Your browser does not support JavaScript!
 08 May 2018    11:00 WIB
Apa Arti Tulisan Pada Label Makanan Anda?
Pernahkah Anda membaca label makanan sebelum Anda membelinya? Bila tidak, cobalah untuk mulai membacanya untuk melihat apakah makanan yang Anda pilih tersebut baik bagi kesehatan Anda. Bila pernah, apakah Anda mengerti apa yang dikatakan oleh label makanan tersebut? Sebagian besar orang tidak mengerti apa arti dari label makanan yang mereka baca.   Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu Anda mengerti apa arti label makanan yang Anda baca tersebut: Sugar Free atau Bebas Gula Tanda ini berarti bahwa makanan tersebut mengandung kurang dari 0.5 gram gula per porsinya. Gluten Free atau Bebas Gluten Bila Anda menderita intoleransi gluten atau penyakit seliak maka pastikan Anda memeriksa ada tidaknya gluten dalam makanan yang akan Anda beli. Akan tetapi, bebas gluten pun memiliki arti lain, yaitu bahwa makanan tersebut mungkin mengandung lebih banyak gula atau tepung olahan untuk mengkompensasi tidak adanya gluten. Natural atau Alami Mungkin Anda sering melihat berbagai jenis makanan yang mencantumkan kata "alami" atau mengandung bahan alami. Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa gula pun merupakan bahan alami. Oleh karena itu, jangan mudah tertipu oleh kata alami ini.  Kemasan Berwarna Hijau Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang-orang berpikir bahwa makanan lebih sehat bila dibungkus oleh kemasan berwarna hijau daripada kemasan berwarna merah atau putih. Ingatlah bahwa apa yang Anda makan adalah isi kemasan tersebut, bukan kemasannya. Rendah Lemak Kata rendah lemak berarti bahwa makanan tersebut hanya mengandung sekitar 3 gram lemak atau kurang per porsinya. Akan tetapi, makanan ini mungkin mengandung banyak gula, natrium, dan kalori. Seringkali, untuk mengganti salah satu bahan pembuat makanan, pabrik pembuat makanan tersebut menggantinya dengan hal lainnya.     Sumber: sparkpeople
 06 Oct 2015    18:00 WIB
Beda Usia, Beda Makanannya Lho!!!
Sesuai dengan pertambahan usia akan terjadi banyak perubahan pada tubuh Anda, mulai dari kulit yang mulai mengendur, lutut yang semakin melemah dan rambut mulai beruban. Pada dasarnya hal ini merupakan cara tubuh memberi tahu kondisi tubuh Kita yang sesungguhnya. Banyak orang yang mencoba agar tetap awet muda dan melakukan berbagai hal seperti melakukan botox, transplantasi rambut bahkan sampai operasi. Cara-cara tersebut memang ampuh untuk membuat penampilan Anda terlihat lebih muda dari luar, namun apakah Anda tetap merasa lebih muda dari dalam. Agar Anda tetap awet muda dari luar dan dalam maka Anda harus melakukan diet atau pola makanan yang sehat dan sesuai dengan usia Anda. Hal ini berguna untuk menjaga fisik dan pikiran Anda tetap sehat dan sesuai dengan usia Anda bahkan mungkin lebih muda dari usia Anda yang sesungguhnya. Wanita 30 tahun Menginjak usia 30 tahun merupakan mimpi buruk untuk setiap wanita muda. Mereka mulai khawatir dengan perubahan kulit, rambut dan biasanya terjadi penambahan berat badan. Untuk menghindari hal ini biasanya mereka akan mulai melakukan diet ketat yang justru berbahaya. Apabila Anda memang ingin menurunkan berat badan jauh lebih baik Anda beralih ke diet kaya protein dibanding Anda hanya makan sayuran pada saat sarapan, makan siang dan makan malam. Selain itu olahraga teratur dan menghindari konsumsi alkohol akan membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Konsumsi sayuran adalah hal yang baik, namun apabila hanya konsumsi sayuran maka kebutuhan gizi lain tidak akan terpenuhi. Sebaiknya Anda menghindari lemak jenuh yang banyak terdapat di mentega dan keju.  Untuk wanita 40 tahun Usia 40 tahun merupakan masa dimana terjadi perubahan emosi besar-besaran yang dialami wanita. Saat ini adalah periode menjelang menopause. Pada usia ini disarankan untuk banyak konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Hindari konsumsi lemak jenuh dan minuman berkarbonasi. Untuk wanita 50 tahun Masalah radang sendi adalah masalah yang paling sering dialami oleh wanita usia 50 tahun. Untuk membantu menangani masalah radang sendi adalah dengan konsumsi asam lemak omega-3 banyak terdapat di dalam ikan salmon, kacanng mede dan juga banyak konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C dan makanan yang mengandung zat besi. Minum teh hijau atau teh hitam juga akan membantu. Untuk wanita usia 60 tahun. Masalah utama yang dihadapi wanita usia 60 tahun adalah pergeseran tulang panggul, patah tulang, darah tinggi dan gangguan tiroid. Perbanyak konsumsi asam lemak omega-3 dari ikan salmon. Banyak konsumsi buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak dan produk susu bebas lemak. Jalankan diet rendah lemak dan tinggi serat. Beda usia memang beda pola dietnya. Pola diet yang seimbang dan sesuai dengan kebutuham tubuh akan membantu menjaga kesehatan Anda. Apakah Anda sudah memiliki pola diet Anda sendiri yang memberikan banyak manfaat untuk Anda? Baca juga: 12 Kesalahan Berdiet dan Cara Mengatasinya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: idiva