Your browser does not support JavaScript!
 28 Sep 2015    16:00 WIB
Berbagai Suplemen Untuk Membantu Mengatasi Rasa Nyeri
Benarkah konsumsi suplemen tertentu dapat membantu mengurangi rasa nyeri kronik? Menurut seorang dokter ahli di Scripps Center for Integrative Medicine, hal ini mungkin saja. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis suplemen yang sering digunakan untuk membantu mengurangi rasa nyeri.   Baca juga: Berbagai Suplemen Pencegah Jerawat   Tanaman Herbal Adanya proses peradangan kronik di dalam tubuh memiliki peranan yang cukup penting dalam terjadinya berbagai nyeri kronik di dalam tubuh, termasuk radang sendi (osteoartritis) dan nyeri punggung serta pinggang. Selain berbagai jenis obat golongan NSAID (non steroid anti inflammatory drugs) yang memang telah banyak digunakan untuk mengatasi rasa nyeri, terdapat beberapa jenis tanaman herbal yang ternyata memiliki cara kerja yang hampir sama dengan berbagai jenis obat golongan NSAID tersebut. Beberapa jenis tanaman herbal tersebut adalah kunyit, teh hijau, jahe, rosemary, cakar kucing (tanaman), cakar setan (tanaman), dan willow bark (tanaman). Menurut para ahli, di antara berbagai jenis tanaman herbal di atas, kunyit merupakan tanaman herbal terbaik untuk membantu mengatasi nyeri. Hal ini dikarenakan kunyit memiliki cara kerja yang sama dengan obat golongan NSAID. Oleh karena itu, suplemen kunyit pun memiliki efek samping yang sama dengan obat golongan NSAID, yaitu perdarahan dan nyeri lambung. Akan tetapi, efek samping ini biasanya tidak seberat efek samping NSAID. Bila Anda menggunakan obat pengencer darah, dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan berbagai jenis suplemen anti nyeri di atas.   Minyak Ikan Anda mungkin sudah familiar dengan suplemen minyak ikan. Suplemen minyak ikan merupakan salah satu jenis suplemen yang telah terbukti dapat membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan jantung dan pembuluh darah hingga depresi serta asma. Selain itu, minyak ikan juga telah terbukti dapat membantu mengurangi proses radang (inflamasi) dan nyeri yang disebabkan oleh berbagai jenis gangguan kesehatan kronik. Kandungan asam lemak omega 3 di dalam minyak ikan ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri kronik seperti nyeri kepala, nyeri punggung, nyeri pinggang, beberapa jenis nyeri saraf, dan nyeri akibat penyakit autoimun (radang sendi reumatoid/reumatoid artritis).   Vitamin D Berbagai penelitian telah berhasil menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dengan peningkatan resiko terjadinya nyeri kronik. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 menemukan bahwa seorang penderita nyeri kronik yang juga memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam tubuhnya membutuhkan dosis obat anti nyeri yang lebih banyak, yaitu hingga 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan penderita nyeri yang tidak menderita kekurangan vitamin D. Para ahli menganjurkan pemberian suplemen vitamin D untuk membantu mengurangi rasa nyeri bila kadar vitamin D penderita kurang dari 50-70 nanogram/mL. Para ahli menemukan bahwa pemberian suplemen vitamin D ini dapat membantu mengatasi rasa nyeri pada penderita fibromialgia, nyeri tulang, dan nyeri sendi.   Capsaicin Anda dapat menemukan capsaicin di dalam berbagai jenis cabai. Capsaicin ini ternyata dapat membantu mengurangi rasa nyeri bila dioleskan langsung pada kulit. Pemberian capsaicin topikal (dioleskan langsung pada kulit) dapat membantu mengurangi segala jenis nyeri. Berbagai penelitian telah menemukan bahwa senyawa capsaicin ini dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi reumatoid, radang sendi, psoriasis, herpes, neuropati diabetikum, nyeri punggung, fibromialgia, dan nyeri kepala. Akan tetapi, satu hal yang perlu Anda ingat adalah rasa nyeri Anda mungkin akan memburuk selama beberapa hari sebelum mulai membaik bila Anda menggunakan capsaicin. Selain itu, penggunaan capsaicin secara langsung pada kulit juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit.   Glukosamin Sulfat Bila Anda menderita nyeri sendi, maka konsumsi suplemen glukosamin tampaknya adalah yang paling tepat bagi Anda. Berbagai penelitian telah menemukan bukti kuat bahwa suplemen glukosamin ini dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi di daerah lutut. Suplemen glukosamin biasanya dikombinasikan dengan kondroitin, yang juga bermanfaat untuk membantu mengatasi rasa nyeri sendi. Menurut berbagai penelitian, selain dapat membantu mengatasi rasa nyeri akibat radang sendi, glukosamin ternyata juga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit tersebut.   Magnesium Beberapa penelitian telah menemukan bahwa suplemen magnesium dapat membantu mengatasi rasa nyeri yang disebabkan oleh beberapa hal seperti migrain, kram otot, dan fibromialgia.   Bromelain Enzim yang dapat ditemukan pada buah nanas ini ternyata dapat membantu mengurangi proses radang dan nyeri di dalam tubuh. Beberapa penelitian menemukan bahwa enzim bromelain dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi dan nyeri lutut. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu seberapa baik suplemen ini diserap oleh saluran pencernaan manusia.   Riboflavin (Vitamin B2) Menurut sebuah penelitian, riboflavin mungkin dapat membantu menurunkan frekuensi terjadinya migrain. Akan tetapi, sebuah penelitian lainnya tidak mendukung hasil penelitian di atas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: webmd
 11 Mar 2015    16:00 WIB
Terapi Magnet Membantu Mengatasi Bekuan Darah Lebih Cepat, Benarkah?
Sebuah pengobatan stroke baru yang terdiri dari partikel magnet yang berukuran sangat kecil (nano) telah terbukti dapat menghancurkan bekuan darah di dalam otak 100-1.000 kali lebih cepat dibandingkan dengan pengobatan bekuan darah lainnya. Obat ini biasanya dimasukkan ke dalam tubuh penderita stroke melalui pembuluh darah (disuntikkan). Obat baru ini pun menjadi sangat populer karena dapat memberikan kemajuan yang sangat pesat pada pencegahan berbagai penyakit serius seperti stroke, serangan jantung, emboli paru, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh adanya bekuan darah yang merusak jaringan dengan cukup berat dan menyebabkan terjadinya kematian. Para peneliti yang menemukan obat ini mendesain partikel nano di dalam obat tersebut agar mereka dapat “tersangkut” pada bekuan darah sehingga obat penghancur bekuan darah (tPA atau tissue plasminogen activator) pun dapat bekerja secara maksimal di tempat yang diperlukan. Para peneliti melapisi obat ini dengan albumin, sejenis protein yang memang dapat ditemukan di dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh pun tidak akan menyerang partikel nano (oksida besi) di dalamnya. Para dokter pun menyambut baik obat stroke baru ini karena adanya partikel nano di dalamnya membuat obat tersebut bekerja tepat sasaran sehingga dosis obat yang diperlukan pun menjadi lebih rendah. Sebenarnya, tPA dan obat lain sejenisnya cukup efektif untuk menolong para penderita, akan tetapi karena obat ini dimetabolisme dengan cepat di dalam tubuh, maka dokter pun harus memberikan dosis yang lebih tinggi agar obat dapat bekerja dengan efektif. Pemberian dosis obat-obatan ini pun membutuhkan perhatian lebih karena dapat menyebabkan terjadinya perdarahan, yang juga dapat membahayakan jiwa penderita.   Sumber: newsmaxhealth
 26 Sep 2014    16:00 WIB
Menelan Mainan Magnet, Seorang Balita Ditemukan Meninggal
Sebuah magnet kecil yang sangat langka di bumi atau dikenal dengan nama Buckyballs, tampaknya terlalu berbahaya bagi anak-anak kecil untuk tetap dijual di toko-toko mainan. Komisi yang menilai keamanan suatu produk (seperti SNI di Indonesia) di Amerika mulai mempertimbangkan untuk melarang penjualan magnet kecil berbahaya tersebut di berbagai toko mainan di Amerika. Hal ini dikarenakan ukurannya yang terlalu kecil sehingga dapat menimbulkan banyak anak-anak kecil tersedak saat menelannya.  Sampai saat ini, telah ditemukan sekitar 7.700 kasus di mana anak-anak kecil menelan magnet yang sangat kuat, yang pada akhirnya menyebabkan kematian seorang batita perempuan berusia 19 bulan tahun lalu di Amerika. Annaka Chaffin menelan 7 butir magnet yang berasal dari sebuah kalung dan menyebabkannya meninggal akibat robeknya usus setelah ketujuh magnet tersebut saling menempel satu sama lainnya di dalam tubuhnya. Pada awalnya, para dokter menduga Annaka menderita suatu infeksi virus pada saluran pencernaannya yang membuatnya tampak tidak sehat. Akan tetapi, Annaka kemudian meninggal 1 hari setelah ia diperiksa di rumah sakit. Beberapa saat sebelum meninggal, Annaka mengalami perdarahan, yang keluar baik dari hidung maupun mulutnya. Saat dokter melakukan tindakan autopsi, ditemukanlah beberapa butir magnet di dalam perut Annaka.  Para dokter mengalami kesulitan mendiagnosa keadaan Annaka dengan tepat karena tidak ada gejala khusus untuk membedakan antara nyeri perut yang disebabkan oleh cedera akibat menelan magnet dengan nyeri perut yang disebabkan oleh infeksi virus atau keracunan makanan.     Sumber: foxnews