Your browser does not support JavaScript!
 11 Jun 2019    11:00 WIB
Berbagai Vitamin Untuk Mengatasi Kantong Mata
Terbentuknya kantong mata dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti kurang tidur, keturunan, dan proses penuaan. Selain itu, kandungan vitamin yang terdapat di dalam berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi tampaknya juga memiliki peranan dalam proses pembentukan kantong mata. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan vitamin A, C, dan E mungkin dapat membantu memperlambat proses penuaan pada kulit, yang berarti juga dapat membantu mencegah pembentukan kantong mata.   Vitamin C Salah satu penyebab tersering dari terbentuknya kantong mata adalah melemahnya ligamen di bagian bawah mata yang berfungsi untuk menahan jaringan lemak di bawah kulit. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 menemukan bahwa kekurangan vitamin C dapat mempercepat proses penuaan kulit. Hal ini dikarenakan vitamin C turut berperan dalam pembentukan kolagen, sejenis protein yang dibutuhkan tubuh untuk membuat ligamen di bagian bawah mata. Oleh karena itu, untuk mencegah pembentukan kantong mata; mulai mengkonsumsi paprika merah dan hijau, jeruk, jeruk bali, brokoli, belewah, dan tomat untuk mencukupi kebutuhan vitamin C harian Anda.   Baca juga: 13 Manfaat Timun Bagi Kesehatan   Vitamin A Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 menemukan adanya hubungan antara kurangnya konsumsi vitamin A dengan percepatan proses penuaan kulit. Berbeda dengan vitamin C, vitamin A sebenarnya tidak memiliki hubungan langsung dengan terbentuknya kantong mata. Akan tetapi, vitamin A tampaknya dapat membantu melindungi kulit dari berbagai kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar matahari, yang dapat membantu memperlambat proses penuaan kulit. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak vitamin A adalah ubi, wortel, kacang hitam, susu, dan telur.   Vitamin E Vitamin E juga dapat membantu melindungi kulit dari berbagai kerusakan akibat paparan sinar matahari, yang berarti juga dapat membantu memperlambat proses penuaan kulit, yang berperan dalam terbentuknya kantong mata. Selain itu, vitamin E juga mengandung berbagai antioksidan penting yang dapat melindungi sel-sel tubuh Anda dari berbagai kerusakan oksidatif yang dapat mempercepat proses penuaan kulit. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak vitamin E adalah kacang almond, biji bunga matahari, dan selai kacang.   Hal Lain yang Turut Berperan Dalam Terbentuknya Kantong Mata Selain mencukupi kebutuhan vitamin harian Anda, terdapat hal lain yang juga berperan penting dalam mencegah terbentuknya kantong mata. Salah satunya adalah dengan mengubah pola makan Anda. Mulailah dengan membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang membuat cairan tertahan di dalam tubuh seperti makanan siap saji, daging olahan, dan berbagai jenis cemilan asin untuk mencegah pembengkakan pada tubuh, termasuk mata Anda. Selain itu, batasilah konsumsi kafein Anda sehingga dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 04 May 2019    18:00 WIB
Bila Merasakan 4 Tanda Ini Maka Anda Sudah Membutuhkan Kacamata Baca
Terkadang ada beberapa orang yang tidak merasa malas untuk menggunakan kacamata baca, karena mungkin akan terlihat tidak modis atau rasanya merepotkan. Padahal bila Anda tidak menggunakan kacamata baca dan membiasakan diri tidak menggunakan kacamata meski sebenarnya Anda membutuhkan. Hal ini akan membuat penglihatan Anda nantinya akan terganggu dan mengarah ke penurunan kemampuan penglihatan. Kemudian Anda tahu darimana kalau sudah membutuhkan kacamata baca? Gejala yang paling jelas adalah pandangan kabur, tapi ternyata ada petunjuk mengejutkan lain yang mungkin membuat Anda sadar bahwa Anda memang sudah butuh untuk menggunakan kacamata baca. Berikut adalah tanda Anda membutuhkan kacamata baca: 1.      Anda tertidur di dekat komputer Anda Otot-otot di mata Anda bekerja paling sulit ketika Anda fokus melihat dekat atau kerja secara terperinci, seperti saat Anda membaca atau bekerja menggunakan komputer. Apabila penglihatan Anda sudah bermasalah maka otot-otot mata bekerja lebih keras untuk membantu melihat dengan jelas. Karena ini bukan posisi alami untuk mata, maka mudah merasa lelah, yang membuat Anda merasa mengantuk. 2.      Anda perlu cahaya yang lebih terang untuk membaca Lampu baca yang biasa menurut Anda tampaknya tidak cukup terang, sehingga Anda menyalakan lampu lain. Apabila Anda mengalami hal ini, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda memerlukan kacamata baca. Rata-rata seseorang berusia 60 tahun membutuhkan setidaknya tiga kali jumlah cahaya orang berusia 20 tahun. 3.      Harus mendekatkan buku saat membaca Cara Anda memegang sebuah buku bisa menjadi salah satu tanda paling jelas bahwa Anda perlu kacamata baca. Apabila Anda memiliki rabun jauh maka Anda tidak dapat melihat jauh, biasanya tidak bisa lebih dari 30 cm. Apabila dalam jarak 35 cm dari wajah Anda dan penglihatan Anda kabur maka Anda membutuhkan kacamata baca.   4.      Anda terus menerus merasa sakit kepala Mata yang digunakan secara terus menerus untuk bekerja dapat membuat Anda rentan mengalami sakit kepala dan membuat sakit kepala berulang yang memburuk. Apabila Anda mengalami sakit kepala tepat di belakang mata Anda bisa jadi adalah penyebabnya adalah rabun dekat atau silinder (saat benda terlihat kabur pada sudut tertentu karena bentuk kornea). Kedua masalah dapat dikoreksi dengan kacamata. Pastikan untuk mengambil waktu istirahat ketika melakukan pekerjaan yang dapat membuat mata Anda terasa tegang. Setiap 20 menit, melihat sesuatu yang setidaknya 6 m selama 20 detik. Apabila Anda memiliki gejala diatas jangan merasa ragu untuk melakukan pemeriksaan mata Anda. Jangan sampai mata Anda terlalu lelah bekerja dan mengakibatkan masalah mata lainnya. Baca juga: Perawatan Mata Untuk Pengguna Kacamata Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: rd
 25 Feb 2019    11:00 WIB
Mata Sering Kedutan, Kenapa Ya?
Kedutan pada mata atau blefarospasme merupakan suatu keadaan di mana otot kelopak mata melakukan gerakan mengedip atau kontraksi (kram) berulang. Kedutan biasanya terjadi pada kelopak mata bagian atas. Kedutan pada mata biasanya mengenai otot-otot di kedua mata. Sebagian besar orang pasti pernah mengalami kedutan mata di suatu saat pada kehidupannya. Kedutan pada mata biasanya tidak menimbulkan nyeri dan tidak berbahaya, tetapi cukup mengganggu apalagi bila kram cukup kuat hingga membuat kelopak mata benar-benar tertutup saat berkedut. Kedutan biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Pada beberapa kasus, kedutan dapat berlangsung cukup sering di sepanjang hari dan dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan. Hal ini tentu saja dapat membuat Anda merasa semakin stress dan mengganggu kualitas hidup Anda. Pada kasus yang berat, jarang, kedutan mata dapat terus berlangsung (kronik). Keadaan ini akan membuat Anda terus-menerus berkedip dan menyipitkan mata. Jika kedutan membuat Anda tidak dapat menjaga mata tetap terbuka, maka kedutan dapat menyebabkan gangguan penglihatan berat.   Apa Penyebabnya? Walaupun penyebabnya biasanya tidak diketahui, akan tetapi kedutan pada mata biasanya berhubungan dengan: Rasa lelah yang amat sangat Stress Kafein Selain karena ketiga hal di atas, kedutan pada mata juga dapat disebabkan oleh berbagai hal di bawah ini, yaitu: Blefaritis (radang kelopak mata) Mata kering Sensitif terhadap cahaya Infeksi konjungtiva Walaupun sangat jarang, kedutan pada mata juga dapat merupakan tanda dari adanya gangguan pada otak atau saraf, seperti: Bell’s palsy Distonia Penyakit Parkinson Sindrom Tourette Selain itu, kedutan pada mata juga dapat terjadi akibat efek samping dari obat-obatan tertentu. Obat yang paling sering menyebabkan kedutan pada mata adalah obat anti psikosis dan obat epilepsy.   Jenis-jenis Kedutan Pada Mata Kedutan Kelopak Mata Ringan Kedutan kelopak mata ringan biasanya terjadi akibat gaya hidup seperti rasa lelah, stress, kurang tidur, dan konsumsi alkohol, tembakau, atau kafein. Selaint itu, kedutan kelopak mata ringan juga dapat disebabkan oleh iritasi pada kornea atau konjungtiva.   Blefarospasme Esensial Jinak Blefarospasme esensial jinak biasanya terjadi pada pertengahan atau akhir mada dewasa dan memburuk secara perlahan. Keadaan ini lebih sering ditemukan pada wanita daripada pria. Walaupun bukan keadaan yang serius, akan tetapi blefarospasme esensial jinak ini dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari bila cukup parah. Biasanya, blefarospasme esensial jinak berawal saat Anda mengedipkan mata secara berlebihan dan atau mengalami iritasi mata yang dipicu oleh rasa lelah, stress, atau berbagai jenis iritan (cahaya terang, angin, atau polusi udara). Bila gangguan terus memburuk, penderita dapat mengalami gangguan penglihatan (penglihatan kabur), sensitivitas terhadap cahaya meningkat, dan spasme fasial (kram wajah). Pada kasus yang berat, spasme otot kelopak mata dapat sangat kuat hingga kelopak mata benar-benar tertutup selama beberapa jam. Para peneliti menduga bahwa blefarospasme esensial jinak terjadi akibat kombinasi dari pengaruh lingkungan dan genetika. Walaupun dapat terjadi secara acak, gangguan ini kadangkala menurun dalam keluarga.   Spasme hemifasial Spasme hemifasial cukup jarang dan biasanya mengenai otot lain selain otot-otot kelopak mata. Spasme hemifasial biasanya juga mengenai otot-otot di sekitar mulut. Akan tetapi, berbeda dengan jenis kedutan mata lainnya, spasme hemifasial hanya mengenai salah satu sisi wajah. Pada sebagian besar kasus, spasme hemifasial disebabkan oleh penekanan saraf wajah oleh pembuluh darah.   Kapan Perlu Hubungi Dokter? Jadi, kapan kedutan pada mata cukup berbahaya hingga Anda harus pergi ke dokter? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa keadaan yang membuat Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke seorang dokter, yaitu: Kedutan yang berlangsung selama lebih dari 1 minggu Kedutan yang membuat kelopak mata benar-benar tertutu Spasme yang juga mengenai otot-otot wajah Mata tampak kemerahan, membengkak, atau keluar cairan abnormal dari dalam mata Kelopak mata atas tampak turun   Baca juga: Tips Untuk Melindungi Mata Dari Cedera   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Pada sebagian besar kasus, kedutan pada mata dapat menghilang dengan sendirinya bahkan tanpa Anda sadari, jika Anda beristirahat dengan cukup dan atau mengurangi atau menghindari konsumsi minuman beralkohol, tembakau (rokok), atau kafein. Blefarospasme biasanya tidak terjadi saat Anda tidur. Jika blefarospasme disebabkan oleh mata kering yang mengiritasi kornea atau konjungtiva, maka mengobati keduanya dengan air mata buatan biasanya dapat menghilangkan kedutan. Sayangnya, hingga saat ini para ahli masih belum berhasil menemukan pengobatan yang dapat menyembuhan blefarospasme esensial jinak. Jadi, pengobatan biasanya hanya bertujuan untuk mengurangi keparahan. Pengobatan yang paling sering dianjurkan untuk mengatasi blefarospasme esensial jinak adalah menyuntikkan racun botulinum ke dalam otot  mata. Obat ini biasanya juga digunakan untuk mengobati spasme hemifasial. Penyuntikkan botulinum dapat mengatasi gejala selama beberapa bulan, akan tetapi efeknya lama-kelamaan akan menghilang, jadi penyuntikkan ulang biasanya diperlukan.  Jika semua jenis terapi yang diberikan oleh dokter Anda gagal, maka dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi. Sekitar 75-85% penderita blefarospasme esensial jinak mengalami perbaikan setelah melakukan operasi (miektomi). Pada miektomi, dokter akan mengangkat otot-otot dan saraf pada kelopak mata. Untuk mengatasi spasme hemifasial, dokter biasanya akan melakukan tindakan operasi untuk mengurangi tekanan pembuluh darah arteri pada saraf wajah. Walaupun operasi ini dapat memberikan kesembuhan secara permanen, akan tetapi tindakan ini juga dapat menyebabkan terjadinya beberapa komplikasi berat dan efek samping permanen. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 09 Jan 2019    18:00 WIB
3 Jenis Air Mata dan Manfaatnya Bagi Kesehatan
Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya air mata itu dan di mana air mata dihasilkan? Air mata merupakan suatu cairan yang dihasilkan oleh kelenjar air mata atau kelenjar lakrimal, yang terletak di antara bola mata dan kelopak mata.   Tergantung dari caranya terbentuk, air mata ternyata terdiri dari beberapa jenis. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis air mata tersebut.   AIR MATA BASAL Air mata basal merupakan jenis air mata yang berfungsi untuk melindungi dan melumasi kornea mata sehingga tidak menjadi kering dan terlindung dari berbagai benda asing. Air mata basal ini diproduksi setiap hari dan mengandung protein yang dapat membuat mata tetap lembab dan terhindar dari berbagai jenis infeksi.   AIR MATA REFLEKS Air mata jenis ini diproduksi saat ada rangsangan dari luar, misalnya saat mata terkena debu, asap, saat mengiris cabai atau bawang, atau akibat terkena sesuatu benda secara tidak sengaja. Air mata ini terbentuk sebagai bentuk pertahanan mata terhadap bahaya dari luar.   AIR MATA EMOSIONAL Air mata jenis ini terbentuk tatkala Anda merasa sedih ataupun bahagia. Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa kajian tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun! Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya dari mata.   Selain dapat membuang racun, air mata jenis ini juga mengandung sejenis zat kimia yang dapat membuat Anda menjadi lebih rileks dan lebih lega setelah menangis. Menangis ternyata juga dapat menurunkan denyut jantung yang akan membuat Anda merasa lebih baik setelah menangis. Baca juga: Mengapa Air Mata Keluar Saat Memotong Bawang?  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: interestingthings
 18 Dec 2018    16:00 WIB
Waspada Mata Malas (Ambliopia) Menyerang Anak-Anak
Apakah Anda tahu dengan yang disebut dengan mata malas atau Ambliopia? Ambliopia atau mata malas merupakan penyebab terbanyak gangguan penglihatan pada anak-anak. Ambliopia merupakan suatu keadaan dimana mata gagal untuk melihat lebih jelas karena perkembangan penglihatan pusat yang buruk. Gejala ambliopia meliputi: Penglihatan yang kurang baik, sehingga kemampuan untuk memadukan gambar dari kedua mata bersama-sama menurun Penglihatan kurang tajam pada satu sisi mata atau kedua mata Menyipitkan mata atau menutup satu mata saat membaca atau menonton televisi Memiringkan kepala ketika melihat sebuah objek Kelelahan mata dan sakit kepala Biasanya hal ini terjadi pada 2-3% dari populasi. Seseorang yang mempunyai mata malas, memiliki mata dengan anatomi yang normal, namun terjadi penurunan ketajaman visul bahkan setelah menggunakan kacamata. Ambliopia adalah penyebab paling umum masalah penglihatan pada anak-anak dan memberikan gangguan penglihatan pada kelompok usia dibawah 40 tahun. Ambliopia terjadi ketika koneksi saraf antara otak dan mata gagal untuk berkembang secara normal. Masalah penglihatan seperti gangguan melihat jauh, melihat dekat dan silinder apabila tidak diperbaiki maka akan menimbulkan terjadinya Ambliopia. Pemeriksaan Ambliopia: Pemeriksaan mata secara teratur pada anak-anak di bawah usia 6 tahun dapat mendeteksi dan mencegah ambliopia. Ditemukannya Ambliopia melalui deteksi dini akan meningkatkan kemungkinan pengobatan yang berhasil, terutama apabila terdeteksi sebelum usia lima tahun. Pengobatan Ambliopia: Pengobatan Ambliopia bertujuan menyamakan penglihatan antara kedua mata. Hal ini dapat dilakukan dengan memakai kacamata korektif, senam mata atau operasi. Ambliopia tidak akan hilang dengan sendirinya, dan ambliopia yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah penglihatan yang permanen. Sumber: medindia
 11 Oct 2018    16:00 WIB
Hati-Hati, Ini Penyebab Mengapa Kita Tidak Dapat Melihat Dengan Jelas
Tidak dapat melihat berbagai hal dengan jelas belakangan ini? Hal ini tidak selalu berarti Anda mengalami gangguan refraksi seperti rabun jauh atau dekat. Penyebab dari gangguan penglihatan yang Anda alami dapat merupakan sesuatu hal yang ringan atau justru sangat berat yang bahkan dapat membuat Anda mengalami kebutaan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa penyebab gangguan penglihatan mulai dari sesuatu yang sederhana hingga gangguan kesehatan berat.   Mata Kering Salah satu penyebab tersering mengapa mata Anda tidak dapat melihat dengan jelas atau buram adalah karena mata Anda kering terutama bila penglihatan Anda kembali membaik setelah Anda berkedip. Kornea mata Anda memerlukan pelumas yang memadai agar Anda dapat melihat dengan jelas. Jika Anda tidak memproduksi cukup banyak air mata atau kualitas air mata Anda kurang, maka sel-sel pada permukaan kornea Anda akan mengelupas dan membuat kornea menjadi kering. Hal ini akan membuat penglihatan Anda terganggu, yaitu seperti melihat melalui jendela yang telah diolesi oleh minyak. Mata kering dapat terjadi akibat penggunaan beberapa jenis obat-obatan dan bahkan beberapa kebiasaan tertentu. Membaca, bermain video games, menonton televisi, atau bekerja di depan komputer juga dapat menyebabkan mata menjadi kering karena semuanya dapat mengurangi frekuensi kedipan Anda. Untuk mengatasi hal ini Anda dapat melakukan aturan 20-20-20 untuk membuat mata Anda menjadi lebih rileks. Yang dimaksud dengan aturan 20-20-20 tersebut adalah setiap 20 menit melakukan berbagai kegiatan di atas, alihkanlah pandangan Anda untuk melihat suatu benda sejauh 20 kaki (sekitar 600 cm) selama sekitar 20 detik. Jika setelah melakukan hal ini mata Anda masih terasa seperti berpasir dan lelah, maka gunakanlah tetes mata buatan untuk menyegarkan mata Anda. Akan tetapi, bila hal ini terus berlangsung atau sering berulang, maka segera hubungi dokter Anda karena mata kering dapat merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain seperti artritis rheumatoid, lupus, dan gangguan tiroid.   Posisi Tidur yang Salah Jika Anda tidur dengan posisi tengkurap, maka Anda dapat terbangun dengan keadaan mata sangat kering. Hal ini karena gerakan Anda saat tidur dapat membuat kelopak mata Anda terbuka dan membuat mata Anda menjadi kering.  Keadaan ini biasanya lebih sering terjadi pada pria dengan berat badan berlebih yang menyebabkan mereka mengalami penglihatan kabur, rasa tidak nyaman, dan iritasi pada mata. Selain itu, pastikan Anda tidak tidur sambil menekan mata Anda dengan tangan atau lengan karena hal ini dapat menyebabkan tekanan pada jaringan mata dan membatasi sirkulasi darah di dalam mata Anda yang membuat penglihatan Anda menjadi kabur saat bangun tidur.   Mengkonsumsi Obat-obatan Tertentu Terdapat berbagai jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan seperti obat anti hipertensi, obat steroid oral, obat tidur, dan obat untuk mengatasi disfungsi ereksi. Selain itu, obat anti histamine yang berfungsi untuk mengatasi alergi juga dapat memicu dihasilkannya sebuah zat kimia tertentu yang membuat tubuh mengurangi produksi air mata. Obat anti histamine juga dapat meningkatkan resiko terjadinya glaukoma sudut sempit, terutama bila Anda juga mengalami rabun jauh atau merupakan keturunan Asia atau Indian.    Lensa Kontak Anda Kotor Menggunakan lensa kontak terlalu mata atau bahkan tidur dengan menggunakan lensa kontak dapat membuat lensa kontak terasa lengket karena banyaknya protein yang terbentuk, yang dapat membuat penglihatan Anda menjadi kabur. Selain itu, menggunakan lensa kontak terlalu lama dan tidak membersihkannya dengan baik dapat meningkatkan penumpukkan bakteri atau bahkan parasit pada lensa kontak tersebut yang dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi mata.   Kadar Gula Darah Anda Sangat Tinggi Kadangkala, gangguan penglihatan seperti penglihatan yang kabur dapat merupakan suatu pertanda adanya gangguan pada seluruh tubuh Anda dan bukannya hanya pada mata Anda saja. Pada beberapa kasus, hal ini dapat merupakan gejala awal dari diabetes. Saat kadar gula darah Anda terlalu tinggi, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan susunan cairan mata dan perubahan ukuran lensa mata Anda sehingga terjadilah gangguan penglihatan. Akan tetapi, dengan pengobatan yang tepat maka kadar gula darah Anda pun dapat kembali normal dan penglihatan Anda pun dapat kembali normal. Jika kadar gula darah yang tinggi tidak segera diobati, maka Anda mungkin dapat mengalami kerusakan retina mata yang dapat menyebabkan kebutaan.   Menderita Katarak Memang benar resiko terjadinya katarak akan semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, akan tetapi Anda juga dapat mengalami katarak pada usia berapapun, bahkan terlahir dengannya. Katarak merupakan suatu keadaan di mana lensa mata Anda memutih yang menyebabkan penglihatan Anda menjadi terganggu, terutama di malam hari, yang membuat Anda mengalami kesulitan untuk membaca atau membedakan warna. Katarak sering ditemukan apda seorang penderita diabetes, orang yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid, dan perokok.   Mengalami Serangan Stroke Gangguan penglihatan juga merupakan gejala yang sering dialami saat Anda mengalami serangan stroke yang sebenarnya atau serangan stroke sementara (TIA). Perbedaan antara serangan stroke sementara dengan serangan stroke yang sebenarnya adalah pada serangan stroke sementara hanya terjadi hambatan aliran darah untuk sementara, akan tetapi serangan stroke yang sebenarnya terjadi akibat adanya sumbatan aliran darah yang terus berlangsung. TIA seringkali merupakan suatu tanda peringatan sebelum terjadinya serangan stroke yang sebenarnya. Gejala TIA dapat terjadi secara mendadak dan hanya berlangsung sementara. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah penglihatan kabur, melihat cahaya yang berkerlap-kerlip, atau seperti melihat adanya suatu tirai yang turun dari bagian atas hingga bagian tengah mata Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengalami pandangan kabur atau gelap selama beberapa detik atau beberapa menit. Beberapa gejala lainnya adalah perubahan indra pendengaran atau pengecap, merasa bingung, gangguan koordinasi, atau gangguan berbicara. Stroke merupakan gangguan kesehatan gawat darurat yang memerlukan pertolongan medis segera. Oleh karena itu, bila Anda mengalami beberapa gejala di atas jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis.       Sumber: menshealth
 03 Oct 2018    08:00 WIB
Tips Untuk Mengurangi Lingkaran Hitam di Bawah Mata
Lingkaran hitam di bawah mata merupakan salah satu hal yang sering anda khawatirkan karena dianggap mengganggu keindahan wajah anda, terutama pada wanita. Lingkaran hitam ini dapat disebabkan oleh sering kurang tidur atau memang merupakan suatu hal yang diturunkan dalam keluarga anda.   Gunakanlah Krim Beberapa hal yang dapat membantu untuk mengurangi lingkaran hitam di bawah mata adalah kafein, retinol, vitamin C dan E. Kafein dapat mengecilkan pembuluh darah dan mengurangi pembengkakan. Sedangkan retinol, vitamin C dan E dapat mencerahkan lingkaran hitam di bawah mata. Akan tetapi, tidak ada pengobatan yang dapat benar-benar menghilangkan lingkaran hitam di bawah mata. Berbagai pengobatan yang ada biasanya hanya dapat mengurangi atau mencerahkan lingkaran hitam tersebut.   Sembunyikanlah Anda dapat menyembunyikan lingkaran hitam di bawah mata anda dengan menggunakan riasan wajah.   Kompres Mata Buatlah secangkir teh dengan menggunakan teh celup, kemudian masukkan kantong berisi teh tersebut ke dalam lemari pendingin untuk mendinginkannya. Setelah kantung teh tersebut terasa dingin, berbaring dan tutuplah mata anda, kemudian letakkan kantung teh tersebut di atas mata anda selama beberapa menit. The dapat mengurangi proses inflamasi, dengan demikian dapat mengurangi pembengkakan dan lingkaran hitam di bawah mata anda.   Alergi Terlalu sering menggosok mata anda anda menyebabkan terbentuknya lingkaran hitam di bawah mata anda. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang menderita alergi. Pakailah Kacamata Gunakanlah kacamata untuk mengurangi paparan sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan bagian bawah mata menghitam.  Baca juga: 7 Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Menggunakan Bulu Mata Palsu Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 02 Oct 2018    11:00 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Ginjal dan Mata
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama bila penderita juga menderita diabetes yang dapat semakin memperberat kerusakan pada dinding pembuluh darah.   KERUSAKAN PADA GINJAL Ginjal merupakan suatu organ penting yang berfungsi untuk memfiltrasi dan membuang cairan serta berbagai zat beracun dari dalam tubuh anda. Gangguan pada pembuluh darah yang memperdarahi ginjal maupun gangguan pada pembuluh darah di dalam ginjal itu sendiri dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. 1.      Gagal Ginjal Tekanan darah tinggi merupakan penyebab tersering dari gagal ginjal. Hal ini disebabkan oleh tekanan darah tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah besar yang menuju ke ginjal maupun pembuluh darah kecil di dalam ginjal (glomeruli). Kedua hal ini dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang lebih luas dan menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi ginjal. Bila hal ini sampai terjadi, maka langkah pengobatan yang dapat dilakukan adalah hemodialisa (cuci darah) atau transplantasi ginjal. 2.      Glomerulosklerosis Merupakan suatu kelainan pada ginjal yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut pada glomerulus ginjal. Glomerulus merupakan suatu kumpulan pembuluh darah kecil pada ginjal anda yang berfungsi untuk memfiltrasi cairan serta berbagai zat racun dari dalam tubuh anda. Glomerulosklerosis ini dapat menyebabkan gangguan fungsi filtrasi ginjal yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi ginjal. 3.      Aneurisma Arteri Ginjal Aneurisma merupakan suatu penonjolan pada dinding pembuluh darah besar yang menuju ke ginjal. Salah satu penyebabnya adalah aterosklerosis yang melemahkan dan merusak dinding pembuluh darah. Tekanan darah tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan terbentuknya aneurisma pada dinding pembuluh darah yang lemah tersebut. Aneurisma dapat pecah kapan saja dan menyebabkan perdarahan hebat.   KERUSAKAN PADA MATA Mata memperoleh oksigen dan nutrisi melalui suatu pembuluh darah kecil. Gangguan pada pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan fungsi kelihatan bahkan kebutaan. 1.      Retinopati Retinopati atau kerusakan dinding pembuluh darah mata disebabkan oleh kerusakan dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama. Gangguan ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan penglihatan, seperti perdarahan pada mata, penglihatan kabur, dan hilangnya penglihatan. Bila anda menderita tekanan darah tinggi dan diabetes, maka resiko anda mengalami retinopati menjadi lebih tinggi. 2.      Koroidopati Koroidopati merupakan suatu keadaan di mana terdapat cairan di belakang retina. Hal ini disebabkan oleh kebocoran pembuluh darah yang memperdarahi retina. Koroidopati dapat menyebabkan gangguan penglihatan. 3.      Neuropati Optikus Neuropati optikus merupakan kerusakan pada saraf optikus yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang menuju ke saraf tersebut. Hal ini dapat menyebabkan kematian sel-sel saraf yang mengakibatkan perdarahan pada mata atau hilangnya penglihatan.  Baca juga: Turunkan Risiko Mata Minus Dengan Bahan Alami! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mayoclinic
 30 Sep 2018    18:00 WIB
Apa Kata Warna Mata Anda Mengenai Diri Anda?
Banyak orang mengatakan bahwa mata adalah jendela jiwa Anda, akan tetapi para peneliti menemukan bahwa mata Anda mungkin juga merupakan jendela kesehatan Anda. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa warna mata Anda mungkin dapat menunjukkan beberapa hal mengenai Anda seperti: Seberapa kuat daya tahan Anda terhadap nyeri Seberapa banyak minuman beralkohol yang dapat Anda konsumsi Bagaimana kemampuan Anda dalam berbagai jenis olahraga Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, wanita yang memiliki warna mata yang lebih terang tidak merasa terlalu nyeri saat melahirkan dibandingkan dengan wanita yang memiliki warna mata lebih gelap. Selain itu, orang yang memiliki warna mata terang juga mampu mengkonsumsi lebih banyak minuman beralkohol tanpa menjadi mabuk dibandingkan dengan orang yang memiliki warna mata lebih gelap. Mengapa demikian? Para peneliti menduga bahwa hal ini berhubungan dengan faktor genetika seseorang. Warna mata Anda ditentukan oleh 12-13 gen di dalam tubuh Anda, yang ternyata tidak hanya berfungsi untuk menentukan apa warna mata Anda. Melanin merupakan suatu pigmen yang dapat membuat mata seseorang menjadi lebih gelap. Selain membuat seseorang lebih mampu mengkonsumsi minuman beralkohol tanpa menjadi mabuk, melanin juga dapat membantu meningkatkan kecepatan reaksi seseorang di dalam otak. Jadi orang yang memiliki warna mata gelap biasanya lebih baik dalam berbagai jenis olahraga. Sebuah penelitian lainnya di Amerika juga menemukan bahwa orang yang memiliki warna mata terang memang memiliki kecepatan reaksi yang lebih lambat, yang membuat mereka jauh lebih baik dalam hal perencanaan, belajar, dan bermain golf.     Sumber: aol