Your browser does not support JavaScript!
 30 Oct 2018    08:00 WIB
Ternyata Ada 6 Penyebab Lemak Perut Tidak Berkurang
1.  Kekurangan MagnesiumTubuh anda memerlukan magnesium untuk membantu kerja berbagai organ, termasuk untuk menjaga kestabilan irama jantung dan mengatur kadar gula darah. Selain itu, magnesium juga dapat membantu proses penurunan berat badan dan bentuk tubuh anda. Sebuah penelitian di tahun 2013 menemukan bahwa semakin tinggi konsumsi magnesium maka semakin rendah kadar gula darah puasa dan insulin. Sebuah penelitian lainnya di Inggris menemukan bahwa suplemen magnesium mungkin bermanfaat untuk mengurangi retensi cairan di dalam tubuh selama menstruasi.Konsumsilah makanan kaya magnesium lebih banyak. Makanan tersebut adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Konsumsi magnesium harian yang direkomendasikan bagi wanita berusia kurang dari 30 tahun adalah 310 mg dan 320 mg bagi wanita berusia 30 tahun atau lebih.2.  Berolahraga Dengan Cara yang SalahBanyak orang memilih olahraga kardio seperti jogging saat berusaha menurunkan berat badannya. Setelah berlari (treadmill) selama 45 menit pada kecepatan yang sama, anda mungkin akan membakar sejumlah kalori, akan tetapi metabolisme anda akan segera menyesuaikan diri dan tidak ada kalori yang terbakar lagi setelah anda turun dari treadmill.Olahraga yang lebih baik dan lebih efektif untuk membakar lemak di perut adalah angkat beban. Olahraga angkat beban menyebabkan robekan mikro pada otot anda yang membutuhkan lebih banyak energi (berarti anda membakar lebih banyak kalori) pada saat proses penyembuhan, yang dapat berlangsung hingga 2 hari setelah olahraga dilakukan.Para peneliti menemukan bahwa olahraga yang paling efektif untuk membakar lemak adalah olahraga dengan intensitas tinggi dan berinterval (high intensity interval training/HIIT) yang dapat meningkatkan denyut jantung anda dan melatih otot anda. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang melakukan olahraga dengan intensitas berat dapat mengalami penurunan lemak perut hingga 20%.Anda dapat melakukan HIIT melalui berbagai jenis olahraga termasuk olahraga kardio seperti berenang, bersepeda, atau dayung, atau latihan angkat beban atau mengikuti kelas-kelas angkat beban.3.  Kurang TidurSebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang tidur kurang dari 5 jam atau hanya beberapa jam setiap malamnya memiliki resiko peningkatan berat badan yang lebih tinggi daripada wanita yang memiliki waktu tidur cukup (hingga 32%).Penelitian lainnya menemukan bahwa saat seorang wanita hanya tidur selama 4 jam pada malam hari, maka mereka akan mengkonsumsi 300 kalori lebih banyak setiap harinya, terutama yang berasal dari makanan berlemak. Hal ini mungkin dikarenakan oleh kurang tidur menyebabkan peningkatan kadar hormon ghrelin yang meningkatkan nafsu makan.Tidurlah setidaknya 7-9 jam setiap malamnya. Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, maka terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu:•    Matikan televisi di kamar tidur anda•    Atur suhu ruangan anda senyaman mungkin•    Hindari mengkonsumsi kafein setelah makan siang•    Tidurlah dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan saat akhir minggu4.  Sering Mengkonsumsi Minuman BersodaMinuman soda yang mengandung banyak gula merupakan sumber kalori yang cukup tinggi dan juga salah satu perusak diet. Minuman soda tanpa kalori pun tetap dapat meningkatkan lingkar perut anda. Sebuah penelitian di tahun 2012 menemukan bahwa minuman bersoda berhubungan dengan peningkatkan lingkar perut dan lemak perut. Sementara itu, diet soda berhubungan dengan peningkatan lingkar perut, indeks massa tubuh, dan persentase lemak total. Hal ini mungkin diakibatkan oleh pemanis buatan yang terdapat di dalam diet soda yang tidak memberikan energi seperti yang diharapkan oleh tubuh anda (karena diet soda tidak mengandung kalori) dan membuat anda merasa lapar sehingga akhirnya membuat anda mengkonsumsi kalori tambahan.Untuk mengatasinya, berhentilah mengkonsumsi minuman bersoda dan gantilah dengan air putih atau teh pahit. Jika anda bosan mengkonsumsi air putih biasa, tambahkan potongan buah untuk memberi rasa pada air anda. Kopi juga dapat menggantikan minuman soda selama tidak mengandung komponen tambahan yang tinggi kalori.5.  Diet Tinggi GaramMengkonsumsi makanan asin atau mengandung banyak garam dapat membuat air di dalam darah anda berpindah ke kulit anda dan membuat anda terlihat gemuk atau membengkak. Konsumsi garam harian yang direkomendasikan adalah sekitar 2.300 mg.Beberapa makanan yang mengandung garam adalah makanan kalengan, daging olahan, dan beberapa jenis keju.Kurangi jumlah garam yang anda gunakan pada makanan anda. Tambahkanlah berbagai bumbu dan rempah-rempah lainnya untuk membuat makanan anda terasa lebih lezat dan tetap sehat. 6.  Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman BeralkoholBeberapa penelitian menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan nafsu makan, bahkan beberapa jenis minuman beralkohol memang berhubungan dengan peningkatan lemak perut. Sebuah penelitian di Denmark menunjukkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi bir berhubungan dengan peningkatan lemak perut.Anda tetap dapat mengkonsumsi anggur atau minuman beralkohol lainnya saat makan (dalam jumlah sedang atau sedikit), tetapi hindari soda dan gula yang mungkin terdapat di dalamnya. Sumber: shape
 10 May 2018    13:00 WIB
Lemak Menumpuk Pada Perut? Cari Tahu Apa Bahayanya!
Tahukah Anda bahwa orang dengan berat badan normal ternyata memiliki resiko kematian yang lebih tinggi daripada orang yang mengalami obesitas? Hal ini dapat terjadi bila mereka memiliki perut yang besar.   Banyak orang tentunya sudah mengetahui bahwa obesitas sentral (lemak terutama menumpuk pada daerah perut) dapat berbahaya, akan tetapi para peneliti pada penelitian ini menemukan bahwa distribusi lemak di dalam tubuh juga sangat penting, bahkan pada orang yang memiliki berat badan normal.   Orang dengan berat badan normal yang memiliki perut buncit (karena lemak menumpuk pada bagian perut) memiliki resiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang dianggap mengalami obesitas berdasarkan penghitungan indeks massa tubuh. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 12.875 orang yang berusia 18 tahun atau lebih di Amerika.   Beberapa hal yang diukur dalam penelitian ini adalah tinggi badan, berat badan, lingkar perut, lingkar pinggul, status sosial ekonomi, hasil pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan laboratorium para peserta penelitian.   Para peneliti kemudian membagi para peserta penelitian menjadi 3 kelompok berdasarkan BMI (indeks massa tubuh), yaitu normal, berat badan berlebih, dan obesitas. Selain itu, peneliti juga membagi peserta penelitian menjadi 2 kelompok berdasarkan pada perbandingan antara lingkar perut dan lingkar panggul pada pria dan wanita.   Para peserta penelitian rata-rata berusia 44 tahun, di mana sekitar 47.4% nya adalah seorang pria. Para peneliti melakukan pengamatan selama sekitar 14 tahun dan menemukan bahwa 2.562 orang di antara para peserta penelitian telah meninggal, di mana 1.138 kematian yang terjadi berhubungan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.   Para peserta penelitian yang memiliki indeks massa tubuh normal tetapi mengalami obesitas sentral memiliki resiko kematian tertinggi, baik yang disebabkan oleh gangguan jantung dan pembuluh darah maupun oleh berbagai penyebab lainnya.   Resiko terjadinya kematian akibat gangguan jantung dan pembuluh darah pada peserta penelitian yang mengalami obesitas sentral 2.75 kali lebih tinggi dibandingkan dengan para peserta penelitian lainnya yang memiliki indeks massa tubuh normal dan tidak mengalami obesitas sentral.   Selain itu, resiko terjadinya kematian akibat berbagai penyebab juga lebih tinggi pada peserta penelitian yang mengalami obesitas sentral, yaitu 2.08 lebih tinggi dibandingkan peserta lainnya yang memiliki indeks massa tubuh normal dan tidak mengalami obesitas sentral.     Sumber: healthmeup
 07 Apr 2018    16:00 WIB
5 Alasan Sulit Hilangkan Lemak di Area Perut
Memiliki berat badan yang ideal adalah impian semua orang. Banyak orang yang bermasalah dengan berat badan. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Terutama untuk menghilangkan lemak di area perut. Tidak peduli seberapa keras usah Anda untuk menghilangkan lemak di perut Anda, lemak tersebut tidak pernah bergeming. Tapi jangan menyerah dahulu.   Mungkin ada beberapa alasan mengapa lemak di perut Anda tak kunjung hilang, seperti: Usia bisa menjadi alasan Seiring pertambahan usia, akan terjadi perubahan  pada tubuh  dan  Human Growth Hormone (HGH) mulai turun. HGH adalah hormon penting yang membantu metabolisme lemak dan  membangun otot. Oleh karena itu penurunan berat badan jauh lebih sulit ketika seseorang semakin tua. Anda melakukan latihan yang salah  Banyak orang melakukan  latihan kardio dalam sebagian besar sesi latihan mereka. Melakukan latihan  kardio seperti treadmill dan berjalan hampir tidak berpengaruh terhadap ukuran pinggang Anda. Sebaliknya, apabila melakukan latihan kardio dan latihan beban yang seimbang, hal ini berguna untuk mengurangi lemak di perut. Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana dan mengapa tidur mempengaruhi berat badan Anda? Namun dalam kenyataannya, tidur mempengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan. Apabila Anda tidak tidur yang cukup, hal ini secara langsung dapat mempengaruhi metabolisme Anda. Sehingga akan menyebabkan tubuh Anda membakar lebih sedikit lemak dan meningkatkan nafsu untuk memakan makanan. Pastikan bahwa Anda tidur setidaknya 8 jam setiap malam untuk membantu tubuh Anda dapat berfungsi normal kembali. Kelola stress Anda Stress menyebabkan tubuh Anda memproduksi kortisol (hormon stress). Hormon ini dikenal dapat menguras otot dan membuat tubuh Anda lebih mudah menyimpan lemak di area perut. Hal ini juga dapat memperbesar sel-sel lemak Anda sehingga membuat mereka menyimpan lebih banyak lemak. Oleh karena itu, mengelola stress merupakan faktor penting ketika mencoba untuk menghilangan lemak perut atau berat pada umumnya. Anda makan makanan yang salah Tubuh akan bereaksi secara berbeda terhadap makanan yang berbeda. Makan terlalu banyak makanan olahan dan makanan cepat saji akan menimbulkan masalah untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan. Mengkonsumsi terlalu banyak lemak juga akan membuat Anda sulit menghilangkan lemak di perut Anda.      Sumber: healthmeup
 04 Sep 2015    09:00 WIB
Mau Perut Sixpack Tanpa Pergi ke Gym? Ini Caranya!
Sudah sukses membuat perut Anda tampak rata? Apalagi langkah selanjutnya sekarang? Ternyata tidak hanya pria yang dapat membuat perutnya menjadi sixpack, Anda juga bisa. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa cara praktis untuk membentuk perut menjadi sixpack tanpa harus pergi ke gym.   BICYCLE CRUNCH Untuk melakukan bicycle crunch, Anda harus berbaring di lantai dengan tubuh lurus menempel pada lantai, di mana kedua tangan ditempatkan di samping kepala, kemudian angkatlah kedua kaki sedikit ke atas, tekuk kaki kiri dan kanan secara bergantian seperti saat Anda akan mengayuh sepeda, lalu angkat kepala dan tubuh bagian atas dan arahkan siku kanan ke lutut kiri secara bergantian.   Baca Juga: 8 Olahraga Untuk Menguatkan Tulang   HIP EXTENTION Untuk melakukan hip extention, berbaringlah terlentang, kemudian tumpukan kedua kaki pada swiss ball dengan kedua tangan rileks di samping tubuh, lalu angkatlah kedua kaki secara bergantian ke atas, Ulangi hal ini sebanyak 10 kali untuk masing-masing kaki.   MOUNTAIN CLIMBER Mountain climber adalah latihan full body workout dengan melibatkan sebagian besar otot-otot tubuh dan dapat membakar lebih banyak kalori dalam waktu singkat. Caranya adalah posisikan tubuh seperti gerakan push up, dengan tangan bertumpu pada lantai dan kaki kanan ditekuk ke depan, Tukar posisi kaki kiri dan kanan dengan cepat sehingga kaki kanan lurus ke belakang dan kaki kiri ditekuk ke arah tubuh. Terus ulangi gerakan ini beberapa kali, setidaknya hingga 10 kali.   HIP RAISE Pada hip raise, berbaringlah terlentang dengan kedua tangan terbuka di samping tubuh, kemudian tekuklah lutut Anda ke arah atas, kemudian angkat pinggul Anda ke atas, tahan posisi ini selama beberapa saat, kemudian kembalilah ke posisi semula. Yang terpenting dari berbagai jenis latihan ini adalah Anda harus melakukannya secara teratur dan menjaga pola makan serta asupan protein Anda sehingga latihan ini pun sukses membentuk otot perut Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: bodyandhealth
 16 Feb 2015    09:00 WIB
Makanan Sehat yang Membuat Perut Anda Membuncit
Tahukah Anda bahwa roti gandum ternyata tidak sesehat yang Anda bayangkan. Dua potong roti gandum ternyata juga dapat meningkatkan kadar gula darah Anda, bahkan lebih tinggi daripada 2 sendok teh gula pasir karena memiliki indeks glikemik yang tinggi. Jika Anda masih muda dan tidak menderita diabetes, maka Anda mungkin tidak akan terlalu memusingkan berapa kadar gula darah Anda. Akan tetapi, bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka Anda mungkin juga perlu memperhatikan berapa kadar gula darah Anda. Kadar gula darah yang tinggi, dapat memicu terjadinya peningkatan kadar hormon insulin, yang dapat menyebabkan terkumpulnya lemak di bagian perut. Selain itu, menurut seorang ahli jantung, mengkonsumsi gandum ternyata tidak hanya dapat memicu produksi insulin penyebab tersimpannya lemak di daerah perut, tetapi juga dapat menstimulasi atau meningkatkan nafsu makan Anda. Selain dapat membantu menurunkan berat badan, diet bebas gandum juga dapat mengurangi proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh dan mencegah terjadinya sinyal peradangan abnormal di dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Beberapa penyakit lain yang dapat dipicu akibat adanya lemak di daerah perut atau lemak di organ dalam adalah demensia (pikun), artritis reumatoid, dan kanker usus besar. Mengurangi konsumsi gandum juga dapat membantu memperbaiki gejala refluks asam lambung dan irritable bowel syndrome (IBS).   Sumber: womenshealthmag
 28 Jan 2015    08:00 WIB
3 Cara Menghilangkan Lemak Perut Selamanya!
•    Saat MakanPerhatikanlah berapa banyak makanan yang Anda makan dan bagaimana frekuensi buang air besar Anda. Membesarnya perut Anda mungkin bukan disebabkan oleh lemak tetapi oleh udara yang terjebak di dalam saluran pencernaan Anda.Saat seseorang tidak mengkonsumsi cukup serat, yaitu sekitar 25-30 gram setiap harinya, maka sembelit akan membuat perut Anda menjadi kembung dan membesar. Akan tetapi, terlalu banyak mengkonsumsi serat atau banyak mengkonsumsi makanan yang menghasilkan gas seperti brokoli, apel, atau kacang juga dapat membuat perut Anda membesar sedikit.Blueberi merupakan salah satu jenis makanan yang telah terbukti dapat membantu menghilangkan lemak perut. Anda dapat mengkonsumsinya secara langsung atau mengolahnya menjadi minuman atau makanan kesukaan Anda.    •    Saat Berolahraga KardioBerbagai penelitian termasuk latihan kardio telah terbukti dapat membantu menghilangkan lemak perut. Jika saat ini Anda hanya melakukan olahraga kardio dengan intensitas sedang, maka tambahkanlah 10-60 detik olahraga kardio dengan intensitas berat.    •    Saat Berolahraga Angkat BebanMelakukan olahraga sit up dapat membantu mengencangkan otot perut Anda, akan tetapi hanya otot perut saja. Oleh karena itu, variasikanlah olahraga Anda dengan bantuan bola atau alat. Gunakanlah berbagai jenis alat saat Anda berolahraga angkat beban dan jangan hanya 1 jenis alat saja.Sumber: womenshealthmag
 01 Oct 2014    11:00 WIB
Hubungan Antara Penumpukkan Lemak Pada Perut dan Berbagai Gangguan Kesehatan
Hubungan Antara Penumpukkan Lemak Pada Perut (Lemak Visceral) Dengan Penyakit Jantung Lemak visceral merupakan jenis lemak yang menyebabkan terjadinya peradangan di dalam tubuh, yang ternyata juga berhubungan dengan terjadinya penyakit jantung. Gaya hidup aktif dan diet sehat dapat membantu menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung.   Hubungan Antara Lemak Visceral Dengan Kanker Karena lemak visceral menyebabkan terjadinya berbagai proses peradangan di dalam tubuh, maka lemak ini pun berhubungan dengan terjadinya kanker, terutama kanker usus besar.  Lemak visceral mengandung suatu sel imunitas, yaitu mikrofag, yang memproduksi suatu hormon, yaitu hormon sitokin, yang dapat menyebabkan terjadinya kanker. Hormon ini dapat meningkatkan stress oksidatif dan produksi radikal bebas serta dapat mengganggu fungsi insulin. Kadar insulin yang tinggi juga dapat menyebabkan terjadinya kanker.   Pencegahan Terbentuknya Lemak Visceral Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terbentuknya lemak visceral adalah: Menurunkan berat badan dengan cara yang sehat Kurangi stress dengan melakukan meditasi dan latihan pernapasan Konsumsilah banyak air putih untuk mengeluarkan garam dari dalam jaringan tubuh Anda untuk mengurangi perut kembung dan membuat tubuh Anda terasa lebih ringan Jangan lupa untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung zat anti inflamasi (anti radang) seperti oat, gandum, beras coklat, sayuran hijau, buah, teh hijau, kacang-kacangan, dan ikan. Hindarilah berbagai makanan yang memicu proses inflamasi di dalam tubuh seperti sereal, gula, dan makanan yang digoreng. Mengkonsumsi makanan yang mengandung protein seperti ayam, kacang-kacangan, ikan, dan kedelai; maka lemak tubuh Anda pun akan berkurang serta membentuk tubuh Anda. Saat tubuh Anda memperoleh cukup cairan, maka laju metabolisme dasar tubuh Anda pun akan meningkat. Hal ini berarti bahwa tubuh Anda pun dapat mencerna makanan dengan lebih baik Tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat lemak, liposuction, hanya dapat mengangkat lemak subkutaneus dan tidak dapat mengangkat lemak visceral karena lemak ini terletak terlalu dekat dengan organ dalam. Salah satu fungsi utama dari serat adalah untuk membersihkan saluran pencernaan Anda sehingga membantu proses detoksifikasi tubuh dan memperlancar buang air besar. Selain itu, saat tubuh Anda mengkonsumsi serat yang sebenarnya sulit dicerna, maka tubuh Anda pun akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna serat tersebut. Hindarilah mengkonsumsi jus buah, minuman beralkohol, dan minuman soda.     Sumber: healthmeup
 29 Sep 2014    13:00 WIB
Fakta Seputar Lemak Pada Perut
Lemak perut atau lemak visceral merupakan lemak yang terdapat di dalam rongga perut, di antara organ dalam di dalam tubuh. Penyebab tersering dari lemak yang menumpuk pada bagian perut ini biasanya adalah kelebihan konsumsi kalori dan perubahan kadar hormonal di dalam tubuh. Selain itu, gaya hidup tidak aktif dan jarang berolahraga juga dapat menyebabkan menumpuknya lemak pada perut. Tahukah Anda bahwa tidak hanya orang dengan berat badan berlebih atau gemuk yang mengalami penumpukkan lemak pada bagian perut, orang dengan berat badan ideal atau kurus pun dapat mengalaminya. Lemak visceral dapat berbahaya bagi kesehatan Anda karena lemak ini memicu terbentuknya berbagai agen inflamasi (radang) yang dapat mengganggu kerja berbagai hormon penting di dalam tubuh Anda. Selain berat badan, perbandingan antara lingkar panggul dan lingkar perut Anda merupakan hal yang penting untuk mengetahui apakah Anda memiliki penumpukkan lemak tidak sehat pada bagian perut.  Beberapa pembagian yang menunjukkan peningkatan resiko terjadinya penyakit jantung dan berbagai penyakit lainnya dengan perbandingan lingkar perut dan lingkar panggul pada seorang pria adalah: 0.95 atau kurang: resiko rendah 0.96-1.0: resiko sedang Lebih dari 1.0: resiko tinggi Beberapa pembagian yang menunjukkan peningkatan resiko terjadinya penyakit jantung dan berbagai penyakit lainnya dengan perbandingan lingkar perut dan lingkar panggul pada seorang wanita adalah: 0.80 atau kurang: resiko rendah 0.81-0.85: resiko sedang Lebih dari 0.85: resiko tinggi   Mengapa Penumpukkan Lemak Pada Perut Lebih Berbahaya Daripada Lemak Pada Bagian Tubuh Lain? Lemak pada perut merupakan lemak visceral yang menempel pada berbagai organ dalam tubuh. Sedangkan lemak subkutaneus yang terdapat pada bagian tubuh lain merupakan lemak yang terdapat pada bagian bawah kulit.  Lemak subkutaneus justru diperlukan tubuh untuk membantu suplai oksigen tubuh dan sebagai bantalan tubuh di saat Anda terjatuh atau mengalami cedera tertentu. Selain itu, lemak subkutaneus ini juga berfungsi sebagai cadangan tenaga. Lemak subkutaneus memang dapat membuat lengan atau paha Anda terlihat besar, akan tetapi lemak ini dapat dihilangkan dengan berolahraga (lebih mudah daripada dengan berdiet). Berbeda dengan lemak subkutaneus, lemak pada perut (lemak visceral) hanya membuat perut Anda terlihat membesar, akan tetapi juga membuat organ dalam Anda “tercekik”. Orang dengan berat badan ideal atau normal pun dapat memiliki lemak visceral, terutama bila ia hanya melakukan diet dan tidak berolahraga untuk menurunkan berat badannya.     Sumber: healthmeup