Your browser does not support JavaScript!
 17 Aug 2018    18:00 WIB
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berhubungan Intim Setelah Melahirkan ?
Setelah seorang wanita melahirkan, biasanya akan terjadi perlukaan di jalan kelahiran. Oleh karena itu apabila Anda ingin melakukan hubungan seks setelah melahirkan, sebaiknya ada jeda waktu. Dokter biasanya menyarankan bahwa pasangan sebaiknya menunggu 4-6 minggu setelah melahirkan sebelum berhubungan seks lagi.  Dalam waktu ini akan memberikan waktu leher rahim dan rahim cukup waktu untuk masa penyembuhan. Pada saat setelah melahirkan biasanya lapisan rahim sangat rentan terhadap infeksi. Melakukan penetrasi akan menyebarkan bakteri yang akan meningkatkan terjadinya infeksi. Lokia (cairan normal yang keluar dari vagina setelah melahirkan) biasanya akan mengalir dari dinding rahim selama 2-8 minggu. Apabila Anda sudah tidak melihat lokia yang berwarna merah, itu berarti Anda sudah mengalami proses penyembuhan.  Selain itu proses melahirkan secara normal biasanya akan menyebabkan robekan pada daerah vagina, sehingga sebaiknya menghindari penetrasi yang akan menyebabkan penyebaran bakteri.  Yang dapat Anda lakukan: Selama menunggu proses penyembuhan Anda pasangan masih dapat menikmati hubungan seks tanpa melakukan penetrasi. Dalam mempertahankan keintiman Anda dapat melakukan pegangan tangan, memijat pasangan Anda, berpelukan, berciuman dengan pasangan.  Selain itu Anda harus menghindari menggunakan tampon untuk menghentikan aliran lokia.  Tidak ada barang yang boleh dimasukkan kedalam vagina Anda tanpa pengetahuan dokter, karena hal tersebut akan berpotensi menyebabkan terjadinya infeksi.    Sumber: newhealthguide
 23 Mar 2018    12:30 WIB
13 Perubahan yang Terjadi Pada Tubuh Anda Paska Hamil dan Melahirkan
Saat hamil dan memiliki anak, Anda mungkin mengira bahwa satu-satunya hal yang akan berubah saat hamil dan paska melahirkan adalah berat badan Anda yang bertambah cukup banyak. Akan tetapi, ternyata ada banyak hal lain yang akan berubah pada tubuh Anda paska hamil dan melahirkan. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja perubahan yang akan terjadi dan pada bagian tubuh mana saja perubahan tersebut akan terjadi.   Rambut Apakah Anda menyadari betapa banyak rambut Anda yang rontok paska melahirkan? Selain kerontokan rambut, banyak wanita yang merasa bahwa rambut mereka berubah secara permanen, misalnya menjadi lebih bergelombang, lebih kasar, dan lebih tipis. Walaupun hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang dapat menjelaskan apa yang menjadi penyebab berubahnya struktur atau ketebalan rambut seorang wanita paska melahirkan, akan tetapi para ahli menduga hal ini berhubungan dengan faktor hormonal.   Kulit Selulit Anda mungkin akan mulai memudar, tetapi tidak akan menghilang. Selulit atau stretch mark terjadi karena kulit Anda meregang melebihi kapasitasnya dan terlalu cepat. Saat hamil, beberapa bagian tubuh Anda mungkin akan tampak lebih gelap. Dapat terlihat linea negra, yaitu suatu garis vertikal pada bagian tengah perut Anda. Beberapa orang wanita juga dapat mengalami penggelapan kulit pada pipi atau bibir atas atau yang biasa dikenal dengan nama kloasma. Linea negra dan kloasma ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya paska melahirkan. Namun, pada beberapa orang wanita, penggelapan warna kulit ini mungkin dapat tetap ada walaupun lebih pudar. Anda mungkin akan memiliki tahi lalat yang lebih gelap atau lebih besar daripada saat hamil.   Payudara Menyusui dan membesarnya payudara karena bertambahnya kelenjar susu akan membuat kulit payudara meregang, yang akan membuat payudara tidak lagi sekencang dulu atau bahkan menjadi lebih kendur. Hal ini dikarenakan setelah Anda tidak lagi menyusui, maka kelenjar susu akan langsung mengecil, yang akan membuat payudara menjadi lebih kendur dan lebih lembek. Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita.   Perut Wanita yang pernah melahirkan biasanya akan memiliki pinggul yang lebih besar daripada wanita yang tidak memiliki anak. Hal ini ternyata dikarenakan lemak yang biasa digunakan oleh tubuh untuk membentuk ASI disimpan di daerah perut. Saat Anda berhenti menyusui, maka lemak yang tersisa akan tetap berada di daerah perut. Bahkan bila Anda rajin berolahraga, otot perut Anda mungkin tidak dapat kembali seperti dulu. Hal ini dikarenakan otot perut Anda sudah meregang melebihi kemampuannya sehingga ia tidak dapat kembali lagi ke bentuk sebelumnya.   Pinggul Pinggul Anda akan menjadi lebih besar karena pinggul merupakan tempat pertama penimbunan lemak yang akan digunakan untuk membentuk ASI. Jika berat badan Anda tidak kembali seperti sebelum Anda hamil, maka lemak di daerah pinggul ini cenderung menetap.   Kaki Pembuluh darah vena Anda yang mengalami varises saat hamil hanya akan kembali mengecil paska kehamilan pertama dan cenderung menetap setelah Anda hamil beberapa kali.   Telapak Kaki Pembesaran kaki yang terjadi selama hamil ternyata juga dapat menetap secara permanen. Anda mungkin akan membutuhkan sepatu yang lebih besar karena berbagai hormon yang dihasilkan saat hamil akan membuat ligamen (jaringan ikat) di kaki Anda menjadi lebih rileks agar dapat menahan beban kehamilan selama 9 bulan.   Baca juga: Mendengarkan Musik Bikin Anak Dalam Kandungan Lebih Pintar?   Siklus Menstruasi Wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur sebelum hamil dan melahirkan mungkin akan memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur. Banyak wanita juga lebih jarang mengalami kram atau nyeri perut saat menstruasi karena rahim mereka memang sudah membesar. Selain itu, kehamilan juga akan membuat endometriosis yang Anda alami menghilang selama sejangka waktu. Kehamilan juga akan menurunkan resiko terjadinya kanker rahim dan kanker ovarium, terutama bila Anda juga menyusui.   Kandung Kemih Otot-otot dasar panggul dan sfingter uretra (lubang kencing) akan mengalami trauma akibat proses melahirkan, yang akan membuat otot-otot ini melemah. Walaupun sebagian besar wanita tidak mengalami gangguan kendali BAK, akan tetapi ada sejumlah wanita yang akan mengompol bila tekanan di dalam perutnya meningkat, misalnya saat mereka tertawa, bersin, atau berlari. Senam Kegel dapat membantu menguatkan kembali otot-otot dasar panggul.   Tulang Kehamilan dan persalinan juga akan mempengaruhi tulang Anda. Tidak peduli seberapa besar usaha Anda untuk mengembalikan cadangan nutrisi yang hilang saat hamil, Anda tetap akan mengalami penurunan kepadatan tulang paska melahirkan.   Kelenjar Tiroid Sekitar 5-10% wanita akan mengalami penurunan atau peningkatan fungsi kelenjar tiroid selama beberapa bulan paska melahirkan. Walaupun gangguan ini biasanya akan membaik dengan sendirinya, akan tetapi beberapa gejala hipotiroidisme seperti badan lesu, depresi, dan sulit berkonsentrasi dapat tetap ada.   Darah Diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi saat hamil (preeklampsia atau eklampsia) biasanya akan menghilang paska melahirkan. Akan tetapi, hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya diabetes dan tekanan darah tinggi pada ibu di kemudian hari.   Otak Setelah Anda menjadi seorang ibu, Anda pun secara tidak langsung akan belajar untuk melakukan banyak hal sekaligus (multitask). Setelah melahirkan, otak Anda akan "deprogram" untuk dapat melakukan banyak hal sekaligus.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 10 Jan 2018    11:00 WIB
Psikosis Paska Melahirkan, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Psikosis paska melahirkan merupakan gangguan mental yang biasanya mengenai ibu segera setelah melahirkan. Gejala yang biasa ditemukan adalah adanya halusinasi atau perubahan mood ekstrim yang terjadi secara mendadak. Gangguan ini lebih jarang terjadi daripada gangguan mental paska melahirkan lainnya, yaitu baby blues dan depresi paska melahirkan, tetapi biasanya lebih berat.   Penyebab Gangguan ini biasanya bersifat diturunkan dari ibu, saudara perempuan, atau anggota keluarga wanita lainnya. Gangguan ini paling sering terjadi pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Wanita yang pernah mengalami gangguan ini pada persalinan pertamanya, memiliki resiko yang tinggi untuk mengalami gangguan yang sama pada persalinan berikutnya. Hal lain yang mungkin menyebabkan terjadinya psikosis paska melahirkan adalah perubahan kadar hormonal atau perubahan pola tidur.   Baca juga: Apa Saja Gejala dan Resiko Terjadinya Depresi Paska Melahirkan?   Gejala Sebenarnya mengalami perubahan mood paska melahirkan adalah hal yang normal. Gejala ini biasanya berlangsung selama sekitar 10 hari paska melahirkan. Akan tetapi, perubahan mood ekstrim bahkan setelah melewati masa ini (10 hari paska melahirkan) dapat merupakan gejala dari psikosis paska melahirkan. Gejala psikosis paska melahirkan dapat berbeda-beda pada setiap wanita. Beberapa gejala yang mungkin ditemukan adalah: Beberapa wanita dapat mengalami gejala yang sama seperti pada gangguan bipolar, yaitu sulit tidur, meningkatnya perilaku sosial dan aktivitas fisik berlebihan, euphoria, mudah menangis, mudah marah, perilaku kekerasan, dan delusi. Pada kasus yang berat, dapat menyebabkan penderita berbicara tidak jelas Gejala depresi berat yang disertai oleh delusi dan halusinasi Tampak kebingungan, sangat ketakutan, paranoid, dan merasa curiga   Pengobatan Wanita yang mengalami psikosis paska melahirkan harus segera mencari pertolongan medis. Bila gejalanya berat, maka mungkin perlu diberikan obat anti psikosis dan penstabil mood. Penderita biasanya harus dirawat di rumah sakit. Anggota keluarga dan suami wanita yang mengalami psikosis paska melahirkan memiliki peran yang sangat penting dalam pengobatannya. Dengan pengobatan yang tepat, gejala biasanya tidak akan berlangsung lama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 04 Feb 2017    15:00 WIB
Bahaya Melahirkan Didalam Air (Water Birth)
Duduk berendam didalam bak berisi air hangat memang dapat mengurangi nyeri yang dialami saat seorang ibu dalam proses melahirkan, tetapi ternyata water birth tidak terbukti memberikan keuntungn dan dapat menimbulkan resiko. Hal ini disampaikan para ahli pada pertemuan di the nation's obstetricians. Memang belum ada jumlah pasti seberapa banyak bayi yang dilahirkan dengan proses water birth, yang pasti jumlahnya terus meningkat karena semakin banyak rumah sakit yang menyediakan prosedur ini dan menjanjikan kenyamanan untuk ibu yang akan melahirkan. Pada laporan sebelumnya yang dibuat berdasarkan laporan 2 tindakanan water birth, proses berendam yang dilakukan pada tahap awal kelahiran memang sangat membantu dan akan aman jika sudah disiapkan tindakan-tindakan pencegahan. Tetapi laporan lain yang diterbitkan oleh the American College of Obstetricians and Gynecologists and the American Academy of Pediatrics mengatakan dengan melahirkan didalam air menimbulkan sedikit komplikasi yang ditimbulkan oleh keadaan "hampir tenggelam" yang dialami bayi yang dilahirkan. Walaupun munculnya komplikasi sangat jarang terjadi, tetapi organisasi tersebut menyarankan adanya penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dari proses melahirkan water birth. Faktanya, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh bidan bersertifikat di Caughey's hospital yang sudah berpengalaman melakukan tindakan water birth selama beberapa tahun, memang terdapat beberapa komplikasi yang timbul karena proses water birth tetapi tidak ada peningkatan dari jumlah kejadian. Ibu hamil yang tertarik menggunakan tehnik water birth terlebih dahulu akan mengikuti kelas khusus mengenai water birth dan menandatangani surat pernyataan. Pihak Rumah Sakit juga selalu melakukan penyuluhan kepada pasien tentang resiko yang mungkin timbul, walaupun angka kejadiannya sangat rendah. Rumah Sakit hanya mengijinkan ibu hamil dengan tingkat resiko yang paling rendah untuk mengikuti prosedur ini. Rumah Sakit juga menggunakan bak mandi yang bersih dan dilakukan monitor yang ketat terhadap pasien juga dapat segera memindahkan pasien secepatnya jika terjadi masalah. Laporan mengatakan resiko yang dapat muncul saat melakukan water birth adalah infeksi, kesulitan untuk mengatur suhu bayi, dan distres pernafasan jika bayi menghirup air.Sumber: foxnews
 12 May 2016    11:00 WIB
Mengapa Dokter Mempercepat Proses Persalinan?
Mempercepat waktu persalinan atau induksi persalinan dapat dilakukan apabila dokter atau bidan anda mengetahui adanya berbagai hal yang dapat mengganggu kesehatan anda atau bayi anda pada trimester akhir kehamilan anda. Walaupun demikian, induksi persalinan pun memiliki resikonya sendiri. Oleh karena itu, para ahli tidak menyarankan anda melakukan induksi persalinan ini bila tidak ada alasan medis lainnya.   Mengapa Persalinan Harus Dipercepat? Sebagian besar induksi persalinan dilakukan karena adanya alasan medis tertentu. Salah satunya adalah apabila anda belum juga mengalami tanda-tanda akan bersalin walaupun usia kehamilan anda telah mencapai 41 minggu. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai komplikasi selama persalinan, yang dapat mengganggu kesehatan anda maupun bayi anda. Alasan lainnya adalah apabila air ketuban anda sudah pecah akan tetapi tidak ada tanda-tanda persalinan akan segera terjadi. Setelah air ketuban anda pecah, maka baik anda maupun bayi anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi. Alasan ketiga adalah bahwa anda memiliki gangguan kesehatan tertentu yang dapat membahayakan jiwa anda atau bayi anda. Dokter anda mungkin akan menyarankan untuk menginduksi persalinan anda bila anda memiliki diabetes, hipertensi (tekanan darah tinggi), preeklampsia, atau eklampsia. Alasan keempat adalah apabila bayi anda diduga mengalami gangguan kesehatan tertentu yang diketahui melalui pemeriksaan penunjang, seperti USG atau pemeriksaan penunjang lainnya. Gangguan kesehatan yang mungkin terjadi adalah gangguan pertumbuhan (bayi anda tidak bertumbuh secara normal) atau bayi anda memiliki kelainan denyut jantung.   Kapan Induksi Persalinan Tidak perlu Dilakukan? Bila kehamilan anda baru saja melewati 40 minggu maka hal ini bukanlah alasan melakukan tindakan induksi persalinan. Induksi persalinan sebaiknya dilakukan bila kehamilan anda telah berusia 41 minggu atau lebih.   Bagaimana Cara Menginduksi Persalinan? Pemberian Hormon Dokter dapat memberikan hormon prostaglandin untuk merangsang pembukaan serviks dan memicu terjadinya kontraksi rahim. Tindakan ini dilakukan di rumah sakit. Jika anda pernah melahirkan melalui tindakan caesar, maka anda tidak dapat melakukan tindakan ini, karena dapat meningkatkan resiko terjadinya ruptur rahim. Dilatasi Mekanik Pada tindakan ini, dokter akan memasukkan suatu kateter balon ke dalam serviks anda melalui vagina, dan kemudian mengembangkan balon tersebut sehingga terjadi pembukaan serviks. Tindakan ini dilakukan di rumah sakit. Pemberian Obat-obatan Pemberian oksitosin dapat merangsang terjadi kontraksi rahim. Biasanya diberikan dari dosis kecil dan ditingkatkan secara perlahan hingga kontraksi menjadi cukup kuat dan sering sehingga persalinan dapat terjadi. Beberapa wanita dapat segera melahirkan dalam waktu beberapa jam setelah induksi dimulai, yang lainnya memerlukan waktu 1-2 hari setelahnya. Bila semua tindakan induksi persalinan di atas tidak dapat memulai proses persalinan, maka anda mungkin harus melahirkan melalui caesar, terutama bila ketuban anda telah pecah.   Resiko Induksi Persalinan Beberapa resiko tindakan induksi persalinan adalah: Bila induksi persalinan tidak berhasil merangsang terjadinya persalinan, maka anda mungkin harus melahirkan melalui tindakan caesar Anda mungkin memerlukan waktu rawat inap di rumah sakit yang lebih lama untuk memulai proses induksi, persalinan, dan mungkin tindakan caesar Induksi dapat menyebabkan kontraksi rahim menjadi lebih kuat dan sering daripada seharusnya, sehingga dapat terasa sangat menyakitkan dan mungkin  menyebabkan anda memerlukan penggunaan obat anti nyeri atau bius epidural untuk mengurangi rasa nyeri ini Meningkatkan resiko terjadinya infeksi, terutama bila ketuban telah pecah dan anda belum juga melahirkan dalam waktu 1-2 hari kemudian Bila induksi dilakukan saat kehamilan anda baru berusia 37-39 minggu maka hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan kesehatan pada bayi anda, seperti gangguan pernapasan atau berbagai gangguan kesehatan lainnya Tindakan induksi persalinan terutama bila menggunakan obat-obatan dapat berbahaya bila anda pernah melahirkan melalui tindakan caesar atau pernah melalui tindakan pembedahan pada rahim. Induksi dapat meningkatkan resiko terjadinya ruptur (robekan) pada rahim. Selain itu, kontraksi kuat dapat menyebabkan plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya dan menyebabkan terjadinya perdarahan hebat   Dapatkah Melakukan Induksi Tanpa Bantuan Dokter? Terdapat beberapa hal yang juga dapat memicu terjadinya persalinan selain berbagai cara di atas, seperti: Melakukan hubungan seksual Menstimulasi puting susu anda dengan lembut Mengkonsumsi minyak jarak (castor oil) Berjalan Jangan pernah mencoba berbagai metode di atas sebelum berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda.   Sumber: webmd  
 06 Sep 2015    09:00 WIB
Melahirkan Sebelum Waktunya, Bolehkah?
Bahaya Melahirkan Sebelum Waktunya Beberapa minggu terakhir kehamilan merupakan saat penting bagi pertumbuhan bayi anda. Berbagai organ penting bayi, seperti otak dan paru-paru masih dalam tahap perkembangan saat kehamilan anda berusia 37 dan 38 minggu. Oleh karena itu, bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 39 minggu memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti: Gangguan pernapasan karena paru-paru yang belum berkembang secara menyeluruh Gangguan makan karena bayi mengalami kesulitan menghisap atau menelan Infeksi berat yang dapat membahayakan nyawa bayi anda   Apakah Saya Benar-benar Harus Melahirkan Sebelum Waktunya? Kadangkala, anda harus melahirkan sebelum waktunya karena adanya beberapa gangguan kesehatan, seperti: Bayi anda tidak bertumbuh sesuai usia kehamilan (Intra Uterine Growth Retardation/IUGR) Ketuban pecah dini Anda telah menderita diabetes sebelum hamil atau mengalami diabetes selama kehamilan (diabetes gestasional) Anda memiliki tekanan darah tinggi atau preeklampsia Pada berbagai gangguan kesehatan di atas, melahirkan sebelum waktunya memiliki manfaat yang lebih besar daripada resikonya. Bila anda atau bayi anda tidak memiliki gangguan kesehatan yang mengharuskan anda melahirkan lebih awal, maka akan lebih baik untuk melahirkan pada waktunya.   Kontraindikasi Melahirkan Sebelum Waktunya Melahirkan sebelum waktunya dapat membahayakan anda dan bayi anda. Trimester terakhir kehamilan anda dapat membuat anda sangat tidak nyaman, akan tetapi bukan berarti anda boleh melahirkan lebih awal. Beberapa alasan yang mungkin menyebabkan anda ingin melahirkan lebih awal walaupun tanpa adanya gangguan kesehatan yang mengharuskannya adalah: Anda tidak ingin berat badan anda bertambah lagi Khawatir bayi anda terlalu besar Anda mengalami gangguan tidur Anda ingin menyesuaikan jadwal kelahiran anda dengan kebutuhan pekerjaan atau liburan anda Dokter anda ingin berpergian Anda ingin melahirkan pada tanggal tertentu   Sumber: webmd
 10 Apr 2014    14:30 WIB
Pengobatan dan Pencegahan Terjadinya Depresi Paska Melahirkan
PengobatanPengobatan depresi paska melahirkan berbeda-beda tergantung pada jenis dan keparahan gejala yang dialami oleh penderita. Beberapa langkah pengobatan meliputi penggunaan obat anti depresan dan melakukan psikoterapi, baik individual maupun kelompok.Anda tetap dapat menyusui bayi anda walaupun sedang mengkonsumsi obat anti depresi, obat anti cemas, ataupun obat anti psikosis. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai dosis dan jenis obat yang dapat anda gunakan.Kapan Hubungi Dokter?Segera hubungi dokter bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:•  Gejala berlangsung selama lebih dari 2 minggu•  Penderita tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari•  Penderita tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan sehari-hari•  Memiliki pikiran untuk menyakiti dirinya sendiri atau bayinya•  Penderita merasa sangat cemas, takut, dan panik hampir di sepanjang waktuPencegahanBeberapa hal yang dapat membantu anda mencegah atau mengatasi terjadinya depresi paska melahirkan adalah:•  Cari pertolongan, baik dari anggota keluarga, petugas medis, maupun pasangan anda•  Tetapkan suatu ekspektasi yang realistis bagi diri anda dan bayi anda•  Berolahragalah•  Ketahuilah bahwa hari-hari anda tidak akan selalu indah dan baik. Siapkan diri anda untuk menghadapi hari-hari yang buruk juga•  Lakukan diet sehat dan seimbang, batasi konsumsi alkohol dan kafein•  Jaga keintiman dan hubungan dengan pasangan anda•  Jaga komunikasi dengan keluarga dan teman anda, jangan mengisolasi diri anda•  Batasi jumlah pengunjung saat anda baru pulang dari rumah sakit setelah melahirkan•  Tidur atau beristirahatlah juga saat bayi anda tidurSumber: webmd