Your browser does not support JavaScript!
 21 Nov 2017    18:30 WIB
3 Hal Penting yang Menjaga Ketertarikan Emosional/Perasaan Anda dan Pasangan
Saat Anda pertama kali bertemu dengan si dia, ketertarikan fisik biasanya memiliki peranan yang cukup besar mengenai bagaimana kelanjutan hubungan Anda dengan si dia. Akan tetapi, saat Anda dan si dia akhirnya memutuskan untuk berpacaran atau bahkan menikah, ketertarikan emosional menjadi sangat penting. Hal ini dikarenakan memang benar bahwa ketertarikan fisiklah yang membuat Anda mulai menjalin hubungan dengannya, tetapi ketertarikan emosionallah yang akan membuat Anda dan si dia tetap bersama. Memiliki ketertarikan dan kedekatan emosional dengan pasangan Anda merupakan kuncin penting untuk menjaga hubungan asmara Anda tetap langgeng dan awet. Ketertarikan emosioanl tidak hanya berarti Anda tertarik secara seksual pada pasangan, tetapi pada keseluruhan diri pasangan Anda yaitu pada hati, pikiran, dan impian pasangan Anda. Dengan kata lain, Anda dapat menerima dan menghargai pasangan Anda apa adanya dan pendapat mereka. Di bawah ini Anda dapat melihat hal apa saja yang berperan penting dalam pembentukan ketertarikan emosional di antara Anda dan pasangan.   Persahabatan Salah satu hal yang dapat membentuk ketertarikan emosional di antara Anda dan pasangan adalah persahabatan. Hubungan persahabatan yang kuat di antara Anda dan pasangan dapat membantu menjaga hubungan Anda dan pasangan tetap langgeng saat perasaan cinta dan ketertarikan fisik yang membara mulai memudar. Hubungan ini juga akan membuat Anda dan pasangan mampu melewati berbagai rintangan hidup bersama.   Komunikasi Berkomunikasi secara teratur juga merupakan hal yang sangat penting. Memberitahu tahu berbagai hal yang Anda khawatirkan atau rasakan dapat membantu mengatasi rasa stress, menguatkan ikatan di antara Anda dan pasangan, serta meningkatkan ketertarikan emosional di antara Anda dan pasangan.   Baca juga: 10 Hal Mengenai CINTA SEJATI yang Perlu Anda Ketahui…   Ikatan Memiliki suatu ikatan di antara Anda dan pasangan juga sangat penting. Bagaimana respon kedua belah pihak dapat menentukan apakah Anda dan pasangan akan menjadi semakin dekat, semakin menjauh, atau stagnan. Agar sukses membentuk ikatan ini Anda dan pasangan harus sama-sama merasa didengar, dihargai, diinginkan, dan dicintai. Tidak adanya salah satu dari keempat hal ini dapat merusak ikatan di antara Anda dan pasangan, yang pada akhirnya akan menyebabkan Anda dan pasangan semakin jauh atau bahkan saling berselingkuh.   Setelah Anda dan pasangan berhasil menciptakan suatu ketertarikan emosional, maka Anda dan pasangan pun harus berusaha untuk terus "merawatnya". Ada 5 hal utama yang dapat membantu menguatkan hubungan yang sudah terbentuk ini, yaitu dengan mengekspresikan keinginan dan ketertarikan Anda terhadap pasangan melalui kontak fisik, kata-kata, meluangkan waktu, tindakan, dan hadiah-hadiah kecil yang menunjukkan rasa terima kasih Anda pada pasangan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 18 Nov 2017    18:00 WIB
Tips Membuat Pria Idaman Anda Menyukai Anda
1.  Buat Dia Memperhatikan AndaUntuk membuat seorang pria menyukai anda, pertama-tama anda harus membuatnya menyadari bahwa anda ada. Anda harus menarik perhatiannya terlebih dahulu. Jika ia terus saja melewati anda tanpa menyadari keberadaan anda, maka cobalah untuk mengatakan "hi" atau "halo" dan tersenyumlah padanya. 2.  Dekati DiaSalah satu cara lain untuk membuat ia menyadari keberadaan anda adalah dengan ikut bergabung dalam kegiatan yang biasa ia lakukan, tetapi pastikan bahwa  anda pun menikmati kegiatan tersebut. Dengan demikian, si dia pun akan menyadari bahwa anda dan dia memiliki suatu kesamaan. Pastikan bahwa anda tidak mengikuti kegiatan yang tidak anda sukai hanya untuk menarik perhatiannya. Tujuan lain anda bergabung dalam kegiatan tersebut adalah untuk memperlihatkan padanya betapa menarik, menyenangkan, dan pintarnya anda sehingga ia pun tertarik untuk mengenal anda lebih jauh. 3.  Beritahu Dia Bahwa Anda Akan Selalu Ada UntuknyaPastikan pria idaman anda mengetahui bahwa anda akan selalu ada untuknya. Anda bahkan dapat memberitahunya secara langsung atau memberitahunya lewat sms. Beritahu padanya bahwa anda siap menjadi pendengar yang baik baginya. 4.  Berikan DukunganJika anda mengetahui bahwa ia sedang memiliki suatu masalah, maka tidak peduli apakah masalah tersebut merupakan masalah kecil maupun besar pastikan ia mengetahui bahwa anda ada di sana bila ia perlukan. Setiap pria senang dihibur dan tentunya mereka akan memperhatikan seorang wanita yang ada untuk menghiburnya di saat susah. 5.  Bersikaplah Lebih AktifApakah anda ingin mengajaknya pergi bersama anda? Makan atau menonton bioskop? Maka jangan ragu-ragu untuk mengajaknya terlebih dahulu. Sekarang ini, para wanita tidak lagi menjadi pihak pasif terus-menerus. Anda mungkin akan lebih mudah mengajak pria idaman anda pergi bersama anda bila ia merupakan teman anda. 6.  Jadilah TemannyaBila si dia sudah mulai dekat dengan anda, maka cobalah untuk menjadi temannya terlebih dulu. Jangan mencoba untuk menjadi pacarnya atau seseorang yang special baginya. Jadilah temannya terlebih dahulu sekarang dan lihat bagaimana peluang anda selanjutnya. 7.  Tersenyum dan TertawalahSenyuman anda tentunya dapat menarik perhatian setiap pria di sekitar anda, walaupun mungkin anda tidak menyadari seberapa indahnya senyuman anda tersebut. Tidak perlu khawatir, karena ia mungkin menyadarinya. Tertawalah saat ia mengatakan sesuatu hal yang lucu atau bahkan tidak lucu, karena pria menghargai bila anda mampu mengerti sisi humoris dalam diri mereka, seburuk apapun itu. Satu hal yang perlu diingat bahwa berbagai tips ini mungkin dapat membantu, tetapi mungkin juga tidak dapat membantu anda, karena anda tidak dapat memaksa seseorang untuk menyukai atau jatuh cinta pada anda. Sumber: allwomenstalk
 17 Nov 2017    16:30 WIB
Merasa Salah Memutuskan Bercerai? Berikut Alasan Mengapa Anda Harus Rujuk Dengan Mantan…
Tidak peduli apakah Anda berpisah baik-baik atau tidak, kembali rujuk dengan mantan istri atau suami bukanlah suatu hal yang buruk. Jika Anda merasa bahwa bercerai dengan pasangan adalah suatu kesalahan, sekaranglah saatnya bagi Anda untuk mencoba memperbaiki hubungan Anda dengan mantan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa alasan mengapa Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk rujuk kembali dengan mantan.   Anda Masih Mencintainya Hal terpenting yang perlu Anda miliki saat mempertimbangkan untuk rujuk kembali dengan mantan suami/istri Anda adalah bahwa Anda masih mencintainya, begitu pula sebaliknya. Selain rasa cinta, Anda pun harus memastikan bahwa Anda dan pasangan memang sudah siap untuk kembali menikah.   Masalah Hanya Datang Sesekali Saat memutuskan untuk bercerai, Anda dan pasangan pasti memiliki suatu alasan. Saat Anda mengingat kembali hal ini, Anda perlu mempertimbangkan apakah masalah yang ada hanya datang sesekali atau terus-menerus. Jika masalah yang ada di antara Anda dan pasangan bukanlah suatu masalah kronik, maka masih ada harapan bagi Anda dan pasangan untuk kembali bersama. Saat ini merupakan saat yang tepat untuk berdiskusi dengan pasangan dan memberitahunya apa sebenarnya yang Anda rasakan dan lihat apakah si dia atau Anda mau berubah.   Sediakan Waktu Untuk Berduka Sebelum Anda memutuskan untuk kembali bersama dengan mantan, ada baiknya bila Anda membiarkan diri Anda berduka dan mendapatkan kembali jati diri Anda. Hal ini penting Anda lakukan sebelum memulai suatu hubungan asmara kembali dengan mantan Anda.   "Jadwal" Anda Terlalu Ketat Sebagian besar orang pasti memiliki target dalam kehidupannya masing-masing. Akan tetapi, pada kenyataannya, kehidupan Anda tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana Anda. Apakah dulu alasan Anda dan pasangan sering bertengkar adalah perbedaan "jadwal" dalam hidup? Apakah karena Anda ingin segera memiliki anak sedangkan pasangan tidak demikian? Jika ya, maka Anda mungkin perlu meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan kembali apakah "jadwal" ini lebih penting dari adanya pasangan Anda di samping Anda. Bila pasangan Anda ternyata lebih penting, maka rujuk dapat menjadi pilihan.   Baca juga: 5 Penyebab Mengapa Seorang Wanita Menggugat Cerai Suaminya…   Anda dan Mantan Sama-sama Ingin Kembali Bersama Bila Anda ingin rujuk dengan mantan, ingatlah bahwa mantan Anda juga harus merasakan hal yang sama. Anda dan pasangan harus sama-sama mau memulai suatu hubungan asmara baru, yang akan berhasil kali ini. Rujuk membutuhkan usaha dari kedua belah pihak untuk menjaga hubungan baru ini.   Anda Yakin Perasaan yang Anda Rasakan Bukanlah Hasrat Sementara Anda mungkin akan merasa goyah saat mantan mulai memperlakukan Anda dengan lebih baik dan menunjukkan bahwa dirinya sudah berubah menjadi orang yang lebih baik. Lalu, bagaimana cara Anda membedakan apakah perasaan yang Anda rasakan saat ini benar-benar cinta atau cuma hasrat sementara? Untuk sementara ini, cobalah "memeriksa" hati Anda untuk mengetahui apakah perasaan yang Anda rasakan ini dapat bertahan lama atau tidak, baru kemudian putuskan.   Anda dan Mantan Sama-sama Mau Berkompromi Demi Kepentingan Anak Banyak pasangan suami istri mempertahankan pernikahan mereka hanya demi anak-anaknya. Jadi, hal ini juga mungkin menjadi pertimbangan Anda saat Anda mempertimbangkan untuk rujuk kembali dengan mantan.   Anda dan Mantan Merasa Hidup Begitu Menyedihkan Tanpa Satu Sama Lain Saat masih menikah, Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak dapat bersama dalam satu ruangan dengan mantan, akan tetapi, sekarang setelah bercerai, Anda justru merasa lebih sedih tanpa kehadirannya. Bila Anda merasa demikian, buang jauh-jauh harga diri Anda, dan beritahu mantan Anda, siapa tahu si dia juga merasakan hal yang sama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 16 Nov 2017    11:30 WIB
Mantan Anda Teman Sekantor? Berikut Hal Yang Perlu Dilakukan Untuk Menghindari Masalah
Putus cinta dan patah hati tentu terasa sulit dan tidak menyenangkan. Hal ini dapat bertambah buruk bila mantan Anda ternyata adalah teman sekantor. Apa yang harus Anda lakukan bila Anda harus berhubungan dengan mantan karena masalah pekerjaan? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang akan membantu Anda "bertahan hidup" di kantor paska putus cinta.   Fokuskan Perhatian Anda Pada Pekerjaan Saat baru putus, maka perhatian Anda mungkin akan teralihkan untuk sementara waktu, akan tetapi, Anda perlu segera menyadarkan diri Anda dan memfokuskan kembali perhatian Anda pada pekerjaan. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda saat ini, Anda memiliki tanggung jawab yang harus dilakukan. Dipecat paska patah hati akan membuat kehidupan Anda semakin rumit. Oleh karena itu, prioritaskanlah pekerjaan Anda. Bila Anda tampaknya tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, ambillah cuti dan berliburlah sejenak untuk menjernihkan pikiran Anda sehingga Anda dapat kembali bekerja dengan baik.   Jangan Mencoba Membalas Dendam Saat Anda patah hati, hal pertama yang Anda pikirkan mungkin adalah bagaimana caranya membalas mantan Anda. Akan tetapi, kantor bukanlah tempat yang tepat untuk melakukannya. Oleh karena itu, buanglah jauh-jauh pikiran ini.   Minimalisir Kontak Dengan Mantan Karena Anda dan mantan sekantor, Anda mungkin tidak dapat menghindari mantan Anda sepenuhnya, akan tetapi Anda dapat meminimalisir kontak Anda dengan mantan. Sebisa mungkin hindarilah pertemuan dengan mantan.   Pastikan Pembicaraan Dengannya Hanya Mengenai Pekerjaan Saat Anda secara tidak sengaja bertemu dengan mantan Anda di kantor, jangan mulai membicarakan masalah yang terjadi sehingga Anda putus dengannya. Hal ini hanya akan diakhiri dengan tangisan atau pertengkaran. Oleh karena itu, batasilah pembicaraan Anda dengannya hanya mengenai masalah pekerjaan. Jika mantan Anda mulai membahas mengenai hubungan Anda dengannya, segera hentikan pembicaraan tersebut.   Jangan Memberitahu Detail Masalah Anda Dengan Mantan Pada Teman Kerja Lainnya Teman kerja Anda yang lain pasti akan bertanya pada Anda mengenai mengapa Anda dan mantan sampai putus dan sebagainya. Akan tetapi, tahanlah diri Anda dari bercerita terlalu banyak, serta jangan mengeluh mengenai berbagai kebiasaan buruk mantan Anda yang Anda ketahui. Simpanlah semua detail permasalahan hanya bagi diri Anda sendiri dan mantan. Hal ini diperlukan untuk mencegah Anda semakin merasa sakit hati. Gosip mengenai putusnya Anda dengan mantan tidak akan pernah mereda bila Anda terus memberikan informasi baru mengenai hal ini.   Baca juga: Baru Putus? Jangan Lakukan 6 Hal Memalukan Ini!   Jangan Gunakan Putus Cinta Sebagai Alasan Menurunnya Kinerja Anda di Kantor Jika Anda tidak dapat menyelesaikan pekerjaan Anda dengan baik karena menangis semalam suntuk akibat putus cinta, maka jangan beritahu atasan Anda bahwa Anda tidak dapat menyelesaikan pekerjaan Anda tersebut karena sedang patah hati. Hal ini bukanlah alasan yang dapat diterima oleh atasan Anda dan akan berpengaruh buruk pada karir Anda di masa yang akan datang.   Jangan Jadikan Atasan Anda Sebagai Tempat Curhat Jangan pernah menjadikan atasan Anda sebagai tempat curhat Anda, tidak peduli seberapa dekat Anda dengannya. Jika atasan Anda bertanya mengenai bagaimana keadaan Anda, katakan saja Anda baik-baik saja dan lanjutkan hidup Anda. Kantor bukanlah tempat untuk "mengumumkan" semua masalah pribadi Anda. Bila Anda butuh tempat curhat, carilah teman atau keluarga terdekat Anda.   Bersikaplah Profesional Tidak peduli bagaimana perasaan Anda saat ini, tetaplah bersikap seprofesional mungkin di kantor. Jangan biarkan patah hati membuat karir Anda ikut terancam.   Pertimbangkan Untuk Pindah ke Kantor Cabang Lain Jika Anda merasa sangat tidak nyaman karena harus sekantor dengan mantan Anda, pertimbangkanlah untuk pindah ke bagian lain atau kantor cabang lainnya. Dengan demikian, Anda pun tidak akan sering bertemu dengan mantan Anda.   Pertimbangkan Untuk Pindah Tempat Kerja Jika putus cinta dengan teman sekantor Anda ini sangat mengganggu pekerjaan Anda di kantor, maka pertimbangkanlah untuk pindah tempat kerja. Hal ini memang merupakan keputusan yang sulit, terutama bila Anda menyukai pekerjaan Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 15 Nov 2017    16:30 WIB
6 Tips Membantu Anda Untuk Melupakan Mantan
Memiliki pasangan dan kemudian putus dapat membuat kehidupan Anda berubah 180 derajat. Anda merasa sedih, tersakiti, marah, dan bingung. Tidak peduli berapa lama hubungan asmara Anda dengan si dia sudah terjalin, Anda tetap membutuhkan waktu untuk "sembuh" dari patah hati. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda melupakan mantan Anda.   Buat Daftar Hal yang Tidak Anda Sukai Dalam Diri Mantan Bahkan mungkin sebelum Anda dan pasangan putus, Anda sudah mengetahui apa saja sifat baik dan buruk yang Anda suka dan tidak sukai dari diri pasangan Anda. Tuliskanlah semua hal ini. Akan tetapi, bila Anda terus saja memikirkan mantan, segera coret bagian pro (baik) dan hanya tuliskan hal-hal yang tidak Anda sukai dalam diri pasangan. Hal ini dapat membantu Anda kembali pada kenyataan, di mana tidak semua hal terlihat indah dalam hubungan asmara Anda dengan mantan.   Tinggalkan Semua Akun Media Sosial Anda Karena sekarang ini media sosial dapat membuat Anda tetap terhubung dengan semua orang, termasuk mantan; akan lebih baik bila Anda "menghilang" dulu dari dunia sosial ini. Selain itu, pastikan Anda sudah menghapus mantan Anda dari daftar kontak. Menguntit mantan Anda di akun media sosialnya hanya akan membuat Anda sedih, marah, dan sakit hati saat melihat si dia sudah menemukan pasangan baru.   Baca juga: Bolehkah Berteman Dengan Mantan?   Jangan Bandingkan Semua Orang Dengan Mantan Saat Anda sudah mulai membuka diri untuk orang baru, sangat mungkin Anda akan membandingkan calon pasangan baru Anda ini dengan mantan Anda. Bila Anda merasa bahwa tidak ada orang yang lebih baik dari mantan Anda, maka Anda mungkin masih membutuhkan waktu untuk sembuh dari patah hati Anda sebelum kembali menjalin hubungan asmara lainnya. Selain itu, jadikanlah masa lalu Anda sebagai pengalaman. Lihat apa yang menyebabkan hubungan asmara Anda dengan mantan gagal dan perbaikilah hal ini.   Jangan Terburu-buru Berusaha Berteman Dengan Mantan Banyak pasangan, saat mereka putus, mereka memutuskan untuk tetap berteman dengan mantannya. Hal ini memang boleh-boleh saja dilakukan, akan tetapi kecuali bila Anda yakin bahwa Anda dan mantan sama-sama sudah melanjutkan hidup dan dapat melupakan masa lalu, maka pertemanan ini justru dapat berpengaruh buruk bagi Anda dan mantan. Akan lebih baik bila Anda tidak memaksakan diri Anda untuk berteman dengan mantan Anda, setidaknya tidak pada awal masa putus.   Kelilingi Diri Anda Dengan Orang-orang yang Mencintai Anda Saat putus, akan lebih baik bila Anda mencari dukungan dari teman. Selain dapat memperoleh dukungan moril, Anda pun dapat memperoleh pandangan baru dari mereka karena merekalah yang paling sering menghabiskan waktu bersama Anda dan mantan. Seringkali, melihat suatu masalah dari sudut pandang lain dapat membantu menunjukkan di mana letak kesalahan Anda dan mantan sebelumnya.   Temukan Kembali Tujuan Hidup Anda Bila Anda dan mantan sudah cukup lama berpacaran, merupakan hal yang wajar bila Anda merasa kehilangan dan kesepian saat putus darinya. Akan tetapi, sebenarnya masa setelah putus ini merupakan waktu yang paling tepat untuk mencari kembali tujuan hidup Anda dan apa yang ingin Anda lakukan. Jadi, berikanlah diri Anda sejumlah waktu untuk menemukan kembali apa yang ingin Anda lakukan, apa yang Anda sukai, dan nikmati kesendirian Anda tersebut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 13 Nov 2017    16:30 WIB
10 Tanda Pasangan Sudah Tidak Lagi Mencintai Dirimu..
Saat Anda mencintai seseorang dan ia juga mencintai Anda, maka Anda pasti akan merasa sangat bahagia. Akan tetapi, saat Anda tidak lagi yakin apakah pasangan Anda masih mencintai Anda atau tidak, frustasilah yang Anda rasakan. Lalu, apakah kecurigaan Anda memang berdasar atau semuanya terjadi hanya karena rasa insecure yang Anda rasakan? Apakah Anda hanya bersikap paranoid atau pasangan Anda memang tidak lagi mencintai Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai tanda yang menunjukkan bahwa pasangan Anda memang tidak lagi mencintai Anda.   Si Dia Jarang Membalas Telepon Atau Pesan Singkat Anda Jika Anda dan pasangan biasanya saling berkirim pesan atau chat di sepanjang hari dan jarang sekali tidak bertemu pada malam harinya, maka saat si dia tidak lagi mencintai Anda, maka Anda akan menyadari bahwa ia membutuhkan waktu yang lebih lama daripada biasanya untuk membalas pesan Anda dan bahkan memberikan berbagai alasan untuk tidak bertemu dengan Anda pada malam hari sepulang kerja. Si dia mungkin beralasan bahwa ia sedang sibuk atau membutuhkan waktu pribadi, akan tetapi bila si dia memang sungguh-sungguh mencintai Anda, maka si dia pasti akan berusaha untuk menghubungi Anda dan menghabiskan waktu bersama Anda, bahkan di saat ia sedang sangat sibuk.   Si Dia Tidak Lagi Membahas Masa Depan Bersama Anda Saat Anda dan pasangan jatuh cinta, Anda berdua pasti akan menghabiskan banyak waktu membayangkan apa yang akan Anda berdua lakukan di masa depan, termasuk apa yang akan dilakukan saat liburan nanti. Anda dan pasangan bahkan mungkin akan membahas hal-hal yang lebih besar seperti di mana Anda berdua akan tinggal setelah menikah, berapa banyak anak yang Anda berdua inginkan, dan seperti apa pesta pernikahan Anda berdua nantinya. Intinya adalah membicarakan masa depan merupakan hal yang sering terjadi bila Anda dan pasangan sedang jatuh cinta. Akan tetapi, bila si dia tampaknya selalu menghindari topik ini, maka Anda perlu merasa khawatir. Jika Anda harus memaksa pasangan Anda untuk membicarakan mengenai masa depan, maka hal ini dapat merupakan tanda bahwa rasa cintanya pada Anda sudah berkurang.   Si Dia Tidak Lagi Perhatian Pada Anda Banyak orang mengira bahwa sering bertengkar merupakan tanda bahwa rasa cinta sudah menghilang di antara pasangan. Akan tetapi, menurut seorang ahli tanda sebenarnya dari sudah matinya cinta di antara pasangan kekasih adalah saat pasangan Anda tidak lagi merasa peduli hingga pertengkaran pun tidak pernah lagi terjadi. Misalnya saja si dia tidak lagi marah saat Anda pulang terlambat atau tidak peduli saat mendengar ada masalah pada keluarga atau pekerjaan Anda. Jadi, bila si dia tampaknya tidak lagi peduli mengenai berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan Anda, hal ini merupakan tanda pasti bahwa si dia tidak lagi mencintai Anda.   Kontak Fisik Berkurang Bagi pasangan yang sudah menikah, bila Anda menyadari bahwa pasangan Anda tidak lagi seantusias dulu saat berhubungan intim atau justru malah menghindari hubungan intim dengan Anda, maka hal ini merupakan salah satu tanda bahwa si dia sudah tidak lagi mencintai Anda. Perubahan juga dapat terjadi pada caranya memperlakukan Anda di depan publik, misalnya si dia tidak lagi mau menggenggam tangan Anda saat berjalan atau bahkan justru menjauhi Anda saat berjalan bersama. Sebelum Anda memutuskan bahwa pasangan Anda sudah tidak lagi mencintai Anda, dianjurkan agar Anda mencoba melakukan pendekatan fisik pada pasangan Anda, misalnya cobalah untuk memegang tangannya atau menciumnya. Pastikan saja sentuhan fisik ini berlangsung selama setidaknya 30 detik. Jika pasangan Anda mulai membalas Anda, maka Anda masih memiliki harapan; akan tetapi bila tidak, maka kemungkinan besar si dia memang sudah tidak lagi mencintai Anda.   Si Dia Menjadi Lebih Rewel Saat tidak lagi ada rasa cinta pada Anda di dalam diri pasangan Anda, maka apa yang dulu tampaknya merupakan perilaku Anda yang menggemaskan baginya, sekarang ini justru menjadi sesuatu hal yang menjijikan baginya. Mungkin dulu si dia menganggap bahwa cara Anda bersin sangat imut, tetapi sekarang si dia justru mengatakan bahwa suara bersin Anda sangat mengganggunya. Jadi, bila pasangan Anda mulai rewel terhadap sikap dan perilaku Anda, yang mana sebelumnya tidak, dan tidak lagi dapat menerima diri Anda apa adanya, maka si dia mungkin sudah tidak lagi mencintai Anda. Jika demikian, akan lebih baik bila Anda putus dan melanjutkan hidup masing-masing.   Baca juga: Apakah Dia Akan Mencintai Anda Atau Tidak?   Si Dia Tampak Lebih Bahagia Saat Bersama Dengan Temannya Daripada Bersama Dengan Anda Saat Anda dan pasangan baru mulai berpacaran atau menikah, maka Anda berdua mungkin ingin selalu menghabiskan waktu bersama. Lalu, seiring dengan berlalunya waktu, Anda dan pasangan pun akan mulai menemukan keseimbangan di antara teman, keluarga, dan waktu bersama. Akan tetapi, saat pasangan Anda lebih suka menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya dan meninggalkan Anda sendirian, lalu saat pulang si dia tampak menjauhi Anda, maka hal ini merupakan tanda bahaya bagi Anda. Sayangnya, bila pasangan Anda lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya dibandingkan bersama dengan Anda, si dia mungkin sudah tidak lagi mencintai Anda, baik mereka menyadarinya atau tidak. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda juga bisa berteman baik dengan teman-teman pasangan Anda.   Si Dia Tidak Lagi Mengajak Anda ke Keluarganya Saat Anda dan pasangan baru mulai berpacaran, kedua belah pihak pasti akan merasa cemas saat akan bertemu dengan orang tua pasangannya. Setelah pertemuan pertama, pertemuan-pertemuan selanjutnya mungkin akan menjadi bagian dari rutinitias Anda dan pasangan. Jadi, bila si dia tidak lagi mengajak Anda ke berbagai acara keluarganya, maka hal ini dapat merupakan pertanda buruk bagi Anda. Pastikan Anda memberitahu pasangan Anda bagaimana perasaan Anda saat si dia tidak lagi mengajak Anda pergi ke berbagai acara keluarganya. Kemudian, luangkan waktu sejenak untuk memikirkan penjelasannya, bila tampak tidak masuk akal, maka hal ini dapat menunjukkan bahwa si dia tidak lagi mencintai Anda.   Si Dia Tidak Lagi Mendukung Mimpi Anda Seiring dengan semakin berkurangnya rasa cinta si dia pada Anda, maka dukungannya pada Anda untuk menggapai mimpi Anda pun akan semakin berkurang. Bila si dia tidak pernah mendukung keinginan Anda dan merasa paling mengetahui apa yang terbaik bagi Anda, maka si dia mungkin tidak mencintai Anda, tetapi orang yang sedang "dibentuknya". Bantulah diri Anda sendiri dengan mencari pasangan yang benar-benar mencintai diri Anda apa adanya.   Anda Memergoki Si Dia Sedang Berbohong Memergoki pasangan Anda sedang berbohong memang merupakan suatu pengkhinatan terbesar dan dapat mengganggu hubungan antara Anda dan pasangan. Akan tetapi, sebelum Anda mencoba memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan, ada baiknya bila Anda bertanya pada diri Anda sendiri mengapa si dia berbohong pada Anda. Hal ini mungkin dikarenakan si dia tidak lagi mencintai Anda. Bingung mengenai apakah pasangan Anda sedang berbohong pada Anda atau tidak? Perhatikanlah bahasa tubuh dan caranya berbicara. Saat si dia berbohong pada Anda, maka ia akan menghindari kontak mata dengan Anda dan berbicara dengan nada yang tidak biasa.   Si Dia Membandingkan Anda Dengan Orang Lain Bila Anda merasa pasangan Anda selalu saja membandingkan Anda dengan orang lain dan bukannya berusaha untuk bekerja sama dengan Anda untuk memperbaiki kekurangan Anda, maka hal ini dapat merupakan tanda bahwa si dia tidak lagi mencintai Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 10 Nov 2017    15:00 WIB
Cara Mudah Untuk Dapat Memaafkan Pasangan Anda
Pada zaman sekarang ini, perceraian bukanlah lagi merupakan hal yang tabu dan memalukan seperti zaman dahulu. Akibatnya, makin banyak pasangan yang merasa takut untuk menikah. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata ada satu aturan sederhana yang dapat membuat pernikahan Anda dan pasangan awet hingga tua? Aturan sederhana yang dimaksud adalah memaafkan. Memaafkan berarti Anda rela dan mau melepaskan berbagai perasaan negatif seperti marah atau dendam dan berharap agar orang yang menyakiti Anda dapat berbahagia. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda memaafkan pasangan Anda dan mempertahankan rumah tangga Anda hingga maut memisahkan.   Ketahui Dua Sisi Cerita Seringkali ada sebuah penjelasan sederhana dari sikap atau perilakunya yang menyebalkan, akan tetapi Anda harus mau melihatnya dari dua sisi. Pada banyak kasus, pasangan suami istri langsung menarik kesimpulan dan segera menyalahkan pasangannya, bukannya mencoba mengerti ceritanya dari kedua belah pihak. Jika setiap orang melihat perilaku atau sikapnya sendiri terlebih dahulu sebelum menyalahkan pasangannya, maka banyak sekali pertengkaran yang bisa dihindarkan. Saat Anda melihat kedua sisi cerita dengan jujur, akan lebih mudah bagi Anda untuk memaafkan pasangan karena Anda juga dapat melihat kesalahan Anda sendiri.   Baca juga: 5 Cara Mengatakan "I’m Sorry"…   Bersikaplah Jujur di Saat yang Tepat Banyak pasangan meyakini bahwa kejujuran merupakan jalan terbaik, tidak peduli bagaimana keadaan di sekitar mereka. Pada kenyataannya, hal ini tidak selalu benar. Memberitahu istri Anda bahwa ia terlihat 5 kg lebih gemuk daripada setahun lalu, tidak akan membuat Anda maupun istri Anda merasa lebih bahagia. Jika Anda marah besar karena sesuatu hal yang dilakukan oleh suami Anda, biasanya akan lebih baik bila Anda tidak langsung membahasnya. Biarkan amarah Anda mereda terlebih dahulu sehingga Anda dapat berdiskusi secara baik-baik dengan suami anda. Memang benar bahwa kejujuran merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah pernikahan, akan tetapi bukan berarti Anda boleh bersikap kejam atau tidak berperasaan. Jujur berarti Anda tidak berbohong mengenai berapa banyak uang yang Anda habiskan untuk berbelanja dan jangan berkata baik-baik saja di saat Anda sedang merasa kesal. Bila perlu Anda dan pasangan dapat menetapkan satu hari dalam seminggu di mana Anda dan pasangan harus bersikap jujur satu sama lain, dengan demikian Anda pun dapat melihat semua cerita dari kedua sisi.   Bayangkan Pasangan Anda Sedang Sekarat Atau Meninggalkan Anda Hal ini mungkin bukanlah hal yang biasa Anda dengar mengenai pernikahan. Akan tetapi, hal ini merupakan cara sederhana dan cukup kuat untuk mengingatkan Anda seberapa besar rasa cinta Anda pada pasangan. Saat Anda merasa sangat marah, cobalah pikirkan bagaimana perasaan Anda jika pasangan Anda meninggal sebelum Anda dapat menyelesaikan permasalahan dengannya. Apakah pertengkaran ini cukup penting? Namun, hal ini bukan berarti Anda harus selalu merasa bahagia karena pasangan Anda mungkin meninggal. Pemikiran ini hanya merupakan cara lain untuk melihat pernikahan Anda dan membuat Anda menyadari seberapa besar Anda dan pasangan saling mencintai dan ingin pernikahan Anda tetap bertahan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about
 10 Nov 2017    11:00 WIB
7 Kebohongan yang Sering Wanita Lakukan Dalam Hubungan Asmaranya
Memang benar bahwa berbohong dapat berpengaruh negatif pada hubungan Anda dan pasangan. Akan tetapi, banyak wanita berbohong mengenai sesuatu hal pada pasangannya. Hal ini mereka lakukan untuk menjaga perasaan pasangannya. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja kebohongan yang biasa dilakukan oleh wanita.   Kehidupan Seksualnya Pada zaman sekarang ini, banyak wanita sudah aktif secara seksual bahkan sebelum mereka menikah, begitu pula dengan para pria. Akan tetapi, karena hal ini masih dianggap tabu, banyak wanita yang berbohong mengenai kehidupan seksualnya.   Kehidupannya di Media Sosial Saat Anda melihat media sosial seseorang, Anda mungkin hanya melihat berbagai momen indah dan bahagia dalam kehidupan orang tersebut. Hal ini pasti akan membuat Anda berpikir betapa bahagianya hidup si A atau si B atau si C. Akan tetapi, pada kenyataannya kehidupan mereka tidaklah seindah itu.   Berkata Baik-baik Saja, Padahal Tidak Berdasarkan sebuah survei, kebohongan yang paling sering dilakukan oleh para wanita adalah dengan mengatakan bahwa mereka baik-baik saja, walaupun sebenarnya tidak.   Berapa Harga Suatu Barang yang Sebenarnya Uang selalu akan menjadi topik pembicaraan dalam setiap hubungan asmara, apalagi bagi mereka yang sudah menikah, tidak peduli siapa yang menghasilkan lebih banyak uang. Oleh karena itu, banyak wanita merasa tergoda untuk berbohong mengenai berapa sebenarnya harga pakaian yang baru saja mereka beli.   Baca juga: 5 Hal yang Dapat Membuat Pria Tertarik Pada Wanita   Berhasil Tidaknya Ia Mencapai Orgasme Anda tentunya sudah sering mendengar bahwa wanita sering berpura-pura mencapai orgasme. Hal ini mungkin dikarenakan ia ingin agar hubungan intim yang dilakukannya cepat selesai atau karena ia tahu bahwa ia tidak akan berhasil mencapainya sekarang ini. Apapun alasannya, hal ini tetaplah suatu kebohongan.   Pernah Berpacaran Dengan Teman Baiknya Sebagian besar orang pasti memiliki teman baik, baik pria maupun wanita, yang telah melalui banyak hal bersama. Jadi, tidak aneh bila beberapa orang wanita akhirnya berpacaran dengan sahabat baiknya tersebut. Akan tetapi, saat mereka putus dan sang wanita mendapatkan pasangan baru, ia mungkin akan berbohong mengenai hal ini guna mencegah pasangan barunya merasa cemburu dan melarangnya berhubungan dengan teman baiknya tersebut. Hal ini terutama terjadi bila sang wanita merasa persahabatannya dengan "teman" baiknya tersebut sangat penting.   Perasaannya Terhadap Mantan Setiap orang pasti masih memiliki sisa perasaan pada mantan pasangannya, walaupun sedikit, apalagi bila ia sudah cukup lama berhubungan dengan mantannya tersebut. Seorang wanita biasanya berbohong mengenai hal ini untuk membuatnya terlihat seperti wanita baik-baik atau karena tidak ingin menyakiti perasaan pasangannya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 09 Nov 2017    08:00 WIB
Mau Balikkan Sama Mantan? Inilah Cara Mengetahui Apakah Hubungan Ini Akan Berhasil
Bila Anda baru saja berpisah dengan kekasih, hari-hari pertama paska putus memang merupakan hari-hari terberat. Pada hari-hari ini biasanya Anda akan mulai berpikir untuk rujuk. Bila Anda cukup beruntung, si dia mungkin juga memiliki keinginan yang sama dengan Anda, yaitu untuk rujuk. Akan tetapi, apakah keputusan Anda sudah tepat? Apakah hubungan asmara Anda kali ini akan langgeng atau Anda justru sebaiknya tidak kembali bersama? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk rujuk kembali dengan mantan, untuk mengetahui apakah hubungan Anda dengan si dia memang akan berhasil atau tidak.   Perhatikan Situasinya Jangan biarkan emosi Anda menguasai Anda. Luangkanlah waktu untuk menganalisa situasi yang menyebabkan Anda dan mantan putus. Cari tahu mengapa hubungan asmara Anda dengan si dia tidak berhasil sebelumnya. Apakah Anda dan si dia mau saling berkompromi atau tidak. Hal ini dapat membantu Anda mengetahui apakah hubungan Anda dengan si dia akan berhasil atau tidak nantinya.   Hadapi Kenyataan Jangan hanya mengingat semua hal baik yang terjadi di antara Anda dan mantan. Anda juga perlu mengingat berbagai permasalahan yang ada di dalam hubungan Anda dengan si dia, yang membuat Anda dan mantan bertengkar kemudian berpisah. Jangan mengabaikan masalah yang belum terselesaikan yang menyebabkan berakhirnya hubungan asmara Anda dengan si dia. Memang lebih mudah bila Anda hanya memfokuskan perhatian pada hal-hal yang indah dan baik daripada pada berbagai permasalahan dan hal buruk yang terjadi. Akan tetapi, bila Anda dan pasangan tidak belajar bagaimana caranya menjadi lebih baik dari sebelumnya, maka hubungan Anda dengan si dia pasti akan menemui akhir yang sama seperti dulu.   Baca juga: Bilang Saja Kalau Masih Cinta! Ini Tanda Mantan Nggak Bisa Move On Dari Anda   Jangan Hanya Mengandalkan Perasaan Perasaan Anda dapat menipu Anda dan membuat Anda kembali menjalin hubungan yang tidak sehat dengan mantan atau bahkan membuat Anda meninggalkan hubungan yang sebenarnya baik bagi Anda. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda mundur selangkah dan melihat segala permasalahan yang ada dengan objektif. Perasaan seringkali membuat seseorang mengambil keputusan yang salah. Ada 3 hal penting yang perlu Anda perhatikan saat memilih pasangan yaitu, kecocokan kepribadian (termasuk tujuan, prinsip hidup, dan kebiasaan), ada tidaknya perilaku atau sikap buruk yang tidak dapat Anda toleransi, dan apakah Anda dan pasangan mampu saling berkompromi untuk menyelesaikan perbedaan yang ada.   Nikmati Hidup Anda Hal lain yang perlu Anda ingat adalah bahwa kehidupan Anda tidak berakhir saat si dia tidak lagi bersama dengan Anda. Anda dapat memusatkan perhatian Anda pada keluarga, teman, pekerjaan, dan hobi Anda. Fokuskanlah perhatian Anda untuk merawat diri Anda sendiri, hidup lebih sehat, dan menjadi lebih kuat. Cobalah berbagai hal baru, lupakanlah masa lalu, dan lakukanlah berbagai hal yang dapat membuat Anda merasa puas dengan kehidupan Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 07 Nov 2017    08:00 WIB
Inilah 4 Tanda Mantan Anda Ngebet Pengen Balikkan
Putus cinta memang bukanlah hal yang menyenangkan. Saat ini Anda pasti dipenuhi oleh berbagai emosi. Anda mungkin merasa marah dan sedih. Tergantung pada bagaimana keadaan saat Anda dan pasangan putus, Anda mungkin memikirkan kemungkinan untuk balikkan. Akan tetapi, bagaimana cara Anda mengetahui apakah mantan Anda juga menginginkan hal yang sama? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa mantan Anda juga sudah tidak sabar untuk segera berbaikan dengan Anda.   Mereka Memberitahu Anda Salah satu tanda yang paling jelas adalah si dia memberitahu Anda bahwa ia ingin kembali menjalin hubungan dengan Anda. Selain itu, pastikan Anda memperhatikan bagaimana keadaan di sekitarnya saat ia berbicara hal tersebut. Si dia tidak boleh dalam keadaan mabuk, kesepian, atau bergairah. Ia harus memberitahu Anda saat pikirannya jernih dan tanpa niat lain di baliknya.   Si Dia Sering Menelepon Atau Menghubungi Anda Apakah mantan Anda tiba-tiba menghubungi Anda tanpa alasan yang jelas? Bila Anda menyadari bahwa mantan Anda mulai lebih sering menghubungi Anda, sekedar untuk mengucapkan salam atau mengetahui kabar Anda, maka hal ini merupakan tanda bahwa si dia ingin balikkan dengan Anda. Kemungkinan besar mereka melakukan hal ini karena mereka merindukan Anda dan ingin kembali rujuk dengan Anda.   Baca juga: Bilang Saja Kalau Masih Cinta! Ini Tanda Mantan Nggak Bisa Move On Dari Anda   Si Dia Mengajak Anda Pergi Bila mantan Anda mengajak Anda pergi bersama, maka hal ini juga merupakan salah satu tanda bahwa si dia ingin menjadi lebih dari sekedar teman. Salah satu tanda terjelas bila seorang pria ingin balikkan dengan mantannya adalah ia selalu menghubungi mantannya, baik melalui pesan singkat atau telepon, selalu ingin mengajak Anda pergi, dan merencanakan kegiatan bersama dengan Anda.   Percakapan Anda Dengannya Sama Seperti Sebelum Anda Putus Walaupun cara seseorang mendapatkan kembali mantannya dapat berbeda-beda, akan tetapi ada satu kesamaan di antara mereka, yaitu bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan mantannya. Jika percakapan di antara Anda dan mantan Anda hampir sama dengan yang dulu, maka kemungkinan besar si dia atau mungkin juga Anda ingin kembali rujuk.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet