Your browser does not support JavaScript!
 29 Sep 2019    11:00 WIB
Tingkatkan BMR, Dapatkan Tubuh Ideal
Angka Metabolisme Basal (AMB) atau Basal Metabolic Rate (BMR) adalah kebutuhan energi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan proses tubuh yang vital. BMR berguna untuk melacak energi minimum yang dibutuhkan tubuh Anda untuk membakar kalori secara maksimum. Suatu keadaan dimana tubuh Anda tidak berolahraga, namun tubuh tetap membakar kalori. Kapan pun itu selama 24 jam dalam hidup Anda. Tubuh akan membakar kalori yang digunakan sebagai energi agar tubuh tetap dapat berfungsi. Untuk seseorang yang sedang dalam usaha menguruskan badan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah meningkatkan BMR Anda. Berikut adalah cara untuk meningkatkan BMR Anda: Minum Teh Hijau Teh hijau mampu meningkatkan metabolisme dan membakar lemak di daerah sekitar perut. Anda bisa menikmati teh hijau di pagi hari dan mendapatkan manfaatnya selama satu hari. Vitamin D Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kadar vitamin D yang rendah cenderung memiliki berat badan berlebih dan menetap. Makan makanan yang tepat Makan protein dan makanan yang kaya akan besi. Makan cabai yang mengandung kapkaisin untuk membantu mengurangi lemak di perut dan meningkatkan metabolisme Makan secara teratur Alasan Anda harus makan makanan secara teratur dengan porsi yang lebih kecil sepanjang hari berguna untuk mempertahankan metabolisme yang tinggi dan gula darah Anda tetap stabil. Olahraga Olahraga merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan metabolisme selain makan makanan yang baik. Olahraga yang bisa Anda lakukan seperti berjalan, berenang, latihan aerobik, angkat beban, joging   Sumber: newhealthguide
 18 Oct 2018    08:00 WIB
Bagaimana Cara Menjaga Metabolisme Tubuh ?
Sobat tentu tahu pasti mengenai pentingnya metabolisme tubuh kita untuk menjaga kesehatan dan aktivitas kita. Metabolisme adalah seperti mesin mobil yang memastikan terjadinya pembakaran sempurna sehingga mobil bisa melaju dengan cepat. Namun seperti halnya mobil, metabolisme ini bisa menurun yang justru akan menghalangi aktivitas kita. Artikel kita kali ini akan membahas bagaimana menjaga metabolisme tubuh kita. Metabolisme diperlukan untuk membakar kalori yang diubah menjadi energi bagi tubuh kita. Kecepatan metabolisme kita dipengaruhi beberapa faktor seperti usia karena semakin bertambahnya usia maka metabolisme cenderung menurun. Selain itu juga faktor jenis kelamin, lemak tubuh, masa otot, tingkat aktifitas dan juga faktor genetik. Untuk yang terakhir yaitu faktor genetik kita tidak bisa mengendalikannya. 1.         Makan secara teratur Tubuh manusia ternyata bergantung kepada keseimbangan dan keteraturan. Makan pada waktu tertentu secara teratur membantu menjaga keseimbangan metabolisme. Makan secara tidak teratur misalnya makan banyak sekaligus kemudian tidak makan sampai waktu yang lama, justru membuat pembakaran lebih lambat. Akibatnya tumbuh akan menyimpan lebih banyak lemak. 2.         Makan cukup kalori             Mungkin sebagian orang berpikir dengan makan sedikit atau bahkan melewatkan makanan bisa mempercepat metabolisme sehingga berat badan bisa turun. Ternyata tidak sedemikian sobat sehat. Makan terlalu sedikit kalori justru membuat tubuh menghemat energy sehingga metabolisme menjadi lambat. Sobat perlu ketahui bahwa wanita dewasa membutuhkan antara 1.600 dan 2.400 kalori per hari, tergantung pada tingkat aktivitas fisik mereka, dan pria membutuhkan antara 2.000 dan 3.000. 3.         Minum teh hijau             Sekalipun belum ada studi yang membuktikan secara pasti, namun beberapa penelitian menunjukan bahwa ekstrak teh hijau bisa berperan untuk mendorong terjadinya metabolisme untuk membakar lemak. Jadi minum 1-2 cangkir sehari bisa menjadi bantuan untuk mendapatkan diet yang seimbang. 4.         Melakukan latihan beban             Latihan beban bertujuan untuk melatih kekuatan agar otot bisa terbentuk atau terbangun. Massa otot lebih banyak membutuhkan energi sehingga tingkat metabolismenya lebih tinggi. Nah, dengan bertambahnya usia seseorang massa ototnya semakin berkurang. Oleh sebab itu latihan ketahanan yang di dalamnya melakukan latihan mengangkat beban diperlukan untuk menjaga massa otot ini. 5.         Minum air yang cukup             Menjaga tubuh kita tidak kekurangan cairan merupakan hal yang penting agar organ tubuh kita berfungsi dengan baik. Hal ini disebabkan karena air diperlukan agar metabolisme tubuh bisa berjalan dengan optimal sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Suatu penelitian menemukan bahwa dengan menambahkan 1,5 liter air dari jumlah air yang biasa kita konsumsi setiap hari bisa menurunkan indek massa tubuh, khususnya wanita dengan kelebihan berat badan pada rentang usia 18-23 tahun. 6.         Kurangi stress             Banyak hal bisa membuat kita merasa tertekan atau stress bahkan urusan berat badan pun bisa bikin stress. Nah celakanya justru stress menyebabkan tubuh kita memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Hormon ini yang membantu mengatur nafsu makan kita. Pada tahun 2011 para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengalami gangguan makan ternyata tingkat hormone kortisolnya tidak normal. Ada yang stress susah makan, ada juga yang malah larinya ke makan sehingga makan makanan yang tidak sehat dan tidak teratur sehingga mengganggu metabolisme. 7.         Cukup tidur atau istirahat             Stress itu juga berkaitan dengan kualitas tidur. Selain itu kalau kita kurang tidur maka justru kita merasa lapar ini disebabkan karena tubuh melepaskan hormon ghrelin lebih banyak. Tidur yang cukup membantu keseimbangan hormon kita karena ada juga hormon liptin yang memberikan rasa kenyang. Ketika ada keseimbangan ini maka kita akan dicegah untuk makan berlebihan. Jadi tidurlah yang cukup. Menurut penelitian orang dewasa membutuhkan setidaknya 7-8 jam per malam. 8.         Cukup konsumsi vitamin B             Vitamin B memainkan peran penting dalam metabolisme tubuh kita. Vitamin B yang penting dan utama seperti B1 (tiamin), B2 (riboflavin), dan B6 (piridoksin). Nah, makanan yang banyak mengandung vitamin B ini diantaranya: pisang, kentang panggang, telur, jus jeruk, kacang polong, bayam, makanan gandum.   Kiranya sobat sehat bisa terus menjaga metabolismenya agar tetap dalam performa prima untuk terus berkarya. Jika memang sobat masih mengalami masalah metabolisme ini, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diet dan latihan yang tepat. Salam sehat dan tetap semangat.   Sumber : www.medicalnewstoday.com
 22 Jun 2018    08:00 WIB
Makan Banyak Tapi Tetap Kurus?
Banyak orang yang mengurangi porsi makan agar angka di timbangannya tidak terus naik. Sebaliknya, ada orang yang justru sudah makan apa saja tapi berat badannya tak kunjung naik alias tetap kurus. Apa penyebabnya? Hal utama yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori. Orang yang banyak makan tetapi tetap kurus berarti memiliki sistem metabolisme yang sangat tinggi. Sistem metabolisme yang sangat tinggi ini membuat makanan lebih cepat dicerna dan membakar kalori lebih besar dari metabolisme rata-rata, sehingga tidak menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuh. Sebaliknya, orang yang makan sedikit tetapi sangat cepat gemuk berarti memiliki sistem metabolisme yang lambat.  Metabolisme adalah proses tubuh yang mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Selama proses biokimia yang kompleks, kalori dalam makanan dan minuman yang dikombinasikan dengan oksigen akan melepaskan energi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh. Selain metabolism, berikut beberapa alasan mengapa meskipun sudah makan banyak namun tetap kurus: Diet Alasan lain kenapa makan banyak tak bisa membuat tubuh gendut adalah karena kebanyakan makanan yang dikonsumsi ternyata bergizi tinggi. Sehingga meski ada teman yang makan burger dalam jumlah besar, mungkin dia juga mengonsumsi salad sayur dan buah sebelumnya. Aktivitas Bentuk badan ramping juga bisa ditentukan dengan aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Semakin banyak bergerak, tubuh semakin banyak membakar kalori. Sehingga meski seseorang makan banyak, tubuhnya tetap kurus karena aktivitasnya cukup padat. Sakit Kurus tidak selalu berarti sehat. Ada juga orang yang makan banyak tapi tetap kurus karena sakit atau menderita gangguan makan seperti bulimia. Itulah beberapa alasan kenapa ada orang makan banyak tapi tetap kurus. Meskipun demikian, ternyata belum tentu tipe orang seperti itu selalu memiliki kondisi tubuh yang sehat bukan?   Sumber: merdeka
 06 Mar 2017    08:00 WIB
Hubungan Metabolisme dengan Berat Badan
Apakah metabolisme itu?Secara sederhana, metabolisme artinya tingkat kecepatan tubuh membakar energi. Metabolisme adalah cara tubuh menggunakan lemak, karbohidrat, dan protein untuk membentuk energi yang dapat digunakan oleh tubuh. Metabolisme merupakan mesin yang memastikan semua proses tubuh bekerja dengan baik. Faktor apakah yang mempengaruhi metabolisme?Apakah Anda tahu jika Anda tidak selalu dapat menguasai metabolisme tubuh Anda sendiri? Faktor genetik, jenis kelamin dan usia merupakan beberapa hal yang tidak dapat Anda atur sendiri. Faktor genetik memainkan peran penting dalam metabolisme Anda. Tetapi Anda bisa juga mengatur metabolisme tubuh dengan aktivitas fisik, makanan yang Anda makan, kadar lemak tubuh, olahraga dan keseluruhan pola hidup yang Anda lakukan sehari-hari. Penurunan atau peningkatan berat badanPernahkah Anda memikirkan faktor pemicu turunnya berat badan atau naiknnya berat badan? Apakah Anda merasa lelah dan bosan dengan jargo yang dikatakan para penjual obat penurun berat badan? Naik turunnya berat badan Anda semua bergantung pada metabolisme rate tubuh Anda. apa itu metabolisme rate? Metabolisme rate terbentuk dari tiga komponen. Yang pertama adalah BMR atau Basal Metabolic Rate yaitu banyaknya energi yang dibakar saat tubuh Ande beristirahat. Yang kedua adalah konsumsi energi yang digunakan saat melakukan aktifitas fisik. Dan yang ketiga adalah Thermic Effect of Food yaitu banyaknya energi yang digunakan untuk mencerna makanan yang kita makan. HubungannyaSekarang mari kita lihat hubungan metabolisme dengan berat badan. Kita bisa lihat, semakin tinggi angka rate melabolisme maka semakin tinggi pula pemakaian energi dari tubuh. Dari manakah energi datang? Tentu saja dari makanan yang Anda konsumsi. Jika Anda berpikir "oh mudah saja, saya tinggal mengurangi makanan yang saya konsumsi sampai batas minimum" ternyata hal tersebut salah. Tubuh kita membutuhkan minimal mutrisi dan energi untuk membuat tubuh bekerja dengan baik. Dengan mengurangi makan tidak akan membuat Anda menurunkan berat badan dengan baik. Cara yang terbaik adalah meningkatkan angka rate metabolisme Anda. bahasa sederhananya adalah membakar lebih banyak energi lagi. Apa yang bisa Anda lakukan?Apa yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan berat badan dengan cara yang sehat? para ahli mengatakan hal-hal dasar yang bisa Anda lakukan adalah:•    Olahraga, misalnya denga pergi ke gym atau taman, lari pagi, dan lainnya•    Makan sehat, jangan lakukan diet yang ekstrim melainkan lakukanlah diet yang sehat, mengkonsumsi makanan yang sehat dan cara memasak yang benar.•    Minum lebih banyak air•    Lakukan kebih banyak aktifitasSumber: magforwomen
 30 Nov 2016    11:00 WIB
Berapa Kg Berat Badan yang SEBERNANYA Dapat Diturunkan Dalam Satu Minggu?
Bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka Anda mungkin sudah sering membaca atau mendengar tips diet yang menjamin bahwa Anda akan turun sebanyak 2-5 kg hanya dalam 1 minggu. Akan tetapi, berapa kg berat badan yang sebenarnya dapat diturunkan dalam waktu 1 minggu??? Menurut seorang ahli, secara keseluruhan seseorang biasanya hanya akan mengalami penurunan berat badan sebanyak 1-2 kg dalam 1 minggu. Akan tetapi, sebenarnya hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti: Berapa berat badan Anda saat memulai. Orang yang memiliki berat badan yang lebih berat biasanya akan mengalami penurunan berat badan yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan lebih ringan Bagaimana gaya hidup Anda saat memulai. Jika Anda sudah mengkonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur, maka biasanya Anda akan lebih sulit mengalami penurunan berat badan dibandingkan dengan orang yang terbiasa mengkonsumsi makanan tidak sehat dan jarang atau tidak pernah berolahraga   Baca juga: Tips Makan Larut Malam Tanpa Meningkatkan Berat Badan   Jadi, bila Anda ingin menurunkan berat badan dan menjaga berat badan Anda tetap ideal setelahnya, maka dianjurkan agar Anda menargetkan penurunan berat badan sebanyak 0.5-1 kg setiap minggunya. Hal ini dikarenakan Anda akan dapat bertahan lebih lama dalam melakukan diet Anda dibandingkan dengan saat Anda melakukan diet yang cukup ekstrim atau ketat untuk menurunkan 1.5 kg setiap minggunya, yang akan kembali lagi segera setelah Anda berhenti berdiet. Jika Anda benar-benar ingin menurunkan berat badan dan mencegahnya kembali naik, dianjurkan agar Anda mengurangi jumlah kalori yang Anda konsumsi secara selang-seling, misalnya hari ini dan besok Anda mengkonsumsi lebih sedikit makanan dibandingkan lusa. Dengan demikian, berat badan Anda akan menurun dan Anda pun tidak akan merasa sangat menderita. Selain itu, hal ini juga dapat mencegah melambatnya laju metabolisme tubuh Anda (yang akan membuat peningkatan berat badan lebih mudah terjadi bila Anda berhenti berdiet nantinya).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 04 Nov 2016    12:00 WIB
Gendut Waktu Bayi Ternyata Bahaya Lho Bagi Kesehatannya di Masa Depan!
Jika Anda dulunya merupakan bayi gendut yang menggemaskan, maka hal ini mungkin tidak akan berdampak baik bagi kesehatan Anda di masa depan. Menurut sebuah penelitian baru, bayi-bayi yang memiliki indeks massa tubuh yang tinggi cenderung lebih sering mengalami obesitas seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka. Para ahli menemukan bahwa sekitar 1/3 bayi berusia 2 bulan dengan indeks massa tubuh ≥ 85 percentile akan mengalami obesitas saat mereka berusia 2 tahun. Walaupun anak kecil yang memiliki badan gempal tampaknya bukanlah suatu masalah yang besar, akan tetapi sebuah penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2014 di Denmark menemukan bahwa anak-anak yang memiliki indeks massa tubuh ≥ 95 percentile saat mereka berusia 2 tahun, memiliki resiko 2 kali lipat untuk mengalami obesitas saat mereka berusia 30 tahun dibandingkan dengan anak-anak lain yang indeks massa tubuhnya berada di antara 5 dan 50 percentile. Selain itu, bayi-bayi dengan indeks massa tubuh yang tinggi juga memiliki resiko 30% lebih tinggi untuk mengalami sindrom metabolik, suatu keadaan di mana seseorang memiliki lingkar pinggang lebih dari normal, kadar kolesterol HDL yang rendah, kadar trigliserida yang tinggi, kadar gula darah yang tinggi, dan tekanan darah tinggi.   Baca juga: Waspadai Peningkatan Berat Badan Berlebihan Saat Hamil   Bingung mengapa seorang bayi sudah dapat memiliki berat badan berlebih? Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat membuat seorang bayi memiliki berat badan berlebih seperti gen, diberi makan terlalu banyak (biasanya dari susu formula), dan paparan terhadap kadar gula darah yang tinggi selama masih berada di dalam kandungan ibunya. Jika anak Anda telah memiliki berat badan berlebih atau bahkan mengalami obesitas, bertanyalah pada dokter anak Anda mengenai seberapa sering dan berapa banyak porsi makan yang seharusnya Anda berikan pada anak Anda. Selain itu, bila anak Anda sudah mulai dapat menerima makanan, pastikan Anda mengenalkan berbagai jenis makanan sehat padanya seperti gandum utuh, sayuran, buah, dan daging tanpa lemak. Akan tetapi, pastikan Anda tidak membuat anak Anda berdiet terlalu ketat, terutama diet yang tidak memperbolehkannya mengkonsumsi berbagai jenis makanan karena hal ini dapat berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth