Your browser does not support JavaScript!
 06 Nov 2019    16:00 WIB
Pengaruh Buruk Mie Instan Terhadap Jantung Anda
Hampir setiap orang pastinya pernah mencoba mie instan. Beberapa orang bahkan menjadikan mie instan sebagai makanan favoritnya karena harganya yang murah dan waktu persiapan yang singkat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa mie instan dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda? Mengapa demikian? Sebuah penelitian baru menemukan bahwa hal ini dikarenakan mie instan dapat meningkatkan resiko terjadinya perubahan metabolisme di dalam tubuh yang berhubungan dengan terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para wanita di Korea Selatan yang lebih sering mengkonsumsi mie instan mentah lebih sering mengalami sindrom metabolik, tidak perduli apa makanan lain yang mereka makan atau seberapa sering mereka berolahraga.  Penderita sindrom metabolik biasanya memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah yang tinggi sehingga meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Mengapa mie instan dapat meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik? Hal ini dikarenakan mie instan mengandung kadar natrium yang tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat, dan memiliki indeks glikemik yang tinggi (semakin tinggi indeks glikemik suatu makanan, maka semakin besar pengaruh makanan tersebut terhadap kadar gula darah di dalam tubuh). Pada penelitian ini, para peneliti mengalami sekitar 11.000 orang dewasa di Korea Selatan yang berusia antara 19-64 tahun. Para peserta diminta untuk melaporkan apa saja yang mereka makan. Para peneliti kemudian mengelompokkan para peserta penelitian menjadi 2 kelompok berdasarkan jenis makanan apa yang paling sering mereka konsumsi, apakah makanan tradisional yang sehat atau makanan siap saji. Para peneliti juga mencatat seberapa sering para peserta penelitian mengkonsumsi mie instan setiap minggunya. Para wanita yang mengkonsumsi mie instan sebanyak 2 kali atau lebih setiap minggunya memiliki resiko menderita sindrom metabolik yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita lainnya yang lebih jarang mengkonsumsi mie instan atau bahkan tidak pernah sama sekali, tanpa mempertimbangkan apakah mereka lebih sering mengkonsumsi makanan tradisional atau makanan siap saji. Para peneliti juga menemukan adanya peningkatan resiko pada para wanita dengan berat badan ideal atau kurus dan yang berolahraga secara teratur. Mengapa pria tidak mengalami hal ini juga? Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh perbedaan jenis kelamin, yang menyebabkan perbedaan pada efek hormon reproduksi dan metabolisme tubuh. Mengapa mie instan dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda? Hal ini dikarenakan mie instan mengandung banyak lemak, garam, kalori, dan dibuat melalui berbagai proses yang memang berdampak buruk bagi kesehatan.  Mie instan sebenarnya termasuk dalam kategori makanan olahan yang memang diproses secara khusus agar dapat disimpan dalam waktu lama. Agar dapat disimpan dalam waktu lama, makanan olahan biasanya mengandung banyak gula dan garam. Salah satu trik bagi Anda yang tetap ingin mengkonsumsi mie instan tetapi tidak ingin kesehatan Anda terganggu adalah dengan cara membatasi seberapa sering Anda mengkonsumsi mie instan (jangan setiap hari) dan seberapa banyak mie instan yang Anda konsumsi setiap kali makan.       Sumber: foxnews
 29 Apr 2015    09:00 WIB
Kabar Baik bagi Penggemar Mie! Cara Sehat Konsumsi Mie Instant
Mie instan selalu menjadi pilihan kebanyakan orang, terutama bagi mereka yang memiliki sedikit waktu untuk membuat makanan. Mie instan dapat dikatakan sebagai satu solusi terhadap dua masalah, solusi pertama membuat menu cepat dan solusi ke dua  memanjakan lidah dengan biaya murah. Namun sangat disayangkan kebanyakan mie instan ternyata tidak baik bagi kesahatan, karena selain mengandung pengawet, mie instan juga memiliki bahan kimia yang disebut Bisphenol A digunakan untuk mengemas mie dalam wadah.   Bahan pengawet dan kimia yang ada pada mie instan dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya, mulai dari sindrom kardiometabolik seperti jantung, stroke hingga diabetes. Berikut beberapa tips agar terhindar dari bahaya mengkonsumsi mie instan.   EKSTRAK KANDUNGAN BERBAHAYA MIE Yang membuat mie menjadi makanan tidak sehat, yaitu kandungan kimia dan pengawet pada mie. nah kita bisa mengestraknya agar tidak ikut kita nikmati. Caranya : rebus mie instan sampai matang (rebus tanpa bumbu), setelah mie matang, buang air rebusan tersebut lalu ganti dengan air panas yang masih bersih dari termos ataupun dispenser. Kemudian bumbui dengan bumbu mie. Cara masak mie seperti ini, memang membuat mie tidak begitu sedap seperti biasanya. namun kesehatan adalah yang utama diatas segala galanya.   Baca Juga: Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Pedas Dapat Perpendek Usia   TAMBAHKAN BUMBU TRADISIONAL Pada mie instan tentunya sudah disertakan bumbu yang membuat mie memiliki rasa yang lezat. Namun lebih lezat jika memasak mie instan di tambah dengan bumbu tradisional, seperti bawang merah bawang putih dan cabe. Cabe merupakan rempah rempah yang mengandung anti oksidan yang baik untuk kesehatan. Antioksidan pada cabai dapat mengurangi resiko stroke atau penyakit-penyakit yang disebabkan oleh mie instan.   TAMBAHKAN SAYURAN Nah biar lebih sedap, tambahkan juga sayuran seperti sawi, kubis dan mentimun kedalam mie. selain membuat mie semakin lezat, tentu kita dapat mengambil manfaat sehat yang terkandung dalam sayuran sayuran tersebut. Resiko diabetes, stroke dan berbagai penyakit berbahaya dapat dikurangin oleh serat dalam sayuran.   Cara ini memang tidak menjamin mie instan 100% aman untuk dikonsumsi. Tapi setidaknya bisa mengurangi dampak buruk Mie terutama lapisan lilin yang menempel pada Mie Instant J   Sumber: Cara Sehat
 03 Feb 2015    14:00 WIB
Konsumsi Mie Instan Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya
Apabila Anda masih mempertimbangkan makan mie instan untuk makan siang, maka Anda harus mengetahui mengenai sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa seorang wanita yang mengkonsumsi mie instan secara berlebihan memiliki risiko lebih besar yang signifikan akan terkena sindrom metabolik dibanding mereka yang konsumsi mie instan lebih sedikit. Seorang wanita yang makan mie instan lebih dari dua kali dalam seminggu sekitar 68 persen lebih mungkin mengalami sindrom metabolik – sekumpulan gejala seperti obesitas sentral (lemak berlebihan di daerah perut), tekanan darah tinggi, peningkatan kadar gula darah, trigliserida meningkat, dan rendahnya tingkat kolesterol HDL. Memiliki tiga atau lebih gejala diatas akan meningkatkan risiko terkena diabetes (kencing manis) dan penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Penelitian terakhir juga menganalisis asupan gizi secara keseluruhan antara mereka yang konsumsi mie instan dan tidak konsumsi mie instan. Dan hasilnya seperti yang mungkin Anda duga, bahwa konsumsi mie instan memberikan kontribusi yang kecil untuk diet yang sehat. Mereka yang konsumsi mie instan memiliki asupan nutrisi penting yang lebih rendah seperti protein, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, vitamin A, niasin, dan vitamin C dibandingkan dengan mereka yang tidak konsumsi mie instan. Mereka yang konsumi mie instan juga memiliki asupan energi, lemak tidak sehat dan natrium yang berlebihan (hanya satu bungkus mengandung 2.700 miligram sodium). Sumber: articlesmercola