Your browser does not support JavaScript!
 15 Dec 2020    12:25 WIB
Ini 5 Dampak Buruk Pamer Kemesraan di Media Sosial
Pasti kamu sering lihat beberapa teman yang kerap mengunggah dan memperlihatkan kemesraan dengan pasangannya di akun media sosial mereka. Ada yang merasa tidak keberatan, tapi gak sedikit pula yang merasa risih dan terganggu. Sebenarnya membagikan momen bahagia dengan pasangan itu sah-sah aja asal kamu tidak berlebihan membagikannya, karena berikut ada beberapa dampak yang akan timbul jika kamu terlalu sering atau berlebihan dalam mengunggah momen mesramu. Simak yuk! Kehilangan Momen Berharga Kita itu hidup di dunia nyata, bukan dunia maya. Nah kalau kamu terlalu fokus dan sampai menghabiskan waktu terlalu banyak untuk memposting berbagai hal di medsos, kita bisa kehilangan momen berharga yang sebenarnya lebih penting dengan pasangan kamu. Privasimu dan Pacarmu Tidak Lagi Terjaga Media sosial menjadi tempat berbagi jutaan orang di seluruh dunia. Bila kesenangan dan kesedihanmu bersama pasangan kamu unggah di sana, maka privasi kalian tidak lagi terjaga. Padahal tak semua orang ingin tahu dan peduli terhadap apa yang terjadi pada dirimu. Jadi mulai sekarang coba dipilih-pilih lagi ya mana yang mestinya dibagikan. Dicibir Banyak Orang Saat sedang bahagia, pasti yang kamu bagikan di media sosialmu adalah momen bahagia bersamanya. Tapi, bila sedang ada masalah yang kamu umbar hanyalah kata dengan penuh amarah. Beberapa orang mungkin akan peduli dengan hubunganmu tapi ada juga yang pasti akan mencibirmu. Sikapmu yang mengumbar masalah dengan pasangan di media sosial dianggap terlalu kekanak-kanakan. Bila terlalu drama, hubungamu juga tidak akan bertahan lama.​ Memicu Munculnya Masalah Baru "Eh, ini siapa sih yang comment? Mantan kamu ya? Kok, nggak kamu block sih?" Hayo lho, gimana kalau pasanganmu cemburu gara-gara foto yang kamu posting di medsos dikomentari oleh mantanmu. Atau bisa jadi ada mantannya yang ikutan menulis komentar di foto itu. Bisa-bisa bakal memicu masalah baru dalam hubungan. Kalau Putus, MALU Nah, ini yang harus diperhatikan. Ketika masih menjalin hubungan, kamu pasti mem-posting dengan kalimat-kalimat yang menunjukkan bahwa kamu tidak bisa hidup tanpanya. Namun,ketika hubungan kandas yang kamu lakukan hanyalah menghapus semua foto yang pernah kamu bagikan. Sudah dihapus, sih tapi rasa malunya itu lho yang sulit hilang karena semua orang sudah terlanjur melihatnya.​ Baca juga: 4 Hal yang Dicari Pria Saat Berpacaran Sumber: Liputan6
 24 Apr 2018    16:00 WIB
Keuntungan Media Sosial Untuk Anda Yang Sedang Cari Pasangan
Sekarang ini sepertinya hampir semua orang memiliki media sosial dan lebih dari satu. Media sosial diciptakan untuk membuat hidup lebih berwarna. Anda bisa menemukan kebahagiaan disini. Salah satu manfaat dari media sosial adalah memudahkan Anda untuk mencari pasangan. Bila dulu Anda perlu orang untuk menjodohkan Anda, sekarang ini Anda bisa berselancar sendiri untuk mencari pasangan yang Anda inginkan. Untuk Anda yang memiliki media sosial, ini manfaat yang bisa Anda dapatkan dalam mencari pasangan. Penasaran? Baca terus ulasan di bawah ini.   Berikut Manfaat Dari Media Sosial: Menemukan Seseorang Menjadi Lebih Mudah Saat memilih pasangan, sebenarnya ada beberapa hal yang diperhatikan dan bukan sekedar fisik. Kesamaan hobi, kesamaan tujuan hidup, pola pikir yang sama seringkali bisa menjadi penghubung yang kuat dalam kehidupan percintaan. Dengan media sosial Anda bisa berteman degan siapa saja dan menemukan seseorang yang Anda anggap sesuai dengan pilihan Anda. Anda tidak perlu bertemu dengan ribuan orang untuk mencari yang tepat, tapi dengan media sosial akan memudahkan Anda. Mengenal Si Dia Lebih Jauh Yang pertama media sosial akan membantu hubungan Anda dengan pasangan, mulai dari awal. Saat Anda memulai untuk mengenalnya maka Anda bisa mencari tahu beberapa bocoran hal mengenai si dia. Apa hobinya, apa makanan kesukaannya, apa statusnya saat ini apakah masih single atau sudah memiliki pasangan. Anda bisa memantau semua itu dari media sosial. Dengan media sosial, berteman dengan lingkaran sosial si dia menjadi lebih mudah dari sebelumnya. Siapa tahu ada teman dia yang juga teman Anda, Anda bisa mengetahui dari media sosial. Hal ini tentu akan memudahkan Anda untuk lebih dekat dengannya. Menjaga Hubungan Anda Lebih Kuat Manfaat lain dari penggunaan media sosial adalah menjaga hubungan Anda. Jika Anda menjalani hubungan LDR karena pekerjaan atau belajar di negara lain, sulit untuk mempertahankan hubungan Anda. Bahkan jika Anda memiliki banyak uang untuk dihabiskan dengan telepon jarak jauh, Anda mungkin tidak selalu bebas pada saat bersamaan untuk menerima telepon itu. Bila Anda dapat menggunakan media sosial, Anda dapat mengirim pesan kapan pun. Plus, Anda dapat mengirim pengingat lucu tentang seberapa besar Anda mencintainya.   Hal di atas merupakan manfaat media sosial untuk Anda yang mencari pasangan, jadi apakah Anda sudah mencobanya?   Baca juga: Bangga Dan Bahagialah Anda Para Wanita, Ini 7 Tanda Dia Cinta Mati Pada Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: medhealthdaily
 11 Apr 2018    16:00 WIB
Kenalan Sama Pria Secara Online, Hati-Hati! Perhatikan 3 Tanda Bila Dia Berbohong Tentang Dirinya
Sekarang ini menemukan orang baru menjadi lebih mudah dengan menggunakan aplikasi yang memungkinkan Anda bertemu dengan cara online. Cara ini sangatlah memudahkan Anda untuk bertemu dengan orang baru dan tidak terbatas. Tapi hal yang perlu Anda perhatikan  yaitu mereka adalah orang yang tidak Anda kenal sama sekali, bukan tidak mungkin mereka bisa berbohong tentang diri mereka. Tidak semua orang yang Anda kenal melaui online adalah pembohong, tetapi Anda perlu berhati-hati. Tidak ada salahnya Anda melakukan sedikit investigasi tentang orang yang Anda ajak bicara sebelum bertemu. Artikel ini menguraikan tiga tanda-tanda bahwa orang yang Anda ajak bicara secara online mungkin berbohong tentang siapa dia.   Berikut tandanya: 1.      Dia hanya memiliki satu atau dua foto Sangat penting untuk melihat foto pria yang Anda ajak bicara secara online apakah foto yang dibagikan hanya satu atau dua foto saja. Saat ini mengambil foto orang lain sangat mudah dilakukan, bukan tidak mungkin kan dia menggunakan foto orang lain. Anda bisa mengeceknya dengan melakukan video call atau bila dia tidak mau melakukan video call maka Anda bisa memintanya mengirimkan foto. Jika dia bisa mengirimkan foto dirinya sedang memegang kertas dengan namanya atau nama Anda, maka Anda bisa yakin itu benar-benar dia. Jika dia membuat alasan mengapa dia tidak bisa mengirimkan gambar atau video call Anda, bisa jadi dia berbohong. Untuk hal ini Anda tidak perlu takut menyinggungnya karena Anda harus tahu dengan jelas dengan siapa Anda berbicara. 2.      Tempatnya tidak jauh dari Anda, tetapi tidak pernah memiliki waktu untuk bertemu Tempatnya tidak jauh dari Anda, tetapi tidak pernah memiliki waktu untuk bertemu dengan Anda. Kemungkinan dia tidak pernah berencana untuk bertemu dengan Anda. Tidak ada orang yang sibuk 24/7. Kebanyakan orang memiliki hari libur biasanya di akhir pekan. Bila dia memang ingin bertemu dengan Anda maka dia akan mempertimbangkan waktu luangnya untuk bertemu dibanding hanya mengobrol dengan Anda melalui telepon. 3.      Dia terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan Jika Anda melihat seseorang secara online, kemudian Anda menemukan seseorang yang terlihat sangat sempurna. Seperti fotonya yang sangat tampan, kaya, sukses dalam karir atau usaha. Maka Anda harus mencari tahu dengan benar, apakah memang dia sesempurna itu.  Bukan berpikiran buruk, sebelum Anda menjadi sasaran dan jatuh kepadanya ada baiknya Anda mengenal dahulu siapa dia.   Kencan online membutuhkan kesabaran dan banyak akal sehat. Ketika ada hal-hal yang Anda rasakan begitu ganjil jangan takut untuk mengajukan pertanyaan. Jangan merasa bersalah melakukan penelitian tentang orang yang Anda ajak bicara. Karena itu cara Anda untuk melindungi diri sebaik mungkin.   Baca juga: Beli Kosmetik Secara Online Boleh Aja, Asal........   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: womanitely
 02 Dec 2017    13:00 WIB
Fenomena Selfie Mendorong Orang Melakukan Operasi Plastik?
Para ahli bedah plastik mengatakan semakin banyak pasien yang ingin melakukan operasi plastik dan hal ini disebabkan karena perkembangan media sosial dan munculnya tren "selfie". Sebagai jawaban survey yang dilakukan oleh the American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery, satu dari tiga ahli bedah plastik dilaporkan mengalami peningkatan permintaan operasi plastik di wajah dari pasien yang ingin tampil lebih baik di media sosial. Para dokter melaporkan antara tahun 2012-1013 mereka mengalami peningkatan 10% untuk tindakan bedah hidung, 7% peningkatan untuk transplantasi rambut dan 6% untuk kelopak mata. Media sosial seperti Instagram, Snapchat dan the iphone app Selfie.im lebih mementingkan penampilan perorangan memaksa pasien mengamati wajahnya lebih seksama, bahkan mengkritik diri sendiri lebih tajam daripada sebelumnya. Image yang muncul ini menjadi sangat penting orang-orang muda karena berdasarkan image ini mereka menilai prospek pertemanan, ketertarikan romantis dan hubungan kerja. Karena itu pasien-pasien tersebut ingin mendapatkan image terbaik yang bisa mereka lakukan.58% dari dokter bedah plastik yang disurvey mengatakan mereka mengalami peningkatan pasien dengan usia dibawah 30 tahun yang ingin melakukan bedah plastik wajah dan juga suntikan kecantikan. Wanita tetap menjadi konsumen bedah plastik paling utama. Terhitung sebanyak 81% dari seluruh prosedur operasi dan suntikan dilakukan oleh wanita. Tetapi jumlah pasien pria juga mengalami peningkatan dan mereka menjadi lebih tertarik untuk mengetahui tentang prosedur bedah plastik. Jika para wanita menginginkan tindakan pengencangan wajah dan mata, para pria tertarik untuk menjaga rambut mereka dan bagaimana cara menghilangkan kerutan. Sumber: cbsnews
 29 Jun 2017    18:00 WIB
Hmmm...Kalau Sang Mantan Masih Cinta, Begini Ya Tanda-tandanya
Pernahkah Anda memiliki sebuah hubungan dengan seseorang dan setelah berpisah si dia masih memberikan perhatian kepada Anda? Bila iya mungkin saja dia masih mencintai Anda dan mengharapkan Anda kembali padanya. Untuk Anda yang mungkin mengalami hal ini, bisa jadi bertanya-tanya apa iya dia masih menyimpan perasaan pada Anda. Dibandingkan Anda bertanya-tanya sendiri lebih baik perhatikan tanda-tanda yang kemungkinan dia masih mencintai Anda seperti di bawah ini. Apa saja tanda-tanda itu? Yuk, kita simak bersama. 1.      Menghubungi Tanpa Sebab Saat sang mantan merasa kangen pada Anda bisa saja dia melakukan hal-hal yang terduga seperti menghubungi tanpa sebab. Selain itu apabila dia masih aktif di media sosial Anda, selalu memperhatikan kesibukan Anda dan memberi komen pada foto baru Anda, bisa dipastikan bahwa dia masih menyimpan perasaan pada Anda. 2.      Sering Membicarakan Anda Bila si dia masih sering membicarakan Anda, apapun yang berhubungan dengan Anda pasti akan menjadi bahan obrolan yang seru baginya. Maka hal ini menandakan dia masih menyimpan perasaaan pada Anda. Karena bila dia sudah tidak tertarik pada Anda, mana mungkin dia mau tahu tentang kehidupan Anda. 3.      Menjadi Orang Pertama yang Memberi Selamat Pada hari-hari penting Anda, sang mantan selalu menjadi orang pertama yang memberi selamat. Hal ini menandakan bahwa kenangan Anda bersamanya selalu melekat diingatannya dan ingin menjadi orang pertama yang memberi ucapan selamat di saat-saat penting Anda. 4.      Sering Menanyakan Kabar Anda pada Sahabat Anda Pria yang masih mencintai Anda akan menjadi super kepo dan selalu ingin tahu bagaimana kabar terbaru dari Anda. Apakah Anda sudah punya pasangan lagi atau belum? Mengapa belum punya pasangan yang baru?. Bila dia seperti itu, maka dia memang masih berharap bisa kembali pada Anda. 5.      Perhatikan Matanya Jika Bertemu Bertemu dengan mantan, memang sebuah kondisi yang membuat canggung. Namun bila ada kesempatan dimana Anda bertemu dengannya. Tidak ada salahnya untuk menegurnya. Pada saat ini Anda bisa mengambil kesempatan untuk memperhatikan tatapan matanya. Bila Anda melihat matanya berbinar-binar dan tidak berhenti menatap Anda maka si dia masih cinta pada Anda. 6.      Membicarakan Masa Lalu Selain tatapan matanya, ada hal lain yang dapat Anda perhatikan. Apabila dia selalu membicarakan masa lalu bersama Anda yang menyenangkan. Maka hal ini adalah usahanya untuk mengingatkan Anda bahwa dia dan Anda pernah mengalami masa indah bersama, yang ingin dibangun kembali suatu hari nanti. Berpisah memang hal yang menyedihkan, namun bukan berarti Anda tidak bisa menjalin kembali hubungan dengan mantan Anda. Pada kondisi ini Anda dan mantan sudah lebih dewasa, sudah belajar dari kesalahan yang membuat Anda dan dia berpisah. Tidak ada salahnya mencoba hubungan yang baru, sikap yang baru namun cinta lama yang bersemi kembali. Kenapa tidak? Baca juga: Apakah Pria Merasakan Sakit yang Sama Seperti Wanita Saat Putus Cinta? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 27 Feb 2017    12:00 WIB
Apa Iya Aktif Di Media Sosial Bisa Buat Depresi?
Ada banyak hal yang dapat membuat seseorang mengalami depresi. Seperti pola kehidupan yang tidak sehat, seperti pola tidur yang tidak baik. Selain itu dikatakan juga ada hal yang dapat membuat seseorang mengalami depresi yaitu terlalu aktif di media sosial. Gangguan interaksi sosial Saat seseorang terlalu aktif di media sosial biasanya akan menyebabkan kecanduan yang mempengaruhi interaksi sosial dengan orang lain. Kebiasaan bergaul secara tidak langsung dapat mengganggu interaksi sosial. Padahal pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Tidur menjadi tidak teratur Kebiasaan terlalu aktif di media sosial seringkali dapat mengganggu pola tidur seseorang. Kurang tidur, tidur tidak teratur, dan terlalu banyak tidur dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi. Hal ini disebabkan oleh aktivitas otak terganggu karena kebiasaan tidur yang tidak teratur. Gangguan psikologis Media sosial seringkali menjadi ajang ‘pamer’. Banyak orang memamerkan apa yang dimilikinya. Seperri baru membeli baju baru, mobil baru atau baru memiliki pasangan baru. Untuk orang yang mungkin terobsesi dengan hal-hal tersebut, maka akan mencoba melakukan hal lain agar terlihat lebih hebat. Kondisi seperti ini bisa menimbulkan masalah psikologis seperti rasa cemas, rendah diri, temperamen, stress dan depresi. Meskipun Anda bisa mendapatkan banya manfaat dari media sosial, namun harus Anda perhatikan hal-hal penting diatas jangan sampai justru Anda menjadi depresi. Baca juga: 3 Makanan Yang Dapat Memperburuk Depresi Sumber: kawankumagz
 27 Feb 2017    11:00 WIB
Sosial Media Dapat Menyebabkan Gangguan Makan
Saat ini sudah banyak penelitian yang mencari tahu hubungan kesehatan dengan berbagai topik dan sudah dipublikasikan setiap harinya. Tetapi hanya beberapa saja yang menarik perhatian kita. Penelitian berikut ini mungkin salah satu yang dapat menarik perhatian Anda. Apakah Anda tidak dapat terpisahkan dari facebook atau sosial media lainnya? Sekarang adalah saat yang tepat untuk berhenti menghabiskan waktu melihat facebook karena ternyata terlalu banyak menngunakan sosial media dapat memberikan pengaruh buruk untuk tubuh, salah satunya gangguan makan.Penelitian pertama mencoba menghubungkan banyaknya waktu yang dihabiskan bermain facebook dengan citra tubuh yang buruk. Para peneliti menemukan bahwa menghabiskan waktu terlalu banyak dengan facebook dapat menimbulkan perasaan negatif dan selalu membandingkan antar teman.Facebook meningkatkan rasa ketidakamanan diantara orang-orang yang menggunakannya dan memunculkan emosi negatif. Facebook merupakan faktor penyebab munculnya depresi, rendah diri, kebencian, kemarahan dan bahkan gangguan makan. Dalam studi ini, para peneliti mempelajari 960 mahasiswi. Para perempuan ini dievaluasi tentang berapa waktu yang mereka habiskan di Facebook. "Lebih 95 persen mahasiswi dalam studi kami menggunakan Facebook dan mereka yang memiliki akun Facebook menggambarkan biasanya menghabiskan 20 menit setiap berkunjung ke situs itu, yang jika dikalkulasi lebih dari satu jam di situs itu setiap hari," kata Dr Pamela Keel. Dr Keel mengatakan bahwa perempuan yang paling banyak bermain Facebook yang paling bermasalah dengan tingkat citra diri dan paling mungkin mengalami gangguan makan. Para perempuan muda ini juga  mungkin melihat komentar-komentar yang diterima. Memberi "suka" untuk status yang dianggap penting oleh mereka. Secara rutin mereka juga mengunggah gambar-gambar mereka sendiri dan membandingkan foto-foto mereka dengan teman-teman mereka. Para peneliti mengatakan bahwa makin sering remaja melihat foto-foto mereka di Facebook, semakin mungkin mereka berpikir bahwa diri mereka terlalu gemuk atau memiliki bentuk tubuh yang salah. Para ilmuwan mengatakan remaja yang bermasalah dengan citra diri dapat menyebabkan anoreksia dan gangguan makan lain.Sumber: healthmeup, dailymail
 24 Nov 2016    08:00 WIB
OMG, 10 Hal Ini Ternyata Juga Bisa Sebabkan Kecanduan Lho!!!
Tahukah Anda bahwa bukan hanya obat-obatan terlarang saja yang bisa membuat seseorang kecanduan? Sebagian besar orang di dunia ini telah mengalami kecanduan akan berbagai hal lain. Di bawah ini Anda dapat melihat 10 hal yang ternyata juga bisa sebabkan kecanduan!   Telepon Genggam Anda tidak dapat berhenti memainkan telepon genggam Anda bukan? Anda selalu membawa telepon genggam Anda ke mana pun Anda pergi dan selalu memeriksanya setiap beberapa menit sekali. Anda bahkan tidak dapat mematikan telepon genggam Anda. Seringkali, Anda juga mendiamkan (cuekin) orang yang sedang makan malam bersama Anda karena ingin melihat pesan atau postingan terbaru dari orang yang berada ribuan km jauhnya dari Anda. Terdengar seperti Anda? Bila ya, maka kemungkinan besar Anda telah mengalami kecanduan gadget Anda tersebut.   Kafein Apakah Anda tidak dapat memulai seluruh aktivitas Anda bila tidak mengkonsumsi segelas kopi di pagi hari? Hal ini mungkin bukan merupakan gejala kecanduan. Akan tetapi, bila Anda merasa cemas dan mengalami nyeri kepala hebat bila Anda tidak mengkonsumsi segelas kopi di pagi hari, maka hal ini merupakan gejala kecanduan.   Cokelat dan Makanan Manis Lainnya Setiap orang pasti pernah merasa ingin sekali mengkonsumsi cokelat atau makanan manis lainnya dan bahkan sulit berhenti saat mulai memakannya. Tidak bisa berhenti makan cokelat atau makanan manis lainnya biasanya disebabkan oleh kandungan karbohidrat, lemak, dan gula yang akan mempengaruhi otak Anda seperti halnya obat-obatan terlarang. Dengan kata lain, Anda sedang mengalami gejala yang sama seperti seseorang yang kecanduan obat-obatan terlarang.   Belanja Semua orang pasti pernah membeli suatu barang yang sebenarnya tidak benar-benar ia butuhkan, bahkan cukup sering. Akan tetapi, terlalu sering belanja dan bahkan menyebabkan kesulitan keuangan serta kehidupan sosial dapat merupakan pertanda bahwa Anda sudah mengalami kecanduan belanja.   Berjudi Banyak sekali orang di dunia mengalami kecanduan yang satu ini. Baik bermain langsung di sebuah kasino atau secara online, baik itu mesin slot atau bermain poker; berjudi dapat membuat otak Anda melepaskan lebih banyak dopamin, yang akan membuat Anda merasa senang, untuk sementara waktu. Akan tetapi, bila Anda bukanlah orang yang cukup beruntung, maka berjudi dapat menyebabkan gangguan pada keuangan, pekerjaan, dan kehidupan keluarga Anda.   Operasi Plastik Sejumlah orang, khususnya para wanita banyak yang merasa tidak puas dengan bentuk wajah atau tubuhnya. Salah satu gangguan jiwa yang dikenal dengan nama gangguan dismorfik tubuh akan membuat penderitanya terobsesi dengan berbagai keburukan yang hanya dapat dilihatnya. Hal ini dapat membuatnya ingin mengubah atau memperbaiki keburukan wajahnya tersebut, misalnya dengan operasi plastik. Yang pada akhirnya akan membuatnya kecanduan melakukan operasi plastik karena terus merasa wajahnya belum cukup cantik atau kurus.   Baca juga: Tips Mengatasi Kecanduan Merokok   Tanning Kecanduan pada sinar matahari? Walaupun terdengan aneh, akan tetapi kecanduan yang satu ini benar-benar ada! Hal ini dikarenakan sinar UV matahari dapat memicu pelepasan suatu zat kimia di dalam tubuh, yang disebut dengan endorfin. Akibatnya, Anda pun akan merasa senang, walaupun kulit Anda terasa perih akibat terbakar sinar matahari. Terlalu sering tanning sangat berbahaya karena dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit.   Olahraga Berolahraga secara teratur memang dapat membantu menjaga kesehatan dan membuat Anda terlepas dari kecanduan, akan tetapi jangan sampai Anda justru mengalami kecanduan baru, yaitu kecanduan berolahraga. Berolahraga dapat membuat otak Anda belajar dengan lebih cepat, yang pada akhirnya akan mempercepat masa penyembuhan. Akan tetapi, Anda harus dapat mengatakan "tidak" untuk berolahraga bila Anda sedang sakit atau mengalami cedera.   Media Sosial Apakah Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda untuk melihat atau mengubah status Anda di Facebook dan Twitter? Berbagai posting baru yang masuk setiap menit atau bahkan detik akan mempengaruhi otak Anda seperti halnya kokain.   Seks Tidak dapat berhenti berhubungan intim atau menonton film porno? Ingin lebih sering berhubungan intim, tetapi tidak terlalu menikmatinya, dan rela mengambil resiko untuk mendapatkannya? Anda mungkin memiliki gairah seksual yang tinggi, akan tetapi berbagai hal tersebut juga dapat merupakan gejala dari kecanduan seks atau yang biasa dikenal dengan nama gangguan hiperseksual. Otak Anda akan mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh para pecandu obat-obatan terlarang atau berjudi.   Bagaimana Suatu Kecanduan Bermula? Segala sesuatu yang dapat mengubah mood Anda dapat membuat Anda mengalami kecanduan. Pada awalnya, kecanduan biasanya bermula dari suatu hal yang Anda perlu untuk membantu Anda mengatasi rasa nyeri atau kesal. Rasa senang yang Anda dapatkan saat melihat ada posting baru yang muncul, saat menemukan sepasang sepatu yang sempurna, atau mendapatkan kemenangan saat berjudi akan membuat Anda ingin kembali melakukannya. Hal ini bahkan akan menjadi sesuatu hal yang harus Anda lakukan untuk dapat bertahan hidup.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd