Your browser does not support JavaScript!
 18 Oct 2018    08:00 WIB
Bagaimana Cara Menjaga Metabolisme Tubuh ?
Sobat tentu tahu pasti mengenai pentingnya metabolisme tubuh kita untuk menjaga kesehatan dan aktivitas kita. Metabolisme adalah seperti mesin mobil yang memastikan terjadinya pembakaran sempurna sehingga mobil bisa melaju dengan cepat. Namun seperti halnya mobil, metabolisme ini bisa menurun yang justru akan menghalangi aktivitas kita. Artikel kita kali ini akan membahas bagaimana menjaga metabolisme tubuh kita. Metabolisme diperlukan untuk membakar kalori yang diubah menjadi energi bagi tubuh kita. Kecepatan metabolisme kita dipengaruhi beberapa faktor seperti usia karena semakin bertambahnya usia maka metabolisme cenderung menurun. Selain itu juga faktor jenis kelamin, lemak tubuh, masa otot, tingkat aktifitas dan juga faktor genetik. Untuk yang terakhir yaitu faktor genetik kita tidak bisa mengendalikannya. 1.         Makan secara teratur Tubuh manusia ternyata bergantung kepada keseimbangan dan keteraturan. Makan pada waktu tertentu secara teratur membantu menjaga keseimbangan metabolisme. Makan secara tidak teratur misalnya makan banyak sekaligus kemudian tidak makan sampai waktu yang lama, justru membuat pembakaran lebih lambat. Akibatnya tumbuh akan menyimpan lebih banyak lemak. 2.         Makan cukup kalori             Mungkin sebagian orang berpikir dengan makan sedikit atau bahkan melewatkan makanan bisa mempercepat metabolisme sehingga berat badan bisa turun. Ternyata tidak sedemikian sobat sehat. Makan terlalu sedikit kalori justru membuat tubuh menghemat energy sehingga metabolisme menjadi lambat. Sobat perlu ketahui bahwa wanita dewasa membutuhkan antara 1.600 dan 2.400 kalori per hari, tergantung pada tingkat aktivitas fisik mereka, dan pria membutuhkan antara 2.000 dan 3.000. 3.         Minum teh hijau             Sekalipun belum ada studi yang membuktikan secara pasti, namun beberapa penelitian menunjukan bahwa ekstrak teh hijau bisa berperan untuk mendorong terjadinya metabolisme untuk membakar lemak. Jadi minum 1-2 cangkir sehari bisa menjadi bantuan untuk mendapatkan diet yang seimbang. 4.         Melakukan latihan beban             Latihan beban bertujuan untuk melatih kekuatan agar otot bisa terbentuk atau terbangun. Massa otot lebih banyak membutuhkan energi sehingga tingkat metabolismenya lebih tinggi. Nah, dengan bertambahnya usia seseorang massa ototnya semakin berkurang. Oleh sebab itu latihan ketahanan yang di dalamnya melakukan latihan mengangkat beban diperlukan untuk menjaga massa otot ini. 5.         Minum air yang cukup             Menjaga tubuh kita tidak kekurangan cairan merupakan hal yang penting agar organ tubuh kita berfungsi dengan baik. Hal ini disebabkan karena air diperlukan agar metabolisme tubuh bisa berjalan dengan optimal sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Suatu penelitian menemukan bahwa dengan menambahkan 1,5 liter air dari jumlah air yang biasa kita konsumsi setiap hari bisa menurunkan indek massa tubuh, khususnya wanita dengan kelebihan berat badan pada rentang usia 18-23 tahun. 6.         Kurangi stress             Banyak hal bisa membuat kita merasa tertekan atau stress bahkan urusan berat badan pun bisa bikin stress. Nah celakanya justru stress menyebabkan tubuh kita memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Hormon ini yang membantu mengatur nafsu makan kita. Pada tahun 2011 para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengalami gangguan makan ternyata tingkat hormone kortisolnya tidak normal. Ada yang stress susah makan, ada juga yang malah larinya ke makan sehingga makan makanan yang tidak sehat dan tidak teratur sehingga mengganggu metabolisme. 7.         Cukup tidur atau istirahat             Stress itu juga berkaitan dengan kualitas tidur. Selain itu kalau kita kurang tidur maka justru kita merasa lapar ini disebabkan karena tubuh melepaskan hormon ghrelin lebih banyak. Tidur yang cukup membantu keseimbangan hormon kita karena ada juga hormon liptin yang memberikan rasa kenyang. Ketika ada keseimbangan ini maka kita akan dicegah untuk makan berlebihan. Jadi tidurlah yang cukup. Menurut penelitian orang dewasa membutuhkan setidaknya 7-8 jam per malam. 8.         Cukup konsumsi vitamin B             Vitamin B memainkan peran penting dalam metabolisme tubuh kita. Vitamin B yang penting dan utama seperti B1 (tiamin), B2 (riboflavin), dan B6 (piridoksin). Nah, makanan yang banyak mengandung vitamin B ini diantaranya: pisang, kentang panggang, telur, jus jeruk, kacang polong, bayam, makanan gandum.   Kiranya sobat sehat bisa terus menjaga metabolismenya agar tetap dalam performa prima untuk terus berkarya. Jika memang sobat masih mengalami masalah metabolisme ini, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diet dan latihan yang tepat. Salam sehat dan tetap semangat.   Sumber : www.medicalnewstoday.com
 22 Jun 2018    08:00 WIB
Makan Banyak Tapi Tetap Kurus?
Banyak orang yang mengurangi porsi makan agar angka di timbangannya tidak terus naik. Sebaliknya, ada orang yang justru sudah makan apa saja tapi berat badannya tak kunjung naik alias tetap kurus. Apa penyebabnya? Hal utama yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori. Orang yang banyak makan tetapi tetap kurus berarti memiliki sistem metabolisme yang sangat tinggi. Sistem metabolisme yang sangat tinggi ini membuat makanan lebih cepat dicerna dan membakar kalori lebih besar dari metabolisme rata-rata, sehingga tidak menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuh. Sebaliknya, orang yang makan sedikit tetapi sangat cepat gemuk berarti memiliki sistem metabolisme yang lambat.  Metabolisme adalah proses tubuh yang mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Selama proses biokimia yang kompleks, kalori dalam makanan dan minuman yang dikombinasikan dengan oksigen akan melepaskan energi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh. Selain metabolism, berikut beberapa alasan mengapa meskipun sudah makan banyak namun tetap kurus: Diet Alasan lain kenapa makan banyak tak bisa membuat tubuh gendut adalah karena kebanyakan makanan yang dikonsumsi ternyata bergizi tinggi. Sehingga meski ada teman yang makan burger dalam jumlah besar, mungkin dia juga mengonsumsi salad sayur dan buah sebelumnya. Aktivitas Bentuk badan ramping juga bisa ditentukan dengan aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Semakin banyak bergerak, tubuh semakin banyak membakar kalori. Sehingga meski seseorang makan banyak, tubuhnya tetap kurus karena aktivitasnya cukup padat. Sakit Kurus tidak selalu berarti sehat. Ada juga orang yang makan banyak tapi tetap kurus karena sakit atau menderita gangguan makan seperti bulimia. Itulah beberapa alasan kenapa ada orang makan banyak tapi tetap kurus. Meskipun demikian, ternyata belum tentu tipe orang seperti itu selalu memiliki kondisi tubuh yang sehat bukan?   Sumber: merdeka
 06 Mar 2017    08:00 WIB
Hubungan Metabolisme dengan Berat Badan
Apakah metabolisme itu?Secara sederhana, metabolisme artinya tingkat kecepatan tubuh membakar energi. Metabolisme adalah cara tubuh menggunakan lemak, karbohidrat, dan protein untuk membentuk energi yang dapat digunakan oleh tubuh. Metabolisme merupakan mesin yang memastikan semua proses tubuh bekerja dengan baik. Faktor apakah yang mempengaruhi metabolisme?Apakah Anda tahu jika Anda tidak selalu dapat menguasai metabolisme tubuh Anda sendiri? Faktor genetik, jenis kelamin dan usia merupakan beberapa hal yang tidak dapat Anda atur sendiri. Faktor genetik memainkan peran penting dalam metabolisme Anda. Tetapi Anda bisa juga mengatur metabolisme tubuh dengan aktivitas fisik, makanan yang Anda makan, kadar lemak tubuh, olahraga dan keseluruhan pola hidup yang Anda lakukan sehari-hari. Penurunan atau peningkatan berat badanPernahkah Anda memikirkan faktor pemicu turunnya berat badan atau naiknnya berat badan? Apakah Anda merasa lelah dan bosan dengan jargo yang dikatakan para penjual obat penurun berat badan? Naik turunnya berat badan Anda semua bergantung pada metabolisme rate tubuh Anda. apa itu metabolisme rate? Metabolisme rate terbentuk dari tiga komponen. Yang pertama adalah BMR atau Basal Metabolic Rate yaitu banyaknya energi yang dibakar saat tubuh Ande beristirahat. Yang kedua adalah konsumsi energi yang digunakan saat melakukan aktifitas fisik. Dan yang ketiga adalah Thermic Effect of Food yaitu banyaknya energi yang digunakan untuk mencerna makanan yang kita makan. HubungannyaSekarang mari kita lihat hubungan metabolisme dengan berat badan. Kita bisa lihat, semakin tinggi angka rate melabolisme maka semakin tinggi pula pemakaian energi dari tubuh. Dari manakah energi datang? Tentu saja dari makanan yang Anda konsumsi. Jika Anda berpikir "oh mudah saja, saya tinggal mengurangi makanan yang saya konsumsi sampai batas minimum" ternyata hal tersebut salah. Tubuh kita membutuhkan minimal mutrisi dan energi untuk membuat tubuh bekerja dengan baik. Dengan mengurangi makan tidak akan membuat Anda menurunkan berat badan dengan baik. Cara yang terbaik adalah meningkatkan angka rate metabolisme Anda. bahasa sederhananya adalah membakar lebih banyak energi lagi. Apa yang bisa Anda lakukan?Apa yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan berat badan dengan cara yang sehat? para ahli mengatakan hal-hal dasar yang bisa Anda lakukan adalah:•    Olahraga, misalnya denga pergi ke gym atau taman, lari pagi, dan lainnya•    Makan sehat, jangan lakukan diet yang ekstrim melainkan lakukanlah diet yang sehat, mengkonsumsi makanan yang sehat dan cara memasak yang benar.•    Minum lebih banyak air•    Lakukan kebih banyak aktifitasSumber: magforwomen
 30 Nov 2016    11:00 WIB
Berapa Kg Berat Badan yang SEBERNANYA Dapat Diturunkan Dalam Satu Minggu?
Bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka Anda mungkin sudah sering membaca atau mendengar tips diet yang menjamin bahwa Anda akan turun sebanyak 2-5 kg hanya dalam 1 minggu. Akan tetapi, berapa kg berat badan yang sebenarnya dapat diturunkan dalam waktu 1 minggu??? Menurut seorang ahli, secara keseluruhan seseorang biasanya hanya akan mengalami penurunan berat badan sebanyak 1-2 kg dalam 1 minggu. Akan tetapi, sebenarnya hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti: Berapa berat badan Anda saat memulai. Orang yang memiliki berat badan yang lebih berat biasanya akan mengalami penurunan berat badan yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan lebih ringan Bagaimana gaya hidup Anda saat memulai. Jika Anda sudah mengkonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur, maka biasanya Anda akan lebih sulit mengalami penurunan berat badan dibandingkan dengan orang yang terbiasa mengkonsumsi makanan tidak sehat dan jarang atau tidak pernah berolahraga   Baca juga: Tips Makan Larut Malam Tanpa Meningkatkan Berat Badan   Jadi, bila Anda ingin menurunkan berat badan dan menjaga berat badan Anda tetap ideal setelahnya, maka dianjurkan agar Anda menargetkan penurunan berat badan sebanyak 0.5-1 kg setiap minggunya. Hal ini dikarenakan Anda akan dapat bertahan lebih lama dalam melakukan diet Anda dibandingkan dengan saat Anda melakukan diet yang cukup ekstrim atau ketat untuk menurunkan 1.5 kg setiap minggunya, yang akan kembali lagi segera setelah Anda berhenti berdiet. Jika Anda benar-benar ingin menurunkan berat badan dan mencegahnya kembali naik, dianjurkan agar Anda mengurangi jumlah kalori yang Anda konsumsi secara selang-seling, misalnya hari ini dan besok Anda mengkonsumsi lebih sedikit makanan dibandingkan lusa. Dengan demikian, berat badan Anda akan menurun dan Anda pun tidak akan merasa sangat menderita. Selain itu, hal ini juga dapat mencegah melambatnya laju metabolisme tubuh Anda (yang akan membuat peningkatan berat badan lebih mudah terjadi bila Anda berhenti berdiet nantinya).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 04 Nov 2016    12:00 WIB
Gendut Waktu Bayi Ternyata Bahaya Lho Bagi Kesehatannya di Masa Depan!
Jika Anda dulunya merupakan bayi gendut yang menggemaskan, maka hal ini mungkin tidak akan berdampak baik bagi kesehatan Anda di masa depan. Menurut sebuah penelitian baru, bayi-bayi yang memiliki indeks massa tubuh yang tinggi cenderung lebih sering mengalami obesitas seiring dengan semakin bertambahnya usia mereka. Para ahli menemukan bahwa sekitar 1/3 bayi berusia 2 bulan dengan indeks massa tubuh ≥ 85 percentile akan mengalami obesitas saat mereka berusia 2 tahun. Walaupun anak kecil yang memiliki badan gempal tampaknya bukanlah suatu masalah yang besar, akan tetapi sebuah penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2014 di Denmark menemukan bahwa anak-anak yang memiliki indeks massa tubuh ≥ 95 percentile saat mereka berusia 2 tahun, memiliki resiko 2 kali lipat untuk mengalami obesitas saat mereka berusia 30 tahun dibandingkan dengan anak-anak lain yang indeks massa tubuhnya berada di antara 5 dan 50 percentile. Selain itu, bayi-bayi dengan indeks massa tubuh yang tinggi juga memiliki resiko 30% lebih tinggi untuk mengalami sindrom metabolik, suatu keadaan di mana seseorang memiliki lingkar pinggang lebih dari normal, kadar kolesterol HDL yang rendah, kadar trigliserida yang tinggi, kadar gula darah yang tinggi, dan tekanan darah tinggi.   Baca juga: Waspadai Peningkatan Berat Badan Berlebihan Saat Hamil   Bingung mengapa seorang bayi sudah dapat memiliki berat badan berlebih? Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat membuat seorang bayi memiliki berat badan berlebih seperti gen, diberi makan terlalu banyak (biasanya dari susu formula), dan paparan terhadap kadar gula darah yang tinggi selama masih berada di dalam kandungan ibunya. Jika anak Anda telah memiliki berat badan berlebih atau bahkan mengalami obesitas, bertanyalah pada dokter anak Anda mengenai seberapa sering dan berapa banyak porsi makan yang seharusnya Anda berikan pada anak Anda. Selain itu, bila anak Anda sudah mulai dapat menerima makanan, pastikan Anda mengenalkan berbagai jenis makanan sehat padanya seperti gandum utuh, sayuran, buah, dan daging tanpa lemak. Akan tetapi, pastikan Anda tidak membuat anak Anda berdiet terlalu ketat, terutama diet yang tidak memperbolehkannya mengkonsumsi berbagai jenis makanan karena hal ini dapat berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 25 Jul 2015    18:00 WIB
4 Hal yang Dapat Mengganggu Metabolisme Tubuh Anda
Metabolisme tubuh Anda tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang Anda makan dan seberapa sering Anda berolahraga. Berbagai aktivitas yang Anda lakukan setiap harinya juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh Anda, walaupun tampaknya tidak berhubungan dengan berat badan Anda. Di bawah ini terdapat 4 hal yang dapat mengganggu proses metabolisme di dalam tubuh Anda.   Tidak Menyukai Makanan Pedas Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang menambahkan bubuk cabai merah pada makan malamnya merasa lebih kenyang dan makan sekitar 30% lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi makanan yang tidak pedas. Cabai mengandung capsaicin yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh dengan cara mengatur pelepasan hormon yang mengendalikan nafsu makan seseorang dan meningkatkan kadar hormon stress yang dapat menurunkan nafsu makan seseorang.   Terlalu Banyak Duduk Terlalu banyak duduk, yaitu duduk selama 3 jam atau lebih setiap harinya berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya sindrom metabolik, yaitu hingga 74% dibandingkan dengan orang lain yang hanya duduk kurang dari 2 jam setiap harinya. Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan gejala yang juga merupakan faktor resiko bagi diabetes dan penyakit jantung, yaitu obesitas, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol yang tinggi. Hal ini dikarenakan saat Anda duduk, otot Anda tidak perlu bekerja keras, sehingga ia pun membakar lebih sedikit lemak. Selain itu, terlalu lama duduk juga dapat menyebabkan gangguan sensitivitas insulin.   Tidak Mencuci Makanan Mentah Terlebih Dahulu Pastikan Anda telah mencuci buah yang akan Anda konsumsi. Sebuah penelitian di tahun 2012 menemukan adanya hubungan antara pestisida yang terdapat pada sayur dan buah-buahan dengan terjadinya obesitas dan sindrom metabolik. Para peneliti pada penelitian ini menemukan bahwa pestisida ini akan disimpan di dalam sel-sel lemak yang akan menyebabkan terjadinya reaksi peradangan dan mempengaruhi pengaturan metabolisme tubuh. Jangan menggunakan sabun untuk mencuci buah atau sayuran mentah tersebut.   Jarang Mencuci Tangan Para peneliti di Amerika menemukan adanya hubungan antara virus yang sering menyebabkan infeksi saluran pernapasan, adenovirus-36, dengan obesitas karena virus ini mengubah sel punca menjadi sel-sel lemak. Untuk mengurangi resiko tertular virus ini, maka pastikan Anda selalu mencuci tangan Anda sebelum dan setelah makan, serta setelah menggunakan toilet.   Sumber: menshealth
 10 Feb 2015    09:00 WIB
Ternyata Tubuh Anda Hanya Bisa Menangani Gula Dalam Jumlah Terbatas
Masalah utama yang berhubungan dengan gula, adalah kenyataan bahwa hati Anda memiliki kapasitas yang sangat terbatas untuk mencernanya. Menurut Dr Lustig, tubuh Anda dapat dengan aman memetabolisme sekitar enam sendok teh gula tambahan per hari. Kelebihan gula dalam tubuh akan dimetabolisme menjadi lemak tubuh dan dapat menimbulkan terjadinya penyakit metabolik kronis seperti: Diabetes (kencing manis) tipe 2 Penyakit jantung Hipertensi (tekanan darah tinggi) Gangguan memori Kanker Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam JAMA, seseorang yang mengkonsumsi gula dan makanan lain yang mengandung gula sekitar 21 persen atau lebih dari kalori harian mereka memiliki risiko dua kali lebih tinggi meninggal karena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang hanya mengkonsumsi gula dan makanan lain yang mengandung gula sekitar tujuh persen atau kurang dari jumlah kalori harian mereka Satu sendok teh gula setara dengan empat gram gula. Selain itu konsumsi gula dan makanan lain yang mengandung gula juga akan menyumbang jumlah gula yang Anda konsumsi setiap hari seperti gula dari buah. Sebaiknya Anda membatasi konsumsi gula setiap hari sekitar 25 gram yang setara dengan lebih dari enam sendok teh gula per hari. Apabila Anda memiliki gangguan insulin atau leptin (kelebihan berat badan, diabetes, tekanan darah tinggi, atau konsumsi obat statin), sebaiknya Anda membatasi konsumsi gula hanya sekitar 15 gram per hari. Sumber: articlesmercola