Your browser does not support JavaScript!
 25 Feb 2019    16:00 WIB
Leukemia (Gejala, Penyebab, Jenis dan Pengobatan)
Leukemia merupakan kanker yang menyerang jaringan pembentuk sel darah di dalam tubuh, yaitu sumsum tulang dan kelenjar getah bening. Leukemia atau yang lebih dikenal dengan sebutan kanker darah sendiri sebenarnya terbagi menjadi beberapa jenis. Beberapa jenis leukemia lebih sering ditemukan pada anak-anak, sedangkan bentuk lainnya lebih sering ditemukan pada orang dewasa. Leukemia biasanya berhubungan dengan sel darah putih. Sel darah putih merupakan sel darah yang berfungsi untuk melawan berbagai jenis kuman penyebab infeksi. Pada penderita leukemia, sumsum tulang akan memproduksi sel darah putih abnormal, yang tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik. Pengobatan leukemia sendiri berbeda-beda, tergantung pada jenis leukemia dan berbagai hal lain yang mempengaruhi.   Apa Saja Gejala Leukemia? Gejala leukemia dapat berbeda-beda, tergantung pada jenisnya. Akan tetapi, ada beberapa tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada semua jenis leukemia, yaitu: Demam atau menggigil Merasa amat sangat lelah dalam waktu yang lama Badan terasa lemah Sering atau pernah mengalami infeksi berat Mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas Pembesaran kelenjar getah bening Pembesaran hati Pembesaran limpa Mudah berdarah atau mudah memar Mimisan berulang Adanya bintik-bintik kecil berwarna merah keunguan pada permukaan kulit (petekie) Keringat berlebih, terutama di malam hari Nyeri tulang atau menjadi lebih sensitif terhadap nyeri   Apa Sebenarnya Penyebab Leukemia? Hingga saat ini para ahli masih tidak dapat memastikan apa sebenarnya penyebab pasti dari leukemia. Para ahli menduga leukemia terjadi akibat kombinasi antara genetika dan faktor lingkungan.   Bagaimana Leukemia Terjadi? Secara umum, leukemia diduga terjadi saat sejumlah sel-sel darah mengalami mutasi DNA. Selain itu, mungkin terjadi perubahan lain di dalam sel-sel darah yang hingga saat ini belum dimengerti oleh para ahli. Beberapa abnormalitas juga dapat menyebabkan sel bertumbuh dan membelah dengan lebih cepat, di mana sel juga akan hidup lebih lama daripada yang seharusnya. Seiring berjalannya waktu, sel-sel abnormal ini akan mengerumuni sel-sel darah yang sehat di dalam sumsum tulang, yang menyebabkan jumlah sel-sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit normal semakin berkurang, yang menyebabkan timbulnya tanda dan gejala leukemia.   Klasifikasi Leukemia Leukemia dibagi berdasarkan pada kecepatan progesivitas penyakit dan jenis sel darah yang mengalami kelainan. Klasifikasi pertama adalah berdasarkan seberapa cepat perkembangan (progresivitas) penyakit. Leukemia Akut Pada leukemia akut, sel-sel darah yang abnormal adalah sel-sel darah yang tidak matang (immature), yang biasa disebut dengan blas. Sel-sel immature ini tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan membelah diri dengan cepat, sehingga penyakit pun akan memburuk dengan cepat. Oleh karena itu, leukemia akut membutuhkan pengobatan yang cepat dan agresif. Leukemia Kronik Ada banyak jenis leukemia kronik. Salah satu jenisnya adalah karena sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel-sel darah dan jenis lainnya adalah karena sumsum tulang memproduksi terlalu sedikit sel-sel darah. Pada leukemia kronik biasanya ditemukan sel-sel darah yang telah matang. Sel-sel darah ini kemudian membelah diri atau berakumulasi dengan lebih lambat dan dapat berfungsi secara normal selama sejangka waktu. Pada tahap awal, beberapa jenis leukemia kronik tidak menunjukkan gejala apapun sehingga tidak diketahui atau tidak terdiagnosa hingga bertahun-tahun. Klasifikasi kedua dari leukemia adalah berdasarkan sel darah putih mana yang terkena. Leukemia Limfositik Leukemia jenis ini mengenai sel-sel limfosit, yang berfungsi untuk membentuk jaringan limfatik. Jaringan limfatik sendiri berfungsi untuk membentuk daya tahan tubuh. Leukemia Myelogenik Leukemia jenis ini mengenai sel-sel myeloid. Sel myeloid merupakan sel yang berfungsi untuk membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.   Jenis-jenis Leukemia Ada 4 jenis leukemia yaitu: Leukemia limfositik akut (ALL). ALL merupakan jenis leukemia yang paling sering terjadi pada anak-anak kecil, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa Leukemia myeloid akut (AML). AML merupakan jenis leukemia yang cukup sering ditemukan. AML dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. AML merupakan jenis  leukemia akut yang paling sering ditemukan pada orang dewasa Leukemia limfositik kronik (CLL). CLL merupakan jenis leukemia kronik yang paling sering ditemukan pada orang dewasa. Penderita mungkin dapat tampak sehat-sehat saja selama bertahun-tahun walaupun tanpa pengobatan Leukemia myeloid kronik (CML). CML merupakan jenis leukemia yang banyak ditemukan pada orang dewasa. Penderita dapat tidak memiliki atau hanya mengalami sedikit gejala selama beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum leukemia memasuki tahap di mana pembelahan sel kanker menjadi lebih cepat Jenis lainnya. Leukemia jenis lain merupakan jenis leukemia yang lebih langka seperti leukemia sel rambut, sindrom mielodisplastik, dan gangguan mieloproliferatif   Apa Saja Faktor Resiko Leukemia? Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya leukemia pada seseorang adalah: Pernah menjalani perawatan kanker sebelumnya. Orang yang pernah menjalani pengobatan kemoterapi dan radiasi karena kanker lain memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita beberapa jenis leukemia Kelainan genetika. Kelainan genetika tampaknya memiliki peranan penting dalam terjadinya leukemia. Kelainan genetika yang dimaksud adalah sindrom down Paparan terhadap zat kimia tertentu seperti benzene, yang terdapat pada bensin atau minyak tanah serta yang banyak digunakan pada industri kimia juga dapat meningkatkan resiko terjadinya beberapa jenis leukemia Merokok. Merokok cerutu dapat meningkatkan resiko terjadinya AML Ada anggota keluarga yang menderita leukemia. Bila ada anggota keluarga Anda yang didiagnosa menderita leukemia, maka resiko Anda pun akan meningkat Walaupun demikian, sebagian besar orang yang memiliki resiko di atas justru tidak menderita leukemia dan banyak penderita leukemia justru tidak memiliki faktor resiko di atas   Pemeriksaan yang Dilakukan Untuk Mendiagnosa Leukemia Dokter dapat secara tidak sengaja menemukan leukemia kronik saat melakukan pemeriksaan darah rutin, sebelum penderita mengalami gejala apapun. Jika hal ini terjadi atau Anda mulai mengalami gejala leukemia, maka dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa pemeriksaan lain seperti di bawah ini. Pemeriksaan Fisik Dokter Anda mungkin akan mencari adanya tanda-tanda leukemia lain seperti kulit pucat karena anemia, pembesaran kelenjar getah bening, pembesaran hati, dan pembesaran limpa. Pemeriksaan Darah Melalui pemeriksaan darah rutin, dokter dapat mengetahui apakah Anda memiliki kadar sel darah putih dan trombosit yang abnormal, yang menunjukkan kemungkinan leukemia. Pemeriksaan Sumsum Tulang Dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan sumsum tulang dari tulang panggul dengan menggunakan jarum panjang (biopsi). Dengan demikian, dokter dapat mengetahui apakah benar ada sel leukemia pada sumsum tulang Anda dan apa jenisnya, sehingga pengobatan pun dapat disesuaikan. Selain itu, Anda mungkin akan diminta untuk melakukan beberapa pemeriksaan lainnya untuk menentukan jenis dan keparahan leukemia Anda.   Baca juga: Benarkah Makan Sehat Bisa Cegah Kanker???   Pengobatan Apa Saja yang Dapat Dilakukan? Pengobatan leukemia tergantung pada banyak hal; termasuk usia dan keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan, jenis leukemia yang Anda derita, dan apakah sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya atau belum. Pengobatan leukemia yang biasa dilakukan adalah seperti di bawah ini. Kemoterapi Kemoterapi merupakan pilihan pengobatan utama bagi leukemia. Tergantung pada jenis leukemia yang Anda derita, Anda mungkin akan memperoleh pengobatan tunggal atau kombinasi. Obat kemoterapi dapat berupa pil atau disuntikkan ke dalam pembuluh darah Terapi Biologis Terapi biologis bekerja dengan cara membuat sistem daya tahan tubuh Anda mengenali sel kanker dan menyerangnya Terapi Target Terapi target menggunakan obat-obatan yang akan menyerang kelemahan sel-sel kanker Terapi Radiasi Terapi radiasi bekerja dengan cara menggunakan sinar X-ray atau sinar energi tinggi lainnya untuk menghancurkan sel-sel leukemia dan menghentikan pertumbuhannya. Selama terapi berlangsung, Anda akan diminta untuk berbaring pada sebuah meja di mana sebuah mesin besar akan berputar mengelilingi Anda, mengarahkan radiasi pada titik tertentu pada tubuh Anda. Anda mungkin akan menerima radiasi pada suatu area spesifik pada tubuh Anda di mana sel kanker berkumpul atau pada seluruh tubuh Anda. Terapi radiasi dapat digunakan untuk mempersiapkan proses transplantasi sel stem. Transplantasi Sel Stem Transplantasi sel stem merupakan suatu prosedur yang bertujuan untuk mengganti sumsum tulang yang "sakit" dengan sumsum tulang yang sehat. Sebelum proses transplantasi dimulai, Anda akan diberikan kemoterapi atau terapi radiasi dosis tinggi untuk menghancurkan sumsum tulang yang "sakit". Setelah itu, Anda akan diberikan sel stem pembentuk darah untuk membantu "membangun ulang" sumsum tulang Anda. Anda dapat memperoleh sel stem dari seorang donor atau dari diri Anda sendiri. Transplantasi sel stem hampir mirip dengan transplantasi sumsum tulang.   Kapan Hubungi Dokter? Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter jika Anda mengalami gejala menetap yang membuat Anda khawatir. Karena gejala awal leukemia seringkali tidak jelas dan tidak spesifik, maka Anda mungkin tidak menduga bahwa Anda sebenarnya menderita leukemia karena gejala leukemia seringkali menyerupai gejala flu atau penyakit biasa lainnya. Sangat jarang, leukemia dapat diketahui secara tidak sengaja saat Anda melakukan pemeriksaan darah untuk penyakit lainnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: mayoclinic
 09 Feb 2019    16:00 WIB
Saat Kondisi Apa Sel Darah Putih Meningkat Dan Menurun ?
Sel darah putih memiliki peran penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Setiap kali bakteri penyebab penyakit, benda asing atau virus memasuki aliran darah Anda, leukosit atau sel darah putih mengenali dan menghancurkan mereka sebelum partikel asing tersebut memasuki tubuh masuk, berkembang biak di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit. Tes darah yang digunakan untuk mengukur jumlah sel darah putih atau leukosit berada dalam darah yang dikenal sebagai hitung jenis sel darah putih Berapa nilai normal hitung jenis sel darah putih? Hitung jenis sel darah putih normal di antara 4.300 dan 10.800 sel per milimeter kubik. Kadar leukosit yang berlebih dari nilai normal disebut Leukositosis, bila kadar leukosit kurang dari nilai normal disebut Leukopenia. (Nilai normal setiap laboratorium terkadang berbeda). Kadar sel darah putih meningkat pada saat: Anemia Penyakit infeksi Tumor sumsum tulang Penyakit inflamasi seperti alergi dan reumatoid artritis (radang sendi karena gangguan sistem imun) Leukemia (kanker sel darah putih) Kerusakan jaringan, misalnya yang terjadi pada luka bakar Stres berat, baik emosional atau fisik Seseorang yang melakukan pengangkatan limpa Kadar sel darah putih menurun pada saat: Penyakit limpa atau hati Penyakit pembuluh darah kolagen seperti SLE (lupus eritematosus sistemik) Gangguan atau kegagalan sumsum tulang misalnya akibat dari infeksi Terapi radiasi atau terkena paparan radiasi Baca juga: Terapi Magnet Membantu Mengatasi Bekuan Darah Lebih Cepat, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newhealthguide
 22 Sep 2018    16:00 WIB
Kenali Gejala dan Penyebab Sindrom Down Pada Anak
Sindrom down disebabkan oleh kelainan pembelahan sel pada saat perkembangan awal embrio. Pada keadaan normal, seorang anak memiliki 46 kromosom, 23 kromosom dari setiap orang tua. Setiap kromosom ini membawa DNA yaitu gen yang mempengaruhi bagaimana otak dan tubuh berkembang dan berfungsi. Janin dengan sindrom down memiliki satu kromosom ekstra. Hal ini menyebabkan perubahan pada perkembangan otak dan tubuh. Jenis sindrom down yang terjadi tergantung pada berapa banyak sel yang memiliki kromosom ekstra ini. Para ahli menduga bahwa perubahan sel ini sudah mulai terjadi pada sel telur sebelum atau saat pembuahan. Selain itu, gangguan pada sperma saat pembuahan juga dapat menyebabkan terjadinya sindrom down walaupun kasus ini jarang. Penyebab pembelahan sel yang abnormal ini masih tidak diketahui. Salah satu jenis sindrom down, yaitu jenis translokasi dapat diturunkan dalam keluarga. Berkonsultasilah dengan dokter anda bila anda ingin atau sedang hamil dan anda atau pasangan anda memiliki keluarga yang menderita sindrom down.   Gejala Anak dengan sindrom down biasanya langsung terdiagnosa saat lahir karena ciri khusus yang ditemukan pada keadaan ini. Seberapa banyak gejala yang ditemukan berbeda-beda pada tiap anak. Untuk memastikan diagnosa sindrom down diperlukan pemeriksaan genetika. Beberapa gejala yang sering ditemukan pada sindrom down adalah: Lemahnya tonus otot yang membuat bayi terlihat lemas Bentuk wajah yang datar dengan hidung kecil Mata sipit yang bagian ujung luar mata meruncing ke atas Adanya benjolan kecil pada bagian ujung dalam mata Bentuk telinga yang kecil dan abnormal Hanya memiliki satu garis tangan Hiperfleksibilitas, di mana bayi memiliki kelenturan sendi yang berlebihan Jari tangan ke 5 (kelingking) hanya memiliki dua buku jari Jarak yang lebih lebar daripada biasanya di antara jempol ibu jari kaki dengan telunjuk Lidah yang besar dan cenderung menjulur ke luar   Gangguan Kesehatan Lainnya Pada Anak Dengan Sindrom Down Kelainan Jantung Sebagian anak dengan sindrom down juga mengalami kelainan jantung, bahkan dapat sangat berat dan menyebabkan gagal jantung segera setelah lahir. Akan tetapi, tidak semua anak dengan sindrom down yang memiliki kelainan jantung langsung mengalami gejala seperti di atas, oleh karena itu diperlukan pemeriksaan ekokardiogram pada beberapa bulan pertama kehidupan anak untuk memeriksa ada tidaknya gangguan jantung pada anak. Gangguan Keseimbangan Hormonal Anak dengan sindrom down memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan keseimbangan hormonal. Sekitar 10% bayi dan 50% orang dewasa dengan sindrom down mengalami penyakit tiroid, seperti hipotiroidisme (rendahnya kadar hormon tiroid). Hipotiroidisme dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan. Gangguan Penglihatan dan Pendengaran Lebih dari setengah anak dengan sindrom down mengalami gangguan penglihatan seperti mata juling, rabun dekat, rabun jauh, atau katarak. Berbagai gangguan mata ini dapat diatasi dengan penggunaan kacamata dan tindakan pembedahan. Gangguan pendengaran juga biasa terjadi pada anak dengan sindrom down. Oleh karena itu, anak dengan sindrom down harus melakukan pemeriksaan penglihatan dan pendengaran secara teratur untuk diagnosa dini dan penanganan secepatnya sebelum mengganggu kemampuan berbahasa pada anak. Leukemia Penderita sindrom down memiliki resiko 15-20 kali lebih tinggi untuk menderita leukemia, yang biasanya dimulai pada usia 3 tahun dan memiliki kemungkinan besar untuk disembuhkan. Leukemia sementara juga sering dialami oleh bayi baru lahir dan dapat menghilang dengan sendirinya dalam 2-3 bulan pertama kehidupan. Kelainan Sistem Pencernaan Sekitar 10-12% bayi dengan sindrom down juga mengalami kelainan sistem pencernaan yang membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. Alzheimer Sekitar 25% orang dewasa yang berusia lebih dari 35 tahun dengan sindrom down akan menunjukkan gejala penyakit Alzheimer. Pada populasi umum, Alzheimer biasa mengenai orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun.   Apakah Anak Anda Menderita Sindrom Down ? Untuk memastikan diagnosa sindrom down diperlukan pemeriksaan genetik, walaupun bayi telah menunjukkan ciri khusus keadaan ini. Selain itu, terdapat pemeriksaan untuk mengetahui apakah bayi anda menderita sindrom down atau tidak saat kehamilan berlangsung, hubungi dokter anda untuk memperoleh informasi tentang pemeriksaan ini. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan saat kehamilan mencapai usia 15 dan 20 minggu. Perlu diingat bahwa pemeriksaan ini dapat memberikan hasil positif palsu (hasil pemeriksaan positif untuk sindrom down walaupun sebenarnya tidak) maupun negatif palsu (hasil pemeriksaan negative untuk sindrom down walaupun sebenarnya positif).   Pengobatan Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan sindrom down. Setiap anak yang menderita sindrom down mengalami retardasi mental yang bervariasi dari ringan hingga sedang. Seperti bayi pada umumnya, bayi dengan sindrom down akan belajar mengenai keterampilan dasar, seperti duduk, berjalan, dan mandi walaupun dalam waktu yang lebih lambat. Terapi intervensi dini seperti terapi fisik yang dimulai segera setelah lahir dapat membantu menguatkan otot tubuh bagi perkembangan keterampilan dasar ini. Anak dengan sindrom down dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata dan pendengaran secara rutin, pemeriksaan fungsi tiroid, dan mendapatkan imunisasi dasar seperti anak lainnya.   Pencegahan Tidak ada hal yang dapat mencegah terjadinya sindrom down. Beberapa penelitian menduga bahwa wanita yang memiliki anak dengan sindrom down memiliki kelainan di mana asam folat dimetabolisme sehingga tidak terdapat cukup asam folat bagi perkembangan bayi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen asam folat sebelum dan selama kehamilan setidaknya sebanyak 400 mcg setiap harinya.   Baca juga: Komplikasi Sindrom Down    Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: webmd  
 12 Mar 2018    12:30 WIB
Apa Perbedaan Antara Berbagai Jenis Leukemia?
Kanker terjadi saat sel-sel di suatu bagian tubuh mulai tumbuh secara tak terkendali dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Karena hampir semua sel tubuh dapat berubah menjadi kanker, maka ada banyak sekali jenis kanker. Leukemia merupakan kanker yang dimulai di dalam sel-sel yang pada keadaan normal berfungsi untuk membentuk berbagai macam sel-sel darah. Leukemia sendiri memiliki banyak jenis, leukemia mieloid akut merupakan salah satunya. Akut berarti bahwa bahwa leukemia akan berkembang dengan cepat bila tidak segera diobati dan dapat berakibat fatal hanya dalam beberapa bulan. Mieloid merupakan jenis sel darah yang mulai berubah menjadi kanker. Leukemia mieloid akut berawal di dalam sumsum tulang, di mana semua sel darah baru dibentuk, yang pada sebagian besar kasus akan menyebar ke dalam aliran darah dengan cepat. Sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti kelenjar getah bening, hati, limpa, sistem saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang), dan buah zakar.   Baca juga: Apa Itu Leukemia?   Perbedaaan Leukemia Akut dan Leukemia Kronik Pada leukemia akut, sel yang berubah menjadi kanker merupakan sel darah yang belum matang (immature), yang disebut dengan blast. Leukemia jenis ini biasanya akan berkembang dengan cepat karena sel blast juga dapat membelah dengan cepat pada keadaan normal. Dan karena sel kanker tidak pernah berhenti membelah, hal inilah yang membuat leukemia akut dapat berkembang dengan lebih cepat daripada leukemia kronik. Tanpa pengobatan, sebagian besar penderita leukemia akut hanya dapat hidup selama beberapa bulan. Beberapa jenis leukemia akut dapat merespon pengobatan dengan baik dan banyak penderita yang dapat sembuh. Pada leukemia kronik, sel yang berubah menjadi kanker merupakan sel darah yang lebih matang, tetapi tidak sepenuhnya normal. Akibatnya, sel-sel ini tidak dapat melawan infeksi dengan baik seperti sel darah putih yang seharusnya. Selain itu, sel darah abnormal ini juga dapat hidup lebih lama, menumpuk, dan akhirnya berjumlah lebih banyak daripada sel darah putih yang normal. Leukemia kronik cenderung berkembang dengan lebih lambat dan sebagian besar penderita dapat hidup selama beberapa tahun setelah didiagnosa. Akan tetapi, secara keseluruhan leukemia kronik lebih sulit diobati daripada leukemia akut.   Perbedaan Leukemia Mieloid Dengan Leukemia Limfositik Leukemia mieloid berasal dari sel mieloid yang belum matang, yaitu sel darah putih (selain limfosit), sel darah merah, atau megakariosit (sel pembentuk trombosit). Leukemia limfositik berasal dari sel limfosit yang belum matang. Limfoma (kanker kelenjar getah bening) sebenarnya juga berasal dari limfosit, tetapi bukan dari limfosit yang terletak di dalam sumsum tulang belakang, namun yang berasal dari kelenjar getah bening atau organ lain.   Jenis Leukemia Berdasarkan berbagai perbedaan di atas, sebenarnya ada 4 jenis leukemia, yaitu: Leukemia mieloid akut Leukemia mieloid kronik Leukemia limfositik akut Leukemia limfositik kronik   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cancer
 17 Apr 2015    20:00 WIB
Gadis Kecil Penderita Leukemia yang Mengatur Pemakamannya Sendiri
Yu Yuan, itulah nama gadis kecil berhati malaikat. Gadis kecil yang berasal dari China ini bukanlah gadis kecil pada umumnya, gadis kecil ini menderita suatu penyakit yang mematikan yaitu leukemia ganas. Gadis cantik dengan hati yang lugu dan polos ini hanya sempat hidup di dunia ini selama 8 tahun, namun selama hidupnya ia selalu membantu orang-orang disekitarnya.   Yu yuan tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya, sejak lahir gadis kecil itu hidup bersama seorang ayah yang mengadopsinya. Karena ayah angkatnya merupakan seorang lelaki miskin, Sejak umur lima tahun, Yu Yuan sudah membantunya mengerjakan pekerjaan rumah, mulai dari memasak nasi, mencuci baju hingga memotong rumput. Ia sadar bahwa ia berbeda dengan anak-anak yang lainnya. Jika anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, ia hanya memiliki seorang ayah. Untuk itu ia bertekad menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat ayahnya bersedih.   Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Ketika mencuci muka ia menyadari bahwa wajahya sudah berlumuran darah. Tidak ada cara untuk menghentikan pendarahan tersebut, sehingga dengan terpaksa ayahnya membawa Yu Yuan ke puskesmas terdekat untuk diberikan perawatan. Di puskesmas Yu Yuan diberikan suntikan, namun nyatanya suntikan tersebut tidak membuat keadaannya membaik. Bekas suntikan tersebut malah mengeluarkan darah yang sama banyaknya dengan dihidungnya. Dokter yang berada di puskesmas menyarankan kepada ayahnya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit.   Sesampainya dirumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena begitu banyaknya antrian. Dengan terpaksa mereka harus menunggu sampai antrian habis. Yu yuan hanya bisa duduk menunggu sambil menutupi hidungnya. Darah  yang keluar dari hidungnya tersebut terus mengalir dan berceceran dilantai. Melihat keadaannya, ayah Yu Yuan segera mengambilkan sebuah baskom. Namun, tidak sampai sepuluh menit baskom tersebut telah dipenuhi oleh darah.   Pada saat itu ada salah satu dokter yang melihat keadaan Yu Yuan, dengan segera memeriksanya. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan menderita penyakit leukemia ganas. Untuk mengobati penyakit tersebut dibutukan biaya yang tidak sedikit yaitu sebanyak 300.000 $.. Baca Juga: Donorkan Organnya, Liu Jingyao Selamatkan Lima Nyawa   Berbagai cara kemudian dilakukan oleh ayahnya, mulai dari meminjam uang kesana kemari hingga menjual rumahnya. Namun, karena keadaan rumah yang tidak layak, tidak ada satupun orang berminat untuk membeli rumahnya.   Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan ayahnya. Dengan ketegaran hati Yu Yuan kemudian berbicara kepada ayahnya "Ayah aku ingin mati". Dengan pandangan yang kaget ayahnya berkata " kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati?". "Aku hanyalah anak pungut, semua orang mengatakan bahwa nyawaku tidak berharga, biarlah aku keluar dari rumah sakit ini".   Kemudian pada tanggal 18 Juni, Yu Yuan mewakili ayahnya yang tidak mengenal huruf untuk mendatangi surat pelepasan perawatan. Gadis yang berumur 8 tahun ini kemudian mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri.   Setelah pulang ke rumah, Yu Yuan yang sebelumnya tidak pernah memiliki permintaan, pada hari itu memiliki dua permintaan. Ia menginginkan untuk memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan kemudian berkata " Setelah aku mati, jika ayah merindukan aku ayah bisa melihat foto ini".   Pada suatu hari ada seorang wartawan bernama Chuan Yuan yang datang ke rumah sakit dan mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit yang sebelumnya pernah merawat Yu Yuan. Kemudian Chuan Yuan menuliskan sebuah berita disurat kabar yang menceritakan kisah hidup dan penyakit Yu Yuan. Berita tentang anak gadis berumur 8 tahun yang mengatur pemakamannya sendiri ini kemudian menyebar ke seantero negeri. Banyak orang yang tergugah dan kemudian berniat membantu gadis kecil ini. Tanpa waktu yang lama kemudian terkumpul uang sebanyak 560.00 dolar dan biaya operasipun telah tercukupi.   Setelah mengalami berbagai operasi, 26 Agustus akhirnya Yu Yuan dimakamkan. Pada batu nisan Yu Yuan terdapat selembar foto cantik yang sedang tertawa. Kemudian diatas nisannya tersebut dituliskan kata-kata yang pernah ia ucapkan yaitu "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".   Sumber: BBC