Your browser does not support JavaScript!
 15 Aug 2020    09:00 WIB
Pembasmi Alami Kutu Rambut
Kutu rambut merupakan masalah yang sering terjadi pada anak-anak usia sekolah. Kutu kecil berwarna coklat keabu-abuan ini merupakan jenis insektisida yang hidup di rambut manusia. Saat mereka bermanifestasi di rambut, kutu-kutu ini akan menghisap darah melalui kulit kepala, yang menyebabkan gatal. Kutu ini dapat menyebar dengan mudah melalui kontak langsung dan harus dibasmi segera sebelum kutu-kutu ini beranak pinak. Berikut adalah ramuan yang dapat menghilangkan kutu di rambut.   Minyak kelapaBalurkan minyak kelapa ke seluruh permukaan rambut, kemudian sisir menggunakan sisir yang sangat rapat. Setelah minyak kelapa merata di seluruh rambut, bagi-bagi rambut Anda menjadi bagian kecil. Sisirlah rambut Anda bagian per bagian agar kutu-kutu keluar dari rambut Anda.   Minyak esensialMacam-macam minyak esensial seperti tea tree, jojoba, eucalyptus dan rosemary dapat digunakan untuk membunuh kutu. Campurkan beberapa minyak esensial denga minyak zaitun dan usapkan ke kulit kepala dengan menggunakan kapas. Kemudian tutup kepala Anda dengan shower xap dan biarkan semalaman. Sisir rambut Anda keesokan harinya untuk membersihkan rambut dari kutu.   Cuka apelSebelum dan sesudah mencuci rambut, basuh rambut Anda menggunakan cuka apel. Gunakan sisir kutu untuk menyisir rambut Anda setelah Anda mengeringkan rambut.   Petrolium jellyAplikasikan petrolium jelly ke rambut Anda kemudian tutup rambut Anda dengan menggunakan shower cap. Biarkan semalaman dan gunakan baby oil keesokan harinya untuk membersihkan petrolium jelly dan kutu yang menempel, kemudian segera cuci rambut Anda.   Bawang putihAmbil 10 siung bawang putih kemudian hancurkan sampai berbentuk pasta. Tambahkan 3 sendok perasan lemon, campurkan dan aplikasikan ke kulit kepala. Biarkan selama setengah jam kemudian bersihkan. Setelah itu sisir rambut Anda menggunakan sisir kutu agar kutu-kutu keluar.   Baca juga: Kutu vs Ketombe: Apa Perbedaannya?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup
 10 Aug 2020    15:00 WIB
6 Hal yang Akan Terjadi Saat Anda Berhenti Keramas
Anda mungkin sudah sering mendengar nasehat yang mengatakan jangan terlalu sering keramas atau jangan keramas setiap hari karena hal ini diduga dapat merusak keindahan rambut Anda. Akan tetapi, apa sebenarnya yang akan terjadi bila Anda benar-benar berhenti keramas? Di bawah ini Anda dapat melihat 7 hal mengejutkan yang akan terjadi saat Anda berhenti keramas. Baca juga: Penyebab Wanita Mengalami Kerontokan Rambut  1.      Rambut Menjadi Tidak Terlalu BerminyakTentu saja 2 minggu pertama akan sangat sulit bagi Anda. Akan tetapi, pada akhirnya, rambut Anda akan mengurangi jumlah minyak yang diproduksinya. Minyak ini diperlukan untuk mengkompensasi kekeringan rambut yang disebabkan oleh shampoo. Rambut Anda pun akan terlihat lebih berkilau. 2.      Rambut Berbau Tidak SedapSetelah Anda tidak keramas selama beberapa hari atau beberapa minggu, maka rambut Anda tentu saja akan berbau. Untuk mencegah rambut Anda berbau tidak sedap, bersihkanlah rambut Anda dengan air dan gantilah shampoo Anda dengan baking soda dan cuka apel, bersihkanlah rambut Anda setidaknya 1 minggu sekali dengan kedua bahan tersebut. 3.      Rambut Bercabang BerkurangSemakin jarang Anda keramas, semakin sedikit kutikula kulit kepala yang teriritasi. Dengan demikian, resiko terbentuknya rambut bercabang pun akan berkurang. 4.      Rambut Menjadi Lebih TebalBeberapa jenis shampoo akan mengangkat minyak alami rambut Anda dan menggantinya dengan pelembab kimia, yang sebenarnya akan membuat rambut Anda terlihat lebih tipis. 5.      Cat Rambut Anda Akan Tahan Lebih LamaBila Anda menyukai warna rambut Anda saat ini, maka jarang atau tidak keramas akan membuat warna rambut Anda tahan lebih lama. 6.      Rambut Menjadi Lebih Mudah DitataRambut yang baru saja dikeramas biasanya akan terasa lebih halus dan licin bukan? Hal ini tentu saja akan membuat rambut Anda lebih sulit ditata. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: purewow
 24 Jul 2019    18:00 WIB
Ketahui Penyebab Kulit Kepala Gatal Disini
Kulit kepala yang gatal sering mengganggu konsentrasi, sementara menggaruk kepala juga bisa membuat malu di muka umum. Ternyata gatal dikepala tidak selalu disebabkan oleh kebersihan yang kurang. Berbagai macam penyakit kulit seperti psoriasis juga dapat menyebabkan rasa gatal di kulit. Terkadang rasa gatal dapat dilokasir di kulit kepala, terkadang gatal bisa menyebar sampai ke badan. Menggaruk kepala terlalu sering juga bisa menyebabkan perlukaan di kulit kepala dan menjadi rentan terkena infeksi. Pengobatan untuk gatal di kepala juga bergantung pada penyebabnya, oleh karena itu sangat penting untuk mendiagnosa apa penyebab dari kulit kepala yang gatal sedini mungkin. Beberapa penyebab gatal di kulit kepala: Kulit kepala yang kering Pada beberapa orang kulit kering bisa mencakup kulit kepala yang kering juga. Kekeringan ini bisa menimbulkan rasa gatal dan gatal bisa semakin memburuk saat musim dingin atau kebiasaan mencuci rambut terlalu sering. Ada beberapa jenis sampo yang harus dihindari dan harus menggunakan pelembab rambut untuk mengatasi masalah ini. Manifestasi kutu Manifestasi kutu, parasit kecil yang menghisap darah di kulit kepala dapat menyebabkan gatal di kepala. Kutu rambut sangat mudah ditularkan dari orang yang satu ke orang lain melalui kontak langsung. Gigitan dari kutu ini dapat menyebabkan rasa gatal, terutama jika digigit didaerah belakang telinga. Menggaruk kepala berulang dapat memperburuk keadaan dan membuat bakteri dapat menginfeksi daerah kulit kepala. Diperlukan pengobatan dengan menggunakan shampo atau lotion rambut khusus untuk mengontrol kondisi ini. Ketombe Ketombe merupakan masalah kulit kepala yang paling sering terjadi. Ketombe sering terjadi pada infeksi di kulit kepala yang berminyak, yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Pasien yang terkena ketombe akan merasa gatal di kulit kepala dan menggaruk kepala diikuti jatuhnya serpihan putih. Pada kasus yang berat ketombe dapat berubah menjadi dermatitis seboroika. Ketombe dapat diobati dengan menggunakan shampo yang mengandung  ketoconazole, zinc pyrithione atau selenium sulfide. Infeksi bakteri Infeksi bakteri di kulit kepala juga dapat menimbulkan rasa gatal. Selain itu infeksi bakteri akan menghasilkan pembentukan nanah, krusta (luka kering bercampur serum dan nanah). Pengobatannya menggunakan antibiotika lokal Folikulitis  Folikulitis di kulit kepala adalah inflamasi dari folikel rambut. Folikulitis bisa disebabkan oleh jamur atau bakteri. Selain rasa gatal, folikulitis biasanya menimbulkan rasa nyeri. Infeksi virus, cacar air Virus varicella zooster yang menyebabkan cacar air juga bisa bermanifestasi di kulit kepala. Pada kulit kepala akan terbentuk blister yang disertai rasa gatal. Virus ini juga bisa mempengaruhi syaraf dan memunculkan penyakit lain yaitu herpes.  Psoriasis di kulit kepala Psoriasis adalah suatu kondisi dimana kulit ditutupi oleh plak tebal yang disebut plaques. Plaques ini biasanya bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, psoriasis ini biasanya diikuti oleh radang sendi. Gejala psikologis Stress dan kegugupan sering membuat Anda menggaruk kepala walaupun tidak gatal. Hal ini bisa diikuti dengan kerontokan rambut Sumber: medindia
 24 Oct 2018    11:00 WIB
Tips Memberantas Kutu dari Rumah dan Hewan Peliharaan
Bila Anda memiliki hewan peliharaan di rumah, pasti ada satu hal yang sangat Anda takuti, yaitu adanya kutu, baik pada hewan peliharaan kesayangan Anda maupun pada rumah Anda. Untuk mengatasinya, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips untuk memberantas kutu, yang lebih murah dan bebas efek samping.   Cuka Apel Cuka apel merupakan bahan alami yang cukup efektif untuk mengatasi kutu. Walaupun cuka apel tidak dapat membunuh kutu, akan tetapi kutu tidak menyukai bau dan rasa dari cuka apel ini, sehingga kutu pun akan menjauhi hewan peliharaan Anda. Selain itu, cuka apel juga tidak beracun bagi anjing dan kucing. Caranya adalah dengan mencampurkan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:1 di sebuah botol semprot. Bila Anda mau, Anda dapat menambahkan 2-3 tetes lavender atau minyak cedar pada larutan. Kemudian semprotkan larutan ini pada hewan peliharaan Anda, tetapi pastikan tidak mengenai daerah mata, telinga, dan hidung hewan peliharaan Anda. Lakukan hal ini setiap hari. Bila Anda menemukan kutu pada beberapa bagian rumah Anda, Anda juga dapat menyemprotkan larutan ini dalam jumlah yang cukup banyak pada bagian rumah dan perabotan rumah Anda. Lakukan hal ini setiap hari.   Sabun Cuci Piring Cair Anda juga dapat menggunakan sabun cuci piring cair untuk mengatasi kutu pada hewan peliharaan dan rumah Anda karena sabun cuci piring dapat menghancurkan rangka luar kutu. Sabun cuci piring ini terutama cocok untuk membasmi kutu pada anak anjing dan anak kucing. Caranya adalah dengan memandikan hewan peliharaan Anda dengan campuran sabun cuci piring ringan dengan air hangat, diamkan selama 5-10 menit. Kutu pun akan perlahan berjatuhan saat Anda membilas hewan peliharaan Anda. Lakukan hal ini beberapa kali seminggu selama 1-2 minggu. Untuk membasmi kutu di rumah, siapkan beberapa mangkuk berisi air hangat dan campurkan beberapa tetes sabun cuci piring hingga air berbusa. Kemudian letakkan mangkuk-mangkuk ini di beberapa sudut rumah Anda, di bawah lampu. Karena kutu akan tertarik pada kehangatan lampu, maka ia pun akan melompat masuk ke dalam air dan tidak bisa keluar lagi. Ulangi sesuai keperluan.   Garam Garam merupakan bahan alami yang tidak beracun dan dapat digunakan untuk mengusir kutu. Garam juga aman digunakan pada hewan peliharaan. Karena garam bersifat menarik air, maka hal ini akan membuat tubuh hewan Anda menjadi lembab. Kutu tidak menyukai tempat yang lembab, sehingga ia pun akan segera meninggalkan tubuh hewan peliharaan Anda. Selain itu, garam juga dapat membuat kutu mengalami dehidrasi, mengering, dan akhirnya mati. Caranya adalah taburkan sedikit garam halus secara merata pada karpet, lantai kayu, atau perobatan atau bagian rumah lainnya. Biarkan selama 12-48 jam, kemudian bersihkan dengan vakum. Lakukan hal ini secara teratur, setidaknya selama 1 minggu.   Lemon Lemon merupakan bahan alami lainnya yang cukup efektif untuk mengatasi kutu. Lemon dapat membunuh kutu yang ada dan telur kutu yang mungkin sudah ada. Caranya adalah irislah 1-2 butir lemon tipis-tipis, kemudian masukkan ke dalam panci berisi air dan didihkan. Matikan api dan biarkan selama semalam. Kemudian saring larutan ini dan tuangkan ke dalam botol semprot. Semprotkan larutan ini pada hewan peliharaan Anda hingga membasahi bulunya dan hindari daerah mata, hidung, dan telinga. Kemudian sisir bulu hewan Anda dengan menggunakan sisir kutu dan ulangi sesuai keperlukan. Untuk rumah, Anda dapat menyemprotkan larutan ini ke berbagai bagian rumah dan perabotan yang menjadi sarang kutu.   Boraks Boraks merupakan insektisida yang cukup efektif, yang bekerja dengan cara mengeringkan tubuh kutu, larva, pupa, dan telurnya; yang pada akhirnya akan membunuh kutu. Caranya adalah bersihkan karpet dan bagian rumah atau perabotan rumah lain yang menjadi sarang kutu. Kemudian, gunakan masker dan taburkan bubuk boraks pada karpet dan bagian rumah lain. Biarkan selama setidaknya 6-8 jam, kemudian bersihkan area tersebut dengan vakum. Perlu diingat bahwa boraks tidak boleh digunakan pada hewan peliharaan dan berhati-hatilah saat menggunakannya, terutama bila Anda memiliki anak di dalam rumah.   Baca juga: Tips Untuk Mencegah Anda Tertular Penyakit dari Hewan Peliharaan   Rosemary Rosemary juga dapat digunakan untuk mengatasi kutu karena kutu tidak menyukai bau rosemary. Caranya adalah masukkan 2 cup rosemary segar ke dalam panci berisi air, didihkan dan biarkan mendidih selama 20-30 menit. Saring larutan ini dan buang daun rosemary. Campur larutan ini dengan 4 liter air hangat dan biarkan hingga agak dingin. Basahi atau rendam hewan peliharaan Anda dalam larutan ini dan biarkan tubuh hewan Anda mengering dengan sendirinya. Ulangi jika diperlukan. Perlu diingat bahwa rosemary tidak dapat digunakan untuk mengatasi kutu pada kucing.   Mandikan Barang-barang Hewan Peliharaan Anda Karena kutu biasanya masuk ke dalam rumah melalui hewan peliharaan Anda, maka Anda juga perlu memperhatikan kebersihkan barang-barang milik hewan peliharaan Anda. Jika barang hewan peliharaan Anda terlalu kotor, akan lebih baik bila Anda membuangnya dan membelikannya barang baru.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 17 Sep 2018    16:00 WIB
Penyebab Terinfeksi Kutu Kemaluan
Terkena kutu kemaluan tidak berhubungan dengan kebersihan seseorang yang buruk. Biasanya kutu kemaluan ditularkan melalui kontak terlalu dekat dengan tubuh seseorang yang terinfeksi kutu kemaluan.   Kutu dapat ditemukan pada hampir semua rambut di mana saja pada tubuh, seperti jenggot, rambut ketiak dan rambut kaki. Namun, tidak seperti kutu lainnya, mereka biasanya tidak hidup di rambut kepala. Kutu kemaluan kutu merangkak dari rambut seseorang ke  rambut orang lain. Kutu kemaluan tidak bisa melompat, terbang atau berenang. Kontak seksual Kutu kemaluan yang paling sering ditularkan melalui kontak seksual. Seperti melalui vagina, anal dan oral seks. Menggunakan kondom dan metode kontrasepsi lainnya  tidak melindungi Anda terhadap kutu kemaluan. Jenis lain dari kontak tubuh yang dekat, seperti memeluk dan mencium, juga dapat menyebarkan kutu. Cara lain penyebaran kutu kemaluan: Seseorang juga dapat terinfeksi kutu kemaluan dari barang-barang orang yang terinfeksi, seperti: Pakaian Sprei Handuk Dudukan toilet Namun cara ini lebih jarang dibandingkan dengan kontak seksual.   Siklus hidup kutu kemaluan   Kutu kemaluan hidup selama satu sampai tiga bulan. Selama ini, kutu betina dapat meletakkan sampai 300 telur. Telur menetas setelah 6 sampai 10 hari, dan kutu menjadi dewasa dan dapat mulai bereproduksi dalam 2-3 minggu kemudian. Ketika tidak pada tubuh manusia, kutu kemaluan dapat hidup selama sekitar 24 sampai 48 jam. Namun, kutu tergantung pada darah manusia untuk bertahan hidup, sehingga mereka jarang meninggalkan tubuh selain pindah ke orang lain. Kutu kemaluan tidak hidup pada hewan. Baca juga: Kutu vs Ketombe: Apa Perbedaannya? Sumber: nhs