Your browser does not support JavaScript!
 28 Aug 2015    12:00 WIB
Anak Anda Masih Ngompol?! Ini Cara Memberhentikannya
Anak kecil memang memiliki kebiasaan mengompol, namun bila semakin besar namun masih mengompol hal ini bisa mengganggu. Biasanya anak kecil akan berhenti mengompol sampai usia enam tahun, hal ini masih dianggap wajar. Namun bukan berarti Anda tidak bisa melatihnya untuk menghentikan kebiasaan mengompol Nah untuk para ibu berikut cara mudah untuk membantu menghentikan kebiasaan anak: Kurangi minum sebelum waktu tidur Ajarkan anak untuk selalu minum banyak cairan siang hari, namun kurangi minum saat akan menjelang tidur. Kandung kemih yang penuh akan memungkinkan anak mengompol di malam hari. Hindari minum teh manis. Teh manis mengandung kafein yang akan meningkatkan produksi urin. Ke kamar mandi sebelum tidur Ajarkan anak Anda pergi ke kamar mandi dan mengosongkan kandung kemihnya tepat sebelum tidur. Cara ini akan mengurangi kemungkinan kandung kemihnya terisi penuh di malam hari. Patuhi rutinitas sebelum tidur Mengatasi mengompol di malam hari sering kali hanyalah soal pemahaman antara kandung kemih dan otak. Mungkinkanlah hal ini dengan mematuhi suatu rutinitas sehingga tubuh anak “belajar” menahan urin selama waktu tertentu. Perhatikan apa yang dimakan anak Anda Makanan tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi pada anak, bahkan seandainya reaksi tersebut tidak menghasilkan ruam atau tanda-tanda ditubuh. Namun dapat mengiritasi kandung kemih dan meningkatkan kemungkinan mengompol. Jika anak sering mengompol sebaiknya Anda membuat jurnal makanan dan mencatat semua makanan yang dimakan dan kejadian mengompol di malam hari. Biasanya jagung, telur, kacang, gandum, kedelai dapat menyebabkan alergi makanan dan meningkatkan kebiasaan mengompol. Makanan pedas dan asam juga dapat mengganggu kerja kandung kemih. Pastikan anak Anda mendapatkan cukup kalsium dan magnesium Rendahnya kadar kalsium dan magnesium berkontribusi pada kebiasaan mengompol di malam hari. Pastikan Anda konsumsi produk susu, pisang, biji wijen, kacang-kacangan, ikan, almon, dan brokoli. Membangunkan anak Anda pada malam hari Anda bisa menyetel alarm dan membangunkan dia dengan sengaja. Caranya Anda dapat mulai membangunkan anak setiap dua atau tiga jam, kemudian diperpanjang secara bertahap sampai anak bisa tidur sepanjang malam dan bangun dalam keadaan kering. Lakukan hal ini sampai anak Anda belajar untuk bangun dan ke kamar mandi sendiri ketika kandung kemihnya penuh. Hindari hawa dingin Rasa dingin dapat meningkatkan kebutuhan untuk buang air, pastikan keadaan kamar Anda cukup hangat ketika tidur. Tulis jurnal harian Apabila anak Anda terus kesulitan mengatasi kebiasaan mengompol, tulislah jurnal terperinci mengenai kebiasaannya mengompol di malam hari, termasuk jamnya. Anda mungkin memperhatikan adanya pola, yang akan mempermudah Anda untuk menentukan penyebabnya dan membangunkan anak pada jam yang tepat supaya dia tidak mengompol di celana. Berikan motivasi yang positif Jangan pernah menghukum anak karena mengompol di malam hari, yang sebenarnya berada di luar kendali anak. Sebaliknya, pujilah anak dan beri motivasi positif bila dia berhasil melewati malam tanpa mengompol. Tetap tenang Anak mengompol adalah hal yang memang wajar. Yang paling penting Anda mendukung dan membantunya untuk menghentikan kebiasaannya mengompol. Semakin besar, anak akan merasa malu bila masih mengompol. Pastikan Anda memberikan banyak cinta dan dukungan, dan yakinkan anak bahwa dia akan menghentikan masalah mengompol dengan sendirinya. Jangan pernah memarahi, menghukum, atau mempermalukan anak karena mengompol di kasur. Apabila Anda melakukan hal tersebut maka akan membuat anak Anda merasa makin stres dan makin sering mengompol. Semoga cara diatas dapat membantu Anda untuk mengatasi kebiasaan mengompol pada anak Anda. Namun bila sudah lebih dari 7 tahun dan masih mengompol maka sebaiknya para ibu mengkonsultasikan hal ini dengan dokter spesialis anak.  Baca juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
 14 Mar 2015    10:00 WIB
Makanan dan Kebiasaan Ngompol Pada Anak
Berbagai mitos mengenai jenis makanan tertentu yang dianggap berhubungan dengan kebiasaan mengompol pada anak belum tentu benar. Di bawah ini terdapat pembahasan singkat mengenai hubungan jenis makanan tersebut dengan kebiasaan mengompol anak.   Makanan Pedas Para ahli mengatakan bahwa belum ditemukan adanya hubungan antara mengkonsumsi makanan pedas dengan mengompol. Walaupun makanan pedas memang dapat mengiritasi kandung kemih pada beberapa orang, terutama pada penderita inkontinensia urin (adanya perasaan mendesak untuk segera buang air kecil secara tiba-tiba). Oleh karena itu, dokter biasanya menyarankan pada para penderita inkontinensia urin untuk menghindari makanan pedas.   Jeruk atau Sitrus Buah-buahan seperti jeruk, lemon, dan jeruk limau memang dapat menyebabkan iritasi pada kandung kemih karena sifat asamnya. Akan tetapi, seperti halnya pada makanan pedas, tidak ditemukan adanya hubungan antara sitrus dengan kebiasaan mengompol pada anak. Pada kasus yang sangat jarang, terdapat anak yang memang alergi terhadap sitrus dan menyebabkan anak mengompol saat mengkonsumsi buah-buahan tersebut.   Alergi Makanan Berdasarkan sebuah penelitian, terdapat hubungan yang sangat kecil antara alergi makanan dengan kebiasaan mengompol. Akan tetapi, pada sebagian besar anak dengan kebiasaan mengompol, alergi makanan bukanlah penyebabnya.   Kafein Kafein baik yang terdapat di dalam makanan maupun minuman bekerja sebagai diuretik (menstimulasi kandung kemih untuk memproduksi lebih banyak air kemih). Oleh karena itu, hindarilah mengkonsumsi kafein pada sore dan malam hari. Sebagian besar orang beranggapan bahwa kafein hanya terdapat di dalam kopi, akan tetapi perlu diketahui bahwa kafein tidak hanya terdapat di dalam kopi. Teh, minuman bersoda, dan minuman energy lainnya juga mengandung kafein. Selain itu, coklat pun juga mengandung zat yang hampir mirip dengan kafein. Anda tetap dapat memberikan coklat pada anak anda, hanya saja jangan pada sore atau malam hari sebelum waktu tidur anak.   Air Putih Sebelum Tidur Mengompol pada anak-anak terjadi bukan hanya disebabkan oleh terlalu banyak air kemih yang telah berada di dalam kandung kemih. Anda biasanya akan terbangun di saat anda merasakan keinginan untuk buang air kecil dan tidak mengompol. Dengan membatasi jumlah air yang diminum oleh anak anda sebelum tidur, maka anda dapat memberikan waktu yang lebih banyak bagi anak anda untuk terbangun dan buang air kecil. Perlu diingat bahwa mengkonsumsi air putih bukanlah satu-satunya cara cairan masuk ke dalam tubuh. Berbagai jenis makanan seperti sup, yogurt, buah, dan sayuran juga mengandung kadar air yang cukup tinggi.   Sumber: webmd