Your browser does not support JavaScript!
 30 Aug 2016    12:00 WIB
Ini Dia Lima Penyakit Kulit Terlangka di Dunia!
Sebagian besar orang tentunya pernah mendengar mengenai penyakit jamur, kudis/kurap/kadas, panu, dan sebagainya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata di dunia ini terdapat beberapa macam penyakit kulit langka yang jarang dijumpai? Di bawah ini Anda dapat melihat 5 jenis penyakit kulit paling langka di dunia.   Argiria Argiria merupakan suatu keadaan di mana kulit penderita mengalami perubahan warna, yaitu menjadi biru keabuan. Keadaan ini terjadi saat seseorang mengkonsumsi atau terpapar oleh perak dalam jumlah besar dalam waktu yang cukup lama.   Argiria yang disebabkan oleh banyaknya paparan terhadap perak biasanya dialami oleh para penambang perak atau pada buruh pabrik perak atau pada orang yang pekerjaannya adalah memproses film negatif (tempat cuci cetak foto).   Beberapa orang lainnya mengkonsumsi perak karena mendengar bahwa perak dapat membantu mengatasi beberapa gangguan kesehatan seperti radang sendi, diabetes, atau bahkan AIDS. Selain itu, penggunaan bahan penambal gigi dari perak diduga juga dapat menyebabkan terjadinya argiria. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan argiria.   Sindrom Steven Johnson  dan Nekrolisis Epidermal Toksis Sindrom Steven Johnson (Stevens-Johnson Syndrome/SJS) dan nekrolisis epidermal toksis (Toxic Epidermal Necrolysis/TEN) merupakan suatu gangguan kulit berat yang menyebabkan kulit dan bahkan lapisan organ dalam mengelupas. Keduanya pun memiliki gejala yang sama sehingga seringkali disamakan oleh para dokter (SJS/TEN).   Gejala awal dari SJS dan TEN adalah adanya berbagai gejala seperti flu yang kemudian diikuti oleh timbulnya bercak kemerahan dan lepuhan yang terasa nyeri pada kulit. Perbedaan antara SJS dan TEN adalah pada berapa banyak kulit yang terkena.   Bila hanya mengenai 10% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan SJS. Bila telah mengenai sekitar 10-30% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan SJS/TEN. Bila telah mengenai lebih dari 30% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan TEN.   Sebagian besar penderita mengalami gangguan ini karena suatu reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya SJS/TEN adalah obat golongan NSAID, allopurinol, fenitoin, karbamazepin, barbiturate, anti kejang, dan antibiotika golongan sulfa. Akan tetapi, pada sekitar seperempat kasus SJS/TEN, dokter tidak dapat menemukan penyebab yang jelas.   SJS/TEN seringkali dapat disembuhkan, tergantung pada keparahan gejala. Karena keduanya dapat mengancam nyawa penderitanya maka perawatan di rumah sakit pun biasanya diperlukan. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah dengan memberikan immunoglobulin, antibiotika (untuk mencegah terjadinya infeksi pada kulit), dan kortikosteroid (untuk mengatasi peradangan) melalui infus.   Dermatografia Gangguan kulit yang satu ini memang sangat jarang, tetapi biasanya tidak membahayakan jiwa penderitanya. Pada dermatografia, penderitanya biasanya memiliki kulit yang sangat sensitif, di mana luka sekecil apapun dapat membuat kulit kemerahan dan bengkak. Penderita biasanya juga akan merasa gatal.   Ingin tahu sesensitif apa kulit penderita dermatografia? Anda dapat membaca apa yang Anda tulis dengan kuku jari Anda pada permukaan kulit penderita. Hanya dalam waktu beberapa menit, kulit akan langsung tampak memerah dan bengkak seperti saat Anda tergores oleh suatu benda tajam.   Hal lainnya yang juga dapat membuat kulit penderita dermatografia memerah dan bengkak adalah gesekan dengan pakaian, cuaca panas, cuaca dingin, sinar matahari, atau bahkan saat mereka marah.   Hingga saat ini, para dokter masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari dermatografia, tetapi banyak ahli menduga keadaan ini merupakan suatu jenis reaksi alergi.   Gejala biasanya akan menghilang dalam waktu 30 menit atau beberapa jam, akan tetapi karena dapat membuat penderitanya kesakitan, maka dokter biasanya menganjurkan penderita untuk mengkonsumsi obat anti alergi secara teratur. Selain itu, dianjurkan juga agar penderita mengkonsumsi cukup air putih dan menggunakan pelembab karena kulit kering dapat membuat gejala bertambah buruk atau justru memicu timbulnya gejala.   Iktiosis Harlequin Iktiosis harlequin merupakan suatu gangguan kulit yang biasanya mengenai bayi baru lahir, di mana mereka terlahir dengan kulit yang tebal dan keras. Pada dokter menduga bahwa iktiosis harlequin disebabkan oleh suatu kelainan genetika, di mana terjadi mutasi pada gen ABCA12 yang berfungsi untuk mengatur perkembangan lapisan epidermis (lapisan kulit terluar) kulit.   Gangguan kulit yang sangat langka ini akan membuat para bayi baru lahir tersebut kesulitan mengendalikan pengeluaran cairan dari dalam tubuhnya, yang pada akhirnya akan membuat bayi mengalami dehidrasi berat.   Bayi yang menderita iktiosis harlequin biasanya akan mengalami kesulitan untuk bergerak, bernapas, melawan infeksi, dan mengatur suhu tubuhnya. Berbagai hal inilah yang biasanya akan membuat bayi baru lahir meninggal dalam waktu beberapa minggu setelah lahir.   Walaupun demikian, beberapa orang bayi dapat bertahan hidup, tetapi mereka tetap membutuhkan perawatan intensif di dalam inkubator untuk menjaga agar suhu tubuhnya tetap stabil serta membuat para petugas medis dapat mengawasi berapa banyak cairan dan nutrisi yang hilang, yang harus segera digantikan. Iktiosis harlequin merupakan suatu gangguan kulit yang tidak dapat disembuhkan. Salah seorang penderita yang berhasil bertahan hidup hingga memasuki masa remaja mengatakan bahwa ia harus mengkonsumsi sekitar 7.500 kalori setiap harinya untuk menggantikan nutrisi yang hilang karena proses pengelupasan kulitnya yang berlangsung 10 kali lebih cepat dari normal dan harus mengoleskan pelembab pada kulitnya sekitar 7 kali sehari.   Xeroderma Pigmentosum Bila dermatografia merupakan suatu gangguan kulit yang membuat penderitanya sangat sensitif terhadap sentuhan atau gesekan, maka xeroderma pigmentosum merupakan suatu gangguan kulit yang membuat penderitanya menjadi sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet (UV).   Penderita xeroderma pigmentosum harus menghindari pancaran sinar matahari yang menembus masuk melalui jendela dan bahkan sinar fluoresens. Apa yang terjadi pada kulit penderita bila mereka terpapar oleh sinar UV? Sebenarnya sama dengan semua orang lainnya, tetapi jauh lebih parah karena kulit mereka amat sangat sensitif.   Gejala yang timbul saat penderita terpapar sinar matahari (walaupun sangat sedikit) adalah kulit terbakar, timbulnya lepuhan pada kulit, dan bercak kehitaman pada kulit. Selain itu, kulit penderita juga menjadi sangat tipis hingga pembuluh darah di bawah kulit pun terlihat.   Keadaan ini tentu saja akan membuat penderita menjadi sangat rentan terhadap kanker kulit. Anak-anak yang mengalami gangguan kulit ini biasanya akan mengalami kanker kulit dan meninggal saat mereka baru saja memasuki masa dewasa.   Xeroderma pigmentosum terjadi akibat adanya kelainan genetika, yang menyebabkan gangguan pada proses perbaikan DNA. Pada orang normal, kerusakan DNA yang terjadi akibat terbakar sinar matahari dapat segera diperbaiki, akan tetapi pada penderita xeroderma pigmentosum perbaikan ini tidak dapat berlangsung.   Walaupun telah tersedia berbagai jenis obat-obatan untuk mengatasi gejala, akan tetapi para ahli masih belum menemukan cara menyembuhkan kelainan ini.   Baca Juga: Berbagai Jenis Sayuran Untuk Memperindah Kulit Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: health.howstuffworks
 29 Aug 2016    15:00 WIB
Agar Kulit Tidak Kusam Setelah Berhenti Menggunakan Krim Wajah
Saat Anda menggunakan krim wajah mungkin Anda merasa kulit menjadi kusam, maka yang harus Anda perhatikan agar kulit tidak menjadi kusam: Dokter atau klinik kecantikan yang terpercaya Saat Anda menggunakan krim wajah sebaiknya Anda konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan dokter yang sudah mempunyai sertifikat kursus klinik kecantikan. Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan langsung karena setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda dan permasalahan kulit yang berbeda. Sehingga kandungan obat terkandung di dalam krim merupakan bahan-bahan yang baik untuk kulit Anda. Bukan hanya memberikan efek "putih" sementara namun merusak kulit Anda nantinya.  Tanyakan isi dari krim tersebut Mungkin Anda kurang mengerti dengan bahan yang terkandung di dalam krim tersebut, namun Anda dapat sedikit bertanya apa efek dari obat tersebut. Sehingga Anda merasa lebih yakin dengan manfaat dari krim wajah tersebut. Pemakaian obat pemutih Ada beberapa bahan yang sering digunakan untuk memutihkan kulit salah satunya adalah hidrokuinon. Untuk pemakaian hidrokuinon apabila tidak melebihi 2% maka masih dalam masih batas aman. Namun bila sudah lebih dari kadar tersebut maka kulit Anda akan terlihat putih namun sebenarnya terjadi pengelupasan kulit dan bila terkena matahari maka akan merusak kulit dan timbul bintik-bintik hitam.  Untuk Anda yang berhenti menggunakan krim Mungkin akan terjadi perubahan kulit, hal ini dapat disebabkan dari bahan yang terkandung dalam obat tersebut. Karena pemutusan pemakaian obat secara tiba-tiba. Namun yang harus Anda perhatikan seperti tubuh yang diberi makan setiap hari apabila kekurangan nutrisi maka akan mengganggu proses kerja tubuh tersebut. Sama seperti kulit, bila Anda selalu menggunakan krim nutrisi untuk kulit dan tiba-tiba Anda berhenti maka hal ini akan mengganggu proses kerja kulit Anda.  Sehingga untuk pemakaian krim kulit sebaiknya diteruskan namun dengan kadar yang lebih sedikit dan mempertahankan kesehatan kulit Melakukan perawatan kulit di klinik kecantikan Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya Anda juga melakukan perawatan di klinik kecantikan seperti facial, peeling, mikrodermabrasi, dermaroller. Sebaiknya saat Anda melakukan perawatan tersebut Anda konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Beberapa krim biasanya bersifat pengelupasan kulit dan apabila akan dilakukan tindakan peeling yang bersifat mengelupas kulit, maka Anda harus istirahat tidak menggunakan krim selama minimal 3 hari.  Baca juga: Pengaruh Berbagai Nutrisi Terhadap Kulit Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 27 Aug 2016    12:00 WIB
Waspada Bila Sering Waxing, Ini Masalah Kulit Yang Bisa Terjadi
Semua orang memiliki bulu kemaluan, ada yang tidak mempermasalahkan hal ini namun ada juga yang merasa terganggu. Sehingga melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan bulu kemaluan. Keadaan organ intim tanpa bulu kemaluan mungkin terlihat lebih seksi dan terlihat lebih bersih bagi sebagian orang. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah melakukan waxing bulu kemaluan, kemudian melakukan laser untuk menghambat pertumbuhan bulu kemaluan secara permanen. Namun tahukah Anda bahwa cara diatas dapat menyebabkan risiko yang berbahaya bagi para wanita. Sebenarnya bulu kemaluan ini berguna untuk melindungi kulit vagina terhadap gesekan yang terjadi saat berhubungan intim karena daerah vagina merupakan daerah yang sangat sensitif. Selain itu, bulu kemaluan berfungsi untuk untuk menjaga vagina dari bakteri berbahaya yang tak diinginkan sehingga pengangkatan bulu kemaluan dapat memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan alat kelamin. Saat melakukan waxing biasanya akan menimbulkan iritasi, luka terbuka dan menyebabkan peradangan pada kantung rambut yang tersisa. Luka dan kondisi hangat dan lembab dari area vital, akan menjadi tempat yang baik bagi perkembangan bakteri yang berbahaya. Hal tersebut akan menyebabkan gangguan risiko kesehatan yang berbahaya, seperti: Selulitis Infeksi bakteri pada kulit dan jaringan lunak di bawah kulit. Sehingga menimbulkan pembengkakan, kemerahan dan nyeri. Herpes Genitalis Dikarenakan tidak lagi memiliki bulu kemaluan dan adanya luka maka virus herpes genitalis dapat masuk ke dalam tubuh. Gejala herpes genitalis yang pertama kali muncul adalah luka melepuh yang kemerahan dan terasa sakit di sekitar daerah genital. Luka ini bisa pecah dan menjadi luka terbuka. Impetigo Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan luka merah dan bisa pecah. Ketika luka tersebut pecah biasanya akan keluar cairan yang menyebabkan kerak berwarna kuning kecokelatan pada kulit Moluskum Kontagiosum Moluskum Kontagiosum adalah infeksi virus pada kulit yang cepat menular. Terutama pada wanita yang tidak mampu menjaga kebersihan organ intim dengan baik. Biasanya akan membuat kulit rusak dan akan terlihat jelas saat akar rambut dipotong atau dirobek. Kutil kelamin Tumbuhnya daging kecil atau benjolan yang muncul di sekitar daerah kelamin atau dubur. Biasanya hal ini disebabkan oleh Human Papilomavirus (HPV) Rambut tumbuh ke dalam Biasanya setelah waxing, rambut baru akan mulai tumbuh. Namun karena penggunaan lilin pada saat proses waxing dilakukan, maka rambut akan terjebak di bawah permukaan yang menyebabkan benjolan disertai iritasi dan menyebabkan infeksi dalam waktu lama. Bisul Bisul ini disebabkan oleh bakteri stafilokokus dan menyebabkan area itu terkena radang dan berisi nanah. Melihat adanya dampak negatif akibat waxing ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan kulit vagina dan tidak melakuan waxing terlalu sering Baca juga: Makanan Anti Galau  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: thesun
 22 Aug 2016    11:00 WIB
5 Perawatan Alami Untuk Mengecilkan Pori-Pori Kulit
Kita semua tentu menginginkan kulit yang lembut, bercahaya dan pori-pori kulit yang besar akan sangat mempengaruhi penampilan kulit kita. Pori-pori kulit wajah yang besar dapat terjadi karena faktor genetik, karena faktor penuaan dan karena terlalu lama terekspos sinar matahari. Pasti kita tidak ingin pori-pori besar merusak penampilan kulit kita bukan? Berikut adalah 5 perawatan alami dengan menggunakan bahan alami juga untuk mengecilkan pori-pori kulit di wajah. 1.  LemonPeras separuh lemon dan aplikasikan perasan lemon itu ke wajah Anda sebelum Anda tidur. Lemon merupakan astingent yang alami. Lemon akan membantu pori-pori mengecil dan juga mencerahkan warna kulit wajah. 2.  TomatHancurkan tomat sampai lembut kemudian aplikasikan ke wajah Anda sebagai masker selama 10-15 menit. Setelah itu bersihkan wajah Anda dengan air hangat dan kemudian air dingin untuk meminimalisir pori-pori. 3.  Madu Madu tidak hanya mengandung antibakterial, tetapi juga dapat mengecilkan pori, mengurangi kadar minyak di wajah. Madu dapat digunakan sebagai tambahan masker wajah lain atau dapat langsung diaplikasikan ke wajah dengan tambahan sedikit perasan air lemon. Pijat wajah Anda dan kemudian diamkan beberapa menit. Setelah itu cuci wajah Anda menggunakan air dingin. 4.  Sari MentimunHancurkan mentimun, ambil sarinya kemudian campurkan dengan tepung jangung dan aplikasikan campuran ini ke wajah Anda. Diamkan selama 15 menit kemudian basuh wajah Anda dengan air hangat kuku. Campuran ini akan membantu mengecilkan pori-pori di wajah Anda. 5.  Es BatuLangkah cepat dan efektif untuk mengecilkan pori-pori dengan cepat adalah dengan menggosok es batu ke wajah. Suhu dingin dari es batu akan membuat pori-pori menciut dan juga membantu mengurangi produksi minyak di wajah. Baca juga: Mengapa Kulit Kaki Anda Kering dan Pecah-pecah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup
 20 Aug 2016    08:00 WIB
Benarkah Merokok Sebabkan Keriput Pada Kulit Anda?
Satu lagi alasan yang mungkin dapat meningkatkan motivasi anda untuk berhenti merokok, yaitu keriput yang terbentuk pada kulit anda. Merokok dapat mempercepat proses penuaan pada kulit anda dan menyebabkan terbentuknya keriput atau kerutan pada kulit anda. Perubahan pada kulit anda ini mungkin dapat terjadi hanya dalam waktu 10 tahun setelah anda mulai merokok. Semakin banyak rokok yang anda hisap dan semakin lama anda merokok, maka semakin banyak pula keriput yang terbentuk pada kulit anda. Selain itu, merokok tidak hanya menyebabkan pembentukan keriput pada kulit wajah anda, tetapi juga pada kulit di bagian tubuh lainnya, termasuk pada bagian dalam lengan anda. Walaupun keriput telah terbentuk pada kulit tidak dapat dihilangkan, anda dapat mencegah pembentukan keriput lebih lanjut dengan segera berhenti merokok.Bagaimana Rokok Dapat Menyebabkan Pembentukan Keriput?Nikotin yang terdapat di dalam rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada lapisan terluar kulit anda yang menyebabkan gangguan aliran darah pada kulit anda. Dengan berkurangnya aliran darah pada kulit anda, maka kulit anda tidak memperoleh cukup oksigen dan nutrisi penting yang diperlukannya, termasuk vitamin A. Selain itu, berbagai kandungan zat kimia (lebih dari 4.000 jenis) lainnya di dalam rokok juga dapat merusak kolagen dan elastin (serat yang membuat kulit anda tetap kuat dan elastis) pada kulit anda. Kerusakan kolagen dan elastin pada kulit membuat kulit menjadi kendur dan keriput sebelum waktunya.Paparan panas berulang dan ekspresi wajah yang anda buat saat merokok, yaitu memajukan bibir dan menyipitkan mata anda saat menghisap rokok juga berperan dalam pembentukan keriput pada kulit anda. Baca juga: 8 langkah menyembunyikan keriput Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 19 Aug 2016    18:00 WIB
Sering Berpergian Dengan Pesawat Terbang? Hati-hati Kanker Kulit!
Berjemur di bawah sinar matahari dan memiliki kulit yang terlalu pucat memang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit, melanoma. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada hal lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya melanoma, yaitu sering berpergian dengan pesawat terbang. Berdasarkan data dari 19 penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa para awak pesawat terbang seperti pilot dan pramugara/i memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk menderita melanoma dibandingkan dengan pekerja lainnya.  Pada penelitian ini, para peneliti mengamati berapa banyak awak pesawat yang mengalami melanoma dan berapa angka kematian yang terjadi di antara 266.000 awak pesawat tersebut di antara tahun 1990-2013.  Para peneliti menemukan bahwa selain para awak pesawat memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita melanoma (2 kali lipat dibandingkan dengan orang dewasa lainnya), para pilot ternyata memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kematian akibat melanoma, yaitu sekitar 83% lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya. Para peneliti menduga hal ini mungkin diakibatkan oleh tingginya paparan radiasi sinar UV pada awak pesawat. Pada ketinggian tertentu, yaitu pada ketinggian di mana pesawat komersial biasanya berada, kadar sinar UV ternyata lebih banyak 2 kali lipat dibandingkan dengan kadarnya di atas permukaan tanah. Kadar ini bahkan lebih tinggi lagi (85% lebih tinggi) bila pesawat terbang melintasi awan tebal atau salju.  Terdapat 2 macam sinar UV, yaitu UVA dan UVB. Radiasi sinar UVA dan UVB dapat memicu terjadinya berbagai perubahan pada DNA yang terdapat di kulit, yang dapat menyebabkan terjadinya melanoma. Kaca depan kokpit pesawat tempat pilot berada sebenarnya telah dapat menghalangi radiasi sinar UVB, akan tetapi tidak demikian dengan radiasi sinar UVA, di mana radiasi sinar UVA ini dapat menembus kaca pesawat. Jadi, bila Anda bukan seorang pilot tetapi sering berpergian dengan menggunakan pesawat terbang, apakah resiko melanoma Anda juga meningkat? Walaupun penelitian ini tidak dapat memberikan kepastian mengenai hal ini, akan tetapi para peneliti menyatakan bahwa resiko melanoma memang lebih tinggi pada orang yang sering berpergian dengan menggunakan pesawat terbang. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan kebenaran hal ini, akan tetapi tetap lebih baik bila Anda menggunakan tabir surya saat akan berpergian dengan menggunakan pesawat terbang, terutama bila Anda berada cukup lama di dalamnya. Baca juga: Gejala Tidak Terduga dari Kanker Kulit Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 18 Aug 2016    12:00 WIB
Perbedaan Antara Tahi Lalat dan Kanker Kulit
Satu lagi dampak berbahaya dari paparan sinar matahari berlebihan pada kulit anda, kanker kulit. Dapatkah pemakaian tabir surya mencegah terjadinya kanker kulit? Mungkin, akan tetapi para ahli menganjurkan selain menggunakan tabir surya, anda juga sebaiknya mengetahui apa jenis kulit anda. Sebagian besar orang memiliki lebih dari 100 tahi lalat pada tubuhnya. Sebagian besar tahi lalat dan tanda lainnya pada kulit anda bukanlah keganasan. Akan tetapi, bila tahi lalat baru timbul saat dewasa dan tampak berbeda dari tahi lalat lainnya pada tubuh anda, maka anda mungkin harus mulai waspada. Tahi lalat yang berdarah, mengeluarkan suatu cairan, terasa gatal, tampak bersisik, atau menjadi lebih keras atau terasa nyeri harus segera diperiksa. Segera hubungi dokter kulit anda bila anda mengalami beberapa hal di atas. Periksalah kulit anda di depan kaca dan perhatikanlah daerah kulit yang sering terpapar oleh sinar matahari, seperti tangan, dada, kepala, wajah, leher, dan kaki. Di bawah ini terdapat tanda-tanda kanker kulit yang mungkin menyerupai tahi lalat (ABCDE). Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Asimetri, yaitu bila setengah bagian tahi lalat anda berbeda dengan setengah bagian lain dari tahi lalat anda•  Border, yaitu bila tahi lalat anda memiliki batas yang tidak jelas•  Color, yaitu bila tahi lalat anda memiliki berbagai jenis warna atau bercorak kecoklatan, coklat, hitam, biru, putih, atau merah•  Diameter, yaitu bila diameter tahi lalat anda lebih besar daripada diameter penghapus pada ujung pensil kayu•  Evolving, yaitu bila tahi lalat tampak berbeda dengan tahi lalat lainnya dan atau bila terjadi perubahan pada ukuran, warna, atau bentuknyaFaktor ResikoBeberapa faktor resiko terjadinya kanker kulit yang perlu anda waspadai adalah:•  Mengalami luka bakar yang cukup berat pada kulit akibat paparan sinar matahari yang berlebihan•  Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker kulit•  Memiliki kulit putih, memiliki banyak bintik-bintik hitam, atau rambut merah Baca juga: Perbedaan Antara Kanker Kulit dan Kutil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mysuncoast
 10 Jul 2016    18:00 WIB
Cara Mudah Dapatkan Kulit Lembut Seperti Bayi
Mempunyai kulit yang indah adalah aset. Seiring dengan bertambahnya usia, kulit akan kehilangan elastisitasnya. Hal ini akan menimbulkan efek yang terlihat pada kulit. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan dirumah untuk mendapatkan kulit seperti bayi. Melembabkan kulit Anda dengan benar Kulit bayi identik dengan kelembutan. Kelembutan kulit akan semakin hilang pada kulit yang kering. Sehingga untuk mendapatkan kembali kulit lembut dan elastis seperti kulit bayi, Anda harus melembabkan kulit dengan benar. Hidrasi dimulai dengan menggunakan produk yang tepat. Cari pelembab yang sesuai dengan kulit Anda. Sebagai contoh kulit yang sangat kering membutuhkan krim yang kaya nutrisi. Jangan lupa sebelum Anda mengoleskan krim Anda sebaiknya Anda bersihkan dahulu wajah Anda dengan benar. Karena debu ataupun bekas makeup dapat menyumbat pori-pori wajah, sehingga kulit Anda tidak akan bebas bernapas. Selain itu Anda harus mengkonsumsi air putih 2 liter sehari.  Cukur bulu  Kulit bayi biasanya mempunyai bulu yang sedikit. Untuk itu apabila Anda ingin memiliki kulit seperti bayi Anda bisa menyingkirkan bulu ditubuh Anda dengan menggunakan hair removal. Hindari iritasi yang terjadi setelah Anda mencukur bulu Anda, bilas daerah tersebut dengan perlahan. Jangan lupa oleskan pelembab sesudahnya.  Spa Cara terakhir adalah dengan menggunakan spa. Dengan cara ini akan membuat Anda berkeringat dan mengeluarkan racun dalam tubuh Anda. Dengan cara ini juga dapat membantu melepaskan kulit mati. Setelahnya sebaiknya Anda lakukan pengelupasan kulit.  Dengan melakukan kegiatan diatas akan membantu Anda untuk mendapatkan kembali kulit lembut seperti bayi  Sumber: toptipsnews
 14 Oct 2015    09:00 WIB
Pengobatan Nyeri Panggul Kronik
Nyeri panggul kronik dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan, yang bahkan tidak berhubungan dengan daerah panggul. Berbagai gangguan kesehatan tersebut adalah: Endometriosis yaitu adanya jaringan dinding rahim di luar rahim Sistitis interstitial yaitu suatu jenis infeksi pada kandung kemih Vulvodynia yaitu rasa nyeri pada daerah vulva yang penyebabnya tidak diketahui Penyakit inflamasi pelvis Irritable bowel syndrome Jaringan parut paska pembedahan abdomen (perut) Fibromialgia Sindrom kelelahan kronik Beberapa penelitian juga menduga bahwa wanita yang mengalami kekerasan fisik atau seksual juga memiliki resiko mengalami nyeri panggul kronik. Wanita yang mengalami nyeri panggul kronik mungkin tidak menunjukkan adanya kelainan apapun pada pemeriksaan fisik. Berdasarkan International Pelvic Pain Society, seseorang diduga menderita nyeri panggul kronik bila: Nyeri panggul kronik telah berlangsung selama setidaknya 6 bulan Pengobatan hanya sedikit mengurangi gejala Nyeri yang terjadi melebihi kerusakan jaringan yang terjadi Adanya gangguan kesehatan lain yang berhubungan dengan depresi, seperti gangguan tidur, penurunan nafsu makan, konstipasi, dan lambatnya pergerakan Aktivitas fisik sangat terbatas Perubahan fungsi atau peran penderita dalam keluarga Seorang ahli menduga bahwa nyeri panggul kronik ini diduga akibat adanya peningkatan sensitivtas sel-sel yang menghantarkan impuls nyeri. Seorang ahli lainnya mengatakan bahwa nyeri panggul kronik disebabkan oleh suatu proses inflamasi atau peradangan. Pengobatan terhadap peradangan ini dapat membuat gejala berkurang. Ia juga mengatakan bahwa nyeri panggul kronik juga berhubungan dengan konsumsi gula dan alergi terhadap jamur kulit.   Pengobatan Nyeri Panggul Kronik Pengobatan nyeri panggul kronik dapat dilakukan melalui pemberian obat anti epilepsi. Selain itu, penanganan depresi dengan pemberian obat anti depresi juga berperan dalam mengurangi rasa nyeri dan toleransi penderita terhadap nyeri. Jika rasa nyeri masih dapat diatasi dengan obat anti nyeri lainnya, maka sebaiknya anda tidak menggunakan obat golongan opioid karena bahaya efek sampingnya berupa ketergantungan dan juga dapat menyebabkan timbulnya nyeri panggul kronik. Olahraga teratur dapat membantu mengurangi rasa nyeri yang anda alami. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai jenis olahraga apa yang boleh anda lakukan dan berapa lama. Bila nyeri panggul kronik ini berhubungan dengan reaksi alergi, maka menghindari berbagai jenis makanan yang menyebabkan timbulnya alergi dapat membantu. Beberapa jenis makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi adalah gandum, kedelai, jagung, beras, dan ragi. Selain itu, beberapa kasus vulvodynia seringkali disebabkan oleh adanya alergi terhadap jamur pada kulit. Selain pengobatan untuk mengurangi nyeri, juga diperlukan terpai perilaku kognitif, terapi stress, dan relaksasi untuk membantu mengatasi depresi dan trauma yang mungkin pernah dialami oleh penderita dan menimbulkan nyeri panggul kronik. Baca juga: Mengatasi Bibir Pecah-pecah  Sumber: webmd