Your browser does not support JavaScript!
 29 Jun 2019    16:00 WIB
Pusing Setelah Makan? Berikut Pencegahannya
Apa Anda pernah merasakan kepala pusing setelah makan. Ada beberapa penyebab mengapa bisa terjadinya pusing setelah makan yaitu salah satunya adalah gangguan sistem saraf yang gagal mengatur tekanan darah sehingga akan timbul rasa pusing. Berikut adalah cara untuk mencegah terjadinya pusing setelah makan: Hindari Minuman bersoda Usahakan untuk menghindari minuman bersoda karena minuman ini dapat menyebabkan rasa pusing. Minum air yang cukup Apabila tubuh terhidrasi dengan baik maka akan mencegah terjadinya pusing. Usahakan minum minimal 8 gelas setiap hari. Minumlah saat Anda merasa haus. Jaga pola makan yang baik Jangan melewatkan waktu makan yang normal, seperti sarapan, makan siang dan makan malam karena hal ini dapat menyebabkan penurunan gula darah dalam tubuh yang akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Cobalah untuk menjaga pola waktu makan Anda dengan baik. Tambahkan gandum utuh dalam makanan Anda Jenis makan ini akan dimetabolisme secara perlahan dan menjaga kadar gula darah tetap normal dalam tubuh. Makan buah-buahan dan sayuran Buah-buahan dan sayuran merupakan antioksidan, selain itu mengandung banyak vitamin dan mineral untuk membantu Anda tetap sehat dan menjaga sistem tubuh Anda berfungsi secara optimal. Istirahat sejenak setelah makan Istirahat sejenak setelah makan akan memberikan waktu untuk tubuh Anda mencerna makanan. Apabila Anda merasa pusing setelah makan usahakan untuk beristirahat. Hindari konsumsi bumbu secara berlebihan Selain bumbu, saus, alkohol, teh kental, kopi, permen dan hindari merokok setelah makan   Sumber: newhealthguide
 22 Jun 2019    18:00 WIB
Apa Keuntungan Makan di Sore Hari?
1.      Menjaga Berat Badan Tetap Ideal Bila seseorang makan di malam hari, maka ia pun cenderung mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi; yang tentu saja dapat membuat orang tersebut makan secara berlebihan. Selain itu, bila Anda melewatkan waktu makan pagi atau siang Anda atau menunda waktu makan malam Anda, maka Anda pun cenderung makan lebih banyak karena rasa sangat lapar yang Anda rasakan. Melewatkan waktu sarapan dapat meningkatkan respon hormon insulin di dalam tubuh, yang berarti juga dapat meningkatkan penumpukkan lemak di dalam tubuh, yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas.  2.      Mencegah Terjadinya Refluks Asam Lambung Naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan atau biasa disebut dengan refluks dapat menyebabkan timbulnya rasa seperti terbakar di daerah dada. Gejala ini biasanya akan semakin memburuk bila Anda berbaring. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya refluks asam lambung ini adalah dengan menghindari makan dalam jumlah besar dan mengkonsumsi makanan berlemak di malam hari. Makan lebih cepat membuat tubuh Anda memiliki lebih banyak waktu untuk mencerna makanan yang Anda konsumsi dengan baik dan menurunkan resiko terjadinya refluks asam lambung.  3.      Tidur Lebih Nyenyak Refluks asam lambung yang menimbulkan rasa seperti terbakar di dada tentunya dapat mengganggu tidur Anda di malam hari. Oleh karena itu, makan terlalu malam, apalagi makan banyak, dapat mengganggu tidur nyenyak Anda dengan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut. Selain itu, mengkonsumsi terlalu banyak cairan sebelum tidur seperti susu, jus, sup, atau makanan berkuah lainnya juga dapat mengganggu tidur Anda karena Anda sering terbangun untuk buang air kecil.  4.      Lebih Bertenaga Makan tepat waktu di sepanjang hari dapat membuat Anda bertenaga di sepanjang hari, memperbaiki mood, dan meningkatkan fungsi otak Anda. Akan tetapi, terlambat makan justru dapat membuat Anda tampak kurang bertenaga, lelah, memiliki mood yang buruk, dan nafsu makan yang besar di malam hari. Untuk mencegah terjadinya berbagai dampak negatif di atas akan lebih baik bila Anda mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang serta mengkonsumsi cemilan di antara waktu makan. Selain itu, tidur nyenyak di malam hari juga dapat membantu membuat Anda lebih bertenaga di keesokkan hari.   Sumber: healthyeating
 12 Feb 2019    16:00 WIB
Ternyata Menghentikan Cegukan Mudah Sekali
Merasa malu karena tiba-tiba mengalami cegukan padahal sedang meeting dengan si bos atau justru klien? Hampir sebagian besar orang, baik yang tua maupun muda pasti pernah mengalami cegukan, termasuk bayi yang masih berada di dalam kandungan sang ibu. Cegukan merupakan suatu keadaan di mana otot diafragma mengalami kontraksi tanpa disadari atau dengan kata lain kram. Saat otot diafragma kram, maka ruang pita suara pun akan menutup, sehingga terjadilah cegukan. Cegukan biasanya hanya berlangsung singkat, akan tetapi bila cegukan berlangsung untuk waktu yang lama atau menetap, maka cegukan dapat merupakan gejala dari adanya suatu gangguan kesehatan yang serius. Baik pria maupun wanita dapat mengalami cegukan, tetapi pria biasanya lebih sering mengalami cegukan yang berlangsung selama lebih dari 48 jam. Apa Penyebab Cegukan? Pada sebagian besar kasus cegukan tidak ditemukan penyebab yang jelas. Walaupun demikian, terdapat beberapa hal yang seringkali menyebabkan terjadinya cegukan seperti: Makan terlalu cepat sehingga ada udara yang tertelan bersama dengan makanan Makan terlalu banyak (terutama makanan pedas atau berlemak) atau minum terlalu banyak (teruama minuman bersoda atau minuman beralkohol). Keduanya akan membuat lambung meregang dan mengiritasi diafragma Berbagai jenis penyakit atau gangguan kesehatan yang mengiritasi saraf yang mengatur gerakan diafragma seperti gangguan hati, radang paru-paru (pneumonia), atau berbagai gangguan paru lainnya Baru saja melakukan tindakan pembedahan pada perut Stroke atau tumor otak yang mengenai batang otak Gangguan kesehatan kronis seperti gagal ginjal Mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan yang memang memiliki efek samping cegukan seperti obat lambung, obat penenang (golongan benzodiazepin), levodopa, dan nikotin Perubahan suhu udara secara tiba-tiba Rasa takut atau senang Baca juga: Tips Mudah Untuk Mengatasi Stress Bagaimana Cara Menghentikan Cegukan? Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghentikan cegukan adalah dengan menahan napas, yang bertujuan untuk meningkatkan kadar karbondioksida di dalam tubuh, sehingga otot-otot diafragma menjadi lebih rileks dan cegukan pun berhenti. Cara lainnya yang dapat digunakan untuk mengatasi cegukan adalah dengan menstimulasi daerah hidung dan tenggorokan, serta menstimulasi saraf vagus dengan melakukan beberapa hal di bawah ini: Minum segelas air putih Dibuat terkejut Menghisap lemon atau mengkonsumsi makanan asam Berkumur Bila cegukan telah berlangsung cukup lama dan tidak juga berhenti dengan menggunakan beberapa metode di atas, maka dokter biasanya akan memberikan beberapa jenis obat-obatan untuk mengatasinya seperti klorpromazin, haloperidol, dan metoklopramid. Kapan Hubungi Dokter? Sebagian besar kasus cegukan biasanya dapat hilang dengan sendirinya setelah sejangka waktu dan jarang membahayakan jiwa penderita. Akan tetapi, bila cegukan telah berlangsung lebih dari 3 jam atau mengganggu tidur atau kebiasaan makan Anda, maka jangan ragu untuk segera menghubungi dokter Anda. Segera cari pertolongan medis bila cegukan yang Anda alami juga disertai dengan beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Nyeri perut Demam Sesak napas Muntah Batuk darah Tenggorokan terasa penuh Bisakah Cegukan Dicegah? Cegukan tidak selalu dapat dicegah, akan tetapi menghindari beberapa hal di bawah ini dapat membantu mencegah terjadinya cegukan: Makan berlebihan Makan terlalu cepat Minum terlalu banyak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang . Sumber: medicinenet
 25 Dec 2018    11:00 WIB
Panaskan Makanan Dalam Plastik Dapat Mematikan!
Tahukah Anda bahwa memanaskan makanan berbungkus plastik di dalam microwave ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda? Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan kandungan zat kimia yang ada di dalam plastik dapat berpindah ke dalam makanan saat dipanaskan. Berbagai zat kimia berbahaya ini dapat memicu terjadinya kanker, gangguan sistem reproduksi, dan berbagai penyakit lainnya pada tubuh manusia.   Plastik sendiri dibentuk dari berbagai jenis zat kimia yang berfungsi untuk membuat plastik memiliki bentuknya. Dua bahan utama yang sering digunakan untuk membentuk plastik adalah: Bisphenol A (BPA), yang digunakan untuk membuat plastik tampak jernih dank eras Phthalates, yang digunakan untuk membuat plastik yang lembut dan fleksibel Saat ini, keduanya dianggap berbahaya bagi manusia karena dapat mengganggu fungsi endokrin. Baik bisphenol A maupun phthalates dapat masuk ke dalam makanan bila Anda memanaskan makanan berbungkus plastik atau menggunakan wadah berbahan plastik saat memanaskan makanan di dalam microwave, terutama bila makanan tersebut merupakan makanan berlemak seperti daging dan keju.   Jadi, bila Anda ingin tetap menggunakan microwave untuk memanaskan makanan, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu: - Pindahkan makanan ke wadah kaca atau keramik sebelum dipanaskan - Lepaskan plastic warp saat memanaskan makanan karena plastik tersebut dapat lumer -  Lepaskan tutup wadah kaca atau wadah plastik Anda sebelum memanaskan makanan di dalam microwave   Baca juga: Meletakkan Makanan Panas di Dalam Plastik Ternyata Sebabkan Kanker Lho!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter  sekarang .   Sumber: health.harvard
 17 Dec 2018    16:00 WIB
Makan Banyak Bikin Anda Mengantuk? Ini Dia Sebabnya…
Makanan yang Anda makan seharusnya memberikan Anda lebih banyak tenaga bukan? Lalu mengapa banyak orang seringkali justru merasa mengantuk setelah makan kenyang??? Ternyata ada beberapa hal dalam makanan yang Anda konsumsi yang dapat membuat Anda merasa sangat mengantuk! Makanan yang mengandung banyak karbohidrat, banyak lemak, dan banyak gula akan memicu suatu respon saraf saat makanan tersebut masuk ke dalam usus halus. Respon saraf ini atau yang biasa disebut dengan sistem saraf parasimpatik, akan "memberitahu" tubuh Anda untuk melambatkan berbagai fungsi lainnya dan memfokuskan seluruh energinya untuk mencerna makanan yang baru saja masuk.   Baca juga: Tips Untuk Tetap Terjaga di Saat Lelah dan Mengantuk   Selain sistem saraf parasimpatik, makan banyak juga dapat memicu sekelompok sel-sel otak yang disebut dengan sel saraf orexin. Sel saraf orexin ini biasanya terdapat di dalam hipotalamus, di mana mereka sangat sensitif terhadap kadar gula di dalam darah, yang biasanya akan meningkat tajam saat Anda makan banyak. Sel saraf orexin ini berfungsi untuk menghasilkan protein yang disebut dengan orexin, yang berfungsi untuk menjaga otak tetap "terbangun". Selain orexin, ada hormon lainnya yang kadarnya juga dipengaruhi oleh makanan, yaitu insulin. Saat Anda makan, apalagi dalam porsi yang cukup banyak, maka kadar gula darah pun akan meningkat tajam, yang akan memicu peningkatan kadar hormon insulin. Peningkatan kadar hormon insulin akan memicu peningkatan kadar serotonin dan melatonin. Serotonin dan melatonin merupakan 2 jenis zat kimia otak yang telah diketahui berhubungan dengan rasa kantuk dan rasa bahagia. Untuk mencegah Anda merasa mengantuk setelah makan, terutama setelah Anda makan banyak, kurangilah konsumsi lemak, karbohidrat sederhana, dan gula. Selain itu, makan banyak, terutama di malam hari dapat membuat tidur nyenyak Anda terganggu lho! Hal ini dikarenakan saat Anda makan terlalu malam, misalkan jam 10 malam, maka kadar insulin dapat meningkat di tengah malam, yang akan membuat Anda terbangun di tengah malam atau membuat Anda tidak dapat tidur nyenyak di malam hari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: huffingtonpost
 15 Aug 2018    11:00 WIB
Makan Upil Bisa Sehat! Ga Percaya? Baca Ini!
Hampir semua orang pastinya pernah melakukan kegiatan yang satu ini, mengupil. Walaupun terkesan tidak higienis, mengupil merupakan suatu hal yang pasti dilakukan hampir setiap hari oleh sebagian besar orang di dunia.   Selain menimbulkan rasa kepuasan tersendiri saat berhasil mendapatkan "target", mengupil ternyata juga memiliki manfaat positif bagi kesehatan lho!   Manfaat ini diperoleh setelah seorang ahli di Kanada melakukan suatu penelitian unik. Pada penelitian in, ia meminta para mahasiswanya untuk memakan upil mereka sendiri. Hal ini dikarenakan ia menduga bahwa memakan upil dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.   Baca juga: Hubungan Antara Kopi dan Sistem Kekebalan Tubuh Anda   Sang professor beranggapan bahwa karena upil hanya mengandung sedikit kuman, maka upil pun cukup aman untuk dikonsumsi. Selain itu, karena adanya kuman di dalam upil, maka hal ini dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bekerja dan menjalankan fungsinya. Alhasil, sistem kekebalan tubuh pun meningkat. Walaupun sangat disayangkan, sang professor masih belum melanjutkan penelitiannya tersebut sehingga belum ada hasil pasti mengenai benar tidaknya hipotesis yang dikatakannya tersebut.  Akan tetapi, menurut seorang ahli lain, Anda tidak perlu makan upil Anda sendiri untuk memperoleh manfaat ini. Hal ini dikarenakan secara tidak langsung Anda sebenarnya sudah mengkonsumsi cukup banyak upil Anda setiap harinya karena bulu halus (cilia) yang ada di dalam hidung akan membuat semua kotoran yang tersangkut di dalam hidung kembali masuk ke dalam mulut. Jadi, bagi Anda yang ingin meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara mudah dan murah, Anda mungkin dapat memulai suatu kebiasaan baru, yaitu makanlah upil! (yuck)   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter Tanya Dokter sekarang.   Sumber: laras
 30 Jul 2018    11:00 WIB
Merasa Lelah Setelah Makan, Apa Sebabnya?
Jika anda merupakan seorang penderita intoleransi gluten, maka mengkonsumsi gluten dapat membuat anda merasa lelah dan lesu, bahkan dapat menyebabkan anda kekurangan berbagai nutrisi penting bila berlangsung dalam waktu yang lama. Merasa lelah setelah makan juga dapat disebabkan oleh mengkonsumsi terlalu banyak gula atau terlalu banyak karbohidrat sederhana dalam suatu waktu. Anda juga mungkin mengalami alergi terhadap makanan atau intoleransi terhadap berbagai zat lain selain gluten. Gejala Intoleransi GlutenMerasa lelah atau lesu setelah mengkonsumsi gluten (suatu protein yang terdapat pada gandum, jelai/barley, atau gandum hitam) dapat merupakan gejala dari penyakit seliak atau intoleransi gluten. Pada orang yang alergi, mengkonsumsi gluten dapat memicu reaksi sistem kekebalan tubuh yang dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi di dalam makanan yang anda makan. Hal ini dapat menyebabkan berbagai organ tubuh anda kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkannya. Rasa lelah merupakan akibat dari kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala. Hubungilah dokter anda untuk memastikan apa penyebab rasa lelah anda, apakah intoleransi gluten atau alergi terhadap makanan tertentu.Intoleransi Gluten dan Hubungannya Dengan Gangguan Penyerapan NutrisiBerdasarkan sebuah penelitian di Amerika mengenai penyakit seliak, kekurangan berbagai nutrisi penting seringkali terjadi pada orang-orang yang tidak mengetahui bahwa mereka menderita intoleransi gluten. Pada orang yang menderita intoleransi gluten, mengkonsumsi gluten dapat menyebabkan iritasi dindind usus, yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi penting dari makanan. Gangguan penyerapan ini dapat menyebabkan anda mengalami kekurangan zat besi, vitamin D, vitamin b12, tembaga, asam folat, magnesium, niasin (vitamin B3), dan riboflavin (vitamin B2). Kekurangan berbagai nutrisi penting ini dapat membuat tubuh anda terasa lelah, lesu, dan lemas. Hindarilah konsumsi gluten bila anda menderita intoleransi gluten.Hubungan Karbohidrat Sederhana Dengan Rasa LelahAlasan lain anda merasa lelah setelah makan selain intoleransi gluten adalah karena mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat sederhana. Mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat (gula) dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan menimbulkan rasa lelah serta nyeri kepala. Sumber: healthyeating.sfgate
 24 Jul 2018    11:00 WIB
Hati-hati! Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan!
Pada umumnya orang kalau lagi stress justru tidak ada nafsu makan. Tetapi guys, ternyata ada sebagian orang yang justru kalau lagi stress, nafsu makan semakin bertambah atau dengan kata lain makanan menjadi pelampiasannya. Saat bosan, kripik berbungkus-bungkus bisa habis dimakan sendiri. Kalau lagi kesal makanan atau kue yang ada bisa dihabiskan. Tentu hal ini bukanlah jalan untuk menenangkan emosi kita yang baik. Sebaliknya kebiasaan seperti ini justru akan berpengaruh negatif kepada kesehatan dan tentu berat badan kita. Stress bukanlah satu-satunya yang menyebabkan emosi kita untuk makan, namun ada pemicu lainnya seperti: Kebosanan : ini adalah pemicu umum kita melampiaskan emosi atau kebosanan dengan makan terutama mereka yang biasa aktif dan bersemangat dalam aktifitas. Kebiasaan : ini didasari atau didorong dari kebiasaan masa kecil. Misalnya makan es krim setelah nilai di raport sekolah baik atau membuat kue bersama nenek. Kelelahan : ini terjadi kapankala kelelahan terjadi karena melakukan sesuatu atau tugas yang tidak menyenangkan. Pengaruh sosial : entah sedang atau setelah mengalami keadaan sulit atau merayakan hari bahagia, teman-teman mengajak kita untuk keluar makan. Biasanya kalau rame-rame makan kita bisa banyak betul tidak? Srategi mengatasinya Langakah pertama tentu sobat harus mengenali atau mengidentifikas apa yang menjadi pemicu emosi yang kita membuat kita ingin makan tapi bukan karena lapar. Sobat bisa mencatatnya di buku harian, journal atau gadget yang sobat punya. Langkah berikutnya sobat coba cari ide-ide baru sebagai pelampiasan emosi yang dirasakan selain ke makanan. Bisa saja sobat temukan atau membangun hobi yang baru dan menyenangkan bahkan menantang. Sobat bisa menenangkan diri dengan membaca buku, kegiatan out door, ataupun olah raga. Mereka yang makan karena emosi bisa jadi bukan hanya karena mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka namun juga ada faktor lainnya : Perkembangan pada masa kanak-kanak Untuk sebagian orang, makan yang disebabkan emosi bisa jadi karena kebiasaan yang dipelajari dari kecil. Orang tua untuk menghibur atau menenangkan anak seringkali menggunakan media makanan. Selain itu juga makanan bisa menjadi hadiah atau reward karena berlaku baik. Ketika dewasa akhirnya tertanam di dalam setelah melewati hari yang berat atau melelahkan maka untuk melapaskan hal itu atau sebagai rewardnya lari kepada makanan. Dampak fisik dari stress Stres dan emosi yang kuat dapat menyebabkan seseorang untuk makan berlebihan juga bisa disebabkan oleh faktor fisik berikut ini : Tingkat kortisol yang tinggi:  Awalnya, stres menyebabkan nafsu makan menurun sehingga tubuh dapat menghadapi situasi yang dihadapi. Namun jika stressnya tidak berhenti, hormon lain yang disebut kortisol dilepaskan. Kortisol meningkatkan nafsu makan dan dapat menyebabkan seseorang ingin makan berlebihan. Mengidam: kadar kortisol yang tinggi dari stres dapat meningkatkan keinginan makanan untuk makanan manis atau berlemak. Stres juga dikaitkan dengan peningkatan hormon kelaparan, yang juga dapat berkontribusi untuk mengidam makanan yang tidak sehat. Jenis Kelamin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung menggunakan makanan untuk mengatasi stres dibandingkan pria, sementara pria lebih cenderung merokok atau minum minuman alkohol dibandingkan wanita. Perbedaan ingin makan karena lapar atau karena emosi Waktu terjadinya : rasa lapar karena emosi munculnya tiba-tiba dan terasa mendesak sedangkan lapar fisik munculnya perlahan kecuali memang sudah lama belum makan. Jenis makanan : lapar emosi biasanya ingin makan junk food atau sesuatu yang tidak sehat dan makanan yang diinginkan spesifik misal kentang goreng atau pizza. Sedangkan kalau lapar fisik makanan apa saja yang ada dimakan. Sumbernya : lapar emosi dari kepala alias terpikir ingin sesuatu yang ingin di makan. Kalau lapar fisik dari perut seperti perat berasa keroncongan. Jadi sobat sehat kalau mengalami hal ini semoga bisa mengendalikan nafsu makan yang berlebih karena emosi. Kalau makanan yang kita makan secara berlebihan tersebut tidak sehat tentu akan menambah masalah  kesehatan yang kita hadapi, sehingga bukannya tambah tenang yang ada malah tambah stress di kemudian hari. Jika sobat sehat merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi atau makanan yang dimakan, ada baiknya sobat segera temui dokter yang berkompeten. Stay cool, stay healthy Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 04 Jun 2018    16:00 WIB
Makanan Enak Penyebab Kanker
Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti. Jumlah penderita kanker juag semakin meningkat. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti pola hidup yang tidak sehat, misal merokok, jarang olahraga dan juga makanan. Makanan? Iya makanan bisa meningkatkan risiko seseorang menderita kanker.   Berikut ini adalah 4 jenis makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker: Hotdog dan sosis Hotdog dan sosis menang makanan yang nikmat. Namun merupakan makanan utama penyebab kanker. Hal ini disebabkan tingginya kandungan Natrium Nitrat yang digunakan sebagai pengawet. Daging olahan Yang menempati tempat kedua adalah daging olahan. Daging olahan mengandung Natrium Nitrat dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Makanan ini dapat meningkatkan risiko kanker dan juga meningkatkan resiko penyakit jantung. Donat Makanan yang manis ini memang menggoda. Bentuknya yang lucu dengan hiasan yang berwarna-warni serta rasanya yang manis membuat makanan ini menjadi favorit. Namun donat dibuat dari tepung, gula halus dan digoreng menggunakan minyak pada suhu tinggi. Seperti halnya kentang goreng yang juga diproses dengan suhu tinggi. Proses penggorengan dengan suhu tinggi ini menghasilkan akrilamida yang akan memicu timbulnya kanker. Kue manis Yang terakhir adalah kue manis yang biasanya dibuat dengan menggunakan tepung dan gula. Makanan enak dan manis yang menimbulkan pahit pada akhirnya. Untuk membantu mengurangi risiko kanker, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi secara berlebihan 4 makanan diatas dan tetap jalankan pola hidup sehat.   Baca juga: Turunkan Berat Badan Dengan Bersepeda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang       Sumber: teruskan 
 03 Jun 2018    13:00 WIB
Waspadai Penularan Cacing yang Berpindah Ketika Membelai Kucing
Kucing memang dikenal sebagai binatang peliharaan yang manja, ia sangat senang dibelai. Namun biasakanlah mencuci tangan Anda setelah membelainya, sebab di balik bulunya yang lembut bisa saja ada telur cacing pita yang bisa berpidah ke tangan Anda.   Cacing pita (Taennia) merupakan jenis cacing parasit yang banyak menginfeksi kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata); mulai dari kucing, sapi, hingga manusia.   Meski hanya menginfeksi vertebrata, penularan cacing pita juga dapat diperantarai oleh serangga yakni kutu anjing dan kutu kucing. Tanpa adanya kutu sekalipun, cacing pita juga dapat menular saat membelai binatang peliharaan yang sudah terinfeksi.   Kotoran binatang tersebut pasti mengandung telur atau larva cacing, yang kadang-kadang dapat menempel juga di tubuhnya apalagi jika mereka jarang dimandikan. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah penularan cacing ini adalah dengan mencuci tangan Anda setelah bersentuhan dengan binatang peliharaan kesayangan Anda tersebut.   Langkah pencegahan berikutnya tentu saja dengan menjaga kesehatan binatang peliharaan Anda, yaitu dengan memandikan dan membersihkan tubuhnya secara teratur. Amati juga kemungkinan adanya gejala-gejala infeksi cacing pita pada hewan peliharaan Anda dan obati sesegera mungkin jika memang terbukti mereka telah terinfeksi.   Bagi para pecinta binatang, tidak sulit untuk mengenali gejala infeksi cacing pita pada hewan peliharaan Anda, yaitu berdasarkan pada perubahan perilaku dan penurunan berat badannya.   Baca Juga: 10 Makanan Manusia yang Berbahaya Bagi Kucing   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: healthy