Your browser does not support JavaScript!
 15 Jun 2018    16:00 WIB
Makan Besar Saat Lebaran? Cek Lab Yuk
Bagaimana perayaan hari kemenangan Anda? Tentu saja Anda merasa bahagia bertemu kembali dengan sanak keluarga. Dan tentu saja Anda banyak mengkonsumsi makanan khas lebaran.  Pada saat lebaran Anda banyak mengkonsumsi makanan bersantan, berminyak. Saat itu Anda merasa "saatnya" perut Anda dimanjakan. Namun tahukah Anda akan risiko yang terjadi? Saat Anda berpuasa adalah saat yang terbaik bagi tubuh untuk mengatur kembali  metabolisme tubuh Anda dengan baik. Apabila Anda melakukan puasa dengan benar, hal ini merupakan pengontrolan yang baik untuk metabolisme tubuh Anda. Seringkali orang tidak sadar bahwa saat Anda "berpesta" dan makan  terlalu banyak hal ini akan menyebabkan lonjakan gula, kolesterol dan garam dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan kekambuhan penyakit lama atau mungkin menimbulkan penyakit baru. Sebelum hal ini terjadi ada baiknya Anda melakukan medical check up. Pemeriksaan apa sajakah yang harus dilakukan: Periksa kadar gula darah Anda Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan kadar gula darah puasa dan kadar gula 2 jam setelah mengkonsumsi gula. Akan lebih baik ditambahkan HbA1C Periksa kolesterol Lakukan pemeriksaan kolesterol yang lengkap mulai dari kolesterol lengkap, HDL, LDL, Trigliserida Periksa fungsi ginjal Yaitu pemeriksaan ureum dan kreatinin, Tambahkan pemeriksaan asam urat. Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan urin lengkap Periksa tekanan darah Anda Pemeriksaan EKG   Siapakah yang harus melakukan pemeriksaan ini? Usia yang disarankan adalah diatas 35 tahun. Namun mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk Anda orang dewasa muda sekitar 20 tahun. sebaiknya juga melakukan pemeriksaan.  Segera lakukan pemeriksaan medical check up. Jangan sampai terlambat   
 28 Oct 2014    13:00 WIB
Pemeriksaan Kesehatan Calon Karyawan Yang Sering Dilakukan
Apakah Anda sedang melamar sebuah pekerjaan? Dewasa ini hampir setiap perusahaan yang merekrut karyawan memberikan salah satu persyaratan yaitu pemeriksaan medical check up Pemeriksaan yang paling sering dilakukan atau pemeriksaan sederhana mencakup komponen berikut: Pemeriksaan fisik lengkap Pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan fisik seseorang secara lengkap Pemeriksaan berat badan, tinggi badan dan penilaian Indeks Massa Tubuh (IMT) Pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, frekuensi pernapasan Pemeriksaan Darah Lengkap Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui adanya kelainan darah seperti anemia (kurang darah), adanya infeksi atau kelainan sel darah putih yang lain, alergi dan gangguan pembekuan darah akibat kelainan jumlah trombosit.  Pemeriksan Gula darah Gula darah puasa Gula darah 2 jam setelah makan  Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit kencing manis atau tidak Pemeriksaan kolesterol Kolesterol total Ada beberapa perusahaan yang melakukan pemeriksaan kolesterol lengkap mencakup kolesterol LDL Kolesterol HDL Trigliserida Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh, karena terlalu tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dapat meningkatkan potensi seseorang mengalami stroke, penyakit jantung  Pemeriksaan fungsi ginjal Ureum Kreatinin Asam urat Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kesehatan fungsi ginjal. Pemeriksaan asam urat dilakukan karena asam urat yang tinggi dapat membentuk batu ginjal dan berpengaruh pada fungsi ginjal.  Pemeriksaan fungsi hati  HBsAg untuk mendeteksi adanya infeksi hepatitis B SGPT dan SGOT merupakan enzim-enzim pada hati yang akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh apabila hati mengalami kerusakan   Pemeriksaan urin lengkap Pemeriksaan ini berguna untuk mendiagnosis dan memantau kelainan ginjal/ saluran kemih termasuk infeksi saluran kemih (ISK) dan mendeteksi penyakit metabolik atau sistemik Pemeriksaan rontgen thoraks Untuk mendiagnosa adanya kelainan di paru-paru Pemeriksaan EKG Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai kerja jantung, apakah normal atau tidak normal.