Your browser does not support JavaScript!
 11 Mar 2019    16:00 WIB
Sekilas Info Mengenai Mata Merah (Konjungtivitis)
Mata merah atau konjungtivitis merupakan peradangan dan kemerahan dari membran jernih yang melapisi bagian putih mata dan membran pada kelopak mata bagian dalam. Konjungtivitis paling sering terjadi akibat infeksi virus atau bakteri. Selain itu; alergi, bahan kimia, dan suatu penyakit juga dapat menyebabkan terjadinya konjungtivitis.   Apakah Konjungtivitis Menular? Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri sangat mudah menular. Infeksi dapat disebarkan dengan mudah melalui tidak mencuci tangan dengan baik atau dengan menggunakan benda yang sama dengan penderita. Selain itu, konjungtivitis juga dapat ditularkan melalui batuk dan bersin penderita. Anak-anak yang didiagnosa menderita konjungtivitis harus beristirahat di rumah selama sejangka waktu agar tidak menularkan infeksi pada anak-anak yang lain. Sementara itu, konjungtivitis yang disebabkan oleh alergi dan zat kimia biasanya tidak menular.   Berbagai Gejala Konjungtivitis yang Biasa Ditemukan Mata Merah Mata merah merupakan gejala klasik dari konjungtivitis. Konjungtivitis merupakan gangguan mata yang sering terjadi dan biasanya tidak berat serta tidak menyebabkan gangguan mata jangka panjang atau ketajaman penglihatan jika diobati dengan benar.   Kelopak Mata Membengkak dan Merah Gejala infeksi konjuntivitis biasanya dimulai dari satu mata dan akan menginfeksi mata lainnya dalam waktu beberapa hari. Bila konjungtivitis disebabkan oleh alergi, maka gejala biasanya mengenai kedua mata. Pembengkakan pada kelopak mata lebih sering terjadi pada konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri dan alergi.   Mata Berair Konjuntivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dan alergi biasanya menyebabkan mata lebih berair daripada biasanya.   Mata Terasa Gatal Atau Seperti Terbakar Gejala yang satu ini seringkali dialami oleh para penderita konjungtivitis.   Belekan Bila cairan yang keluar dari dalam mata berwarna jernih dan encer, maka kemungkinan besar Anda menderita konjungtivitis virus atau alergik. Akan tetapi, bila cairan yang keluar berwarna kuning-kehijauan dan banyak, maka kemungkinan besar konjungtivitis yang Anda alami adalah konjungtivitis bakterial.   Mata Tidak Dapat Membuka Jika Anda terbangun dan sulit membuka mata Anda, maka kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh belekan yang menumpuk saat tidur.   Mata Menjadi Lebih Sensitif Terhadap Cahaya Konjungtivitis dapat membuat mata Anda menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Jika Anda mengalami gejala yang lebih berat seperti perubahan ketajaman penglihatan, perubahan sensitivitas terhadap cahaya yang berat, atau nyeri berat; maka hal ini menandakan bahwa infeksi telah menyebar lebih dalam dari sekedar konjungtiva, yang berarti Anda harus segera pergi ke dokter.   Terasa Seperti Ada Benda Asing di Dalam Mata (Mengganjal) Selain berbagai gejala di atas, konjungtivitis juga dapat membuat penderitanya merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam matanya.   Kapan Mata Merah Berarti Bahaya? Mata merah atau konjungtivitis yang berlangsung dalam waktu yang lama dapat merupakan tanda adanya alergi atau infeksi yang membutuhkan pengobatan. Selain itu, mata merah juga dapat merupakan gejala dari infeksi kelopak mata (blefaritis) atau iritasi kornea (mata kering). Lebih jarang lagi, konjungtivitis juga dapat merupakan gejala dari gangguan sistemik seperti artritis reumatoid, lupus, atau inflammatory bowel disease seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Selain itu, konjungtivitis juga dapat ditemui pada orang yang menderita  penyakit Kawasaki, suatu penyakit langka yang biasanya menyebabkan terjadinya demam pada bayi dan anak-anak.   Baca juga: Pengaruh Polusi Terhadap Kesehatan Mata   Pengobatan Konjungtivitis Konjungtivitis bakterial biasanya diobati dengan pemberian tetes mata, salep, atau pil antibiotika. Sementara itu, sebagian besar konjungtivitis virus tidak membutuhkan pengobatan apapun, gangguan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4-7 hari. Gejala konjungtivitis alergika biasanya akan membaik setelah alergen dihindari atau disingkirkan. Konjungtivitis karena zat kimia biasanya membutuhkan terapi cuci mata selama 5 menit dan pengobatan dokter segera. Untuk mengurangi rasa nyeri dan membersihkan cairan atau belekan yang keluar dari dalam mata, gunakanlah kompres dingin atau hangat. Pastikan Anda menggunakan kain yang berbeda untuk membersihkan setiap mata untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi. Ingatlah untuk selalu menggunakan kain bersih setiap kali membersihkan mata. Bersihkanlah belek dari bagian dalam ke bagian luar mata.   Berapa Lama Konjungtivitis Dapat Menular? Konjungtivitis bakterial biasanya menular hingga 24 jam setelah penggunaan antibiotika dimulai. Sementara itu, untuk konjungtivitis viral, Anda dapat menularkan infeksi pada orang lain selama gejala masih berlangsung.   Bagaimana Cara Mencegah Penularan? Jika Anda atau anak Anda menderita konjungtivitis, jangan menyentuh area mata dan cucilah tangan lebih sering, terutama setelah Anda mengoleskan obat pada area mata yang terkena. Jangan pernah gunakan handuk atau sapu tangan yang sama dengan orang lain, dan pastikan Anda selalu membuang tisu yang telah Anda gunakan. Gantilah sarung bantal dan handuk Anda setiap hari, serta bersihkan semua area rumah yang telah Anda sentuh seperti bak mandi dan kenop pintu. Buanglah semua riasan yang Anda gunakan selama sakit.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 02 Sep 2018    08:00 WIB
Cedera Pada Bola Mata
Apakah cedera bola mata itu? Kebanyakan luka di sekitar mata lebih mengenai kelopak mata dibandingkan bola mata. Luka yang mengenai bola mata, kebanyakan dangkal dan kecil. Meskipun begitu, beberapa luka mengenai bagian putih mata (sklera) atau bagian transparan pada permukaan mata (kornea), dan menembus ke bagain dalam mata. Beberapa luka dapat menyebabkan pecahnya bola mata. Bola mata juga dapat pecah akibat trauma tumpul yang keras. Beberapa luka bisa benar-benar merusak struktur yang diperlukan untuk penglihatan. Luka pada mata juga berisiko untuk mengalami infeksi di dalam mata (endophthalmitis).   Apa penyebab dari cedera bola mata? Luka pada mata dapat disebabkan oleh trauma tajam atau trauma tumpul yang keras pada bagian mata.   Apa saja gejala dari cedera bola mata? Kebanyakan orang dengan bola mata yang pecah hampir tidak bisa melihat. Mata seringkali benar-benar berubah dan pupil dapat berubah bentuk seperti tetesan air mata. Kadangkala terdapat cairan yang keluar dari mata.   Apakah pengobatan untuk cedera bola mata? Operasi perbaikan seringkali diperlukan, kecuali untuk beberapa luka yang hanya mengenai membran mukosa tipis yang melindungi kornea (konjungtiva). Sebelum operasi, antibiotik diberikan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi di dalam mata. Antibiotik diberikan melalui pembuluh darah (intravena). Pemberian salep mata harus dihindari. Pelindung mata ditempelkan di atas mata untuk menghindari tekanan yang tidak disengaja yang bisa menekan keluar isi mata melalui luka yang ada. Jika diperlukan, obat-obat untuk menghilangkan rasa mual bisa diberikan untuk mencegah muntah. Obat tetes mata untuk melebarkan pupil diberikan untuk membantu mencegah terbentuknya jaringan parut pada bagian berwarna mata (iris). Obat-obat untuk mengatasi nyeri diberikan melalui pembuluh darah atau, jika operasi perbaikan tidak diperlukan, diberikan melalui mulut. Bahkan setelah semua terapi medis dan pembedahan yang dapat dilakukan, luka yang serius bisa menyebabkan hilangnya penglihatan sebagian atau total. Pada kasus yang sangat jarang, setelah luka serius pada bola mata (atau luka akibat operasi mata), mata yang tidak terluka menjadi meradang (sympathetic ophtalmia), yang bisa mengakibatkan hilangnya penglihatan sebagian atau bahkan kebutaan jika dibiarkan dan tidak diobati. Seringkali, kortikosteroid tetes, pil, dan suntikan bisa mencegah reaksi ini dengan efektif. Dokter mungkin akan mengangkat mata yang rusak, yang tidak dapat diperbaiki lagi (irreversible), untuk mencegah terjadinya sympathetic ophthalmia. Ingin mengetahui lebih dalam mengenai cedera bola mata? Baca juga: Lindungi Mata Anda Dari Katarak   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 16 May 2018    16:00 WIB
Gejala Radang Sendi Yang Mempengaruhi Bagian Tubuh Lain
Radang sendi atau rheumatoid arthritis dapat mempengaruhi bagian tubuh yang lain. Efek ini merupakan hasil dari proses inflamasi, yang menyebabkan banyaknya variasi dari gejala radang sendi, misalnya:•  Pegal-pegal•  Merasa kesakitan•  Penurunan nafsu makan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan•  Nyeri otot   Semua gejala ini sering dibandingkan dengan gejala flu, walaupun biasanya gejala di radang sendi dapat bertahan lebih lama. Radang sendi dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya. dengan terlibatnya banyak area tubuh yang terkena efek radang sendi maka akan memperburuk tingkat keparahan dari radang sendi. Gejala-gejala tersebut adalah: •  Rheumatoid nodulesRheumatoid nodules adalah pembengkakan di bawah kulit, dan paling sering terlihat di bagian siku. Terkadang timbulnya pembengkakan ini disertai rasa sakit. •  Paru-paruRadang sendi bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru atau menimbulkan inflamasi di sekitar paru-paru. Hal ini sangat sering terjadi sebenarnya, tetapi kebanyakan kasus tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala yang mungkin timbul meliputi nafas yang cepat. Gejala ini dapat diobati dengan mengkonsumsi obat antiinflamasi paru. •  Pita suaraRadang sendi dapat mempengaruhi sendi di laring (cricoarytenoid joint), sehingga menimbulkan suara serak. •  JantungRadang sendi dapat menimbulkan inflamasi di jantung, tetapi biasanya tidak disertai gejala apapun. Gejala yang mungkin timbul biasanya nafas yang cepat dan pendek-pendek atau nyeri dada. Sebagai tambahan, pasien dengan radang sendi mudah mengalami sumbatan arteri pada daerah jantung yang menimbulkan resiko terjadinya nyeri dada dan serangan jantung. •  MataRadang sendi juga dapat mempengaruhi mata. Sebanyak 5% penderita radang sendi mengalami inflamasi di daerah mata. Gejala yang timbul meliputi mata merah, nyeri dan mata kering. Jika Anda sudah mengalami gejala dari radang sendi, pengobatan dini dan agresif dapat membantu mencegah terjadinya gejala-gejala lain dan juga mencegah progesivitas dari radang sendi itu sendiri.   Sumber: webmd
 20 Jan 2017    15:00 WIB
Perlukan Melakukan Pemanjangan Bulu Mata?
Anda mungkin sering menonton film animasi putri-putri kerajaan yang memiliki mata indah dan bulu mata yang panjang dan tebal. Kemudian timbul keinginan untuk mendapatkan bulu mata seperti itu. Di jaman yang modern ini hal tersebut tidaklah sulit. Yaitu dengan melakukan ekstensi bulu mata.    Namun apakah ekstensi bulu mata (prosedur pemanjangan bulu mata) layak untuk dilakukan? Memanjangkan bulu mata adalah dengan menggunakan bahan sintetis atau alami. Bulu mata tunggal ditempatkan di atas bulu mata alami untuk memberikan panjang ekstra dan ketebalan. Bulu mata sintetis bertahan lebih lama, cenderung menyebabkan lebih sedikit terjadinya alergi dan iritasi. Keduanya adalah alat bantu kecantikan semi permanen dan tidak menghambat aktivitas normal mata. Bulu mata ini dapat bertahan hingga empat minggu atau bahkan seratus hari. Untuk melakukan ekstensi bulu mata dapat dilakukan disalon, namun ada baiknya untuk mencari tempat yang berlisensi untuk melakukan hal ini.   Kelebihan dari Ekstensi Bulu Mata:  Ekstensi bulu mata bisa membuat mata Anda terlihat lebih glamor secara alami. Anda akan terlihat luar biasa dan menerima banyak pujian tanpa ada yang menduga bahwa Anda mengenakan bulu mata palsu. Ekstensi bulu mata dapat bertahan selama lebih dari tiga minggu dan dalam beberapa kasus, bahkan seratus hari. Ekstensi bulu mata memang membutuhkan banyak perawatan dan pemeliharaan, namun Anda tidak perlu khawatir untuk melakukan keriting bulu mata Anda dan menggunakan maskara untuk beberapa waktu. Dengan bulu mata yang tebal tentu saja akan meningkatkan rasa percaya diri Anda. Meskipun Anda hanya menggunakan riasan mata yang sederhana, Anda akan tetap terlihat menarik.  Kekurangan Ekstensi Bulu Mata:  Daftar risiko dan kontra ekstensi bulu mata sedikit lebih banyak dari  kelebihan ekstensi bulu mata. Prosedur ekstensi bulu mata agak terasa menyakitkan dan mahal. Biaya tergantung dimana ektensi bulu mata ini dilakukan, tentu saja saat bila Anda menggunakan jasa professional akan lebih mahal dibanding Anda melakukan di salon. Ekstensi bulu mata dapat menimbulkan iritasi dan gatal-gatal. Kulit kering dapat menyebabkan bulu mata asli Anda rontok. Lem yang digunakan untuk menempel bulu mata palsu ini berisi lebih dari 70 komponen kimia yang mencurigakan yang mungkin menyebabkan masalah pada daerah  mata bahkan untuk mereka yang tidak memiliki riwayat gangguan pada mata. Beberapa gangguan pada mata, seperti infeksi pada mata, mata merah, kelopak mata bengkak, bahkan perdarahan bagian dalam  mata dan pengikisan bola mata. Beberapa orang mengeluh tentang bulu mata asli mereka rontok dan tidak pernah tumbuh kembali.    Dalam kebanyakan kasus untuk mendapatkan hasil riasan mata yang lebih baik, seseorang melakukan riasan  pada daerah mata yang berlebihan yang akan bereaksi dengan lem atau  perekat yang sehingga akan menyebabkan kerusakan pada bulu mata asli Anda.  Sehingga saat Anda menggunakan ekstensi bulu mata, sebaiknya tidak melakukan riasan mata yang berlebihan Akan jauh lebih bijaksana untuk melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum melakukan ekstensi bulu mata. Dan mempertimbangkan cara alami yang dapat membuat bulu mata Anda lebih sehat. Selain itu dapat menghemat uang Anda. Namun sekali lagi pilihan ada di tangan Anda. Apakah Anda tetap ingin mencoba ekstensi bulu mata atau tidak.   Sumber: medindia