Your browser does not support JavaScript!
 04 May 2019    18:00 WIB
Bila Merasakan 4 Tanda Ini Maka Anda Sudah Membutuhkan Kacamata Baca
Terkadang ada beberapa orang yang tidak merasa malas untuk menggunakan kacamata baca, karena mungkin akan terlihat tidak modis atau rasanya merepotkan. Padahal bila Anda tidak menggunakan kacamata baca dan membiasakan diri tidak menggunakan kacamata meski sebenarnya Anda membutuhkan. Hal ini akan membuat penglihatan Anda nantinya akan terganggu dan mengarah ke penurunan kemampuan penglihatan. Kemudian Anda tahu darimana kalau sudah membutuhkan kacamata baca? Gejala yang paling jelas adalah pandangan kabur, tapi ternyata ada petunjuk mengejutkan lain yang mungkin membuat Anda sadar bahwa Anda memang sudah butuh untuk menggunakan kacamata baca. Berikut adalah tanda Anda membutuhkan kacamata baca: 1.      Anda tertidur di dekat komputer Anda Otot-otot di mata Anda bekerja paling sulit ketika Anda fokus melihat dekat atau kerja secara terperinci, seperti saat Anda membaca atau bekerja menggunakan komputer. Apabila penglihatan Anda sudah bermasalah maka otot-otot mata bekerja lebih keras untuk membantu melihat dengan jelas. Karena ini bukan posisi alami untuk mata, maka mudah merasa lelah, yang membuat Anda merasa mengantuk. 2.      Anda perlu cahaya yang lebih terang untuk membaca Lampu baca yang biasa menurut Anda tampaknya tidak cukup terang, sehingga Anda menyalakan lampu lain. Apabila Anda mengalami hal ini, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda memerlukan kacamata baca. Rata-rata seseorang berusia 60 tahun membutuhkan setidaknya tiga kali jumlah cahaya orang berusia 20 tahun. 3.      Harus mendekatkan buku saat membaca Cara Anda memegang sebuah buku bisa menjadi salah satu tanda paling jelas bahwa Anda perlu kacamata baca. Apabila Anda memiliki rabun jauh maka Anda tidak dapat melihat jauh, biasanya tidak bisa lebih dari 30 cm. Apabila dalam jarak 35 cm dari wajah Anda dan penglihatan Anda kabur maka Anda membutuhkan kacamata baca.   4.      Anda terus menerus merasa sakit kepala Mata yang digunakan secara terus menerus untuk bekerja dapat membuat Anda rentan mengalami sakit kepala dan membuat sakit kepala berulang yang memburuk. Apabila Anda mengalami sakit kepala tepat di belakang mata Anda bisa jadi adalah penyebabnya adalah rabun dekat atau silinder (saat benda terlihat kabur pada sudut tertentu karena bentuk kornea). Kedua masalah dapat dikoreksi dengan kacamata. Pastikan untuk mengambil waktu istirahat ketika melakukan pekerjaan yang dapat membuat mata Anda terasa tegang. Setiap 20 menit, melihat sesuatu yang setidaknya 6 m selama 20 detik. Apabila Anda memiliki gejala diatas jangan merasa ragu untuk melakukan pemeriksaan mata Anda. Jangan sampai mata Anda terlalu lelah bekerja dan mengakibatkan masalah mata lainnya. Baca juga: Perawatan Mata Untuk Pengguna Kacamata Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: rd
 25 Feb 2019    11:00 WIB
Mata Sering Kedutan, Kenapa Ya?
Kedutan pada mata atau blefarospasme merupakan suatu keadaan di mana otot kelopak mata melakukan gerakan mengedip atau kontraksi (kram) berulang. Kedutan biasanya terjadi pada kelopak mata bagian atas. Kedutan pada mata biasanya mengenai otot-otot di kedua mata. Sebagian besar orang pasti pernah mengalami kedutan mata di suatu saat pada kehidupannya. Kedutan pada mata biasanya tidak menimbulkan nyeri dan tidak berbahaya, tetapi cukup mengganggu apalagi bila kram cukup kuat hingga membuat kelopak mata benar-benar tertutup saat berkedut. Kedutan biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Pada beberapa kasus, kedutan dapat berlangsung cukup sering di sepanjang hari dan dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan. Hal ini tentu saja dapat membuat Anda merasa semakin stress dan mengganggu kualitas hidup Anda. Pada kasus yang berat, jarang, kedutan mata dapat terus berlangsung (kronik). Keadaan ini akan membuat Anda terus-menerus berkedip dan menyipitkan mata. Jika kedutan membuat Anda tidak dapat menjaga mata tetap terbuka, maka kedutan dapat menyebabkan gangguan penglihatan berat.   Apa Penyebabnya? Walaupun penyebabnya biasanya tidak diketahui, akan tetapi kedutan pada mata biasanya berhubungan dengan: Rasa lelah yang amat sangat Stress Kafein Selain karena ketiga hal di atas, kedutan pada mata juga dapat disebabkan oleh berbagai hal di bawah ini, yaitu: Blefaritis (radang kelopak mata) Mata kering Sensitif terhadap cahaya Infeksi konjungtiva Walaupun sangat jarang, kedutan pada mata juga dapat merupakan tanda dari adanya gangguan pada otak atau saraf, seperti: Bell’s palsy Distonia Penyakit Parkinson Sindrom Tourette Selain itu, kedutan pada mata juga dapat terjadi akibat efek samping dari obat-obatan tertentu. Obat yang paling sering menyebabkan kedutan pada mata adalah obat anti psikosis dan obat epilepsy.   Jenis-jenis Kedutan Pada Mata Kedutan Kelopak Mata Ringan Kedutan kelopak mata ringan biasanya terjadi akibat gaya hidup seperti rasa lelah, stress, kurang tidur, dan konsumsi alkohol, tembakau, atau kafein. Selaint itu, kedutan kelopak mata ringan juga dapat disebabkan oleh iritasi pada kornea atau konjungtiva.   Blefarospasme Esensial Jinak Blefarospasme esensial jinak biasanya terjadi pada pertengahan atau akhir mada dewasa dan memburuk secara perlahan. Keadaan ini lebih sering ditemukan pada wanita daripada pria. Walaupun bukan keadaan yang serius, akan tetapi blefarospasme esensial jinak ini dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari bila cukup parah. Biasanya, blefarospasme esensial jinak berawal saat Anda mengedipkan mata secara berlebihan dan atau mengalami iritasi mata yang dipicu oleh rasa lelah, stress, atau berbagai jenis iritan (cahaya terang, angin, atau polusi udara). Bila gangguan terus memburuk, penderita dapat mengalami gangguan penglihatan (penglihatan kabur), sensitivitas terhadap cahaya meningkat, dan spasme fasial (kram wajah). Pada kasus yang berat, spasme otot kelopak mata dapat sangat kuat hingga kelopak mata benar-benar tertutup selama beberapa jam. Para peneliti menduga bahwa blefarospasme esensial jinak terjadi akibat kombinasi dari pengaruh lingkungan dan genetika. Walaupun dapat terjadi secara acak, gangguan ini kadangkala menurun dalam keluarga.   Spasme hemifasial Spasme hemifasial cukup jarang dan biasanya mengenai otot lain selain otot-otot kelopak mata. Spasme hemifasial biasanya juga mengenai otot-otot di sekitar mulut. Akan tetapi, berbeda dengan jenis kedutan mata lainnya, spasme hemifasial hanya mengenai salah satu sisi wajah. Pada sebagian besar kasus, spasme hemifasial disebabkan oleh penekanan saraf wajah oleh pembuluh darah.   Kapan Perlu Hubungi Dokter? Jadi, kapan kedutan pada mata cukup berbahaya hingga Anda harus pergi ke dokter? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa keadaan yang membuat Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke seorang dokter, yaitu: Kedutan yang berlangsung selama lebih dari 1 minggu Kedutan yang membuat kelopak mata benar-benar tertutu Spasme yang juga mengenai otot-otot wajah Mata tampak kemerahan, membengkak, atau keluar cairan abnormal dari dalam mata Kelopak mata atas tampak turun   Baca juga: Tips Untuk Melindungi Mata Dari Cedera   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Pada sebagian besar kasus, kedutan pada mata dapat menghilang dengan sendirinya bahkan tanpa Anda sadari, jika Anda beristirahat dengan cukup dan atau mengurangi atau menghindari konsumsi minuman beralkohol, tembakau (rokok), atau kafein. Blefarospasme biasanya tidak terjadi saat Anda tidur. Jika blefarospasme disebabkan oleh mata kering yang mengiritasi kornea atau konjungtiva, maka mengobati keduanya dengan air mata buatan biasanya dapat menghilangkan kedutan. Sayangnya, hingga saat ini para ahli masih belum berhasil menemukan pengobatan yang dapat menyembuhan blefarospasme esensial jinak. Jadi, pengobatan biasanya hanya bertujuan untuk mengurangi keparahan. Pengobatan yang paling sering dianjurkan untuk mengatasi blefarospasme esensial jinak adalah menyuntikkan racun botulinum ke dalam otot  mata. Obat ini biasanya juga digunakan untuk mengobati spasme hemifasial. Penyuntikkan botulinum dapat mengatasi gejala selama beberapa bulan, akan tetapi efeknya lama-kelamaan akan menghilang, jadi penyuntikkan ulang biasanya diperlukan.  Jika semua jenis terapi yang diberikan oleh dokter Anda gagal, maka dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi. Sekitar 75-85% penderita blefarospasme esensial jinak mengalami perbaikan setelah melakukan operasi (miektomi). Pada miektomi, dokter akan mengangkat otot-otot dan saraf pada kelopak mata. Untuk mengatasi spasme hemifasial, dokter biasanya akan melakukan tindakan operasi untuk mengurangi tekanan pembuluh darah arteri pada saraf wajah. Walaupun operasi ini dapat memberikan kesembuhan secara permanen, akan tetapi tindakan ini juga dapat menyebabkan terjadinya beberapa komplikasi berat dan efek samping permanen. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 09 Jan 2019    18:00 WIB
3 Jenis Air Mata dan Manfaatnya Bagi Kesehatan
Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya air mata itu dan di mana air mata dihasilkan? Air mata merupakan suatu cairan yang dihasilkan oleh kelenjar air mata atau kelenjar lakrimal, yang terletak di antara bola mata dan kelopak mata.   Tergantung dari caranya terbentuk, air mata ternyata terdiri dari beberapa jenis. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis air mata tersebut.   AIR MATA BASAL Air mata basal merupakan jenis air mata yang berfungsi untuk melindungi dan melumasi kornea mata sehingga tidak menjadi kering dan terlindung dari berbagai benda asing. Air mata basal ini diproduksi setiap hari dan mengandung protein yang dapat membuat mata tetap lembab dan terhindar dari berbagai jenis infeksi.   AIR MATA REFLEKS Air mata jenis ini diproduksi saat ada rangsangan dari luar, misalnya saat mata terkena debu, asap, saat mengiris cabai atau bawang, atau akibat terkena sesuatu benda secara tidak sengaja. Air mata ini terbentuk sebagai bentuk pertahanan mata terhadap bahaya dari luar.   AIR MATA EMOSIONAL Air mata jenis ini terbentuk tatkala Anda merasa sedih ataupun bahagia. Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa kajian tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun! Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya dari mata.   Selain dapat membuang racun, air mata jenis ini juga mengandung sejenis zat kimia yang dapat membuat Anda menjadi lebih rileks dan lebih lega setelah menangis. Menangis ternyata juga dapat menurunkan denyut jantung yang akan membuat Anda merasa lebih baik setelah menangis. Baca juga: Mengapa Air Mata Keluar Saat Memotong Bawang?  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: interestingthings
 18 Dec 2018    16:00 WIB
Waspada Mata Malas (Ambliopia) Menyerang Anak-Anak
Apakah Anda tahu dengan yang disebut dengan mata malas atau Ambliopia? Ambliopia atau mata malas merupakan penyebab terbanyak gangguan penglihatan pada anak-anak. Ambliopia merupakan suatu keadaan dimana mata gagal untuk melihat lebih jelas karena perkembangan penglihatan pusat yang buruk. Gejala ambliopia meliputi: Penglihatan yang kurang baik, sehingga kemampuan untuk memadukan gambar dari kedua mata bersama-sama menurun Penglihatan kurang tajam pada satu sisi mata atau kedua mata Menyipitkan mata atau menutup satu mata saat membaca atau menonton televisi Memiringkan kepala ketika melihat sebuah objek Kelelahan mata dan sakit kepala Biasanya hal ini terjadi pada 2-3% dari populasi. Seseorang yang mempunyai mata malas, memiliki mata dengan anatomi yang normal, namun terjadi penurunan ketajaman visul bahkan setelah menggunakan kacamata. Ambliopia adalah penyebab paling umum masalah penglihatan pada anak-anak dan memberikan gangguan penglihatan pada kelompok usia dibawah 40 tahun. Ambliopia terjadi ketika koneksi saraf antara otak dan mata gagal untuk berkembang secara normal. Masalah penglihatan seperti gangguan melihat jauh, melihat dekat dan silinder apabila tidak diperbaiki maka akan menimbulkan terjadinya Ambliopia. Pemeriksaan Ambliopia: Pemeriksaan mata secara teratur pada anak-anak di bawah usia 6 tahun dapat mendeteksi dan mencegah ambliopia. Ditemukannya Ambliopia melalui deteksi dini akan meningkatkan kemungkinan pengobatan yang berhasil, terutama apabila terdeteksi sebelum usia lima tahun. Pengobatan Ambliopia: Pengobatan Ambliopia bertujuan menyamakan penglihatan antara kedua mata. Hal ini dapat dilakukan dengan memakai kacamata korektif, senam mata atau operasi. Ambliopia tidak akan hilang dengan sendirinya, dan ambliopia yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah penglihatan yang permanen. Sumber: medindia
 02 Oct 2018    11:00 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Ginjal dan Mata
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama bila penderita juga menderita diabetes yang dapat semakin memperberat kerusakan pada dinding pembuluh darah.   KERUSAKAN PADA GINJAL Ginjal merupakan suatu organ penting yang berfungsi untuk memfiltrasi dan membuang cairan serta berbagai zat beracun dari dalam tubuh anda. Gangguan pada pembuluh darah yang memperdarahi ginjal maupun gangguan pada pembuluh darah di dalam ginjal itu sendiri dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. 1.      Gagal Ginjal Tekanan darah tinggi merupakan penyebab tersering dari gagal ginjal. Hal ini disebabkan oleh tekanan darah tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah besar yang menuju ke ginjal maupun pembuluh darah kecil di dalam ginjal (glomeruli). Kedua hal ini dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang lebih luas dan menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi ginjal. Bila hal ini sampai terjadi, maka langkah pengobatan yang dapat dilakukan adalah hemodialisa (cuci darah) atau transplantasi ginjal. 2.      Glomerulosklerosis Merupakan suatu kelainan pada ginjal yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut pada glomerulus ginjal. Glomerulus merupakan suatu kumpulan pembuluh darah kecil pada ginjal anda yang berfungsi untuk memfiltrasi cairan serta berbagai zat racun dari dalam tubuh anda. Glomerulosklerosis ini dapat menyebabkan gangguan fungsi filtrasi ginjal yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi ginjal. 3.      Aneurisma Arteri Ginjal Aneurisma merupakan suatu penonjolan pada dinding pembuluh darah besar yang menuju ke ginjal. Salah satu penyebabnya adalah aterosklerosis yang melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah. Tekanan darah tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan terbentuknya aneurisma pada dinding pembuluh darah yang lemah tersebut. Aneurisma dapat pecah kapan saja dan menyebabkan perdarahan hebat.   KERUSAKAN PADA MATA Mata memperoleh oksigen dan nutrisi melalui suatu pembuluh darah kecil. Gangguan pada pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan fungsi kelihatan bahkan kebutaan. 1.      Retinopati Retinopati atau kerusakan dinding pembuluh darah mata disebabkan oleh kerusakan dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama. Gangguan ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan penglihatan, seperti perdarahan pada mata, penglihatan kabur, dan hilangnya penglihatan. Bila anda menderita tekanan darah tinggi dan diabetes, maka resiko anda mengalami retinopati menjadi lebih tinggi. 2.      Koroidopati Koroidopati merupakan suatu keadaan di mana terdapat cairan di belakang retina. Hal ini disebabkan oleh kebocoran pembuluh darah yang memperdarahi retina. Koroidopati dapat menyebabkan gangguan penglihatan. 3.      Neuropati Optikus Neuropati optikus merupakan kerusakan pada saraf optikus yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang menuju ke saraf tersebut. Hal ini dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf yang mengakibatkan perdarahan pada mata atau hilangnya penglihatan.  Baca juga: Turunkan Risiko Mata Minus Dengan Bahan Alami! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mayoclinic
 30 Sep 2018    18:00 WIB
Apa Kata Warna Mata Anda Mengenai Diri Anda?
Banyak orang mengatakan bahwa mata adalah jendela jiwa Anda, akan tetapi para peneliti menemukan bahwa mata Anda mungkin juga merupakan jendela kesehatan Anda. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa warna mata Anda mungkin dapat menunjukkan beberapa hal mengenai Anda seperti: Seberapa kuat daya tahan Anda terhadap nyeri Seberapa banyak minuman beralkohol yang dapat Anda konsumsi Bagaimana kemampuan Anda dalam berbagai jenis olahraga Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, wanita yang memiliki warna mata yang lebih terang tidak merasa terlalu nyeri saat melahirkan dibandingkan dengan wanita yang memiliki warna mata lebih gelap. Selain itu, orang yang memiliki warna mata terang juga mampu mengkonsumsi lebih banyak minuman beralkohol tanpa menjadi mabuk dibandingkan dengan orang yang memiliki warna mata lebih gelap. Mengapa demikian? Para peneliti menduga bahwa hal ini berhubungan dengan faktor genetika seseorang. Warna mata Anda ditentukan oleh 12-13 gen di dalam tubuh Anda, yang ternyata tidak hanya berfungsi untuk menentukan apa warna mata Anda. Melanin merupakan suatu pigmen yang dapat membuat mata seseorang menjadi lebih gelap. Selain membuat seseorang lebih mampu mengkonsumsi minuman beralkohol tanpa menjadi mabuk, melanin juga dapat membantu meningkatkan kecepatan reaksi seseorang di dalam otak. Jadi orang yang memiliki warna mata gelap biasanya lebih baik dalam berbagai jenis olahraga. Sebuah penelitian lainnya di Amerika juga menemukan bahwa orang yang memiliki warna mata terang memang memiliki kecepatan reaksi yang lebih lambat, yang membuat mereka jauh lebih baik dalam hal perencanaan, belajar, dan bermain golf.     Sumber: aol
 27 Sep 2018    16:00 WIB
Waspadai Tanda-tanda Terjadinya Kebutaan Akibat Penuaan (Degenerasi Makula)
Apa Itu Degenerasi Makula Akibat Penuaan?Degenerasi makula merupakan suatu gangguan mata yang seringkali menyebabkan hilangnya penglihatan (kebutaan) pada orang berusia 50 tahun atau lebih. Degenerasi makula terjadi akibat kerusakan makula, yaitu suatu bintik kecil di dekat bagian tengah retina yang diperlukan untuk melihat sesuatu dengan jelas dan melihat sesuatu benda yang terletak tepat di depan anda (penglihatan sentral). Makula merupakan bagian mata yang terdiri dari berjuta-juta sel kerucut yang berguna untuk penglihatan sentral dan mempertajam penglihatan anda. Makula merupakan bagian paling sensitif dari retina, yang terdapat di bagian belakang bola mata. Kerusakan makula dapat menyebabkan penglihatan sentral anda menjadi kabur, berubah, atau gelap. Retina berfungsi untuk mengubah impuls cahaya menjadi impuls listrik, di mana impuls listrik ini kemudian disampaikan ke dalam otak melalui saraf penglihatan, yang membuat anda dapat melihat suatu benda. Pada beberapa orang, degenerasi makula ini berkembang dengan sangat lambat sehingga kebutaan tidak terjadi hingga waktu yang sangat lama. Akan tetapi, pada beberapa orang lainnya, perkembangan penyakit berlangsung lebih cepat dan dapat menyebabkan kebutaan pada satu atau kedua mata. Faktor ResikoUsia merupakan salah satu faktor resiko utama terjadinya degenerasi makula. Degenerasi makula lebih sering terjadi pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun, akan tetapi juga dapat mengenai orang yang berusia lebih muda. Berbagai faktor resiko degenerasi makula lainnya adalah:•  Kebiasaan merokok. Berdasarkan penelitian, merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya degenerasi makula hingga 2 kali lipat•  Ras. Degenerasi makula lebih sering terjadi pada orang Kaukasia•  Riwayat keluarga. Resiko terjadinya degenerasi makula lebih tinggi pada orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita degenerasi makulaGaya Hidup dan Degenerasi MakulaBerbagai penelitian telah menemukan hubungan antara degenerasi makula dengan berbagai gaya hidup, termasuk merokok. Anda dapat menurunkan resiko terjadinya degenerasi makula atau memperlambat perkembangan penyakit dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup berikut ini, yaitu:•  Berhenti merokok•  Berolahraga secara teratur•  Mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol•  Diet sehat dengan mengkonsumsi banyak sayuran hijau dan ikanGejalaSeiring dengan semakin berkembangnya gangguan ini, maka penglihatan anda pun akan semakin kabur (terutama penglihatan sentral). Gangguan penglihatan ini dapat mengenai area yang semakin besar atau anda mungkin memiliki bintik buta pada penglihatan sentral anda. Berbagai benda juga mungkin tidak terlihat seterang atau secerah sebelumnya. Degenerasi makula akibat penuaan ini sebenarnya tidak menyebabkan terjadinya kebutaan total (sama sekali tidak dapat melihat). Akan tetapi, hilangnya penglihatan sentral pada penderita dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari seperti kemampuan untuk melihat wajah orang, mengemudi, membaca, menulis, memasak, atau memperbaiki berbagai benda di dalam rumah. Degenerasi makula stadium awal dan sedang biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Kelainan biasanya hanya dapat ditemukan melalui pemeriksaan mata. Berbagai pemeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah:•  Pemeriksaan ketajaman penglihatan (untuk mengukur seberapa baik anda melihat suatu benda di kejauhan)•  Pemeriksaan mata dengan melebarkan pupil untuk melihat bagian belakang mata (retina, saraf penglihatan, pembuluh darah, dan makula) dengan menggunakan oftalmoskop•  Pemeriksaan amsler grid untuk memeriksa penglihatan sentral anda. Bila anda mengalami gangguan pada penglihatan sentral, maka garis-garis pada alat pemeriksaan akan telihat menjauh atau bahkan sama sekali tidak terlihat•  Pemeriksaan angiogram fluorescein untuk memeriksa pembuluh darah mata. Pada degenerasi makula berat, dapat terjadi kebocoran pembuluh darah•  Pemeriksaan tomografi koherens optikal Sebagian besar orang akan membentuk drusen (suatu bintik kuning di bagian bawah retina) kecil akibat proses penuaan. Pada degenerasi makula, dapat terbentuk drusen berukuran sedang hingga besar.Gejala lain dari degenerasi makula adalah adanya perubahan warna di bagian bawah retina, yaitu ditemukannya pigmen mata di bawah retina (pigmen mata biasanya hanya terdapat pada iris). Dokter anda mungkin dapat menemukan adanya suatu gumpalan gelap yang berasal dari pigmen tersebut. Hal ini tidak akan mempengaruhi warna mata anda.Sumber: nei.nih
 29 Aug 2018    16:00 WIB
Jangan Sampai Katarak Merenggut Penglihatan! Kenali Gejala Awal Sejak Dini
Apa itu Katarak? Katarak adalah kekeruhan dari lensa mata yang tidak menyakitkan. Karena mereka menghalangi cahaya dari melewati lensa, katarak menyebabkan sulit untuk melihat dengan jelas dan bahkan dapat menyebabkan kebutaan bila tidak segera di tangani. Katarak bersifat progresif yang berarti akan semakin memburuk dari waktu ke waktu, kebanyakan kasus terjadi pada orang yang lebih tua, tetapi dapat juga bisa terjadi pada orang yang lebih muda. Bagaimana Anda bisa mengalami katarak? Cahaya memasuki mata dan melewati lensa. Lensa mata yang memfokuskan cahaya ke retina, yang mengirimkan sinyal penglihatan melalui saraf optik ke otak. Lensa yang kabur karena katarak akan mengaburkan gambar yang Anda lihat. Masalah lain pada mata juga dapat menyebabkan penglihatan kabur, namun katarak memberikan beberapa gejala yang khas. Berikut gejala katarak: Pandangan kabur Gejala yang paling umum dari katarak adalah melihat gambar buram pada jarak berapapun. Orang mungkin menggambarkan bahwa penglihatan mereka seperti berkabut, berawan. Katarak akan semakin memburuk dan kurangnya cahaya mencapai retina. Maka sangat sulit untuk orang yang mengalami katarak untuk melihat dan mengemudi di malam hari. Mudah silau Silau, atau sensitivitas terhadap cahaya, adalah gejala lain dari katarak. Hal ini bisa terasa menyulitkan untuk melihat saat terang sinar matahari, lampu dalam ruangan tampak terlalu terang, atau mereka sering melihat i lingkaran cahaya. Silau dari lampu lintas dapat menyebabkan masalah saat mengemudi di malam hari. Penglihatan ganda Diplopia, atau penglihatan ganda, ketika melihat dengan satu mata dapat menjadi gejala lain dari katarak. Hal ini tidak sama dengan diplopia yang timbul dari keselarasan yang tidak tepat dari mata. Penglihatan ganda katarak terjadi bahkan ketika Anda melihat melalui hanya satu mata. Perubahan warna Katarak juga mempengaruhi penglihatan pada warna. Beberapa warna dapat muncul pudar, dan bisa terlihat kekuningan atau kecoklatan. Biasanya sering tidak diperhatikan pada awalnya, tetapi seiring bertambahnya waktu, mulai sulit membedakan antara biru dan ungu. Penglihatan seolah membaik Fenomena yang dikenal sebagai "second sight" adalah karakteristik lain dari katarak. Dalam situasi ini, katarak secara sementara meningkatkan kemampuan untuk melihat pada jarak dekat. Orang-orang yang sebelumnya membutuhkan kacamata baca tidak lagi membutuhkannya. Namun, seperti katarak memburuk dari waktu ke waktu, perbaikan sementara ini tetap akan menghilang. Sering ganti kacamata Orang dengan katarak sering mengganti kacamata, karena terjadi perubahan visus yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Siapa yang bisa mengalami Katarak? Kebanyakan katarak terjadi pada orang tua dan terkait dengan proses penuaan. Lebih dari setengah orang Amerika berusia lebih dari 65 tahun mengalami katarak. Kadang-kadang, bayi dapat lahir dengan katarak, yang dikenal sebagai katarak kongenital. Jarang, anak-anak bisa mengalami katarak akibat penyakit atau trauma pada mata. Apakah penyebab dari Katarak? Belum diketahui dengan pasti. Tetapi diduga karena proses penuaan. Faktor lain yang juga mungkin memainkan peran dalam perkembangan katarak meliputi: Merokok Konsumsi alkohol berlebihan Kencing manis Trauma pada mata Penggunaan kortikosteroid jangka panjang Radiasi yang lama atau paparan sinar matahari Bagaimana mendiagnosa Katarak? Katarak dapat didiagnosis dengan pemeriksaan mata. Tes mata dilakukan memeriksa visus dan pemeriksaan mata menggunakan lampu mikroskop. Operasi katarak Operasi untuk menghilangkan katarak mungkin diperlukan jika penglihatan sudah terganggu dimana tidak dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Operasi katarak melibatkan mengangkat lensa alami yang berawan dan menggantinya dengan lensa buatan. Operasi ini biasanya dilakukan tanpa rawat inap, sangat aman dan efektif. Bagi mereka yang membutuhkan operasi pada kedua mata, operasi biasanya dilakukan pada satu mata dahulu baru kemudian mata yang berikut. Jenis Operasi Katarak Jenis yang paling umum dari operasi katarak dikenal sebagai fakoemulsifikasi (phaco). Dalam prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di mata dan memecah lensa menggunakan wave ultrasound. Lensa ini kemudian diambil dan diganti dengan lensa intraokular (IOL). Tipe lain dari operasi katarak disebut operasi katarak ekstrakapsular. Prosedur ini melibatkan sayatan yang lebih besar dan pengangkatan lensa berawan dalam satu potong. Dalam kebanyakan kasus, penempatan sebuah IOL akan menghilangkan kebutuhan dalam menggunakan kacamata tebal atau lensa kontak. Inovasi Dalam Operasi Katarak Perkembangan baru dalam operasi katarak memungkinkan untuk prosedur untuk memperbaiki visus sehingga menghilangkan kebutuhan penggunaan kacamata setelah operasi. "Monofocal" lensa konvensional hanya memperbaiki jarak penglihatan, sehingga orang masih perlu kacamata baca setelah operasi. Yang terbaru disebut "toric" implan yang dapat membantu memperbaiki astigmatisme. Selain itu menawarkan penglihatan warna yang lebih baik. Apa yang Diharapkan Setelah Operasi Katarak Setelah operasi, mata Anda mungkin terasa gatal dan merasa sensitif terhadap cahaya selama beberapa hari. Anda mungkin perlu memakai perisai atau kacamata untuk perlindungan, dan akan diresepkan obat tetes mata untuk mempercepat proses penyembuhan. Ini membutuhkan waktu sekitar 8 minggu untuk benar-benar sembuh meskipun perubahan penglihatan yang jelas tak lama setelah operasi. Anda mungkin masih memerlukan kacamata untuk penglihatan jarak jauh atau membaca, setelah operasi, dan ada kemungkinan bahwa Anda akan memerlukan kacamata yang baru. Risiko Operasi Katarak Operasi katarak biasanya tidak mengakibatkan komplikasi. Ketika terjadi komplikasi, biasanya terkait dengan infeksi, perdarahan, atau perubahan tekanan bola mata. Semua ini dapat disembuhkan bila diketahui sejak awal. Risiko ablasi retina sedikit meningkat, dan komplikasi ini membutuhkan perawatan darurat. Dalam beberapa kasus, jaringan lensa yang tertinggal untuk mendukung IOL, jaringan ini dapat menjadi berawan dari waktu ke waktu. Hal ini dapat secara permanen diperbaiki dengan perawatan laser. Harus Anda Melakukan Operasi Katarak? Operasi Katarak bukanlah operasi yang emergensi, sehingga Anda dapat memikirkan dahulu apakah mau dioperasi atau tidak. Tetapi karena katarak menyebabkan penurunan penglihatan secara perlahan maka Anda harus memutuskan untuk segera operasi. Tips Pencegahan katarak Ingat, ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk menurunkan risiko mengalami katarak: Tidak merokok. Selalu memakai topi atau kacamata hitam di bawah sinar matahari. Menjaga kadar gula darah untuk penderita kencing manis terkontrol dengan baik. Batasi konsumsi alkohol Penglihatan adalah hal yang penting, maka dari itu Anda harus menjaganya dengan baik sejak dini. Segera temui dokter spesialis mata Anda apabila Anda menemukan keluhan pada penglihatan. Baca juga: Ragam Jenis Operasi Katarak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicinenet
 16 Aug 2018    11:00 WIB
Gangguan Pertumbuhan Bulu Mata (Entropion & Ektropion)
Apa itu gangguan pertumbuhan bulu mata? Gangguan pertumbuhan bulu mata ada dua macam yaitu enteropion dan eksteropion.  Entropion adalah suatu keadaan dimana kelopak mata membalik ke arah dalam mata, sehingga menyebabkan bulu mata menggesek bola mata.  Ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak mata membali ke arah luar sehingga tepinya tidak menyentuh bola mata.  Apa penyebab dari entropion dan ekstropion? Normalnya, kelopak mata atas dan kelopak mata bawah menutup dengan rapat, sehingga dapat melindungi mata dari kerusakan dan mencegah terjadinya penguapan air mata. Jika tepi dari salah satu kelopak mata membalik ke dalam (entropion), maka bulu mata menjadi bergesekan dengan bola mata. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya luka (ulkus) pada bola mata dan jaringan parut pada kornea. Jika tepi salah satu kelopak mata membalik ke luar (ektropion), maka kedua kelopak mata tidak dapat bertemu dengan pas, dan air mata tidak dapat meliputi seluruh bola mata. Keadaan ini lebih sering terjadi pada orang usia lanjut (umumnya karena jaringan semakin mengendur seiring dengan usia), selain itu juga dapat terjadi pada orang-orang dengan perubahan mata yang disebabkan oleh infeksi, pembedahan, cedera, atau blepharospasme. Beberapa kasus terjadi karena pembentukan jaringan parut pada permukaan dalam kelopak mata akibat luka bakar kimia dan panas, peradangan atau reaksi alergi. Kadang entropion merupakan bawaan lahir karena kelopak mata tidak terbentuk secara sempurna. Apa gejala dari entropion dan ekstropion? Entropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke dalam ke arah bola mata. Ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak dan bulu mata bagian bawah membalik ke arah luar. Baik entropion maupun ektropion dapat mengiritasi mata, menyebabkan rasa seperti ada benda asing pada mata, mata menjadi berair dan merah. Apa pengobatan untuk entropion dan ekstropion? Tetes mata buatan dan salep lubrikan mata (untuk digunakan pada malam hari) dapat digunakan untuk menjaga mata tetap lembab dan meredakan iritasi. Entropion dan ektropion dapat diatasi dengan pembedahan, misalnya untuk mempertahankan penglihatan jika terjadi kerusakan pada mata (misalnya ulkus kornea pada entropion), untuk kenyamanan, atau untuk alasan kosmetik. Entropion dan ektropion harus diperbaiki melalui pembedahan sebelum gesekan kelopak dan bulu mata menyebabkan kerusakan kornea. Pembedahan biasanya dilakukan dengan bius lokal dan penderita tidak perlu dirawat. Dilakukan pengencangan kelopak mata. Setelah pembedahan, mata ditutup selama 24 jam dan diberi salep antibiotik selama sekitar 1 minggu. Baca juga: Perawatan Alami Untuk Mata Lelah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 07 Jul 2018    16:00 WIB
Apa yang Harus Dilakukan Untuk Mengatasi Kantong Mata?
Adanya kantong mata atau mata bengkak dapat membuat Anda terlihat seperti seseorang yang tidak tidur semalaman walaupun sebenarnya Anda telah tidur selama 8 jam semalam. Keadaan ini merupakan hal yang paling tidak diinginkan untuk terjadi saat Anda sedang menunggu kencan penting atau acara penting lainnya. Jika Anda tidak ingin orang lain melihat Anda sebagai seseorang yang selalu terlihat lelah, maka mengatasi kantong mata Anda merupakan salah satu caranya. Di bawah ini terdapat beberapa hal mudah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kantong mata tanpa perlu melakukan tindakan pembedahan atau melakukan perawatan kecantikan yang mahal.   1.      Gunakan Air Dingin Tutup mata Anda dan percikkan air dingin ke daerah mata Anda untuk mengurangi mata bengkak dengan cepat. Jika Anda memiliki cukup waktu, basahkan kain atau handuk bersih dan kompres mata Anda selama sekitar 10 menit.   2.      Kompres Dingin Kompreslah mata Anda dengan es atau gel dingin selama sekitar 10 menit. Jika Anda tidak memiliki keduanya, Anda dapat menggunakan sendok. Letakkanlah sendok di dalam freezer selama beberapa menit hingga sendok menjadi dingin, kemudian tempelkan bagian bawah sendok pada mata Anda.   3.      Tempelkan Irisan Timun Tempelkanlah sepotong timun atau kentang dingin pada setiap mata Anda dan diamkan selama 10 menit. Kedua jenis sayuran ini mengandung vitamin dan nutrisi yang dapat membantu mengatasi kulit lelah.   4.      Gunakan Teh Celup Rendamlah 2 kantong the ke dalam air dingin kemudian tempelkan ke mata Anda selama 5-10 menit. Teh dapat membantu mengurangi pembengkakan dan membantu mengencangkan kulit di sekitar mata.   5.      Gunakan Air Mawar Celupkan sebuah bola kapas ke dalam air mawar dan tepuk-tepuklah kulit mata Anda yang bengkak dengan kapas tersebut. Mawar memiliki zat anti radang yang dapat membantu mengurangi mata bengkak.   6.      Tidur yang Cukup Untuk mengurangi lingkaran hitam, mata bengkak, dan kantong mata ada baiknya bila Anda tidur cukup setiap malamnya. Sebagian besar orang dewasa membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam untuk tidur setiap malamnya. Jika Anda kurang tidur, maka mata Anda mungkin akan tampak bengkak dan lelah di pagi hari.   7.      Kurangi Konsumsi Garam Mengkonsumsi terlalu banyak garam atau natrium dapat membuat Anda mengalami dehidrasi, yang akan membuat mata bengkak Anda semakin parah. Gunakanlah berbagai jenis rempah-rempah dan tanaman herbal untuk menambahkan rasa pada makanan Anda sebagai pengganti garam.   8.      Konsumsi Cukup Air Putih Konsumsilah 8-10 gelas air putih setiap harinya untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Gantilah konsumsi minuman manis Anda dengan air putih.   9.      Gunakan Krim Mata Gunakanlah krim mata setiap hari. Pilihlah krim yang mengandung vitamin C dan E. Kedua vitamin ini dapat mencegah penumpukkan cairan di bagian bawah mata dan dapat mengecilkan pembuluh darah. Selain itu, krim mata yang mengandung berbagai jenis antioksidan dan kafein juga dapat menjadi pilihan.   Jika berbagai tips di atas tidak dapat membantu mengurangi mata bengkak atau kantong mata Anda, maka faktor genetika atau reaksi alergi mungkin merupakan penyebabnya. Anda mungkin harus menggunakan berbagai produk kosmetika untuk mengatasi mata bengkak atau melakukan tindakan pembedahan.  Baca juga: Berbagai Vitamin Untuk Mengatasi Kantong Mata Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: livestrong