Your browser does not support JavaScript!
 05 May 2021    20:00 WIB
Kurangi Nyeri Saat Bercinta Dengan Posisi Berikut Ini…
Apakah Anda selalu merasa "tersiksa" oleh nyeri setiap kali berhubungan intim dengan suami? Bila ya, maka mengganti posisi bercinta Anda mungkin dapat membantu meminimalisir rasa nyeri tersebut. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa posisi bercinta untuk berbagai jenis keluhan Anda.   Nyeri Pada Panggul   Untuk mengurangi nyeri pada panggul Anda, jagalah supaya posisi panggul Anda tetap netral. Posisi bercinta yang cocok bagi Anda adalah doggy style.   Nyeri Pada Pinggang   Untuk mengurangi nyeri pada pinggang saat bercinta, pastikan punggung Anda tetap berada dalam keadaan lurus dengan posisi bercinta seperti di atas.   Nyeri Sendi   Posisi bercinta yang cocok bagi Anda yang menderita nyeri pada sendi lutut adalah posisi misionaris karena posisi ini akan mengurangi tekanan pada daerah lutut dan paha. Jika Anda mengalami nyeri pinggang saat bergerak, letakkan handuk bersih yang digulung pada pinggang Anda untuk menyangga pinggang agar tidak nyeri.   Vagina Kering   Bila Anda merasa nyeri karena vagina kering, maka cobalah bercinta dengan posisi duduk. Duduklah di atas pangkuan pasangan Anda dengan wajah saling berhadapan. Dengan mengendalikan gerakan, Anda dapat mengetahui posisi dan gerakan apa yang paling nyaman bagi Anda.   Baca juga: Tips Untuk Membuat Wanita Selalu Mencapai "Big O" Saat Bercinta   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention  
 09 Jan 2021    15:00 WIB
Kenali 7 Tanda Menopause Dini
Kekeringan Vagina Jika siklus hormonal Anda normal, vagina Anda tentunya akan selalu terlumasi. Namun Jika dalam tempo yang lama vagina Anda kering, kemungkinan besar Anda mendekati masa menopause. Perubahan Suasana Hati Ketika akan mendekati masa menopause, suasana hati Anda mendadak akan naik turun. Bisa jadi Anda akan mudah emosi, sedih berlebihan, dan merasa tertekan. Bahkan pada sejumlah orang ada kecendrungan untuk melakukan bunuh diri. Gairah Seks yang Rendah Di rentang usia 20 hingga 30an, dorongan seksual seorang wanita harusnya sedang berada di puncaknya. Namun jika hal itu meredup, kemungkinan Anda mendekati masa menopause. Baca juga: Cara Mengatasi Gejala Menopause Menstruasi tidak terartur Saat mendekati masa menopause, siklus menstruasi seorang wanita akan tiba-tiba terganggu. Segera periksakan ke dokter. Rendah Kalsium Ketika tingkat estrogen berkurang dalam tubuh, tulang mulai kehilangan kalsium. Jadi jika Anda mengalami sakit sendi atau tulang yang lemah, itu bisa berarti masa menopause sedang mendekati Anda. Jantung Terganggu Hormon reproduksi wanita melindungi jantung dari kerusakan. Ketika masa menopause sudah dekat, kondisi itu akan mulai mempengaruhi kesehatan jantung. Infertilitas Jika kadar hormon dan menstruasi menjadi tidak teratur, Anda akan memiliki kesulitan untuk hamil. Infertilitas atau ketidaksuburan menjadi hal yang umum di antara wanita yang mendekati menopause dini. Baca juga: Seberapa Aktif Kehidupan Seksual Anda Setelah Menopause?
 02 Dec 2020    13:00 WIB
12 Hal yang Dapat Membunuh Gairah Seksual Anda
Stress Stress dapat membuat anda melakukan berbagai hal, akan tetapi seks bukanlah salah satunya. Setiap orang pasti pernah merasa stress akibat pekerjaan ataupun hubungannya dengan pasangan. Belajarlah mengatasi rasa stress anda, hal ini dapat sangat membantu. Jika anda merasa tidak mampu untuk mengatasinya sendiri, segera hubungi dokter anda. Permasalahan Dengan Pasangan Permasalahan antara anda dan pasangan anda merupakan salah satu hal pembunuh gairah seksual. Bagi seorang wanita, kedekatan dengan pasangannya merupakan hal terpenting dalam berhubungan seksual. Alkohol Mengkonsumsi segelas bir mungkin dapat meningkatkan gairah seksual anda, akan tetapi terlalu banyak alkohol justru dapat membunuh gairah seks anda. Melihat anda mabuk juga dapat membuat pasangan anda kehilangan gairah seksnya. Bila anda mengalami kesulitan untuk berhenti mengkonsumsi alkohol, segera hubungi dokter anda. Kurang TidurBerbagai hal yang menyebabkan anda tidak memperoleh waktu tidur yang cukup dapat membuat gairah anda berkurang. Rasa lelah dapat membuat anda enggan behubungan seksual. Mempunyai Anak Mempunyai anak bukan berarti anda tidak lagi memiliki gairah terhadap pasangan anda, tetapi anda memiliki waktu yang lebih sedikit untuk dapat berduaan dengan pasangan anda. Buatlah waktu untuk dapat tetap bersama dengan pasangan anda, berkencan saat anak anda sedang bersama orang tua anda atau berhubungan seks saat anak anda sedang tidur siang dapat membantu. Obat-obatan Beberapa obat memiliki efek samping berupa menurunkan gairah seksual penggunanya, obat-obatan tersebut adalah: Obat anti depresan Obat anti hipertensi Pil KB Kemoterapi Obat anti HIV Finasteride Konsultasikan dengan dokter anda bila anda mengalami penurunan gairah akibat mengkonsumsi obat-obatan di atas, penggantian jenis obat atau mengubah dosis obat mungkin dapat membantu. Kurangnya Rasa Percaya Diri Menerima dan menyukai bentuk tubuh anda apa adanya saat ini dapat membantu meningkatkan gairah anda. Jika pasangan anda merasa tidak percaya diri, yakinkanlah ia bahwa anda menyukai ia apa adanya dan bahwa ia seksi. Obesitas Obesitas dapat menurunkan gairah seksual anda. Hal ini mungkin disebabkan oleh anda kurang menikmati seks, stamina berkurang, atau merasa kurang percaya diri. Gangguan Ereksi Rasa cemas akibat disfungsi ereksi dapat menghilangkan gairah seksual anda. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan bagi disfungsi ereksi yang anda alami. Rendahnya Kadar Testosteron Hormon testosteron merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan gairah seksual anda. Seiring dengan bertambahnya usia pria, maka kadar hormon ini pun akan sedikit menurun. Depresi Depresi dapat membuat anda kehilangan minat dan tidak merasa senang saat melakukan kegiatan apapun, termasuk berhubungan seksual. Menopause Bagi wanita, gairah seksual biasanya mulai menurun saat menopause. Hal ini dapat disebabkan oleh vagina yang kering sehingga nyeri saat berhubungan seksual. Akan tetapi, tidak semua wanita menopause mengalami penurunan gairah seksual.
 18 Nov 2020    11:00 WIB
Penyebab dan Jenis Disfungsi Seksual Pada Wanita
Gangguan seksual atau disfungsi seksual merupakan suatu gangguan pada respon terhadap rangsangan seksual apapun yang menghambat seseorang atau anda dan pasangan anda untuk mencapai kepuasaan melalui aktivitas seksual. Respon terhadap suatu rangsangan seksual ini terdiri dari 4 tahap, yaitu terangsang, puncak rangsangan, orgasme, dan resolusi. Disfungsi seksual ini dapat terjadi pada siapa saja, pria maupun wanita, terutama saat usia anda semakin bertambah. Sebagian besar kasus disfungsi seksual ini dapat diobati, jadi jangan ragu-ragu untuk memberitahu masalah anda pada pasangan anda dan dokter.PenyebabDisfungsi seksual dapat disebabkan oleh gangguan fisik maupun gangguan psikologis. Beberapa gangguan fisik atau gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan disfungsi seksual adalah:•    Diabetes•    Penyakit jantung•    Gangguan neurologis•    Gangguan keseimbangan hormonal•    Menopause•    Gangguan ginjal kronik•    Gagal hati•    Alkoholisme•    Penyalahgunaan narkoba•    Efek samping obat anti depresan Sementara itu, beberapa gangguan psikologis yang dapat menyebabkan disfungsi seksual adalah:•    Stress dan cemas akibat pekerjaan•    Kekhawatiran mengenai kemampuan berhubungan seksual•    Adanya masalah dalam pernikahan atau hubungan anda dan pasangan•    Depresi•    Perasaan bersalah•    Adanya trauma seksual di masa laluJenis Disfungsi Seksual Pada Wanita Menurunnya Gairah SeksualTerdapat banyak hal yang dapat menyebabkan berkurangnya gairah seksual atau berkurangnya ketertarikan terhadap seks, yaitu:•    Perubahan hormonal•    Gangguan kesehatan tertentu•    Pengobatan kanker dan kemoterapi•    Depresi•    Kehamilan•    Stress•    Rasa lelah•    Rasa bosan melakukan rutinitas seksual yang sama•    Perubahan gaya hidup seperti kesibukan bekerja (menata karir) dan mengurus anak Tidak Dapat Merasa BergairahPada wanita, ketidakmampuan untuk merasa bergairah atau terangsang saat melakukan aktivitas seksual seringkali berhubungan dengan kurangnya pelumas vagina (vagina kering). Selain itu, sulitnya merasa bergairah juga dapat disebabkan oleh rasa cemas atau kurangnya stimulus seksual atau adanya gangguan aliran darah ke vagina dan klitoris. Tidak Dapat Mencapai Orgasme (Anorgasmia)Ketidakmampuan mencapai orgasme dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:•    Kurangnya pengalaman dan pengetahuan mengenai bagaimana cara berhubungan seksual•    Adanya perasaan bersalah, cemas, atau trauma atau kekerasan seksual di masa lalu•    Kurangnya stimulasi seksual•    Efek samping obat-obatan tertentu•    Menderita suatu penyakit kronik Nyeri Saat PenetrasiNyeri saat berhubungan seksual atau saat penetrasi penis ke dalam vagian dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti:•    Endometriosis, yaitu terdapat jaringan penyusun dinding rahim di luar rahim•    Massa di panggul (tumor di daerah panggul)•    Kista indung telur•    Infeksi vagina•    Vagina kering•    Adanya jaringan parut akibat tindakan pembedahan•    Infeksi penyakit menular seksual Selain itu, pada beberapa wanita yang takut merasa sakit saat penetrasi penis atau memiliki fobia seksual atau pernah mengalami kekerasan seksual yang menyebabkan trauma, dapat mengalami vaginismus, yaitu spasme otot yang tidak disadari di sekitar tempat masuk vagina dan terasa nyeri.Sumber: webmd
 06 Nov 2020    09:00 WIB
Cara Mengatasi Gejala Menopause
Menopause dapat menyebabkan timbulnya beberapa gejala di bawah ini yang seringkali mengganggu aktivitas Anda. Berikut terdapat beberapa tips untuk mengatasi gejala-gejala tersebut. Sulit Tidur Untuk mengatasi gejala yang satu ini Anda dapat melakukan olahraga ringan selambat-lambatnya 3 jam sebelum tidur. Jangan mengemil sebelum tidur dan jangan minum minuman beralkohol. Anda dapat meminum segelas susu hangat untuk membuat tidur lebih nyenyak.  Dada Terasa Panas atau Terbakar Anda harus mencatat berbagai hal yang dapat menyebabkan gejala ini. Kopi, alkohol, cuaca panas, dan stres seringkali menjadi penyebabnya. Bila Anda sedang mengalami gejala ini, tarik napas melalui hidung dan buanglah melalui mulut. Bila gejala sangat berat atau memburuk, segera hubungi dokter. Perubahan Mood Seperti halnya perubahan mood yang terjadi pada masa premenstruasi, pada saat Anda memasuki fase awal menopause, Anda juga akan mengalami perubahan mood. Perubahan mood yang terjadi biasanya lebih berat daripada saat premenstruasi. Penggunaan obat-obatan seperti pil KB, anti depresi, atau olahraga seperti tai chi, yoga, atau meditasi dapat membantu Anda mengatasi masalah ini. Vagina Mengering  Salah satu masalah lainnya yang cukup mengganggu adalah vagina Anda mengering di saat menopause. Hal ini dapat membuat Anda merasa nyeri saat berhubungan seksual. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menggunakan pelumas vagina yang saat ini sudah banyak dijual bebas di pasaran. Rambut Rontok dan Pertumbuhan Rambut Pada Wajah Pada saat menopause, rambut Anda menjadi lebih mudah rontok. Hindari sinar matahari karena matahari membuat rambut kering dan mudah rontok. Selain itu, sering terjadi pertumbuhan rambut baru di tempat yang tidak diinginkan, seperti pada wajah, biasanya di pipi.
 14 Sep 2020    17:00 WIB
Seberapa Aktif Kehidupan Seksual Anda Setelah Menopause?
Sebuah penelitian menemukan bahwa setelah memasuki masa menopause, beberapa wanita merasakan bahwa berhubungan seks dapat menjadi sedikit sulit. Akan tetapi, tergantung pada seberapa penting seks bagi kehidupan seorang wanita, sebagian besar wanita dapat tetap aktif secara seksual, sekalipun telah memasuki masa menopause. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati 354 orang wanita, yang berusia antara 40-65 tahun. Semua wanita ini mengatakan bahwa mereka memiliki aktivitas seksual yang cukup aktif di awal penelitian.Setiap tahunnya selama 4 tahun, para peneliti bertanya pada masing-masing wanita mengenai status menopause dan keadaan kesehatan mereka. Pada tahun keempat, para peneliti akan menanyakan beberapa pertanyaan di bawah ini, yaitu•  Bagaimana gairah seksual mereka•  Apakah orgasme dapat dicapai dengan mudah atau tidak (bila sulit, seberapa sulit; bila mudah, seberapa mudah)•  Apakah mereka mengalami kesulitan untuk merasa bergairah•  Apakah vagina terasa kering•  Apakah terasa nyeri saat berhubungan seksual Empat tahun kemudian, sekitar 85% wanita tetap aktif secara seksual. Wanita yang tetap aktif secara seksual rata-rata merupakan orang kulit putih, memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah (kurus), dan merasa bahwa seks merupakan hal yang penting. Seorang wanita yang merasa bahwa seks merupakan sesuatu yang sangat penting memiliki kecenderungan tetap aktif secara seksual hingga 3 kali lipat wanita yang merasa seks tidak terlalu atau bahkan tidak penting. Setelah memasuki masa menopause, banyak wanita lebih menyukai berciuman dan sentuhan pasangannya daripada hubungan seks.Sumber: webmd
 04 Sep 2020    17:00 WIB
Penyebab Timbulnya Rasa Sakit Saat Berhubungan Seksual
Rasa sakit yang timbul saat berhubungan seksual memang tidak wajar. Kebanyakan kasus terjadi karena kurangnya lubrikasi, yang dapat dengan mudah dipecahkan dengan memperpanjang masa foreplay atau menggunakan gel lubrikan saat penetrasi. Tetapi pada beberapa kasus, rasa sakit yang timbul tidak dapat dihilangkan. Berikut adalah beberapa alasan yang menyebabkan rasa sakut saat berhubungan seksual. VaginismusVaginismus adalah kondisi yang disebabkan oleh spasme atau kekakuan pada otot vagina yang dipicu oleh ketakutan akan rasa rasit atau trauma Masalah pada ServiksSaat penetrasi maksimal, penis dapat mencapai serviks. Masalah servikal biasanya disebabkan oleh infeksi dan dapat menimbulkan rasa sakit saat bersentuhan dengan penis. Masalah dengan RahimMasalah di rahim seperti mioma juga dapat menjadi alasan timbulnya rasa sakit saat berhubungan Infeksi VaginalSemua jenis infeksi vaginal seperti infeksi jamur dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan. Trauma VaginalVagina dapat mengalami cedera karena beberapa alasan seperti robekan yang terjadi saat melahirkan atau dinding perineum yang terpotong saat melahirkan. Endometriosis Endometriosis adalah keadaan tumbuhnya jaringan endometrium (jaringan dinding rahim) di organ lain di luar rahim. Penyakit Peradangan PelvisPenyakit peradangan pelvis yang mengakibatkan peradangan jaringan di daerah kemaluan yang akan terasa nyeri saat berhubungan seksual MenopauseMenopause yang menyebabkan kelembaban vagina berkurang sehingga vagina menjadi kering Masalah di OvariumMasalah di ovarium mencakup kista ovarium dan lain sebagainya Penyakit Menular SeksualInfeksi penyakit menular seksual seperti kutil pada kemaluan, herpes, atau penyakit menular seksual lainnyaSumber: healthmeup
 27 Jan 2020    18:00 WIB
Mitos Tentang Osteoporosis
Osteoporosis merupakan kondisi dimana tulang lemah dan keropos. Osteoporosis sudah menjadi masalah serius yang menyerang banyak orang setiap tahunnya, terutama mereka yang berusia 50 tahun. Ada banyak mitos yang beredar seputar osteoporosis, manakah yang benar? Bagian dari proses penuaanOsteoporosis dan patah tulang mungkin lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, dan kejadian ini tidak bisa dihindari. "Padahal ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah patah tulang," kata Sellmeyer, yang mengepalai  Johns Hopkins Metabolic Bone Center di Baltimore, Maryland. Atas tiga pilihan kesehatan yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya yaitu: mencukupkan kebutuhan  kalsium, vitamin D, dan olahraga. Hanya wanita yang bisa mengidapnyaYa dan tidak. Memang benar lebih banyak wanita ditemukan mengidap osteoporosis, tetapi bukan berarti tidak ada pria yang terkena osteoporosis. Bahkan kenyataannya satu dari lima pria berusia diatas 50 tahun di Amerika menderita osteoporosis. Dan bahkan menurut penelitian pria usia muda lebih mungkin mengalami patah tulang dibanding wanita. Tidak perlu khawatir sampai nanti usia tuaSekitar 90% masaa tulang berhenti berkembang pada usia 18 di wanita dan 20 tahun di pria menurut NIH Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center. Usia tersebut bukanlah waktu dimana seseorang memikirkan mengenai resiko patah tulang karena faktor menopause. Padahal tidak pernah ada kata terlambat untuk terus mengembangkan kepadatan tulang di usia berapapun. Bahaya yang mungkin terjadi adalah patah tulangOsteoporosis merupakan kondisi yang serius. Osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang pinggul dan sebanyak 25% diantaranya meninggal setelah mengelami patah tulang panggul. Mengapa? Karena operasi pergantian tulang panggul dapat menyebabkan aritmia, konplikasi anestesi, pneumonia dan serangan jantung. Patah tulang hanya terjadi saat terjatuhKebanyakan orang mengalami patah tulang setelah terjatuh, tetapi terkadang tulang yang rapuh dapat dengan mudah mengalami patah. Ada banyak orang yang mengalami patah tulang secara spontan.Anda dapat merasakan tulang Anda semakin melemah Sayangnya hal ini tidaklah benar. Anda tidak akan tahu tulang Anda bermasalah sampai ANda mengalami patah tulang. Anda tidak akan merasakan tulang Anda melemah karena menurunnya kepadatan tulang.Sumber: healthline
 16 Oct 2019    11:00 WIB
Penanganan Mengatai Gejala Menopause
Menopause merupakan terhentinya menstruasi. Menopause dapat menyebabkan timbulnya beberapa gejala di bawah ini yang seringkali mengganggu aktivitas anda. Berikut terdapat beberapa tips untuk mengatasi gejala-gejala tersebut. Dada Terasa Panas atau TerbakarAnda harus mencatat berbagai hal yang dapat menyebabkan gejala ini. Kopi, alkohol, cuaca panas, dan stress seringkali menjadi penyebabnya. Bila anda sedang mengalami gejala ini, tarik napas melalui hidung anda dan buanglah melalui mulut. Bila gejala sangat berat atau memburuk, segera hubungi dokter anda. Badan Terasa PanasGejala ini sering terjadi pada malam hari dan menyebabkan anda berkeringat serta sulit tidur. Untuk mengatasinya, anda dapat meletakkan sekantong es di bawah bantal kepala anda beberapa jam sebelum tidur, kemudian baliklah bantalnya saat anda tidur. Rasa dingin di bantal kepala anda dapat mengurangi rasa panas yang anda rasakan dan membuat anda dapat tidur lebih nyenyak. Sulit TidurUntuk mengatasi gejala yang satu ini anda dapat melakukan olahraga ringan selambat-lambatnya 3 jam sebelum tidur. Jangan mengemil sebelum tidur dan jangan minum minuman beralkohol. Anda dapat meminum segelas susu hangat untuk membuat tidur anda lebih nyenyak. Bila anda masih sulit tidur, anda dapat membaca buku sampai anda mengantuk. Bila hal ini juga tidak membantu, anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anda. Vagina Mengering Salah satu masalah lainnya yang cukup mengganggu adalah vagina anda mengering di saat anda menopause. Hal ini dapat membuat anda merasa nyeri saat berhubungan seksual. Untuk mengatasi hal ini, anda dapat menggunakan pelumas vagina yang saat ini sudah banyak dijual bebas di pasaran. Gairah Seksual MenurunPerubahan hormonal saat menopause juga seringkali menurunkan gairah seksual anda. Untuk mengatasinya, anda dapat menggunakan metode yang berbeda daripada biasanya untuk meningkatkan gairah seksual anda, misalnya dengan meminta pasangan anda memijat anda atau metode berbeda lainnya. Perubahan MoodSeperti halnya perubahan mood yang terjadi pada masa premenstruasi, pada saat anda memasuki fase awal menopause, anda juga akan mengalami perubahan mood. Perubahan mood yang terjadi biasanya lebih berat daripada saat premenstruasi. Penggunaan obat-obatan seperti pil KB, anti depresi, atau olahraga seperti tai chi, yoga, atau meditasi dapat membantu anda mengatasi masalah ini. Nyeri KepalaNyeri kepala seperti migrain sering timbul pada fase awal menopause. Bila anda sering mengalami nyeri kepala sebelum menopause, maka nyeri kepala ini dapat memburuk. Anda juga harus memperhatikan hal-hal apa saja yang dapat memicu terjadinya nyeri kepala, bila rasa lapar atau kurang tidur membuat anda mengalami gejala ini, anda dapat mulai makan porsi kecil lebih sering atau tidur siang. Rambut Rontok dan Pertumbuhan Rambut Pada WajahPada saat menopause, rambut anda menjadi lebih mudah rontok. Hindari sinar matahari karena matahari membuat rambut kering dan mudah rontok. Selain itu, sering terjadi pertumbuhan rambut baru di tempat yang tidak diinginkan, seperti pada wajah, biasanya di pipi. JerawatPada saat anda akan mengalami menopause, perubahan hormonal yang terjadi menyebabkan jerawat dapat timbul walaupun anda sudah melalui masa pubertas anda. Gangguan Daya IngatGangguan daya ingat juga sering terjadi pada saat awal menopause. Untuk mengatasinya, anda dapat kembali mempelajari hal baru dan mengurangi stress juga dapat membantu.  
 10 Jul 2019    16:00 WIB
Apa Sebenarnya Dampak Menopause Pada Tubuh ?
Pada sejumlah wanita, terjadinya menopause hanya ditandai oleh sesekali mengalami hot flush dan mudah lelah. Akan tetapi, pada sejumlah wanita lainnya, gejala menopause yang timbul bisa sangat banyak, baik gejala fisik maupun psikologis, yang membuat mereka sangat menderita. Namun, karena banyak gejala menopause seperti bau mulut, kulit gatal, dan bahkan irritable bowel syndrome tidak memiliki hubungan langsung dengan hormon; maka banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang mengalami gejala menopause. Kabar baiknya adalah perubahan gaya hidup sederhana sekalipun dapat membantu mengurangi sebagian besar gejala menopause, kecuali gejala yang paling berat. Di bawah ini Anda apa sebenarnya dampak menopause pada tubuh Anda dan gejala apa saja yang ditimbulkannya.   Otak Depresi, Gangguan Cemas, Perubahan Mood Estrogen berfungsi untuk membantu meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yang berfungsi untuk mengatur mood. Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan mood seseorang menjadi buruk dan mempengaruhi kemampuannya untuk menghadapi situasi penuh tekanan, lebih mudah gelisah, mulut kering, napas cepat, denyut jantung cepat, dan sesak napas. Pusing Pusing mungkin disebabkan oleh serangan cemas atau panik (napas cepat dan denyut jantung cepat dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke dalam otak). Gangguan Tidur Gangguan tidur mungkin terjadi akibat berkeringat pada malam hari, tetapi juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen. Estrogen juga berfungsi untuk mengatur kadar magnesium di dalam tubuh. Magnesium berfungsi untuk membantu melemaskan otot yang akan membuat seseorang tertidur. Rendahnya kadar hormon estrogen akan membuat otot-otot leher menjadi kendur dan membuat wanita menjadi mendengkur. Brain Fog Sering lupa, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat dapat berhubungan dengan penurunan kadar hormon estrogen. Hal ini dikarenakan tidak hanya estrogen tidak hanya dapat membantu otak menjalankan fungsinya, tetapi juga turut mengatur aliran darah yang masuk ke dalam otak. Gejala ini biasanya hanya berlangsung sementara dan kemampuan berpikir biasanya akan kembali normal setelah menopause. Fatigue/Mudah Lelah Hormon membantu mengatur bagaimana sel-sel tubuh Anda menggunakan energi, jadi saat kadarnya turun, maka kadar energi Anda pun akan ikut turun. Banyak wanita yang baru memasuki masa menopause mengeluhkan badan terus terasa lemas, mudah lelah, dan apatis; walaupun sudah cukup tidur setiap harinya. Akan tetapi, karena gejala yang satu ini juga dapat merupakan gejala dari gangguan tiroid atau kekurangan zat besi, maka ada baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Rambut Penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan penurunan kolagen, protein alami di dalam rambut; sehingga rambut pun akan menjadi rapuh dan mudah rontok. Kecepatan rambut rontok pun akan meningkat, baik pada rambut di kepala maupun pada bagian tubuh lain. Hal ini dikarenakan folikel rambut membutuhkan estrogen untuk proses pertumbuhan rambut. Mulut Hormon estrogen juga penting untuk melumasi membran mukosa seperti mulut. Kadar estrogen yang rendah akan membuat mulut menjadi kering, sehingga bakteri pun lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan kerusakan gigi serta gusi berdarah. Hal ini juga dapat merusak tonjolan lidah yang berfungsi sebagai indra perasa, menyebabkan bau mulut, rasa seperti terbakar pada lidah, atau rasa tidak enak pada lidah. Jantung Kekurangan estrogen juga akan menyebabkan stimulasi berlebihan pada saraf dan sistem sirkulasi, yang akan membuat jantung berdenyut lebih cepat dan tidak teratur. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan jantung. Paru-paru Karena hormon dan sistem kekebalan tubuh memiliki hubungan yang erat, maka penurunan kadar hormon estrogen dapat membuat gejala alergi semakin memburuk atau Anda mungkin akan mulai mengalami alergi untuk pertama kalinya, terutama asma dan dermatitis. Payudara Kadar hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan hormon progesteron menjadi dominan untuk sesaat. Hal ini dapat memicu terjadinya retensi cairan, yang akan membuat payudara menjadi kencang. Suhu Tubuh Seiring dengan menurunnya kadar hormon estrogen, maka kelenjar hipotalamus (pengatur suhu di dalam tubuh) dapat "ditipu" dan menyangka bahwa tubuh Anda sedang kepanasan, sehingga ia pun akan memicu pembentukan keringat dan hot flushes untuk menurunkan suhu tubuh. Pada hot flushes, Anda mungkin akan merasa panas atau kulit tampak merah secara mendadak. Hot flushes biasanya dimulai pada wajah, leher, atau dada dan kemudian menyebar. Keringat pun akan mulai keluar. Denyut jantung Anda mungkin akan meningkat atau Anda mungkin akan merasa berdebar-debar.   Baca juga: Menopause Pada Pria   Perut/Pencernaan Peningkatan Berat Badan Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menjaga berat badan tetap ideal karena tubuh Anda akan "berjuang" untuk menyimpan lebih lemak terutama di daerah perut karena lemak berfungsi untuk memproduksi estrogen. Selain itu, karena kadar hormon testosteron juga menurun, maka laju metabolisme tubuh Anda juga akan ikut menurun. Jadi, seorang wanita harus mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsinya bila mereka tidak ingin menjaga berat badannya tetap ideal saat memasuki masa menopause. Perut Kembung Estrogen sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan empedu di dalam tubuh Anda. Jadi, saat kadarnya menurun, tubuh Anda pun akan cenderung menyimpan lebih banyak air, yang akan membuat Anda merasa kembung. Selain itu, karena tubuh Anda akan memproduksi lebih sedikit empedu, maka Anda pun tidak dapat mencerna lemak dengan baik, yang akan menyebabkan Anda lebih sering buang gas. Berbagai perubahan yang terjadi di dalam usus akan membuat makanan lebih lama tinggal di dalam usus, yang mengakibatkan lebih banyak gas yang terbentuk. Perut kembung saat memasuki masa menopause lebih sering dialami oleh wanita yang juga mengalami hal ini saat mereka masih menstruasi dulu (menunjukkan bahwa usus Anda sensitif terhadap perubahan kadar hormonal). Irritable Bowel Syndrome Otot-otot usus memiliki reseptor estrogen, jadi penurunan kadar hormon estrogen dapat menurunkan tonus otot, melambatkan pergerakan usus, dan memicu terjadinya diare, mual, atau sembelit. Kram Perut Kadar hormon yang sangat fluktuatif dapat menyebabkan terjadinya nyeri perut bawah seperti saat menstruasi.   Kulit/Kuku Tubuh membutuhkan estrogen untuk memproduksi kolagen (protein yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap kenyal) dan untuk lubrikasi. Jadi, penurunan kadar hormon estrogen akan membuat kulit menjadi kering, bersisik, dan gatal. Kulit kering dapat membuat Anda merasa seperti ada sesuatu yang berjalan di atas kulit Anda. Kulit juga akan menjadi lebih tipis. Kehilangan kolagen biasanya paling cepat pada awal masa menopause. Kurangnya lubrikasi alami juga akan membuat kuku lebih mudah pecah-pecah.   Otot/Sendi Nyeri dan Kelemahan Otot Estrogen memiliki efek menenangkan bagi tubuh. Jadi penurunan kadar estrogen, akan membuat efek hormon kortisol, hormon stress, menjadi dominan, yang akan membuat otot menjadi kencang dan lelah. Karena semua otot memiliki reseptor estrogen, maka penurunan kadar hormon estrogen akan memicu terjadinya nyeri otot dan mempengaruhi tonus otot. Nyeri Sendi Estrogen juga akan mempengaruhi persendian Anda. Kadar hormon estrogen yang rendah saat menopause dapat menyebabkan rasa nyeri sendi semakin menjadi atau memicu terjadinya nyeri sendi untuk pertama kalinya, yang dikenal dengan nama artritis menopause.   Rahim/Kandung Kemih Perdarahan Hebat Gangguan keseimbangan kadar hormonal dapat menyebabkan perubahan volume darah (darah menstruasi yang keluar dapat menjadi lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya dan mungkin akan ditemukan bekuan darah) dan frekuensi menstruasi (siklus menstruasi menjadi lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teratur). Pada keadaan normal, estrogen akan membuat dinding rahim menebal dan karena tidak ada sel telur yang dikeluarkan (sel telur akan melepaskan hormon progesterone yang berfungsi untuk mengurangi efek penebalan ini), maka dinding rahim yang menebal ini akan menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih banyak daripada biasanya. Inkontinensia Berkurangnya kolagen karena penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan jaringan di sekitar kandung kemih menjadi lebih tipis dan tidak terlalu elastis. Jaringan di sekitar otot-otot panggul juga akan melemah, yang akan menyebabkan air kemih "bocor" saat Anda batuk, tertawa, bersin, atau membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil, atau sering mengalami infeksi saluran kemih.   Seks Penurunan Gairah Seksual Penurunan kadar hormon estrogen akan membuat sensitivitas di daerah vagina berkurang dan juga akan mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk mencapai orgasme. Kadar hormon progesteron yang menurun juga akan menyebabkan gairah seksual menurun, karena progesteron berfungsi untuk menstimulasi produksi hormon testosteron, yang merupakan hal penting bagi gairah seksual. Vagina Kering Membran mukosa pada dinding vagina akan menjadi kering; yang akan membuat vagina terasa gatal, panas, atau terasa seperti terbakar, dan mungkin terasa nyeri saat berhubungan intim.   Pemeriksaan Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Mendeteksi Menopause? Walaupun tidak ada pemeriksaan yang dapat menentukan apakah Anda memang sudah memasuki masa menopause atau belum, akan tetapi ada beberapa pemeriksaan darah yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda sudah menuju masa menopause atau belum. Pemeriksaan darah yang dimaksud adalah pemeriksaan kadar FSH (follicle stimulating hormone). Hormon ini diproduksi oleh tubuh untuk menstimulasi indung telur untuk memproduksi sel telur. Karena indung telur tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya saat seorang wanita mulai memasuki masa menopause, maka tubuh Anda meningkatkan produksi FSH di dalamnya untuk membuat indung telur kembali "bekerja" dengan baik. Karena kadar FSH sangat fluktuatif dari bulan ke satu ke bulan berikutnya, maka pemeriksaan kadar FSH biasanya dilakukan 2 kali dengan jarak 6 minggu. Bila dari 2 pemeriksaan yang dilakukan kadar FSH lebih dari 25 (kadar normal FSH adalah 4.7-21.5), maka hal ini menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Beberapa orang dokter mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk memeriksa kadar hormon estrogen. Kadar hormon estrogen normal adalah antaa 30-400. Kadar hormon estrogen yang kurang dari 30 menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Pemeriksaan lainnya yang dapat membantu mendeteksi menopause adalah mengukur kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH), yang dapat memberikan perkiraan berapa jumlah sel telur yang masih tersisa. Selain itu, dokter Anda mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan fungsi tiroid karena gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gejala yang mirip dengan gejala menopause seperti berdebar-debar, perubahan mood, dan badan lesu. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: dailymail