Your browser does not support JavaScript!
 07 Nov 2018    16:00 WIB
Apakah Benar Kopi Bisa Membakar Lemak ?
Seperti yang kita tahu, kopi mengandung kafein, yang merupakan bahan psikoaktif paling umum digunakan di dunia. Untuk suatu alasan, kafein dipublikasikan sebagai salah satu suplemen yang mampu membakar lemak. Kafein memang diketahui sebagai salah satu zat yang mempu memobilisasi lemak dari jaringan dan meningkatkan metabolisme. Kafein dapat ditemukan diberbagai jenis minuman selain kopi, seperti teh, minuman energi dan soda. Kopi mengandung zat stimulan Kopi tidak hanya sekedar minuman hangat berwarna hitam. Kandungan yang ada didalam biji kopilah yang menjadi minuman Anda saat ini. Faktanya kopi mengandung beberapa senyawa biologi yang dapat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh, yaitu: Kafein yang merupakan stimulan sistem syaraf pusat Teobromin dan teofilin merupakan senyawa yang berhubungan dengan kafein, juga mempunyai efek stimulan Asam chlorogenik merupakan salah satu senyawa biologis yang terikat dengan kopi, dapat memperlambat proses penyerapan karbohidrat. Senyawa yang paling penting dari ketiga zat diatas adalah kafein, yang merupakan senyawa paling kuat dan juga paling banyak dipelajari. Cara kerja kafein di otak adalah menghambat neurotransmitter yang dikenal dengan nama Adenosin. Dengan menghambat Adenosin, kafein dapat meningkatkan kerja sistem syaraf menjadi lebih aktif dan juga dapat melepaskan neurotransmitter lain seperti dopamin dan norepinefrin. Kopi dapat mempercepat mobilisasi lemak dari jaringan tubuh Kafein menstimulasi sistem syaraf yang bertugas mengirimkan pesan ke jaringan lemak untuk memecahkan lemak. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah dan hormon adrenalin. Kemudian hormon adrenalin ini menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah sampai ke jaringan lemak dan memecah lemak-lemak dan membuangnya kembali ke pembuluh darah. Ini merupakan cara kerja kafein dalam memobilisasi lemak dari jaringan lemak, membuatnya menjadi asam lemak bebas dalam darah. Kopi dapat meningkatkan metabolisme tubuh Seberapa banyak kalori yang bisa kita bakar saat beristirahat disebut Resting Metabolic Rate (RMR). Semakin tinggi metabolic rate kita, semakin mudah kita menurunkan berat badan. Penelitian membuktikan kafein dapat meningkatkan metabolic rate sebanyak 3-1%. Semakin banyak kafein yang masuk ke dalam tubuh, semakin tinggi juga metabolic rate yang dihasilkan. Sayangnya efek ini sulit didapatkan pada orang yang sudah mengalami obesitas. Suatu studi membuktikan dengan minum kafein dapat meningkatkan metabolic rate hingga 29%, sedangkan pada orang obesitas hanya sebesar 10%. Efek ini juga dipengaruhi oleh faktor usia. Semakin muda usia semakin tidak berpengaruh kafein terhadap metaboloc ratenya.   Sumber: care2    
 30 Oct 2018    08:00 WIB
Ternyata Ada 6 Penyebab Lemak Perut Tidak Berkurang
1.  Kekurangan MagnesiumTubuh anda memerlukan magnesium untuk membantu kerja berbagai organ, termasuk untuk menjaga kestabilan irama jantung dan mengatur kadar gula darah. Selain itu, magnesium juga dapat membantu proses penurunan berat badan dan bentuk tubuh anda. Sebuah penelitian di tahun 2013 menemukan bahwa semakin tinggi konsumsi magnesium maka semakin rendah kadar gula darah puasa dan insulin. Sebuah penelitian lainnya di Inggris menemukan bahwa suplemen magnesium mungkin bermanfaat untuk mengurangi retensi cairan di dalam tubuh selama menstruasi.Konsumsilah makanan kaya magnesium lebih banyak. Makanan tersebut adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Konsumsi magnesium harian yang direkomendasikan bagi wanita berusia kurang dari 30 tahun adalah 310 mg dan 320 mg bagi wanita berusia 30 tahun atau lebih.2.  Berolahraga Dengan Cara yang SalahBanyak orang memilih olahraga kardio seperti jogging saat berusaha menurunkan berat badannya. Setelah berlari (treadmill) selama 45 menit pada kecepatan yang sama, anda mungkin akan membakar sejumlah kalori, akan tetapi metabolisme anda akan segera menyesuaikan diri dan tidak ada kalori yang terbakar lagi setelah anda turun dari treadmill.Olahraga yang lebih baik dan lebih efektif untuk membakar lemak di perut adalah angkat beban. Olahraga angkat beban menyebabkan robekan mikro pada otot anda yang membutuhkan lebih banyak energi (berarti anda membakar lebih banyak kalori) pada saat proses penyembuhan, yang dapat berlangsung hingga 2 hari setelah olahraga dilakukan.Para peneliti menemukan bahwa olahraga yang paling efektif untuk membakar lemak adalah olahraga dengan intensitas tinggi dan berinterval (high intensity interval training/HIIT) yang dapat meningkatkan denyut jantung anda dan melatih otot anda. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang melakukan olahraga dengan intensitas berat dapat mengalami penurunan lemak perut hingga 20%.Anda dapat melakukan HIIT melalui berbagai jenis olahraga termasuk olahraga kardio seperti berenang, bersepeda, atau dayung, atau latihan angkat beban atau mengikuti kelas-kelas angkat beban.3.  Kurang TidurSebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang tidur kurang dari 5 jam atau hanya beberapa jam setiap malamnya memiliki resiko peningkatan berat badan yang lebih tinggi daripada wanita yang memiliki waktu tidur cukup (hingga 32%).Penelitian lainnya menemukan bahwa saat seorang wanita hanya tidur selama 4 jam pada malam hari, maka mereka akan mengkonsumsi 300 kalori lebih banyak setiap harinya, terutama yang berasal dari makanan berlemak. Hal ini mungkin dikarenakan oleh kurang tidur menyebabkan peningkatan kadar hormon ghrelin yang meningkatkan nafsu makan.Tidurlah setidaknya 7-9 jam setiap malamnya. Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, maka terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu:•    Matikan televisi di kamar tidur anda•    Atur suhu ruangan anda senyaman mungkin•    Hindari mengkonsumsi kafein setelah makan siang•    Tidurlah dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan saat akhir minggu4.  Sering Mengkonsumsi Minuman BersodaMinuman soda yang mengandung banyak gula merupakan sumber kalori yang cukup tinggi dan juga salah satu perusak diet. Minuman soda tanpa kalori pun tetap dapat meningkatkan lingkar perut anda. Sebuah penelitian di tahun 2012 menemukan bahwa minuman bersoda berhubungan dengan peningkatkan lingkar perut dan lemak perut. Sementara itu, diet soda berhubungan dengan peningkatan lingkar perut, indeks massa tubuh, dan persentase lemak total. Hal ini mungkin diakibatkan oleh pemanis buatan yang terdapat di dalam diet soda yang tidak memberikan energi seperti yang diharapkan oleh tubuh anda (karena diet soda tidak mengandung kalori) dan membuat anda merasa lapar sehingga akhirnya membuat anda mengkonsumsi kalori tambahan.Untuk mengatasinya, berhentilah mengkonsumsi minuman bersoda dan gantilah dengan air putih atau teh pahit. Jika anda bosan mengkonsumsi air putih biasa, tambahkan potongan buah untuk memberi rasa pada air anda. Kopi juga dapat menggantikan minuman soda selama tidak mengandung komponen tambahan yang tinggi kalori.5.  Diet Tinggi GaramMengkonsumsi makanan asin atau mengandung banyak garam dapat membuat air di dalam darah anda berpindah ke kulit anda dan membuat anda terlihat gemuk atau membengkak. Konsumsi garam harian yang direkomendasikan adalah sekitar 2.300 mg.Beberapa makanan yang mengandung garam adalah makanan kalengan, daging olahan, dan beberapa jenis keju.Kurangi jumlah garam yang anda gunakan pada makanan anda. Tambahkanlah berbagai bumbu dan rempah-rempah lainnya untuk membuat makanan anda terasa lebih lezat dan tetap sehat. 6.  Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman BeralkoholBeberapa penelitian menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan nafsu makan, bahkan beberapa jenis minuman beralkohol memang berhubungan dengan peningkatan lemak perut. Sebuah penelitian di Denmark menunjukkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi bir berhubungan dengan peningkatan lemak perut.Anda tetap dapat mengkonsumsi anggur atau minuman beralkohol lainnya saat makan (dalam jumlah sedang atau sedikit), tetapi hindari soda dan gula yang mungkin terdapat di dalamnya. Sumber: shape
 03 Sep 2018    16:00 WIB
Cara Membersihkan Plak Pada Pembuluh Nadi
Penyakit jantung tidak mengenal usia. Bahkan beberapa deretan artis papan atas Indonesia pun ada yang meninggal karena sakit jantung di usia muda seperti Mike Mohede di tahun 2016. Salah satu penyebab utama adalah adanya plak pada pembuluh nadi atau arteri. Ini dikarenakan arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung. So, kita semua perlu menjaga kesehatan jantung kita. Dalam hal ini lebih spesifik kita membahas bagaimana kita memiliki arteri yang sehat tanpa plak yang menghalangi aliran darah. Penyumbatan arteri Penyumbatan disebabkan karena adanya plak yang menempel pada dinding arteri. Plak terbentuk dari campuran lemak, kalsium, kolesterol dan limbah dari sel-sel tubuh kita. Penyumbatan yang menumpuk menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang disebut atherosclerosis. Jika ini terjadi maka darah segar tersumbat sehingga tidak bisa mencapai organ tubuh yang lain. Akibatnya orang tersebut akan beresiko terkena serangan jantung, gagal jantung, atau stroke. Tentu saja lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebenarnya ada dua perkara yaitu makanan dan olahraga. Hindari lemak jenuh Lemak jenuh dan lemak trans mengandung LDL yang tinggi yang merupakan bahan utama yang menyebabkan plak. Lemak trans terdapat pada makanan gorengan, makanan olahan, kue, biskuit, mentega, dsb. Sedangkan untuk makanan yang lemak jenuh kebanyakan ditemukan pada produk hewani seperti daging sapi, babi, dan susu, tetapi juga dalam minyak kelapa dan minyak sawit. Makanlah lebih banyak lemak tak jenuh Lemak ini adalah lemak yang baik karena mengadung HDL yang memiliki dapat membantu mengambil kolesterol jahat dari arteri sebelum berubah menjadi plak. Lemak tak jenuh terutama ditemukan pada tumbuhan dan ikan berlemak seperti alpukat, zaitun, walnut, minyak bunga matahari, ikan trout, salmon, dsb. Minumlah teh herbal Sebuah studi dari 2011 menemukan bahwa minum 6 cangkir teh rooibos per hari selama 6 minggu membantu menurunkan jumlah kolesterol LDL dalam darah. Juga ditemukan teh hijau dan ekstraknya dapat menurunkan kolesterol LDL dalam darah, meskipun ini tidak mempengaruhi kolesterol HDL. Sedangkan teh jahe juga bagus untuk kesehatan kardiovaskular sesuai dengan hasil studi tahun 2016. Berolahragalah secara teratur Obesitas merupakan faktor risiko penumpukan plak dan penyakit jantung. Selain makan makanan yang sehat, berolahraga secara teratur dapat membantu seseorang menurunkan berat badan dan mengurangi risiko masalah jantung. Sobat bisa melakukan latihan kardiovaskular yang sederhana seperti jogging, bersepeda, berlari, jalan cepat, renang, tenis, aerobik. Untuk hasil yang baik dan meningkatkan denyut jatung, lakukanlah latihan ini 30 hingga 60 menit. Pola hidup yang sehat lainnya Berhentilah merokok karena menurut AHA (asosiasi jantung amerika) merokok bisa merusak arteri secara langsung dan membuat lemak menimbun lebih cepat dan membesar. Kurangilah stress karena ini mempengaruhi reaksi tubuh. Gunakan teknik menenangkan diri untuk menguranginya seperti yoga, meditasi, atau latihan pernapasan dapat membantu beberapa orang bersantai selama hari yang sibuk. Apa yang telah dijabarkan di atas adalah tindakan yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyumbatan. Setidaknya jika kita menerapkannya akan ada pengurangan sehingga arteri kita bisa menjadi lebih bersih dan sehat. Jika sobat mengalami masalah atau kendala terutama berkenaan dengan pola hidup seperti makanan dan olahraga, sobat bisa menghubungi dokter yang berkompeten dan ahlinya sehingga sobat bisa mendapatkan hasil yang lebih efektif. Tetaplah sehat dan jangan patah semangat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 29 Jul 2018    16:00 WIB
Perut Buncit, Kenapa Ya?
Beberapa orang memiliki jumlah lemak di perut yang normal, namun ada juga yang berlebihan. Mungkin Anda bertanya-tanya alasan mengapa Anda memiliki lemak berlebihan di perut alias perut buncit? Berikut adalah alasan mengapa Anda memiliki lemak berlebihan di perut: Genetik Para ilmuwan telah menemukan bahwa jumlah sel-sel lemak Anda berkembang sepenuhnya tergantung pada gen Anda. Apabila orang tua Anda atau kakek-nenek memiliki kelebihan lemak perut, Anda juga kemungkinan memiliki lemak perut yang sama. Metabolisme yang lemah Setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda. Metabolisme adalah tingkat kecepatan tubuh membakar energi. Metabolisme dipengaruhi oleh genetik, aktivitas fisik, makanan yang Anda makan, kadar lemak tubuh, olahraga dan keseluruhan pola hidup yang Anda lakukan. Perubahan hormonal Bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan hormon sehingga terjadi penumpukan lemak di daerah perut. Stres Stres meningkatkan kadar kortisol dalam darah dan menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Otot yang kendur Apabila otot-otot di sekitar daerah perut Anda kendor, maka akan menyebabkan penumpukan lemak perut. Postur tubuh yang buruk Membungkuk adalah alasan utama di balik penumpukan lemak di tubuh. Duduk dengan punggung melengkung dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan lemak di sekitar daerah perut Anda. Gaya hidup Gaya hidup yang santai juga bisa menjadi penyebab utama penumpukan lemak di daerah perut. Terlalu banyak makan Semakin banyak makanan yang Anda makan terutama makanan yang tidak sehat maka akan memperbesar penumpukan lemak di daerah perut. Sumber: stylecraze
 20 Jun 2018    11:00 WIB
Berapa Banyak Protein Dalam Telur Rebus?
Sebutir telur rebus yang berukuran besar hanya mengandung 78 kalori, serta mengandung vitamin A dan vitamin B kompleks. Merebus telur tidak menambahkan jumlah lemak di dalamnya. Telur merupakan sumber protein yang baik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa telur tidak mengandung karbohidrat dan mengandung banyak kolesterol. Protein berfungsi untuk membentuk struktur sel, membentuk dan memperbaiki jaringan, dan diperlukan untuk berbagai proses lainnya bagi kesehatan anda, seperti hormon, enzim, dan hemoglobin. Saat dicerna, protein akan dipecah menjadi asam amino, yang kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk membentuk berbagai protein khusus yang diperlukan tubuh. Mengkonsumsi protein setiap harinya sangat penting karena tubuh anda tidak dapat menyimpan dan membentuk asam amino.Dosis Harian ProteinPria harus mengkonsumsi 56 gram protein setiap harinya dan wanita harus mengkonsumsi 46 gram protein setiap harinya. Atlet dan orang-orang yang harus melakukan berbagai olahraga berat membutuhkan lebih banyak protein. Jumlah protein yang harus dikonsumsi oleh atlet setiap harinya adalah 1.2-2 gram protein untuk setiap 1.1 kg berat badan, tergantung pada seberapa berat latihan yang dilakukan. Jumlah protein yang dibutuhkan setiap harinya dapat bervariasi, tergantung pada keadaan kesehatan anda.Protein di Dalam TelurTelur merupakan sumber protein yang baik dan mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan. Satu butir telur rebus mengandung 6.29 gram protein, sehingga dapat memenuhi 11% kebutuhan protein harian pria dan 14% kebutuhan protein harian wanita. Pada telur yang besar, sekitar 43% protein ditemukan pada kuning telur, tergantung pada ukuran kuning telur. Bila anda hanya mengkonsumsi putih telur, maka anda hanya memperoleh setengah dari total protein di dalam telur. Satu hal yang perlu diingat adalah telur juga tinggi kolesterol. Jika anda merupakan orang yang sehat, batasi konsumsi kolesterol harian anda hingga 300 mg atau kurang. Sebutir telur rebus yang besar mengandung 186 mg kolesterol. Jika anda memiliki gangguan jantung dan pembuluh darah atau memiliki kadar kolesterol yang tinggi, maka batasi konsumsi kolesterol harian anda hingga 200 mg. Konsumsi lemak total anda setiap harinya seharusnya tidak lebih dari 25-35% total kalori harian anda, di mana lemak jenuh tidak lebih dari 7%. Sebutir telur rebus mengandung 5.3 gram lemak dan 1.63 gram lemak jenuh, yang berarti 47.7 kalori yang berasal dari lemak dan 14.7 kalori yang berasal dari lemak jenuh.Sumber: healthyeating.sfgate
 15 Jun 2018    08:00 WIB
Makanan Yang Dapat Memangkas Lemak Diperut
Lemak perut yang berlebihan selain dapat mengganggu penampilan Anda dan mengganggu kesehatan. Meskipun tidak ada "obat ajaib" yang dapat memangkas lemak di perut. Namun bila Anda melakukan olahraga yang dikombinasikan dengan makanan yang tepat maka Anda dapat memangkas lemak di perut. Makan makanan yang sehat bukan berarti Anda harus makan makanan yang tidak enak. Ada berbagai macam makanan yang dapat membuat Anda berselera sekaligus membantu memangkas lemak di perut. Berikut makanan yang dapat membantu memangkas lemak di perut: Alpukat 10 gram lemak tak jenuh tunggal untuk menjaga Anda dari menyimpan lemak perut yang berlebihan. Membantu penyerapan karotenoid untuk melawan sel-sel kanker. Pisang 422 mg kalium membantu mengecilkan perut yang besar Yogurt Meningkatkan pertumbuhan bakteri baik yang mendukung kesehatan pencernaan. yoghurt membantu menstabilkan kadar insulin. Beri Antioksidan dalam beri meningkatkan aliran darah untuk memasok otot dengan oksigen yang lebih banyak. Hal ini akan membantu Anda memiliki lebih banyak energi untuk beraktivitas kembali.   Susu skim Minuman yang baik setelah seseorang berolahraga yaitu susu skim Teh hijau Tiga cangkir teh hijau setiap hari akan meningkatkan metabolisme Anda. Senyawa ECGC yang terkandung didalamnya membantu membakar lemak. Jeruk Vitamin C yang terdapat dalam jeruk akan membantu membakar lemak lebih banyak sekitar 30% saat olahraga. Gandum utuh Serat dapat membantu menjaga tingkat insulin tetap stabil sehingga Anda tidak menyimpan lemak dan gula secara berlebihan. Hasilnya adalah energi yang lebih tahan lama dan sel-sel lemak menyusut. Sumber: newhealthguide
 10 May 2018    13:00 WIB
Lemak Menumpuk Pada Perut? Cari Tahu Apa Bahayanya!
Tahukah Anda bahwa orang dengan berat badan normal ternyata memiliki resiko kematian yang lebih tinggi daripada orang yang mengalami obesitas? Hal ini dapat terjadi bila mereka memiliki perut yang besar.   Banyak orang tentunya sudah mengetahui bahwa obesitas sentral (lemak terutama menumpuk pada daerah perut) dapat berbahaya, akan tetapi para peneliti pada penelitian ini menemukan bahwa distribusi lemak di dalam tubuh juga sangat penting, bahkan pada orang yang memiliki berat badan normal.   Orang dengan berat badan normal yang memiliki perut buncit (karena lemak menumpuk pada bagian perut) memiliki resiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang dianggap mengalami obesitas berdasarkan penghitungan indeks massa tubuh. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 12.875 orang yang berusia 18 tahun atau lebih di Amerika.   Beberapa hal yang diukur dalam penelitian ini adalah tinggi badan, berat badan, lingkar perut, lingkar pinggul, status sosial ekonomi, hasil pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan laboratorium para peserta penelitian.   Para peneliti kemudian membagi para peserta penelitian menjadi 3 kelompok berdasarkan BMI (indeks massa tubuh), yaitu normal, berat badan berlebih, dan obesitas. Selain itu, peneliti juga membagi peserta penelitian menjadi 2 kelompok berdasarkan pada perbandingan antara lingkar perut dan lingkar panggul pada pria dan wanita.   Para peserta penelitian rata-rata berusia 44 tahun, di mana sekitar 47.4% nya adalah seorang pria. Para peneliti melakukan pengamatan selama sekitar 14 tahun dan menemukan bahwa 2.562 orang di antara para peserta penelitian telah meninggal, di mana 1.138 kematian yang terjadi berhubungan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.   Para peserta penelitian yang memiliki indeks massa tubuh normal tetapi mengalami obesitas sentral memiliki resiko kematian tertinggi, baik yang disebabkan oleh gangguan jantung dan pembuluh darah maupun oleh berbagai penyebab lainnya.   Resiko terjadinya kematian akibat gangguan jantung dan pembuluh darah pada peserta penelitian yang mengalami obesitas sentral 2.75 kali lebih tinggi dibandingkan dengan para peserta penelitian lainnya yang memiliki indeks massa tubuh normal dan tidak mengalami obesitas sentral.   Selain itu, resiko terjadinya kematian akibat berbagai penyebab juga lebih tinggi pada peserta penelitian yang mengalami obesitas sentral, yaitu 2.08 lebih tinggi dibandingkan peserta lainnya yang memiliki indeks massa tubuh normal dan tidak mengalami obesitas sentral.     Sumber: healthmeup
 25 Jan 2018    08:00 WIB
Perbedaan Kebutuhan Nutrisi Antara Remaja Laki-laki dan Perempuan
Baik remaja laki-laki maupun perempuan membutuhkan nutrisi yang baik untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya, serta untuk menjaga berat badannya. Kecuali kebutuhan kalori harian, nutrisi yang dibutuhkan oleh remaja laki-laki dan perempuan kurang lebih sama (untuk yang berusia kurang dari 14 tahun). Akan tetapi, saat mereka memasuki usia 14 tahun atau lebih, maka mereka akan mulai bertumbuh menjadi wanita dan pria, yang membutuhkan nutrisi yang berbeda. Kebutuhan KaloriKarena remaja laki-laki memiliki tubuh yang lebih besar dan massa otot yang lebih besar, maka mereka membutuhkan kalori yang lebih banyak daripada remaja perempuan. The Dietary Guidelines for Americans 2010 memperkirakan bahwa remaja perempuan yang berusia antara 14-18 tahun biasanya membutuhkan 1.800-2.400 kalori setiap harinya. Sedankan remaja laki-laki pada usia yang sama membutuhkan sekitar 2.000-3.200 kalori setiap harinya. Semakin aktif remaja tersebut, maka semakin banyak kalori yang diperlukan untuk menjaga berat badannya. Kebutuhan ProteinAnak-anak yang berusia 9-13 tahun membutuhkan 34 gram protein setiap harinya, baik laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi, jumlah protein yang dibutuhkan oleh remaja laki-laki yang berusia 14-18 tahun lebih tinggi daripada yang dibutuhkan oleh remaja perempuan pada usia yang sama. Jumlah protein harian yang direkomendasikan adalah 52 gram untuk remaja laki-laki berusia 14-18 tahun, dan 46 gram untuk remaja perempuan dengan usia yang sama. Beberapa jenis makanan kaya protein adalah daging sapi tanpa lemak, daging unggas tanpa kulit, seafood, telur, kedelai dan produk olahannya, susu dan produk olahannya yang rendah lemak, polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Kebutuhan LemakRemaja laki-laki dan perempuan sama-sama harus mengkonsumsi lemak sekitar 25-35% dari jumlah kalori harian mereka. Akan tetapi, karena para remaja laki-laki membutuhkan lebih banyak kalori, mereka pun membutuhkan jumlah lemak (termasuk omega 3) yang lebih banyak daripada remaja perempuan.The Institute of Medicine merekomendasikan agar para remaja perempuan mengkonsumsi setidaknya 1.100 mg asam lemak omega 3 setiap harinya, sementara itu remaja pria membutuhkan sekitar 1.600 mg omega 3 setiap harinya, bagi perkembangan otaknya. Beberapa jenis makanan kaya lemak baik adalah minyak sayuran, minyak ikan, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, kedelai, dan olive. Kebutuhan Vitamin dan MineralSelain zat besi, para remaja laki-laki dan perempuan membutuhkan berbagai vitamin dan mineral dalam jumlah yang sama. Karena remaja perempuan mengalami kehilangan darah akibat menstruasi, maka mereka membutuhkan lebih banyak zat besi daripada remaja laki-laki. Kebutuhan zat besi harian bagi remaja laki-laki adalah sebesar 11 mg setiap ahrinya, sementara itu remaja perempuan yang berusia antara 14-18 tahun membutuhkan sekitar 15 mg zat besi setiap harinya, dan sekitar 27 mg zat besi setiap harinya bila hamil atau menyusui. Beberapa jenis makanan sumber zat besi adalah daging sapi tanpa lemak, daging unggas, polong-polongan, bayam, kismis, dan sereal yang telah diperkaya dengan zat besi.   Baca Juga: Penyebab Banyaknya Kehamilan Pranikah Pada Remaja Sumber: healthyeating.sfgate