Your browser does not support JavaScript!
 23 Mar 2021    13:00 WIB
9 Fakta Seputar Menstrual Cup yang Kian Jadi Tren
Tren penggunaan menstrual cup di Indonesia kian meningkat. Alat higienis wanita yang dipakai di vagina saat menstruasi ini dinilai ramah lingkungan. Sebagaimana dilansir dari Healthline, bentuk menstrual cup seperti corong minyak. Ukurannya kecil dan terbuat dari silikon yang berbahan aman untuk tubuh. Dokter Darrell Fernando, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Mayapada Hospital Kuningan (MHKN), mengatakan, dalam pertimbangan medis, menstrual cup aman digunakan dan minim efek samping. Menstrual cup yang terbuat dari bahan fleksibel itu bisa menampung darah menstruasi kurang lebih sama efektifnya dengan pembalut sekali pakai. Berikut fakta lain seputar menstrual cup. Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal medis The Lancet tahun 2019 menunjukkan 72 persen perempuan yang mencoba menggunakan menstrual cup memutuskan melanjutkan penggunaannya. Pengalaman pertama memakai menstrual cup mungkin menyebabkan rasa tidak nyaman. Namun, semakin sering penggunaan, akan menimbulkan rasa nyaman. Penggunaan menstrual cup akan mengurangi sampah pembalut di Indonesia. Data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), pembalut bisa menyumbangkan sampah hingga 1,4 miliar buah di Indonesia. Menurut informasi yang dikutip dari Healthline, biasanya menstrual cup kecil direkomendasikan untuk perempuan berusia di bawah 30 tahun dan belum melahirkan secara normal. Menstrual cup punya daya tampung darah yang dapat mencapai 30 mililiter, normalnya dalam sehari darah menstruasi berkisar 15 - 25 mililiter. Sebuah studi 2011, seperti dilaporkan CNN, mengungkapkan bahwa pengguna menstrual cup mungkin memiliki masalah iritasi vagina.  Pada perempuan yang sering mengalami pendarahan, flek terus menerus, atau keluar flek saat berhubungan seksual, sebaiknya berkonsultasi ke dokter kandungan sebelum menggunakan menstrual cup. Dokter Darrell Fernando, Sp.OG menyebut perempuan yang memiliki masalah infeksi seperti keputihan harus konsultasi ke dokter sebelum memakai menstrual cup.  Harga menstrual cup berkisar mulai dari 100 ribuan.     Baca juga : Tips Untuk Mengatasi Gangguan Emosional Akibat Sindrom Premenstrual   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 11 Feb 2021    12:00 WIB
PMS Mengganggu? Atasi dengan Cara Ini!
Perubahan suasana hati, nyeri payudara, kembung, jerawat, mungkin kamu alami jelang masa menstruasi. Hal-hal itu biasa dinamakan dengan PMS alias Premenstrual Syndrome. Lantas, adakah cara untuk mengatasinya? Perubahan nutrisi dan gaya hidup adalah langkah pertamanya. Berikut ini beberapa rekomendasi sehat untuk mengatasi gejala PMS setiap bulannya. Perubahan Nutrisi Makan biji-bijian yang tinggi serat (seperti roti gandum, pasta gandum utuh, dan sereal berserat tinggi, bukan roti putih, pasta putih, dan sereal manis). Biji-bijian utuh membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dibandingkan dengan biji-bijian olahan seperti roti putih, yang dapat mengendalikan nafsu makan dan mencegah perubahan suasana hati yang terkait dengan PMS. Kurangi gula dan lemak. Meskipun tubuh Anda mungkin menginginkan makanan manis atau makanan cepat saji yang tinggi lemak, cobalah untuk membatasi makanan ini karena dapat menambah gejala PMS Anda seperti kembung. Batasi makanan yang tinggi garam (natrium) selama beberapa hari sebelum menstruasi. Misalnya, hindari: sup kalengan, junk food, dan keripik yang sangat tinggi natrium. Mengurangi natrium dapat membantu mengendalikan kembung dengan menurunkan jumlah cairan yang ditahan tubuh Anda. Tetap terhidrasi Minum banyak air untuk mengurangi kembung dan membantu pencernaan. Kurangi kafein. Mengurangi jumlah kafein yang Anda makan dan minum (soda, minuman kopi, dan cokelat) dapat membantu Anda mengurangi rasa tegang dan juga dapat meredakan iritabilitas dan nyeri payudara. Jangan lupakan kalsium! Studi penelitian telah menunjukkan bahwa mendapatkan 1.300 mg kalsium per hari membantu gejala PMS seperti perubahan suasana hati, sakit kepala, dan mudah tersinggung. Ini berarti Anda harus makan atau minum tiga hingga empat porsi makanan berkalsium tinggi (seperti susu, OJ yang diperkaya, atau susu kedelai) setiap hari atau mengonsumsi suplemen kalsium. Perubahan Gaya Hidup Fit dalam berolahraga. Lakukan olahraga aerobik (seperti lari, menari, atau lompat tali) selama 30-60 menit sehari, 4 hingga 6 kali seminggu. Cobalah untuk mempertahankan jadwal yang teratur. Ini termasuk makan, olahraga, dan waktu tidur. Minimalkan stres. Jika memungkinkan, cobalah untuk menjadwalkan acara yang menurut Anda bisa membuat stres selama seminggu setelah menstruasi. Hindari alkohol. Minum alkohol sebelum haid dapat membuat Anda merasa lebih tertekan.Baca juga: Seks Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?
 21 Jan 2021    11:00 WIB
Waktu Menstruasi Menjadi Cepat, Kenapa ya?
Setiap wanita memiliki siklus menstruasi dan lama menstruasi yang berbeda. Sebagian besar wanita memiliki lama menstruasi antara 5-7 hari. Siklus menstruasi yang normal adalah antara 21-45 hari. Variasi siklus menstruasi ini terutama tergantung pada gaya hidup dan obat-obatan apa saja yang dikonsumsi oleh seorang wanita. Menstruasi biasanya dimulai saat seorang wanita berusia 12-15 tahun dan akan terus terjadi setiap bulannya hingga mencapai masa menopause. Beberapa remaja perempuan yang aktif berolahraga seringkali mengalami keterlambatan menarke (menstruasi pertama). Pada sebagian besar wanita, lama menstruasi yang lebih singkat dari biasanya mungkin tidak berhubungan dengan gangguan kesehatan apapun. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang wanita, siklus menstruasi dan lama menstruasinya pun dapat menjadi lebih singkat atau bahkan hanya 2 hari saja. Bila Anda khawatir mengapa lama menstruasi Anda menjadi lebih singkat, dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Penyebab Siklus menstruasi dan lama menstruasi seorang wanita seringkali dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidupnya. Stress akibat pekerjaan atau akibat adanya masalah dengan pasangan mungkin dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih berat (volume darah yang keluar lebih banyak) daripada biasanya atau lama menstruasi justru menjadi lebih singkat daripada biasanya. Pada beberapa orang wanita, meningkatnya aktivitas fisik seperti olahraga juga dapat membuat lama menstruasi menjadi lebih singkat. Alasan lainnya mengapa siklus menstruasi atau lama menstruasi seorang wanita menjadi lebih singkat mungkin adalah wanita lainnya yang tinggal bersamanya. Menurut sebuah penelitian di Amerika, wanita yang tinggal bersama dengan wanita lain seringkali memiliki siklus menstruasi yang sama atau mirip dengan yang lainnya. Selain itu, pindah tempat tinggal juga dapat membuat lama menstruasi Anda menjadi lebih singkat.  Beberapa gangguan makan berat seperti anoreksia dan bulimia nervosa juga dapat mempengaruhi siklus dan lama menstruasi. Pada kasus yang berat, menstruasi bahkan dapat terhenti sama sekali atau menjadi sangat singkat seiring dengan semakin menurunnya berat badannya. Salah satu alasan tersering dari mengapa lama menstruasi menjadi lebih singkat atau lebih panjang atau malah berhenti sama sekali adalah gangguan keseimbangan hormonal. Wanita yang mengalami gangguan keseimbangan hormonal mungkin memerlukan terapi hormonal atau obat-obatan untuk mengembalikan siklus menstruasi normalnya. Selain itu, seorang wanita yang mengalami gangguan kesehatan tertentu seperti sindrom ovarium polikistik juga dapat mengalami gangguan siklus dan lama menstruasi. Mereka mungkin memerlukan pengobatan untuk membuat siklus menstruasinya kembali normal. Walaupun pada sebagian besar wanita lama menstruasi yang menjadi lebih singkat bukanlah suatu gejala adanya gangguan kesehatan, akan tetapi bila hal ini berlangsung selama beberapa bulan, maka Anda mungkin harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apa penyebab perubahan lama menstruasi Anda tersebut. Baca juga: Cara Mengatasi Kram Menstruasi Sumber: ehow
 09 Jan 2021    15:00 WIB
Kenali 7 Tanda Menopause Dini
Kekeringan Vagina Jika siklus hormonal Anda normal, vagina Anda tentunya akan selalu terlumasi. Namun Jika dalam tempo yang lama vagina Anda kering, kemungkinan besar Anda mendekati masa menopause. Perubahan Suasana Hati Ketika akan mendekati masa menopause, suasana hati Anda mendadak akan naik turun. Bisa jadi Anda akan mudah emosi, sedih berlebihan, dan merasa tertekan. Bahkan pada sejumlah orang ada kecendrungan untuk melakukan bunuh diri. Gairah Seks yang Rendah Di rentang usia 20 hingga 30an, dorongan seksual seorang wanita harusnya sedang berada di puncaknya. Namun jika hal itu meredup, kemungkinan Anda mendekati masa menopause. Baca juga: Cara Mengatasi Gejala Menopause Menstruasi tidak terartur Saat mendekati masa menopause, siklus menstruasi seorang wanita akan tiba-tiba terganggu. Segera periksakan ke dokter. Rendah Kalsium Ketika tingkat estrogen berkurang dalam tubuh, tulang mulai kehilangan kalsium. Jadi jika Anda mengalami sakit sendi atau tulang yang lemah, itu bisa berarti masa menopause sedang mendekati Anda. Jantung Terganggu Hormon reproduksi wanita melindungi jantung dari kerusakan. Ketika masa menopause sudah dekat, kondisi itu akan mulai mempengaruhi kesehatan jantung. Infertilitas Jika kadar hormon dan menstruasi menjadi tidak teratur, Anda akan memiliki kesulitan untuk hamil. Infertilitas atau ketidaksuburan menjadi hal yang umum di antara wanita yang mendekati menopause dini. Baca juga: Seberapa Aktif Kehidupan Seksual Anda Setelah Menopause?
 09 Jan 2021    13:00 WIB
Seks Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?
Banyak yang menganggap bahwa berhubungan seks saat menstruasi dapat mencegah kehamilan. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Meski kemungkinannya kecil, Anda bisa saja hamil apabila hubungan seks dilakukan saat sedang haid. Risiko kehamilan akan lebih besar bila hubungan seks dilakukan selama ovulasi, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Namun durasi siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, dan dapat berubah setiap bulannya. Pertimbangkan pula bahwa sperma yang telah masuk ke rahim dapat bertahan hidup hingga sekitar lima hari.  Jika Anda memiliki siklus haid yang pendek (misalnya, 21-24 hari) dan mengalami ovulasi segera setelah selesai haid, kemungkinan hamil akan lebih tinggi. Apa alasannya? Pasalnya, ada kemungkinan sel telur akan keluar saat sperma masih bertahan dalam saluran reproduksi Anda. Lalu, pembuahan pun bisa berlangsung. Selain masih berpeluang hamil, berhubungan seks saat menstruasi juga dapat menimbulkan risiko, apa saja itu? TERTULAR PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Berhubungan seks saat haid membuat Anda lebih berisiko terkena penyakit menular seksual. Infeksi menular seksual yang berkaitan dengan haid adalah jenis yang ditularkan melalui darah, seperti HIV dan hepastitis. Wanita berisiko terkena penyakit menular seksual apabila pasangannya positif mengidap infeksi menular seksual, kemudian mereka melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Pasalnya, leher rahim akan sedikit terbuka selama masa haid. Kondisi ini memungkinkan kuman lebih mudah untuk memasukinya. Baca juga: Cara Mencegah Kehamilan Setelah Berhubungan! TERKENA INFEKSI JAMUR Vagina memiliki kadar pH (indikator tingkat asam atau basa) antara 3,8 hingga 4,5 setiap bulannya. Namun selama menstruasi, kadar pH dapat meningkat akibat pH darah menjadi lebih tinggi. Inilah yang dapat menyebabkan jamur atau ragi berkembang lebih cepat di vagina. Gejala infeksi jamur pada vagina cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi. Jadi, apabila hubungan seksual dilakukan selama waktu tersebut, gejala bisa saja bertambah parah. Meski begitu, infeksi jamur ketika bercinta saat haid masih memerlukan penelitian yang lebih luas agar hasilnya akurat. Berikut ini adalah tips aman berhubungan seks ketika sedang menstruasi: - Lakukan saat volume darah menstruasi berkurang - Bercinta di kamar mandi - Pastikan pasangan menggunakan kondom Meski begitu, Anda sebaiknya tetap berhati-hati agar penetrasi tidak terlalu dalam. Hal ini karena Penetrasi yang terlalu dalam dapat menyentuh leher rahim (serviks). Pasalnya, posisi serviks akan lebih rendah dan lebih sensitif saat wanita datang bulan sehingga rasa nyeri bisa saja muncul. Beri tahu pasangan Anda apabila seks mulai memicu rasa sakit atau tidak nyaman. Kemudian, Anda dan pasangan bisa melanjutkan bercinta dengan lebih perlahan-lahan. Baca juga: Selain Mencegah Kehamilan, Ini Manfaat Lain dari Pil KB
 01 Jan 2021    15:00 WIB
Usai Haid Payudara Masih Nyeri, Ini Penyebabnya
Nyeri pada payudara bisa terjadi sebelum, selama ataupun setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya. Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri. Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya. Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan. Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab. Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini. Baca juga: Puting Payudara Menghitam, Ini Penyebabnya! Sumber: medhealthdaily
 15 Dec 2020    19:00 WIB
Mengapa Darah Haid Encer, Kental Atau Berlendir?
Setiap wanita akan mengalami periode menstruasi dan hal ini adalah hal yang normal. Namun ada beberapa wanita yang bisa mengalami perubahan saat haid. Ada yang mengalami keterlambatan, terlalu cepat, darah yang keluar sedikit atau terlalu banyak. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai konsistensi dari darah haid. Faktanya adalah darah haid berbeda dengan darah di bagian tubuh yang lain, yaitu tidak mudah menggumpal. Bila mudah menggumpal maka tentu akan sulit keluar. Kemudian bagaimana konsistensi darah haid yang normal, konsistensi yang normal yaitu tidak seencer obat merah dan sekental saus tomat. Kental Seperti Bergumpal Sesekali dalam periode menstruasi yang berat, setiap wanita akan melihat segumpal darah di toilet mereka, dan itu tidak masalah. Menurut CDC, bekuan darah yang kurang dari ukuran seperempat darah yang keluar bukanlah masalah besar. Tapi bila semakin banyak gumpalannya, maka bisa jadi ini tidak normal. Gumpalan darah yang keluar terlalu besar maka pertanda gangguan hormonal atau pertumbuhan benjolan kecil di dalam rahim yang disebut fibroid rahim. Kondisi ini bisa dialami oleh wanita sebelum usia 50 tahun dan bisa saja menyebabkan gangguan kehamilan dan menimbulkan rasa nyeri. Encer Seperti Berair Terkadang Anda juga bisa mengalami hal ini, darah yang keluar seperti encer dan berair. Apabila Anda sering mengalami hal ini, atau dirasakan terlalu encer sampai warna sepertinya memudar bisa jadi ini dikarenakan adanya tumor ovarium atau tumor tuba falopi. Licin dan Berlendir Jika Anda memperhatikan bahwa menstruasi Anda sedikit lebih licin daripada biasanya, itu mungkin hanya karena darah menstruasi Anda telah bercampur dengan lendir serviks. Di kanal yang mengarah ke rahim, ada sel penghasil lender. Lendir ini justru membantu melindungi dan mengarahkan sperma ke sel telur atau bisa juga menebal bila dipengaruhi oleh kontrasepsi hormonal untuk mencegah kehamilan. Apapun, ini bukan masalah besar jika sebagian bercampur dengan darah haid. Kondisi diatas merupakan penyebab konsistensi darah haid Anda berubah, apabila Anda merasa ada yang salah dengan tubuh Anda maka ada baiknya Anda melakukan kontrol ke dokter spesialis kandungan. Baca juga: Penyebab Terlambatnya Haid Selain Kehamilan
 20 Nov 2020    17:00 WIB
Kenapa Sih Jelang Menstruasi Wanita Suka Marah-marah?
Pernah kenamarahnya cewek mau menstruasi? Kenapa ya mereka sering begitu? Yuk simak bahasan berikut ini. Lima hingga tujuh hari sebelum masa menstruasi, seorang wanita biasanya mengalami PMS yakni Premenstrual Syndrome. Gejala yang paling umum dirasakannya yaitu; perubahan suasana hati, nyeri payudara, kembung, jerawat, mengidam makanan tertentu, rasa lapar dan haus yang meningkat, dan juga kelelahan. Selain PMS, beberapa wanita juga kerap mengalami PMDD yaitu Premenstrual Dysphoric Disorder. PMDD memiliki gejala yang lebih emosional seperti perubahan suasana hati, lekas marah, depresi, rasa kelelahan berlebih, dan ingin menghindari kegiatan sosial rutinnya. Sebenarnya, ada total 150 gejala-gejala PMS yang diketahui. Gejala paling umum lainnya yang sering dialami yaitu sembelit, mudah tersinggung, dan perasaan sedih mendalam. Penyebabnya? Para ilmuwan masih mencari tahu penyebab PMS yang dialami para wanita. Namun fakta sementara yaitu selama paruh kedua siklus menstruasi, kadar progesteron (hormon wanita) meningkat. Tepat sebelum haid tiba, kadar progesteron dan esterogen (hormon wanita lainnya) turun. Perubahan kadar hormon inilah yang diyakini sebagai penyebab dari PMS dan PMDD tersebut. Nah, sebagai pasangan, mungkin kamu bingung bagaimana harus menghadapinya. Nih biar kamu gak bingung lagi simak beberapa tips ini ya. Dengarkan dia PMS bikin suasana hati enggak karuan. Kalau sudah begini, kamu hanya perlu duduk manis mendengarkannya kok. Sabar Perubahan emosi dia hanya sementara dan bukan karena keinginannya. Bahkan beberapa wanita enggak tahu kalau sikap bisa sangat emosi dan berlebihan. Tetap ada untuknya Walaupun dia lagi nyebelin banget bukan berarti kamu harus menghindarinya ya. Tetaplah setia di sampingnya dan siap sedia saat dia membutuhkan bantuan. 
 14 Nov 2020    13:00 WIB
Tanda Terjadinya Menstruasi Pertama Pada Remaja
Siklus menstruasi merupakan suatu proses di mana tubuh Anda mengeluarkan darah dan jaringan yang tidak diperlukan. Menstruasi pertama yang terjadi pada seorang remaja perempuan disebut dengan menarke. Menarke menandakan bahwa tubuh seorang remaja perempuan sedang berkembang menjadi tubuh seorang wanita dan sedang mempersiapkan diri untuk kehadiran seorang bayi di masa mendatang. Sebenarnya tidak ada tanda pasti atau khusus yang menandakan bahwa Anda akan segera mengalami menstruasi pertama Anda. Setiap remaja perempuan mengalami gejala dan tanda yang berbeda-beda. Saat masa pubertas dimulai, tubuh Anda pun akan mulai berubah, baik dari dalam maupu dari luar. Pubertas terjadi akibat adanya suatu proses kimia di dalam tubuh yang mengirimkan sinyal dari dalam otak ke organ reproduksi Anda. Pubertas merupakan salah satu tanda menuju kedewasaan. Di bawah ini terdapat beberapa tanda telah dimulainya masa pubertas. Pembesaran Payudara Saat berusia sekitar 10 setengah tahun atau kurang, beberapa remaja perempuan biasanya mulai mengalami pembesara payudara. Biasanya saat proses ini dimulai, Anda dapat menemukan sebuah benjolan kecil di bawah puting susu pada salah satu atau kedua payudara. Hal ini merupakan tanda awal dimulainya masa pubertas. Rambut Kemaluan Tumbuhnya rambut pada kemaluan dan ketiak merupakan fase selanjutnya dalam masa pubertas. Pada awalnya, biasanya hanya terdapat beberapa helai rambut kemaluan, akan tetapi dalam waktu 6-12 bulan, sebagian besar rambut kemaluan biasanya telah tumbuh. Pada beberapa orang remaja perempuan, rambut kemaluan dapat tumbuh terlebih dahulu sebelum payudara membesar. Tanda Lainnya Tanda lainnya dari dimulainya masa pubertas dan akan segera datangnya menarke adalah mulai terbentuknya cairan vagina, yaitu suatu cairan kental berwarna putih yang keluar dari dalam vagina. Hal ini biasanya terjadi sekitar 6 bulan sebelum menstruasi pertama terjadi. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami kram perut, nyeri kepala, perut membesar, dan berbagai gejala lainnya. Menstruasi Menstruasi pertama biasanya terjadi sekitar 2-2.5 tahun setelah payudara mulai membesar. Akan tetapi, hal ini bukanlah sesuatu hal yang pasti, melainkan hanya sebuah perkiraan kasar. Menstruasi Anda mungkin masih belum teratur pada beberapa bulan pertama, Anda mungkin tidak mendapat menstruasi selama 1-2 bulan. Hal ini merupakan hal yang normal pada masa awal menstruasi, kecuali bila Anda telah aktif secara seksual. Sumber: ehow