Your browser does not support JavaScript!
 06 Jul 2020    11:00 WIB
Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Sang Ibu
Tahukah Anda bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda, tetapi juga bagi Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari menyusui bagi sang ibu.   Baca juga: Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui   Menyusui Dapat Menyembuhkan Tubuh Anda Saat Anda menyusui, maka tubuh Anda akan memproduksi hormon oksitosin, yang akan membantu rahim Anda berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula. Selain itu, adanya hormon ini juga dapat membantu mengurangi perdarahan rahim paska persalinan. Menyusui juga dapat mencegah payudara membengkak dan nyeri karena banyaknya ASI yang terdapat di dalamnya. Pembengkakan payudara ini dapat terjadi saat payudara sedang "mengubah" ASI yang dihasilkannya dari kolostrum menjadi ASI biasa atau saat Anda sudah beberapa hari tidak menyusui.   Menyusui Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Beberapa Penyakit Tertentu Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Menyusui Membantu Menurunkan Berat Badan Dengan Lebih Cepat Untuk memproduksi ASI, tubuh Anda membutuhkan sekitar 500 kalori setiap harinya. Dengan demikian, menyusui juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda paska melahirkan, yaitu sekitar 1-2 kg setiap bulannya.   Menyusui Dapat Menghemat Pengeluaran Anda Selain mudah (tidak butuh botol dan tidak perlu menyiapkan susu), ASI juga bebas dari kuman penyakit dan membuat Anda dapat berhemat karena tidak perlu membeli susu formula bayi yang cukup mahal. Anda juga dapat memberikan susu pada bayi Anda kapan saja dan di mana saja. Menyusui juga membuat Anda dapat beristirahat dan membentuk ikatan dengan bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 19 Jun 2020    08:00 WIB
Cara Tepat Menyetok ASI
Menjadi seorang ibu, terutama ibu menyusui memang mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Memberikan ASI untuk buah hati juga selalu menjadi perbicangan menarik bagi kita, para ibu menyusui. ASI memang begitu sempurna. Berbagai studi telah membuktikan bahwa tetesan berharga ini memang memiliki kandungan nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi. Tidak heran jika apapun akan dilakukan ibu menyusui demi memberikan dukungan penuh terhadap pemberian cairan berharga yang penting untuk tumbuh kembang si buah hati. Kendati demikian, masa cuti yang hampir habis menjadi dilema tersendiri bagi ibu menyusui yang harus segera kembali ke kantor. Namun masih banyak jalan menuju Roma. Salah satu solusi tepat untuk ibu menyusui yang harus kembali bekerja adalah dengan memerah ASI dan menyimpannya sebagai stok. Stok ASI yang disimpan dengan baik di dalam kulkas inilah yang nantinya bisa tetap membuat si kecil mendapatkan jatah ASI walaupun ibu sedang bekerja di kantor. Berikut tips menyetok ASI : 1.       Jangan Kurangi Frekwensi Merasa produksi ASI sedikit sehingga tidak yakin bisa diperah? Jangan dulu putus asa. Rata-rata ibu memproduksi 25-40 ons ASI setiap hari. Kuncinya adalah memberikan stimulasi pada payudara Anda. Frekwensi stimulasi pada payudara inilah yang justru akan membuat persediaan ASI meningkat. Semakin sering Anda menyusui bayi, produksi ASI akan semakin banyak. Jadi jika ingin membuat stok ASI perahan yang banyak, tetap berikan si kecil ASI seperti biasanya walaupun hari pertama kerja semakin dekat. Anda juga harus tetap mencukupi konsumsi makanan bernutrisi, istirahat, rileks, tidak cemas dan merasa nyaman. 2.       Pijatan Pijatan sebelum menyusui dapat memicu hormon oksitoksin. Hormon ini berpengaruh terhadap kuantitas dan lancarnya proses pengeluaran ASI. Ingin membuat stok ASI perah berlimpah? Mintalah suami memijat punggung bagian samping tulang belakang sebelum Anda sebelum memerah ASI. 3.       Memerah dengan Nyaman Anda bisa memerah ASI menggunakan tangan sendiri atau dengan pompa payudara manual atau elektrik. Gunakan jempol dan telunjuk saat Anda memerah menggunakan tangan.Berikut cara memerah ASI menggunakan tangan : Siapkan cangkir, gelas atau mangkuk yang sangat bersih. Cuci dengan air sabun dan keringkan dengan tissue/lap yang bersih. Tuangkan mendidih ke dalam cangkir dan biarkan selama beberapa menit. Bila sudah siap untuk memeras ASI, buang air dari cangkir. Cuci tangan dengan bersih dan seksama. Letakkan cangkir di meja atau pegang dengan satu tangan lain untuk menampung ASIP. Badan condong ke depan dan sangga payudara dengan tangan Letakkan ibu jari sekitar areola di atas puting susu dan jari telunjuk pada areola di bawah puting susu. Pijat ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada. Sekarang pijat areola di belakang puting susu di antara jari danibu jari. Ibu harus memijat sinus laktiferus di bawah areola. Tekan dan lepas, tekan dan lepas. Pada mulanya tidak ada ASI yang keluar, tetapi setelah diperas beberapa kali, ASI mulai menetes. ASI bisa juga memancar bila refleks pengeluaran aktif atau saat let down reflex. Peras areola dengan cara yang sama dari semua sisi agar yakin ASI diperas dari semua segmen payudara. Jangan memijat puting susu itu sendiri. Jangan menggerakkan jari sepanjang puting susu. Menekan atau menarik puting susu tidak dapat memeras ASI. Ini merupakan hal yang sama terjadi bila bayi mengisap dari puting susu saja. Sedangkan untuk pompa manual, Anda hanya tinggal memencet bagian balon karetnya saja. Anda bisa memerah ASI saat jam makan siang di kantor, atau kapanpun saat payudara sudah mulai terasa penuh. Ingat disiplin dalam memerah ASIP sangat penting. 4.       Kuasai Teknik MenyimpanIni dia yang terpenting. ASI yang disimpan dengan teknik yang tepat tidak akan basi, bertahan lama, dan tidak berkurang nutrisinya.Para ibu menyusui yang ingin menyimpan stok ASI, bisa menyimpannya di dalam botol kaca ataupun kantung ASI perah. Jika di kantor tidak tersedia kulkas, Anda bisa menyimpan ASI perah di dalam termos yang diberi es batu. Dengan cara ini, ASI perah bisa bertahan selama 24 jam.Jangan lupa beri label berisi tanggal dan jam perah ASIP di wadah penyimpanan. Gunakan ASIP dengan tanggal terlama dahulu. Sampai di rumah, masukkan ASI perah ke dalam kulkas. ASI perah bisa bertahan hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Di dalam freezer, ASI bertahan selama 3-4 bulan, pada deep freezer ASIP dapat bertahan 6 bulanTidak ada alasan untuk ibu bekerja tidak bisa menyusui ASI secara eksklusif, hal yang perlu dilakukan adalah : Niat yang tulus disertai pikiran yang positif Usahakan makan dan minum  yang bergizi Minta dukungan dari orang-orang sekitar Informasikan niatan untuk memberi ASI ekslusive 6 bulan (bahkan terus memberi ASI sampai 2 tahun) kepada atasan dan rekan kerja di kantor Atur waktu memerah ASI dengan tepat kurang lebih 2-4 jam sekali untuk memerah ASI Siapkan peralatan untuk memerah ASI Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang ASIP dan yang tidak kalah pentingnya adalah konsultasi ke klinik lakstasi terdekat. Baca juga: Mengatasi Stress Paska Melahirkan
 06 May 2020    11:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 09 Jan 2020    08:00 WIB
Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui
Menurunkan berat badan setelah melahirkan mungkin adalah tujuan utama anda. Tetapi, ingat bahwa nutrisi juga penting untuk kesehatan anda dan bayi anda. Menurunkan berat badan terlalu cepat dapat membuat produksi ASI anda berkurang dan membuat anda kehilangan energy yang diperlukan untuk merawat bayi anda. Mengkonsumsi makanan sehat selama anda menyusui akan membuat anda mempunyai tenaga lebih untuk menjaga bayi anda dan mencukupi kebutuhan gizi anda dan bayi anda. Di bawah ini terdapat beberapa makanan yang penting dikonsumsi selama anda menyusui.   Salmon Salmon mengandung DHA yang merupakan salah satu elemen penting untuk perkembangan sistem saraf bayi anda. Semua ASI mengandung DHA, tetapi ASI yang diproduksi oleh ibu yang memakan makanan yang mengandung DHA mempunyai kandungan DHA yang lebih tinggi. Selain itu, DHA juga dapat memperbaiki mood anda, sehingga dapat mencegah terjadinya depresi setelah melahirkan Akan tetapi, anda juga harus memperhatikan seberapa banyak salmon yang anda makan dalam 1 minggu, dianjurkan untuk memakan maksimal 12 ons salmon atau setara dengan 2 takaran per minggunya. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan merkuri di dalam salmon yang dapat berbahaya bagi anak anda. Walaupun kandungan merkuri di dalam salmon rendah, tetapi bila anda mengkonsumsinya secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan anda dan bayi anda.   Produk Susu Rendah Lemak Semua produk susu seperti yogurt, susu, atau keju adalah bagian penting dari menu makan anda selama menyusui. Selain mengandung protein, vitamin B kompleks, dan vitamin D, produk susu ini juga mengandung kalsium. Kalsium sangat diperlukan bagi perkembangan tulang bayi anda. ASI mengandung kalsium, jadi bila anda kurang mengkonsumsi kalsium, maka tubuh akan mengambil cadangan kalsium pada tulang dan gigi anda yang dapat mengganggu kesehatan tulang dan gigi anda. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengkonsumsi setidaknya 3 gelas susu per harinya.    Daging Tanpa Lemak Daging sapi adalah contoh daging yang mengandung zat besi, protein, dan vitamin B yang merupakan elemen penting lainnya bagi ibu menyusui. Jadi konsumsilah daging sapi selama anda menyusui, sehingga stamina dan kesehatan anda tetap terjaga.   Kacang-kacangan Kacang-kacangan adalah sumber zat besi dan protein nabati yang sangat cocok bagi anda, vegetarian. Selain itu, harganya yang relative lebih murah daripada daging juga membuat kacang-kacangan menjadi makanan favorit para ibu.   Buah-buahan Setiap ibu menyusui sebaiknya mengkonsumsi buah-buahan segar atau jus buah untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral anda. Blueberry dan jeruk adalah contoh buah dengan kadar antioksidan, vitamin, dan mineral tinggi yang baik untuk kesehatan anda.   Telur Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang sebaiknya dikonsumsi saat anda menyusui. Selain itu, telur yang mengandung DHA sangat baik untuk menambah kandungan DHA di dalam ASI anda.   Sayuran Hijau Berbagai sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan selada merupakan salah satu sumber energi penting lainnya. Sayuran hijau ini mengandung zat besi, berbagai vitamin dan mineral, serta antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung anda.   Gandum Berbagai jenis makanan yang terbuat dari gandum, seperti roti, sereal, dan pasta merupakan sumber karbohidrat yang baik untuk kesehatan anda. Gandum dapat membuat anda merasa kenyang lebih lama dan membantu anda menurunkan berat badan anda tanpa kekurangan berbagai nutrisi penting yang anda perlukan.   Cairan Saat menyusui, mengkonsumsi cairan yang cukup setiap harinya sangat penting bagi kelancaran produksi ASI anda. Anda dapat memperolehnya dari air minum biasa, susu, maupun berbagai macam jus buah-buahan. Akan tetapi, hindari atau batasi konsumsi teh atau kopi anda sebanyak 2-3 gelas sehari, karena kafein yang terdapat di dalam kopi dan teh dapat masuk ke dalam ASI anda dan menyebabkan bayi anda sulit tidur dan rewel.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 04 Aug 2019    08:00 WIB
Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menyusui?
Tahukah Anda bahwa ternyata memberikan ASI tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda tetapi juga bagi berat badan Anda paska melahirkan? Para peneliti menemukan adanya hubungan yang kuat antara menyusui dengan penurunan berat badan paska melahirkan. Saat Anda hamil, sistem biologis di dalam tubuh Anda akan meningkatkan laju metabolismenya untuk membentuk cadangan makanan (berat badan) yang bermanfaat bagi kesehatan Anda dan bayi di dalam kandungan Anda. Setelah Anda melahirkan, maka sistem biologis yang sama akan membantu Anda menurunkan berat badan melalui menyusui. Menyusui dapat membakar sebanyak 300-500 kalori setiap harinya. Mengapa menyusui dapat membantu menurunkan berat badan? ASI merupakan suatu campuran berbagai jenis zat yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menyediakan berbagai jenis vitamin yang dibutuhkan oleh seorang bayi untuk bertumbuh dengan sempurna. Akan tetapi, karena tubuh Anda tidak biasa membentuk campuran (ASI) ini, maka tubuh Anda pun harus bekerja lebih keras untuk memproduksi ASI sebanyak mungkin. Selain itu, ASI juga mengandung cukup banyak kalori. Jadi bila Anda menyusui, maka Anda pun secara tidak langsung akan "menstransfer" kalori pada bayi Anda. Hal ini tentu saja akan membuat konsumsi kalori Anda menurun. Jadi bila Anda tidak mengkonsumsi lebih banyak makanan, maka berat badan Anda pun pasti akan mulai menurun. Akan tetapi, bila Anda memang memiliki kecenderungan terhadap obesitas atau mengalami peningkatan berat badan lebih daripada yang dianjurkan oleh dokter selama hamil, maka menyusui mungkin tidak dapat membantu berat badan Anda kembali seperti semula (sebelum hamil).   Sumber: womenshealthmag
 30 Jan 2019    16:00 WIB
Minum Kopi Saat Masih Menyusui, Amankah ?
Mengkonsumsi minuman berkafein seperti kopi saat masih menyusui bayi Anda sebenarnya boleh-boleh karena dianggap cukup aman. Walaupun kafein yang Anda konsumsi akan masuk ke dalam ASI Anda, akan tetapi sebagian besar penelitian menemukan bahwa hanya kurang dari 1% kafein yang masuk ke dalam ASI Anda. Jadi, berapa gelas kopi yang boleh Anda konsumsi setiap harinya? The American Academy of Pediatrics menganjurkan agar seorang ibu yang sedang menyusui tidak mengkonsumsi lebih dari 3 gelas sehari. Sebagian besar ahli setuju bahwa seorang ibu yang masih menyusui dianjurkan untuk membatasi konsumsi kafeinnya yaitu tidak lebih dari 300 mg setiap harinya. Oleh karena itu, pastikan Anda mengetahui jumlah kafein pada berbagai jenis minuman yang Anda konsumsi. Jika Anda ingin mengkonsumsi lebih dari 1 gelas kopi setiap harinya, minimalkan jumlah kafein di dalam ASI Anda dengan membagi jumlah kopi yang Anda konsumsi setiap harinya, misalnya 1 gelas di pagi hari dan 1 gelas di siang hari atau sore hari. Konsumsilah kopi susu yang mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan dengan kopi hitam.   Baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui   Walaupun bayi biasanya tidak akan menunjukkan tanda-tanda gangguan apapun saat mengkonsumsi kafein yang berasal dari ASI Anda, akan tetapi bila Anda merasa bahwa bayi Anda menjadi lebih rewel setelah Anda minum kopi dan kemudian menyusuinya, maka Anda dapat melakukan percobaan di bawah ini. Cobalah untuk tidak mengkonsumsi kafein sama sekali selama 1 minggu dan perhatikanlah apakah ada perubahan pada perilaku bayi Anda. Setelah itu, Anda dapat kembali mengkonsumsi kafein dan perhatikan apakah bayi Anda kembali rewel. Bila ya, maka Anda harus berhenti mengkonsumsi minuman berkafein selama masih menyusui. Intinya adalah karena bayi Anda biasanya tidak akan terpengaruh oleh kafein yang Anda konsumsi, maka Anda sebenarnya dapat mengkonsumsi kopi kesukaan Anda tanpa perlu merasa khawatir, hanya saja jangan berlebihan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 21 Dec 2018    16:00 WIB
Berapa Banyak Minyak Ikan yang Boleh Dikonsumsi Saat Menyusui?
Asam lemak omega 3 yang terdapat di dalam minyak ikan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan otak bayi anda. Akan tetapi, bila anda sedang menyusui maka anda harus berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan karena kandungan merkuri di dalamnya. Banyaknya merkuri yang ditransmisikan melalui ASI dapat menyebabkan kerusakan neurologis pada bayi anda. Suplemen minyak ikan mengandung sangat sedikit merkuri sehingga lebih aman dikonsumsi. Jangan mengkonsumsi minyak ikan lebih dari 3 gram setiap harinya selama anda menyusuinya.Kandungan Nutrisi di Dalam Minyak IkanMinyak ikan mengandung DHA dan EPA. DHA telah terbukti sangat bermanfaat bagi perkembangan otak. Pada umumnya ASI mengandung lebih banyak DHA dibandingkan dengan susu formula. Beberapa orang ahli menganjurkan agar ibu menyusui mengkonsumsi 200 mg DHA setiap harinya. ManfaatDHA sangat bermanfaat bagi perkembangan otak dan mata bayi. Anda dapat memperolehnya baik saat mengkonsumsi ikan maupun saat mengkonsumsi suplemen minyak ikan. Sebuah penelitian di Kanada pada tahun 2010 menemukan bahwa ibu yang mengkonsumsi minyak ikan selama menyusui dapat meningkatkan kadar DHA di dalam ASI hingga 12 kali lipat dibandingkan dengan ibu yang tidak mengkonsumsi suplemen. Bayi prematur mengalami kekurangan DHA karena DHA baru ditimbun di dalam lemak pada trimester ketiga kehamilan.ResikoMinyak ikan dapat mengandung sedikit merkuri dan berbagai polutan lainnya seperti dioksin atau poliklorinasi bifenil (PCBS). Berbagai zat ini dapat menyebabkan kerusakan neurologis bila dikonsumsi dalam jumlah besar. Mengkonsumsi minyak ikan lebih dari 3 gram setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan. Hal ini sangat berbahaya bila anda mengkonsumsi obat antikoagulan atau memiliki gangguan pembekuan darah.Sumber: healthyeating.sfgate
 08 Oct 2018    11:00 WIB
Bagaimana Payudara Paska Menyusui ?
Menyusui merupakan salah satu cara terbaik untuk menciptakan suatu ikatan dengan bayi anda. Selain itu, kandungan nutrisi, mineral, dan vitamin di dalam ASI merupakan yang terbaik dibandingkan susu formula manapun. Akan tetapi, walaupun berbagai kebaikan menyusui telah anda ketahui, anda pun tidak dapat terhindar dari perasaan khawatir mengenai bentuk dan ukuran payudara anda setelah menyusui.   Perubahan Bentuk dan Ukuran Payudara Bentuk dan ukuran payudara anda dapat terus berubah seumur hidup anda, terutama saat kehamilan dan menyusui. Ukuran payudara ditentukan oleh seberapa banyak jaringan lemak yang terdapat di payudara. Selama menyusui, jaringan di payudara anda akan memadat. Setelah masa menyusui selesai dan payudara anda tidak lagi memproduksi ASI, maka akan terjadi perubahan pada jaringan lemak dan jaringan ikat pada payudara anda. Payudara anda tidak atau dapat kembali ke bentuk dan ukurannya sebelum menyusui. Beberapa payudara wanita tetap besar setelah masa menyusui selesai, sementara payudara wanita lainnya kembali mengecil. Selain menyusui, faktor lainnya yang berperan dalam perubahan bentuk dan ukuran payudara anda adalah genetika, penambahan berat badan selama kehamilan, dan usia.   Apakah Payudara Saya Akan Mengendur atau Mendatar? Saat menyusui, susu di dalam payudara anda dapat membuat jaringan dan kulit payudara anda meregang. Hal ini dapat menyebabkan payudara terlihat kosong atau kendor saat tidak lagi menyusui dan payudara anda kembali ke bentuk dan ukurannya sebelum anda hamil. Walaupun keadaan ini mengganggu anda secara kosmetika, namun keadaan ini tidak membahayakan kesehatan anda. Banyak wanita takut payudaranya akan mengendur setelah tidak lagi menyusui, akan tetapi terdapat berbagai hal lainnya yang dapat mempengaruhi perubahan bentuk payudara anda selain menyusui. Berbagai hal lain tersebut adalah: BMI atau indeks massa tubuh, yang mengukur persentase lemak di dalam tubuh anda Jumlah kehamilan yang anda miliki Ukuran payudara yang besar sebelum hamil Usia Riwayat merokok Apakah Menyusui Dapat Membuat Payudara Saya Berbentuk Aneh atau Cacat? Setiap payudara tidak berhubungan dengan payudara lainnya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi pada salah satu payudara saat menyusui tidak akan mengenai payudara lainnya. Salah satu penyebab payudara anda berbentuk agak aneh setelah tidak lagi menyusui adalah pembengkakan payudara atau payudara yang nyeri karena terlalu banyak susu. Setiap lekukan atau keriput pada payudara anda dapat merupakan tanda adanya benjolan di bawah kulit payudara anda. Sebaiknya segera hubungi dokter anda bila anda mendapati adanya benjolan pada payudara anda.   Apakah Menyusui Dapat Menyebabkan Bentuk Payudara Tidak Simetris? Jaringan payudara memanjang ke arah ketiak anda. Pembesaran dan kemudian mengecilnya payudara selama menyusui dan setelah tidak lagi menyusui dapat menyebabkan perubahan bentuk payudara anda. Banyak wanita yang memang telah memiliki payudara tidak simetris sejak sebelum hamil dan menyusui. Hal lain yang mungkin terjadi adalah salah satu payudara kembali ke bentuk dan ukurannya sebelum kehamilan dan menyusui setelah tidak lagi menyusui, sementara payudara lainnya tetap besar atau malah terkulai atau lebih datar dari sebelumnya. Setelah kehamilan dan menyusui, beberapa wanita akhirnya memiliki payudara yang tidak simetris.   Perlukah Melakukan Pemeriksaan Payudara? Sebagian besar perubahan pada payudara anda setelah tidak lagi menyusui merupakan masalah kosmetik dan tidak membahayakan kesehatan anda. Akan tetapi, melakukan pemeriksaan payudara secara teratur juga tidak akan merugikan kesehatan anda. Pemeriksaan payudara yang anda sendiri lakukan merupakan salah satu langkah sederhana untuk mengetahui dengan segera adanya benjolan atau perubahan bentuk payudara. Periksalah payudara anda sebulan sekali, bahkan selama anda menyusui. Pemeriksaan payudara sangat penting dilakukan pada beberapa bulan setelah anda tidak lagi menyusui, karena pada saat inilah payudara anda akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran. Segera hubungi dokter anda bila anda menemukan adanya benjolan pada payudara anda atau keluarnya cairan yang abnormal dari puting susu anda. Periksakanlah keadaan payudara anda setahun sekali atau kapanpun bila anda menemukan adanya perubahan pada payudara anda setelah tidak lagi menyusui. Salah satu pemeriksaan yang aman untuk dilakukan saat anda masih menyusui adalah mammogram. Mammogram dapat mendeteksi benjolan yang kecil yang tidak terdeteksi melalui pemeriksaan fisik.   Pengobatan Bila anda merasa sangat terganggu dengan perubahan bentuk dan ukuran payudara anda paska menyusui, anda dapat melakukan tindakan pembedahan untuk memperbaikinya. Suatu tindakan untuk mengangkat payudara (mastopeksi) juga dapat dilakukan untuk mengatasi payudara yang mengendur dan mengembalikan posisi puting susu anda ke tempatnya semula. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan tindakan pembedahan ini.   Kapan Hubungi Dokter Segera hubungi dokter anda bila anda menemukan adanya beberapa hal di bawah ini pada payudara anda, yaitu: Benjolan di payudara Benjolan kemerahan, nyeri, terasa panas yang mungkin disebabkan oleh tersumbatnya saluran kelenjar susu payudara Adanya lekukan atau kerutan pada kulit payudara anda Demam atau gejala flu lainnya, yang mungkin disebabkan oleh infeksi payudara (mastitis) Retraksi puting susu, yaitu suatu keadaan di mana puting susu anda tertarik ke dalam payudara anda Adanya bercak kemerahan pada payudara anda Keluarnya cairan yang abnormal dari puting susu anda Keluarnya darah dari puting susu anda Walaupun menyusui dapat menyebabkan perubahan bentuk dan ukuran payudara, menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Sumber: webmd
 19 Jul 2018    11:00 WIB
Masalah Yang Ditemui Para Ibu Menyusui Dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Hore! Anda sudah berhasil melewati masa kehamilan dan persalinan Anda. Sekarang bayi mungil dan lucu sudah hadir dalam pangkuan Anda. Pasti saat-saat ini adalah saat yang membahagiakan Anda. Anda yang telah berhasil melewati masa kehamilan dan persalinan berjanji untuk memberikan ASI. Seperti kita ketahui manfaat ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Namun perlu Anda ketahui menyusui juga memiliki tantangan tersendiri ada beberapa hal yang bisa Anda hadapi. Kebanyakan wanita mengalami beberapa rasa ketidaknyamanan saat menyusui. Berikut adalah kendala yang paling umum dirasakan saat menyusui: Pembengkakan payudara Masalah: Setelah melahirkan, payudara Anda akan menjadi seperti batu keras dimana pasokan air ASI meningkat yang begitu banyak sehingga Anda mungkin hampir tidak dapat mengangkat lengan Anda. Solusi: Untungnya rasa sakit yang terburuk akan mereda dalam beberapa hari dan akan hampir hilang dalam beberapa minggu menyusui. Sampai saat itu, untuk meringankan ketidaknyamanan karena menyusui yang sering, gunakan kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelahnya,  pijat payudara Anda saat menyusui, beralih posisi kanan dan kiri, kemudian mengenakan bra menyusui yang nyaman. Keluar cairan Masalah: bocor, cairan keluar dari payudara pada saat hamil adalah hal yang wajar, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan sebagai pasokan dan permintaan ASI. Anda kemungkinan mengalami "bocor" ketika Anda mendengar atau bahkan berpikir tentang bayi Anda, yang dapat merangsang kelaurnya ASI. Solusi: Kenakan bantalan pada daerah puting dan areola sehingga Anda menjadi satu-satunya orang yang tahu bila Anda sedang "bocor" Setelah pasokan ASI Anda stabil setelah beberapa minggu pertama, Anda dapat mencoba menerapkan tekanan pada payudara Anda untuk membendung kebocoran tersebut. Mastitis Masalah: infeksi payudara ini sering terjadi ketika kuman, biasanya dari mulut bayi, masuk melalui celah di puting Anda atau melalui saluran susu Anda. Hal ini paling mungkin terjadi dalam enam minggu pertama, menimbulkan rasa sakit pada satu payudara dengan gejala seperti flu, termasuk demam dan kelelahan. Solusi: Dokter akan meresepkan antibiotik yang akan membuat Anda merasa lebih baik dengan cepat. Dan Anda tetap didorong untuk terus menyusui bahkan saat Anda sedang mengobati infeksi. ASI sedikit Masalah: Payudara Anda ASI sesuai permintaan, tapi akan sulit untuk tahu persis berapa banyak yang akan diproduksi. Bisa banyak bisa sedikit. Solusi: pasokan ASI cukup jika bayi memproduksi banyak popok kotor (8 sampai 10 popok basah dan setidaknya 5x buang air besar dalam sehari selama beberapa minggu pertama) dan biasanya bayi akan menunjukkan kenaikan berat badan. Jika pasokan susu Anda rendah, periksa apakah bayi Anda minum ASI dengan benar. Juga pastikan Anda cukup makan, beristirahat dan terhidrasi juga. Puting datar atau terbalik Masalah: Sebagian besar puting menonjol ke luar, bentuk ideal untuk mulut bayi. Namun puting beberapa perempuan ada yang datar atau masuk kedalam. Solusi: Memiliki puting datar atau terbalik tidak mempengaruhi kemampuan Anda untuk memasok susu, dan sering bayi bisa minum ASI tanpa hambatan. Jika bayi Anda mengalami kesulitan menempelkan mulutnya, kompres areola Anda dan menggunakan breast shell  atau pelindung payudara pada sesi menyusui. Puting sakit atau terbakar Masalah: Puting luka, terasa terbakar atau berkerak, itu mungkin karena infeksi jamur yang disebut thrush. Solusi: Periksa posisi menyusui Anda dan bayi Anda apakah menempel ke kedua areola dan puting dengan benar. Setelah menyusui biarkan payudara Anda terkena udara selama beberapa menit jika mungkin dan gosok krim lanolin. Membasmi sariawan dengan krim antijamur untuk Anda dan bayi yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Masalah pada saat menyusui memang membuat bingung para ibu, tetapi jangan pernah karena masalah ini kemudian Anda berhenti menyusui karena ASI adalah susu yang terbaik untuk bayi Anda. Baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: whattoexpect