Your browser does not support JavaScript!
 30 Jan 2019    16:00 WIB
Minum Kopi Saat Masih Menyusui, Amankah ?
Mengkonsumsi minuman berkafein seperti kopi saat masih menyusui bayi Anda sebenarnya boleh-boleh karena dianggap cukup aman. Walaupun kafein yang Anda konsumsi akan masuk ke dalam ASI Anda, akan tetapi sebagian besar penelitian menemukan bahwa hanya kurang dari 1% kafein yang masuk ke dalam ASI Anda. Jadi, berapa gelas kopi yang boleh Anda konsumsi setiap harinya? The American Academy of Pediatrics menganjurkan agar seorang ibu yang sedang menyusui tidak mengkonsumsi lebih dari 3 gelas sehari. Sebagian besar ahli setuju bahwa seorang ibu yang masih menyusui dianjurkan untuk membatasi konsumsi kafeinnya yaitu tidak lebih dari 300 mg setiap harinya. Oleh karena itu, pastikan Anda mengetahui jumlah kafein pada berbagai jenis minuman yang Anda konsumsi. Jika Anda ingin mengkonsumsi lebih dari 1 gelas kopi setiap harinya, minimalkan jumlah kafein di dalam ASI Anda dengan membagi jumlah kopi yang Anda konsumsi setiap harinya, misalnya 1 gelas di pagi hari dan 1 gelas di siang hari atau sore hari. Konsumsilah kopi susu yang mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan dengan kopi hitam.   Baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui   Walaupun bayi biasanya tidak akan menunjukkan tanda-tanda gangguan apapun saat mengkonsumsi kafein yang berasal dari ASI Anda, akan tetapi bila Anda merasa bahwa bayi Anda menjadi lebih rewel setelah Anda minum kopi dan kemudian menyusuinya, maka Anda dapat melakukan percobaan di bawah ini. Cobalah untuk tidak mengkonsumsi kafein sama sekali selama 1 minggu dan perhatikanlah apakah ada perubahan pada perilaku bayi Anda. Setelah itu, Anda dapat kembali mengkonsumsi kafein dan perhatikan apakah bayi Anda kembali rewel. Bila ya, maka Anda harus berhenti mengkonsumsi minuman berkafein selama masih menyusui. Intinya adalah karena bayi Anda biasanya tidak akan terpengaruh oleh kafein yang Anda konsumsi, maka Anda sebenarnya dapat mengkonsumsi kopi kesukaan Anda tanpa perlu merasa khawatir, hanya saja jangan berlebihan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 21 Dec 2018    16:00 WIB
Berapa Banyak Minyak Ikan yang Boleh Dikonsumsi Saat Menyusui?
Asam lemak omega 3 yang terdapat di dalam minyak ikan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan otak bayi anda. Akan tetapi, bila anda sedang menyusui maka anda harus berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan karena kandungan merkuri di dalamnya. Banyaknya merkuri yang ditransmisikan melalui ASI dapat menyebabkan kerusakan neurologis pada bayi anda. Suplemen minyak ikan mengandung sangat sedikit merkuri sehingga lebih aman dikonsumsi. Jangan mengkonsumsi minyak ikan lebih dari 3 gram setiap harinya selama anda menyusuinya.Kandungan Nutrisi di Dalam Minyak IkanMinyak ikan mengandung DHA dan EPA. DHA telah terbukti sangat bermanfaat bagi perkembangan otak. Pada umumnya ASI mengandung lebih banyak DHA dibandingkan dengan susu formula. Beberapa orang ahli menganjurkan agar ibu menyusui mengkonsumsi 200 mg DHA setiap harinya. ManfaatDHA sangat bermanfaat bagi perkembangan otak dan mata bayi. Anda dapat memperolehnya baik saat mengkonsumsi ikan maupun saat mengkonsumsi suplemen minyak ikan. Sebuah penelitian di Kanada pada tahun 2010 menemukan bahwa ibu yang mengkonsumsi minyak ikan selama menyusui dapat meningkatkan kadar DHA di dalam ASI hingga 12 kali lipat dibandingkan dengan ibu yang tidak mengkonsumsi suplemen. Bayi prematur mengalami kekurangan DHA karena DHA baru ditimbun di dalam lemak pada trimester ketiga kehamilan.ResikoMinyak ikan dapat mengandung sedikit merkuri dan berbagai polutan lainnya seperti dioksin atau poliklorinasi bifenil (PCBS). Berbagai zat ini dapat menyebabkan kerusakan neurologis bila dikonsumsi dalam jumlah besar. Mengkonsumsi minyak ikan lebih dari 3 gram setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan. Hal ini sangat berbahaya bila anda mengkonsumsi obat antikoagulan atau memiliki gangguan pembekuan darah.Sumber: healthyeating.sfgate
 08 Oct 2018    11:00 WIB
Bagaimana Payudara Paska Menyusui ?
Menyusui merupakan salah satu cara terbaik untuk menciptakan suatu ikatan dengan bayi anda. Selain itu, kandungan nutrisi, mineral, dan vitamin di dalam ASI merupakan yang terbaik dibandingkan susu formula manapun. Akan tetapi, walaupun berbagai kebaikan menyusui telah anda ketahui, anda pun tidak dapat terhindar dari perasaan khawatir mengenai bentuk dan ukuran payudara anda setelah menyusui.   Perubahan Bentuk dan Ukuran Payudara Bentuk dan ukuran payudara anda dapat terus berubah seumur hidup anda, terutama saat kehamilan dan menyusui. Ukuran payudara ditentukan oleh seberapa banyak jaringan lemak yang terdapat di payudara. Selama menyusui, jaringan di payudara anda akan memadat. Setelah masa menyusui selesai dan payudara anda tidak lagi memproduksi ASI, maka akan terjadi perubahan pada jaringan lemak dan jaringan ikat pada payudara anda. Payudara anda tidak atau dapat kembali ke bentuk dan ukurannya sebelum menyusui. Beberapa payudara wanita tetap besar setelah masa menyusui selesai, sementara payudara wanita lainnya kembali mengecil. Selain menyusui, faktor lainnya yang berperan dalam perubahan bentuk dan ukuran payudara anda adalah genetika, penambahan berat badan selama kehamilan, dan usia.   Apakah Payudara Saya Akan Mengendur atau Mendatar? Saat menyusui, susu di dalam payudara anda dapat membuat jaringan dan kulit payudara anda meregang. Hal ini dapat menyebabkan payudara terlihat kosong atau kendor saat tidak lagi menyusui dan payudara anda kembali ke bentuk dan ukurannya sebelum anda hamil. Walaupun keadaan ini mengganggu anda secara kosmetika, namun keadaan ini tidak membahayakan kesehatan anda. Banyak wanita takut payudaranya akan mengendur setelah tidak lagi menyusui, akan tetapi terdapat berbagai hal lainnya yang dapat mempengaruhi perubahan bentuk payudara anda selain menyusui. Berbagai hal lain tersebut adalah: BMI atau indeks massa tubuh, yang mengukur persentase lemak di dalam tubuh anda Jumlah kehamilan yang anda miliki Ukuran payudara yang besar sebelum hamil Usia Riwayat merokok Apakah Menyusui Dapat Membuat Payudara Saya Berbentuk Aneh atau Cacat? Setiap payudara tidak berhubungan dengan payudara lainnya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi pada salah satu payudara saat menyusui tidak akan mengenai payudara lainnya. Salah satu penyebab payudara anda berbentuk agak aneh setelah tidak lagi menyusui adalah pembengkakan payudara atau payudara yang nyeri karena terlalu banyak susu. Setiap lekukan atau keriput pada payudara anda dapat merupakan tanda adanya benjolan di bawah kulit payudara anda. Sebaiknya segera hubungi dokter anda bila anda mendapati adanya benjolan pada payudara anda.   Apakah Menyusui Dapat Menyebabkan Bentuk Payudara Tidak Simetris? Jaringan payudara memanjang ke arah ketiak anda. Pembesaran dan kemudian mengecilnya payudara selama menyusui dan setelah tidak lagi menyusui dapat menyebabkan perubahan bentuk payudara anda. Banyak wanita yang memang telah memiliki payudara tidak simetris sejak sebelum hamil dan menyusui. Hal lain yang mungkin terjadi adalah salah satu payudara kembali ke bentuk dan ukurannya sebelum kehamilan dan menyusui setelah tidak lagi menyusui, sementara payudara lainnya tetap besar atau malah terkulai atau lebih datar dari sebelumnya. Setelah kehamilan dan menyusui, beberapa wanita akhirnya memiliki payudara yang tidak simetris.   Perlukah Melakukan Pemeriksaan Payudara? Sebagian besar perubahan pada payudara anda setelah tidak lagi menyusui merupakan masalah kosmetik dan tidak membahayakan kesehatan anda. Akan tetapi, melakukan pemeriksaan payudara secara teratur juga tidak akan merugikan kesehatan anda. Pemeriksaan payudara yang anda sendiri lakukan merupakan salah satu langkah sederhana untuk mengetahui dengan segera adanya benjolan atau perubahan bentuk payudara. Periksalah payudara anda sebulan sekali, bahkan selama anda menyusui. Pemeriksaan payudara sangat penting dilakukan pada beberapa bulan setelah anda tidak lagi menyusui, karena pada saat inilah payudara anda akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran. Segera hubungi dokter anda bila anda menemukan adanya benjolan pada payudara anda atau keluarnya cairan yang abnormal dari puting susu anda. Periksakanlah keadaan payudara anda setahun sekali atau kapanpun bila anda menemukan adanya perubahan pada payudara anda setelah tidak lagi menyusui. Salah satu pemeriksaan yang aman untuk dilakukan saat anda masih menyusui adalah mammogram. Mammogram dapat mendeteksi benjolan yang kecil yang tidak terdeteksi melalui pemeriksaan fisik.   Pengobatan Bila anda merasa sangat terganggu dengan perubahan bentuk dan ukuran payudara anda paska menyusui, anda dapat melakukan tindakan pembedahan untuk memperbaikinya. Suatu tindakan untuk mengangkat payudara (mastopeksi) juga dapat dilakukan untuk mengatasi payudara yang mengendur dan mengembalikan posisi puting susu anda ke tempatnya semula. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan tindakan pembedahan ini.   Kapan Hubungi Dokter Segera hubungi dokter anda bila anda menemukan adanya beberapa hal di bawah ini pada payudara anda, yaitu: Benjolan di payudara Benjolan kemerahan, nyeri, terasa panas yang mungkin disebabkan oleh tersumbatnya saluran kelenjar susu payudara Adanya lekukan atau kerutan pada kulit payudara anda Demam atau gejala flu lainnya, yang mungkin disebabkan oleh infeksi payudara (mastitis) Retraksi puting susu, yaitu suatu keadaan di mana puting susu anda tertarik ke dalam payudara anda Adanya bercak kemerahan pada payudara anda Keluarnya cairan yang abnormal dari puting susu anda Keluarnya darah dari puting susu anda Walaupun menyusui dapat menyebabkan perubahan bentuk dan ukuran payudara, menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Sumber: webmd
 05 Oct 2018    18:00 WIB
Cara Tepat Menyetok ASI
Menjadi seorang ibu, terutama ibu menyusui memang mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Memberikan ASI untuk buah hati juga selalu menjadi perbicangan menarik bagi kita, para ibu menyusui. ASI memang begitu sempurna. Berbagai studi telah membuktikan bahwa tetesan berharga ini memang memiliki kandungan nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi. Tidak heran jika apapun akan dilakukan ibu menyusui demi memberikan dukungan penuh terhadap pemberian cairan berharga yang penting untuk tumbuh kembang si buah hati. Kendati demikian, masa cuti yang hampir habis menjadi dilema tersendiri bagi ibu menyusui yang harus segera kembali ke kantor. Namun masih banyak jalan menuju Roma. Salah satu solusi tepat untuk ibu menyusui yang harus kembali bekerja adalah dengan memerah ASI dan menyimpannya sebagai stok. Stok ASI yang disimpan dengan baik di dalam kulkas inilah yang nantinya bisa tetap membuat si kecil mendapatkan jatah ASI walaupun ibu sedang bekerja di kantor. Berikut tips menyetok ASI : 1.       Jangan Kurangi Frekwensi Merasa produksi ASI sedikit sehingga tidak yakin bisa diperah? Jangan dulu putus asa. Rata-rata ibu memproduksi 25-40 ons ASI setiap hari. Kuncinya adalah memberikan stimulasi pada payudara Anda. Frekwensi stimulasi pada payudara inilah yang justru akan membuat persediaan ASI meningkat. Semakin sering Anda menyusui bayi, produksi ASI akan semakin banyak. Jadi jika ingin membuat stok ASI perahan yang banyak, tetap berikan si kecil ASI seperti biasanya walaupun hari pertama kerja semakin dekat. Anda juga harus tetap mencukupi konsumsi makanan bernutrisi, istirahat, rileks, tidak cemas dan merasa nyaman. 2.       Pijatan Pijatan sebelum menyusui dapat memicu hormon oksitoksin. Hormon ini berpengaruh terhadap kuantitas dan lancarnya proses pengeluaran ASI. Ingin membuat stok ASI perah berlimpah? Mintalah suami memijat punggung bagian samping tulang belakang sebelum Anda sebelum memerah ASI. 3.       Memerah dengan Nyaman Anda bisa memerah ASI menggunakan tangan sendiri atau dengan pompa payudara manual atau elektrik. Gunakan jempol dan telunjuk saat Anda memerah menggunakan tangan.Berikut cara memerah ASI menggunakan tangan : Siapkan cangkir, gelas atau mangkuk yang sangat bersih. Cuci dengan air sabun dan keringkan dengan tissue/lap yang bersih. Tuangkan mendidih ke dalam cangkir dan biarkan selama beberapa menit. Bila sudah siap untuk memeras ASI, buang air dari cangkir. Cuci tangan dengan bersih dan seksama. Letakkan cangkir di meja atau pegang dengan satu tangan lain untuk menampung ASIP. Badan condong ke depan dan sangga payudara dengan tangan Letakkan ibu jari sekitar areola di atas puting susu dan jari telunjuk pada areola di bawah puting susu. Pijat ibu jari dan telunjuk ke dalam menuju dinding dada. Sekarang pijat areola di belakang puting susu di antara jari danibu jari. Ibu harus memijat sinus laktiferus di bawah areola. Tekan dan lepas, tekan dan lepas. Pada mulanya tidak ada ASI yang keluar, tetapi setelah diperas beberapa kali, ASI mulai menetes. ASI bisa juga memancar bila refleks pengeluaran aktif atau saat let down reflex. Peras areola dengan cara yang sama dari semua sisi agar yakin ASI diperas dari semua segmen payudara. Jangan memijat puting susu itu sendiri. Jangan menggerakkan jari sepanjang puting susu. Menekan atau menarik puting susu tidak dapat memeras ASI. Ini merupakan hal yang sama terjadi bila bayi mengisap dari puting susu saja. Sedangkan untuk pompa manual, Anda hanya tinggal memencet bagian balon karetnya saja. Anda bisa memerah ASI saat jam makan siang di kantor, atau kapanpun saat payudara sudah mulai terasa penuh. Ingat disiplin dalam memerah ASIP sangat penting. 4.       Kuasai Teknik MenyimpanIni dia yang terpenting. ASI yang disimpan dengan teknik yang tepat tidak akan basi, bertahan lama, dan tidak berkurang nutrisinya.Para ibu menyusui yang ingin menyimpan stok ASI, bisa menyimpannya di dalam botol kaca ataupun kantung ASI perah. Jika di kantor tidak tersedia kulkas, Anda bisa menyimpan ASI perah di dalam termos yang diberi es batu. Dengan cara ini, ASI perah bisa bertahan selama 24 jam.Jangan lupa beri label berisi tanggal dan jam perah ASIP di wadah penyimpanan. Gunakan ASIP dengan tanggal terlama dahulu. Sampai di rumah, masukkan ASI perah ke dalam kulkas. ASI perah bisa bertahan hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Di dalam freezer, ASI bertahan selama 3-4 bulan, pada deep freezer ASIP dapat bertahan 6 bulanTidak ada alasan untuk ibu bekerja tidak bisa menyusui ASI secara eksklusif, hal yang perlu dilakukan adalah : Niat yang tulus disertai pikiran yang positif Usahakan makan dan minum  yang bergizi Minta dukungan dari orang-orang sekitar Informasikan niatan untuk memberi ASI ekslusive 6 bulan (bahkan terus memberi ASI sampai 2 tahun) kepada atasan dan rekan kerja di kantor Atur waktu memerah ASI dengan tepat kurang lebih 2-4 jam sekali untuk memerah ASI Siapkan peralatan untuk memerah ASI Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang ASIP dan yang tidak kalah pentingnya adalah konsultasi ke klinik lakstasi terdekat. Baca juga: Mengatasi Stress Paska Melahirkan
 16 Aug 2018    16:00 WIB
Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Sang Ibu
Tahukah Anda bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda, tetapi juga bagi Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari menyusui bagi sang ibu.   Baca juga: Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui   Menyusui Dapat Menyembuhkan Tubuh Anda Saat Anda menyusui, maka tubuh Anda akan memproduksi hormon oksitosin, yang akan membantu rahim Anda berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula. Selain itu, adanya hormon ini juga dapat membantu mengurangi perdarahan rahim paska persalinan. Menyusui juga dapat mencegah payudara membengkak dan nyeri karena banyaknya ASI yang terdapat di dalamnya. Pembengkakan payudara ini dapat terjadi saat payudara sedang "mengubah" ASI yang dihasilkannya dari kolostrum menjadi ASI biasa atau saat Anda sudah beberapa hari tidak menyusui.   Menyusui Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Beberapa Penyakit Tertentu Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Menyusui Membantu Menurunkan Berat Badan Dengan Lebih Cepat Untuk memproduksi ASI, tubuh Anda membutuhkan sekitar 500 kalori setiap harinya. Dengan demikian, menyusui juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda paska melahirkan, yaitu sekitar 1-2 kg setiap bulannya.   Menyusui Dapat Menghemat Pengeluaran Anda Selain mudah (tidak butuh botol dan tidak perlu menyiapkan susu), ASI juga bebas dari kuman penyakit dan membuat Anda dapat berhemat karena tidak perlu membeli susu formula bayi yang cukup mahal. Anda juga dapat memberikan susu pada bayi Anda kapan saja dan di mana saja. Menyusui juga membuat Anda dapat beristirahat dan membentuk ikatan dengan bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 19 Jul 2018    11:00 WIB
Masalah Yang Ditemui Para Ibu Menyusui Dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Hore! Anda sudah berhasil melewati masa kehamilan dan persalinan Anda. Sekarang bayi mungil dan lucu sudah hadir dalam pangkuan Anda. Pasti saat-saat ini adalah saat yang membahagiakan Anda. Anda yang telah berhasil melewati masa kehamilan dan persalinan berjanji untuk memberikan ASI. Seperti kita ketahui manfaat ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Namun perlu Anda ketahui menyusui juga memiliki tantangan tersendiri ada beberapa hal yang bisa Anda hadapi. Kebanyakan wanita mengalami beberapa rasa ketidaknyamanan saat menyusui. Berikut adalah kendala yang paling umum dirasakan saat menyusui: Pembengkakan payudara Masalah: Setelah melahirkan, payudara Anda akan menjadi seperti batu keras dimana pasokan air ASI meningkat yang begitu banyak sehingga Anda mungkin hampir tidak dapat mengangkat lengan Anda. Solusi: Untungnya rasa sakit yang terburuk akan mereda dalam beberapa hari dan akan hampir hilang dalam beberapa minggu menyusui. Sampai saat itu, untuk meringankan ketidaknyamanan karena menyusui yang sering, gunakan kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelahnya,  pijat payudara Anda saat menyusui, beralih posisi kanan dan kiri, kemudian mengenakan bra menyusui yang nyaman. Keluar cairan Masalah: bocor, cairan keluar dari payudara pada saat hamil adalah hal yang wajar, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan sebagai pasokan dan permintaan ASI. Anda kemungkinan mengalami "bocor" ketika Anda mendengar atau bahkan berpikir tentang bayi Anda, yang dapat merangsang kelaurnya ASI. Solusi: Kenakan bantalan pada daerah puting dan areola sehingga Anda menjadi satu-satunya orang yang tahu bila Anda sedang "bocor" Setelah pasokan ASI Anda stabil setelah beberapa minggu pertama, Anda dapat mencoba menerapkan tekanan pada payudara Anda untuk membendung kebocoran tersebut. Mastitis Masalah: infeksi payudara ini sering terjadi ketika kuman, biasanya dari mulut bayi, masuk melalui celah di puting Anda atau melalui saluran susu Anda. Hal ini paling mungkin terjadi dalam enam minggu pertama, menimbulkan rasa sakit pada satu payudara dengan gejala seperti flu, termasuk demam dan kelelahan. Solusi: Dokter akan meresepkan antibiotik yang akan membuat Anda merasa lebih baik dengan cepat. Dan Anda tetap didorong untuk terus menyusui bahkan saat Anda sedang mengobati infeksi. ASI sedikit Masalah: Payudara Anda ASI sesuai permintaan, tapi akan sulit untuk tahu persis berapa banyak yang akan diproduksi. Bisa banyak bisa sedikit. Solusi: pasokan ASI cukup jika bayi memproduksi banyak popok kotor (8 sampai 10 popok basah dan setidaknya 5x buang air besar dalam sehari selama beberapa minggu pertama) dan biasanya bayi akan menunjukkan kenaikan berat badan. Jika pasokan susu Anda rendah, periksa apakah bayi Anda minum ASI dengan benar. Juga pastikan Anda cukup makan, beristirahat dan terhidrasi juga. Puting datar atau terbalik Masalah: Sebagian besar puting menonjol ke luar, bentuk ideal untuk mulut bayi. Namun puting beberapa perempuan ada yang datar atau masuk kedalam. Solusi: Memiliki puting datar atau terbalik tidak mempengaruhi kemampuan Anda untuk memasok susu, dan sering bayi bisa minum ASI tanpa hambatan. Jika bayi Anda mengalami kesulitan menempelkan mulutnya, kompres areola Anda dan menggunakan breast shell  atau pelindung payudara pada sesi menyusui. Puting sakit atau terbakar Masalah: Puting luka, terasa terbakar atau berkerak, itu mungkin karena infeksi jamur yang disebut thrush. Solusi: Periksa posisi menyusui Anda dan bayi Anda apakah menempel ke kedua areola dan puting dengan benar. Setelah menyusui biarkan payudara Anda terkena udara selama beberapa menit jika mungkin dan gosok krim lanolin. Membasmi sariawan dengan krim antijamur untuk Anda dan bayi yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Masalah pada saat menyusui memang membuat bingung para ibu, tetapi jangan pernah karena masalah ini kemudian Anda berhenti menyusui karena ASI adalah susu yang terbaik untuk bayi Anda. Baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: whattoexpect
 18 Jul 2018    13:00 WIB
Ingin ASI Melimpah ? Berikut Makanan Yang Harus Dikonsumsi Dan Dihindari!
ASI adalah asupan yang terpenting dan terbaik untuk bayi Anda, tidak ada satupun susu formula yang dapat menyamai kemampuan dari ASI. Jadi tidak heran bila para ibu hamil sudah bertekad sejak awal untuk memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan, atau bahkan sampai 2 tahun. Agar ASI yang Anda miliki melimpah ruah dan baik untuk bayi tentu dipengaruhi beberapa hal salah satunya adalah makanan yang Anda makan. Makan dengan baik ketika Anda menyusui adalah cara untuk mendapatkan berbagai makanan bergizi. Dan karena makanan yang bervariasi akan memberikan perubahan rasa dan bau pada ASI Anda. Berikut adalah pola makan yang baik saat menyusui: Protein: 3 porsi Kalsium: 5 porsi (atau sekitar 1.500 mg sangat penting karena menyusui menarik cadangan kalsium Anda) Makanan kaya besi: 1 porsi atau lebih Vitamin C: 2 porsi Sayuran berdaun hijau dan buah berwarna kuning: 3-4 porsi Buah-buahan dan sayuran lainnya: 1 porsi atau lebih Biji-bijian dan karbohidrat kompleks: 3 porsi atau lebih Makanan tinggi lemak: Jumlah kecil (Anda tidak perlu sebanyak yang Anda perlukan selama masa kehamilan) Asam lemak omega-3: 2-3 porsi per minggu, untuk mempromosikan pertumbuhan otak bayi seperti ikan rendah merkuri yaitu salmon liar dan sarden, Anda juga bisa konsumsi telur yang sudah diperkaya DHA dan asam lemak omega-3. Vitamin prenatal: setiap hari Makanan yang harus dihindari saat menyusui: Kafein yang berlebihan: Satu atau dua cangkir kopi, teh atau soda sehari tidak akan mempengaruhi bayi Anda. Namun bila lebih dari itu dapat menyebabkan Anda dan bayi merasa gelisah, mudah tersinggung dan sulit tidur. Selain itu konsumsi kafein berlebihan telah dikaitkan dengan kolik dan peningkatan asam lambung pada beberapa bayi. Ikan tinggi merkuri: pedoman EPA yang sama mengenai konsumsi ikan yang berlaku untuk wanita hamil juga berlaku untuk wanita menyusui: hindari ikan yang tinggi merkuri termasuk hiu, tilefish dan makarel, dan batasi tuna ke kaleng putih, 6 ons per minggu. Susu tinggi lemak dan daging: Pada daging bukan tidak mungkin mengandung pestisida dan bahan kimia yang berbahaya. Setiap kali Anda akan konsumsi susu l tinggi lemak, unggas dan daging, pertimbangkan untuk memilih yang organik, karena produsen tidak menggunakan antibiotik, hormon pertumbuhan, pestisida atau bahan kimia lainnya. Makanan olahan: Sebagai aturan umum, periksa label dan mencoba untuk menghindari makanan olahan yang mengandung bahan aditif. Makanan mentah: seperti ikan mentah (termasuk sushi dan tiram), keju lunak, telur setengah matang, mayonaise. Berapa banyak air yang Anda minum selama masa menyusui? Usahakan untuk minum 8 gelas setiap hari - terutama di minggu-minggu awal setelah melahirkan karena akan membantu tubuh Anda cepat pulih. Untuk memastikan Anda mendapatkan cukup, cairan usahakan untuk minum secangkir air pada setiap sesi menyusui. Perlu diingat pasokan ASI Anda tidak akan terpengaruh kecuali Anda mengalami dehidrasi yang serius, tetapi urin Anda akan menjadi lebih gelap dan pekat. Tidak minum yang cukup dapat membuat Anda mengalami masalah kesehatan termasuk infeksi saluran kemih (ISK), sembelit dan kelelahan. Makanan adalah hal yang penting pada saat menyusui, semoga dengan mengikuti pola makan diatas maka ASI Anda akan melimpah dan menyehatkan bayi Anda. Baca juga: Berapa Banyak Minyak Ikan Yang Harus Dikonsumsi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber:whattoexpect
 07 Jul 2018    08:00 WIB
10 Makanan Yang Baik Untuk Ibu Menyusui
Ada banyak manfaat yang didapat dari menyusui bukan hanya untuk bayi namun juga untuk ibu yang menyusui. Oleh karena itu sebuah gaya hidup sehat dan makanan yang mempunyai gizi seimbang sangat penting bagi Anda. Berikut adalah makanan yang baik untuk para ibu yang menyusui: 1.      Sayuran hijau Bayam, brokoli dan adalah sayuran berdaun hijau lainnya merupakan gudang vitamin A, Vitamin C dan zat besi. Sayuran hijau merupakan makanan yang baik untuk ibu menyusui dan penting bagi pertumbuhan bayi. Sayuran ini juga rendah kalori, sumber kalsium yang sangat baik dan sehat, sumber antioksidan yang penting bagi Anda dan bayi Anda. 2.      Buah-buahan Buah-buahan merupakan sumber antioksidan, vitamin dan mineral. Vitamin C membantu dalam penyembuhan luka. Oleh karena itu disarankan untuk meningkatkan asupan buah seperti jeruk, tomat, dll dalam diet Anda. Buah-buahan seperti apel dan pisang membantu untuk meningkatkan tingkat energi dalam tubuh dan membantu tetap sehat. 3.      Telur Telur adalah sumber protein dan kaya akan vitamin D. Sehingga membantu perkembangan pertumbuhan dan penguatan tulang dan otot bayi Anda 4.      Air putih Untuk memastikan produksi susu yang tepat dan mempertahankan tingkat energi yang memadai dalam tubuh Anda, Anda perlu untuk tetap terhidrasi dengan baik. 5.      Sereal gandum Sereal gandum seperti oatmeal, beras merah, barley, dll, kaya sumber nutrisi penting seperti protein, vitamin, zat besi dan mineral lainnya. Sehingga membantu menyediakan energi dan stamina untuk Anda. Selain itu juga membantu dalam pertumbuhan secara keseluruhan dan perkembangan bayi Anda. 6.      Produk susu rendah lemak Produk susu rendah lemak seperti susu, yogurt, dll selain sebagai sumber yang kaya vitamin B dan D, produk susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Kalsium diperlukan untuk pengembangan struktur tulang bayi Anda. 7.      Daging tanpa lemak Daging tanpa lemak dari ikan dan ayam kaya akan nutrisi penting. Menyediakan DHA dan asam lemak esensial untuk Anda dan membantu dalam mengembangkan sistem saraf bayi Anda dan meningkatkan pertumbuhan secara keseluruhan. Semua nutrisi lain yang hadir dalam daging tanpa lemak mendorong pemulihan dan memberi manfaat bagi ibu yang baru melahirkan. 8.      Bawang putih Bawang putih mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda dan meningkatkan laktasi. Anti mikroba dan sifat antioksidan yang dimiliki oleh bawang putih membantu melawan infeksi dan meningkatkan pasokan susu dalam tubuh Anda. 9.      Wortel Wortel yang diperkaya dengan karbohidrat dan kalium, yang keduanya membantu meningkatkan energi dan stamina pada ibu menyusui. Wortel juga memiliki sifat antioksidan 10.  Kacang-kacangan Kacang-kacangan merupakan sumber yang kaya protein dan kadar besi. Buncis, kacang polong, kacang tanah, kacang merah, dan kacang hitam adalah contoh kacang-kacangan yang baik. Sumber: momjunction
 05 Jun 2018    13:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 26 Feb 2018    08:00 WIB
Ibu Menyusui Adalah Wanita Yang Beruntung! Ini Loh Manfaat Dari Menyusui Untuk Anda dan Bayi Yang Baru Lahir
Menjadi seorang ibu adalah salah satu bagian paling penting dari kehidupan seorang wanita, mengingat dia harus merawat keduanya, dirinya sendiri dan kesehatan anaknya yang baru lahir. Begitu bayi memasuki dunia baru, bayi itu tumbuh besar dan tergantung pada susu ibunya sebagai sumber makanan dalam beberapa bulan pertama. Menyusui adalah makanan yang paling utama yang diberikan pada bayi sampai mulai memberi makan makanan padat. Menurut para ahli, ibu harus dengan paksa menyusui bayi mereka selama enam bulan pertama dan kemudian mengenalkannya ke makanan padat. Tidak ada makanan yang bisa menggantikan susu ibu karena ini merupakan sumber nutrisi unik untuk bayi. ASI mengandung campuran vitamin, protein dan lemak yang sempurna. Menyusui tidak hanya penting untuk kesehatan bayi, tapi juga manfaat sehat bagi ibu. Menurut sebuah penelitian, menyusui memiliki potensi untuk mengurangi risiko kencing manisTemuan tersebut mengungkapkan bahwa menyusui dapat mengubah metabolisme ibu berpotensi mengalami kencing manis.   Berikut Manfaat Menyusui: Baik Untuk Pencernaan Bayi Bayi yang disusui umumnya jarang mengalami sembelit karena susu ibu mudah dicerna dan tidak meluangkan waktu untuk bertahan dalam sistem pencernaan. Masalah Gigi pada Bayi ASI mengandung jumlah kalsium yang baik yang membantu menjaga gigi anak tetap kuat saat tumbuh. Gerakan mengisap juga membantu menjaga pertumbuhan gigi. Bayi Lebih Kuat Terhadap Infeksi ASI memiliki sifat anti bakteri yang membantu membangun kekebalan bayi, yang membuat mereka lebih kuat terhadap infeksi. Menurunkan Berat Badan Ibu Saat menyusui, ibu cenderung kehilangan kalori, yang selanjutnya membantu mereka menurunkan berat badan. Dikatakan bahwa dibutuhkan sekitar 20 kalori untuk menghasilkan 29 ml ASI. Mengurangi Resiko Kanker pada Ibu Para ahli telah menghubungkan menyusui dengan risiko kanker endometrium yang lebih rendah. Menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara pada wanita. Meningkatkan Ikatan Antara Ibu dengan Anak Menyusui adalah ikatan terdekat yang dimiliki orang tua dengan keturunan mereka. Sang ibu menjanjikan semua nutrisi dan perawatannya, baik di dalam maupun di luar rahim. Melihat semua manfaat menyusui, maka sebagai seorang ibu Anda harus berusaha untuk memberikan ASI kepada anak. Namun bila memang ASI Anda tidak keluar maka Anda juga tidak perlu khawatir yang terpenting Anda menjaga asupan bayi dengan susu formula yang tepat.   Baca juga: Mengalami Kencing Manis Bukan Berarti Hidup Anda Berakhir, Ini Anjuran Yang Dapat Diikuti Agar Selalu Sehat   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: NDTV