Your browser does not support JavaScript!
 11 Jun 2021    12:00 WIB
Tips Mengatasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan
Jika setelah melahirkan mengalami rambut rontok itu merupakan hal yang wajar, hal ini banyak dialami oleh wanita setelah melahirkan. Rata-rata wanita hampir kehilangan 100 helai rambut sehari. Hal ini terjadi karena fluktuasi hormon kerontokan ini akan terjadi sekitar 24 minggu hingga 18 bulan, kerontokan ini tidak bisa dicegah. Tetapi jangan khawatir ya, rambut rontok setelah melahirkan bisa dirawat loh. Nah jadi bagaimana sih mengatasi kerontokan pada rambut setelah melahirkan? Simak tips dibawah ini! Cuci rambut secara lembut Ketika rambut sedang mengalami kerontok, jangan terlalu sering keramas, keramas jika hanya diperlukan saja dan ingat lakukan dengan lembut dan pelan. Jangan lupa untuk menggunakan kondisioner dan sisir untuk mengurangi kerontokan.   Konsumsi suplemen Rambut juga memiliki suplemen untuk penumbuh rambut yang bisa menjadi alternatif mengatasi kerontokan pada rambut setelah melahirkan. Coba konsumsi suplemen biotin (B7) untuk memperkuat folikel agar rambut tidak rontok. Multivitamin bisa melengkapi gizi.   Potong rambut Untuk mengurangi kerontokan yang terjadi pada rambut cobalah untuk memotong rambut. Dengan memotong rambut membuat ibu yang baru melahirkan tidak perlu mengikat rambut lagi, sehingga rambut tidak mudah rontok.   Jangan mengikat rambut terlalu kencang Usahakan tidak menggunakan gaya rambut yang bisa menambah tekanan pada akar rambut. Contohnya mengikat rambut terlalu kencang.   Jangan menggunakan alat pemanas rambut Lupakan untuk menggunakan pengering pengeriting bahkan sampai pelurus rambut. Tunda menggunakan alat-alat ini karena bisa membuat rontok rambut menjadi berlebihan.   Baca juga: 8 Langkah Kembali Langsing Pasca Melahirkan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 08 Feb 2021    13:00 WIB
Cara Membangkitkan Gairah Seks yang Hilang Setelah Melahirkan
Gairah untuk bercinta menghilang setelah melahirkan? Jika iya, hal ini bisa dialami siapa saja. Hal ini bisa terjadi bisa dipicu beberapa hal misal setelah melahirkan secara proses normal maka ada luka robekan dan bekas jahitan pada miss V, sehingga merasa takut untuk berhubungan intim. Atau mungkin selama hamil tidak melakukan hubungan intim sehingga saat akan memulai kembali merasa takut. Selain itu juga bisa disebabkan karena merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuh yang sekarang tidak seindah waktu masih gadis dahulu. Semua hal diatas dapat membuat seorang wanita yang baru melahirkan merasa kehilangan gairah untuk bercinta dengan suami. Padahal siapa tahu suami Anda sudah menantikan saat ini, dimana dia bisa bercinta dengan tenang tanpa merasa takut mencederai bayi Anda. Untuk membantu membangkitkan kembali gairah Anda, berikut adalah caranya: 1.      Pertama merawat diri Anda Jika Anda merasa lelah, kesepian, dan frustrasi, Anda mungkin tidak akan berada dalam mood untuk bercinta. Jadi, luangkan waktu untuk mengurus diri sendiri terlebih dahulu. Tidur siang, mengejar ketinggalan waktu tidur. Pergi bersantai atau merawat diri melakukan perawatan di salon juga membantu Anda merasa lebih tenang. Apabila Anda sudah merasa lebih tenang maka keinginan untuk bercinta akan lebih mudah untuk bangkit. 2.      Olahraga Bangun, aktif dan berolahraga bisa membantu meningkatkan kemampuan memompa darah dan detak jantung Anda, yang akan membuat Anda merasa lebih siap untuk melakukan hubungan intim. Cobalah untuk berolahraga selama minimal 30 menit per hari untuk menjaga libido Anda dari keluar dari posisi terbawahnya dan membuat Anda merasa lebih bergairah. Tapi perlu diingat olahraga yang dilakukan juga tidak boleh terlalu berat karena Anda masih dalam proses penyembuhan, berikan waktu 3 bulan setelah melahirkan. 3.      Konsumsi Suplemen Ada satu ton bahan herbal alami, vitamin, krim dan suplemen di luar sana yang terbukti dapat meningkatkan libido wanita. Salah satu ramuan yang paling umum adalah ginseng yang dapat menjaga kesehatan, stamina, membantu kinerja yang baik di tempat tidur dan juga meningkatkan hasrat seksual. Bahan lain seperti Gingko Biloba. Ramuan ini diidentifikasi untuk meningkatkan aliran darah dalam klitoris wanita. Jadi pilihlah suplemen yang mengandung bahan tersebut. 4.      Bicarakan dengan pasangan Salah satu cara untuk membangkitkan gairah adalah dengan dukungan dari pasangan. Bila suami Anda bisa membantu Anda maka gairah Anda bisa timbul kembali. Dukungan yang diberikan suami bisa bermacam-macam misal bantuan dia dalam menjaga bayi, yang akan membuat Anda tidak terlalu merasa lelah. Pujian dari suami yang mengatakan Anda yang terindah hal ini juga bisa memicu gairah Anda bangkit kembali. 5.      Berbicara Dengan Dokter Anda Apabila Anda merasa gairah Anda sedang benar-benar bermasalah maka Anda bisa meminta bantuan dokter. Jangan merasa malu atau malu. Kadang-kadang ada beberapa masalah kesehatan yang mendasari libido menurun dan dokter Anda dapat membantu mencari tahu penyebab tersebut. Gairah dalam bercinta adalah hal yang penting, sehingga akan membantu Anda dan pasangan lebih mudah menikmati hubungan intim. Jadi jangan menunda segera lakukan hal diatas bila Anda sedang menemukan masalah dalam gairah. Sumber: thehealthyhoneys
 02 Feb 2021    13:00 WIB
Tetap Bergairah Setelah Mempunyai Anak
Menurunnya gairah seksual setelah anda melahirkan dan mempunyai anak merupakan hal yang normal terjadi pada setiap wanita. Akan tetapi, apa yang terjadi bila dengan semakin bertambahnya anak anda, gairah seksual anda justru semakin menurun. Hal ini bukanlah sesuatu hal yang normal. Kesibukan dan rasa lelah akibat mengurus beberapa anak sekaligus dapat membuat anda kehilangan waktu untuk berduaan bersama pasangan anda. Berkurangnya waktu yang disertai oleh kesibukan anda dan pasangan dapat memudarkan gairah dan kemesraan di antara anda dan pasangan. Untuk itu, diperlukan beberapa usaha baik dari anda maupun pasangan untuk kembali menciptakan percikan gairah dan kemesraan anda dan pasangan. Ciptakan Kembali Mengembalikan kemesraan dan kedekatan anda dan pasangan anda dapat dimulai dengan beberapa sentuhan atau ciuman kecil. Sentuhan dan ciuman kecil ini pada akhirnya dapat menciptakan kembali percikan gairah yang kemudian dapat mendekatkan kembali anda dan pasangan anda. Komunikasi Setelah anda mempunyai anak, kemungkinan hampir seluruh pembicaraan anda dan pasangan adalah mengenai anak anda. Bila hal ini terus berlangsung justru dapat mempengaruhi hubungan anda. Anda mungkin bahkan tidak mengetahui berbagai hal yang pasangan anda alami akhir-akhir ini. Berbicaralah mengenai berbagai topik lainnya selain mengenai anak anda, seperti saat anda belum mempunyai anak dulu. Hal ini dapat membantu menjaga hubungan serta kedekatan anda dan pasangan anda. Berkencan Sesekali titipkanlah anak anda pada orang tua atau mertua anda sehingga anda dapat pergi berdua bersama pasangan anda. 
 28 Nov 2020    13:00 WIB
Cara Mudah Kembali Langsing Setelah Melahirkan
Menjadi seorang ibu merupakan impian seorang wanita. Hamil dan melahirkan bayi yang sehat memberikan kebahagian untuk para ibu. Namun saat hamil, biasanya bentuk tubuh akan berubah. Makan untuk 2 orang! Alasan ini yang sering digunakan setiap wanita hamil untuk memakan makanan dalam porsi besar. Keinginan mengkonsumsi makanan secara berlebihan ini menyebabkan berat badan bertambah, dan hanya setelah melahirkan Anda benar-benar akan menyadarinya. Namun jangan jadikan ini menjadi alasan untuk menyerah, justru sebaliknya! Ini adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan kembali bentuk badan ideal Anda dengan cara yang lebih sehat. Tetap Aktif Anda bisa melakukan rutinitas bersama bayi Anda, seperti Anda bisa mengajak bayi-bayi Anda jalan-jalan di kompleks rumah. Cara ini akan membantu meningkatkan hubungan Anda dengan bayi Anda. Gunakan setiap kesempatan untuk bergerak. Anda bisa mengajak keluarga Anda untuk berpartisipasi, jika seluruh keluarga terlibat dalam proses ini, kegiatan ini akan menjadi motivasi yang lebih besar bagi Anda dan tujuan Anda lebih mudah dicapai. Menyusui Dengan menyusui hal ini akan memberikan dampak positif untuk Anda dan bayi Anda. Menyusui merupakan salah satu cara mudah dan murah untuk bisa kembali langsing setelah melahirkan. Pada saat Anda memberikan ASI eksklusif, maka sudah terjadi pengurangan timbunan lemak pada tubuh. Lemak yang disimpan akan dipergunakan untuk memproduksi ASI Mengasuh Bayi Sendiri Bila Anda ingin cepat langsing maka asuhlah bayi Anda sendiri.Mengerjakan sendiri segala keperluan bayi mulai dari memandikan bayi, ,mengganti popok, menggendong bayi, menidurkan bayi, menyusui hingga mengajak bayi bermain akan membantu menguras energi. Aktivitas mengasuh dan mengurus bayi tidak hanya menyita waktu dan perhatian yang cukup banyak. Namun juga konsentrasi dan tenaga banyak yang terpakai.   Memilih Makanan Sehat Setelah melahirkan atau masa menyusui seringkali membuat para ibu ingin makan lebih banyak.Jadi isi lemari es Anda dengan makanan sehat. Ada kecenderungan orang akan memakan makanan apapun yang ada di dalam lemari es. Maka isilah lemari es Anda dengan makanan-makanan sehat seperti  sayuran, dada ayam, fillet ikan dan buah-buahan. Usahakan untuk makan makanan yang berwarna seperti semua warna yang terdapat dalam pelangi. Hal ini agar Anda mengonsumsi berbagai macam sumber vitamin. Usahakan untuk mengkonsumsi protein esensial, vitamin dan karbohidrat.. Makanlah biji-bijian seperti oats, bersama dengan buah dan susu skim atau green tea. Anda juga bisa memadukan buah-buahan, sereal dan yogurt dalam menu makanan Anda. Anda dapat memilih untuk membuat smoothie yogurt, biji rami, blueberry dan jus jeruk. Makanlah dengan Perlahan Semakin lama seseorang mengunyah makanan maka reaksi otak menangkap rasa kenyang dapat berlangsung makin cepat. Selain itu, makan secara perlahan juga dapat membantu Anda terbebas dari masalah pencernaan dan membuat perut tidak kembung. Proses lambat itu juga memungkinkan terbentuknya enzim yang berfungsi membuat makanan menjadi lebih lembut baik seperti enzim lipase yang ada di mulut. Aroma dan rasa lapar dengan kunyahan yang lambat membantu tubuh mengolah makan dengan baik dan membuat Anda mengontrol diri terhadap apa yang dimakan. Baca Label Produk Saat Membeli Makanan Setiap kali Anda membeli makanan, maka usahakan untuk membaca label pada kemasannya, jangan hanya melihat pada kalorinya saja, bacalah semua dan periksalah kandungan apa saja yang terdapat didalamnya. Hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak hydrogenated. Lemak ini merupakan lemak olahan yang tidak bisa dirubah oleh tubuh. Belajarlah untuk mengetahui apa yang Anda makan dan usahakan untuk memilih makanan segar dan alami. Menjadikan Gaya Hidup Sehat Sebagai Pegangan Hidup Berlatihlah menjalankan gaya hidup sehat, makan makanan sehat, berolahraga, jadikan hal ini menjadi kebiasaan yang baik, dan ajaklah seluruh keluarga Anda berpartisipasi, yang juga akan memberikan pengetahuan seputar hidup sehat. Jangan lupa bahwa dengan cara ini Anda juga mendidik anak-anak Anda untuk hidup sehat, bimbinglah mereka untuk memperoleh kebiasaan yang sehat dan hidup dengan kesehatan yang lebih baik. Sumber: trendshealth
 06 Jul 2020    11:00 WIB
Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Sang Ibu
Tahukah Anda bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda, tetapi juga bagi Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari menyusui bagi sang ibu.   Baca juga: Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui   Menyusui Dapat Menyembuhkan Tubuh Anda Saat Anda menyusui, maka tubuh Anda akan memproduksi hormon oksitosin, yang akan membantu rahim Anda berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula. Selain itu, adanya hormon ini juga dapat membantu mengurangi perdarahan rahim paska persalinan. Menyusui juga dapat mencegah payudara membengkak dan nyeri karena banyaknya ASI yang terdapat di dalamnya. Pembengkakan payudara ini dapat terjadi saat payudara sedang "mengubah" ASI yang dihasilkannya dari kolostrum menjadi ASI biasa atau saat Anda sudah beberapa hari tidak menyusui.   Menyusui Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Beberapa Penyakit Tertentu Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Menyusui Membantu Menurunkan Berat Badan Dengan Lebih Cepat Untuk memproduksi ASI, tubuh Anda membutuhkan sekitar 500 kalori setiap harinya. Dengan demikian, menyusui juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda paska melahirkan, yaitu sekitar 1-2 kg setiap bulannya.   Menyusui Dapat Menghemat Pengeluaran Anda Selain mudah (tidak butuh botol dan tidak perlu menyiapkan susu), ASI juga bebas dari kuman penyakit dan membuat Anda dapat berhemat karena tidak perlu membeli susu formula bayi yang cukup mahal. Anda juga dapat memberikan susu pada bayi Anda kapan saja dan di mana saja. Menyusui juga membuat Anda dapat beristirahat dan membentuk ikatan dengan bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 23 Nov 2019    08:00 WIB
Kenali Tanda Depresi Paska Melahirkan Sejak Dini
Depresi paska melahirkan merupakan depresi yang terjadi pada beberapa wanita beberapa minggu atau beberapa bulan setelah melahirkan. Gejala terjadinya depresi paska melahirkan ini dapat berupa mood yang buruk, adanya perasaan tidak mampu mengatasi berbagai kesulitan hidup, dan adanya gangguan tidur. Beberapa wanita dapat mengalami depresi paska melahirkan dan bahkan tidak menyadarinya. Sekitar 1 dari 7 wanita mengalami berbagai gejala depresi dalam waktu 3 bulan setelah melahirkan. Walaupun perubahan mood (baby blues) sering terjadi setelah melahirkan, akan tetapi depresi paska melahirkan memiliki gejala yang lebih berat daripada baby blues.Siapa yang Beresiko Mengalami Depresi Paska Melahirkan?Sebagian besar ibu baru mengalami baby blues setelah melahirkan. Sekitar 1 dari 10 wanita yang mengalami baby blues ini akan mengalami gejala yang lebih berat dan lebih lama setelah melahirkan. Sekitar 1 dari 1.000 wanita yang mengalami depresi paska melahirkan dapat mengalami gejala yang lebih berat lagi yang disebut dengan psikosis paska melahirkan (psikosis postpartum).Faktor ResikoBeberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan adalah:•  Pernah mengalami depresi selama kehamilan•  Usia ibu saat hamil. Semakin muda usia ibu, maka semakin besar resiko terjadinya depresi paska melahirkan•  Adanya campuran antara perasaan bahagia dan sedih saat hamil•  Jumlah anak. Semakin banyak jumlah anak yang anda miliki, maka semakin tinggi resiko terjadinya depresi paska melahirkan pada kehamilan berikutnya•  Pernah mengalami gangguan depresi atau gangguan disforik premenstrual (sindrom premenstrual yang berat) sebelum hamil•  Kurangnya dukungan keluarga atau teman atau lingkungan saat hamil•  Tinggal atau hidup sendiri•  Adanya permasalahan dalam pernikahanGejalaGejala depresi paska melahirkan mirip dengan apa yang biasanya terjadi setelah kelahiran seorang anak. Berbagai hal yang sering dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan adalah:•  Kurang tidur•  Perubahan nafsu makan•  Merasa sangat lelah•  Penurunan gairah seksual•  Mood sering berubah-ubah Bila berbagai hal di atas disertai dengan gejala gangguan depresi, maka wanita tersebut diduga mengalami depresi paska melahirkan. Gejala gangguan depresi yang dapat ditemukan adalah:•  Mood depresi (merasa sedih terus-menerus atau merasa bersalah)•  Tidak merasa senang saat melakukan berbagai hal yang sebelumnya disukai atau dapat memberikan kebahagiaan sebelumnya•  Merasa tidak berharga•  Merasa putus asa dan tidak berdaya•  Adanya pemikiran tentang kematian atau keinginan untuk bunuh diriGangguan Cemas dan Depresi Paska MelahirkanBila anda memiliki gangguan cemas seperti gangguan obsesif kompulsif sebelum hamil, maka gangguan ini mungkin akan memburuk atau justru timbul beberapa saat setelah melahirkan. Obsesi yang terjadi biasanya berhubungan dengan kekhawatiran tentang keselamatan atau kesehatan bayinya. Gangguan panik juga dapat terjadi beberapa saat setelah melahirkan. Baik gangguan obsesif kompulsif maupun gangguan panik dapat terjadi bersamaan dengan gangguan depresi paska melahirkan.Apakah Saya Mengalami Depresi Paska Melahirkan?Untuk menegakkan diagnosa depresi paska melahirkan, dokter biasanya akan menanyakan dan mengamati berbagai gejala yang anda alami. Dokter juga mungkin akan melakukan berbagai pemeriksaan lain untuk menyingkirkan berbagai kemungkinan lain yang menyebabkan timbulnya berbagai gejala yang anda alami.Sumber: webmd
 26 Aug 2019    08:00 WIB
Hal-hal Yang Meningkatkan Resiko Anda Melahirkan Bayi Besar
Saat hamil, Anda mungkin akan mendengar berbagai nasehat yang berbeda-beda atau bahkan mungkin berlawanan satu sama lain. Salah satunya adalah mengenai berapa banyak Anda harus makan dan hubungannya dengan berat bayi Anda. Akan tetapi, apakah memang benar ada hubungan antara makanan yang Anda makan dengan berat badan bayi Anda saat lahir? Apakah makan lebih banyak akan membuat bayi Anda menjadi lebih gemuk atau sebalinya?   Berapa Berat Bayi yang Seharusnya? Para ahli mengatakan bahwa rata-rata berat bayi adalah antara 2.500-5.000 gram. Bayi yang memiliki berat badan lahir lebih dari 5.000 gram dianggap besar.   Hubungan Antara Berat Badan Ibu Hamil dan Berat Badan Bayinya Apa yang ibu hamil makan memang akan mempengaruhi kesehatan dan berat badan bayi Anda. Akan tetapi, bukan berapa jumlah makanan yang Anda makan yang mempengaruhi berat badan bayi Anda, tetapi kualitas makanan Anda. Selain berat badan, kualitas makanan yang Anda konsumsi juga akan mempengaruhi kesehatan dan metabolisme bayi Anda saat ia dewasa nanti.   Baca juga: Mengapa Kaki Wanita Hamil Sering Membengkak???   Berbagai Hal yang Mempengaruhi Berat Badan Bayi Selain berat badan ibu saat hamil, ada beberapa hal lain yang juga dapat mempengaruhi berat badan lahir bayi Anda seperti di bawah ini.   Kadar Gula Darah Wanita yang memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi diyakini juga memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi. Hal ini dapat sangat menentukan berat badan bayinya. Kadar gula darah yang tinggi akan meningkatkan kadar insulin di dalam darah. Insulin akan berfungsi sebagai hormon pertumbuhan. Wanita yang menderita diabetes tipe 1 memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengandung bayi besar, begitu pula halnya dengan ibu yang menderita diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional. Akan tetapi, bukan berarti ibu dengan diabetes pasti akan melahirkan bayi besar. Bila Anda dapat mengendalikan kadar gula darah dengan baik, maka resiko ini akan menurun dengan signifikan. Oleh karena itu, pastikan Anda mengkonsumsi makanan sehat dan tetap aktif saat hamil.   Usia Ibu Ibu yang hamil setelah berusia lebih dari 35 tahun biasanya akan melahirkan bayi besar. Hal ini biasanya berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan yang lebih mudah terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda. Sebaliknya, remaja perempuan yang hamil biasanya justru akan memiliki bayi yang lebih kecil.   Gangguan Medis Ibu yang Sudah Ada Sebelumnya Berbagai gangguan medis yang dialami ibu sebelum hamil seperti gangguan jantung, diabetes, dan anemia juga dapat mempengaruhi berat badan bayi.   Berat Badan Ibu Sebelum Hamil Ibu yang memiliki berat badan kurang sebelum hamil memiliki resiko tinggi untuk melahirkan bayi yang kecil dan begitu pula sebaliknya, ibu yang memiliki indeks massa tubuh yang tinggi cenderung memiliki bayi yang lebih besar.   Genetika Selain berbagai hal di atas, gen dari ayah dan ibu juga akan mempengaruhi ukuran bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 29 Jan 2019    16:00 WIB
Tips Mengatasi Berbagai Keluhan Paska Melahirkan
Bagaimana Mengatasi Nyeri Episiotomi?Jahitan anda seharusnya akan sembuh dalam waktu 10-14 hari. Untuk mempercepat proses penyembuhan, mandilah dengan air hangat 2 kali sehari dan keringkan kemaluan anda dengan handuk bersih.Obat anti nyeri dapat mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman yang anda rasakan. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai obat anti nyeri apa yang dapat anda gunakan saat menyusui. Selain itu, mandi dengan air hangat juga dapat mengurangi rasa nyeri yang anda rasakan. Anda akan merasa lebih nyaman saat duduk di atas bantal, dan kencangkanlah bokong anda saat duduk.Tips Mengurangi Nyeri Saat Buang Air KecilBerbagai luka lecet kecil dan ringat akan sembuh dengan sendirinya. Alirkanlah air dingin atau air hangat yang bersih di antara kedua kaki anda saat anda buang air kecil. Air hangat ini akan membuat air kemih anda menjadi lebih encer sehingga tidak terlalu terasa menyengat saat anda buang air kecil. Minumlah banyak air putih setiap harinya untuk membuat air kemih anda lebih encer.Nyeri Perut Paska Melahirkan, Kapan Berhenti?Nyeri perut paska melahirkan akan terasa seperti kontraksi atau kram perut ringan saat menstruasi, yang disebabkan oleh penyusutan rahim anda untuk kembali ke ukurannya semula sebelum hamil. Setiap wanita akan mengalami nyeri perut ini selama beberapa hari pertama paska melahirkan dan lebih terasa bila anda menyusui.Nyeri perut ini akan terasa lebih kuat pada setiap kehamilan yang anda alami karena otot-otot rahim anda telah meregang dan harus bekerja lebih keras untuk berkontraksi. Berkonsultasilah pada dokter atau bidan anda untuk memperoleh obat anti nyeri yang dapat anda konsumsi saat menyusui.Payudara Terasa Berat dan Keras, Apa yang Harus Dilakukan?Menyusui lebih sering dapat membantu mengurangi rasa berat dan keras pada payudara anda pada 3-4 hari paska melahirkan. Jika payudara anda sangat besar sehingga bayi anda tidak dapat menyusu dengan baik, keluarkan ASI anda setelah mandi air hangat untuk membuat ukuran payudara anda lebih kecil.Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Jika anda tidak menyusui, maka gunakanlah bra penyangga dan tubuh anda akan menyerap kembali ASI yang dihasilkannya.Tips Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Paska Operasi CaesarBiasanya saat anda keluar dari rumah sakit, perawat akan mengganti kasa penutup luka anda dengan kasa anti air sehingga anda dapat mandi tanpa membuat luka anda basah. Pastikan bahwa luka anda tetap kering.Gunakanlah celana yang longgar, setinggi pinggang, dan berbahan katun untuk menghindari gesekan pada luka. Jangan menggunakan pakaian ketat dan jangan gunakan pakaian dalam saat anda tidur untuk menghindari gesekan dan memperbaiki sirkulasi udara di sekitar jahitan.Dapatkah Buang Air Besar Membuat Jahitan Saya Terlepas?Buang air besar biasanya tidak akan membuat jahitan anda terlepas. Hindarilah sembelit dengan mengkonsumi makanan tinggi serat dan minum banyak air putih.Senam Kegel, Masih Perlu Dilakukan?Otot-otot dasar panggul anda mungkin telah melemah paska melahirkan, oleh karena itu anda harus menguatkannya kembali dengan melakukan senam Kegel kapan pun anda bisa.Sumber: webmd
 13 Dec 2018    18:00 WIB
Saatnya Melahirkan Atau Kontraksi Palsu ?
Kontraksi palsu atau kontraksi braxton hicks merupakan kontraksi rahim yang sering dimulai pada awal trimester ketiga atau bahkan pada trimester kedua. Kontraksi palsu biasanya terjadi secara tidak teratur dan merupakan hal yang normal terjadi pada kehamilan.   Seperti Apa Kontraksi Palsu Terasa ? Beberapa wanita mengatakan bahwa kontraksi palsu ini merupakan rasa kencang atau tegang pada perut yang hilang timbul. Sejumlah wanita lainnya mengatakan bahwa kontraksi palsu ini seperti nyeri atau kram perut ringan pada saat menstruasi. Tidak seperti kontraksi saat melahirkan, kontraksi palsu ini tidak menimbulkan nyeri hebat dan biasanya tidak teratur. Interval di antara setiap kontraksi tidak semakin dekat, tidak bertambah nyeri saat berjalan, tidak berlangsung lama, dan tidak terasa makin kuat seiring dengan berlalunya waktu.   Seperti Apa Kontraksi Sebenarnya Terasa ? Bagaimana rasa kontraksi saat melahirkan berbeda bagi setiap wanita, bahkan juga berbeda pada setiap persalinan. Kontraksi sebenarnya menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri tumpul pada punggung dan atau perut bagian bawah seiring dengan rasa tertekan pada panggul. Beberapa wanita juga merasakan adanya nyeri pada bagian samping perut dan paha. Beberapa wanita lainnya menggambarkan kontraksi sebenarnya ini seperti nyeri atau kram perut hebat saat menstruasi atau seperti nyeri perut hebat saat diare.   Tips Untuk Membedakan Kontraksi Palsu dan Sebenarnya Seberapa Sering Kontraksi Terjadi Pada kontraksi palsu, kontraksi terjadi secara tidak teratur dan interval di antara kontraksi tidak memendek. Sedangkan pada kontraksi sebenarnya, kontraksi terjadi secara teratur dan berlangsung selama sekitar 30-70 detik serta interval di antara kontraksi pun semakin memendek dan kontraksi semakin menguat. Terpengaruh atau Tidak Oleh Gerakan Kontraksi palsu dapat berhenti sewaktu-waktu, baik saat berjalan, istirahat, atau berubah posisi. Kontraksi sebenarnya terus berlangsung tanpa terpengaruh oleh gerakan, istirahat, atau perubahan posisi. Seberapa Kuat Kontraksi Kontraksi palsu biasanya merupakan suatu nyeri ringan yang tidak semakin menguat atau dapat pula berupa nyeri hebat pada awalnya dan kemudian semakin ringan. Pada kontraksi sebenarnya, kontraksi terasa semakin menguat secara teratur. Di Mana Rasa Sakit Terasa Pada kontraksi palsu, rasa nyeri biasanya terasa di perut atau panggul. Kontraksi sebenarnya biasanya lebih kuat dan dapat dimulai pada pinggang atau punggung bawah dan kemudian menyebar ke perut atau dapat pula dimulai dari perut dan kemudian menyebar ke punggung.   Saatnya Melahirkan ? Bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, anda mungkin akan segera melahirkan, segera hubungi dokter anda. Gejala-gejala yang sering ditemukan adalah: Kontraksi terjadi setiap 10 menit atau terjadi lebih dari 5 kontraksi dalam 1 jam Nyeri atau ketegangan teratur pada punggung atau perut bagian bawah Merasa adanya tekanan di daerah panggul atau vagina Kram perut seperti saat menstruasi Perdarahan Keluarnya cairan bening dari kemaluan Mual, muntah, atau diare   Tips Mengatasi Kontraksi Palsu Bila anda mengalami kontraksi palsu, beberapa hal di bawah ini mungkin dapat membantu mengurangi rasa nyeri anda, yaitu: Berjalan. Kontraksi palsu seringkali berhenti bila anda berubah posisi atau berjalan Tidur atau istirahat Meminum air Makan Pijat Bila anda sering merasakan nyeri pada bagian samping perut, hal ini mungkin bukan merupakan kontraksi sebenarnya. Nyeri yang timbul biasanya berupa nyeri tajam pada bagian samping perut yang kemudian menyebar ke kemaluan. Hal ini terjadi akibat peregangan ligamen yang menyangga rahim. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi rasa nyeri tersebut adalah: Ubahlah posisi anda atau hentikan aktivitas anda Minumlah air setidaknya 6-8 gelas setiap harinya Beristirahat   Kapan Hubungi Dokter ? Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal berikut ini, yaitu: Keluar darah dari kemaluan Keluarnya cairan dari dalam kemaluan Adanya kontraksi kuat setiap 5 menit selama 1 jam Kontraksi yang membuat anda tidak dapat berjalan Merasakan adanya perubahan pergerakan bayi anda atau bila gerakan bayi anda kurang dari 10 kali setiap 2 jam Merasakan kontraksi bila usia kehamilan anda belum mencapai 37 minggu   Sumber: webmd  
 20 Oct 2018    16:00 WIB
Melahirkan di Dalam Air, Apa Saja Manfaatnya?
Melahirkan di dalam air (water birth) telah menjadi cukup populer di kalangan para ibu hamil belakangan ini. Melahirkan di dalam air merupakan suatu proses di mana ibu hamil diminta untuk duduk di dalam bak mandi berisi air hangat selama sejangka waktu saat proses persalinan berlangsung atau bahkan hingga melahirkan. Lalu apa sebenarnya yang membuat para ibu hamil memilih metode persalinan water birth ini? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari melahirkan di dalam air.   Mengurangi Nyeri Penelitian telah menunjukkan bahwa melahirkan di dalam air sangat efektif untuk mengurangi nyeri. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa melahirkan di dalam air hampir seperti melahirkan dengan bantuan bius epidural.   Mengurangi Jumlah Jahitan Karena ibu hamil yang melahirkan di dalam air biasanya lebih rileks, maka robekan yang terjadi pun lebih kecil sehingga jumlah jahitan yang diperlukan pun menjadi lebih sedikit daripada wanita yang melahirkan secara normal.   Baca juga: 7 Cara Untuk Menurunkan Berat Badan Paska Melahirkan   Membuat Lebih Rileks Air hangat di dalam bak mandi akan memberikan efek relaksasi pada saat proses persalinan berlangsung.   Meningkatkan Mobilitas Berada di dalam air akan membuat ibu hamil lebih mudah bergerak, yang dapat membantu proses persalinan berlangsung lebih cepat.   Tidak Perlu Menggunakan Obat Bius Jika Anda tidak ingin melakukan bius epidural tetapi juga takut merasa sakit saat melahirkan, maka melahirkan di dalam air merupakan pilihan yang tepat karena melahirkan di dalam air dapat membantu mengurangi nyeri.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: verywell