Your browser does not support JavaScript!
 07 Sep 2019    08:00 WIB
Faktor Resiko Terjadinya Alzheimer
Alzheimer merupakan penyakit yang sering terjadi pada orang lanjut usia, walapun sekarang ini juga banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan faktor resiko Alzheimer. Faktor resiko ini terbagi menjadi dua, yaitu yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi.   Faktor Resiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi 1.      Usia Alzheimer lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia, resikonya semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. 2.      Riwayat Keluarga Bila anda mempunyai keluarga yang menderita Alzheimer, maka anda mempunyai resiko yang lebih tinggi. 3.      Faktor Genetik Adanya gen APOE (apolipoprotein E) meningkatkan resiko terkena Alzheimer 3-8 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak mempunyai gen ini. 4.      Jenis Kelamin Wanita mempunyai resiko yang lebih tinggi daripada pria.   Faktor Resiko yang Dapat Dimodifikasi 1.      Gangguan Pembuluh Darah Berbagai penyakit yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah seperti diabetes, tekanan darah tinggi, aterosklerosis dapat meningkatkan resiko Alzheimer. Gangguan pada pembuluh darah dapat menyebabkan terjadinya stroke yang merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan terjadinya demensia. 2.      Riwayat Cedera Kepala Cedera kepala dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer. 3.      Gangguan Tidur Berbagai penyakit dan hal yang menyebabkan gangguan tidur dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer, misalnya sindrom tidur apnea. 4.      Faktor Hormonal Terapi sulih hormon estrogen juga dapat meningkatkan resiko terjadinya Alzheimer.
 08 Jul 2019    16:00 WIB
Usia Tua Buat Buang Air Besar Menjadi Lebih Sulit, Benarkah?
Selain memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah, usia tua juga seringkali membuat seseorang menjadi lebih sulit buang air besar, terutama bila ia telah berusia 60-70 tahun. Sekitar 26% wanita dan 16% pria yang berusia 65 tahun atau lebih, mengalami sembelit. Angka ini akan meningkat saat mereka telah berusia lebih dari 84 tahun, yaitu menjadi 34% dan 26%.   Baca juga: 7 Manfaat Air Putih Bagi Kesehatan   Sebenarnya, sebagian besar kasus sembelit yang terjadi pada orang lanjut usia tidak memiliki hubungan langsung dengan proses penuaan normal. Sembelit pada orang lanjut usia biasanya terjadi karena sebagian besar orang yang berusia lebih dari 65 tahun pasti mengkonsumsi 1 atau lebih obat yang mempengaruhi konduksi saraf (penghantaran impuls saraf) dan fungsi otot polos. Hal inilah yang mungkin menyebabkan banyak orang berusia lanjut mengalami sembelit. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat mengganggu proses penghantaran impuls saraf dan fungsi otot polos adalah obat golongan opioid, anti kolinergik, NSAID, penghambat kanal kalsium, dan suplemen kalsium. Selain obat-obatan, terdapat beberapa hal lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya sembelit pada orang lanjut usia, yaitu:        Kurangnya konsumsi serat        Kurangnya konsumsi air putih        Kurangnya aktivitas fisik        Gangguan fungsi kognitif (kemampuan berpikir) Berbagai penelitian juga telah menemukan bahwa beberapa perubahan fisiologis dapat mempengaruhi pergerakkan usus pada orang lanjut usia. Beberapa perubahan fisiologis yang dapat menghambat kerja usus adalah:        - Disfungsi mienterik       - Peningkatkan tumpukkan kolagen pada usus besar bagian kiri       - Penurunan fungsi saraf di dalam otot usus besar       - Peningkatan jumlah ikatan antara endorfin dengan reseptor usus Hal lainnya yang juga dapat memicu terjadinya sembelit pada orang lanjut usia adalah hilangnya tekanan sphincter ani (otot dubur) atau adanya proses degenerasi otot sphincter ani dalam atau akibat berkurangnya elastisitas otot dinding usus besar.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang .   Sumber: mayoclinic, webmd
 07 Jan 2018    08:00 WIB
Olahraga Untuk Anda Yang Berusia Diatas 50 Tahun
Tidak ada batasan usia dalam berolahraga. Untuk para manula mungkin saja ada beberapa tantangan yang dihadapi saat melakukan olahraga karena tubuh yang sudah menua, seperti : Osteoartritis (radang pada sendi) yang lebih sering terjadi  Ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik  Risiko cedera yang meningkat, seperti pada manset rotator robek  Efek kumulatif dari merokok dan polusi yang meningkat menyebabkan penurunan kapasitas paru-paru   Namun bukan berarti Anda tidak boleh berolahraga, karena penuaan adalah kenyataan yang harus dihadapi. Mempunyai tubuh yang fit akan jauh lebih efisien.  Tips mencegah cedera  Saat melakukan kegiatan misal bersepeda selalu gunakan alat pelindung diperlukan seperti helm atau kacamata Ganti sepatu lari setiap enam bulan sekali karena tekanan pada bagian bawah sepatu rusak, sehingga bisa meningkatkan kemungkinan cedera Tetap terhidrasi dan jaga cairan tubuh  terutama di suhu hangat, dan tidak berpakaian  yang berlebihan ketika cuaca berubah dingin Lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah aktivitas fisik yang berat untuk membantu transisi tubuh Anda dengan lebih mudah  Peregangan akan meningkatkan fleksibilitas. Jangan melakukan gerakan tiba-tiba saat Anda melakukan peregangan karena meningkatkan risiko merobek jaringan otot. Peregangan perlahan sampai otot kencang, tahan selama 10 hitungan, lalu lepaskan. Untuk meningkatkan fleksibilitas, tambahkan kelas yoga untuk latihan Anda    Sebaiknya Saya melakukan latihan jantung atau latihan ketahanan ? Latihan jantung dan latihan ketahanan keduanya yang penting untuk orang dewasa yang lebih tua karena mempunyai manfaat yang berbeda. Sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara umur panjang dan tingkat kebugaran. Aerobik terbukti mencegah atau memperbaiki 40 kondisi penyakit yang berbeda,  sedangkan latihan daya tahan akan meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi risiko jatuh. Risiko jatuh untuk usia diatas 65 tahun biasanya mereka mengalami penurunan keseimbangan dan terjadi penurunan kekuatan otot.   Semakin banyak aktivitas menurunkan risiko penyakit Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan 150 menit latihan setiap minggu, dan Centers for Disease Control mengatakan untuk melakukan 10.000 langkah setiap hari. Studi menunjukkan bahwa seorang senior yang tetap aktif dan menjaga berat badan normal mereka memiliki risiko terjadinya osteoarthritis lebih rendah dibanding mereka yang memiliki berat badan berlebih. Banyak orang tidak menyadari bahwa tekanan pada tumit dan lutut saat berjalan adalah lima kali jumlah berat badan. Jadi jika Anda memiliki berat 50 kg setiap langkah memberi tekanan 250 kg pada lutut dan tumit.    Tidak pernah terlalu terlambat untuk memulai. Anda mungkin tidak pernah berpartisipasi dalam Kejuaraan olahraga, tetapi Anda akan menjadi orang yang jauh lebih sehat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : healthhub
 22 Sep 2016    15:00 WIB
5 Alasan Pentingnya Olahraga Untuk Pengidap Penyakit Jantung Manula
Olahraga akan memberi keuntungan untuk setiap orang, termasuk untuk orang-orang yang memiliki permasalahan dengan jantung dan juga manula. Berikut ini adalah 5 alasan pentingnya melakukan olahraga untuk pengidap penyakit jantung pada manula: Mengoptimalkan kesehatan jantung   Olahraga jantung dikombinasikan dengan diet yang sehat akan membantu mencegah penyakit jantung.  Dengan melakukan olahraga jantung yang tepat, hal ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi peredaran darah Anda, mengatur tekanan darah Anda dan mengontrol kadar gula darah Anda. Melakukan aktivitas fisik dengan cara yang benar, mengoptimalkan diet, akan menunjukkan perbaikan seperti penurunan kolesterol LDL (kolesterol jahat), penurunan trigliserida dan meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik). Menjauhkan diri dari Penyakit Kencing Manis Olahraga aerobik yang teratur juga membantu mengatur kadar gula darah Anda, sehingga hal ini akan membantu untuk pengidap Penyakit Kencing Manis Tipe 2. Keseimbangan antara diet dan olahraga yang diperhatikan dengan baik, mungkin dapat membantu mengurangi dosis obat yang biasa digunakan. Mempertahankan kekuatan tubuh Anda Angkat berat atau olahraga kekuatan akan membentuk massa otot Anda. Selain membuat Anda lebih kuat, meningkatkan massa otot dapat membantu meningkatkan metabolisme Anda dan membantu menurunkan jaringan lemak tidak sehat.  Olahraga kekuatan sangat bermanfaat bagi manula yang baru sembuh dari operasi jantung. Karena setelah operasi jantung, seseorang dapat kehilangan hingga 15 persen dari kekuatan mereka dan hanya dapat berbaring di tempat tidur selama satu minggu. Dengan melakukan olahraga kekuatan dan olahraga ketahanan pada waktu yang tepat akan membantu memulihkan kehilangan kekuatan setelah operasi jantung. Memperbaiki suasana hati Anda Apakah Anda pernah merasakan masalah Anda menghilang setelah berjalan-jalan atau berenang? Ada penjelasan ilmiah untuk itu. Olahraga akan meningkatkan endorfin yaitu hormon yang membantu meningkatkan suasana hati Anda. Sehingga dengan olahraga teratur akan meningkatkan kekuatan dan memperbaiki suasana hati Anda. Mandiri Olahraga akan membuat Anda untuk lebih mandiri. Bila Anda kuat, Anda dapat melakukan banyak hal sendiri.  Keadaan paska operasi akan mempengaruhi semua orang, terutama untuk para manula. Oleh karena itu pentingnya untuk melakukan olahraga kekuatan dan ketahanan untuk mempertahankan kegiatan rutin mereka. Pemulihan paska operasi adalah upaya yang dilakukan seumur hidup. Sehingga olahraga akan membuat Anda lebih fit, optimis dan mandiri.  Ingat, selalu konsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda memulai olahraga atau melanjutkan olahraga setelah paska operasi dan serangan Jantung.    Sumber: healthhub
 06 Oct 2015    18:00 WIB
Beda Usia, Beda Makanannya Lho!!!
Sesuai dengan pertambahan usia akan terjadi banyak perubahan pada tubuh Anda, mulai dari kulit yang mulai mengendur, lutut yang semakin melemah dan rambut mulai beruban. Pada dasarnya hal ini merupakan cara tubuh memberi tahu kondisi tubuh Kita yang sesungguhnya. Banyak orang yang mencoba agar tetap awet muda dan melakukan berbagai hal seperti melakukan botox, transplantasi rambut bahkan sampai operasi. Cara-cara tersebut memang ampuh untuk membuat penampilan Anda terlihat lebih muda dari luar, namun apakah Anda tetap merasa lebih muda dari dalam. Agar Anda tetap awet muda dari luar dan dalam maka Anda harus melakukan diet atau pola makanan yang sehat dan sesuai dengan usia Anda. Hal ini berguna untuk menjaga fisik dan pikiran Anda tetap sehat dan sesuai dengan usia Anda bahkan mungkin lebih muda dari usia Anda yang sesungguhnya. Wanita 30 tahun Menginjak usia 30 tahun merupakan mimpi buruk untuk setiap wanita muda. Mereka mulai khawatir dengan perubahan kulit, rambut dan biasanya terjadi penambahan berat badan. Untuk menghindari hal ini biasanya mereka akan mulai melakukan diet ketat yang justru berbahaya. Apabila Anda memang ingin menurunkan berat badan jauh lebih baik Anda beralih ke diet kaya protein dibanding Anda hanya makan sayuran pada saat sarapan, makan siang dan makan malam. Selain itu olahraga teratur dan menghindari konsumsi alkohol akan membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Konsumsi sayuran adalah hal yang baik, namun apabila hanya konsumsi sayuran maka kebutuhan gizi lain tidak akan terpenuhi. Sebaiknya Anda menghindari lemak jenuh yang banyak terdapat di mentega dan keju.  Untuk wanita 40 tahun Usia 40 tahun merupakan masa dimana terjadi perubahan emosi besar-besaran yang dialami wanita. Saat ini adalah periode menjelang menopause. Pada usia ini disarankan untuk banyak konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Hindari konsumsi lemak jenuh dan minuman berkarbonasi. Untuk wanita 50 tahun Masalah radang sendi adalah masalah yang paling sering dialami oleh wanita usia 50 tahun. Untuk membantu menangani masalah radang sendi adalah dengan konsumsi asam lemak omega-3 banyak terdapat di dalam ikan salmon, kacanng mede dan juga banyak konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C dan makanan yang mengandung zat besi. Minum teh hijau atau teh hitam juga akan membantu. Untuk wanita usia 60 tahun. Masalah utama yang dihadapi wanita usia 60 tahun adalah pergeseran tulang panggul, patah tulang, darah tinggi dan gangguan tiroid. Perbanyak konsumsi asam lemak omega-3 dari ikan salmon. Banyak konsumsi buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak dan produk susu bebas lemak. Jalankan diet rendah lemak dan tinggi serat. Beda usia memang beda pola dietnya. Pola diet yang seimbang dan sesuai dengan kebutuham tubuh akan membantu menjaga kesehatan Anda. Apakah Anda sudah memiliki pola diet Anda sendiri yang memberikan banyak manfaat untuk Anda? Baca juga: 12 Kesalahan Berdiet dan Cara Mengatasinya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: idiva