Your browser does not support JavaScript!
 10 Jan 2020    13:00 WIB
Menderita Penyakit Tukak Lambung Atau Maag ?
Hai guys! Kembali lagi dengan pembahasan seru tentang penyakit tukak lambung. Tukak lambung merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh banyak orang. Gejala sakitnya memang mirip dengan gejala sakit maag. Namun kita juga harus tahu bahwa kedua hal ini sangat berbeda. Jadi teman-teman sebaiknya kita bahas bersama, agar ketika kita mengalami sakit tukak lambung, kita tidak salah diagnosa dan salah pengobatan yah! Sakit maag atau gastritis umumnya menimbulkan rasa yang tidak nyaman hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas, mual, muntah, nyari ulu hati, lambung terasa penuh, kembung, sering bersendawa, cepat kenyang, perut keroncongan dan sering buang angin. Sedangkan penyakit Tukak lambung atau ulu hati disebut epigatrium (epigastric region) yaitu terletak pada perut atas bagian tengah, kurang lebih seperti segitiga dengan tulang rusuk sebagai atap segitiganya. Dan Penyakit tukak lambung adalah suatu kondisi di mana ada luka atau borok yang menyakitkan di lapisan perut atau bagian pertama dari usus kecil (duodenum). Biasanya, lapisan lendir yang tebal melindungi lapisan lambung dari efek cairan pencernaannya. Tetapi banyak hal dapat mengurangi lapisan pelindung ini, dan memungkinkan terjadinya borok. Penyebab paling umum dari tukak lambung adalah infeksi dengan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan jangka panjang dari aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) (Advil, Aleve, lain-lain). Memiliki riwayat keluarga bisul, merokok, memiliki penyakit lain, seperti penyakit hati, ginjal, atau paru-paru, sering minum alkohol. Stres dan makanan pedas tidak menyebabkan tukak lambung. Namun, mereka dapat memperburuk gejala kita. Ada dua jenis tukak lambung, yaitu: Ulkus esofagus dan duodenum. Ulkus kerongkongan terbentuk di dalam kerongkongan, dan ulkus duodenum terjadi di bagian paling atas dari usus kecil, yang dikenal sebagai duodenum. Ulkus memiliki karakteristik yang sama tetapi diidentifikasi oleh lokasinya di dalam tubuh. Rasa sakit yang tumpul atau terbakar di perut kita adalah gejala paling umum dari tukak lambung. Kita mungkin merasakan sakit di mana saja antara pusar dan tulang dada. Dan rasa sakit paling sering: Terjadi ketika perut kita kosong — seperti di antara waktu makan atau di malam hari. Berhenti sebentar jika kita makan atau jika kita mengambil antasida. Berlangsung selama beberapa menit hingga berjam-jam. Datang dan pergi selama beberapa hari, minggu, atau bulan. Gejala yang kurang umum mungkin termasuk: kembung, bersendawa, perut kita sakit, nafsu makan yang buruk, muntah, penurunan berat badan. Perlu menjadi poin penting bahwa tanpa pengobatan, dengan banyak menunda, tukak lambung kita bisa bertambah buruk. Karena itu perlu cepat ditangani. Kalau tidak akan menyebabkan komplikasi yang serius seperti: Pendarahan di dalam. Pendarahan dapat terjadi sebagai kehilangan darah yang lambat yang mengarah pada anemia atau kehilangan darah yang parah yang mungkin memerlukan rawat inap atau transfusi darah. Kehilangan darah yang parah dapat menyebabkan muntah hitam atau berdarah atau tinja berdarah hitam. Infeksi. Ulkus peptikum dapat memakan lubang melalui (melubangi) dinding perut kita atau usus kecil, menempatkan kita pada risiko infeksi serius rongga perut kita (peritonitis). Sembelit. Ulkus peptikum dapat menghalangi jalannya makanan melalui saluran pencernaan, menyebabkan kita mudah kenyang, muntah dan menurunkan berat badan melalui pembengkakan akibat peradangan atau jaringan parut. Untuk mendiagnosa hal ini, kita perlu berkonsultasi ke dokter, mengikuti gejala sakit maag dengan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana rasa sakit, di mana dan kapan itu terjadi, seberapa sering dan berapa lama. Proses ini membantu mempersempit apakah gejala yang disebabkan karena maag atau tukak lambung. Kita kemungkinan juga akan dimintai tes feses atau tes napas untuk mengetahui apakah tukak lambung berasal dari bakteri H. pylori atau bukan. Jika ada gejala yang lebih serius seperti pendarahan, dokter mungkin memerlukan tes lebih lanjut, yang mungkin termasuk: Endoskopi: Kamera dimasukkan pada ujung tabung yang panjang, tipis, dan lentur untuk melihat lapisan usus. Biopsi juga dapat dilakukan. Barium enema: Ini adalah cairan kental yang memungkinkan sinar-X diambil dari usus. Berikut adalah berbagai macam langkah perawatan yang bisa kita ambil untuk penyakit tukak lambung, yaitu: Ada beberapa cara di mana borok dapat diobati, termasuk membuat perubahan gaya hidup seseorang, minum obat, dan / atau menjalani operasi. Jangan merokok, dan hindari alkohol. Obat-obatan. Inhibitor pompa proton (PPI): Inhibitor pompa proton mengurangi asam dan memungkinkan bisul sembuh. PPI termasuk Prilosec®, Prevacid®, Aciphex®, Protonix®, dan Nexium®. Antibiotik: Antibiotik digunakan untuk mengobati H. pylori. Ada beberapa kombinasi antibiotik yang diminum selama dua minggu, bersama dengan PPI. Beberapa dokter juga merekomendasikan penggunaan Pepto-Bismol®. Endoskopi. Beberapa borok pendarahan dapat diobati melalui endoskop. Dan operasi mungkin diperlukan jika borok telah membuat lubang di dinding lambung atau jika ada perdarahan serius. Demikian artikel hari ini tentang penyakit tukak lambung, jika ada mengalami gejala di atas jangan menduga-duga yah!, biar pasti segera berkonsultasi ke dokter segera, salam sehat!   Sumber : my.clevelandclinic.org, www.mayoclinic.org, medlineplus.gov, www.niddk.nih.gov, emedicine.medscape.com, www.medicalnewstoday.com, www.medicinenet.com  
 15 Nov 2019    08:00 WIB
Kanker Lambung (Gejala, Penyebab, Pengobatan)
Sekitar 95% kanker lambung adalah adenokarsinoma. Adenokarsinoma lambung berasal dari sel-sel glandular pada permukaan lambung. Kanker lambung lainnya adalah leiomiosarkoma (kanker otot polos) dan limfoma. Penyebab dari kanker lambung Kanker lambung seringkali terjadi pada permukaan lambung yang meradang. Infeksi Helicobacter pylori, kuman yang memegang peranan penting dalam ulkus duodenalis merupakan penyebab kanker lambung kebanyakan. Orang-orang dengan mutasi genetik juga berisiko untuk terjadinya kanker lambung. Gejala dari kanker lambung Pada stadium awal, kanker lambung memiliki gejala yang tidak jelas dan seringkali tidak dihiraukan. Gejala awal yang muncul dapat mirip dengan ulkus peptikum, dimana terdapat rasa nyeri dan panas pada perut. Untuk itu, gejala ulkus peptikum yang tidak membaik dengan terapi dapat mengindikasikan adanya kanker lambung. Penderita mungkin merasa penuh pada perut setelah makan sedikit makanan (rasa cepat kenyang). Berat badan dapat turun atau terjadi kelemahan akibat adanya kesulitan makan atau ketidakmampuan dalam menyerap berbagai vitamin dan mineral. Dapat terjadi anemia, yang ditandai dengan adanya rasa lelah, lemah, dan seperti melayang, akibat adanya perdarahan perlahan yang tidak menimbulkan gejala, atau akibat gangguan penyerapan vitamin B12 (vitamin yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah) atau gangguan penyerapan zat besi (mineral yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah) akibat kurangnya asam lambung. Pada kasus yang jarang, penderita dapat mengalami muntah darah (hematemesis) atau mengeluarkan tinja yang berwarna hitam (melena). Ketika adenokarsinoma telah sampai pada stadium lanjut, dapat dirasakan adanya massa pada perut. Pada stadium awal, adenokarsinoma yang kecil bisa menyebar (metastasis) ke tempat yang jauh. Penyebaran tumor bisa menyebabkan pembesaran hati, warna kuning pada kulit dan bagian putih mata (jaundice), pengumpulan cairan dan pembesaran rongga perut (asites) dan serta pembesaran kelenjar getah bening. Penyebaran kanker juga bisa menyebabkan tulang menjadi lemah, sehingga mudah terjadi patah tulang. Pengobatan untuk kanker lambung Adanya polip lambung jinak dapat diangkat dengan menggunakan endoskopi.Adenokarsinoma cenderung untuk cepat menyebar ke bagian lain tubuh. Jika kanker masih terbatas pada lambung, maka biasanya dilakukan pembedahan untuk mencoba mengobatinya. Pembedahan untuk mengangkat tumor secara keseluruhan sebelum menyebar merupakan harapan satu-satunya dalam penyembuhan. Sebagian besar atau seluruh lambung dan kelenjar getah bening di dekatnya diangkat. Jika kanker telah menyebar ke luar dari lambung, tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala dan memperpanjang harapan hidup. Pembedahan tidak dapat mengatasinya, tetapi terkadang masih dilakukan untuk mengurangi gejala yang ada. Misalnya, jika jalannya makanan terganggu akibat adanya sumbatan pada ujung lambung, maka dilakukan operasi bypass untuk membuat jalan baru yang menghubungkan lambung dengan usus halus, sehingga makanan dapat lewat. Sumber: pilihdokter.com
 28 Jun 2019    08:00 WIB
Cara Mengobati dan Mencegah Sakit Maag
Pengobatan sakit maag sebenarnya dapat berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Bila dokter tidak menemukan adanya penyebab yang jelas dari sakit maag yang Anda alami, maka keadaan Anda ini dikenal dengan nama dispepsia non ulkus atau dispepsia fungsional.   Pengobatan Dispepsia Non Ulkus Karena stress diduga merupakan penyebab utama terjadinya dispepsia non ulkus, maka banyak dokter yang memberikan obat anti depresi dan obat anti cemas untuk mengatasi gejala. Selain itu, dokter biasanya juga akan memberikan beberapa obat yang berfungsi untuk mengurangi jumlah asam lambung. Beberapa jenis obat yang sering digunakan untuk mengurangi jumlah asam lambung adalah: Penghambat H2, seperti cimetidine, rantidine, nizatidine, dan famotidine Proton pump inhibitors (PPIs)   Pengobatan Ulkus Peptikum Jika dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa nyeri ulu hati disebabkan oleh ulkus peptikum, maka dokter Anda biasanya juga akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi jumlah asam lambung seperti di atas. Jika terjadinya ulkus berhubungan dengan infeksi bakteri H. pylori, maka dokter biasanya akan memberikan terapi kombinasi yang terdiri dari satu obat penurun asam lambung dan 2 jenis antibiotika. Pada sekitar 90% kasus, bakteri dapat diatasi dengan terapi kombinasi ini.   Baca juga: Nyeri Ulu Hati di Saat Cemas dan Stress   Tips Untuk Mencegah Terjadinya Sakit Maag Untuk mencegah terjadinya sakit maag, baik yang disebabkan oleh stress atau ulkus atau infeksi bakteri; ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan seperti: Makan dengan porsi kecil tetapi sering. Jika Anda sering mengalami gangguan pencernaan, maka makanlah 5-6x setiap harinya dengan porsi yang lebih kecil daripada makan 3x sehari dengan porsi besar Makan dengan teratur dan jangan terlambat makan. Hal ini akan membuat lambung hanya mengeluarkan asam lambung pada waktu makan saja, bukan secara tidak beraturan Hindari konsumsi makanan yang dapat mengiritasi lamgung seperti makanan pedas, asam, digoreng, atau berlemak untuk mengurangi jumlah asam lambung dan memberikan lambung Anda cukup waktu untuk sembuh Kurangi konsumsi alkohol. Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat melemahkan dinding lambung, yang akan membuat Anda lebih rentan menderita ulkus Berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan produksi asam lambung, memperlambat penyembuhan, dan meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung Atasi stress. Merasa stress dapat meningkatkan produksi asam lambung. Berolahraga secara teratur dan melakukan berbagai aktivitas relaksasi seperti yoga dapat membantu mengurangi stress   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: healthxchange
 06 Mar 2018    11:00 WIB
Pankreatitis Akut, Penyebab dan Gejalanya…
Pankreatitis akut  terjadi saat ada peradangan mendadak pada pankreas. Sangat penting untuk mendeteksi gangguan ini sedini mungkin karena pankreatitis akut dapat menyebabkan terjadinya komplikasi berat dan bahkan kematian pada kasus berat. Pankreas sendiri merupakan organ yang memiliki 2 fungsi utama, yaitu untuk mensekresikan enzim-enzim pencernaan dan untuk memproduksi insulin serta glucagon (kedua hormon ini berfungsi untuk mengatur kadar gula darah). Pada keadaan normal, enzim-enzin pencernaan ini akan dikeluarkan dalam jumlah tertentu dari pankreas ke dalam usus halus, untuk membantu proses pencernaan makan. Akan tetapi, pada pankreatitis akut, enzim-enzim pencernaan ini keluar dalam jumlah yang berlebihan dan akibatnya akan merusak pankreas. Sebagian besar kasus pankreatitis akut hanya bersifat ringan dan akan sembuh dalam waktu beberapa hari. Akan tetapi, pada beberapa kasus, pankreatitis akut dapat bersifat berat dan membutuhkan perawatan intensif. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui pankreatitis akut sedini mungkin, untuk menentukan apakah serangan yang terjadi merupakan kasus ringan atau berat, karena keduanya membutuhkan pengobatan yang berbeda. Pada pankreatitis berat mungkin perlu dilakukan tindakan pembedahan untuk mengatasinya.   Baca juga: Fakta Menarik Seputar Pankreas yang Mungkin Belum Anda Ketahui   Penyebab Pada sebagian besar kasus, pankreatitis akut terjadi akibat adanya batu empedu atau konsumsi alkohol. Penyebab yang lebih jarang adalah efek samping obat-obatan, gangguan lemak, infeksi virus, trauma pada perut, atau penyakit autoimun. Pada sebagian kecil kasus, para dokter tidak dapat menemukan penyebab pasti dari pankreatitis akut. Pada beberapa kasus, pankreatitis akut seringkali merupakan gejala awal dari adanya gangguan pada saluran atau kandung empedu.   Gejala Gejala khas dari pankreatitis akut adalah nyeri hebat pada perut atas. Nyeri perut ini biasanya terjadi secara mendadak, semakin hebat, dan seringkali menjalar hingga ke punggung. Selain itu, penderita juga dapat mengalami mual, muntah, dan demam ringan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange