Your browser does not support JavaScript!
 30 Apr 2021    12:00 WIB
Pembalut yang Aman Untuk Organ Intim
Saat sedang datang bulan wanita pasti perlu menggunakan pembalut, pembalut merupakan hal yang sangat wajib dimiliki oleh perempuan. Tetapi tahukah kamu bahwa sekarang sudah banyak pembalut yang berbahaya untuk organ intim. Nah jadi bagaimana cara agar kita dapat mengetahui bahwa pembalut itu aman atau tidak untuk organ intim kita? Simak tips berikut ini agar dapat mengetahui pembalut yang aman untuk digunakan! 1.     Tidak memiliki aroma Disarankan agar jangan memilih pembalut yang memiliki aroma, pembalut yang berbau kimia sangat berbahaya untuk kesehatan organ intim. Biasanya wanita suka untuk memakai pembalut yang memiliki aroma agar menghilangkan aroma yang tidak sedap, tetapi sebenarnya pembalut yang memiliki aroma lebih beresiko untuk terkena infeksi jamur dan juga dapat mempengaruhi kesuburan. Biasanya pembalut kesehatan harganya lebih tinggi dibandingkan dengan pembalut biasa.   2.     Tekstur Tekstur dari pembalut juga dapat memperngaruhi Kesehatan organ intim loh. Cobalah untuk memilih pembalut yang bertekstur lembut dan halus, sehingga nyaman digunakan. Jika tekstur dari pembalut kasar,bisa membuat kulit menjadi sensitif, banyak pembalut yang kasar membuat kulit menjadi iritasi.   3.     Daya serap Pilihlah pembalut yang memiliki daya serap yang tinggi, karena bisa membuat kita lebih nyaman. Pembalut yang memiliki daya serap yang tinggi bisa mencegah menstruasi tembus ke pakaian. Darah haid yang dikeluarkan setiap wanita berbeda- beda, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Disarankan wanita yang memiliki darah menstruasi banyak untuk menggunakan pembalut yang lebih Panjang.   4.     Bahan pembalut Pilihlah pembalut yang terbuat dari bahan yang aman dan sehat untuk kesehatan organ intim. Jangan menggunakan pembalut yang terbuat dari bahan kertas daur ulang, karena bahan ini bisa menggangu kesehatan organ intim wanita.   Baca juga: Hati-hati, Ada Bahan Beracun Dalam Pembalut/ Tampon Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang    
 23 Apr 2021    20:00 WIB
Waktu Terbaik Untuk Berhubungan Seks
Waktu yang tepat merupakan salah satu hal penting yang dapat mempengaruhi banyak aspek dari kehidupan anda, mulai dari pekerjaan, berbelanja, bahkan berhubungan seks. Anda mungkin telah mengetahui kapan waktu yang baik untuk berhubungan seks sehingga terjadi kehamilan (biasanya pada pertengahan siklus menstrual anda, yaitu antara hari ke 11 dan 21, tergantung pada masing-masing orang), akan tetapi anda mungkin belum mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual untuk memperoleh tujuan anda, misalnya untuk memperoleh kepuasan seksual yang maksimal.   1.      Jika Ingin Mencapai Orgasme yang Sangat Memuaskan Walaupun terdengar tidak mungkin, akan tetapi hari terbaik untuk memperoleh orgasme yang luar biasa sebenarnya adalah 1 hari sebelum masa menstruasi anda dimulai. Darah yang terkumpul di dalam rahim, membuat rahim lebih berat, yang membuat kontraksi saat orgasme lebih terasa dan bibir vagina serta klitoris anda pun cenderung lebih sensitif saat tubuh menahan lebih banyak cairan (sebelum dan saat masa menstruasi).   2.      Jika Ingin Hubungan Seks Berlangsung Lebih Lama Saat terbaik untuk memperoleh hubungan seks yang berlangsung lebih lama adalah saat liburan, misalnya saat liburan akhir tahun, di mana anda dan pasangan anda tidak bekerja. Saat anda tidak tertekan oleh banyak pekerjaan dan dapat menghabiskan banyak waktu bersama pasangan anda, maka akan lebih mudah untuk memperoleh hubungan seks yang tidak terburu-buru dan berlangsung terus-menerus. Anda dapat menggoda pasangan anda seharian penuh!   3.      Jika Ingin Membuat Pria Anda Sangat Bergairah Anda tentunya telah menyadari bahwa pasangan anda akan terbangun dalam keadaan berereksi. Oleh karena itu, daripada menunggu sepanjang hari untuk berhubungan seks dengan pasangan anda, anda dapat melakukan seks singkat di pagi hari yang sangat menyenangkan. Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, maka wanita lebih cepat lelah di malam hari. Oleh karena itu, gairah anda pun akan ikut berkurang saat waktu semakin larut. Dengan kata lain, anda memiliki lebih banyak tenaga dan semangat di pagi hari daripada di malam hari.   4.      Jika Ingin Merasa Lebih "Percaya Diri" di Atas Ranjang Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang berolahraga dapat merasa lebih percaya diri pada bentuk tubuhnya, walaupun mereka tidak mengalami penurunan berat badan atau perubahan dalam hal stamina. Dengan kata lain, walaupun sebenarnya tidak ada perubahan pada tubuh anda saat anda berolahraga, anda merasa ada sesuatu yang berbeda. Anda mungkin akan merasa lebih percaya saat berhubungan seks saat baru selesai berolahraga.   5.      Jika Ingin "Lepas Kendali" Melakukan hubungan seks di luar ruangan seperti di halaman atau di atap rumah anda dapat membuat anda lebih berpikiran terbuka, karena anda telah keluar dari zona nyaman anda. Selain itu, sinar matahari juga dapat meningkatkan produksi serotonin di dalam otak anda, yang dapat memperbaiki mood dan membuat anda merasa lebih baik.   6.      Jika Anda Terlalu Sibuk Rencanakanlah sebuah kencan di akhir minggu bersama pasangan anda atau kapanpun saat anda dan pasangan tidak harus bekerja dan tidak merasa terlalu lelah. Anda bahkan tidak perlu pergi keluar rumah untuk berkencan. Nyalakan sebuah lagu romantis, pesan makanan anda, dan nikmatilah waktu anda berdua dengan pasangan, jauh dari semua kesibukan anda. Bila anda telah memiliki anak, maka anda mungkin dapat menitipkan anak anda pada keluarga anda yang lainnya sehingga anda memiliki waktu berduaan dengan pasangan anda untuk bersantai dan menikmati keberadaan masing-masing. Semakin romantis dan santai lingkungan anda, maka semakin luar biasa pula hubungan seks anda. Fokuslah pada kualitas daripada kuantitas.   7.      Jika Ingin Keluar dari Rutinitas Seksual Semakin lama usia pernikahan anda, maka kreativitas anda di tempat tidur pun akan semakin berkurang dan semakin sulit. Bila anda sudah mulai merasakan kebosanan dalam berhubungan seks karena mulai terasa seperti rutinitas, maka ubahlah waktunya, anda dapat membangunkan pasangan anda di tengah malam atau saat subuh untuk berhubungan seks, dan pasangan anda mungkin tidak akan merasa keberatan.   8.      Jika Ingin Bertahan dari Musim Pernikahan Terlalu banyak undangan pernikahan yang harus dihadiri di akhir minggu? Hal ini dapat membuat anda dan pasangan cukup sibuk di malam hari. Oleh karena itu, kenapa menunggu hingga malam hari setelah acara selesai untuk berhubungan seks? Mengapa tidak melakukannya sebelum pergi ke pesta? Hal ini mungkin dapat membuat anda tampak bahagia dan bersinar di pesta tersebut.    Baca Juga: Kapan Saat yang Tepat Untuk Mencium Pasangan Anda? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womansday
 22 Apr 2021    14:00 WIB
Menstruasi Terjadi Dua Bulan Sekali, Apakah Masih Normal?
Seorang wanita bisa saja mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Namun, kalau menstruasi itu terjadi setiap dua bulan sekali, apakah normal? Menurut Dokter Kebidanan dan Kandungan dari Mayapada Hospital Kuningan (MHKN), dr. Denny Khusen, Sp.OG, siklus menstruasi yang normal adalah 21 35 hari dan berlangsung selama 3 -7 hari. "Bila menstruasi seseorang masih dalam range tersebut, masih dikatakan normal," ujar dr. Denny Khusen, Sp.OG. Wanita yang siklus menstruasi di atas 35 hari, atau dua bulan sekali (60 hari), dianjurkan melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Khawatirnya, menstruasi yang berlangsung lama atau tidak teratur karena ada beberapa faktor penyebabnya.   Berikut sejumlah faktor penyebab menstruasi tidak lancar: • Kehamilan Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi seperti IUD (spiral), KB suntik, atau pil KB dapat menyebabkan perubahan berupa flek di antara siklus menstruasi.     • Penyakit tiroid Gangguan menstruasi bisa terjadi ketika wanita mengalami penyakit tiroid, salah satunya hipertiroid. Kondisi ini terjadi karena kelebihan hormon tiroksin yang dihasilkan kelenjar tiroid di dalam tubuh sehingga mengakibatkan gangguan pada metabolisme tubuh termasuk siklus menstruasi.     • Stres Perubahan reaksi tubuh karena adanya ancaman, tuntutan kehidupan (stres) dapat memengaruhi siklus menstruasi menjadi lebih lama, pendek, bahkan berhenti.   • Penurunan dan penambahan berat badan Penurunan atau penambahan berat badan secara drastis bisa menyebabkan menstruasi tidak lancar atau tidak teratur. Begitu juga dengan obesitas (berat badan berlebih). Selain itu, kurang tidur juga dapat memengaruhi siklus menstruasi.     • Sindrom ovarium polikistik (PCOS) Menurut ahli di National Institutes of Health MedlinePlus, PCOS adalah kelainan pada hormon dan sistem metabolisme tubuh, sehingga fungsi indung telur terganggu. Wanita dengan PCOS punya kadar hormon maskulin yang berlebihan. Kelebihan hormon maskulin dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan. Karena sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur, kondisi ini akan membuat periode menstruasi tidak teratur.     • Perimenopause Ini adalah periode transisi yang dialami wanita ketika memasuki masa berakhirnya menstruasi (menopause). Pada periode perimenopause, wanita dapat mengalami beberapa gejala, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan hot flashes.   Baca Juga: Berbagai Hal yang Dapat Mengganggu Siklus Menstruasi Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: Alodokter, Halodoc, Mayapadahospital Penulis: Tomi Nala
 23 Mar 2021    13:00 WIB
9 Fakta Seputar Menstrual Cup yang Kian Jadi Tren
Tren penggunaan menstrual cup di Indonesia kian meningkat. Alat higienis wanita yang dipakai di vagina saat menstruasi ini dinilai ramah lingkungan. Sebagaimana dilansir dari Healthline, bentuk menstrual cup seperti corong minyak. Ukurannya kecil dan terbuat dari silikon yang berbahan aman untuk tubuh. Dokter Darrell Fernando, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Mayapada Hospital Kuningan (MHKN), mengatakan, dalam pertimbangan medis, menstrual cup aman digunakan dan minim efek samping. Menstrual cup yang terbuat dari bahan fleksibel itu bisa menampung darah menstruasi kurang lebih sama efektifnya dengan pembalut sekali pakai. Berikut fakta lain seputar menstrual cup. Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal medis The Lancet tahun 2019 menunjukkan 72 persen perempuan yang mencoba menggunakan menstrual cup memutuskan melanjutkan penggunaannya. Pengalaman pertama memakai menstrual cup mungkin menyebabkan rasa tidak nyaman. Namun, semakin sering penggunaan, akan menimbulkan rasa nyaman. Penggunaan menstrual cup akan mengurangi sampah pembalut di Indonesia. Data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), pembalut bisa menyumbangkan sampah hingga 1,4 miliar buah di Indonesia. Menurut informasi yang dikutip dari Healthline, biasanya menstrual cup kecil direkomendasikan untuk perempuan berusia di bawah 30 tahun dan belum melahirkan secara normal. Menstrual cup punya daya tampung darah yang dapat mencapai 30 mililiter, normalnya dalam sehari darah menstruasi berkisar 15 - 25 mililiter. Sebuah studi 2011, seperti dilaporkan CNN, mengungkapkan bahwa pengguna menstrual cup mungkin memiliki masalah iritasi vagina.  Pada perempuan yang sering mengalami pendarahan, flek terus menerus, atau keluar flek saat berhubungan seksual, sebaiknya berkonsultasi ke dokter kandungan sebelum menggunakan menstrual cup. Dokter Darrell Fernando, Sp.OG menyebut perempuan yang memiliki masalah infeksi seperti keputihan harus konsultasi ke dokter sebelum memakai menstrual cup.  Harga menstrual cup berkisar mulai dari 100 ribuan.     Baca juga : Tips Untuk Mengatasi Gangguan Emosional Akibat Sindrom Premenstrual   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 11 Feb 2021    12:00 WIB
PMS Mengganggu? Atasi dengan Cara Ini!
Perubahan suasana hati, nyeri payudara, kembung, jerawat, mungkin kamu alami jelang masa menstruasi. Hal-hal itu biasa dinamakan dengan PMS alias Premenstrual Syndrome. Lantas, adakah cara untuk mengatasinya? Perubahan nutrisi dan gaya hidup adalah langkah pertamanya. Berikut ini beberapa rekomendasi sehat untuk mengatasi gejala PMS setiap bulannya. Perubahan Nutrisi Makan biji-bijian yang tinggi serat (seperti roti gandum, pasta gandum utuh, dan sereal berserat tinggi, bukan roti putih, pasta putih, dan sereal manis). Biji-bijian utuh membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dibandingkan dengan biji-bijian olahan seperti roti putih, yang dapat mengendalikan nafsu makan dan mencegah perubahan suasana hati yang terkait dengan PMS. Kurangi gula dan lemak. Meskipun tubuh Anda mungkin menginginkan makanan manis atau makanan cepat saji yang tinggi lemak, cobalah untuk membatasi makanan ini karena dapat menambah gejala PMS Anda seperti kembung. Batasi makanan yang tinggi garam (natrium) selama beberapa hari sebelum menstruasi. Misalnya, hindari: sup kalengan, junk food, dan keripik yang sangat tinggi natrium. Mengurangi natrium dapat membantu mengendalikan kembung dengan menurunkan jumlah cairan yang ditahan tubuh Anda. Tetap terhidrasi Minum banyak air untuk mengurangi kembung dan membantu pencernaan. Kurangi kafein. Mengurangi jumlah kafein yang Anda makan dan minum (soda, minuman kopi, dan cokelat) dapat membantu Anda mengurangi rasa tegang dan juga dapat meredakan iritabilitas dan nyeri payudara. Jangan lupakan kalsium! Studi penelitian telah menunjukkan bahwa mendapatkan 1.300 mg kalsium per hari membantu gejala PMS seperti perubahan suasana hati, sakit kepala, dan mudah tersinggung. Ini berarti Anda harus makan atau minum tiga hingga empat porsi makanan berkalsium tinggi (seperti susu, OJ yang diperkaya, atau susu kedelai) setiap hari atau mengonsumsi suplemen kalsium. Perubahan Gaya Hidup Fit dalam berolahraga. Lakukan olahraga aerobik (seperti lari, menari, atau lompat tali) selama 30-60 menit sehari, 4 hingga 6 kali seminggu. Cobalah untuk mempertahankan jadwal yang teratur. Ini termasuk makan, olahraga, dan waktu tidur. Minimalkan stres. Jika memungkinkan, cobalah untuk menjadwalkan acara yang menurut Anda bisa membuat stres selama seminggu setelah menstruasi. Hindari alkohol. Minum alkohol sebelum haid dapat membuat Anda merasa lebih tertekan.Baca juga: Seks Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?
 21 Jan 2021    11:00 WIB
Waktu Menstruasi Menjadi Cepat, Kenapa ya?
Setiap wanita memiliki siklus menstruasi dan lama menstruasi yang berbeda. Sebagian besar wanita memiliki lama menstruasi antara 5-7 hari. Siklus menstruasi yang normal adalah antara 21-45 hari. Variasi siklus menstruasi ini terutama tergantung pada gaya hidup dan obat-obatan apa saja yang dikonsumsi oleh seorang wanita. Menstruasi biasanya dimulai saat seorang wanita berusia 12-15 tahun dan akan terus terjadi setiap bulannya hingga mencapai masa menopause. Beberapa remaja perempuan yang aktif berolahraga seringkali mengalami keterlambatan menarke (menstruasi pertama). Pada sebagian besar wanita, lama menstruasi yang lebih singkat dari biasanya mungkin tidak berhubungan dengan gangguan kesehatan apapun. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang wanita, siklus menstruasi dan lama menstruasinya pun dapat menjadi lebih singkat atau bahkan hanya 2 hari saja. Bila Anda khawatir mengapa lama menstruasi Anda menjadi lebih singkat, dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Penyebab Siklus menstruasi dan lama menstruasi seorang wanita seringkali dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidupnya. Stress akibat pekerjaan atau akibat adanya masalah dengan pasangan mungkin dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih berat (volume darah yang keluar lebih banyak) daripada biasanya atau lama menstruasi justru menjadi lebih singkat daripada biasanya. Pada beberapa orang wanita, meningkatnya aktivitas fisik seperti olahraga juga dapat membuat lama menstruasi menjadi lebih singkat. Alasan lainnya mengapa siklus menstruasi atau lama menstruasi seorang wanita menjadi lebih singkat mungkin adalah wanita lainnya yang tinggal bersamanya. Menurut sebuah penelitian di Amerika, wanita yang tinggal bersama dengan wanita lain seringkali memiliki siklus menstruasi yang sama atau mirip dengan yang lainnya. Selain itu, pindah tempat tinggal juga dapat membuat lama menstruasi Anda menjadi lebih singkat.  Beberapa gangguan makan berat seperti anoreksia dan bulimia nervosa juga dapat mempengaruhi siklus dan lama menstruasi. Pada kasus yang berat, menstruasi bahkan dapat terhenti sama sekali atau menjadi sangat singkat seiring dengan semakin menurunnya berat badannya. Salah satu alasan tersering dari mengapa lama menstruasi menjadi lebih singkat atau lebih panjang atau malah berhenti sama sekali adalah gangguan keseimbangan hormonal. Wanita yang mengalami gangguan keseimbangan hormonal mungkin memerlukan terapi hormonal atau obat-obatan untuk mengembalikan siklus menstruasi normalnya. Selain itu, seorang wanita yang mengalami gangguan kesehatan tertentu seperti sindrom ovarium polikistik juga dapat mengalami gangguan siklus dan lama menstruasi. Mereka mungkin memerlukan pengobatan untuk membuat siklus menstruasinya kembali normal. Walaupun pada sebagian besar wanita lama menstruasi yang menjadi lebih singkat bukanlah suatu gejala adanya gangguan kesehatan, akan tetapi bila hal ini berlangsung selama beberapa bulan, maka Anda mungkin harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apa penyebab perubahan lama menstruasi Anda tersebut. Baca juga: Cara Mengatasi Kram Menstruasi Sumber: ehow
 09 Jan 2021    15:00 WIB
Kenali 7 Tanda Menopause Dini
Kekeringan Vagina Jika siklus hormonal Anda normal, vagina Anda tentunya akan selalu terlumasi. Namun Jika dalam tempo yang lama vagina Anda kering, kemungkinan besar Anda mendekati masa menopause. Perubahan Suasana Hati Ketika akan mendekati masa menopause, suasana hati Anda mendadak akan naik turun. Bisa jadi Anda akan mudah emosi, sedih berlebihan, dan merasa tertekan. Bahkan pada sejumlah orang ada kecendrungan untuk melakukan bunuh diri. Gairah Seks yang Rendah Di rentang usia 20 hingga 30an, dorongan seksual seorang wanita harusnya sedang berada di puncaknya. Namun jika hal itu meredup, kemungkinan Anda mendekati masa menopause. Baca juga: Cara Mengatasi Gejala Menopause Menstruasi tidak terartur Saat mendekati masa menopause, siklus menstruasi seorang wanita akan tiba-tiba terganggu. Segera periksakan ke dokter. Rendah Kalsium Ketika tingkat estrogen berkurang dalam tubuh, tulang mulai kehilangan kalsium. Jadi jika Anda mengalami sakit sendi atau tulang yang lemah, itu bisa berarti masa menopause sedang mendekati Anda. Jantung Terganggu Hormon reproduksi wanita melindungi jantung dari kerusakan. Ketika masa menopause sudah dekat, kondisi itu akan mulai mempengaruhi kesehatan jantung. Infertilitas Jika kadar hormon dan menstruasi menjadi tidak teratur, Anda akan memiliki kesulitan untuk hamil. Infertilitas atau ketidaksuburan menjadi hal yang umum di antara wanita yang mendekati menopause dini. Baca juga: Seberapa Aktif Kehidupan Seksual Anda Setelah Menopause?
 09 Jan 2021    13:00 WIB
Seks Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?
Banyak yang menganggap bahwa berhubungan seks saat menstruasi dapat mencegah kehamilan. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Meski kemungkinannya kecil, Anda bisa saja hamil apabila hubungan seks dilakukan saat sedang haid. Risiko kehamilan akan lebih besar bila hubungan seks dilakukan selama ovulasi, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Namun durasi siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, dan dapat berubah setiap bulannya. Pertimbangkan pula bahwa sperma yang telah masuk ke rahim dapat bertahan hidup hingga sekitar lima hari.  Jika Anda memiliki siklus haid yang pendek (misalnya, 21-24 hari) dan mengalami ovulasi segera setelah selesai haid, kemungkinan hamil akan lebih tinggi. Apa alasannya? Pasalnya, ada kemungkinan sel telur akan keluar saat sperma masih bertahan dalam saluran reproduksi Anda. Lalu, pembuahan pun bisa berlangsung. Selain masih berpeluang hamil, berhubungan seks saat menstruasi juga dapat menimbulkan risiko, apa saja itu? TERTULAR PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Berhubungan seks saat haid membuat Anda lebih berisiko terkena penyakit menular seksual. Infeksi menular seksual yang berkaitan dengan haid adalah jenis yang ditularkan melalui darah, seperti HIV dan hepastitis. Wanita berisiko terkena penyakit menular seksual apabila pasangannya positif mengidap infeksi menular seksual, kemudian mereka melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Pasalnya, leher rahim akan sedikit terbuka selama masa haid. Kondisi ini memungkinkan kuman lebih mudah untuk memasukinya. Baca juga: Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan! TERKENA INFEKSI JAMUR Vagina memiliki kadar pH (indikator tingkat asam atau basa) antara 3,8 hingga 4,5 setiap bulannya. Namun selama menstruasi, kadar pH dapat meningkat akibat pH darah menjadi lebih tinggi. Inilah yang dapat menyebabkan jamur atau ragi berkembang lebih cepat di vagina. Gejala infeksi jamur pada vagina cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi. Jadi, apabila hubungan seksual dilakukan selama waktu tersebut, gejala bisa saja bertambah parah. Meski begitu, infeksi jamur ketika bercinta saat haid masih memerlukan penelitian yang lebih luas agar hasilnya akurat. Berikut ini adalah tips aman berhubungan seks ketika sedang menstruasi: - Lakukan saat volume darah menstruasi berkurang - Bercinta di kamar mandi - Pastikan pasangan menggunakan kondom Meski begitu, Anda sebaiknya tetap berhati-hati agar penetrasi tidak terlalu dalam. Hal ini karena Penetrasi yang terlalu dalam dapat menyentuh leher rahim (serviks). Pasalnya, posisi serviks akan lebih rendah dan lebih sensitif saat wanita datang bulan sehingga rasa nyeri bisa saja muncul. Beri tahu pasangan Anda apabila seks mulai memicu rasa sakit atau tidak nyaman. Kemudian, Anda dan pasangan bisa melanjutkan bercinta dengan lebih perlahan-lahan. Baca juga: Selain Mencegah Kehamilan, Ini Manfaat Lain dari Pil KB
 01 Jan 2021    15:00 WIB
Usai Haid Payudara Masih Nyeri, Ini Penyebabnya
Nyeri pada payudara bisa terjadi sebelum, selama ataupun setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya. Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri. Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya. Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan. Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab. Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini. Baca juga: Puting Payudara Menghitam, Ini Penyebabnya! Sumber: medhealthdaily