ikan atau berbagai jenis kecap yang mengandung ikan atau udang Sup miso Ekstrak ragi Perlu diingat bahwa nyeri kepala mungkin tidak akan terjadi dalam waktu 24 jam setelah Anda mengkonsumsi makanan yang memicunya. Oleh karena itu, catatlah juga berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi 1-2 hari yang lalu untuk membantu Anda mencari tahu makanan apa sebenarnya yang telah memicu terjadinya serangan migrain.   Sumber: webmd
 20 Jul 2017    12:00 WIB
Migrain dan Kehidupan Percintaan
Seperti berbagai penyakit kronik lainnya, migrain dapat mengganggu kedekatan dan keintiman anda dengan pasangan anda. Migrain kronik dapat menyebabkan seorang pria enggan berhubungan  seks selama beberapa waktu. Mengetahui apa pemicu terjadinya migrain anda dan menghindarinya dapat membantu menjaga hubungan anda dan pasangan tetap intim dan mesra. Berbagai jenis makanan, bau-bauan tertentu, perubahan tekanan, kekurangan tidur, dan menstruasi (pada wanita) merupakan berbagai pemicu migrain. Selain itu, mengkonsumsi obat-obatan untuk mencegah atau mengurangi serangan migrain, konseling, dan gaya hidup sehat dengan berolahraga secara teratur juga dapat membantu anda.   Migrain dan Hormon Sebagian besar penderita migrain adalah wanita dan sekitar setengahnya mengalami serangan migrain saat menstruasi, yaitu saat kadar hormon estrogen dan progesteron menurun. Selain menstruasi, kehamilan juga dapat meningkatkan frekuensi terjadinya migrain atau migrain yang terjadi semakin berat, terutama pada wanita yang mengalami aura sebelum serangan. Akan tetapi, pada beberapa wanita, serangan migrain justru berkurang saat kehamilan atau serangan migrain justru terjadi pertama kali saat kehamilan. Usia paruh baya merupakan usia yang paling rentan terhadap serangan migrain, baik pria maupun wanita. Pada banyak wanita, serangan migrain berkurang setelah memasuki menopause.   Migrain, Gairah Seksual, dan Orgasme Berdasarkan sebuah penelitian, penderita migrain, baik pria maupun wanita ternyata lebih sering memikirkan seks daripada pria dan wanita yang tidak menderita migrain.  Akan tetapi, pada sebuah penelitian lainnya ditemukan bahwa penderita migraine memiliki gairah seksual yang lebih rendah dan lebih sering mengalami nyeri saat berhubungan seksual. Sementara itu, beberapa penelitian lainnya menemukan bahwa migrain dapat mereda dengan orgasme. Akan tetapi, orgasme pun kadang-kadang merupakan pemicu terjadinya nyeri kepala, bahkan pada orang yang tidak menderita migrain.   Migrain dan Kehidupan Percintaan Anda Bila anda atau pasangan anda menderita migrain, maka diperlukan toleransi dan kesabaran lebih untuk menghadapinya. Terutama saat serangan migrain terjadi, beberapa orang menjadi lebih sensitif terhadap suara, cahaya, dan sentuhan yang dapat membuat hubungan anda dan pasangan anda menjadi semakin jauh. Untuk itu, diperlukan kerja sama yang baik antara anda dan pasangan anda yang membuat pasangan anda tetap merasa dicintai dan bukannya didorong menjauh. Berbagai terapi untuk mengatasi stress dan konseling mungkin berguna bagi anda dan pasangan anda. Menjaga komunikasi dan lebih mengerti pasangan anda juga dapat membantu. Anda mungkin dapat menemani pasangan anda saat ia berobat ke dokter. Mendiskusikan apa yang anda alami dapat membantu pasangan anda lebih mengerti keadaan anda dan belajar untuk menerimanya. Baca juga: Mau perut sixpack?  Sumber: webmd  
 20 Jan 2017    08:00 WIB
Berbagai Tipe Nyeri Kepala
Menurut the National Headache Foundation, lebih dari 45 juta orang Amerika menderita nyeri kepala kronik dan berulang dan sebanyak 28 juta orang lainnya menderita migrain. Sekitar 20% anak-anak dan orang dewasa pernah mengalami gejala sakit kepala yang signifikan. Apa saja tipe dari sakit kepala?Ada beberapa tipe dari nyeri kepala, bahkan faktanya ada 150 diagnosis dari kategori sakit kepala yang ada.Berikut adalah beberapa tipe dari nyeri kepala: Nyeri kepala tensionJuga dikenal sebagai nyeri kepala kronik harian atau chronic non-progressive headaches, nyeri kepala tension merupakan nyeri kepala yang paling sering terjadi pada orang dewasa. Kontraksi otot kepala menyebabkan nyeri sedang dan dapat berlangsung untuk waktu yang lama. MigrainPenyebab utama dari migrain memang belum diketahui. Teori populer yang saat ini dipegang adalah migrain dipicu oleh aktivitas abnormal dari otak, yang dapat menyebabkan perubahan aliran darah di otak. Beberapa bentuk dari migrain sering diasosiasikan dengan abnormalitas bagian dari otak. Nyeri migrain dapat bervariasi dari ringan sampai berat. Nyeri migrain dapat berlangsung sampai berhari-hari. Migrain dapat dipicu oleh suara, cahaya dan bau. Migrain dapat disertai gejala lain misalnya mual, muntah, penurunan nafsu makan dan nyeri perut. Nyeri kepala campuranNyeri kepala campuran juga disebut transformed migrains, merupakan bentuk campuran dari nyeri kepala migrain dan nyeri kepala tension. Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat mengalami gejala ini. Nyeri kepala clusterNyeri kepala cluster paling jarang terjadi dan juga merupakan tipe nyeri kepala yang berat. Tipe nyeri dari nyeri kepala cluster sangat intens dan dapat dideskripsikan sebagai rasa terbakar di kepala. Lokasi nyeri biasanya ada dibelakang mata atau didaerah mata tanpa mengalami perubahan penglihatan. Asal kata cluster juga menunjukkan karaakteristik nyeri yang mengelompok, bisa berlangsung selama dua minggu sampai tiga bulan. Nyeri kepala sinusNyeri kepala sinus sering dihubungkan dengan nyeri yang dalam konstan di tulang pipi, kening dan jembatan hidung. Nyeri biasanya diperberat dengan gerakan kepala yang tiba-tiba dan biasanya diikuti gejala dari sinusitis seperti hidung berair, rasa penuh ditelinga, demam dan pembengkakan di wajah.Sumber: webmd
 18 Dec 2016    11:00 WIB
Gula Sebabkan Nyeri Kepala?
The National Institute for Neurological Disorders and Stroke melaporkan bahwa 50% penyebab nyeri kepala migren ditimbulkan oleh makanan dan pola diet. Institut tersebut melaporkan bahwa penyebab dari nyeri kepala sering kompleks, tetapi konsumsi gula merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya nyer kepala, tetapi gula juga merupakan faktor penyebab yang mudah untuk dikendalikan. Aktivitas pembuluh darah arteri Nyeri yang dirasakan di kepala merupakan hasil dari penurunan suplai oksigen yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah arteri di otak. Penyempitan ini sering disebabkan oleh perubahan kadar gula darah yang tiba-tiba. Gula darah merupakan jenis makanan yang diperlukan sel otak dan diantar oleh peredaran darah. Pada kondisi yang normal, peredaran gula darah dipertahankan konstan oleh insulin yang dihasilkan oleh pankreas, tetapi ketika sistem ini tidak bekerja dengan baik maka pembuluh darah akan mengecil dan memaksa aliran darah mengalir lebih deras. Nyeri kepala merupakan tanda bahwa terjadi gangguan ini. Gula Gula merupaka bentuk sederhana dari karbohidrat yang dengan mudah diubah menjadi bentuk gula darah oleh tubuh. Gula halus, fruktosa didalam buah, laktosa didalam susu dan sirup jagung yang Anda siram diatas pancake semua merupakan jenis glukosa sederhana. Kompleks karbohidrat seperti gandum utuh, tepung-tepungan, oatmeal dan nasi begitu juga berbagai jenis sayur-sayuran memerlukan waktu lebih lama untuk diubah menjadi glukosa dan gula darah secara bertahap. Hipoglikemia Sel yang mengalami kekurangan glukosa sehingga tidak dapat memproses makanan dan oksigen disebut hipoglikemia. The National Headache Foundation (NHF) mengatakan bahwa penderita migrain sering mengalami keinginan untuk makan makanan berkarbohidrat tinggi sebelum mengalami serangan migrain. Hal ini merupakan tanda terjadinya penurunan kadar gula darah atau hipoglikemua. Tanda dan konsekuensi Walaupun gula tidak menyebabkan nyeri kepala secara langsung, tetapi konsumsi gula yang berlebihan ternyata dapat menyebabkan nyeri kepala juga. Untuk menghindari hal ini terjadi maka sangat penting untuk mengontrol sebanyak apa karbohidrat dan gula yang kita konsumsi. Dengan mengontrol asupan karbohidrat, selain mencegah munculnya migrain, kita juga bisa mencegah munculnya penyakit lain seperti stroke dan diabetes.   Sumber: livestrong
 22 Aug 2016    18:00 WIB
Migrain dan Stroke
Stroke dan migrain mempunyai gejala-gejala yang mirip dan terkadang tertukar satu dengan yang lain. Tetapi apakah migrain dapat menyebabkan stroke dan sebaliknya? Para peneliti belum bisa mengungkapkannya. Penelitian menunjukkan jika Anda sering mengalami migrain, Anda mungkin akan mengalami peningkatan resiko terkena stroke di kemudian hari. Hubungan antara stroke dengan migrainJika Anda tiba-tiba mengalami sakit kepala yang berat, penurunan penglihatan di salah satu mata dan kelemahan otot di satu sisi tubuh, segeralah pergi ke unit gawat darurat terdekat. Hal tersebut bisa saja tanda dari migrain, tetapi mungkin juga tanda stroke. Anda harus menemui dokter untuk memastikannya.Orang dengan migrain akan mengalami peningkatan resiko terkena stroke karena terbentuknya endapan darah. Wanita lebih sering menderita migrain dibanding pria karena faktor hormon.Beberapa orang dengan migrain biasanya akan mengetahui ia akan mengalami episode migrain berikutkan karena biasanya akan didahului peringatan seperti aura, seperti kilatan lampu. Mereka yang mengalami aura saat migrain akan mengalami peningkatan resiko stroke lebih besar dibandingkan mereka yang tidak mengalami aura. Kemungkinan akan semakin meningkat jika disertai faktor berikut:•  Merokok•  Mengkonsumsi pil kb•  Berusia dibawah 45 tahun Jika Anda mengalami migrain lebih sering, segera temui ahli syaraf. Dokter ahli syaraf akan dapat mengetahui dan mengatasi masalah di otak. Beberapa obat-obatan dapat membantu mencegah migrain dan membuat migrain tidak terlalu menyakitkan dan lebih jarang terjadi. Turunkan resiko strokePola hidup dapat membuat Anda menurunkan resiko mengalami kanker:•  Jika Anda mengkonsumsi pil kb, sebaiknya Anda mengkonsultasikan dengan dokter apakah metode kontrasepsi terbaik untuk Anda•  Jika Anda berhenti merokok•  Jika Anda mengontrol tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama terjadinya stroke•  Menjaga kadar kolesterol•  Menjaga kadar gula darah•  Menjaga tubuh tetap sehat. Baca juga: Tes Resiko Stroke Anda Dengan Melakukan Hal Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd