Your browser does not support JavaScript!
 29 Jul 2019    16:00 WIB
Terlalu Banyak Onani, Apakah Ada Dampaknya ?
Adakah bahaya onani bagi kaum pria ? Kegiatan ‘melayani’ diri sendiri tersebut memang membawa beberapa manfaat kesehatan seperti dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, meredam stres, serta meningkatkan produksi endorfin. Akan tetapi, di balik beberapa manfaat kesehatan tersebut, Onani juga membawa dampak negatif. Berikut beberapa efek negative dari aktivitas onani: EJAKULASI DINI Terlalu sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga dapat memakan waktu yang cukup lama. Bagi pria yang melakukan masturbasi beberapa kali sebelum melakukan intim, akan cenderung sulit mencapai klimaks. Masalah lain yang muncul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan dari orang lain, dan justru menjadi lebih akrab dengan sentuhan dari diri sendiri. Frekuensi yang terlalu sering dalam melakukan onani adalah memicu timbulnya kulit lecet sampai pembengkakan organ intim karena tidak pernah menggunakan pelumas. MASTRUBASI KRONIS Masturbasi kronis dapat mempengaruhi otak berikut kimia tubuh yang diakibatkan oleh kelebihan produksi neurotransmitter dan hormon seks. Kendati dampak yang timbul pada setiap orang berlainan, terlalu sering melakukan masturbasi tetap dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mulai dari kelelahan, testis sakit, rambut rontok, ataupun nyeri panggul. Masturbasi berhubungan dengan berkurangnya produksi DHT dan testosteron. Berkurangnya produksi testosteron tersebut berkait dengan gaya hidup dan kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kegiatan berolahraga. MASTRUBASI KOMPLUSIF Masturbasi kompulsif berpengaruh terhadap kehidupan karena telah menjadi suatu kebiasaan. Sebagian pria yang melakukan masturbasi 6 kali dalam sehari bisa saja justru merasa produktif, namun lain halnya dengan para pria lain yang justru merasa sebaliknya. Apabila tidak mampumenyeimbangkan antara hasrat dan kebutuhan pribadi, masturbasi dapat membawa dampak negatif lho pada hubungan dengan pasangan. Baca Juga: Seks Ketika Hamil, Cairan Sperma Tidak Berbahaya untuk Janin   Sumber: Dokter Sehat
 15 Jan 2019    18:00 WIB
Ternyata Ini Manfaat Masturbasi Pada Wanita
Masturbasi sering dianggap sebagai topik tabu dan wanita yang melakukan masturbasi selalu dianggap melakukan hal tidak etis dan tidak bermoral. Namun, ternyata masturbasi pada wanita memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Berikut adalah alasan mengapa keuntungan wanita melakukan masturbasi: Masturbasi akan meningkatkan percaya diri Masturbasi akan memberikan sensasi perasaan yang bebas dan membuat Anda merasa lebih baik. Masturbasi akan membuat Anda merasakan orgasme sehingga membantu Anda mengontrol tubuh Anda. Secara keseluruhan akan membantu meningkatkan kepercayaan diri dan seksual. Membantu Anda mengerti akan tubuh Anda dan titik-titik rangsangan di tubuh Anda Masturbasi akan membuat pikiran Anda ke alam fantasi Anda. Ini akan membantu Anda mengetahui tentang keinginan Anda. Hal ini membantu Anda untuk lebih mengerti tentang tubuh Anda dan titik-titik ditubuh Anda yang akan menimbulkan rangsangan yang hebat. Meningkatkan kesehatan mental Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa masturbasi dapat membantu meredakan ketegangan dan stress. Bahan kimia yang dilepaskan selama aktivitas yang menyenangkan ini membantu meredakan depresi secara alami. Masturbasi juga memicu pelepasan hormon dopamin dan epinefrin yang membantu meningkatkan mood seseorang. Meningkatkan kesehatan seksual Selama melakukan masturbasi, tindakan ini akan membuat rahim berkontraksi. Kegiatan ini memperkuat otot vagina. Hal ini menyebabkan vagina mengeluarkan cairan lubrikasi yang membilas bakteri jahat penyebab infeksi, sehingga membantu menjaga kesehatan vagina. Membuat Anda tidur lebih nyenyak Masturbasi juga bertindak sebagai obat alami untuk dapat tidur lebih nyenyak. Ketika Anda masturbasi, ada sejumlah hormon yang dikeluarkan, hormon tersebut membantu menenangkan Anda dan membantu untuk mudah tertidur. Sumber: healthmeup
 30 Nov 2018    18:00 WIB
Si Perawan Tidak Boleh Masturbasi? Bisa Aja Sih Asal...
Masturbasi merupakan aktivitas seks yang masih dianggap tabu oleh kebanyakan orang. Biasanya orang lain akan menggangap seseorang yang melakukan masturbasi adalah tindakan yang tidak bermoral. Padahal masturbasi sendiri memiliki beberapa manfaat misalnya adalah membuat dirinya jadi mengerti titik sensitif diri sendiri, kesehatan organ seksual dan lain-lain. Namun bila dilakukan dengan cara yang benar dan tidak berlebihan. Untuk pria melakukan masturbasi mungkin bukan sesuatu hal yang aneh dan tidak ada sesuatu yang hal ditakuti namun bagaimana untuk wanita yang belum menikah. Salah satu hal yang ditakuti wanita dalam melakukan masturbasi adalah rusaknya selaput dara yang bisa membuatnya seolah-olah tidak perawan lagi. Padahal keperawanan adalah simbol penting seorang wanita  yang harus dijaga sampai menikah. Untuk Anda yang mungkin ingin mencoba cara untuk menyenangkan diri sendiri namun tidak sampai merusak selaput dara sebenarnya ada caranya. Mastubasi adalah tindakan merangsang diri sendiri atau orang lain dengan cara menyentuh, meraba, atau memijat organ kelamin sendiri. Jadi masturbasi bisa dilakukan tanpa harus merusak selaput dara Berikut adalah cara melakukan masturbasi untuk yang masih perawan: Untuk mencapai orgasme saat melakukan mastubasi bukan hanya cara merangsang tubuh sendiri namun bagaimana cara Anda berfantasi karena disini Anda hanya melakukannya sendiri. Merangsang titik sensual Anda Anda cukup fokus pada zona sensual seperti paha bagian dalam, perut bagian bawah untuk merangsang diri sendiri. Cara ini akan membantu Anda mencapai kenikmatan seksual untuk tingkat yang lebih besar. Merangsang bagian payudara Untuk mencapai orgasme tidak harus dengan memasukkan jari kedalam vagina. Namun Anda bisa merangsang bagian tubuh yang lain. Titik sensitif wanita yang juga dapat dirangsang adalah puting payudara. Anda bisa merangsang bagian puting payudara dengan memegang atau memuntirnya. Menjepit kaki Anda Salah satu cara aman untuk mencapai klimaks, adalah dengan melakukan jepitan di daerah klitoris, Anda bisa melakukannya dengan menjepit kaki Anda dan dalam posisi tengkurap. Merangsang klitoris Klitoris memang merupakan titik sensitif wanita yang paling mudah membuat seorang wanita mencapai klimaks. Anda bisa mencoba untuk menggosok bagian klitoris dengan jari, namun ingat hanya bagian klitoris jangan pernah menyentuh bagian selaput dara Anda. Saat melakukan masturbasi perlu diingat jangan pernah memasukkan jari-jari Anda ke dalam vagina yang kemungkinan dapat merusak selaput darah. Baca juga: Manfaat Masturbasi Pada Wanita Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: indiansutras
 13 Nov 2018    18:00 WIB
Apa Manfaat Masturbasi Bagi Kesehatan Pria ?
Mencegah Kanker Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia pada tahun 2003 menemukan bahwa para pria yang berejakulasi lebih dari 5 kali setiap minggunya memiliki resiko kanker prostat yang lebih rendah (sepertiga kali lebih rendah) dibandingkan dengan pria yang jarang berejakulasi. Hal ini diduga karena saat seseorang berejakulasi, maka berbagai zat racun di dalam saluran kemihnya ikut keluar bersamaan dengan cairan mani dan sperma.   Menjaga Tonus Otot Penis  Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka tonus otot Anda pun akan semakin melemah, termsuk otot penis. Berhubungan seks secara teratur atau melakukan masturbasi membuat otot-otot dasar panggul Anda berolahraga sehingga dapat mencegah terjadinya disfungsi ereksi (kesulitan membentuk, mencapai, atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup lama untuk penetrasi) dan inkontinensia urin (adanya keinginan mendesak untuk buang air kecil yang tidak dapat ditahan).    Mencegah Ejakulasi Dini Masturbasi dapat menjadi salah satu cara bagi para pria untuk memperpanjang waktu ejakulasi. Melakukan masturbasi secara teratur dapat membantu melatih kemampuan Anda untuk menahan ejakulasi sehingga secara tidak langsung juga dapat mencegah terjadinya ejakulasi dini.   Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Ejakulasi dapat memicu peningkatan kadar hormon kortisol, yang dapat membantu mengatur dan menjaga sistem kekebalan tubuh Anda . Memperbaiki Mood Masturbasi dapat memicu pelepasan suatu zat neurotransmiter seperti dopamin dan oksitosin yang dapat memperbaiki mood Anda, menimbulkan rasa puas, dan mengaktivasi bagian otak yang berhubungan dengan rasa senang dan penghargaan.   Sumber: menshealth
 08 Oct 2018    16:00 WIB
Sering Masturbasi, Normalkah?
Banyak orang enggan berbicara atau merasa canggung jika diminta membahas aktivitas seksual masturbasi. Meski pada kenyataannya, baik perempuan maupun laki-laki kerap melakukan aktivitas seksual ini diam-diam, bahkan bisa jadi sering melakukannya kala sendiri. Masturbasi aman dilakukan apabila risiko iritasi dan infeksi dapat diminimalisir. Namun perlu diwaspadai jika masturbasi mulai dilakukan secara kompulsif, yang artinya, kemampuan untuk menahan hasrat seksual tak bisa lagi dibendung sehingga timbul perilaku seksual yang negatif dan merugikan. Ini tanda-tanda jika kebiasaan masturbasi seseorang terbilang berbahaya. Kecanduan dan Lepas Kontrol Salah satu indikator kebiasaan masturbasi sudah jadi kecanduan adalah hilangnya kontrol untuk membatasi aktivitas tersebut. Melukai Diri Sendiri Jika aktivitas mendapatkan kepuasan seksual sendiri itu sudah mencapai tahap melukai diri sendiri, maka itu bisa dibilang tidak normal atau berlebihan. Misalnya saja, memasukkan benda-benda asing dan tajam ke dalam vagina (botol atau bohlam) atau menggesek-gesekkan alat kelamin ke sebuah benda sampai menimbulkan lecet atau memar. Itu tandanya dia sudah melakukan masturbasi secara kompulsif dan memerlukan bantuan psikitar atau psikoseksolog. Menjadikannya sebagai Rutinitas Dalam keadaan normal, Anda hanya perlu melakukan masturbasi sesekali sebagai pelepasan kebutuhan secara biologis. Tapi jika tak normal akan melakukan 3, 4 sampai 10 kali dalam waktu yang berdekatan. Keharmonisan Rumah Tangga Terganggu Apakah pasangan mulai mengeluhkan tentang kebiasaan masturbasi Anda? Jika ya, itu berarti perilaku masturbasi Anda sudah bermasalah. Jika seseorang lebih memilih melakukan masturbasi daripada terlibat dalam keintiman bersama pasangan, merasa takut akan penolakan dan diabaikan, maka secara tak sadar ia sudah membuat hubungan asmara maupun pernikahan berada di ujung tanduk. Sebaiknya konsultasikan keadaan Anda dengan psikolog, konselor pernikahan dan seksolog. Berdampak Buruk Terhadap Diri Sendiri Saat masturbasi, apakah Anda merasa lebih terhubung dengan tubuh sendiri, merasakan sensasi menyenangkan atau lebih percaya diri? Atau sebaliknya, merasa mati rasa, kesepian dan tidak nyaman. Jika Anda lebih sering merasa tidak terkoneksi dengan fisik dan mental setelah masturbasi, maka ada masalah psikis yang harus segera diatasi. Karena kemungkinan mastrubasi hanya sebagai bentuk pelampiasan ketidakpuasan akan suatu hubungan maupun terhadap diri sendiri. Merasa Malu Apakah karena kepercayaan akan suatu agama tertentu, pandangan masyarakat atau nilai-nilai tertentu yang ditanamkan keluarga, merasa malu tapi tetap melakukan masturbasi bisa berdampak merusak pada kesehatan mental. Sangat penting untuk membicarakannya pada orang lain karena bisa jadi itu merupakan indikasi dari gangguan mental. Selalu Gagal Menghentikan Kebiasaan Masturbasi Salah satu indikator kebiasaan masturbasi sudah jadi kecanduan adalah hilangnya kontrol untuk membatasi aktivitas tersebut. Jika berkali-kali Anda berusaha untuk menghentikan masturbasi dan gagal, ada kemungkinan Anda jadi ketergantungan dan bisa berefek buruk pada hubungan suami-istri jika Anda sudah menikah nantinya. Cara terbaik adalah konsultasi dengan seorang yang profesional untuk mencari solusinya. Terobsesi dengan Masturbasi Anda jadi terobsesi dan merasa asyik sendiri dengan masturbasi. Jika dalam keseharian atau saat beraktivitas yang Anda pikirkan hanya apakah bisa masturbasi malam nanti atau dengan cara apa untuk bermasturbasi hari ini, kemungkinan besar Anda memiliki perilaku yang bermasalah. Tidak menghargai diri sendiri Jika saat atau setelah melakukan masturbasi Anda merasa bodoh, kesepian dan tak terhubung dengan jiwa Anda, ini petanda tak baik. Masturbasi bisa berdampak negatif terhadap persepsi Anda tentang diri sendiri jika Anda tidak mengetahui alasan tepat saat melakukannya. Namun ketika masturbasi membuat Anda merasa terhubung dengan tubuh, merasakan sensasinya, dan Anda merasa nyaman, tandanya aktivitas ini masih dalam kategori aman. Jika Anda mengidentifikasi satu atau lebih dari  tanda-tanda ini, mulailah merefleksi diri kembali mengenai apa kegunaan dan pentingnya masturbasi buat Anda. Bicaralah pada orang yang Anda percaya. Tak perlu ragu berkonsultasi ke profesional jika masturbasi sudah mulai menjadi obsesi.
 25 Aug 2018    16:00 WIB
Kesalahan Terbesar yang Dilakukan saat Masturbasi
Masturbasi bisa berbahaya? Tentu saja melakukan masturbasi cukup aman. Tetapi variasi merupakan bumbu kehidupan, sehingga banyak pria melakukan eksperimen saat bermasturbasi. Peringatan: ini bisa berbahaya! Contohnya, seorang pria usia 27 tahun memutuskan untuk bersenang-senang dengan menghambat aliran darah ke penisnya dengan memasukkan penisnya ke dalam botol plastik. Bisakah Anda membayangkan apa yang terjadi selanjutnya? Botol tersebut macet, mencekik penisnya dan menyebabkan pembengkakan di ujung penis karena akumulasi darah yang cepat disebabkan oleh pengumpulan darah lebih cepat dibandingkan saat ereksi biasa. Untuknya penis pria ini kembali ke ukuran normal saat dokter berhasil memotong botol tersebut. Berikut adalah beberapa kesalahan terbesar pria saat melakukan masturbasi yang sebaiknya dihindari: Masturbasi sampai muntahSetelah 2 hari muntah-muntah, demam, pembengkakan skrotum dan nyeri otot, seorang pria berusia 29 tahun akhirnya memutuskan untuk datang ke rumah sakit. Dokter di rumah sakit tersebut mendiagnosis pria tersebut sebagai Fournier’s gangrene, suatu jenis infeksi mikroba yang sangat jarang terjadi. Penyebabkan karena pria tersebut terlalu sering bermasturbasi sehingga menyebabkan kulitnya penisnya terkelupas, yang membuat penis tersebut rentan terkena infeksi. Dokter tersebut memberikan antibiotika dan juga beberapa kali operasi skin graft. Menekan terlalu kerasWalaupun kenikmatan seksual seringkali dikaitkan dengan gerakan yang 'keras', namun bukan berarti Anda harus melakukan 'kekerasan' yang berlebihan pada organ vital Anda tersebut. Sebuah kasus yang diterbitkan dalam jurnal Trauma and Acute Care Surgery menemukan hanya 19% kasus penille fractures (penis patah) terjadi saat melakukan hubungan seksual sementara sebanyak 60%  pria 'mematahkan' penis mereka saat melakukan masturbasi.Penyebabny terseringnya diduga karena banyak pria menekan terlalu keras organ pribadi mereka tersebut atau menggosoknya ke sudut yang salah. Hal ini menyebabkan kerusakan pada daerah corpus cavernosa, tabung silinder yang tempat darah mengalir saat pria mengalami ereksi. Pembengkakan dan kerusakan yang terjadi, berikut komplikasi lain yang mungkin ditimbulkan dapat menyebabkan penis kehilangan fungsinya secara permanen. Masturbasi saat menyetirPenis patah tidak selalu disebabkan karena gerakan tangan yang terlalu antusias. Berdasarkan data dari Vanadian Urological Association Journal, beberapa pria mengalami kerusakan pada penis saat mereka melakukan masturbasi sambil mengendarai mobil. Penyebabnya adalah benturan pada penis ketika kendaraan tiba-tiba berhenti mendadak. Penis mereka terbentur pada dashboard atau setir. Jika tak ingin mengalami kecelakaan konyol seperti ini, jangan pernah melakukan masturbasi sambil mengendarai mobil, meski Anda yakin tak akan ada yang memperhatikan. Studi ini juga mencatat beberapa kejadian penis patah karena membentur lantai kamar mandi, diasumsikan karena tergelincir saat masturbasi di kamar mandi. Memasukkan benda-benda anehJangan masukkan benda-benda asing kedalam penis Anda! Mungkin terlihat konyol tetapi banyak laporan mencatat cedera yang terjadi karena memasukkan benda asing tersebut. Setidaknya ini terjadi pada seorang pria, dia berusaha memasukkan benda asing ke saluran kencingnya karena menganggap hal tersebut bisa merangsang saat melakukan bermasturbasi. Pria tersebut memasukkan kabel listrik ke dalam lubang uretra. Namun tampaknya dia memasukkannya terlalu dalam hingga mencapai saluran kandung kemih. Dokter harus melakukan operasi untuk mengeluarkan kabel tersebut dari saluran kencingnya.Sumber: menshealth
 17 Jul 2018    18:00 WIB
5 Hal Tentang Masturbasi yang Perlu Anda Ketahui
Setiap pria pasti pernah mendengar dan melakukan masturbasi. Di bawah ini terdapat beberapa hal tentang masturbasi yang perlu anda ketahui.   1.      Masturbasi Tidak Bermanfaat Bagi Kesehatan Anda Seperti Seks Efek dari orgasme saat berhubungan seksual dan masturbasi ternyata berbeda. Berhubungan seksual dapat memberi banyak manfaat bagi kesehatan anda, seperti menurunkan tekanan darah, berguna bagi kesehatan prostat anda, bersifat sebagai anti nyeri ringan, dan sebagainya. Akan tetapi, berbagai efek ini tidak terjadi pada masturbasi. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi sepertinya tubuh bereaksi secara berbeda. Bahkan pembentukan air mani saat masturbasi dan berhubungan seksual pun berbeda.   2.      Resiko Masturbasi Masturbasi merupakan cara teraman memperoleh kepuasan seksual, di mana anda tidak akan terkena penyakit menular seksual atau menghamili orang lain dan tetap dapat mencapai orgasme. Akan tetapi, masturbasi pun tetap memiliki resiko. Masturbasi yang terlalu sering atau melakukan masturbasi dengan cara yang kasar dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit. Selain itu, masturbasi yang kasar juga dapat membuat penis membengkak dan membiru. Bila hal ini terjadi, seringkali dibutuhkan tindakan pembedahan untuk memperbaikinya. Selain itu, menekuk penis yang sedang berereksi secara paksa dapat membuat robekan pada pembuluh darah penis dan menyebabkan terkumpulnya darah pada badan penis. Keadaan ini disebut dengan fraktur penis.   3.      Berapa Kali Sehari Saya Boleh Melakukan Masturbasi ? Sebenarnya seberapa sering anda melakukan masturbasi tidaklah masalah, bila anda sering bermasturbasi dan hal ini tetap tidak mengganggu pekerjaan dan kehidupan seksual anda dengan pasangan. Akan tetapi, bila sering bermasturbasi membuat pekerjaan anda terganggu dan bahkan membuat anda enggan berhubungan seksual dengan pasangan anda, maka anda perlu segera menghubungi dokter anda.   4.      Masturbasi dan Hubungannya Dengan Kehidupan Percintaan Anda Masturbasi bukanlah gambaran bahwa hubungan anda dan pasangan anda sedang bermasalah. Faktanya, hampir setiap pria melakukan masturbasi. Pria dapat melakukan masturbasi baik saat lajang, sedang bermasalah dengan pasangannya, dan bahkan saat tidak ada masalah apapun dengan pasangannya. Para ahli mengatakan bahwa masturbasi tidak selalu dilakukan untuk kepuasaan seksual, beberapa pria bahkan melakukannya sebagai rutinitas untuk menghilangkan stress, menjernihkan pikiran, atau sebelum tidur.   5.      Masturbasi dan Kehidupan Seksual Anda Masturbasi dapat membantu kehidupan seksual anda. Masturbasi merupakan salah satu cara pria mempelajari dan mengetahui apa yang mereka sukai saat berhubungan seksual. Seorang ahli bahkan mengatakan bahwa wanita mungkin dapat memiliki kehidupan seksual yang lebih memuaskan bila mereka juga melakukan masturbasi sesering pria. Secara keseluruhan, bermasturbasi merupakan hal yang wajar dilakukan oleh para pria, akan tetapi pada beberapa pria yang mengalami gangguan kehidupan seksual dengan pasangan akibat masturbasi, misalnya membuat anda enggan berhubungan seksual dengan pasangan anda dan lebih memilih untuk melakukan masturbasi, maka hal ini tidak normal dan dianjurkan agar anda segera berkonsultasi dengan dokter anda.   Sumber: webmd
 05 Mar 2017    15:00 WIB
6 Alasan Mengapa Pria Menolak Berhubungan Seksual
Berbeda dengan anggapan sebagian besar orang, pria pun dapat mengalami penurunan gairah seksual seperti halnya wanita. Faktanya, menurut sebuah penelitian, sekitar 14.4% pria mengalami penurunan ketertarikkan seksual yang dapat berlangsung selama setidaknya 2 bulan. 1.  Kurangnya Kepercayaan Diri Pria yang merasa ereksinya tidak terlalu bagus atau tidak bertahan cukup lama lebih sering mengalami penurunan gairah seksual. Disfungsi ereksi dapat membuat pria kehilangan kepercayaan dirinya dan membuatnya enggan berhubungan seksual. Jangan memaksa pasangan anda untuk tetap berhubungan seks dengan anda. Bila disfungsi ereksi yang terjadi cukup berat, segera hubungi dokter anda. 2.  Stress Akibat PekerjaanMenurut sebuah penelitian, salah satu penyebab tertinggi mengapa para pria menolak atau enggan berhubungan seksual adalah saat ia sedang stress akibat pekerjaannya. Saat stress tubuh akan menghasilkan hormon kortisol yang membuatnya sulit rileks apalagi memiliki keinginan untuk bersenang-senang.Bila hal ini terjadi, maka mulailah hubungan seks anda dengan melakukan pemanasan yang lama dan perlahan yang dapat membuatnya merasa lebih rileks seperti mandi air hangat bersama atau saling memijat.3.  Ada Masalah Dengan PasangannyaTernyata tidak hanya wanita yang mengutamakan kedekatan dan hubungannya dengan pasangan untuk membuatnya bergairah, pria pun demikian. Bila seorang pria sedang memendam suatu masalah atau amarah pada pasangannya, maka tubuhnya pun tidak terlalu bereaksi terhadap berbagai rangsangan dan dapat membuat gairah seksualnya menurun.Akan lebih baik bila anda menyelesaikan permasalahan anda dan pasangan dengan berdiskusi dengan pasangan anda. Karena berhubungan seksual untuk berbaikan mungkin tidak akan selalu berhasil.4.  Merasa BosanAlasan lainnya mengapa pria enggan berhubungan seksual adalah karena ia merasa bosan akan aktivitas seksual yang sama selama bertahun-tahun. Hal ini biasanya lebih sering terjadi pada pasangan yang telah menikah cukup lama akibat kurangnya variasi saat berhubungan seksual. Akan tetapi, ingatlah bahwa bukan karena pasangan anda merasa bosan dengan anda. Hal ini terjadi akibat rutinitas seksual. Oleh karena itu, variasikan hubungan seksual anda. Jangan hanya menunggu pasangan anda untuk memulai inisiatif, anda pun dapat melakukannya. 5.  Ia Telah Melakukan MasturbasiPada beberapa pria, terutama bila mereka telah cukup tua, maka mereka pun tidak memiliki gairah seksual yang cukup besar bila mereka telah bermasturbasi. Untuk mengatasinya, anda dapat memberitahu pasangan anda untuk memberitahu anda saat ia sedang bergairah.6.  Ia Tidak Merasa SeksiJika pria tidak merasa dirinya cukup tampan atau cukup seksi, maka bukan hanya percaya dirinya yang akan menurun, gairah seksualnya pun akan ikut menurun. Untuk mengatasinya, lakukanlah pemanasan yang lebih lama, kadangkala bila anda telah merasa bergairah, maka tubuh anda pun akan melakukan sisanya untuk anda.Sumber: womenshealthmag