Your browser does not support JavaScript!
 30 Jul 2019    11:00 WIB
Bagaimana Cara Membersihkan Lidah yang Benar?
Walaupun sebagian besar orang mengira bahwa rajin menggosok gigi dan melakukan floss sudah cukup untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, akan tetapi ternyata keduanya masih tidak cukup. Percaya atau tidak, membersihkan lidah juga penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut karena lidah juga merupakan tempat hidup berjuta-juta jenis bakteri di dalam mulut. Bila Anda jarang atau tidak pernah membersihkan lidah Anda, maka berbagai jenis bakteri yang terdapat pada permukaan lidah dapat menyebabkan bau mulut. Bau mulut sendiri sebenarnya merupakan produk sampingan dari racun yang dihasilkan oleh bakteri di dalam mulut. Selain bau mulut, adanya bakteri di dalam mulut juga dapat menyebabkan pembentukan plak, yang dapat memicu terjadinya kerusakan gigi dan gangguan gusi. Jika lidah Anda memiliki banyak alur atau lekukan, maka bakteri dapat lebih mudah menempel pada permukaan lidah Anda. Selain itu, bakteri juga dapat "terperangkap" di dalam tonjolan pengecap pada lidah, yang juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan gigi dan mulut.   Baca juga: Apa Kata Lidah Anda Mengenai Keadaan Kesehatan Anda?   Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk membersihkan lidah Anda? Cara terbaik untuk membersihkan lidah Anda adalah dengan menggunakan pembersih lidah. Dengan melakukan hal ini, Anda akan memiliki bau mulut yang lebih segar, mengurangi pembentukan plak, dan membuat gusi lebih sehat. Caranya adalah gosokkanlah pembersih lidah dari pangkal lidah (belakang) hingga ke bagian depan lidah 2-3 kali. Anda sebenarnya dapat melakukan hal ini kapan saja, akan tetapi bila Anda takut lupa, dianjurkan agar Anda melakukan pembersihan lidah ini segera setelah Anda menggosok gigi di pagi atau malam hari. Bila Anda tidak dapat menemukan alat pembersih lidah, Anda dapat menggunakan sikat gigi untuk membersihkan permukaan lidah Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 16 Jun 2019    18:00 WIB
Waspada Gejala Lidah Strawberry
Buah stroberi adalah salah satu buah yang banyak digemari masyarakat Indonesia pada umumnya. Mulai dari jus stroberi, milkshake stroberi, pudding stroberi, agar-agar stroberi dan masih banyak lagi. Perpaduan rasa stroberi yang menyegarkan, memang susah untuk dilupakan. Tetapi apa kita pernah dengar dengan yang namanya Lidah stroberi. Yang pasti ini bukan nama makanan, melainkan sebuah gejala dari suatu kondisi penyakit. Mari kita pelajari, apa itu lidah stroberi. Lidah stroberi adalah nama gejala yang diberikan, ketika lidah kita membengkak, membesar, sangat merah, berbintil-bintil seperti bentuk buah stroberi, rasanya perih dan sakit. Terkadang lidah akan menjadi putih selama beberapa hari, sebelum berubah menjadi merah. Beberapa kondisi penyakit dapat menyebabkan lidah stroberi. Memahami setiap kemungkinan penyebab dan gejala uniknya akan membantu kita memahami, mengapa kita dapat mengalami lidah stroberi ini. Kondisi yang dapat menyebabkan lidah stroberi meliputi:   Penyakit Kawasaki. adalah kondisi yang biasanya menyerang anak-anak. Ini menyebabkan arteri tertentu menjadi meradang. Seperti halnya lidah strawberry, penyakit Kawasaki dapat menyebabkan: mata merah, demam tinggi, ruam kulit, mengupas kulit. Demam Scarlet. adalah infeksi bakteri yang dapat berkembang ketika seseorang mengalami radang tenggorokan. Paling sering terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun. Seperti halnya lidah strawberry, demam berdarah dapat menyebabkan: ruam merah yang menutupi sebagian besar tubuh, area merah terang di lipatan kulit, wajah memerah di atas pipi, demam tinggi, sakit tenggorokan, sakit kepala. Alergi makanan atau obat-obatan. Reaksi alergi menyebabkan peradangan, itulah sebabnya lidah kita mungkin tampak membesar dan bergelombang. Sindrom syok toksik. Toxic shock syndrome (TSS) adalah reaksi yang jarang terjadi, tetapi mengancam jiwa karena efek samping dari beberapa infeksi bakteri. Kondisi ini terjadi tiba-tiba dan disebabkan oleh pelepasan zat beracun yang berbahaya, pertumbuhan berlebih bakteri ini, dikenal sebagai staph atau Staphylococcus aureus. Vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan lidah stroberi. Gejala lain dari kekurangan vitamin ini termasuk: kelelahan, kelemahan, masalah memori, kesulitan menyeimbangkan, mati rasa atau kesemutan, glositis. Lidah stroberi dan glositis. Lidah yang sehat memiliki tonjolan kecil di atasnya yang disebut papilla lingual (Papila adalah benjolan kecil pada permukaan lidah.Papila sangat penting untuk proses makan.Papila berisi ribuan sensor kecil yang disebut pengecap). Jika kita mengalami glositis, papila tidak lagi terlihat. Ini karena lidah kita meradang, menyebabkan lidah menjadi tebal dan sakit serta berubah warna dan terlihat halus di permukaan.   Radang parah karena Glositis, menyebabkan bengkak, kemerahan, dan nyeri ini, membuat kita menjadi sangat tersiksa dan sulit untuk mengunyah makanan ataupun bicara. Glositis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus (termasuk oral Herpes simpleks). Dan beberapa kondisi paling umum yang menyebabkan glositis meliputi: Anemia, Kekurangan vitamin B kompleks, penyakit celiac / celiac yang tidak diobati, Xerostomia (mulut kering), Reaksi alergi, Infeksi mulut yang disebabkan oleh bakteri, virus atau ragi, Ketidakseimbangan hormone, Cedera pada lidah yang disebabkan oleh luka bakar, gigi palsu yang tidak pas atau gigi yang kasar. Lidah strawberry dan glositis bukanlah penyakit. Keduanya merupakan gejala dari kondisi penyakit yang mendasarinya. Meskipun kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan glossitis dan lidah strawberry, keduanya disebabkan oleh kondisi penyakit yang berbeda. Kondisi penyakit yang dapat menyebabkan lidah stroberi dapat mengakibatkan komplikasi serius. Seperti Penyakit Kawasaki, yang menyebabkan radang arteri di tubuh kita, dapat menyebabkan peradangan arteri jangka panjang. Atau demam scarlet dapat menyebabkan demam rematik. Penyakit ini bisa menyebabkan peradangan di jantung, otak, persendian, dan kulit kita. Dalam beberapa kasus, itu juga dapat menyebabkan penyakit ginjal dan infeksi telinga yang parah. Jika tidak ditangani dengan cepat, TSS pun dapat menyebabkan kerusakan organ, syok, dan mungkin kematian. Karena itu sahabat, jika kita mengalami gejala lidah stroberi, segera pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com, healthline.com, www.mymed.com, www.webmd.com
 16 Jun 2019    08:00 WIB
Apa Kata Lidah Anda Mengenai Keadaan Kesehatan Anda?
Lidah merupakan salah satu organ penting yang terdapat di dalam mulut yang membantu proses pencernaan makanan dan membantu anda saat berbicara. Memeriksa keadaan lidah anda secara teratur di depan kaca dapat membantu anda mendeteksi berbagai gangguan di mulut dan berbagai bagian lain dari tubuh anda sebelum keadaan menjadi berat.Pembengkakan Seperti Balon yang Berwarna Putih atau Abu-abu di Bawah LidahHal ini dapat menandakan bahwa telah terjadi penyumbatan pada kelenjar air liur anda. Hal ini diakibatkan adanya sesuatu yang menyumbat saluran kecil tersebut sehingga terjadi gangguan air liur yang menyebabkan kelenjar air liur membengkak, berisi cairan, dan nyeri.Salah satu hal yang paling sering menyebabkan terjadinya penyumbatan saluran air liur adalah batu air liur. Batu ini terdiri dari kalsium, yang mirip dengan batu pada ginjal. Segera hubungi dokter gigi anda, bila pembengkakan tidak mereda dalam waktu beberapa hari. Batu saluran air liur anda mungkin harus dikeluarkan melalui tindakan pembedahan.Sariawan atau Luka Dengan Dikelilingi Suatu Lingkaran PutihLidah yang sehat biasanya berwarna merah muda dengan permukaan yang relatif lembut, tanpa adanya benjolan atau tonjolan apapun. Jika anda melihat adanya bercak kemerahan atau putih (suatu titik yang dikelilingi oleh cincin merah) atau adanya gambaran yang berbentuk seperti pita yang berwarna putih atau adanya sariawan tidak sembuh-sembuh; maka segera hubungi dokter anda. Hal ini dapat merupakan tanda terjadinya kanker. Lidah Menebal dan Berwarna MerahBila lidah anda menebal dan berwarna merah, maka anda mungkin mengalami suatu kekurangan vitamin. Lidah merupakan salah satu tempat pertama di mana gejala kekurangan vitamin B12 terjadi. Vitamin B12 diperlukan untuk membentuk sel darah merah yang sehat, di mana kekurangannya dapat menyebabkan terjadinya anemia. Kekurangan vitamin B12 dapat membuat lidah terasa nyeri dan kadang tampak seperti daging merah (warnanya). Lidah Berwarna Hitam dan Tampak Seperti BerambutBeberapa jenis obat-obatan dapat mengganggu keseimbangan jumlah bakteri pada lidah anda, yang menyebabkan pertumbuhan papil lidah yang berlebihan, yang membuat lidah anda tampak seperti memiliki rambut. Keadaan ini biasanya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, gangguan keseimbangan bakteri ini dapat menyebabkan bau mulut dan mengganggu indra pengecap anda. Sikatlah lidah anda dengan sikat gigi dan pasta gigi sehingga keseimbangan bakteri pun dapat kembali normal.Lidah MembengkakPembengkakan pada lidah membutuhkan penanganan segera karena dapat merupakan tanda terjadinya reaksi alergi. Lidah mungkin tidak tampak terlalu membengkak, akan tetapi yang patut diwaspadai adalah pembengkakan saluran napas di bagian belakang lidah yang mendorong liedah ke depan sehingga membuat lidah tampak lebih besar. Bila tidak segera ditangani, maka pembengkakan ini dapat menutupi jalan napas anda sehingga dapat membahayakan jiwa anda. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh penanganan.Lidah Tampak Kering dan Berwarna Putih BerkilauMulut kering atau xerostomia terjadi saat mulut tidak dapat memproduksi cukup air liur yang dapat menyebabkan lidah terasa kering dan mengganggu keseimbangan bakteri, yang menyebabkan perubhaan warna dan penampilan lidah anda. Jika tidak diobati, mulut yang kering dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan gusi dan gigi karena air liur merupakan tempat penyimpanan berbagai mineral penting untuk menjaga kesehatan gigi anda serta meningkatkan resiko terjadinya infeksi mulut. Mengkonsumsi banyak air putih dan menggunakan pelembab udara pada rumah anda dapat membantu mengatasi mulut kering ini. Jika hal ini telah berlangsung lama, maka keadaan ini mungkin diakibatkan oleh obat alergi, obat hipertensi, obat asma, atau berbagai gangguan kesehatan lainnya. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai kemungkinan penggantian jenis obat.Sumber: menshealth
 09 Jan 2015    14:00 WIB
Mengapa Ada Rasa Logam Pada Mulut Anda?
Adanya rasa logam pada pengecapan Anda dapat merupakan suatu pertanda adanya kelainanpada indra pengecap Anda, yang dalam dunia kedokteran dikenal dengan nama disgeusia. Terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pengecapan tersebut seperti yang akan dibahas di bawah ini.   1.      Obat-obatan Terdapat beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya kelainan pada indra pengecap seseorang. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya kelainan indra pengecap ini adalah berbagai jenis obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, gangguan jantung dan tekanan darah, kanker, hipertiroid, radang sendi, diabetes, refluks asam lambung, glaukoma, osteoporosis, dan insomnia.   2.      Gangguan Kesehatan Mulut dan Sinus Adanya gangguan pada mulut dan gigi dapat mengubah indra pengecap Anda. Adanya plak pada gigi, radang gusi, gangguan gusi dan gigi (periodontitis), kerusakan gigi, dan adanya abses di daerah mulut juga dapat mengganggu indra pengecap, yang dapat membuat Anda merasakan adanya rasa logam pada pengecapan Anda. Selain itu, infeksi sinus dan obat-obatan atau penyakit yang menyebabkan mulut menjadi kering seperti likenplanus dan sindrom sicca serta proses penuaan juga dapat menyebabkan timbulnya rasa logam di dalam mulut.   3.      Penyakit Sistemik Banyak penyakit sistemik yang dapat menyebabkan perubahan pada indra pengecap penderitanya. Beberapa penyakit sistemik yang dimaksud adalah kanker, hiperparatiroidisme, gagal ginjal, diabetes, sindrom Sjogren, sarkoidosis, amiloidosis, defisiensi (kekurangan) vitamin B12, dan defisiensi seng.   4.      Gangguan Sistem Saraf Gangguan sistem saraf dapat menyebabkan perubahan indra pengecap. Gangguan ini mungkin berlokasi di dalam otak atau di mana saja di sepanjang saraf perifer yang mengatur indra pengecap dan indra penciuman. Karena indra pengecap dan penciuman bekerja dengan saling melengkapi, maka gangguan pada indra penciuman Anda dapat menyebabkan kelainan pada indra pengecapan Anda. Berbagai jenis tumor atau peradangan atau penyakit autoimun yang mengenai sistem saraf pusat atau sistem saraf perifer dapat menyebabkan terjadinya kelainan pada indra pengecap seseorang.   5.      Kehamilan Perubahan kadar hormonal yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada indra pengecapan pada beberapa orang wanita, terutama pada trimester pertama kehamilan.   6.      Kadar Logam Terlalu Tinggi Tingginya kadar beberapa jenis logam di dalam tubuh yang melebihi batas normal seperti tembaga dan zat besi juga dapat menyebabkan perubahan pada indra pengecap seseorang.   7.      Mengkonsumsi Makanan yang Terkontaminasi Oleh Logam Mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang terkontaminasi oleh logam tertentu, terutama daging dengan daging berwarna gelap seperti ikan tuna, mackerel, bonito, dan mahi-mahi; dapat menyebabkan perubahan sementara pada indra pengecap seseorang. Keracunan makanan jenis ini biasanya dikenal dengan nama skombroid.   8.      Alergi Reaksi alergi juga telah diketahui dapat menyebabkan timbulnya rasa logam di dalam mulut. Perubahan indra pengecapan ini dapat terjadi karena gangguan lokal pada indra pengecap dan indra penciuman (misalnya saat seseorang menderita flu) atau akibat pelepasan histamin pada saat reaksi alergi berlangsung.   9.      Menghirup Suatu Zat Merokok dapat mempengaruhi fungsi indra pengecap seseorang, yang dapat menimbulkan adanya rasa logam di dalam mulut. Selain itu, menghirup berbagai jenis zat kimia yang ada pada lingkungan dalam waktu lama juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada indra pengecap Anda. Beberapa jenis zat kimia yang dimaksud adalah benzena, hidrazin, bensin, pernis, debu karet, kromat, dan kobalt.   10.  Idiopatik Disgeusia Pada beberapa keadaan, penyebab terjadinya disgeusia ini tidak dapat ditentukan. Keadaan ini disebut dengan idiopatik disgeusia.     Sumber: livestrong